You are on page 1of 14

LAPORAN PENDAHULUAN

POST PARTUM DENGAN SECTION CAESARIA

Disusun oleh :

Andyspa Yuliana

2015.1368

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MAMBA’ULUM SURAKARTA

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

TAHUN 2017
LAPORAN PENDAHULUAN

POST PARTUM SECTION CAESARIA

A. Pengertian

Seksio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat

sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut ( Nurarif.2015:108

Sectio Caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan

melalui suatu insisi dinding depan perut dan dinding rahim dengan sayatan

rahim dalam keadaan utuh serta berat janin diatas 500 gram ( Sarwono

2012:46)

Sectio caesaria adalah tindakan untuk melahirkan bayi melalui

pembedahanabdomen dan dinding uteru ( Nugroho, Taufan: 2012:86)

Sectio Caesaria adalah tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi

melalui dinding perut

B. Etiologi

1. Etiologi yang berasal dari ibu

yaitu pada primigravida dengan kelainan letak, primi para tua disertai

kelainan letak ada disporposri sefolo paluk 9 disproposri janin/panggul)

ada sejarah kehamilan dan persalinan yang buruk terdapat kesempitan

panggul) ada sejarah kehamilan dan persalinan yang buruk terdapat

kesempatan panggul plasenta prena terutama pada primagravia, solustio

atas permintaa I-II komplikkasi kehamilan yaitu preeklasia-esklamia atas


permintaan kehamilan yang disertai penyakit ( Jantung Dm) Gangguan

perjalanan persalianan ( KistaOvarium, Miomi Uteri dan Sebagainya)

2. Etiologi yang berasal dari janin

Fatal distress/gawat janin mal preesentasi dan mal posisi kedudukan

janin,prolupus tali pusat dengan pembukaan kecil kegagalan persalinan

vakum atau forsep ekstrasksi

( Nurarif 2015:108)

C. Manifestasi klinis

1. Nyeri akibat dari luka pembedahan

2. adanya luka insisi pada bagian abdomen

3. fundur uterus kontaksi kuat dan terletak di lemitikus

4. aliran trakea sedang batas beluan berlebih ( clehea tidak banyak)

5. kekurangan darah selama proses pembedahan kira 600-800 ml

6. terpasang kateter urinania

7. auskultasi bising usus

8. pengaruh anastesi dapat menimbulkan mual dan muntah

9. pada kelahiran sc tidak direncakan maka biasanya kurang paham

10. banding 1 attcachemen pada anak yang baru dilahirkan

( Green,2012:105)
D. Potofisiologi

Fungsi plasenta mencapai puncaknya pada kehamilan 20 minggu dan mulai

menurun setal 40 minggu.hal ini dapat dibulatkan dengan penurrunan esi-roll

dan plasenta.rendahnya fungsi plasenta getaran dengan peningkatan kejadian

gawat janin dengan resiko 3 x permasalhan kehamilan lewat waktu adalah

plasenta tidak sanggup memberikan nurtsisi dan 02 /CO2 akibat tidak timbul

His sehingga pemasukan nurisi O2 menurun menujujanin berisiko asfiksia

dapat mengakibatkan pertumbuhan janin makin lambat dan penuruanan bb

akibat dimatur sebagianjanin bertambah besar sehingga memerlukan tindakan

operasi persalinan, terjadi perubahan metabolisme janin. jumlah air ketuban

berkurang dan semakin kental menyebabkan perubahan abnormal jantung janin

Winkjasoro.2016:89
E. Pathway

Janin
Plasenta Pleura, panggul sempit
Malpresentasi janin, gangguan pada
preeklmsia hipertensi janin

Section caesaria

Trauma pembedahan Kelahiran bayi Efek samping spiral Penurunan progrteraon


insisi estrerogen

Terputusnya kontinutias Perubahan peran Bedrest Kontraksi


Merangsang
jaringan uterus
pertumbuhan
Penurunan mobilitas usus kelenjar susu dan
Luka Nyeri pertumbuhan
Kontrasepsi Involusi
Perdarahan
Kontak dengan kuman Adekuat tidak Adekuat Peningkatan
(patogen) Kekurangan hormon
volume cairan plorastogen
dan elektrolit
Resiko Infeksi
merangsang
Pengeluaran laktasi
Resiko Syok Lockea oksifosin
(hiporvolemik)
jeksi ASI

Efektif tidak Efektif

nutrisi bayi terpenuhi

kurang infomasi tentang


perawatan payudara

Definisiensi
pengetahuan
F. Komplikasi

1. Infeksi Pcireperalis

komplikasi ini besifat ringan seperti kehamilan suhu selama beberapa hari

dalam masa nifas atray dapat juga bersifat sepsi dll, infeksi post sc terjadi

apabila sebelum pembedahan sudah ada gejala infeksi interpartum atau

faktor yang merupakan prediposisi terjadap kelahiran itu lama khusunya

setelah ketuban pecah tindakan vaginal sebelumnya ) bahasa infeksi dapat

diperkecil dengan pemberian antibiotik tetapi hal ini lebih berbahaya dari

pada sctranus premotertis prorida

2. Perdarahan

Perdarahan banyak bisa timbul waktu pembedahan jika cabang insfeksi

uteri ikut terbuka atau karena atomi uterus

3. Luka kandung kemih

4. embolisme paru-paru

5. suartu komplikasi yang baru kemudian tampak bayi kurang kuatnya perut

pada dinding uterus sehingga pada kehamilan bisa terjadi ruptur uteri

( Green.2012:104)

G. Pemeriksaan Penunjang

1. Pemantauan janin terjadap kesehatan janin

2. pemantuan ekg

3. jd dengan eliferensial

4. elektrolit

5. hemaglobin /heamtokit
6. golongan darah

7. urinitalis

8. amonisoentari terhadap paru janin sesuai indikasi

9. pemeriksaan sinak x sesuai dengan indikasi

10. ultraound sesuai pesanan

( Nurarif.2015:109)

H. Penatalaksanaan

Menurut Moctar ( 2012:106) adalah

1. Penatalaksanaan Medias

a. Analegetik diberikan setiap 3-4 jam bila diperlukan seperti asam

mefenamat ketoral traomadotr

b. pemberian tranfuse darah bisa terjadi pastum yang hebat

c. pemberian antibiotik seperti cefotamin cefotiaxon dill

2. Konteresinsasi

3. pengaturan diet

4. penatalaksanaan keperawatan

a. Periksa cepar TTV setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan 30 menit

berikutnya

b. perdarahan dan urin dipantai secara ketat

c. mobilisasi

d. pada hari pertama op pasien harus turun tempat tidur

e. perawatan luka
I. Fokus Pengkajian

1. Pengkajian dasar : Anamnesia

2. Sirkulasi : kehilangan darah selama pembedahan

3. Sistem reproduksi

a. Abdomen : luka insisi, proses penyembuhan luka

b. Uterus : TFU, kontraksi letak fundus uteri

c. lochkea : jumlah warna, bau kaji adanya bekuan/tidak

d. vulva laktasi pengeluaran ASI kesulitan menyusui

4. Sistem gastrointestinal

bising usus diobservasi setiap 1-8 jam post sc

5. Sistem kardivaskuler

Ukur TD,N,S,Leukosit

6. Sistem geniforunaia

vesikurihas,usin warna bau

7. Ssitem muskulus kletata;

Kemampuan bergerak, respon terhadap rangsanganb, ambulasi dini

8. Sistem respirasi

Kasji RR, pola Serta jenis pernafasan

9. Psikologis

Penerimaan ibu terhadap bayi,IMD

10. Pemeriksaan Terhadap bayi baru lahir

Apgar SCORE

Moctar.2012:108
J. Diagnosis Keperawatan

1. Nyeri b.d post sc

2. reisko syok hipolemik b.d perdaahan

3. reiko infeksi b.d inflasi kuman patogen

4. kontrasepsi b.d penurunan mobilitas usus

5. defisiensi pengetahuan b.d kurang informais

( Nurarif. 2015:109)

K. Intervensi

No dx Tujuan dan KH Intervensi Rasional

1 Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji skala nyeri 1. Untuk

keperawtan selama 3x24 2. berikan instruksi mengetahui

jam nyeri teratasi dengan mengenai membantu PQRST nyeri

KH : mempertahankan 2. meningkatkan

1. Wajah tampak rilek kebersihan kenyamanan

2. skala nyeri berkurang 3. berikan posisi yang 3. posisi yang

3. bebas nyeri saat nyaman nyaman dapat

beraktifitas 4. ajarkan pasien mengurangi rasa

teknik nafas dalam nyeri dan rasa

5. kolaborasi dengan nyaman

dokter untuk 4. mengurangi rasa

pemberian analgetik nyeri

5. analgetik dapat

mengurangi
nyeri

2 Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji tanda dan 1. untuk

keperawatan selama 3x24 gejala syok mengetahui

jam resiko syok hipolemik 2. monitor perdarahan tidaknya tanda

teratasi denagn kpp: 3. berikan carian oral dan gejala

1. tidak terdapat tanda- yang tepat syok

tanda gejala syok 4. ajarkan keluarga 2. untuk

2. keluarga dan pasien dan pasien tentang mengkaji

mengerti tanda dan gejala syok seberapa syok

gejala syok 5. kolaborasi dengan perdarahan

dokter untuk 3. untuk

pemberian caian memenuhi

lewat infus infus

4. agar keluarga

dan pasien

paham tanda

dan gejala dan

penanganan

syok di rumah

5. pemberian

carian sesuai

advis dokter
3 Stelah dilakukan tindakan 1. kaji Tnda infeksi 1. Untuk

keperawtan selama 3x24 2. kaji TTV mengetahui

jam resiko infeksi teratasi 3. bersihan luka dan tanda infeksi

dengan KH ganti balutan 2. untuk

1. Tidak terdapat tanda 4. ajarkan pada mengatahui

infeksi keluarga dan S,R,N, TD

2. pemulihan luka tepat pasien cara saat ini

tanpa komplikasi mencucui tangan 6 3. untuk

3. luka bersih langkh menghindari

5. kolaborasi dengan terjadinya

dokter dalam infeksi

pemberian 4. untuk

antibiotik menghindari

terjadinya

infeksi

5. menentukan

dosis yang

tepat

4 Setelah dilakukan tindakan 1. monitor tanda 1. untuk

keperawtan selama 3 x24 dangejala mengatahui

jam konsisipasi teratasi konsipasi berapa

dengan KH 2. berikan makanana beratnya

1. Bab 1-3 /hari yang berserat konsitpasi


2. Feses Lunak 3. ajarkan pada pasien 2. untuk

3. tidak ada nyeri perut dan keluarga untuk memperlancar

diiit ttinggi serat BAB

4. kolaborasi dengan 3. untuk

dokter dalam mepertahanka

pemberian obat n BAB

4. untuk

mempercepat

dan

mempermudah

dan membantu

BAB /feses

5 Setelah dilakukan tindakan 1. kaji perawatan 1. Untuk

keperawatan selama 3 x24 payudara mengetahui

jam kurnagnya pengetahuan 2. kaji cara menyususi seberapa jauh

teratais dengan kh bayi pengetahuan

1. Pasien dan keluagra 3. berikan pndes tenag pasien

dapat mengetahui perawatan payudara 2. mengetahu

perawatan payudara dan 4. berikan penkes seberapa jauh

menyusui dengan benar tentang cara pengetahuan

2. keluarga dan pasien menyusi yang benar pasien

mengetahui dapat 5. ajarkan kepada 3. menambah

merawat pasien post sc pasien cara pengetahuan


menyusui dan pasien dan

perawatan keluarga

payudaran dengan 4. menambah

benar pengetahuan

6. Kolaborasi dengan pasien dan

keluarga keluarga

5. agar pasien

dapat

menyusui dan

perawatan

payudara yang

benar

6. untuk support

positip kepada

pasien
DAFTAR PUSTAKA

Green.canat.j.2012”Rencana Asuhan Keperawatan Maternitas dan Bayi Baru


Lahir:Jakarta EGC

Mocthtar .2012 “ Sinpsis Obstetris Fisiologis Patologi”Jakarta EGC

Nugroho,Taufan.2011’Asuhan keperawtan Maternitas Anak Bedah Penyakit Dalam


“Yogyakarta :NuhaMedika

Nurarif Amin Huda 2015 ‘Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa


Medis dan Nanda Nic Noc Edisi Revisi Jilid 2 Yogyakarta : Medication’

Winjosastro.2016”Ilmu Kebidanan .Edisi 6” Jakarta YBP