You are on page 1of 23

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan insyaallah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah akuntansi
keuangan menengah.
Makalah akuntansi ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat mempelancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan
pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah akuntansi tentang arus Kas ini bermanfaat untuk
pembaca.

Balikpapan 22 Mei 2016


PENDAHULUAN

Sebuah perusahaan pada awalnya hanya memikirkan keuntungan yang besar dan
cepat dengan melakukan apapun untuk mencapai target yang diinginkan oleh perusahaan
tanpa memikirkan dampak dimasa yang akan datang. Tetapi lambat laun perusahaan juga
menyadari bahwa setiap kegiatan yang dilakukakn harus memperhitungkan resiko yang
dihadapi. Untuk dapat mengetahui kinerja setiap perusahaan harus menyajikan suatu laporan
keuangan pada satu periode. Laporan keuangan digunakan sebagai dasar untuk menentukan
atau menilai posisi keuangan perusahaan. Untuk itu setiap perusahaan diwajibkan menyusun
laporan arus kas dan menjadikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Laba bersih yang
dihasilkan suatu perusahaan belum menjamin bahwa perusahaan tersebut memiliki uang kas
yang cukup untuk menjalankan operasi ,melakukan investasi,dan membayar hutang,
perusahaan benar-benar harus memiliki kas bukan memiliki laba bersih. Karena itu bagi
investor sangat penting untuk menganalisis sampai sejauh mana efisiensi dalam mengelola
kasnya.
Dengan dibuatnya laporan arus kas,setiap perusahaan dapat memprediksi kemajuan
perusahaan disetiap tahun berjalan dan perusahaan tidak mengalami kerugian serta
kebangkrutan. Dimana hal ini dapat dilihat dari penyajian laporan arus kas yang disusun oleh
bagian keuangan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah dilakukan oleh
perusahaan. Apabila perusahaan telah melakukan hal tersebut,diharapkan perusahaan akan
tetap bertahan walaupun terkadang kondisi ekonomi tidak stabil keadaannya.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan maka penulis ingin membahas lebih
lanjut tentang penyajian laporan arus kas. Sebab informasinya yang diperoleh,diharapkan
dapat menjadi alternatif untuk mengambil keputusan bagi perusahaan.
BAB 22

LAPORAN ARUS KAS

Tujuan Laporan Arus Kas

Laporan arus kas bertujuan menyediakan informasi mengenai perubahan arus kas dari
suatu entitas selama satu periode langsung. Selain itu, laporan arus kas juga melengkapi
informasi laporan laba rugi, yaitu menunjukan kemampuan perusahaan mengamankan kas
yang dapat di ibaratkan sebagai aliran darah atau oksigen perusahaan. Secara rinci laporan
arus kas ini membantu para penguna laporan keuangan, terutama kreditor dan investor dalam
menganalisis kemampuan entitas untuk menghasilakan kas, kemapuan entitas untuk
memenuhi seluruh kewajiban dan membayar deviden tunai , kemampuan entitas untuk
mendanai ekspansi dan investasi, kemampuan entitas untuk memperoleh kas dari aktivitas
operasional dan keterkaitannya dengan laba rugi entitas.

Bentuk Laporan Arus Kas

 Laporan arus kas terdiri dari aktivitas operasi yang merupakan transaksi – transaksi
kegiatan operasional yang di laporkan dalam laporan laba rugi.
 Aktivitas investi merupakan transaksi-transaksi yang terkait dengan perubahan aset
non lancer, termasuk investasi dan aset-aset tak berwujud.
 Aktivitas pendanaan merupakan transaksi-transaksi yang terkait dengan labilitas
jangka panjang dan ekuitas perusahaan sebagai sumber pendanaan utama perusahaan.

Klasifikasi arus kas diatas yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

 Penerimaan kas berupa pendapatan bunga dan deviden dapat juga dikategorikan sebagai
aktivitas investasi, dengan alasan bunga dan deviden yang diterima berasal dari
investasi securitas
 Pembayaran kas berupa beban bunga atau pinjaman atau obligasidapat pula dianggap
sebagai aktivitas pendanaankarena pinjaman dan obligasi merupakan aktivitas
pendanaan
Contoh 22.1 Klasifikasi Arus Kas Utama Entitas

Aktifitas Operasi – Pos-pos dalam laporan laba rugi

Arus kas masuk

Penerimaan penjualan barang atau jasa kepada pelanggan

Penerimaan pendapatan bunga dari pinjaman yang di berikan oleh pendapatan deviden

Dari investasi

Ekuitas yang dimiliki

Arus Kas Keluar

Pembayaran kepada pemasok atau [supplayer] atau atas persediaan

Pembayaran gaji kepada karyawan

Pembayaran pajak kepada pemerintah

Pembayaran bunga kepada kreditur

Pembayaran beragam beban operasional

Aktifitas Investasai – Umumnya Aset tidak Lancar

Arus kas masuk

Penjualan aset tetap dan aset tak berwujud

Penjualan investasi surat berharga (utang atau saham) dari entitas lain yang dimiliki

Pelunasan surat utang yang dibeli atau yang dimiliki dari entitas lain

Arus kas keluar

Pembelian aset tetap dan aset tak berwujud

Pembelian investasi surat berharga (utang atau saham) dari entitas lain

Aktifitas Pendanaan – Umumnya Labilitas Jangka Pnajang dan Ekuitas

Arus kas masuk


Penjualan atau penerbitan saham perusahaan

Penerbitan obligasi kepada public

Perolehan pinjaman jangka panjang dari kreditor lain

Arus kas keluar

Pembayaran deviden kepada pemegang saham

Pelunasan utang dan obligasi kepada kreditur

Pembelian kembali saham perusahaan

PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas disusun dengan metode langsung dan tidak langsung. Untuk aktivitas
investasi dan pendanaan hanya satu metode yang digunakan yaitu metode langsung. Untuk
menyusun laporan arus kas 3 jenis laporan keuangan berikut harus tersedia sebagai sumber
informasi utama yaitu :

 Laporan posisi keuangan komparatif, yang memuat informasi aset, labilitas, dan ekuitas
periode ini dan periode sebelumnya
 Laporan laba rugi periode berjalan
 Data mengenai transaksi tertentu, seperti transaksi penukaran aset, pembayaran deviden
non tunai, dan pembelian investasi melalui utang

Secara ringkas, langkah-langkah menyusun laporan arus kas adalah sebagai berikkut :

 Menentukan perubahan saldo kas entitas


 Menentukan arus kas bersih dari aktivitas operasi
 Menentukan arus kas bersih dari aktivitas dan pendanaan

Contoh 22.2 Bentuk Standart Laporan Arus Kas

Nama Perusahaan

Laporan Arus Kas

Periode yang berakhir pada xxx

Arus kas dari aktivitas operasi :


Laba bersih Rpxxx

Penyesuaian penyesuaian (rekonsiliasi laba bersih menjadi)

Arus kas dari (untuk) aktivitas operasi :

Depresiasi Rpxx

Dan lain-lain Rpxx

Rpxxx

Arus kas bersih dari (digunakan untuk) aktivitas operasi Rpxxxx

Arus kas dari aktivitas investasi

Rincian-rincian arus kas dan keluar Rpxxx

Arus kas besih dari (digunakan untuk) aktivitas investasi Rpxxxx

Arus kas dari aktivitas pendanaan

Rincian-rincian arus kas dan keluar Rpxxx

Arus kas bersih dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan Rpxxxx

Kenaikan (penurunan) netto kas Rpxxxxx

Saldo kas awal perode Rpxxxxx

Sado kas akhir periode Rpxxxxx

Menyusun Laporan Arus Kas – Langkah Demi Langkah

Tabel 22.1, 22.2, dan 22.3 merupakan tiga laporan keuangan yang menjadi sumber utama
penyusunan laporan arus PT. Perkasa

Langkah Pertama : Menentukan saldo perubahan kas

Berdasarkan analisis awal diketahui bahwa saldo kas Pt. Perkasa mengalami penurunan
sebesar Rp 14.000 yaitu saldo awal 1 Januari 2014 sebesar Rp 132.000 dan saldo akhir 31
Desember 2014 sebesar Rp 118.000. Laporan arus kas yang hendak disusun meberikan
informasi yang lebih detail mengenai perubahan saldo ini, yaitu asal usul perubahan kas.
Jumlah dari 3 klasifikasi arus kas, yaitu dari aktivitas operasi , aktivitas investasi, dan
aktivitas pendanaan pada bagian akhir laporan arus kas harus berjumlah Rp 14.000

Selain mentukan saldo perubahan kas, masih dalam langkah ini, ditentukan perusahaan
saldo untuk masing-masing akun laporan posisi keuangan. Untuk memudahkan, bentuk
laporan keuangan disajikan seperti bentuk neraca lajur sperti pada contoh 22.4

Langkah Ke dua : Menentukan arus kas bersih dari aktivitas operasi

Pada awal langkah kedua ini, ditentukan terlebih dahulu metode penyusunan, apakah
menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung. Metode yang relative mudah
digunakan adalah metode tidak langsung, yaitu dengan menggunakan angka laba bersih yang
kemudian disusuaikan atau direkonsiliasi dengan pos-pos non tunai atau kas metode tidak
langsung ini memberikan gambaran mengenai keterkaitan laba berish dengan arus kas dari
aktivitas operasi. Namun demikian metode ini dianggap tidak terlalu infomatif

Metode langsung, yang relative lebih rumit dalam penyusunannya, memberikan ilustrasi
secara jelas dan lengkap (langsung ) mengenai sumber arus kas untuk aktifitas operasional
dan tujuan penggunaannya. Berdasarkan aturan otoritas jasa keuangan (OJK) dalam P3LKE
(pedoman perubahan dan penyusunan laporan keuangan emiten), metode langsung yang
harus digunakan pada perusahaan emiten ketika menyusun laporan arus kas.

Langkah kedua ini akan terbagi menjadi 2 tahap yaitu satu penyusunan arus kas dari aktifitas
operasi PT. Perkasa dengan metode tidak langsung dan tahap dua metode tidak langsung.

METODE TIDAK LANGSUNG

Untuk penyusunan arus kas aktivitas operasi dengan mengunakan metode tidak langsung
dapat mengikuti urutan berikut :

 Menentukan keuntungan dan kerugian dari penjualan investasi atau aset nonlancar
lainnya
 Memntukan beban-beban nontunai, seperti defresiasi dan amortisasi
 Menentukan perubahan saldo akun aset lancer dan reabilitas lancar

Contoh 22.3 Aktivitas operasi – metode tidak langsung

Tabel 22.1 laporan posisi keuangan komparatif


PT. Perkasa
Laporan Posisi Keuangan

Debit 2014 2013


Kas 118.000 132.000
Piutang Usaga 208.000 102.000
Beban di bayar dimuka 33.000 34.000
Persediaan 986.000 682.000
Investasi saham pada PT anak atau metode ekuitas 37.000 30.0000
Tanah 263.000 164.000
Mesin dan peralatan 396.000 284.000
Gedung 524.000 524.000
Aset takberwujud – Paten 15.200 524.000
Saham Treasuri 34.000

Jumlah Debit 2.614.200 1.972.000

Akumulasi defresiasi – gedung 148.000 142.000


Akumulasi Defresiasi – Mesin dan peralatan 80.000 62.000
Utang Usaha 264.000 262.000
Utang Pajak 6.000 32.000
Beban yang masih harus di bayar 86.000 78.000
Utang Bank 120.000
Obligasi 214.000 216.000
Reabilitas Pajak tangguhan 18.000 12.000
Modal saham – Biasa, NIlai Nominal Rp 2000 120.000 100.000
Agio saham biasa 374.000 76.000
Saldo Laba 1.184.000 992.000

Jumlah Kredit 2.614.200 1.972.000


Tabel 22. 2 Laporan Laba Rugi

PT. PERKASA
Laporan Laba Rugi
Untuk periode berakhir 31 Desember
( dalam ribuan ruiah )
Penjualan Bersih 1.053.000
Beban Pokok penjualan 620.000
Laba Bruto 433.333

Beban operasional 94.000


Laba operasional 339.000

Pendapatan Lain – Lain 7.000


Beban Lain – Lain 8.000
Laba sebelum pajak 338.000

Beban pajak penghasilan


Kini 98.000
Ditanguhkan 6.000 104.000

Laba Bersih 234.000

Laba bersih persaham 4,26

Keuntungan atau Kerugian Lain

Kerugian penjualan mesin dan peralatan – Pt. Perkasa mengakui adanya kerugian penjualan
mesin dan peralatan sebasar Rp 3.000 seperti terlihat dari analisi perubahan saldo aset tetap
pada data lain-lain. Karena penjualan aset tetap terkait dengan arus kas investasi, maka
kerugian ini tidak dicata sebagai aktivitas operasi dan ditambahkan lain keangka laba bersih.
Keuntungan pelepasan tanah – selain itu Pt. Perkasa juga mengakui adanya keuntungan
pelepasan tanah sebesar Rp 17.000 keuntungan ini dikurangkan dari angka laba bersih

Pendapatan lain-lain – Pt. Perkasa menerima pendapatan lain-lain sebesar Rp 7.000 yang
merupakan pengakuan aba bersih dari Pt. Anak yang 22 % saham yang dimiliki Pt. Perkasa
dan dicatat dengan metode ekuitas. Karena pendapatan ini tidak berkonsekuensi kas
(perhatikan titik dua bukan deviden tunai yang diterima), maka pendapatan lain-lain
dikurangkan dari angka laba bersih .

Tabel 22.3 Data Penunjang Lain

1. Perubahan ekuitas Pt. Perkasa adalah sebagai


berikut
Saldo 1 Januari 2014 992.000
Laba bersi 2014 234.000
Deviden Tunai 12.000
Deviden saham 30.000
Saldo laba 31 Desember 2014 1.184.00

2. Pendapatan lain-lain sebesar Rp 7.000 merupakan bagian dari laba bersih Pt. Anak, yang
merupakan 22% saham dimiliki Pt. Perkasa
3. Analisis atau perubahan saldo aset tetap – mesin dan peralatan, beserta akumulasi
depresias terkait adalah sebagai berikut :
Mesin dan Akumulasi Keuntungan
Peralatan Depresiasi /
Dr/(Cr) Dr/ (Cr) (Kerugian)
Saldo Awal pada 31 Desember 2013 284.000 (62.000)
Pembelian mesin dan peralatan 106.000
Penjualan mesin dan peralatan (16.000) 5.000 (3.000)
Depresiasi tahun 2014 (23.000)
Perbaikan besar yang dikapitalisasi 22.000
Saldo akhir pada 31 Desember 2014 396.000 80.000
4. Pt. Perkasa membeli lahan tanah dibekasi senilai Rp 120.000 memulai utang bank.
Selain itu, satu bidang tanah di Depok dengan tercatat Rp 21.000 harus dijual kepada
pemerintah terkait dengan proyek jalan tol. Nilai pembebasan adalah Rp 37.000
sehingga perusahaan mengakui keuntungan sebesar Rp 16.000

5. Analisis untuk perubahan akun ekuitas adalah sebagai berikut


Modal Agio
Saham Saham
Biasa Biasa
Saldo awal, 31cDesember 2013 100.000 76.000
Deviden saham 2 % 2.000 28.000
Penerbitan saham baru 18.000 270.000
Saldo akhir pekan 31 Desember 2014 120.000 374.000

6. Pt. Perkasa membayarkan bunga sebesar Rp 18.000 dan pajak penhasilan sebesar Rp
124.000
7. Perubahan pada akun akumulasi depresiasi gedung, aset tak berwujud, dan obligasi
berasa adari depresiasi adan amortisasi
8. Liabilitas pajak tangguhan perusahaan selama 2014 mengalami peningkatan sebesar Rp
6.000
9. Beban lain-lain di bayarkan Pt. Perkasa secara tunai sebesar Rp 21.000

Table 22.4 saldo perubahan akun dalam laporan posisi keungan

Pt Perkasa
Laporanposisikeungan
2014 2013 perubahan
Debit
Kas 118.000 132.000
piutngusaha 208.000 102.000
Beban dibayardimuka 33.000 34.000 1.000
Persediaan 986.000 682.000 304.000
Inveastadisahampada PT Anak 37.000 30.000 7.000
Tanah 263.000 164.000 99.000
Mesindanperalatan 396.000 284.000 112.000
Gedung 524.000 524.000 -
Asset takberwujud-paten 15.200 20.000 (4.800)
Saham treasure 34.000 34.000

Jumlah debit 2.614.200 1.972.000

Kredit 148.000 142.000 6.200


Akmuluasidepresiasi-gedung 80.000 62.000 18.000
Utangusaha 264.000 262.000 2.000
Utangpajak 6.000 32.000 (26.000)
Beban yang masihharus di 86.000 78.000 8.000
bayar
Utang bank 120.000 120.000
Obligasi 215.000 216.000 (2.000)
Liabilitaspajaktangguhan 18.000 12.000 6.000
Modal saham-biasa,nilai 120.000 100.000 20.000
nominal Rp2.000
Agiosahambiasa 374.000 76.000 298.000
Saldolaba 1.184.000 992.000 192.000

Jumlahkredit 2.614.200 1.972.000

Beban non nominal

Beberapabeban non-tunai yang dicatatselamatahun 2014 oleh PT Perkasa adalasbb :

1. Beban depresiasi mesin dan peralatan Rp.23.000 (di lihat dari analisis asset tetap
pada data tambahan lain)
2. Beban depresiasi gedung Rp6.200 (dilihat dari perubahan saldo akumulasi
depresiasi-gedung)
3. Beban amortisasi asset tak berwujud paten sebesar RP.4.800 (Dilihat dari
perubahan saldo asset tak berwujud)

Perubahan asset lancer dan liabilitas lancar

1. Piutang usaha
Saldo piutang usaha PT.perkasa mengalami peningkatan sebesar Rp.106.000.
Inibeartitidaksemuapaenjulananditerimadalambentuktunai.sehiunggaalampenyesuaian
akanmengurangilababersih. Sebaliknyajikasaldopitangmengalamipenurunan,
makaperusahaanmenerimatambahankas yang
berasaldaripelanggandalampenyesuaianakanmenambahlababersih.
2. Beban dibayar dimuka
Saldo beban dibayar dimuka PT Perkasa mengalami penurunan sebesar RP.1.000
yang dicatatsebagaibeban. Inibeartiadakomponenbeban yang tidak berasal dari
pembayaran tunai, sehingga dalam penyesuain akan menambah laba bersih.
Seandainya saldo beban dibayar dimuka ini mengalami pengingkatan ini ,berarti
perusahaan mengeluarkan kas untuk melakukan pembayaran dan dalam penyesuaian
akan mengurangi laba bersih.

3. Persediaan
Saldo persediaan mengalami peningkatan sebesar RP.304.000. Peningkatan ini
berkonsekuensi pada pengeluaran arus kas sehingga dalam penyesuaian mengurangi
laba bersih. Jika saldo persediaan PT Perkasa mengalami penurunan, ini berarti angka
beban pokok penjualan yang di laporkan tidak semuanya berasal dari pengeluaran kas
pada periode sekarang. Karena didalamnya ada persediaan dari periode sebelumnya
yang baru terjual sekarang. Karena penurunan ini akan berakibat dalam penyesuaian
akan menambah laba bersih.

4. Utang usaha
Saldo utang usaha PT Perkasa mengalami peningkatan RP.2.000 peningkatan ini
berarti ada pengeluaran beban pokok penjualan dan beban operasi yang belum
dibayarkan,sehingga dalam penyesuaian akan menambah laba bersih.
Seandainya utang usaha PT Perkasa ,mengalami penurunan, maka akan dilakukan
penyesuaian yang mengurangi laba bersih.

5. Beban yang masih harus dibayar


Saldo beban yang masih harus dibayar PT Perkasa mengalami peningkatan sebesar
Rp.8.000, dan sesuai penjelasan pada bagian utang usaha sebelumnya, dalam
penyesuaian akan mengurangi laba bersih.

6. Utang pajak penghasilan


Saldo utang pajak penghasilan PT Perkasa mengalami penurunan sebesar RP.26.000.
yang berarti perusahaan mengeluarkan arus kas pembayaran pajak lebih besar dari
pada beban pajak dalam laporan laba rugi. Dalam penyesuaian ini akan mengurangi
laba bersih.

Lain-lain

1) Liabilitas pajak tangguhan


Berdasarkan laporan keuangan dan infromasi data tambahan lain. Saldo liabilitas
pajak tangguhan mengalami peningkatan sebesar RP.6.000. sesuai penjelasan utang
sebelumnya,dalam penyesuaian akan menamah laba bersih.
2) Amortisasi premium obligasi
Amortisasi premium obligasi menambah beban bunga yang diakui dalam laporan laba
rugi. Oleh karena amortisasi ini bersifat non-tunai, maka dalam penyesuaian akan
mengurani laba besrih

Tabel 22.5 menunjukan laporan arus kas PT Perkasa untuk akttivitas operasi yang
disusun dengan menggunakan metode tidak langsung.

Table 22.5 laporanaruskasdenganmetodetidaklangsunguntukaktivitasoperasi

Arus kas dari aktivitasoperasi


Lababersih 234.000
Penyesuaianrekonsilisasi
Kerugianpenjualanmesindanperalatan 3.000
Keuntunganpelepasantanah (16.000)
Pendaptan lain-lain - (7.000)
pendapatninvestasiekuitas
Beban depresiasimesindanperalatan 23.000
Beban depresiasigedung 6.200
Beban amortisasi asset takberwujud 4.800
Peningkatanpiutangusaha (106.000)
Penurunanbebandibayar di muka 1.000
Kenaikanpersediaan (304.000)
Kenaikanutangusaha 2.000
Penurunanutangpajak (26.000)
Kenaikanbeban yang masihharusdibayar 8.000
Kenaikanliabilitaspajaktanggunan 6.000
Amortisasi premium obligasi (2.000) (407.000)
Aru kasbersih yang digunakanuntukaktivitasoperasi (173.000)

Secara ringkas, penyesuaian terhadap laba bersih yang perlu dilakukan untuk menentukan
arus kas dari aktifitas operasi dapat dilihat pada tabel 22.6.

Tabel 22.6 penyesuaian laba bersih menjadi arus kas dari aktifitas operasi

Laba Bersih
Ditambah dengan (+) Dikurang dengan (-)
Beban depresiasi Amortisasi premium obligasi
Amortisasi aset tak berwujud Penurunan liabilitas pajak penghasilan
tangguhan
Amortisasi diskon obligasi atau wesel bayar Pendapatan/keuntungan investasi dari
investasi saham yang dicatat dengan metode
ekuitas
Kenaikan liabilitas pajak tangguhan Keuntungan penjualan investasi dan aset
tetap
Kerugian atas penjualan investasi atau aset Kenaikan piutang
tetap
Kerugian atas penurunan nilai (impairment) Kenaikan persediaan
Penurunan piutang Kenaikan beban dibayar dimuka
Penurunan persediann Penurunan utang usaha
Penurunan beban dibayar dimuka Penurunan beban yang masih harus dibayar
(accrued expese)
Kenaikan utang usaha
Kenaikan beban yang masih harus dibayar
(accrued expense)
= arus kas bersih dari aktifitas operasi

Metode langsung

Langkah – langkah yang harus dilakukan untuk menggunakan metode langsung adalah
menentukan besarnya penerimaan kas dan pengeluaran kas dari aktifitas operasional.

Tabel 22.7 penerimaan dan pengeluaran kas pada arus kas operasi dengan metode
langsung

Penerimaan kas (-) Pengeluaran kas = Arus kas bersih aktifitas


operasi
Pembayaran kepada pemasok
Dari penjualan barang dan Pembayaran kepada
jasa kepada pelanggan karyawan
Pembayaran untuk beban Arus kas bersih
operasi
Dari penerimaan bunga dan Pembayaran untuk pajak
deviden dari investasi hutang
dan ekuitas
Pembayaran untuk bunga
hutang atau pinjaman
Contoh 22.4 aktifitas operasi – metode langsung

Mengacu kepada contoh 22.3, maka aktifitas operasi dengan metode langsung adalah sebagai
berikut.

1. Penerimaan kas dari pelanggan, berasal dari penjualan, namun dipengaruhi oleh
perubahan posisi piutang. Jika piutang bertambah, ini berarti tidak semua penjualan
pada periode tersebut diterima secara tunai.
Untuk menghitung penerimaan kas dari pelanggan dapat digunakan rumus sebagai
berikut.
Tabel 22.8 penerimaan kas dari pelanggan
+ penurunan piutang usaha
Penerimaan kas dari Pendapatan penjualan Atau
pelanggan
(-) Kenaikan piutan usaha

Untuk PT perkasa, penerimaan kas dari pelanggan dihitung sebagai berikut:


Penjualan bersih Rp 1.053.000
Dikurangi: kenaikan piutang usaha (106.000)
Penerimaan kas dari pelanggan Rp 947.000
2. Pembayaran kas kepada pemasok
Tabel 22.9 pembayaran kas kepada pemasok
+ kenaikan + penurunan utang
persediaan usaha
Pembayaran kas Beban pokok Atau Atau
kepada pemasok penjualan
(-) penurunan (-) kenaikan utang
persediaan usaha
Total pembelian

Besarnya pembayaran kas kepada pemasok PT Perkasa dapat dihitung sebagai


berikut.
Beban pokok penjualan Rp 620.000
Ditambah: kenaikan persediaan Rp 304.000
Dikurangi: kenaikan utang usaha (Rp 2.000)
Pembayaran kepada pemasok Rp 922.000
3. Pembayaran kas untuk beban operasional
Tabel 22.10 pembayaran kas untuk beban operasional
+ kenaikan beban + penurunan beban
dibayar di muka yang masih harus
dibayar
Pembayaran kas Beban operasi Atau atau
untuk beban
operasional
(-) penurunan (-) kenaikan beban
beban dibayar di yang masih harus
muka dibayar

Untuk PT Perkasa, beban operasi non tunai terdiri dari:


Tabel 22.11 beban operasi non tunai
Beban depresiasi mesin dan peralatan Rp 23.000
Beban depresiai gedung Rp 6.200
Beban amortisasi aset tak berwujud Rp 4.800
Amortisasi premium obligasi (Rp 2.000)
jumlah Rp 32.000

Sehingga jumlah beban operasi tunai adalah Rp 94.000 – Rp 32.000 = Rp 62.000


Besarnya pembayaran untuk beban operasional PT Perkasa dapat dihitung sebagai
berikut.
Beban operasi Rp 62.000
Dikurangi: penurunan beban dibayar dimuka (Rp 1.000)
Dikurangi: kenaikan beban yang masih harus dibayar (Rp 8.000)
Pembayaran untuk beban operasional Rp 53.000
4. Pembayaran kas untuk pajak, dapat dihitung dengan menggunakan rumusan beban
operasional sebagai berikut:
Beban pajak penghasilan kini Rp 104.000
Ditambah: penurunan utang pajak Rp 26.000
Dikurangi: kenaikan liabilitas pajak tangguhan (Rp 6.000)
Pembayaran untuk pajak Rp 124.000
5. Berdasarkan informasi pada data lain lain, pembayaran beban lain lain yang
dibayarkan tunai oleh PT Perkasa sebesar Rp 21.000, jumlah inilah yang dimasukan
dalam laporan arus kas
Tabel 22.12 bagian aktifitas operasi dari laporan arus kas PT Perkasa – metode
langsung
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 947.000
Pembayaran kas kepada 922.000
pemasok
Pembayaran kas untuk beban 53.000
operasional
Pembayaran kas untuk pajak 124.000
Pembayaran untuk beban lain 21.000 1.120.000
lain
Arus kas bersih yang digunakan (173.000)
untuk aktivitas operasi
Langkah ketiga: menentukan arus kas bersih dari aktivitas investasi dan pendanaan
Untuk contoh PT Perkasa, rinciannya adalah sebagai berikut:
1. Terdapat penjualan tanah pada pemerintah yang mana perusahaan memperoleh
uang penjualan sebesar RP 37.000
2. Terdapat 3 transaksi berdasarkan informasi analisis aset tetap pada data tambahan
lain yaitu:
a. Pembelian mesin dan peralatan baru Rp 106.000
b. Penjualan mesin dan peralatan lama Rp 8.000
c. Perbaikan besar mesin dan peralatan yang dikapitalisasi sebesar Rp 22.000
3. Pembayaran deviden tunai sebesar Rp 12.000
4. Penerbitan saham baru, yabng dilakukan secara tunai berdasarkan analisis ekuitas
pada data tambahan lain sebesar Rp 288.000, yang dicatat sebesar harga nominal
Rp 18.000 dan agio saham Rp 270.000
5. Pembelian saham treasuri, berdasarkan perubahan saldo laporan posisi keuangan
sebesar Rp 34.000.

Contoh 22.5 bagian aktivitas investasi dan pendanaan dari


laporan arus kas PT Perkasa
Hal yang perlu diberikan untuk pembelian tanah yang dibayar dengan
menggunakan utang bank senilai Rp 120.000 selain itu terdapat pula aktivitas
pendanaan non tunai lain yang dilakukan PT Perkasa, yaitu pembagian deviden
saham 2% dengan nilai Rp 30.000 yang dapat dilihat pada bagian analisis ekuitas
data tambahan lainnya. Karena bersifat non tunai, maka tidak terlihat dalam
laporan arus kas
Tabel 22.13 aktivitas investasi dan pendanaan
Arus kas dari aktivitas Rp 37.000
investasi
Penerimaan penjualan (Rp 106.000)
tanah
Pembeliaan penjualan Rp 8.000
mesin dan peralatan
Perbaikan besar – mesin (Rp 22.000)
dan peralatan
Arus kas bersih yang (Rp 83.000)
digunakan untuk aktivitas
investasi

Arus kas dari aktivitas


pendanaan
Pembayaran dividen tunai (Rp 12.000)
Penerimaan saham baru Rp 288.000
Pembelian saham treasuri (Rp 34.000)
Arus kas bersih yang Rp 242.000
digunakan untuk aktivitas
investasi
Gambar 22.1 menunjukan hubungan arus kas perusahaan dengan fase
perkembangan perusahaan. secara ideal, arus kas bersih yang dihasilkan
perusahaan adalah sebagai berikut:
Arus kas dari
Aktivitas operasional (+) perusahaan memperoleh arus kas.
Aktivitas investasi (-) perusahaan menggunakan arus kas.
Aktivitas pendanaan (+) perusahaan memperoleh pendanaan, baik kredit atau
ekuitas
(-) perusahaan melakukan pelunasan kredit, pembayaran
bunga, atau dividen.

Hal yang patut diwaspadai adalah apabila aktivitas investasi perusahaan


bertanda positif, yang berarti perusahaan memperoleh kas dengan melakukan
divestasi alias penjualan aset tetap.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai status perkembangan perusahaan
dimasa mendatang.
Tabel 22.14 laporan arus kas PT Perkasa – metode tidak langsung
PT Perkasa
Laporan Arus Kas
Untuk periode berakhir 31 desember 2014
(dalam ribuan rupiah)
Arus kas dari aktivitas operasi
Laba bersih 234.000
Penyesuaian rekonsiliasi:
Kerugian penjualan mesin & peralatan 3.000
Keuntungan pelepasan tanah (16.000)
Pendapatan lain lain – pendapatan investasi ekuitas (7.000)
Beban depresiasi gedung 23.000
Beban amortisasi aset tak berwujud 6.200
Peningkatan piutang usaha 4.800
Penurunan beban dibayar dimuka (106.000)
Kenaikan persediaan 1.000
Kenaikan utang usaha (304.000)
Penurunan utang pajak 2.000
Kenaikan beban yang masih harus dibayar (26.000)
Penuruann beban yang masih harus dibayar 8.000
Kenaikan liabilitas pajak tangguhan 6.000
Amortisasi premium obligasi (2.000) (407.000)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi (173.000)

Arus kas dari aktivitas investasi


Penerimaan penjualan tanah 37.000
Pembelian mesin dan peralatan baru (106.000)
Penerimaan penjualan mesin dan peralatan 8.000
Perbaikan besar – mesin dan peralatan (2.000)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (83.000)

PT Perkasa
Laporan Arus Kas
Untuk periode berakhir 31 desember 2014
(dalam ribuan rupiah)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Pembayaran dividen tunai (12.000)
Penerimaan penerbitan saham baru 288.000
Pembelian saham treasuri (34.000)
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi 242.000

Penurunan bersih saldo kas (14.000)


Saldo kas awal, 1 Januari 2014 132.000
Saldo kas akhir, 31 Desember 2014 118.000

Catatan:
Aktivitas investasi dan pendanaan non tunai
Pembelian tanah senilai Rp 120.000 yang didanai dengan
utang bank sejumlah yang sama

Metodelangsungatautidaklangsung?
Keunggulanlaporanaruskas yang dibuatdenganmenggunakanmetodelangsungadalahsbb.

 Menggunakansecarajelassumberpenerimaandantujuanpenggunaankas.
 Mengungkapkaninformasi yang lebih rill
ataskemampuanperusahaandalammenghasilkankas yang
cukupdariaktivitasoperasiuntukmelunasiutangmelakukanreinvestasigunamendukunge
kspansioperasional,
danmemberikanpembagianlaadalambentukdevidenkepadapemegangsaham.

Adapunkeunggulanlaporanarusaks yang
disusundenganmenggunakanmetodetidaklangsungadalah:

 Menunjukan focus
padaperbedaanantaralababersihpadalaporanlabarugidenganaruskasdariaktivitasoperasi
 Menunjukanhubunganantaralaporanaruskasdenganlaporankeunganlainnya,terutamala
poranlabarugidanlaporanposisikeungan.

Meskidemikian,untukkepentingan para investor selakupembacalaporankeungan.


Otorisasijasakeungandanjugaotorisasi di negara lain
lebihmewajibkanperuhaanuntukmenyusunlaporanaruskasdenganmenggunakanmetodelangsun
g. Di
beberapanegaralainnya,bahkanrekonsiliaisilababersihterhadaplampirantambahanlapoeranarua
ks yang disusundenganmetodelangsung.

Ilustrasi 22.1 metodelangsungtidaklangsung

Dari laporanaruskasdapatdianalisisbahwa GIAA


masihmenghasilkanaruskasdariaktivitasoperasional yang positif, meskipunterdapattren yang
menurundari 2012 ke 2013. Disisilain, GIAA
jugameningkatkanaktivitasinvetasi,yangterkaitdenganpembelianpesawat,yangdidanaimelaulif
asilitasutangjangkapanjangdanjugatahun 2013 melaluiobligasi.

PSAK 2 LaporanAruaKasmewajibkanpengungkapanterkaitdengan:

1. Kasdaribungadandeviden yang diterima


2. Kasdaribungadandevidenyangdibayarkan
3. Kasterkaitdenganpajakpenghasilan
4. Kas yang berasaldarierolehandarikehilanganpengendalianatasentitasanakataubisnis
lain;
5. Transaksiinvestasidanpendaan yang tidakmemerlukanpenggunaankasdansetarakas.
Perusahaan jugaharusmengungkapkanpadabagianaktivitas yang mana
(operasi,investasi,ataupendanaan)