You are on page 1of 18

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Fase Stabilisasi


4.1.1 Hasil
Produk yang dibuat untuk anak KEP marasmus fase stabilisasi
adalah F75 dan M½.

F75 M½

Uji F75 M½
Warna Agak kekuningan dan Putih seperti susu pada
minyak tidak menyatu umumnya
Aroma Manis seperti susu pada Manis seperti susu pada
umumnya tetapi tidak umumnya
terlalu kuat
Tekstur Agak cair Agak kental
Rasa Sangat manis Manis dan agak gurih
a. Uji Daya Terima Warna
Kategori n F75 % n M½ %

Sangat Suka 1 10,0 3 30,0

Suka 0 0,0 6 60,0

Agak Suka 5 50,0 1 10,0

Agak Tidak Suka 2 20,0 0 0,0

Tidak Suka 2 20,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 50 % panelis agak suka, masing-


masing 20% agak tidak suka dan tidak suka, serta 10% sangat suka
terhadap warna F75 yang diberikan. Sedangkan, 60% panelis suka,
30% panelis sangat suka dan 10% panelis agak suka terhadap warna
M½ yang diberikan.

b. Uji Daya Terima Aroma


Kategori n F75 % n M½ %

Sangat Suka 0 0,0 1 10,0

Suka 2 20,0 7 70,0

Agak Suka 6 60,0 1 10,0

Agak Tidak Suka 0 0,0 0 0,0

Tidak Suka 2 20,0 1 10,0

Total 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 60 % panelis agak suka, masing-


masing 20% suka dan tidak suka terhadap aroma F75 yang
diberikan. Sedangkan, 70% panelis suka, masing-masing 10%
panelis sangat suka, agak suka dan tidak suka terhadap aroma M½
yang diberikan.
c. Uji Daya Terima Tekstur
Kategori n F75 % n M½ %

Sangat Suka 4 40,0 1 10,0

Suka 0 0,0 8 80,0

Agak Suka 3 30,0 1 10,0

Agak Tidak Suka 2 20,0 0 0,0

Tidak Suka 1 10,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 40 % panelis sangat suka, 30%


panelis agak suka, 20% panelis agak tidak suka dan 10% panelis
tidak suka terhadap tekstur F75 yang diberikan. Sedangkan, 80%
panelis suka dan masing-masing 10% panelis menyatakan sangat
suka dan agak suka terhadap warna M½ yang diberikan.

d. Uji Daya Terima Rasa


Kategori n F75 % n M½ %

Sangat Suka 2 20,0 3 30,0

Suka 2 20,0 4 40,0

Agak Suka 4 40,0 3 30,0

Agak Tidak Suka 1 10,0 0 0,0

Tidak Suka 1 10,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 40 % panelis agak suka, masing-


masing 20% sangat suka dan agak suka, serta 10% masing-masing
panelis menyatakan agak tidak suka dan tidak suka terhadap rasa
F75 yang diberikan. Sedangkan, 40% panelis suka dan masing-
masing 30% panelis menyatakan sangat suka dan agak terhadap rasa
M½ yang diberikan.
4.1.2 Pembahasan
Pada praktikum ini, anak menderita kekurangan energi protein
tipe marasmus berusia 41 bl (3,5 tahun) dengan berat badan 7,1 kg dan
tinggi badan 91 cm. Anak sudah menderita KEP marasmus sejak 2
tahun yang lalu, anak mengalami kelemahan pada lengan dan tungkai
kanan, timbul mendadak, saat berdiri tiba-tiba jatuh lemas dan tidak
bisa berdiri lagi disertai dengan kesulitan menelan makanan dan
minuman. Formula 75 dan Modisco ½ diberikan kepada anak karena
kondisi anak sangat lemah sehingga tidak memungkinkan untuk
diberikan makanan biasa. Formula ini dibuat dengan campuran susu,
lemak yaitu minyak dan margarin, serta gula sehingga produk yang
dibuat tinggi kalori dan protein. Tujuan diberikannya F75 dan M½ agar
dapat menstabilkan status metabolik tubuh dan kondisi klinis anak yang
lemah. Energi yang diberikan 740 kkal dan cairan 923 ml. Pemberian
diberikan setiap 3 jam sekali atau 8 kali per hari dengan volume cairan
formula 72,5 ml/pemberian dan air putih sebanyak 183 ml/hari atau
lebih. Formula pada fase stabilisasi diberikan selama 2 hari.
a. Organoleptik
Formula 75 dibuat dengan komposisi susu skim 25 gr, gula
pasir 100 gr, dan minyak sayur 30 gr. Warna yang dihasilkan agak
kekuningan dan dapat terlihat bahwa minyak tidak menyatu dengan
sempurna. Hal ini dapat terjadi karena kesalahan dalam proses
pembuatan. Seharusnya, bahan-bahan dicampurkan dahulu lalu
ditambahkan air panas sedikit demi sedikit dan diaduk hingga
homogen serta bila perlu, formula di blender lagi untuk lebih
memastikan formula tidak pecah. Tetapi yang dilakukan adalah gula,
minyak sayur, dan 100 ml air dimasak terlebih dahulu hingga air
mendidih dan minyak terlihat sudah tercampur lalu susu dimasukkan
sedikit demi sedikit kemudian ditambahkan air mendidih hingga
volumenya mencapai 750 ml (pengenceran 1 kkal/1 ml), formula
tidak diblender karena sudah yakin bahwa formula tercampur
sempurna, namun saat formula didiamkan dan mulai dingin, larutan
mulai pecah dan terlihat minyak sayur di permukaan formula. Selain
itu, pada pembuatan formula 75 ini, jumlah susu skim dan minyak
sayur yang digunakan hampir sama yaitu 25 gr susu skim dan 30 gr
minyak sayur. Karena, jumlah susu skim yang digunakan lebih
sedikit, maka lebih memungkinkan formula tidak menyatu dengan
baik. Aroma yang dihasilkan F75 ini adalah manis seperti aroma
susu pada umumnya, susu skim beraroma manis dikarenakan tidak
adanya penyimpangan pada susu skim. Aroma susu yang manis
dikarenakan adanya kandungan laktosa pada susu tersebut. Tekstur
formula ini adalah agak cair. Bahan kering yang digunakan relatif
sedikit sehingga tidak sesuai dengan cairan (air), hal ini
menyebabkan tekstur agak cair. Rasa formula ini sangat manis
karena gula yang digunakan sangat banyak (100 gr).
Modisco ½ dibuat dengan komposisi susu skim 88,75 gr, gula
pasir 44,38 gr, dan minyak jagung 20,41 gr. Warna yang dihasilkan
adalah putih seperti susu pada umumnya. Hal ini menunjukkan
bahwa komponen minyak jagung dan air dapat tercampur sempurna.
Cara pembuatannya sama dengan pembuatan F75 tapi dapat
dikatakan M½ berhasil karena formula homogen. Perbandingan susu
skim dengan minyak jagung yang digunakan dalam formula ini
hampir 4 : 1 dengan susu yang lebih dominan sehingga formula
dapat tercampur sempurna. Sama halnya seperti aroma F75, aroma
M½ adalah manis seperti susu pada umumnya, aroma susu yang
manis dikarenakan adanya kandungan laktosa pada susu tersebut.
Tekstur yang dihasilkan dari produk ini agak kental karena susu
yang digunakan lebih banyak dibanding bahan-bahan lain. Rasanya
manis dan agak gurih seperti susu pada umumnya. Rasa manis dari
formula ini berasal dari gula pasir. Gula jenis ini terbuat dari sari
tebu yang mengalami proses kristalisasi. Susu skim yang digunakan
dalam pembuatan formula F-75 membantu menambah cita rasa dari
formula tersebut. Susu skim memiliki rasa yang asin, berbeda
dengan susu segar yang normalnya memiliki rasa yang agak manis
dan tidak asin. Hal ini berasal dari garam-garam mineral flourida dan
sitrat. Sifat air susu yang sedikit manis ditentukan oleh laktosa

b. Daya Terima
Sebanyak 10% panelis menyatakan sangat suka dan 50%
panelis agak suka dengan warna yang dihasilkan F75, ini berarti
panelis dapat menerima warna dari formula ini. Walaupun warnanya
agak kekuningan dan terlihat minyak sayur yang tidak menyatu,
panelis cukup menyukainya. Penilaian panelis terhadap warna dari
M½ adalah 30% menyatakan sangat suka, 60% menyatakan suka dan
10% menyatakan agak suka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
panelis dapat menerima dan menyukai warna dari M½ ini. Jika
dibandingkan dengan F75, panelis lebih menyukai warna dari M½
yang lebih menyatu dan putih seperti susu pada umumnya. Warna
formula yang seperti ini menjadikannya tidak terlihat seperti formula
khusus melainkan susu cair biasa.
Pada penilaian aroma F75 sebanyak 20% panelis menyatakan
suka dan 60% panelis menyatakan agak suka. Dengan demikian,
panelis dapat menerima aroma manis susu yang tidak terlalu kuat
pada formula ini. Sebanyak 10% panelis menyatakan sangat suka,
70% panelis menyatakan suka, dan 10% panelis agak suka terhadap
aroma M½. Karena susu skim yang digunakan lebih banyak
sehingga aroma susu sangat kuat tercium pada formula ini. Dapat
dikatakan pula bahwa panelis lebih menyukai aroma M½.
Sebanyak 40% panelis menyatakan suka dan 30% panelis
menyatakan agak suka terhadap tekstur F75. Hal ini menunjukkan
panelis dapat menerima tekstur formula yang agak cair. Penilaian
panelis terhadap tekstur dari M½ adalah 10% panelis menyatakan
sangat suka, 80% panelis menyatakan suka, dan 10% panelis
menyatakan agak suka. Tekstur M½ ini agak kental dan hampir
mirip seperti susu pada umumnya, hal ini nyatanya dapat diterima
oleh panelis. Berdasarkan persentase, panelis lebih menyukai tekstur
dari M½.
Pada penilaian daya terima panelis terhadap rasa F75,
sebanyak 20% panelis menyatakan sangat suka, 20% panelis
menyatakan suka, dan 40% panelis menyatakan agak suka terhadap
rasa F75. Walaupun rasanya sangat manis dan minyak yang tidak
tercampur sempurna, panelis dapat dikatakan menyukai formula ini,
hal ini dapat terjadi karena pada formula ini rasa dari minyak tidak
terasa sehingga hanya terasa seperti susu yang diberi gula
kebanyakan. Sebanyak 30% panelis sangat suka, 40% panelis
menyatakan suka, dan 30% menyatakan agak suka terhadap rasa
M½. Rasa M½ yang manis dan agak gurih seperti susu pada
umumnya serta tidak terasa campuran minyaknya sama sekali
membuat panelis menyukainya. Berdasarkan persentase uji daya
terima panelis terhadap rasa dari F75 dan M½, panelis lebih
menyukai rasa dari M½.
Secara umum, panelis dapat menerima warna, aroma, tekstur,
dan rasa dari F75 dan M½. Namun, jika dilihat lagi, panelis lebih
menyukai M½ dibandingkan dengan F75.
4.2 Fase Transisi
4.2.1 Hasil
Produk yang dibuat untuk anak KEP marasmus fase transisi
adalah F100, M1, dan M2.

M2
M1

F100
0

Uji F100 M1 M2
Warna Putih seperti susu Putih seperti susu Agak kekuningan
pada umumnya pada umumnya
Aroma Manis seperti susu Manis seperti susu Manis seperti susu
pada umumnya pada umumnya pada umumnya
Tekstur Agak kental Agak kental Agak kental
Rasa Manis dan agak Manis dan agak Gurih
gurih gurih

a. Uji Daya Terima Warna


Kategori n F100 % n M1 % n M2 %

Sangat Suka 0 0,0 2 20,0 1 10,0

Suka 5 50,0 3 30,0 7 70,0

Agak Suka 3 30,0 2 20,0 2 20,0

Agak Tidak Suka 0 0,0 2 20,0 0 0,0

Tidak Suka 2 20,0 1 10,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0 10 100,0


Dari tabel diketahui bahwa 50 % panelis suka, 30% panelis agak
suka dan 20% panelis tidak terhadap warna F100 yang diberikan.
Sedangkan, 30% panelis suka, masing-masing 20% panelis menyatakan
sangat suka, agak suka dan agak tidak suka, serta 10% panelis
menyatakan tidak suka terhadap warna M1 yang diberikan. Serta, 70%
panelis menyatakan suka, 20% panelis agak suka dan 10% menyatakan
sangat suka terhadap warna M2 yang diberikan.
b. Uji Daya Terima Aroma
Kategori n F100 % n M1 % n M2 %

Sangat Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Suka 4 40,0 5 50,0 5 50,0

Agak Suka 5 50,0 4 40,0 4 40,0

Agak Tidak Suka 1 10,0 1 10,0 1 10,0

Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 50 % panelis agak suka, 40% panelis


suka dan 10% panelis agak tidak suka terhadap aroma F100 yang
diberikan. Sedangkan, 50% panelis suka, 40% panelis menyatakan agak
suka dan 10% panelis agak tidak suka masing terhadap aroma M1 yang
diberikan. Serta, 50% panelis menyatakan suka, 40% panelis agak suka
dan 10% menyatakan agak tidak suka terhadap aroma M2 yang
diberikan.

c. Uji Daya Terima Tekstur


Kategori n F100 % n M1 % n M2 %

Sangat Suka 0 0,0 1 10,0 0 0,0

Suka 7 70,0 8 80,0 7 70,0

Agak Suka 3 30,0 1 10,0 1 10,0

Agak Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 2 20,0


Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 70 % panelis suka dan 30% panelis


agak suka terhadap tekstur F100 yang diberikan. Sedangkan, 80% panelis
suka, masing-masing 10% panelis menyatakan sangat suka dan agak suka
terhadap tekstur M1 yang diberikan. Serta, 70% panelis menyatakan
suka, 20% panelis agak tidak suka dan 10% menyatakan agak suka
terhadap tekstur M2 yang diberikan.

d. Uji Daya Terima Rasa


Kategori n F100 % n M1 % n M2 %
Sangat Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Suka 4 40,0 5 50,0 2 20,0

Agak Suka 4 40,0 3 30,0 4 40,0

Agak Tidak Suka 1 10,0 1 10,0 3 30,0

Tidak Suka 1 10,0 1 10,0 1 10,0

Total 10 100,0 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa masing-masing 40 % panelis suka dan


agak suka, serta masing-masing 10% panelis menyatakan agak tidak suka
dan tidak suka terhadap rasa F100 yang diberikan. Sedangkan, 50%
panelis suka, 30% panelis menyatakan agak suka dan masing-masing
10% panelis menyatakan agak tidak suka dan tidak suka terhadap rasa
M1 yang diberikan. Serta, 40% panelis menyatakan agak suka, 30%
panelis agak tidak suka, 20% panelis menyatakan suka dan 10% panelis
menyatakan tidak suka terhadap rasa M2 yang diberikan.

4.2.2 Pembahasan
Setelah melewati fase stabilisasi selama 2 hari, anak mengalami
peningkatan berat badan sebanyak 300 gr menjadi 7,4 kg. Kemudian
penanganan dilanjutkan dengan fase transisi selama 7 hari. Anak
diberikan Formula 100, Modisco 1, dan Modisco 2. Tujuan
diberikannya formula ini adalah agar memberi kesempatan tubuh untuk
beradaptasi terhadap pemberian energi dan protein yang semakin
meningkat guna mempersiapkan anak ke fase rehabilitasi. Formula ini
dibuat dengan campuran susu, lemak yaitu minyak dan margarin, serta
gula sehingga produk yang dibuat tinggi kalori dan protein. Energi yang
diberikan 888 kkal dan cairan 1110 ml. Pemberian diberikan setiap 4
jam sekali atau 6 kali per hari dengan volume cairan formula 148
ml/pemberian dan air putih sebanyak 222 ml/hari atau lebih.
a. Organoleptik
Formula 100 dibuat dengan komposisi susu skim sebanyak
75,48 gr, gula pasir 44,4 gr, dan minyak sayur 53,28 gr. Warna yang
dihasilkan putih seperti warna susu pada umumnya. Minyak sayur
tidak terlihat lagi karena formula sudah homogen. Pembuatan
formula sudah dilakukan dengan benar yaitu dengan mencampurkan
dulu seluruh bahan lalu di encerkan dengan air panas sebanyak 888
ml lalu di blender. Sehingga minyak sayur dapat menyatu dengan
baik. Aroma dari F100 ini harum seperti susu pada umumnya,
teksturnya pun agak kental seperti susu kebanyakan, dan rasanya
manis seperti susu pada umumnya sehingga tidak terlihat bahwa
formula ini memiliki campuran gula dan minyak sayur.
Modisco 1 dibuat dengan komposisi susu skim sebanyak 111
gr, gula pasir 55,5 gr, dan minyak jagung 51 gr. Warna yang
dihasilkan putih seperti warna susu pada umumnya. Minyak jagung
tidak terlihat lagi karena formula sudah homogen. Pembuatan
formula sudah dilakukan dengan benar yaitu dengan mencampurkan
dulu seluruh bahan lalu di encerkan dengan air panas sebanyak 888
ml lalu di blender. Sehingga minyak jagung dapat menyatu dengan
baik. Aroma dari M1 ini harum seperti susu pada umumnya,
teksturnya pun agak kental seperti susu kebanyakan, dan rasanya
manis seperti susu pada umumnya sehingga tidak terlihat bahwa
formula ini memiliki campuran gula dan minyak jagung.
Modisco 2 dibuat dengan komposisi susu skim sebanyak 88,8
gr, gula pasir 44,4 gr, dan margarin 49,7 gr. Warna yang dihasilkan
agak kekuningan. Warna kuning ini terjadi karena penggunaan
margarin sebagai campurannya. Margarin dilelehkan lalu
dicampurkan ke bahan kering lalu dicampurkan ke bahan kering,
setelah seluruh bahan tercampur kemudian diberikan air panas
hinggan larutan formula menjadi 888 ml. Setelah itu, larutan
diblender untuk lebih menghomogenkannya. Margarin yang telah
dicampurkan dalam formula ini tidak pecah sehingga tidak terlihat
bahwa formula ini menggunakan campuran margarin. Aroma dari
M2 ini harum seperti susu pada umumnya, teksturnya pun agak
kental seperti susu kebanyakan, dan rasanya lebih gurih karena
pencampuran dari margarin.

b. Daya Terima
Sebanyak 50% panelis menyatakan suka, 30% panelis agak
suka dan 20% panelis tidak suka dengan warna yang dihasilkan
F100, ini berarti panelis dapat menerima warna dari formula ini. Hal
ini dikarenakan warna dari formula ini putih seperti susu pada
umunya sehingga panelis menyukainya. Penilaian panelis terhadap
warna dari M1 adalah 20% menyatakan sangat suka, 30%
menyatakan suka 20% panelis menyatakan agak suka, 20% panelis
menyatakan agak tidak suka dan 10% menyatakan tidak suka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa panelis dapat menerima dan
menyukai warna dari M1 ini. Sedangkan, untuk penilaian
organoleptik warna terhadap M2 10% panelis menyatakan sangat
suka, 70% panelis menyatakan suka, dan 20% panelis agak suka
terhadap warna agak kekuningan dari M2 ini. Jika dibandingkan
diantara ketiganya, panelis lebih menyukai warna dari M2 yang agak
kekuningan.
Pada penilaian aroma F100 sebanyak 40% panelis menyatakan
suka, 50% panelis menyatakan agak suka dan 10% panelis
menyatakan agak tidak suka. Dengan demikian, panelis dapat
menerima aroma manis seperti susu pada umumnya pada formula
ini. Sebanyak 50% panelis menyatakan suka, 40% panelis
menyatakan agak suka, dan 10% panelis agak tidak suka terhadap
aroma M1. Sedangkan, sebanyak 50% panelis menyatakan suka,
40% menyatakan agak suka, dan 10% panelis menyatakan agak tidak
suka terhadap aroma dari M2 ini. Karena susu skim yang digunakan
lebih banyak sehingga aroma susu sangat kuat tercium pada formula
ini.
Sebanyak 70% panelis menyatakan suka dan 30% panelis
menyatakan agak suka terhadap tekstur F100. Hal ini menunjukkan
panelis dapat menerima tekstur formula ini dengan cukup baik.
Penilaian panelis terhadap tekstur dari M1 adalah 10% panelis
menyatakan sangat suka, 80% panelis menyatakan suka, dan 10%
panelis menyatakan agak suka. Tekstur M1 ini agak kental dan
hampir mirip seperti susu pada umumnya, hal ini nyatanya dapat
diterima oleh panelis. Sedangkan, penilaian panelis terhadap tekstur
dari M2 adalah 70% menyatakan suka, 10% menyatakan agak suka,
dan 20% menyatakan agak tidak suka terhadap tekstur dari M2 ini.
Berdasarkan persentase, panelis lebih menyukai tekstur dari F100
dan M1 dibandingkan M2 yang menggunakan margarin sebagai
campurannya.
Pada penilaian daya terima panelis terhadap rasa F100,
sebanyak 40% panelis menyatakan suka, 40% panelis menyatakan
agak suka, 10% panelis menyatakan agak tidak suka dan 10%
panelis menyatakan tidak suka terhadap rasa F100. Dari hasil
penilaian ini, dapat dilihat bahwa panelis sudah dapat menerima rasa
dari F100 ini. Sebanyak 50% panelis suka, 40% panelis menyatakan
agak suka, 10% panelis menyatakan agak tidak suka dan 10%
menyatakan tidak suka terhadap rasa M1. Rasa M1 yang manis dan
agak gurih seperti susu pada umumnya serta tidak terasa campuran
minyaknya sama sekali membuat panelis menyukainya. Sedangkan,
untuk penilaian panelis terhadap rasa M2 adalah 20% panelis
menyatakan suka, 40% panelis menyatakan agak suka, 30% panelis
agak tidak suka, dan 10% panelis tidak suka. Dapat disimpulkan
bahwa panelis cukup dapat menerima rasa dari M2 yang lebih gurih
dari susu biasanya ini. Berdasarkan persentase uji daya terima
panelis terhadap rasa dari F100, M1 dan M2, panelis lebih menyukai
rasa dari M1.
Secara umum, panelis dapat menerima warna, aroma, tekstur,
dan rasa dari F100, M1 serta M2. Namun, jika dilihat lagi, panelis
lebih menyukai F100 dibandingkan dengan M1 dan M2.
4.3 Fase Rehabilitasi
4.3.1 Hasil
Produk yang dibuat untuk anak KEP marasmus fase rehabilitasi
adalah F135, M3, Bubur Sumsum Buah Naga, dan Sari Buah Anggur.

F135 M3

Sari
Bubur
Buah
Sumsum
Anggur
Buah Naga
Bubur
Sari Buah
Uji F135 M3 Sumsum
Anggur
Buah Naga
Warna Putih seperti Agak Isi : Pink buah Agak
susu pada kekuningan naga kecoklatan
umumnya Kuah : Putih
susu
Aroma Manis seperti Manis seperti Harum seperti Harum
susu pada susu pada bubur sumsum anggur
umumnya umumnya pada
a. U umumnya
Tekstur
j Agak kental Agak kental Lunak cair
Rasa Manis dan Gurih Manis dan Manis
i
agak gurih gurih

Daya Terima Warna


Kategori n F135 % n M3 % n BSBN % N SBA %

Sangat Suka 0 0,0 2 20,0 4 40,0 0 0,0

Suka 6 60,0 8 80,0 6 60,0 3 30,0

Agak Suka 4 40,0 0 0,0 0 0,0 4 40,0

Agak Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0 3 30,0

Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 60% panelis suka dan 40% panelis agak
suka terhadap warna F135 yang diberikan. Sebanyak 20% panelis sangat
suka dan 80% panelis suka terhadap warna dari M3. Pada penilaian uji
daya terima panelis terhadap warna dari Bubur Sumsum Buah Naga
sebanyak 40% panelis sangat suka dan 60% panelis suka. Sedangkan,
masing-masing 30% panelis menyatakan suka dan agak tidak suka, serta
40% panelis agak suka terhadap warna Sari Buah Anggur yang diberikan.

b. Uji Daya Terima Aroma


Kategori n F135 % n M3 % n BSBN % N SBA %

Sangat Suka 0 0,0 1 10,0 2 20,0 1 10,0

Suka 4 40,0 7 70,0 7 70,0 4 40,0


Agak Suka 5 50,0 2 20,0 1 10,0 5 50,0

Agak Tidak Suka 1 10,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 40% panelis suka, 50% panelis agak
suka dan 10% panelis agak tidak suka terhadap warna F135 yang
diberikan. Sebanyak 10% panelis sangat suka, 70% panelis suka dan 20%
panelis agak suka terhadap warna dari M3. Pada penilaian uji daya terima
panelis terhadap warna dari Bubur Sumsum Buah Naga sebanyak 20%
panelis sangat suka, 70% panelis suka dan 10% panelis agak suka.
Sedangkan, 10% panelis sangat suka, 40% panelis menyatakan suka dan
agak suka terhadap warna Sari Buah Anggur yang diberikan.

c. Uji Daya Terima Tekstur


Kategori n F135 % n M3 % n BSBN % N SBA %

Sangat Suka 0 0,0 1 10,0 1 10,0 0 0,0

Suka 6 60,0 8 80,0 6 60,0 6 60,0

Agak Suka 4 40,0 1 10,0 3 30,0 1 10,0

Agak Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0 3 30,0

Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Total 10 100,0 10 100,0 10 100,0 10 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 60% panelis suka dan 40% panelis agak
suka terhadap tekstur F135 yang diberikan. Sedangkan, 10% panelis
sangat suka, 80% panelis suka, dan 10% panelis menyatakan agak suka
terhadap tekstur M3 yang diberikan. Sebanyak 10% panelis menyatakan
sangat suka, 60% panelis suka dan 30%panelis agak suka terhadap
tekstur Bubur Sumsum Buah Naga. Serta, 60% panelis menyatakan suka,
10% panelis agak suka dan 30% menyatakan agak tidak suka terhadap
tekstur Sari Buah Anggur yang diberikan.
d. Uji Daya Terima Rasa
Kategori n F135 % n M3 % n BSBN % N SBA %

Sangat Suka 0 0,0 2 40,0 0 0,0 2 40,0

Suka 4 80,0 1 20,0 2 40,0 3 60,0

Agak Suka 1 20,0 2 40,0 3 60,0 0 0,0

Agak Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Tidak Suka 0 0,0 0 0,0 0 0,0 0 0,0

Total 5 100,0 5 100,0 5 100,0 5 100,0

Dari tabel diketahui bahwa 80% panelis suka dan 20% panelis agak
suka terhadap rasa F135 yang diberikan. Sedangkan, 40% panelis sangat
suka, 20% panelis suka, dan 40% panelis menyatakan agak suka terhadap
rasa M3 yang diberikan. Sebanyak 40% panelis menyatakan suka dan
60% panelis agak suka terhadap rasa Bubur Sumsum Buah Naga. Serta,
40% panelis menyatakan sangat suka dan 60% panelis suka terhadap
tekstur Sari Buah Anggur yang diberikan.

4.3.2 Pembahasan
a. Organoleptik
b. Daya Terima