You are on page 1of 17

MODUL III

KERJA MESIN BUBUT

3.1. Maksud dan Tujuan

Setelah selesai modul III ini, praktikan akan mampu :


1. Mengasah pahat bubut
2. Mengoperasikan dan menggunakan mesin bubut
3. Memasang pahat bubut dan memasang benda kerja
4. Membubut poros diantara 2 senter
5. Membubut tirus dengan Eretan atas
6. Menentukan besaran feeding dan cutting speed mesin bubut
3.2. Teori Dasar

Mesin bubut adalah salah satu jenis mesin perkakas yang digunakan untuk proses
pemotongan benda kerja yang dilakukan dengan membuat sayatan pada benda kerja dimana
pahat digerakkan secara translasi dan sejajar dengan sumbu dari benda kerja yang berputar.
Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang memiliki populasi terbesar di dunia ini
dibandingkan mesin perkakas lain seperti mesin freis, drill, sekrap dan mesin perkakas lainnya.

Gambar 3.2.1. Mesin bubut


 PRINSIP KERJA MESIN BUBUT

Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses
penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja
akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengan dilakukannya proses pemakanan
oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan
putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak
umpan (feeding). Tetapi pengertian lain menyebutkan bahwa
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara
memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar
dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif
dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.
Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka
akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan
dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah
gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai
dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai
kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

Gambar 3.2.2 Prinsip kerja mesin bubut


 BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT
1. Kepala Tetap (Head Stock)

Gambar 3.2.3. Kepala Tetap (Head Stock)

Kepala tetap (head stock), terdapat spindle utama mesin yang berfungsi sebagai dudukan
beberapa perlengkapan mesin bubut diantaranya: cekam (chuck), kollet (collet), senter tetap, atau
pelat pembawa rata (face plate) dan pelat pembawa berekor (driving plate). Alat-alat
perlengkapan tersebut dipasang pada spindel mesin berfungsi sebagai pengikat atau penahan
benda kerja yang akan dikerjakan pada mesin bubut.

Didalam konstruksi kepala tetap, terdapat roda pully yang dihubungkan dengan motor penggerak.
Dengan tumpuan poros dan mekanik lainnya, pully dihubungkan dengan poros spindel dan
beberapa susunan transmisi mekanik dalam gear box. Susunan transmisi mekanik dalam gear box
tersebut terdapat beberapa komponen diantarnya, roda gigi berikut poros tumpuannya, lengan
penggeser posisi roda gigi dan susunan mekanik lainnya yang berfungsi sebagai pengatur
kecepatan putaran mesin, kecepatan pemakanan dan arah pemakanan. Susunan transmisi mekanik
didalam gear box, dihubungkan dengan beberapa tuas/ handel dibagian sisi luarnya, yang
rancangan atau didesainnya dibuat sedemikan rupa agar seorang operator mudah dan praktis
untuk menjanggkau dalam rangka menggunakan/ mengatur dan merubah tuas/ handel tersebut
sesuai dengan kebutuhannya.
Gambar 3.2.4. Roda pully

Setiap mesin bubut dengan merk atau prabrikan yang berbeda, pada umumnya memiliki
posisi dan konstruksi tuas/ handel yang berberbeda pula walaupun pada prinsipnya memiliki
fungsi yang sama. Contoh pada jenis mesin bubut standar “Celtic 14“, dapat memperoleh putaran
mesin yang berbeda-beda apabila hubungan diantara roda gigi diadalamnya diubah-ubah
menggunakan tuas pengatur kecepatan putaran yaitu “A” (kerja tunggal) dan “B” (kerja ganda).
Putaran cepat (tinggi) biasanya dilakukan pada kerja tunggal, yaitu diperlukan untuk pembubutan
dengan tenaga ringan atau pemakanan kecil (finising), sedangkan putaran lambat dilakukan pada
kerja ganda. yaitu diperlukan untuk membubut dengan tenaga besar dan sayatan tebal
(pengasaran). Sedangkan tuas “C dan D” berfungsi mengatur kecepatan putaran transportir yang
berhubungan dengan kehalusan pembubutan dan jenis ulir yang akan dibuat (dapat dilihat pada
pelat tabel pembubutan dan ulir).

2. Kepala Lepas (Tail Stock)

Kepala lepas (tail stock) digunakan sebagai dudukan senter putar (rotary centre), senter tetap,
cekam bor (chuck drill) dan mata bor bertangkai tirus yang pemasanganya dimasukkan pada
lubang tirus(sleeve) kepala lepas. Senter putar (rotary centre) atau senter tetap dipasang pada
kepala lepas dengan tujuan untuk mendukung ujung benda kerja agar putarannya stabil,
sedangkan cekam bor atau mata bor dipasang pada kepala lepas dengan tujuan untuk proses
pengeboran. Untuk dapat melakukan dorongan senter tetap/ senter putar pada saat digunakan
untuk menahan benda kerja dan melakukan pengeboran pada kedalaman tertentu sesuai tuntutan
pekerjaan, kepala lepas dilengkapai roda putar yang disertai sekala garis ukur (nonius) dengan
ketelitian tertentu, yaitu antara 0,01 s.d 0,05 mm.

Gambar 3.2.5. Kepala lepas (Tail Stock)


Kepala lepas ini dapat digeser sepanjang alas (bed) mesin. Tinggi senter kepala
lepas sama dengan tinggi senter kepala tetap. Kepala lepas ini terdiri dari dua bagian yaitu
alas dan badan, yang diikat dengan 2 baut pengikat yang dapat digeser untuk keperluan
kedua senter sepusat, atau tidak sepusat yaitu pada waktu membubut tirusan tinggi senter
kepala tetap. Kepala lepas ini terdiri dari dua bagian yaitu alas dan badan, yang diikat
dengan 2 baut pengikat yang dapat digeser untuk keperluan kedua senter sepusat, atau
tidak sepusat yaitu pada waktu membubut tirus .
3. Alas /Meja Mesin (Bed Machine)

Alas/ meja mesin bubut digunakan sebagai tempat kedudukan kepala lepas, eretan,
penyangga diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya pemakanan pada waktu
pembubutan. Bentuk alas/ meja mesin bubut bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang
salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu. Selain itu, alat/ meja mesin
bubut memilki permukaannya yang sangat halus, rata dan kedataran serta kesejajaranya
dengan ketelitian sangat tinggi, sehingga gerakan kepala lepas dan eretan memanjang
diatasnya pada saat melakukan penyayatan dapat berjalan lancar dan stabil sehingga dapat
menghasilkan pembubutan yang presisi. Apabila alas ini sudah aus atau rusak, akan
mengakibatkan hasil pembubutan yang tidak baik atau sulit mendapatkan hasil pembubutan
yang sejajar.

Gambar 3.2.6. Meja Mesin (Bed Machine)

4. Eretan (carriage)
Eretan (carriage), terdiri dari tiga bagian/ elemen diantaranya:

1. Eretan memanjang/ eretan alas (longitudinal carriage) berfungsi untuk melakukan gerakan
pemakanan arah memanjang mendekati atau menajaui spindle mesin, secara manual atau
otomatis sepanjang meja/ alas mesin dan sekaligus sebagai dudukan eretan melintang.

2. Eretan melintang (cross carriage/ cross slide) berfungsi untuk melakukan gerakan pemakanan
arah melintang mendekati atau menjaui sumbu senter, secara manual/ otomatis dan sekaligus
sebagai dudukan eretan atas.

3. Eretan atas/ eretan kombinasi (top carriage/ compound slide) terlihat pada berfungsi untuk
melakukan pemakanan secara manual kearah sudut yang dikehendaki sesuai penyetelannya. Bila
dilihat dari konstruksinya, eretan melintang bertumpu pada ertan memanjang dan eretan atas
bertumpu pada eretan melintang. Dengan demikian apabila eretan memanjang digerakkan, maka
eretan melintang dan eretan atas juga ikut bergerak/ bergeser.

Gambar 3.2.7. Eretan (carriage)

Pada eretan memanjang dan melintang, dalam memberikan pemakanan dan mengatur
kecepatan pemakanan dapat diatur menggunakan skala garis ukur (nonius) yang memiliki
ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya. Pada umumnya untuk eretan memanjang
memilki ketelitian skala garis ukurnya lebih kasar bila dibandingkan dengan ketelitian skala garis
ukur pada eretan melintang, yaitu antara 0,1 s.d 0,5 mm dan untuk eretan melintang antara 0,01
s.d 0,05 mm. Skala garis ukur (nonius) ini diperlukan untuk dapat mencapai ukuran suatu produk
dengan toleransi dan suaian yang terdapat pada gambar kerja. Gerakan secara otomatis eretan
memanjang dan eretan melintang, karena adanya poros pembawa dan poros transportir yang
dihubungkan secara mekanik dari gear box pada kepala tetap menujugear box mekanik pada
eretan. Pada gear box mekanik eretan, dihubungkan melalui transmisi dengan beberapa tuas/
handel dan roda pemutar yang masing memilki fungsi yang berbeda.

5. Poros Transportir dan Poros Pembawa

Poros transportir adalah sebuah poros berulir berbentuk segi empat atau trapesium dengan
jenis ulir whithworth (inchi) atau metrik (mm), berfungsi untuk membawa eretan pada waktu
pembubutan secara otomatis, misalnya pembubutan arah memanjang/ melintang dan ulir.
Poros transporter untuk mesin bubut standar pada umumnya kisar ulir transportirnya antara
dari 6 ÷ 8 mm. Poros pembawa adalah poros yang selalu berputar untuk membawa atau
mendukung jalannya eretan dalam proses pemakanan secara otomatis.

Gambar 3.2.8. Poros transporter dan poros pembawa


6. Tuas /Handel

Tuas/ handel pada setiap mesin bubut dengan merk atau pabrikan yang berbeda, pada
umumnya memiliki posisi/ letak dan cara penggunaannya. Maka dari itu, didalam mengatur tuas/
handel pada setiap melakukan proses pembubatan harus berpedoman pada tabel-tabel petunjuk
pengaturan yang terdapat pada mesin bubut tersebut.

Gambar 3.2.9. Tuas/Handel

7. Penjepit/ Pemegang Pahat (Tools Post)


Penjepit/ pemegang pahat (Tools Post) digunakan untuk menjepit atau memegang pahat.
Bentuknya atau modelnya secara garis besar ada dua macam yaitu, pemegang pahat standar dan
pemegang dapat disetel (adjustable tool post).

 Pemegang pahat standar


Pengertian rumah pahat standar adalah, didalam mengatur ketinggian pahat bubut harus
dengan memberi ganjal sampai dengan ketinggiannya tercapai dan pengencangan pahat bubut
dilakukan dengan dengan cara yang standar, yaitu dengan mengencangkan baut-baut yang
terdapat pada pemegang pahat.
Pemegang pahat standar, bila dilihat dari dudukannya terdapat dua jenis yaitu, dudukan pahat
satu dan empat. Pemegang pahat dengan dudukan satu, hanya dapat digunakan untuk mengikat/
menjepit pahat bubut sebanyak satu buah, sedangkan pemegang pahat dengan dudukan empat
dapat digunakan untuk mengikat/ menjepit pahat sebanyak empat buah sekaligus, sehingga bila
dalam proses pembubutan membutuhkan beberapa bentuk pahat bubut akan lebih praktis
prosesnya bila dibandingkan menggunakan pemegang pahat dudukan satu.

Gambar 3.2.9. Pemegang pahat standar

 Pemegang Pahat Dapat disetel (Adjustable Tool Post)


Pengertian rumah pahat dapat disetel adalah, didalam mengatur ketinggian pahat bubut
dapat disetel ketinggiannya tanpa harus memberI ganjal, karena pada bodi pemegang pahat sudah
terdapat dudukan rumah pahat yang desain konstruksinya disertai kelengkapan mekanik yang
dengan mudah dapat menyetel, mengencangkan dan mengatur ketinggian pahat bubut. Jenis
pemegang pahat dapat disetel ini bila dilihat dari konstruksi dudukan rumah pahatnya terdapat
dua jenis yaitu, pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat satu buah dan
pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah lebih dari satu/ multi. Untuk jenis
pemegang pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat satu buah, karena hanya terdapat
dudukan rumah pahat satu buah apabila ingin mengganti jenis pahat yang lain harus melepas
terlebih dahulu rumah pahat yang sudah terpasang sebelumya. Sedangkan untuk jenis pemegang
pahat dapat disetel dengan dudukan rumah pahat lebih dari satu (multi), pada rumah pahatnya
dapat dipasang dua buah atau lebih rumah pahat, sehingga apabila dalam proses pembubutan
memerlukan beberapa jenis pahat bubut akan lebih mudah dan praktis dalam menggunakannya,
karena tidak harus melepas/ membongkar pasang rumah pahat yang sudah terpasang sebelumnya.

Gambar 3.2.10. Pemegang pahat dapat disetel

 ALAT KELENGKAPAN MESIN BUBUT

1. Cekam (Chuck)

Cekam adalah sebuah alat yang digunakan untuk menjepit benda kerja. Jenisnya ada yang
berahang tiga sepusat (Self centering Chuck) dan ada juga yang berahang tiga dan empat tidak
sepusat (Independenc Chuck).

Gambar 3.2.11. Cekam sepusat

 Cekam rahang tiga sepusat, digunakan untuk benda-benda silindris, dimana gerakan
rahang bersama-sama pada saat dikencangkan atau dibuka.
 rahang tiga dan empat tidak sepusat, setiap rahang dapat bergerak sendiri tanpa diikuti
oleh rahang yang lain, maka jenis ini biasanya untuk mencekam benda-benda yang tidak
silindris atau digunakan pada saat pembubutan eksentrik.

Gambar 3.2.12. Cekam tidak sepusat

2. Plat Pembawa
Plat pembawa ini berbentuk bulat pipih digunakan untuk memutar pembawa sehingga benda
kerja yang terpasang padanya akan ikut berputar dengan poros mesin, permukaannya ada yang
beralur , dan ada yang hanya berlubang.

3. Pembawa

Pembawa ada 2 (dua) jenis, yaitu pembawa berujung lurus dan pembawa berujung
bengkok. Pembawa berujung lurus digunakan berpasangan dengan plat pembawa rata sedangkan
pembawa berujung bengkok dipergunakan dengan plat pembawa beralur.

Caranya adalah benda kerja dimasukkan ke dalam lubang pembawa, terbatas dengan
besarnya lubang pembawa kemudian dijepit dengan baut yang ada pada pembawa tersebut,
sehingga akan dapat berputar bersamasama dengan sumbu utama. Hal ini digunakan bilamana
dikehendaki membubut menggunakan dua buah senter.

4. Penyangga

Penyangga ada dua macam yaitu penyangga tetap (steady rest), dan penyang jalan
(follower rest). Penyangga ini digunakan untuk membubut benda-benda yang panjang, karena
benda kerja yang panjang apabila tidak dibantu penyangga maka hasil pembubutan akan menjadi
berpenampang elip/oval, tidak silindris dan tidak rata.

5. Kolet (Collet)

Kolet digunakan untuk menjepit benda silindris yang sudah halus dan biasanya
berdiameter kecil. Bentuknya bulat panjang dengan leher tirus dan berlubang, ujungnya berulir
dan kepalanya dibelah menjadi tiga.

Kolet mempunyai ukuran yang ditunjukkan pada bagian mukanya yang menyatakan
besarnya diameter benda yang dapat dicekam. Misalnya kolet berukuran 8 mm, berarti kolet ini
dipergunakan untuk menjepit benda kerja berukuran ∅8 mm.

6. Senter

Senter terbuat dari baja yang dikeraskan dan digunakan untuk mendukung benda kerja
yang akan dibubut. Ada dua jenis senter yaitu senter mati (tetap) dan senter putar. Pada umumnya
senter putar pemasangannya pada ujung kepala lepas dan senter tetap pemasangannyapada sumbu
utama mesin (main spindle).

Bagian senter yang mendukung benda kerja mempunyai sudut 60°, dan dinamakan senter
putar karena pada saat benda kerjanya berputar senternyapun ikut berputar. Berlainan dengan
senter mati (tetap) untuk penggunaan pembubutan dantara dua senter, benda tersebut hanya ikut
berputar bersama mesin namun ujungnya tidak terjadi gesekan dengan ujung benda kerja yang
sudah diberi lubang senter.

7. Taper Attachment (Kelengkapan tirus)

Alat ini digunakan untuk membubut tirus. Selain menggunakan alat ini

membubut tirus juga dapat dilakukan dengan cara menggeser kedudukan kepala lepas ataupun
menggunakan eretan atas.

 ALAT POTONG PADA MESIN BUBUT

Yang dimaksud dengan alat potong adalah alat/pisau yang digunakan untuk menyayat
produk/benda kerja. Dalam pekerjaan pembubutan salah satu alat potong yang sering digunakan
adalah pahat bubut. Jenis bahan pahat bubut yang banyak digunakan di industri-industri dan
bengkel-bengkel antara lain baja karbon, HSS, karbida, diamond dan ceramik.
1. Pahat Bubut Rata Kanan

Pahat bubut rata kanan memilki sudut baji 80º dan sudut-sudut bebas lainnya
sebagaimana gambar 31, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang
pemakanannya dimulai dari kanan ke arah kiri mendekati posisi cekam.

2. Pahat Bubut Rata Kiri

Pahat bubut rata kiri memilki sudut baji 55º dan sudut-sudut bebas lainnya sebagaimana
Gambar 32, pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya
dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi kepala lepas.

3. Pahat Bubut Muka

Pahat bubut muka memilki sudut baji 55º dan sudut-sudut bebas lainnya sebagaimana
pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata permukaan benda kerja (facing) yang
pemakanannya dapat dimulai dari luar benda kerja ke arah mendekati titik senter dan juga dapat
dimulai dari titik senter ke arah luar benda kerja tergantung arah putaran mesinnya.

4. Pahat Bubut Ulir

Pahat bubut ulir memilki sudut puncak tergantung dari jenis ulir yang akan dibuat, sudut puncak
55° adalah untuk membuat ulir jenis whitwhort. Sedangkan untuk pembuatan ulir jenis metrik
sudut puncak pahat ulirnya dibuat 60°. Gambar 34 menunjukkan besarnya sudut potong pahat ulir
metrik.

5. Pahat Bubut Dalam

Tangkai pahat pada proses pembubutan juga sering menggunakan pahat bubut dalam.
Pahat jenis ini digunakan untuk membubut bagian dalam atau memperbesar lubang yang
sebelumnya telah dikerjakan dengan mata bor. Bentuknya juga bermacam-macam dapat berupa
pahat potong, pahat alur ataupun pahat ulir, ada yang diikat pada tangkai pahat.Bentuknya ada
yang khusus sehingga tidak diperlukan tangkai pahat. Contoh pemakaian pahat bubut dalam
ketika memperbesar lubang dan membubut rata bagian dalam Pahat.

6. Pahat Potong
Pahat potong adalah jenis pahat potong yang menggunakan tangkai digunakan untuk
memotong benda kerja.

7. Pahat Bentuk

Pahat bentuk digunakan untuk membentuk permukaan benda kerja, bentuknya sangat
banyak dan dapat diasah sesuai bentuk yang dikehendaki operatornya.

8. Bor Senter

Bor senter digunakan untuk membuat lubang senter diujung benda kerja sebagai tempat
kedudukan senter putar atau tetap yang kedalamannnya disesuaikan dengan kebutuhan yaitu
sekitar 1/3 ÷ 2/3 dari panjang bagian yang tirus pada bor senter tersebut. Pembuatan lubang
senter pada benda kerja diperlukan apabila memilki ukuran yang relatif panjang atau untuk
mengawali pekerjaan pengeboran.

9. Bor

Bor adalah alat untuk membuat lubang. Bentuknya bulat mempunyai alur dan ukurannya
berbeda-beda . Alurnya pun bermacam macam, alur lurus dan alur spiral. Bor alur lurus biasa
digunakan untuk membuat lubang pada logan yang lunak seperti kuningan, tembaga dan
sebagainya. Bor alur spiral biasa digunakan untuk keras seperti besi, baja dll.

10. Reamer

Digunakan untuk melakukan proses penghalusan setelah dilakukan proes pengeboran


pada benda kerja. Reamer yang digunakan harus sesuai dengan tinggkat kehalusan lubang yang
diminta.

11. Kartel

Kartel adalah suatu alat yang digunakan untuk membuat alur-alur kecil pada permukaan benda
kerja. Hasil pengkartelan ada yang belah ketupat, dan ada yang lurus tergantung gigi kartelnya

 Spesifikasi/Ukuran Mesin Bubut Standar

Spesifikasi mesin bubut standar termasuk jenis mesin bubut lainnya, yang paling utama
ditentukan oleh seberapa panpanjangnya jarak antara ujung senter kepala lepas dan ujung senter
kepala tetap dan tinggi jarak antara pusat senter dengan meja mesin. Misalnya panjang mesin
2000 mm, berarti eretan memanjangnya hanya dapat digerakkan/ digeser sepanjang 2000 mm.
Untuk tinggi mesin bubut, misalnya 250 mm, berarti mesin bubut tersebut hanya mampu
membubut benda kerja maksimum berdiameter 250×2= 500 mm. Namun demikian ada beberapa
mesin bubut standar, yang pada mejanya didesain berbeda yaitu pada ujung meja didekat spendel
mesin/ kepala tetap konstruksi dibuat ada sambungannya, sehingga pada saat membubut benda
kerja berdiameter melebihi kapasitas mesin sambungan mejanya tinggal melepas (bedah perut).

Gambar 3.2.13. Spesifikasi/Ukuran mesin bubut standar


3.3. Bahan, Mesin, dan Alat Perkakas

No BAHAN ALAT / MESIN PERKAKAS


1 Benda kerja St 37, ɸ 32 X 209 - mesin bubut type L-5 A. - mistar baja
2 Benda kerja St 37, ɸ 20 X 160 - mesin bubut type CZ 300 - mistar geser
- kepala tetap - kikir halus
- kepala lepas - siku
- support - mal radius
- alas mesin - pencekam tiga
- kacamata pelindung - pahat bubut :
* sisi kanan
* bengkok dalam
* radius

3.4. Langkah Kerja

A. Membuat benda kerja jominy test

Langkah kerja:

1. Benda kerja dicekam pada pencekam mesin bubut( cekam 3)

2. Benda kerja di bubut memanjang sampai ɸ32 mm dengan pahat sisi kanan panjang
103,5 mm

3. Pekerjaan dilakukan berulang- tung tung tung tung tungulang sampai menjadi ɸ25 mm
sepanjang 99,5 mm

4. Benda kerja dilepas dan pada sisi lainnya dicekam seperti jalan di atas pekerjaan di atas
dan di bubut sampai pada ukuran ɸ25 mm.

Petunjuk:

1. Pada pemasangan pahat bubut, di beri alas pelat agar pahat tepat pada titik Senter lepas mesin
bubut

2. Ikatlah pahat sependek mungkin untuk menghindari getaran.


3. Membubut ini dilakukan dengan mesin bubut dan diatur dengan tangan

4. Kehalusan hasil pekerjaan tergantung dari teraturnya tangan memutarkan putaran memanjang

5. Ukuran tercantum pada skala pemutar Eretan melintang.