You are on page 1of 9

Jenis sambungan tiang pancang beton pracetak dengan tipe struktur monolit hanya dapat digunakan

dengan persyaratan sebagai berikut :

Kedua komponen tiang beton pracetak yang akan disambung mempunyai bentuk dan ukuran
penampang yang sama

Ujung-ujung komponen yang akan disambung telah disiapkan pada waktu pelaksanaan pembuatan tiang
pancang, sesuai dengan spesifikasi yang berlaku

Kedua komponen tiang yang akan disambung mempunyai mutu beton dan baja tulangan yang sama

Kedua komponen tiang yang akan disambung harus dalam keadaan lurus dan tidak bengkok.

Struktur sambungan tiang pancang beton pracetak tipe monolit harus kuat memikul beban dan gaya-
gaya, baik dalam arah vertikal maupun lateral akibat :

Beban dan gaya-gaya yang bekerja pada pilar atau kepala jembatan

Pemancangan

Deformasi lateral dan vertikal

Gaya lateral akibat timbunan pada oprit

Gaya gesek negatif.

Syarat bahan

1. Beton

Mutu beton yang digunakan untuk tiang pancang beton harus mempunyai kekuatan minimum fc’ = 25
MPa (σ’bk = 300 kgf/cm²), sesuai SNI 03-1974-1990;

Setiap pembuatan tiang harus didasarkan kepada rencana campuran dengan menggunakan komponen
bahan yang memenuhi ketentuan yang berlaku dan selama pelaksanaan pengecoran beton harus diikuti
dengan pengendalian mutu. Untuk perkiraan awal proporsi takaran campuran dapat digunakan tabel
dibawah ini

Perkiraan Awal Proporsi Takaran Campuran


2. Baja

Baja tulangan untuk sambungan tiang pancang beton pracetak harus mempunyai tegangan leleh
minimum 410 MPa (BJ 55), bebas dari korosi dan kotoran yang menempel pada baja;

Selubung untuk sambungan tiang dibuat dari baja yang mempunyai tegangan leleh minimum 210 MPa
(BJ 34);

Untuk menjamin tercapainya mutu baja yang disyaratkan, sebelum digunakan baja harus diuji mutunya
sesuai dengan SNI 07-2529-1991.

Mutu baja disesuaikan dengan spesifikasi AASHTO M 270-04 yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Sifat Mekanis Baja Struktural

3. Epoksi

Untuk menjamin kuat ikat antara beton dan epoksi serta baja dan epoksi, maka epoksi yang digunakan
harus memenuhi ketentuan yang berlaku yaitu :

a. Bahan perekat yang digunakan harus mempunyai daya rekat yang sangat baik dan dapat merekatkan
dengan sempurna struktur beton

b. Bahan perekat harus dapat berpenetrasi sampai kedalaman retak yang paling kecil yang terjadi pada
struktur dengan sempurna dan untuk itu harus mempunyai suatu kekentalan tertentu seperti disyaratkan
pada spesifikasi ini

c. Mempunyai sifat fleksibilitas yang dapat menahan vibrasi yang mungkin terjadi di dalam retakan

d. Tidak boleh menyusut pada waktu mengering


e. Tahan terhadap air hujan, CO2, asam, dan bahan kimia lainnya

f. Persyaratan bahan sesuai dengan AASHTO M 235M sebagai berikut:

Viskositas minimum 2,0 Pa.s

Waktu pengikatan awal minimum 30 menit

Kuat leleh tekan (pada umur 7 hari) minimum 70 MPa

Modulus elastisitas tekan minimum 1400 MPa

Tegangan tarik (pada umur 7 hari) minimum 50 MPa

g. Sebelum digunakan harus dilakukan pengujian mutu epoksi sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

4. Las

Bahan las yang digunakan harus sesuai dengan bahan dasar elemen struktur baja yang akan disambung
(seperti BJ 32, BJ 51 atau BJ 52) untuk memastikan bahwa sambungan dapat dipertanggungjawabkan
dan merupakan kawat las berselaput hidrogen rendah.

Bahan las (kawat las) harus disimpan dalam keadaan kering di dalam tempat yang tertutup. Jika kaleng
atau tempat telah dibuka, maka kawat las harus segera digunakan.

Pada penyambungan tiang pancang dibutuhkan kawat las yang sesuai agar dapat berfungsi sebagaimana
mestinya. Elektroda E 60XX digunakan untuk mengelas baja karbon yang mengandung unsur karbon
hingga 0,3% (yang termasuk baja ini adalah baja-baja struktur seperti baja-baja profil, baja batangan dan
baja pelat). Elektroda E 70XX aplikasinya lebih luas dari seri E 60XX.

Baca juga Penyambungan Tiang Pancang Beton Bundar dan Persegi

1. Struktur
Konstruksi sambungan tiang terdiri dari bagian kepala (atas) dan bagian bawah, seperti tampak pada
Gambar 1.

Pada bagian kepala dan bagian bawah tiang pancang diberi selubung baja yang dibuat secara
terfabrikasi.

Ukuran selubung baja didasarkan pada dimensi tiang pancang seperti pada tabel 1 untuk penampang
bundar dan seperti pada tabel 2 untuk penampang persegi.

Selubung baja harus tahan terhadap pukulan selama proses pemancangan.

Selubung tiang bawah dan atas harus dibuat sedemikian rupa sehingga terdapat alur untuk pengelasan.

Alur pengelasan harus cukup lebar sehingga lebar dan tebal las mampu menghasilkan kapasitas
sambungan yang sekurang-kurangnya sama dengan kapasitas tiang.

Dimensi selubung baja tiang pancang bawah dan atas harus sama.

Tabel 1. Ukuran Selubung Baja Bundar

Tabel 2. Ukuran Selubung Baja Persegi

Gambar 1. Konstruksi Sambungan Tiang Pancang Bundar dan Persegi dengan Las

2. Pelaksanaan

a. Persiapan penyambungan

Selubung bagian atas dan bawah harus dibersihkan sebelum penyambungan dilakukan;

Tiang pancang atas harus terletak dalam satu garis lurus dan sentris dengan tiang pancang yang
disambungnya;

Setelah selubung baja terpasang dengan baik kemudian tiang bagian kepala dan bagian bawah disatukan
menggunakan las;

Sistem pengelasan dilakukan sesuai dengan ASTM A 514.

b. Pelaksanaan di lapangan
Permukaan baja yang akan dilas harus dibersihkan dari korosi dan lapisan cat dengan sikat kawat baja
dan sikat bulu;

Untuk lapisan pertama digunakan kawat las berselaput hidrogen rendah (low hidrogen) dengan Ø 3,25
mm, sedangkan untuk lapisan kedua dan selanjutnya digunakan kawat las berselaput hidrogen rendah Ø
4 mm;

Pada setiap tahapan lapisan las, permukaan las harus dibersihkan dari terak dengan cara digerinda,
dibersihkan dengan sikat kawat baja, dan dibersihkan dengan sikat bulu;

Pengelasan dengan posisi horizontal merupakan posisi yang sulit sehingga kawat las harus digerakan
agak ke atas untuk menahan lelehnya cairan las ke bawah.

c. Pemeriksaan visual

Jenis pemeriksaan secara visual digunakan untuk mendeteksi cacat yang cukup besar di permukaan.
Untuk cacat yang relatif kecil pemeriksaan visual dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu,
misalnya kaca pembesar dan kadang-kadang memerlukan alat bantu lain, misalnya lampu untuk
menyinari bagian-bagian yang akan diperiksa.

Pemeriksaan visual meliputi :

Las harus bebas dari cacat retak

Permukaan las harus cukup halus

Sambungan las harus terbebas dari kerak

BDrop Hammer

By Admin2 On October 10, 2012 In Teknik Pondasi Tagged Teknik Pondasi Leave a comment

FACEBOOK

TWEET

GOOGLE+
PINTEREST

LINKEDIN

Dalam pembangunan sebuah gedung, pondasi adalah salah satu bagian terpenting untuk menopang
bangunan di atas tanah. Untuk pemasangan pondasi pada bangunan sederhana tidak memerlukan alat
bantu, tetapi untuk pemasangan pondasi pada bangunan pencakar langit yang biasanya menggunakan
pondasi tiang pancang maka diperlukan alat bantu. Alat bantu tersebut berupa alat pemukul yang dapat
berupa pemukul (hammer) mesin uap, pemukul getar, atau pemukul yang hanya dijatuhkan.

Alat pemukul yang berupa pemukul yang hanya dijatuhkan disebut dengan drop hammer atau pemukul
jatuh. Drop hammer merupakan pemukul jatuh yang terdiri dari balok pemberat yang dijatuhkan dari
atas.

Cara kerja drop hammer adalah penumbuk (hammer) ditarik ke atas dengan kabel dan kerekan sampai
mencapai tinggi jatuh tertentu, kemudian penumbuk (hammer) tersebut jatuh bebas menimpa kepala
tiang pancang . Untuk menghindari kerusakan pada tiang pancang maka pada kepala tiang dipasang topi/
cap (shock absorber), cap ini biasanya terbuat dari kayu.

Drop Hammer dibuat dalam standar ukuran yang bervariasi antara 500 lb – 3000 lb, dan tinggi jatuh yang
digunakan antara 5 ft – 20 ft. Jika energi yang diperlukan besar, perlu hammer dengan berat yang lebih
besar dan dengan tinggi jatuh yang besar pula.

Kelebihan dari drop hammer adalah :

Investasi rendah

Mudah dalam pengoperasiannya

Mudah dalam mengatur energi per blow dengan mengatur tinggi

Kelemahan dari drop hammer adalah :


Pekerjaan pemancangan berjalan lambat, sehingga alat ini hanya dipakai pada volume pekerjaan
pemancangan yang kecil

Kemungkinan rusaknya tiang akibat tinggi jatuh yang besar

Kemungkinan rusaknya bangunan disekitar lokasi akibat getaran pada permukaan tanah

Tidak dapat digunakan untuk pekerjaan dibawah air

Elemen-elemen dalam sistem pemancangan adalah :

Lead adalah rangka baja dengan dua bagian paralel sebagai pengatur tiang agar pada saat dipancang
arahnya benar, jadi leader berfungsi agar jatuhnya pemukul tetap terpusat pada sistem

Ram adalah bagian pemukul yang bergerak ke atas dan ke bawah yang terdiri dari piston dan kepala
penggerak.

Anvil adalah bagian yang terletak pada dasar pemukul yang menerima benturan dari ram dan
mentransfernya ke kepala tiang.

Bantalan dibuat dari kayu keras atau bahan lain yang di tempatkan di antara penutup tiang (pile cap) dan
puncak tiang untuk melindungi kepala tiang dari kerusakan. Bantalan juga menjaga agar energi per
pukulan seragam. Bantalan harus dibuat dari material yang kuat ,biasanya dispesifikasikan oleh pabrik
pemukul. Semua kayu, tali pengikat, dan bantalan pemukul dari asbes tidak diijinkan untuk di gunakan.
Bahan-bahan kurang awet, yang mudah rusak saat pelaksanaan pemancangan akan menyebabkan
ketidaktentuan energi pukulan tiang. Pada prinsipnya, semakin tebal bantalan energi yang diterima tiang
semakin berkurang.

Topi (helmet) atau drive cap (penutup pancang) adalah bahan yang terbuat dari baja cor yang diletakkan
di atas tiang untuk mencegah tiang dari kerusakan saat pemancangan dan untuk menjaga agar as tiang
sama dengan as pemukul.

Berikut ini adalah gambar drop hammer :aca juga Penyambungan Tiang Pancang

Negative Skin Friction

Pada saat memancang pile dengan tipe drive pile, maka akan terjadi apa yang dinamakan dengan elastic
shortening . Elastic shortening adalah peristiwa pada saat pile mengalami deformasi elastic. Pada
peristiwa negative skin friction ada hal penting yang perlu diketahui yaitu, negative skin friction terjadi
hanya ketika soil settlement lebih besar dari pile settlement. Artinya adalah penurunan tanah lebih besar
daripada penurunan pile sendiri akibatnya adalah seperti bisa dilihat seperti gambar dibawah ini.
Gambar di atas menunjukkan pile yang terlepas dari pile cap-nya. Pada kondisi seperti di atas ada hal
yang perlu diperhatikan yaitu tentang kekuatan struktur dari pondasi dalam (pile dengan capnya).

Mencari Tau Seberapa Dalam Negative Skin Friction Yang Terjadi

Untuk mengetahui pada kedalaman berapa negative skin friction terjadi maka ada beberapa hal yang
perlu diketahui yaitu :

1. Settlement yang terjadi pada tanah

Besarnya settlement yang terjadi pada tanah dapat diketahui dari formula Terzaghi and Pack. Untuk
mencari tau nilai settlement maka harus diketahui dulu nilai dari tegangan efektif (awal),
preconsolidation stress, dan final effective stress. Dari nilai ini kemudian dapat kita input ke dalam
persamaan terzaghi dan didapatkan besarnya settlement yang terjadi.

2. Pile Settlement yang terjadi

Pile Settlement yang terjadi merupakan gabungan antara pile elastic compression (yang didapat dari
hukum hooke) dan pile top settlement yang diperoleh dari rumus Poulos Davis.

Dengan mengetahui pile settlement dan soil settlement yang terjadi maka dapat diplot dalam bentuk
grafik settlement (dengan memasukkan dua series diatas) terhadap kedalaman. Dengan memplot grafik
tersebut dapat diketahui sampai kedalaman berapa negative skin friction terjadi.
Dari grafik di atas dapat diketahui neutral plane berada pada kedalaman 3,5 meter. Neutral plane adalah
garis netral dimana friksi di titik di garis tersebut adalah nol. Artinya adalah negative skin friction terjadi
hanya sampai pada kedalaman 3,5 meter.