You are on page 1of 7

Bio-site. Vol. 04 No.

2, November 2018 : 41 - 80 ISSN: 2502-6178

SELEKTIVITAS ANTIKANKER EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona


muricata) PADA LINI SEL KANKER PAYUDARA

ANTICANCER SELECTIVITY OF SIRSAK (Annona muricata) LEAF


EXTRACT ON BREAST CANCER CELL LINES

Dina Fatmawati1, Suparmi2, Iwang Yusuf3, Israhnanto4


Bagian Biologi, Fakultas kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung
Email : 1dienafatma@unissula.ac.id, 2suparmi@unissula.ac.id, 3iwangyusuf@unissula.ac.id,
4
israhnanto@unissula.ac.id

ABSTRACT

Studies have been conducted on cytotoxicity of sirsak (Annona muricata) against


T47D cell line. However, the selectivity of Annona muricata leaf extract against MCF-7
breast cancer has not established. This study aimed to determine the index selectivity of
Annona muricata leaf extract against MCF-7 breast cancer cell line. In this quasy
experimental study using 2 kind of cell line, The MCF-7 breast cancer cell line and Vero
cell line as normal cell were treated with Annona muricata leaf extract at dose 1000, 500,
250, 125, 62.5, 31.5 µg/mL respectively. The MTT assay were used to evaluate the viability
of both cell line after treatment with Annona muricata leaf extract. The data of viability
cells were analyzed with Probit regression to determine the IC 50 value of Annona muricata
leaf extract in both cell lines. The selectivity of two treatment was determine based on the
selectivity index (SI) that represents the ratio of IC 50 value of Annona muricata leaf extract.
The IC50 value of MCF-7 and normal cell were 44.94 and 184.04 respectively with
selectivity index 4. This result suggested that Annona muricata had cytotoxic effect in
MCF-7 breast cancer cell line but not in normal cells. In conclusion Annona muricata leaf
extract has cytotoxic effect to MCF7 breast cancer cell selectively.
Keywords : Sirsak, Annona muricata, MCF-7 cell, selectivity.

PENDAHULUAN sel normal yang mengalami aktivitas


Kanker payudara merupakan proliferasi yang tinggi seperti sel pada
penyebab kematian tertinggi pada sumsum tulang dan mukosa usus
wanita di Indonesia. Berbagai upaya bahkan pada jantung (Mitry &
telah dilakukan untuk menurunkan Edwards, 2016). Hal tersebut membuat
angka kematian akibat kanker payu- sebagian besar pengobatan sitotoksik
dara diantaranya dengan mengem- tidak memiliki selektivitas yang tinggi
bangkan beberapa alternatif terapi. pada sel kanker dan juga meng-
Prinsip pengembangan terapi anti akibatkan toksisitas pada jaringan
kanker payudara saat ini lebih normal (Patel, 2011). Berbagai strategi
didasarkan pada efektivitas dan pada terapi antikanker payudara digu-
selektivitas kerja terhadap sel kanker nakan untuk menginduksi mekanisme
(Vorobiof, 2016). apoptosis pada sel kanker sehingga
Salah satu jenis terapi konven- aktivasi mekanisme apoptosis spesifik
sional kanker payudara adalah peng- pada sel kanker payudara menjadi
gunaan kemoterapi. Penggunaan lebih efektif untuk mengobati kanker
kemoterapi tersebut cenderung ber- payudara dan memiliki toksisitas
sifat toksik. Doksorubisin merupakan minimal pada sel normal.
kemoterapi yang toksik terhadap sel Annona muricata (Sirsak)
yang mengalami proliferasi sehingga merupakan tanaman yang berpotensi
dapat mengakibatkan toksisitas pada sebagai antikanker payudara (Syed et

xx
FATMAWATI dkk., Selektivitas Anti Kanker Ekstrak Daun Sirsak

al., 2016). Hasil penelitian terdahulu dibawah sinar matahari selama 3 hari,
menyebutkan bahwa ekstrak daun dan selanjutnya dibuat dalam bentuk
Annona muricata memiliki aktivitas serbuk. Serbuk daun sirsak diekstrak
sitotoksik yang kuat (IC50) terhadap sel dengan menggunakan pelarut etanol
kanker payudara T47D (Suyatmi, et al., pada alat soxchletasi dengan per-
2012). Annona muricata dengan bandingan serbuk dengan pelarut 1:3.
memiliki kandungan acetogenin yang Hasil ekstraksi diuapkan dalam rotary
diduga dapat menyebabkan penu- evaporator menghasilkan ekstrak
runan ATP pada sel kanker sehingga kental seberat 30 g.
dapat menghambat proliferasi dan
menginduksi apoptosis pada sel Kultur Sel
kanker (Antony & Vijayan, 2016; Pada penelitian ini digunakan
Ragasa, et al., 2012; Sun, et al., 2014; lini sel kanker payudara MCF-7 dan
Suryawinata & Sukohar, 2016). lini sel normal Vero. Lini sel MCF-7
Penelitian pendahuluan menggunakan dan vero diperoleh dari Laboratorium
simulasi docking molekuler mem- Parasitologi FK UGM.
buktikan bahwa acetogenin yang Sel diamati setiap hari dengan
berasal dari Annona muricata me- mikroskop inverted dan media
miliki ikatan yang kuat dengan protein penumbuh diganti setiap hari. Apabila
Bcl-XI dan berpotensi menginduksi media pada tissue culture flask (TCF)
apoptosis dari jalur intrinsik (Antony berwarna kuning jernih dan ~ 80% sel
& Vijayan, 2016). telah memenuhi TCF, sel dipanen dan
Induksi apoptosis ini meru- didistribusikan ke dalam beberapa
pakan hal yang penting dalam pe- TCF. Dalam biosafety cabinet level 2,
ngembangan terapi antikanker payu- media lama dibuang dan sel yang
dara yang bersifat selektif. Penelitian melekat disemprot pelan-pelan dengan
yang dilakukan oleh Syed et al., (2016) media baru. Suspensi sel yang didapat
membuktikan bahwa ekstrak air dimasukan ke dalam beberapa TCF,
Annona muricata memiliki efek disimpan dalam inkubator CO 2 pada
sitotoksik pada sel kanker payudara suhu 37oC dengan tutup TCF
MCF-7, 4TI namun belum selek- dilonggarkan. Setelah jumlah sel
tivitasnya belum diketahui. Tujuan cukup/konfluent, sel dilepaskan dari
penelitian ini adalah untuk menge- dinding TCF kemudian medium
tahui selektivitas antikanker ekstrak diganti dengan medium DMEM baru.
sirsak (Annona muricata) pada sel Dengan bantuan pipet pasteur, media
kanker payudara yang ditentukan disemprotkan berulang-ulang sehingga
berdasarkan indeks selektivitas. sel lepas. Untuk membantu mele-
paskan sel, dilakukan tripsinisasi,
METODE PENELITIAN yaitu menambahkan tripsin-EDTA
Penelitian ini merupakan pene- 0,25%. Sel kemudian dimasukan ke
litian kuasi eksperimental yang di- dalam tabung sentrifuga dengan
lakukan di Laboratorium Parasitologi penambahan DMEM kemudian disen-
Fakultas Kedokteran Universitas trifugasi pada 1200 rpm selama 3
Gadjah Mada, Yogjakarta menit. Supernatan dibuang, kemudian
ditambahkan medium 1 mL untuk
Persiapan Ekstrak Sirsak resuspensi sel.
Daun sirsak diperoleh dari Kerapatan sel dihitung dengan
daerah Semarang. Sebanyak 500 g mengambil suspensi sel sebanyak 20
daun sirsak basah dikering anginkan µL. Sel dihitung dengan bantuan

2
hemositometer pada mikroskop Analisis Data
cahaya. Jumlah sel total diperoleh Penentuan nilai IC50 meng-
dengan mengalirkan faktor pengen- gunakan analisis regresi probit dari
ceran dengan bilangan 104/mL Untuk persentase viabilitas sel hidup
keperluan uji apoptosis masing- terhadap log konsentrasi ekstrak daun
masing diperlukan minimum sirsak. Persentase sel yang hidup
5x10 /mL sampai 1x10 /mL media
5 6
dihitung berdasarkan hasil absorbansi
kultur. (Yudi & Nugroho, 2016) menggunakan
rumus:
Uji Sitotoksik
𝐴𝑇−𝐴𝑀
Suspensi sel MCF-7 maupun sel 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑣𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑠𝑒𝑙 = 𝑥 100%
𝐴𝐾−𝐴𝑀
vero (5x104 sel/ml) dimasukkan ke
Keterangan :
dalam mikrowell terpisah dan di- T : Absorbansi perlakuan
inkubasi dengan ekstrak etanol daun (ekstrak daun sirsak)
sirsak (triplo) pada medium kultur
M : Absorbansi media kultur
(370C, CO2 5%) selama 24 jam. K : Absorbansi kontrol sel
Konsentrasi ekstrak sirsak yang
digunakan sebesar 1000 µg/mL; 500
Penilaian terhadap indek
µg/mL, 250 µg/mL, 125 µg/mL, 62,5
selektvitas dilakukan dengan membagi
µg/mL, dan 31,25 µg/mL. Pada akhir nilai IC50 ekstrak daun sirsak pada sel
inkubasi, media kultur pada sel MCF-7 dengan IC50 sel vero. Indeks
dibuang dan dicuci dengan PBS 1x
selektivitas menggambarkan ekstrak
kemudian ditambahkan MTT 100 etanol daun sirsak semakin selektif.
mikroliter, termasuk untuk kontrol indeks selektif ≤ 2 menunjukkan
media. Sel yang telah diberi MTT ekstrak etanol sirsak tidak selektif
diinkubasi selama 4 jam dalam (Artun et al., 2016)
inkubator (sampai terbentuk garam
formazan). Setelah garam formazan HASIL DAN PEMBAHASAN
jelas terbentuk, pada kultur sel
Berdasarkan hasil ekstraksi
ditambahkan stopper SDS 10% dalam
diperoleh ekstrak pekat sebesar 30
0,1N HCl diinkubasi pada tempat gram. Hasil uji sitotoksik
gelap semalam. Setelah kurang lebih menunjukkan pemberian ekstrak
24 jam sel diperiksa di elisa reader
etanol daun sirsak pada sel MCF-7 dan
dengan panjang gelombang 550 nm.
sel Vero dengan dosis tertinggi
Sel yang hidup akan bereaksi dengan menunjukkan persentase viabilitas sel
MTT membentuk warna ungu,
lebih rendah dibandingkan dengan
intensitas warna ungu yang terbentuk konsentrasi ekstrak terrendah tabel 1.
berbanding terbalik dengan jumlah sel
yang mati (Fatmawati, et al., 2016). Tabel 1. Persentase Viabilitas Sel Setelah
Nilai IC50<50 µg/mL dikate- Pemberian Ekstrak Daun Sirsak
gorikan memiliki efek sitotoksik kuat, Dosis (µg/mL) Rerata % viabilitas sel setelah
Indek
jika nilai 50 µg/mL<IC50<200 µg/mL ekstrak daun pemberian ekstrak daun sirsak
selektivitas
sirsak MCF-7 Vero
dikategorikan sitotoksik sedang, dan 1000 7,06 ± 1,42 2,59 ± 0,79
nilai 200<IC50<1000 µg/mL dikate- 500 22,75 ± 1,83 11,58 ± 0,50
250 32,72 ± 0,17 33,78 ± 0,14
gorikan memiliki efek sitotoksik 125 34,96 ± 0,17 76,95 ± 0,59
lemah. Nilai IC50 > 1000 µg/mL 62,5 43,62 ± 0,92 80,61 ± 0,10
31,25 53.41 ± 0,08 87,44 ± 0,28
dikategorikan tidak memiliki efek IC50 44,94 184,04 4,09
sitotoksik (Kuete, 2017).
FATMAWATI dkk., Selektivitas Anti Kanker Ekstrak Daun Sirsak

Penurunan persentase via- bersifat selektif terhadap sel kanker.


bilitas sel berhubungan dengan Anthony & Vijayan (2016) menye-
peningkatan dosis yang diberikan, butkan daun sirsak memiliki kan-
dibuktikan dengan nilai R2 pada sel dungan acetogenin yang dapat
MCF-7 dan sel Vero berturut-turut menghambat protein antiapoptosis
sebesar 0,95 dan 0,92. Hal tersebut Bcl-2. Kandungan zat aktif lain yang
berarti lebih dari 90% penurunan terdapat di daun sirsak adalah
persentase viabilitas sel dipengaruhi quersetin (Moghadamtousi et al.,
oleh peningkatan konsentrasi ekstrak 2014). Quersetin merupakan anti
daun sirsak yang diberikan. oksidan namun, disisi lain mampu
menginduksi apoptosis pada sel
kanker (Zhang et al., 2011;
Hashemzaei et al., 2017).
Selektivitas ekstrak daun sirsak
terhadap sel kanker payudara diduga
berhubungan dengan kandungan
quersetin pada daun sirsak yang dapat
memicu apoptosis pada sel kanker
namun tidak pada sel normal. Lamson
Gambar 1. Grafik Persamaan Regresi Antara & Brignall (1999) menyebutkan bahwa
Persentase Viabilitas Sel Terhadap Konsentrasi beberapa sel kanker mengalami
Ekstrak Daun Sirsak. kerusakan mekanime pertahanan
Keterangan : terhadap ROS sehingga sel-sel tersebut
y= persentase viabilitas sel; tidak dapat memanfaatkan anti
x= konsentrasi ekstrak daun sirsak;
oksidan tambahan untuk proses
R2= persamaan R-adjusted
repair. Hal tersebut menyebabkan
penumpukan radikal bebas dalam sel
Nilai IC50 yang diperoleh pada
kanker yang berdampak pada
sel MCF-7 sebesar 44,94 µg/mL kematian sel kanker tersebut.
sedangkan pada sel vero sebesar
184,04 µg/mL. Hasil tersebut menun- KESIMPULAN
jukkan bahwa ekstrak etanol daun Ekstrak sirsak bersifat sito-
sirsak memiliki efek sitotoksik yang toksik yang selektif terhadap sel
sedang terhadap sel MCF-7 namun, kanker payudara MCF-7 dengan nilai
memiliki efek sitotoksik lemah indeks selektivitas 4,09. Diperlukan
terhadap sel vero. Penelitian yang penelitian lebih lanjut mengenai
dilakukan oleh Syed et al., (2016) potensi antioksidan pada ekstrak daun
menyebutkan bahwa ekstrak daun sirsak dan keterkaitannya dengan
sirsak memiliki efek sitotoksik lemah induksi apoptosis pada sel kanker
dengan nilai IC50 sebesar 220 µg/mL. payudara secara selektif.
Adanya perbedaan hasil tersebut
diduga disebabkan karena perbedaan UCAPAN TERIMA KASIH
pelarut yang digunakan, sehingga Fakultas Kedokteran
membuat zat aktif yang terkandung Universitas Islam Sultan Agung atas
pada ekstrak berbeda. pembiayaan penelitian ini.
Hasil uji selektivitas ekstrak
daun sirsak pada sel MCF-7 dan sel DAFTAR PUSTAKA
Vero menunjukkan indek selektivitas Antony, P., & Vijayan, R. (2016).
sebesar 4,09. Hal tersebut menun- Acetogenins from Annona
jukkan bahwa ekstrak daun sirsak muricata as potential inhibitors

4
of antiapoptotic proteins: A Vasculature, 10, 17–24.
molecular modeling study. Drug https://doi.org/10.1016/j.ijcha.2
Design, Development and 015.11.004
Therapy, 10, 1399–1410. Moghadamtousi SZ, Kadir HA, Paydar
https://doi.org/10.2147/DDDT.S M, Rouhollahi E, Karimian
103216 H. Annona muricata leaves
Artun, F. T., Karagoz, A., Ozcan, G., induced apoptosis in A549 cells
Melikoglu, G., Anil, S., Kultur, S., through mitochondrial-mediated
& Sutlupinar, N. (2016). In vitro pathway and involvement of NF-
anticancer and cytotoxic κB. BMC Complement Altern
activities of some plant extracts Med. 2014;14(1):299
on HeLa and Vero cell lines. Patel, K. J. (2011). Distribution of anti-
Journal of B.U.ON., 21(3), 720– cancer drugs within solid
725. tumours and normal tissues and
https://doi.org/10.3390/proceed its potential for modification to
ings1101019 improve therapeutic index.
Fatmawati, D., Mubarika, S., & ProQuest Dissertations and
Wahyuningsih, M. S. H. (2016). Theses. Retrieved from
The effect of combined https://search.proquest.com/do
doxorubicin and Dioscorea cview/920130483?accountid=26
esculenta (Lour.) Burk. on 642%0Ahttp://link.periodicos.ca
apoptosis induction in human pes.gov.br/sfxlcl41?url_ver=Z39.
breast cancer cell. In AIP 88-
Conference Proceedings (Vol. 2004&rft_val_fmt=info:ofi/fmt:k
1744). ev:mtx:dissertation&genre=disse
https://doi.org/10.1063/1.49534 rtations+%26+theses&sid=ProQ:P
85 roQuest+Dissertations+%26+The
Hashemzaei, M., Far, A. D., Yari, A., ses+Global&a
Heravi, R. E., Tabrizian, K., Ragasa, C. Y., Soriano, G., Torres, O. B.,
Taghdisi, S. M., … Rezaee, R. Don, M.-J., & Shen, C.-C. (2012).
(2017). Anticancer and Acetogenins from Annona
apoptosis-inducing effects of muricata. Pharmacognosy
quercetin in vitro and in vivo. Journal, 4(32), 32–37.
Oncology Reports, 38(2), 819– https://doi.org/10.5530/pj.2012
828. .32.7
https://doi.org/10.3892/or.2017 Sun, S., Liu, J., Kadouh, H., Sun, X., &
.5766 Zhou, K. (2014). Three new anti-
Kuete, V. (Ed.). (2017). Medicinal spices proliferative Annonaceous
and vegetables from Africa: acetogenins with mono-
therapeutic potential againts tetrahydrofuran ring from
metabolic, inflammatory, and graviola fruit (Annona muricata).
systemic diseases. Cambridge: Bioorganic and Medicinal
Academic press. Chemistry Letters, 24(12), 2773–
https://doi.org/10.1016/B978-0- 2776.
12-809286-6.00019-4 https://doi.org/10.1016/j.bmcl.2
Mitry, M. A., & Edwards, J. G. (2016). 014.03.099
Doxorubicin induced heart Suryawinata, A., & Sukohar, A. (2016).
failure: Phenotype and molecular Potensi Annonaceous
mechanisms. IJC Heart and acetogenins dari Sirsak (Annona
FATMAWATI dkk., Selektivitas Anti Kanker Ekstrak Daun Sirsak

muricata) sebagai Agen 1–20.


Kemoterapi melalui Induksi https://doi.org/10.1186/s12906-
Apoptosis dan Inhibisi HIF-1. 016-1290-y
Majority, 5(5), 97–101. Vorobiof, D. A. (2016). Recent
Suyatmi, Suselo, Y. H., & Jusuf, S. A. advances in the medical
(2012). The selective cytotoxicity treatment of breast cancer.
of ethanolic extract of Annona F1000 Research, 5, 2–7.
muricata leaf on HeLa cervical https://doi.org/10.12688/f1000r
cancer cells. In Research and esearch.9619.1
application on traditional Yudi YHC, Nugroho. H. (2016).
complementary and alternative Sitotoksisitas Fraksi Piper
medicine in health care (pp. 24– porphyrophyllum terhadap Sel
27). Kanker T47D As − Am x 100 AK
Syed Najmuddin, S. U. F., Romli, M. F., − Am. Biosite, 02(2), 39–43.
Hamid, M., Alitheen, N. B., & Abd Zhang M., Steven G.S., Yin L, et al.,
Rahman, N. M. A. N. (2016). Anti- 2011. Antioxidant properties of
cancer effect of Annona Quercetin: Oxygen transport to
Muricata Linn Leaves Crude tissue XXXII. London: Springer.
Extract (AMCE) on breast cancer
cell line. BMC Complementary
and Alternative Medicine, 16(1),