You are on page 1of 10

GENERASI EMAS

Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini


Volume 1 NO. 1, 2018

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MENURUT PSIKOLOGI


ISLAMI

BAHRIL HIDAYAT 1, ARY ANTONY PUTRA 2, MUSADDAD HARAHAP 3


1& 2
Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini(PIAUD)
3
Pendidikan Agama Islam (PAI)
Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR)
bahrilhidayat@fis.uir.ac.id

ABSTRACT

The relationship among early childhood education is related to the Islamic Education
and Islamic Psychology perspective. Discussion of this article forms of theoretical
review and expected to generate scientific reference to formulate explanation and
development of science about Islamic Early Childhood Education according to Islamic
Psychology. Islamic Education into early childhood as students, not only based on the
principles of western Educational Psychology and Psychology of Learning (Psychology
Learning and Teaching) from the Western scientist theory, but must be based on Islamic
values and concept too. By applying the concept, the internalization of Islamic Education
into the psychophysiological of early childhood will be achieved. According to the
integration of principles of science and Islam through 5 Strategic Development of
Islamic Education for Early Childhood Based on Islamic Psychology Principles, namely,
1) awakening learners' self-awareness about Islam, 2) involves the educational
environment in to the learning activities, 3) understanding the child's age development
by the method of playing, 4) using techniques that appeal to early childhood, 5) directing
the child to develop their unique potential.

Keywords: Islamic Education, Islamic Psychology, Educational Psychology,


Psychology Learning and Teaching

PENDAHULUAN Islam terhadap anak usia dini dan


Pendidikan Islam tentang lingkungan pendidikan, baik dalam
kajian dan pengembangan anak usia pendidikan formal, maupun
dini, dikenal rumpun keilmuan pendidikan non-formal. Dalam
Pendidikan Islam Anak Usia Dini. proses pendidikan anak usia dini,
Pendidikan Islam Anak Usia Dini diperlukan pendekatan keislaman
merupakan upaya disiplin ilmu untuk dan perilaku yang berhubungan
membentuk calon-calon pendidik dengan Psikologi Islami yang
mengetahui, memahami, dan bertolak dari Psikologi Agama.
menerapkan nilai-nilai pendidikan Berbagai kajian penelitian dan

29
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

pemikiran keilmuan dan keislaman dan kejiwaan manusia sekaligus


bisa dijadikan rujukan merumuskan jalan keluar dari
pengembangan rumpun ilmu dinamika permasalahan manusia,
pendidikan anak usia dini (Hidayat, baik perilaku manusia dalam proses
B., 2017). Berkaitan dengan dan fase perkembangan, ekonomi,
pandangan tersebut, untuk organisasi, kesehatan, khususnya
membentuk pendidikan anak usia proses pendidikan.
dini yang berkualitas, harus dimulai Permasalahan dalam dunia
dari pemahaman yang utuh tentang pendidikan dan pendidikan Islam,
perilaku manusia, khususnya berkaitan dengan rujukan teori-teori
perilaku pendidik, peserta didik, psikologi pendidikan dan psikologi
perilaku sosial ekonomis, maupun belajar yang berasal dari psikologi
tahapan perkembangan manusia. Barat. Rujukan teoretis tersebut
Disiplin ilmu yang berisikan seringkali tidak sesuai dengan
tentang kajian tentang perilaku implementasi pendidikan Islam,
manusia dikenal dengan Psikologi. khususnya pendidikan anak usia dini
Secara umum, psikologi bermakna menurut perspektif Islam karena
ilmu tentang perilaku organisme, psikologi Barat tidak memberikan
penyelidikan tentang gejala-gejala perhatian yang besar kepada agama,
kejiwaan manusia, dan ilmu tentang khususnya Islam. Kondisi tersebut
perilaku manusia (Hidayat, B., mengakibatkan pengembangan
2014). Sementara itu, teori-teori pendidikan Islam pada anak usia dini
Barat yang dijadikan rujukan membutuhkan Psikologi Islami
keilmuan dalam psikologi memiliki sebagai rujukan teoretis yang relevan
kelemahan memahami manusia dengan perumusan, pengembangan,
secara utuh karena kecenderungan dan penemuan-penemuan keilmuan
psikologi barat yang memisahkan yang integratif antara Islam dan
diri dari agama. Kelemahan tersebut Pendidikan. Harapannya pendekatan
berimplikasi kepada hambatan untuk keilmuan dan keislaman berjalan
memahami dan mencarikan jalan secara dinamis ke dalam jiwa peserta
keluar atau solusi permasalahan didik, pendidik, dan lingkungan
manusia, khususnya individu- pendidikan Islam, khususnya
individu yang menjalankan ketaatan dimensi pendidikan Islam anak usia
beragama dan berhasil mencapai dini.
pembentukan perilaku yang baik Definisi modern pendidikan
(Ancok, D., Suroso, F. N., & Ardani, bermakna proses penyadaran yang
M. S., 2000). Oleh karena itu, kajian terjadi karena interaksi berbagai
Psikologi Islami menjadi faktor yang menyangkut manusia
penyempurnaan rumusan dan potensinya serta alam
pemahaman tentang gejala perilaku lingkungan, serta dalam proses

30
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

penyadaran tersebut, individu akan Implikasi Islam tentang


menemukan potensi jati dirinya dan hakikat manusia dalam hubungannya
alam lingkungan, baik kelebihan dan dengan pendidikan Islam, mencakup,
kelemahannya (Mulyadi, S., Basuki, 1) sistem pendidikan Islam
H., & Rahardjo, W., 2016). Definisi seharusnya dibangun dengan pola
pendidikan tersebut memiliki integrasi antara pendidikan qalbiyah
orientasi makna pada adanya suatu dan aqliyah, 2) pendidikan Islam
proses yang melibatkan interaksi mengembangkan potensi yang
antara berbagai faktor di dalam dimiliki manusia secara maksimal, 3)
manusia. Proses interaksi dilakukan pendidikan Islam harus dijadikan
untuk menemukan jati diri dan sarana yang kondusif bagi proses
potensi individu dan lingkungan. transformasi ilmu pengetahuan dan
Kemudian individu bisa berkembang budaya Islami dari satu generasi
sesuai dengan potensi masing- kepada generasi berikutnya, 4)
masing dengan melibatkan alam konsep hakikat manusia dan fungsi
lingkungan sebagai instrumen penciptaannya dirumuskan
pengembangan potensi diri tersebut. berdasarkan melalui pendekatan
Pendidikan Islam memiliki kewahyuan, empirik keilmuan, dan
tujuan yang jelas dalam membentuk rasional filosofis, 5) proses
perilaku yang mulia dan kepribadian internalisasi nilai-nilai Islam
luhur berdasarkan nilai-nilai dilaksanakan melalui peran aktif
keislaman, khususnya individu maupun orang lain,
pengembangan potensi manusia. misalnya guru atau pendidik (Syarif,
Dasar filosofis pendidikan Islam M., 2017). Lima implikasi hakikat
terletak pada pembentukan pendidik manusia dan pendidikan Islam
dan peserta didik yang memberikan tersebut merupakan hubungan
dampak perubahan perilaku dan mendasar antara pembentukan
kepribadian berdasarkan sumber- perilaku lingkungan pendidikan
sumber hukum Islam dan keilmuan (misalnya, pendidik dan peserta
terdahulu dan kontemporer. didik) yang mengimplementasikan
Berdasarkan dasar filosofis dan keislaman
pengembangan metodologis dan keilmuan secara integratif.
kependidikan Islam akan diperoleh Pendidikan Islam harus
rumusan keilmuan dan keislaman mampu mengembangkan potensi hati
yang aplikatif sesuai nilai-nilai (qolbiyah) dan potensi otak (aqliyah)
keislaman dan keilmuan untuk agar berhasil mengembangkan
mencapai tujuan pendidikan dan potensi individu sesuai dengan
implikasi pendidikan terhadap kaidah-kaidah psikologi Islam, baik
hakikat manusia. adari aspek filosofis maupun praktis
berdasarkan sumber hukum Islam

31
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

(Mujib, A., 2017). Dengan Wicaksono, K., Prehastamto, C.,


peningkatan potensi individu Andriansyah, Y., 2017), fungsi
tersebut, langkah regenerasi perilaku sabar dan kelapang-dadaan.
keilmuan dan keislaman berdasarkan Lebih jauh lagi, penelitian studi
hakikat manusia menurut wahyu (al- ekonomi keislaman dalam psikologi
Qur’an) dan sumber keilmuan akan manajemen dalam dunia industri dan
menginternalisasi atau tertanam ke organisasi (Rusby, Z., Arifin, K.,
dalam jiwa lingkungan pendidikan. Zakaria, S. Z. S., & Razman, M. R.,
Setelah proses internalisasi tersebut 2016), menunjukkan motivasi yang
berjalan dengan baik, kajian, diskusi, tinggi dari ilmuwan muslim untuk
penelitian, maupun penyebaran menemukan integrasi disiplin ilmu
keilmuan dan keislaman dalam perilaku dan manajemen dunia kerja
dinamika keilmuan (transformasi dan kontemporer.
transfer wawasan pengetahuan) akan Sementara itu, referensi
berbanding lurus dengan psikologi pendidikan yang
pembentukan kepribadian pendidik dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
dan peserta didik. Dinamika dalam mendidik para sahabat terus
implikasi pendidikan Islam tersebut diteliti oleh ilmuwan muslim
merupakan konsep mendasar kontemporer. Referensi psikologi
memahami mekanisme dan hakikat Islami tersebut menjadi rujukan
pendidikan Islam dalam tataran keilmuan psikologi kontemporer
perspektif Psikologi Islami. sebagai landasan ilmiah untuk
Psikologi Islami yang membantu pendidikan Islam
memiliki tujuan menjadi salah satu melakukan pengembangan dinamika
mazhab psikologi kontemporer keilmuan kependidikan. Jadi, untuk
menghasilkan pemikiran dan memahami pendidikan Islam,
penelitian yang komprehensif khususnya pendidikan Islam Anak
tentang dinamika hakikat perilaku Usia Dini, antara Psikologi Islami
manusia yang mulia (insan kamil) dan Pendidikan Islam merupakan
berdasarkan sumber keislaman dan dua rumpun ilmu yang memiliki
keilmuan (Lubis, B. H., & Nashori, daya sanding kajian ilmiah yang
F., 2002). Psikologi Islami signifikan sebagai rujukan dunia
melakukan pengembangan pemikiran pendidikan dan pengajaran yang
dan penelitian ilmiah tentang diamanahkan kepada umat manusia.
berbagai variabel, misalnya tahapan Dalam Al-Qur’an, Allah swt.
atau fase perkembangan manusia, menjelaskan tentang menyampaikan
proses pembelajaran dan dinamika amanah ilmu kepada orang lain
masalah perundungan di sekolah sebagai landasan (hukum)
(Nashori, F., Mayasari, G., pengambilan keputusan yang tepat
Dewisukma, G., Iskandar, D., untuk mencarikan jalan keluar dari

32
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

problematika kehidupan dan Melihat-Nya proses pengajaran yang


pendidikan. Al-Qur’an surah An- bernilai kepada umat manusia.
Nisa ayat 58, Allah SWT berfirman Proses pengajaran keilmuan
sebagai berikut. erat kaitannya dengan upaya
peningkatan wawasan keilmuan
Sesungguhnya Allah
kependidikan dan keislaman, mulai
menyuruh kamu
dari mempelajari fase perkembangan
menyampaikan amanat
manusia dari usia dini sampai usia
kepada yang berhak
lanjut, dinamika bersosialisasi,
menerimanya, dan (menyuruh
maupun interaksi pengajaran dan
kamu) apabila menetapkan
pendidikan yang berlangsung dalam
hukum di antara manusia
proses kependidikan tersebut.
supaya kamu menetapkan
Pendidik anak usia dini memberikan
dengan adil.Sesungguhnya
materi pembelajaran yang tepat
Allah memberi pengajaran
berdasarkan fase perkembangan
yang sebaik-baiknya
anak, melibatkan lingkungan
kepadamu.Sesungguhnya
pendidikan anak, misalnnya orang
Allah adalah Maha
tua peserta didik di dalam proses dan
Mendengar lagi Maha
aktivitas pendidikan. Bentuk
Melihat.(QS. 4:58)
kegiatan pengajaran yang relevan
Ayat tersebut merupakan bisa berupa pengenalan ibadah shalat
landasan keislaman tentang dan haji, maupun pengenalan baca
penetapan hukum keilmuan yang adil tulis Al-Qur’an berdasarkan metode-
dengan menyampaikan amanah metode tertentu (Alucyana, 2017).
keilmuan kepada orang yang tepat Oleh karena itu, pendidik harus
tentang hakikat ilmu (ontologis), meningkatkan wawasan keilmuan
dengan cara atau metode yang tepat mereka secara berkala dan kontinu
(epistemologis), dan akhirnya untuk meningkatkan kualitas
memiliki nilai-nilai keadilan yang mengajar dan mendidik di lembaga
bermanfaat (aksiologis) kepada pendidikan Islam, baik secara formal
pengguna ilmu. Dengan melakukan maupun non-formal.
pengajaran yang terbaik menurut Selain itu, pendidik atau guru
kaidah keislaman dan filsafat ilmu, harus mengenalkan anak-anak usia
Allah SWT mencontohkan akhlak dini agar memahami konsep dasar
ilahiah melalui pengajaran yang perilaku ekonomis dalam sehari-hari,
terbaik dari Al-Qur’an dan ilmuwan misalnya jual beli, bersedekah,
muslim wajib meneladani hal itu membayar zakat (Hamzah, H.,
agar Allah menyaksikan dengan Rusby, Z., & Hamzah, Z., 2013).
asma Maha Mendengar dan Maha Dengan mengenalkan konsep dasar
ekonomi Islam sejak usia dini, anak-

33
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

anak akan membentuk perilaku Pendidikan Islam pada anak


filantropis atau kedermawanan sejak usia dini tidak bisa berdasarkan pada
masa awal perkembangan fisik dan prinsip-prinsip teori psikologi
mental mereka. Pembentukan pendidikan dan psikologi belajar dari
perilaku filantropis tersebut akan Barat, akan tetapi harus berdasarkan
membentuk kesiapan anak-anak pada nilai-nilai keislaman.
untuk memasuki fase perkembangan Pendidikan keilmuan dan keislaman
selanjutnya memasuki jenjang yang ditanamkan kepada anak usia
pendidikan yang lebih tinggi dan dini secara aplikatif akan mencapai
berhasil mengembangkan potensi kualitas pribadi insan kamil yang
mereka yang unik. diajarkan Islam maupun
pengembangan potensi peserta didik
PEMBAHASAN dan lingkungan pendidikan melalui
Fokus pembahasan tulisan ini jati diri anak yang unik dan
memaparkan hubungan pendidikan berkembang secara gradual menurut
anak usia dini dari perspektif fase perkembangan mereka. Dengan
pendidikan Islam dan psikologi mengaplikasikan hal itu, internalisasi
Islami. Pembahasan berbentuk pendidikan Islam ke dalam
analisis teori (theoretical review) psikofisiologis anak usia dini akan
yang relevan dengan tema tulisan tercapai sesuai kaidah-kaidah
diharapkan menghasilkan pemikiran keilmuan dan keislaman yang
keilmuan untuk merumuskan integratif.
penjelasan dan pengembangan Berdasarkan teori-teori di
keilmuan tentang pendidikan anak atas, perlu dirumuskan langkah-
usia dini menurut Psikologi Islami. langkah strategis pengembangan
Rumusan-rumusan analisis teori pendidikan anak usia dini.
diharapkan menjadi landasan Pengembangan pendidikan itu
pengembangan pemikiran dan berdasarkan dasar pandangan
penelitian lebih lanjut oleh penulis psikologi islami dalam membentuk
dan peneliti lain untuk memahami pendidikan Islam yang memiliki ciri
kebutuhan pendidikan anak usia dini khas pengembangan potensi
berdasarkan prinsip-prinsip berdasarkan prinsip-prinsip psikologi
pendidikan Islam dan Psikologi pendidikan, psikologi belajar,
Islami yang memiliki kesamaan manajemen dan perilaku ekonomis,
tujuan dalam membentuk perilaku, maupun pengembangan pendidikan
kepribadian, dan pengembangan keislaman lainnya. Dalam hal ini,
potensi semua unsur yang terlibat di langkah strategis tersebut diberi
dalam lingkungan pendidikan, namapengembangan strategis
khususnya potensi anak usia dini pendidikan islam anak usia dini
dalam pendidikan Islam. berdasarkan prinsip psikologi islami.

34
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

Pengembangan strategis 2. Melibatkan lingkungan


Pendidikan Islam Anak Usia Dini pendidikan dalam aktivitas
berdasarkan prinsip Psikologi Islami belajar
tersebut dapat diaplikasikan Anak usia dini seharusnya
setidaknya ke dalam bentuk aktivitas diajarkan agar bersosialisasi
proses pengajaran dan pendidikan dengan baik, demikian pula
sebagai berikut. lingkungan pendidikan yang
1. Menumbuhkan kesadaran tersedia di sekitar anak-anak.
peserta didik tentang Islam Orang tua anak merupakan faktor
Pendidik atau guru di lingkungan penentu pencapaian keberhasilan
pendidikan anak usia dini pendidikan anak usia dini menurut
seharusnya menumbuhkan Psikologi Islami. Pendidik atau
kesadaran anak tentang Islam guru sebaiknya secara intensif
melalui aktivitas bermain dan melibatkan peran dan fungsi orang
belajar. Kesadaran anak tua di sekolah maupun di rumah
ditingkatkan melalui pengetahuan agar orang tua terlibat secara
mendasar tentang nilai tauhid dan partisipatif dalam kegiatan
ketuhanan (aqidah) dalam bermain dan belajar anak. Selain
keseharian dan peribadatan anak lingkungan pendidikan orang tua,
sehingga membentuk self- pihak pemangku kepentingan lain,
awareness (kesadaran diri) yang misalnya dinas pendidikan, komisi
tertanam sejak usia dini pada perlindungan anak, dan
peserta didik. Pembentukan stakeholder lain dalam ruang
kebiasaan berdoa, menjaga ibadah lingkup lingkungan pendidikan
shalat, atau pengenalan konsep anak, seharusnya dilibatkan dalam
dasar umrah dan haji akan pengembangan metode, peran
meningkatkan kesadaran anak serta, dan aktivitas belajar dan
tentang Islam. Lebih jauh lagi, bermain anak usia dini.
pengenalan konsep dasar jual beli, 3. Memahami perkembangan usia
sedekah, zakat, dapat anak dengan metode bermain
diaplikasikan melalui teknik pasar Dunia anak memiliki keunikan.
murah yang diperankan oleh anak Proses pembelajaran mereka harus
usia dini dalam bentuk teknik berhasil menciptakan suasana
Role Play agar anak-anak yang menyenangkan. Dalam hal
memperoleh kesadaran perilaku ini, bermain merupakan aktivitas
ekonomis keislaman yang belajar yang tepat bagi anak usia
berhubungan dengan aspek dini. Oleh karena itu, metode
filantropis berdasarkan keislaman. bermain dalam belajar merupakan
cara dan teknik yang efektif dalam
pendidikan anak usia dini.

35
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

Berbagai metode yang maupun pengembangan potensi


menggunakan pendekatan seni, afeksi anak melalui bermain
cenderung efektif untuk secara berkelompok,
meningkatkan nuansa bermain bereksperimen dengan APE untuk
pada ruang belajar anak-anak, meningkatkan potensi kognisi,
baik di dalam ruangan tertutup dan memberikan ruang gerak yang
(in-door) maupun kelas-kelas di leluasa untuk meningkatkan
ruangan terbuka (out-door). potensi psikomotorik anak.
4. Menggunakan teknik-teknik 5. Mengarahkan anak
yang menarik perhatian anak mengembangkan potensi
usia dini mereka yang unik
Pendidik atau guru sebaiknya Anak usia dini sangat unik dengan
mampu menggunakan teknik potensi masing-masing yang
bermain dan belajar yang menarik berbeda. Teori Multiple
perhatian anak usia dini. Dalam Intelligence atau Kecerdasan
prinsip psikologi belajar dan Majemuk menunjukkan potensi
psikologi pendidikan, fungsi kecerdasan individu tidak terletak
afeksi, kognisi, dan psikomotorik pada satu bidang saja, akan tetapi
anak melibatkan aspek asosiasi, tergantung kepada minat dan
persepsi, memori, sampai kepada bakat anak yang berbeda (unik).
proses membentuk motivasi Pendidik harus mampu mengenali
belajar peserta didik. Pendidik potensi peserta didik dan
bisa membentuk motivasi anak mengembangkan potensi tersebut
usia dini melalui teknik berkisah agar anak-anak menemukan jati
(Tambak, S., 2016) dan diri dengan cara melibatkan
memasukkan kisah-kisah Islami berbagai instrumen yang tersedia.
yang bersumber dari Al-Qur’an Berbagai instrumen multimedia,
dan Hadis sebagai tema teknik audio, audio visual, mampu
berkisah yang digunakan guru. menjadi instrumen pembelajaran
Kisah-kisah pendidikan dan bagi guru untuk meningkatkan
keislaman tersebut akan menarik kualitas mengajar dan mendidik
perhatian anak-anak apabila guru (Zulkifli, Z., 2018). Setelah itu,
menyajikan paparan cerita dengan anak-anak akan berkembang
ekspresif, intonasi yang jelas, dan sesuai arah potensi mereka yang
menggunakan alat peraga yang unik pada fase perkembangan
memadai. Selain itu, penggunaan selanjutnya berdasarkan jenjang
Alat Permainan Edukatif (APE) pendidikan yang mereka lalui
bisa dijadikan instrumen secara bertahap.
pembelajaran untuk mengenal Lima langkah pengembangan
konsep dasar baca tulis Al-Qur’an, strategis pendidikan islam anak usia

36
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

dini berdasarkan prinsip psikologi psikologi memiliki kelemahan


islami di atas merupakan manifestasi memahami manusia secara utuh
dari Al-Qur’an surah an-Nisa ayat karena kecenderungan psikologi
58, berkaitan dengan perintah Allah Barat yang memisahkan diri dari
SWT. untuk mengajarkan nilai agama. Kelemahan tersebut
pendidikan keislaman dengan cara berimplikasi kepada hambatan untuk
yang baik kepada peserta didik. memahami dan mencarikan jalan
Aplikasi lima langkah itu akan keluar atau solusi permasalahan
meningkatkan potensi anak-anak manusia, khususnya dalam
sebagai individu dalam melanjutkan pendidikan Islam dan pengembangan
regenerasi keilmuan dan keislaman potensi anak usia dini berdasarkan
berdasarkan hakikat manusia nilai keilmuan dan keislaman. Kajian
menurut wahyu (Al-Qur’an) dan Psikologi Islami menjadi
sumber keilmuan. Setelah itu, anak penyempurnaan rumusan
usia dini akan menginternalisasikan pemahaman tentang gejala perilaku
atau menanamkan nilai keilmuan dan dan kejiwaan manusia yang terlibat
keislaman ke dalam jiwa mereka dan dalam proses pendidikan karena
lingkungan. rujukan Psikologi Islami bersumber
Setelah proses internalisasi kepada Al-Qur’an dan Hadist.
tersebut berjalan, kajian, diskusi, Dengan mengembalikan fungsi Al-
penelitian, maupun penyebaran Qur’an dan Hadist, serta sumber
keilmuan dan keislaman pada hukum Islam lainnya ke dalam dasar-
dinamika keilmuan (transformasi dan dasar psikologi pendidikan dan
transfer wawasan pengetahuan) akan psikologi belajar pada rumpun
membentuk kepribadian pendidik pendidikan Islam anak usia dini,
dan peserta didik yang berkualitas. maka tujuan dan hakikat pendidikan
Dinamika implikasi pendidikan pada anak akan tercapai, yaitu
Islam melalui lima langkah pembentukan kesadaran diri dan
pengembangan strategis pendidikan kepribadian yang luhur berdasarkan
islam anak usia dini berdasarkan jati diri dan potensi anak sebagai
prinsip psikologi islami merupakan peserta didik sesuai ajaran
konsep mendasar memahami dan kependidikan Islam.
menerapkan mekanisme dan hakikat
pendidikan Islam dalam tataran DAFTAR PUSTAKA
perspektif Psikologi Islami kepada Al-Qur’an dan Terjemahan.
anak usia dini. Alucyana, A. 2017. Pembelajaran
Al-Quran Untuk Anak Usia
PENUTUP Dini dengan Metode Muyassar.
Teori-teori Barat yang In 2nd Annual Conference on
dijadikan rujukan keilmuan dalam

37
GENERASI EMAS
Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 1 NO. 1, 2018

Islamic Early Childhood Mujib, A. (2017). Pengembangan


Education 2017. Kecerdasan Qalbiyah Dalam
Pendidikan Islam. EDUKASI:
Ancok, D., Suroso, F. N., & Ardani,
Jurnal Penelitian Pendidikan
M. S. (2000). Psikologi islami:
Agama dan Keagamaan, Vol. 1
Solusi islam atas problem-
No.1.
problem psikologi. Pustaka
Pelajar. Nashori, F., Mayasari, G.,
Dewisukma, G., Iskandar, D.,
Hamzah, H., Rusby, Z., & Hamzah,
Wicaksono, K., Prehastamto,
Z. (2013).Analysis problem of
C., Andriansyah, Y. (2017).
Baitul Maal Wat Tamwil
The Model of bullying
(BMT) in Pekanbaru. Lambert
behavior on senior high school
Academic Publishing (LAP)
students: a case study in
Hidayat, B. (2017). Pembelajaran Indonesia. Psychology and
AlQur’an pada anak usia dini Education Journal. 54 (1-2):
menurut psikologi agama dan 65-75.
neurosains. 2nd Annual Syarif, M. (2017).Pelaksanaan
International Conference on pendidikan karakter dalam
Islamic Early Childhood pembelajaran PAI di SMK
Education 2017. Yogyakarta: Hasanah Pekanbaru.Al-
UIN Sunan Kalijaga. Thariqah: Jurnal Pendidikan
Lubis, B. H., & Nashori, F. Agama Islam, Vol. 1No. 1, 27-
(2002).Dialektika Psikologi 40.
dan Pandangan Islam. Unri
Tambak, S. (2016).Metode bercerita
Press.
dalam pembelajaran pendidikan
Mujib, A. (2017). Pengembangan agama Islam.Al-Thariqah:
Fitrah Peserta Didik dalam
Jurnal Pendidikan Agama
Pendidikan Islam. EDUKASI:
Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, Vol. 1No. 1, 1-26.
Agama dan Keagamaan, Vol. 1
No. 3.

38