You are on page 1of 3

Ikan Pelagis dan Ikan Demersal serta Biota Laut yang Dilindungi

A. IKAN PELAGIS
Ikan pelagis (pelagic fish) disebut juga ikan berminyak adalah ikan yang memiliki minyak di jaringan
tubuh mereka dan dalam rongga perut di sekitar usus. fillet mereka mengandung hingga 30 persen
minyak, meskipun angka ini bervariasi baik di dalam dan antar spesies. Contohnya termasuk tengiri,
marlin, wahoo, tuna, sarden, salmon, trout, ikan teri, dan barakuda.
 Ikan pelagis kecil misalnya : teri, lemuru, tembang, japuh, kembung. Ditangkap dengan alat
penangkap berupa jaring, sepert jaring insang, jaring lingkar, pukat cincin, payang, bagan, pukat
tepi dan pakaya.
 Ikan pelagis besar: Ikan tuna, cakalang dan cucut ditangkap dengan teknik memancing: pancing
trolling atau tonda
 Ikan pelagis kecil biasa berada di tubiran karang dan selalu berpindah tempat.
 Ikan pelagis besar biasanya dapat ditemukan dekat terumbu karang atau tubiran dimana arus
hangat dekat perairan pantai. Juga ditemukan di laut terbuka dengan suhu yang berubah ubah,
bahkan ada beberapa ikan pelagis besar di terumbu yang dalam.

B. IKAN DEMERSAL
Sumberdaya Ikan Demersal Ikan demersal adalah jenis ikan yang habitatnya berada di bagian
dasar perairan, dapat dikatakan juga bahwa ikan demersal adalah ikan yang tertangkap dengan alat
tangkap ikan dasar sepert trawl dasar (bottom trawl), jaring insang dasar (bottom gillnet), rawai dasar
(bottom long line), bubu dan lain sebagainya. Menurut Aoyama (1973) ikan dasar memilki sifat ekologi
yaitu sebagai berikut:
1. Mempunyai adaptasi dengan kedalaman perairan
2. Aktfitasnya relatf rendah dan mempunyai daerah kisaran ruaya yang lebih sempit jika dibandingkan
dengan ikan pelagis
3. Jumlah kawanan relatf kecil jika dibandingkan dengan ikan pelagis
4. Habitat utamanya berada di dekat dasar laut meskipun berbagai jenis diantaranya berada di lapisan
perairan yang lebih atas.
5. Kecepatan pertumbuhannya rendah
6. Komunitas memiliki seluk beluk yang komplek
7. Dibanding sumberdaya ikan pelagis, potensi sumberdaya ikan demersal relatf lebih kecil akan tetapi
banyak yang merupakan jenis ikan dengan nilai ekonomis yang tnggi Ikan demersal tersebar di seluruh
perairan Indonesia, terutama di paparan Sunda dan Laut Arafura dengan kecenderungan kepadatan
sediaan potensi tnggi di daerah pantai.
Ikan demersal sangat dipengaruhi oleh factor oseanografi sepert : suhu, salinitas, arus, bentuk
dasar perairan. Jenis ikan ini pada umumnya menyenangi dasar perairan bersubstrat lumpur atau lumpur
berpasir (Dwiponggo et al, 1989 vide Suharto, 1999). Perikanan demersal Indonesia menghasilkan
berbagai jenis ikan (mult species) yang dieksploitasi dengan menggunakan berbagai alat tangkap (mult
gear).
Hasil tangkapan ikan demersal pada umumnya terdiri dari berbagai jenis yang jumlah masing-
masing jenis tersebut tdak terlalu besar. Ikan tersebut antara lain : kakap merah/bambangan (Lutjanus
spp), peperek (Leiognatus spp), manyung (Arius spp), kurisi (Nemipterus spp), kuniran (Upeneus spp),
tga waja (Epinephelus spp), bawal (Pampus spp) dan lain-lain.

C. Biota Laut yang Dilindungi


Biota yang dilindungi adalah : jenis-jenis mahluk hidup yang dilindungi, baik yang berada di darat
maupun yang berada di laut

Mengapa dilindungi :
• Sulit berkembang biak
• Populasinya menurun drasts
• Ancaman manusia yang mengeksploitasi berlebihan, contoh : Telur Penyu
• Ancaman manusia dari pembukaan lahan/penyempitan habitat
Dasar-dasar peraturan
• UU Kehat No. 5 Tahun 1994 Keanekaragaman diantara mahkluk hidup dari semua sumber termasuk
diantaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatk lain, serta komplek-komplek ekologi yang merupakan
bagian dari keanekaragaman, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan
ekosistem
• UU Konservasi No. 5 Tahun 1990 : Barang siapa yang mengambil, memiliki, membunuh, melukai,
menyimpan, memelihara, mengangkut, memperdagangkan, satwa yang dilindungi tanpa izin, dipidana
penjara maksimal 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000 (Seratus juta rupiah).
Undang-undang 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayat dan ekosistemnya.
Jenis-jenis biota laut yang dilindungi :
1. Reptilia laut
• Penyu Tempayan (Caretta caretta
• Penyu Hijau (Chelonia mydas
• Penyu Belombing (Dermochelys coriaceae)
• Penyu Sisik (Eretmochelysimbricata)
• Penyu Ridel (Lepidochelys olivacea
• Penyu Pipih (Natator depressa)

2. Mamalia
• Paus Biru (Balaenopthera musculus)
• Paus Bersirip (Balaenopthera physalus)
• Paus Bongkok (Megaptera novaeangliae)
• Paus Lemak (Cetacea)
• Lumba-lumba air laut (dolphinidae
• Duyung (Dugong dugon)
• Lumba-lumba (ziphidaee)

3. Pisces
• Coelacanth fish (Latmeria chalumnae)
 Ikan Napoleon (Cheilinus undulates)
 Ikan Kerapu Bebek (Chromilepthes altvelis)

4. Moluska
• Kima Raksasa, Kima Kuku Beruang (Hippopus hippopus)
• Kima Cina (Hippopus porcellanus)
• Kepala Kambing (Cassis cornuta)
• Triton Terompert (Charonia tritonis)
• Nautlus Berongga (Nautlus pompillus)
• Troka, Susu Bunder, Lola Merah (Trochus nilotcus)
• Batu Laga, Siput Hijau (Turbo Marmoratus)

5. Anthozoa
• Akar Bahar
 Koral Hitam (anthiphates spp.)