You are on page 1of 5

Pelayanan Neonatal Care

dr. Kurniawati Sp.A

Pelayanan Neonatal Care, terdiri dari 2


1. Perawatan rutin = Salah satu langkah lanjutan dari langkah resusitasi
o Evaluasi saat baru lahir (PERTAMA KALI DIPERIKSA SAAT BARU BANGET
LAHIR!!!)
 Bernafas atau tidak?
 Bagaimana tonus otot?
 Kalo jawaban iya, maka masuk ke perawatan rutin
 Kalo jawaban tidak, maka masuk ke resusitasi neonates kalo bagus
lagi baru msuk ke perawatan rutin
o Perawatan rutin meliputi
1. Cegah hilangnya panas
2. Pemotongan dan perawatan tali pusat
3. IMD (Inisiasi menyusui dini)
4. Injeksi vitamin K
5. Pencegahan infeksi mata
6. Beri Imunisasi HB
7. Rawat gabung
o Resusitasi (HAIKR)
1. Hangatkan
2. Atur posisi
3. Isal lender jika perlu
4. Keringkan dan stimulasi taktil
5. Reposisi
2. Penilaian Bayi Baru lahir
Kalau bayi bernafas spontan = Beri oksigen (Karena sianosis) atau pemasangan
Kalo nafas yg ga bagus/HR ga bagus = Lakukan VTP, koreksi VTP, kompresi dada dan
beri adrenalin
Perawatan bayi baru lahir itu 6 jam pertama:
 Fase pertama pada 30 detik = menilai tonus dan nafas. Kalo bagus masuk
perawatan rutin. kalo salah satunya ga bagus masuk ke rseusitasi
o Kalo bayinya bagus, pastikan jalan nafas bayi bebas lendir  lakukan
pengeringan  kontak kulit-kulit sambal jaga suhu sambil cek tonus
dan nafas
o Kalo bayinya ga bgs, bantu resusitasi langkah awal
 Fase kedua 30 detik- 90 menit = bayi sehat melakukan IMD dan menjaga suhu
bayi tetap hangat (atur suhu ruangan, pastikan jendela, pintu tertutup agar tidak
ada kehilangan panas tubuh, Membersihkan dan mnegringkan cairan dan sisakan
fernixnya tetap ada di kulit krn berfungsi sebagai penghambat hilangnya panas).
Lakukan timbangan dan jangan mandikan bayi sbelum usia 6 jam.
o Pada saat pemotongan tali pusar anjuran kemenkes adalah menunggu 2
menit maksimal. Penundaan pemotongan tali pusar berfungsi untuk extend
nutrisi dan meningkatkan kadar HB pada bayi. Setelah itu taruh bayi di
dada ibu. Tali pusar harus dirawat terbuka dan tidak usah diberi alcohol
kecuali ada indikasi.

IMD
 Dilakukan pada bayi stabil
 Tunggu 60 menit dan evaluasi setiap 15 menit
 Cara
o Jaga tangan bayi tetap basah dengan cairan ketuban dengan
tujuan karena bau tangan bayi sama dengan bau putting ibu
dan memudahkan bayi untuk menuju ke papilla mae
o Saat baru ditaruh di dada, anakn ya akan istirahat dulu baru
mulai merangkak untuk mencari putting
VIT K
Sesudah IMD, beri dosis vit K scr IM di sisi paha kiri anterolateral
Beri status kelamin dengan beri gelang
 perempuan = merah
 Laki = biru
 Ambigus genitalia = putih
ANTBIOTIK
Beri antibiotic salep mata dan ujungnya tidak boleh kena mata dari
arah medial sampe ke lateral dengan antibiotic oxytetracyclin
 Fase ketiga 90 menit – 6 jam = Periode pemantauan
o Tujuan : Menilai sedini mungkin kelainan pada bayi
o 1. Anamnesi
 Bayi lahir dr ibu usia berapa
 Kehamilan ke berapa
 Riwayat abortus?
 Cara lahirnya? Normal.spontan/pervaginam dengan alat/SC dan
alasan
 Apakah ibu terkena infeksi? Ex HIV, HB, TBC,
hypothyroid/hyperthyroid
 Cek warna ketuban
 Ngecek apakah bayi sudah kencing dan BAB belum?
 Pada bayi premature terdapat pemanjangan pemeriksaan ini
selama 2 kali 24 jam
 Pada bayi aterm biasanya hanya butuh waktu kurang dari 6
jam meriksan intak/tidaknya GI tract dan system berkemih
o 2. PF bayi (Postur, tonus, aktivitas)
 Postur normal fleksi semua ekstremitas
 Tonus dan aktivitas semua ekstremitas akan bergerak
 Warna kulit
 RR selama 1 menit krn nafas bayi ireguler
 HR dengan lakukan palpalsi di pangkal tali pusar atau di dada
 Liat Punggungnya juga
 Liat lubang anus dan genitalia
 Timbang bayi
 Antropometri
 Kemampuan menyusunya
 Melihat usia kehamilan dengan melihat HPHT atau kalau ragu
pake New Balard score yang mencakup Neuromuscular dan
maturitas fisik

 Melihat kesusaian usia kehamilan dengan antropometri  PAKE


KURVA LUBCHENKO
 SMK (Sesuai masa kehamilan) = Persentik 10-90
 KMK (Kecil masa kehamilan) = Persentil <10
o Bayi kecil, kulit tipis, mata blm terbuka
 BMK(Besar masa kehamilan) = persentil > 90
o BB besar
o 3. Beri vaksin HB
 IM di paha kanan anterolateral
 Bentuk uniject (1 vaksin, 1 wadah, 1 tusuk)
o 4. Pemantauan semua indikator 15 menit selama 60 menit
 Selama indikator di garis putih = baik
 Selama satu garis kuning = pemantauan lebih
 Selama satu garis merah = emergency

TAMBAHAN BLOK 2.3


ISAP LENDIR
 Intubasi harus dilakukan kurang dari 30 detik. Hal ini yang membuat regulasi suction
berawal dari intubasi trakea jadi suction selangnya diperbesar
EVALUASI
 Usaha napas = tidak bernafas  Ventilasi tekanan positif. Kalo VTP gagal, lakukan
intubasi  VTP lagi.
 Laju jantung
o Kalo HR <60, lakukan RJP dengan perbandingan 1:3 (1 pompa dan 3 kali
kompresi di sepertiga bawah sternum)
o Intubasi sulit, pake LMA (Laryngeal Mask airway)
Kalo gagal lagi pake adrenalin
 Tonus otot
Kalo bayi stabil, lakukan APGAR SCORE di lakukan menit pertama, lima dan sepuluh
Pada bayi yang sakit (ex tidak nangis), JANGAN LAKUKAN IMD karena risiko pada bayi
telungkup sebabkan Suddent Infant Death tapi masih dikasih Vit K. IMD pada bayi askit
sebabkan henti nafas.

KLASIFIKASI BERAT BADAN


◦ Extremely low birthweight : < 1000 g
◦ Very low birthweight : < 1500 g
◦ Low birth weight : < 2500 g
◦ Normal birthweight : 2500 g – 4000 g
◦ High birthweight : > 4000 g
KLASIFIKASI USIA KEHAMILAN

◦ Definitions
◦ Preterm : < 37 weeks
◦ Term : 37 – 41 weeks
◦ Post-term : > = 42 weeks
◦ Postnatal gestational age assessment:
◦ Dubowitz score
◦ Ballard score
◦ New Ballard score