You are on page 1of 12

Masalah yang sering muncul pada organ hati

A. Penyakit Hepar yang sering dijumpai di masyarakat , dibedakan yaitu :


1. Penyakit Hati akut
2. Penyakit Hati kronik
Penyakit hati akut adalah :
Kemungkinan penyebabnya adalah virus, obat2an, alkohol dan keadaan
ischaemia.
Penyakit hati kronis adalah :
1. Hepatitis Kronis
2. Sirosis Hati
3. Hepatoma
B. Symptoms and signs of Liver diseases Symptoms, riwayat klinis :
1. Right upper quadrant discomfort :
 Riwayat nyeri perut kanan atas yang nyata, atau nyeri setelah makan
 Mengarahkan diagnosa ke cholelithiasis,cholecystitis.
 Sedangkan nyeri perut kanan atas yang tidak nyata, rasa tidak nyaman
 Mengarahkan ke kecurigaan penyakit hepatocelular atau infiltrative
diseases.Disebabkan karenan peregangan kapsula Glisson.
2. Pruritus
3. Anorexia
4. Weight loss
5. Jaundice
6. Occupation / environtmental factors hepatitis drug induced karena
Carbontetrachloride,beryllium, vinylchloride, alcohol intake.
7. Abdominal distention / ascites
8. Hematemesis (muntah darah)
9. Hematoschezia
10. Oedema
Signs, pemeriksaan fisik :
1. Jaundice , pada sclera dan kulit.
2. Anemia , pallor.
3. Spleenomegali
4. Hepatomegali
5. Ascites
6. Edema
7. Testicular atrophy,
8. Gynecomastia,
9. Loss of pubic and axillary hair.
C. ACUTE VIRAL HEPATITIS.
Adalah penyakit sistemik yang menyerang hati. Jenis penyakit hepatitis virus
ini adalah :
1. Hepatitis Virus A (HAV)
2. Hepatitis Virus B (HBV)
3. Hepatitis Virus C (HCV)
4. Hepatitis Virus D (HDV)
5. Hepatitis Virus E (HEV)

1. HEPATITIS A VIRUS
Hepatitis A virus tergolong dalam RNA virus (heparna). Penularan melalui
fecal-oral.
Hepatitis A ini memiliki masa inkubasi sekitar 4 minggu. Perkembangbiakan
virus terbatas di hati, virus ditemukan di hati, empedu, feses, dan darah.
 Di akhir masa inkubasi dan saat fase preicteric. Virus disebarkan melalui
feses, dan darah
 Infektifitas virus segera hilang saat jaundice muncul. Antibodi terhadap HAV
(anti-HAV) dapat terdeteksi selama masa akut, saat SGPT tinggi dan
penularan HAV melalui feses masih terjadi. Respons antibody yang muncul
adalah IgM HAV, dan menetap selama beberapa bulan. Selama masa
penyembuhan IgG HAV yang nyata.
Jadi untuk diagnosa Hepatitis A adalah saat fase akut, titer IgM HAV yang
tinggi.
2. HEPATITIS B VIRUS.
Hepatitis B virus adalah DNA virus (hepadna virus). Antigen yang diperiksa :
1. HBsAg
2. HBcAg
3. HBeAg
HBsAg terdeteksi pada lebih dari 95% pasien dengan Hepatitis B akut,
ditemukan di
Serum, cairan tubuh, sitoplasma hepatosit. Sebagai petanda blood borne virus
dan
menandakan status karier.AntiHBs muncul sebagai respon dari infeksi, antibodi
protektif. HbcAg nukleocapsid yang mengandung DNA, sebagai petanda
diagnosa akut, bersama dengan HBsAg dan IgM anti HBc. HbeAg polymerase,
ada di nucleus hepatosit. Sebagai petanda dari replikasi virus.Sebagai
panduan diagnosis kronis hepatitis :
IgG antiHBc , HBsAg. Pada saat ini pemeriksaan HBV DNA telah menjadi
pemeriksaan baku pada saat seorang pasien HBeAg dan Anti HBe pada saat
ini dilakukan untuk menentukan strategi pengobatan. Pemahaman terakhir
menyatakan bahwa keberadaan HBeAg tidak hanya menunjukkan ada atau
tiadanya replikasi virus , oleh karena penderita dengan HbeAg negative
ternyata sering dijumpai kondisi ksaan kuantitatif HBV DNA dengan batas atas
yang dapat mendeteksi muatan virus tinggi sangat berguna untuk pemilihan
obat lini pertama.
ii. TOXIC AND DRUG
INDUCED HEPATITIS
Kerusakan hati dapat dikarenakan krn masuk nya bahan lewat inhalasi, ingesi
atau parenteral dari sejumlah obat2an atau bahan kimia. Misalkan : carbon
tetrachloride, acetaminophen, Halothane, soniazide, chlorpromazine, Oral
contraceptive, analgetik, allopurinol dll. Pengobatan dari hepatitis karena obat
ini adalah :
Sebagian besar adalah suportif, seperti pada hepatitis virus akut. Obat atau
bahan penyebab harus segera dihentikan.
iii. FATTY LIVER = NASH (NON ALCOHOLIC STEATO HEPATITIS )
Non-alcoholic steatosis adalah infiltasi lemak pada hati yang berhubungan dengan
obesitas. Kecurigaan diagnosis dikarenakan peningkatan aminotransferase, terutama
AST:ALT ratio < 1 Seringkali ada hubungan antara non alcoholic fatty liver dan
diabetes, biasanya pasien tersebut BMI nya tinggi dan ada truncal obesity. NASH bisa
berkembang ke cirrhosis tetapi arang sampai mengakibatkan gagal hati Sebagian
besar penderita NASH akan menjadi diabetes atau gangguan toleransi glukosa
setelah jangka panjang. Biasanya pada penderita Fatty Liver rasio AST : ALT > 1 dan
MCV > dari normal.
Pada penderita NASH
AST : ALT > 1 maka besar kemungkinan terjadi penyakit yg progresif dan terjadi
fibrosis.
Gamma Glutamil Transferase biasanya abnormal ( > 35 U/L ).
Alkali fosfatase mungkin naik melebihi 2x normal ( > 125 U/L ).
Serum feritin meningkat pada fase akut
Pada sekitar 1/3 kasus ditemukan autoantibody non organ specific, berhubungan
dengan resistensi insulin berat dan penyakit hati yg lebih lanjut.
D. LIVER FUNCTION TEST (2,3,4)
Beberapa pemeriksaan faal hati dan petanda virus yang sering dipergunakan untuk
mendiagnosa penyakit adalah :
1. SGOT / AST
2. SGPT / ALT
3. Urobilinogen
4. Bilirubin Urine
5. Bilirubin direk/indirek
6. Alkali fosfatase
7. Gamma GT
8. HBsAg & AntiHCV / IgM anti HAV
9. Serum Albumin
10. Prothrombine time
1. Alanine aminotransferase ( ALT ) , Serum
Glutamic Pyruvic Transaminase ( SGPT )
- Enzym yg berfungsi sbg katalis
berbagai fungsi tubuh.
- Enzym ini ditemukan paling
dominan di sel hepar, selain konsentrasi kecil
ditemukan di jantung, ginjal dan otot.
- Variasi level serum ini digunakan untuk
:
mendiagnosa penyakit hati dan
monitoring terapi penyakit hati.
- Harga normal :
adult : 5 – 35
U/L
elderly : maybe higher
than adult
Infant/newborn : maybe twice as
high as adult
2. Aspartate Aminotransferase ( AST ) , Serum
Glutamic Oxaloacetic Transaminase.
adalah enzym yg ditemukan di jaringan
atau sel yg mempunyai aktivitas metabolik tinggi.
Misal : di jantung, hepar dan otot
bergaris.
-Enzym ini dikeluarkan ke aliran darah
krn adanya jejas atau kematian sel
Harga normal : 12 – 35 U/ml
AST yang meningkat :
acute myocard infarct, pancreatitis akut dan brain
necrosis.metastatic liver cancer, Reye’s syndrome,
alkoholic hepatitis.
AST yng kurang dari normal ,
mungkin :
kehamilan, beri-beri, diabetic
ketoacidosis.
3. Alkaline fosfatase.
Adalah enzym yang ditemukan di hepar, tulang
dan epithel dari seluruh saluran empedu.
Jumlah/level enzym ini digunakan utk
identififikasi kelainan hepar, atau kelainan
tulang,dll. Harga normal terpengaruh oleh usia
dan gender.
Harga normal :
Dewasa : 17 – 142 U/L
Anak 0 – 12 th : 145 –
530 U/L
Peningkatan alkaline fosfatase yang
berhubungan dengan penyakit hati , termasuk :
1. Obstruksi duktus bilier.
2. Obstruktif Jaundice
3. Hepatitis - Cirrhosis
4. Liver Cancer
5. Mononukleosis infectiosa
Tetapi untuk keperluan konfirmasi dari
suatu diagnosa penyakit, pemeriksaan ini harus di
korelasikan dengan pemeriksaan faal hati
lain.
Obat2an yang menyebabkan kenaikan
alkaline fosfatase antara lain :
Allopurinol, antibiotik, tetracycline, oral
contraceptive, methyldopa.
4. Gamma Glutamyl transferase
Gamma-glytamyl transpeptidase adl enzyme yg
terdpt di hepatocytes dan biliary
epithelial cells. GGT mungkin tinggi pd liver
disease.
Biasanya lebih menyerupai biliary obstruction
daripada hepatocellular damage.
GGT (in men) = 11 - 50 i.u./l
GGT (in women) = 7 - 32 i.u./l
Note reference ranges mungkin berbeda
di tiap lab.
Pemeriksaan ini harus dilakukan pada pasien
dengan abnormal alkali fosfatase,
sebagai konfirmasi bahwa berasal dari kelainan
hepar.
GGT serum adl indikator sensitif dari
hepatobiliary diseases.
Peningkatan hasil GGT mungkin
menandakan :
1. Pancreatic disease
2. Myocardial infarction
3. Chronic obstructive pulmonary disease
4. Renal failure
5. Diabetes
6. Obesity
7. Alcoholism, phenythoin & barbiturat.
5. Hyperbilirubinemia.
Peningkatan bilirubin dpt disebabkan
karena :
1. Peningkatan produksi.
2. Berkurangnya excresi bilirubin karena
obstruksi sal empd
3. Berkurangnya metabolisme
Peningkatan produksi sebagai akibat
obstructive liver disease diikuti oleh peningkatan
Liver enzym lainnya (alkaline phosphatase dan
GGT ) .
Pada mechanical obstructive liver disease
50% darinya adl conjugated bilirubin . Normal
serum bilirubin adl 3 to 17 micromol/l. Jaundice
dapat terdeteksi jika hasil diatas 40 micromol/l.
Dibutuhkan cahaya matahari utk
mendeteksi jaundice minimal. Hyperbilirubinemia
bisa menandakan penyakit hepatobilier atau
hemolysis
Dapat dipakai sebagai petunjuk
hepatobiliary diseases atau hemolysis.
1. Peningkatan ringan indirect
hyperbilirubin ditemukan pada 10 % pdrt
Gilbert’syndrome.
2. Pada sekitar usia 30 th, 75 % penyebab
hyperbilirubinemia adl Hepatitis
3. Pada pdrt diatas 60 th, 50% penyebabnya
adl extrahepatic obstruction ( gallstone,
pancreatic ca )
6. Serum Albumin
Hasil serum albumin yang rendah ,
mencerminkan :
1. sintesis yg berkurang (poor
nutrition atau hepatic dysfunction )
2. kehilangan protein / increased
loss ( from kidney/ intestine )
Kadar serum albumin berhubungan dgn
prognosa buruk pada penyakit liver akut.
Pada decompensated liver disease kadar
albumin ini rendah.
7. Prothrombine Time
Pemeriksaan ini harus dikerjakan pada
pasien dengan acute or chronic liver disease or
coagulopathy.
Menunjukkan fungsi sintesa vit Kdependent
clotting factors. (II, VII, IX dan X )
8. Alpha feto protein ( AFP ) (2,3)
Pemeriksaan yang dipakai untuk
kecurigaan terhadap adanya keganasan pada hati,
misal : Hepatoma
Serangkaian pemeriksaan yang dipakai
utk Hepatoma adl :
Alkali fosfatase dan Alpha feto protein.
E. CONTOH INTEPRETASI POLA
ABNORMAL LFT (3)
1. Viral Hepatitis
Sering menyebabkan peningkatan significant
dari transaminase , melebihi 1000 IU.
ALT lebih tinggi daripada AST ; AST -
ALT rasio < 1.
2. Medication ( obat2an )
Menyebabkan kolestasis.
Menyebabkan transaminase dan ALP
diatas 10x normal.
3. Intrahepatic atau extrahepatic obstruction
Peningkatan ALP lebih atau sama
dengan 5 kali lebih tinggi dari harga normal.
Terutama pada Primary biliary cirrhosis
4. Infiltratif diseases
Contohnya : neoplasma, granuloma,
amyloidosis sebabkan peningkatan sedang
sampai bermakna dari ALP.
5. Alkoholic Liver disease
Peningkatan ringan dari transaminase.
Perbandingan AST & ALT dpt berguna
utk diagnostik.
Perbandingan > 2 : 1 sangat mungkin
merupakan alkoholic liver disease.
Ditambah dgn MCV > dan peningkatan
GGT.
6. Hemolysis
Jika ada kecurigaan ini, biasanya diikuti dgn
bilirubin <5 mg/dl.
Terjadi peningkatan hitung reticulosit dan
Hapusan darah tepi yang abnormal.
F. CONTOH KASUS :
I. Penderita Tn S, 38 th,tanpa keluhan dan
melakukan General Medical Check Up.
Pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan
kelainan.
Hasil pemeriksaan :
SGPT 28 IU, SGOT 22 IU, Fosfatase alkali
180 IU HBsAg + , Anti HCV - ,
Urobilinogen + , bilirubin –, bilirubin total 1
mg/dl , bil direk 0,4 mg/dl.
Pembahasan : kasus diatas diagnosanya
adalah :
Pengidap Sehat Virus Hepatitis B
Jika hal ini terjadi, maka untuk selanjutnya
diperlukan pemeriksaan lanjutan yaitu :
HBeAg , Anti HBe dan HBV DNA.(1,2)
II. Pasien Tn H 42 tahun, keluhan rasa tidak
enak di perut bagian atas.
Pada pemeriksaan fisik penderita tampak
sehat, TB 160 cm, BB 90 kg. Tidak terdapat
penyakit hati akut ataupun kronik.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil
sebagai berikut :
Bilirubin total 0,8 mg/dl dan direk 0,3 mg/dl,
SGOT 80 IU, SGPT : 120 IU, Elektroforesis
protein dalam batas normal, HBsAg negative,
anti HCV negativ; kolesterol total 360 mg/dl
Trigliserida 600 mg/dl; LDL 210 mg/dl ; HDL
45 mg/dl.
Pembahasan : diagnosis penderita tersebut
adalah :
Fatty Liver akibat hiperlipidemia dan
Obesitas.(1,2)
Ciri Khas dari Fatty liver adalah :
Terdapat penyakit dasar sebagai penyebab
(obesitas, hiperlipidemia, diabetes), SGOT dan
SGPT meningkat. Faal hati lain dalam batas
normal , kecuali mungkin Gamma GT dan alkali
fosfatase sedikit meningkat.(1,4,5)
III. Pasien Tn An, 44 th , datang
dengan keluhan gatal, mata kuning, nyeri perut
kanan atas demam . Tinja berwarna putih seperti
dempul. Fisik penderita tampak icterus kehijauan
tidak terdapat tanda penyakit hati akut maupun
kronik, kandung empedu teraba, pemeriksaan
laboratorium sebagai berikut :
Urobilinogen - , bilirubin positif kuat,
Bilirubin total 20 mg/dl, Bilirubin direk 18 mg/dl,
alkali fosfatase 960 IU, SGOT 35 IU, SGPT 32
IU, serum protein elektroforesis dalam batas
normal, kolesterol 460 mg/dl, Gamma GT 448
mg/dl
diagnosis dari pasien tersebut adalah :
Kolestasis yang kemungkinan penyebabnya
adalah Carcinoma Caput Pancreas.
Contoh diatas menunjukkan bahwa kelainan faal
hati, bukan berarti penderita mengidap penyakit
hati akan tetapi dapat juga sebagai parameter
kelainan diluar hati, misalkan icterus obstruktif
seperti kasus Tn An di atas, atau beberapa jenis
penyakit darah (anemia hemolytic).