You are on page 1of 7

F.

Kemungkinan Komplikasi yang muncul


Komplikasi umum akibat anemia adalah:
o gagal jantung,
o parestisia dan
o kejang.

G. Pemeriksaan Khusus dan Penunjang


o Kadar Hb, hematokrit, indek sel darah merah, penelitian sel darah putih, kadar Fe, pengukuran
kapasitas ikatan besi, kadar folat, vitamin B12, hitung trombosit, waktu perdarahan, waktu
protrombin, dan waktu tromboplastin parsial.
o Aspirasi dan biopsy sumsum tulang. Unsaturated iron-binding capacity serum
o Pemeriksaan diagnostic untuk menentukan adanya penyakit akut dan kronis serta sumber
kehilangan darah kronis.

H. Terapi yang Dilakukan


Penatalaksanaan anemia ditujukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah yang hilang:
1. Anemia aplastik:
o Transplantasi sumsum tulang
o Pemberian terapi imunosupresif dengan globolin antitimosit(ATG)
2. Anemia pada penyakit ginjal
o Pada paien dialisis harus ditangani denganpemberian besi dan asam folat
o Ketersediaan eritropoetin rekombinan
3. Anemia pada penyakit kronis
o Kebanyakan pasien tidak menunjukkan gejala dan tidak memerlukan penanganan untuk aneminya,
dengan keberhasilan penanganan kelainan yang mendasarinya, besi sumsum tulang dipergunakan
untuk membuat darah, sehingga Hb meningkat.
4. Anemia pada defisiensi besi
o Dicari penyebab defisiensi besi
o Menggunakan preparat besi oral: sulfat feros, glukonat ferosus dan fumarat ferosus.
5. Anemia megaloblastik
o Defisiensi vitamin B12 ditangani dengan pemberian vitamin B12, bila difisiensi disebabkan oleh
defekabsorbsi atau tidak tersedianya faktor intrinsik dapat diberikan vitamin B12 dengan injeksi
IM.
o Untuk mencegah kekambuhan anemia terapi vitamin B12 harus diteruskan selama hidup pasien
yang menderita anemia pernisiosa atau malabsorbsi yang tidak dapat dikoreksi.
o Anemia defisiensi asam folat penanganannya dengan diet dan penambahan asam folat 1 mg/hari,
secara IM pada pasien dengan gangguan absorbsi.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN MASALAH KOLABORASI YANG MUNGKIN


MUNCUL
1. Intoleransi aktifitas b.d ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d inadekuat intake makanan.
3. Perfusi jaringan tidak efektif b.d perubahan ikatan O2 dengan Hb, penurunan konsentrasi Hb
dalam darah.
4. Resiko Infeksi b/d imunitas tubuh skunder menurun (penurunan Hb), prosedur invasive
5. PK anemia
6. Kurang pengatahuan tentang penyakit dan perawatannya b/d kurang informasi.
7. Sindrom deficite self care b.d kelemahan

RENPRA ANEMIA

No Diagnosa Tujuan Intervensi


1 Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan Terapi aktivitas :
B.d askep .... jam Klien Kaji kemampuan ps melakukan
ketidakseimbangan dapat menunjukkan aktivitas
suplai & kebutuhan toleransi terhadap Jelaskan pada ps manfaat aktivitas
O2 aktivitas dgn KH: bertahap
 Klien mampu Evaluasi dan motivasi keinginan ps
aktivitas minimal u/ meningktkan aktivitas
 Kemampuan Tetap sertakan oksigen saat
aktivitas meningkat aktivitas.
secara bertahap
 Tidak ada keluhan Monitoring V/S
sesak nafas dan Pantau V/S ps sebelum, selama, dan
lelah selama dan setelah aktivitas selama 3-5 menit.
setelah aktivits
minimal Energi manajemen
 v/s dbn selama dan Rencanakan aktivitas saat ps
setelah aktivitas mempunyai energi cukup u/
melakukannya.
 Bantu klien untuk istirahat setelah
aktivitas.

Manajemen nutrisi
 Monitor intake nutrisi untuk
memastikan kecukupan sumber-
sumber energi

Emosional support
 Berikan reinfortcemen positip bila
ps mengalami kemajuan

2 Ketidakseimbangan Setelah dilakukan Manajemen Nutrisi


nutrisi kurang dari asuhan keperawatan Kaji adanya alergi makanan.
kebutuhan tubuh … jam klien Kaji makanan yang disukai oleh
b.d intake nutrisi menunjukan status klien.
inadekuat, faktor nutrisi adekuat Kolaborasi team gizi untuk
psikologis dengan KH: penyediaan nutrisi TKTP
BB stabil, tingkat Anjurkan klien untuk meningkatkan
energi adekuat asupan nutrisi TKTP dan banyak
masukan nutrisi mengandung vitamin C
adekuat  Yakinkan diet yang dikonsumsi
mengandung cukup serat untuk
mencegah konstipasi.
 Monitor jumlah nutrisi dan
kandungan kalori.
 Berikan informasi tentang
kebutuhan nutrisi.

Monitor Nutrisi
 Monitor BB jika memungkinkan
 Monitor respon klien terhadap
situasi yang mengharuskan klien
makan.
 Jadwalkan pengobatan dan tindakan
tidak bersamaan dengan waktu klien
makan.
 Monitor adanya mual muntah.
 Kolaborasi untuk pemberian terapi
sesuai order
 Monitor adanya gangguan dalam
input makanan misalnya perdarahan,
bengkak dsb.
 Monitor intake nutrisi dan kalori.

 Monitor kadar energi, kelemahan


dan kelelahan.

3 Perfusi jaringan tdk Setelah dilakukan perawatan sirkulasi : arterial


efektive b.d tindakan insuficiency
perubahan ikatan keperawatan selama Lakukan penilaian secara
O2 dengan Hb, … jam perfusi komprehensif fungsi sirkulasi
penurunan jaringan klien periper. (cek nadi priper,oedema,
konsentrasi Hb adekuat dengan kapiler refil, temperatur ekstremitas).
dalam darah. criteria :  Evaluasi nadi, oedema
- Membran mukosa Inspeksi kulit dan Palpasi anggota
merah muda badan
- Conjunctiva tidak Kaji nyeri
anemis  Atur posisi pasien, ekstremitas
- Akral hangat bawah lebih rendah untuk
- TTV dalam batas memperbaiki sirkulasi.
normal  Berikan therapi antikoagulan.
 Rubah posisi pasien jika
memungkinkan
 Monitor status cairan intake dan
output
 Berikan makanan yang adekuat
untuk menjaga viskositas darah

4 Risiko infeksi b/d Setelah dilakukan Konrol infeksi :


imunitas tubuh askep …. jam tidak  Bersihkan lingkungan setelah
menurun, prosedur terdapat faktor dipakai pasien lain.
invasive risiko infeksi dg  Batasi pengunjung bila perlu dan
KH: anjurkan u/ istirahat yang cukup
 bebas dari gejala Anjurkan keluarga untuk cuci
infeksi, tangan sebelum dan setelah kontak
 angka lekositdengan klien.
normal (4-11.000)  Gunakan sabun anti microba untuk
 V/S dbn mencuci tangan.
 Lakukan cuci tangan sebelum dan
sesudah tindakan keperawatan.
 Gunakan baju dan sarung tangan
sebagai alat pelindung.
 Pertahankan lingkungan yang
aseptik selama pemasangan alat.
 Lakukan perawatan luka dan
dresing infus,DC setiap hari jika ada
 Tingkatkan intake nutrisi. Dan
cairan yang adekuat
 berikan antibiotik sesuai program.

Proteksi terhadap infeksi


 Monitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal.
 Monitor hitung granulosit dan WBC.
 Monitor kerentanan terhadap
infeksi.
 Pertahankan teknik aseptik untuk
setiap tindakan.
 Inspeksi kulit dan mebran mukosa
terhadap kemerahan, panas.
 Monitor perubahan tingkat energi.
 Dorong klien untuk meningkatkan
mobilitas dan latihan.
 Instruksikan klien untuk minum
antibiotik sesuai program.
 Ajarkan keluarga/klien tentang tanda
dan gejala infeksi.dan melaporkan
kecurigaan infeksi.

5 PK:Anemia Setelah dilakukan  Monitor tanda-tanda anemia


askep ..... jam  Observasi keadaan umum klien
perawat dapat  Anjurkan untuk meningkatkan
meminimalkan asupan nutrisi klien yg bergizi
terjadinya  Kolaborasi untuk pemeberian terapi
komplikasi anemia initravena dan tranfusi darah
:  Kolaborasi kontrol Hb, HMT, Retic,
Hb >/= 10 gr/dl. status Fe
Konjungtiva tdk
anemis
Kulit tidak pucat
hangat
6 Deficite Knolage setelah diberikan Teaching : Dissease Process
tentang penyakit penjelasan selama Kaji tingkat pengetahuan klien dan
dan perawatannya …. X pengetahuan keluarga tentang proses penyakit
b.d Kurang paparan klien dan keluarga Jelaskan tentang patofisiologi
thdp sumber meningkat dg KH: penyakit, tanda dan gejala serta
informasi,  ps mengerti proses penyebabnya
terbatasnya penyakitnya dan Sediakan informasi tentang kondisi
kognitif Program prwtn klien
serta Th/ yg Berikan informasi tentang
diberikan dg: perkembangan klien
 Ps mampu: Diskusikan perubahan gaya hidup
Menjelaskan yang mungkin diperlukan untuk
kembali tentang apa mencegah komplikasi di masa yang
yang dijelaskan akan datang dan atau kontrol proses
 Pasien / keluarga penyakit
kooperatif  Diskusikan tentang pilihan tentang
terapi atau pengobatan
 Jelaskan alasan dilaksanakannya
tindakan atau terapi
 Gambarkan komplikasi yang
mungkin terjadi
 Anjurkan klien untuk mencegah
efek samping dari penyakit
 Gali sumber-sumber atau dukungan
yang ada
 Anjurkan klien untuk melaporkan
tanda dan gejala yang muncul pada
petugas kesehatan

7 Sindrom defisit self Setelah dilakukan Bantuan perawatan diri


care b/d askep … jam klien  Monitor kemampuan pasien
kelemahan, dan keluarga dapat terhadap perawatan diri yang
penyakitnya merawat diri : mandiri
activity daily  Monitor kebutuhan akan personal
living (adl) dengan hygiene, berpakaian, toileting dan
kritria : makan, berhias
 kebutuhan klien  Beri bantuan sampai klien
sehari-hari mempunyai kemapuan untuk
terpenuhi (makan, merawat diri
berpakaian,  Bantu klien dalam memenuhi
toileting, berhias, kebutuhannya sehari-hari.
hygiene, oral  Anjurkan klien untuk melakukan
higiene) aktivitas sehari-hari sesuai
 klien bersih dan kemampuannya
tidak bau. Pertahankan aktivitas perawatan diri
secara rutin
 dorong untuk melakukan secara
mandiri tapi beri bantuan ketika
klien tidak mampu melakukannya.
 Berikan reinforcement positif atas
usaha yang dilakukan.