You are on page 1of 3

LAPORAN AKHIR

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
1. Terdapat 40 titik sumber mata air dengan manfaat dan kondisi masing-masing
(lebih rinci dapat dilihat pada tabel) di 7 Kecamatan Kabupaten Blitar bagian
selatan, yaitu:
 Kecamatan Bakung terdapat 5 titik mata air, yaitu mata air Satir, mata air
Umbul, mata air Seri, mata air Taman (baru), dan mata air Juruk.
 Kecamatan Wonotirto terdapat 6 titik mata air, yaitu mata air Kedung Dele,
mata air Belik Pulerejo (baru), mata air sumber ngembul, mata air Belik
Jeding, mata air Dayangan, dan mata air Embul Simo.
 Kecamatan Panggungrejo terdapat 6 titik mata air, yaitu mata air Umbul
Mawar, mata air Umbul Baros, mata air Loksongo, mata air Sumber
Kucur/Air Terjun Bidadari, mata air Belik Kembar, mata air Belik
Kembang.
 Kecamatan Wates terdapat 9 titik mata air, yaitu mata air Sumber Kucur,
mata air Belik Gamping, mata air Belik Saman, mata air Sumber Embul,
mata air Belik Dawung, mata air Sumber Jambe, mata air Sumber Agung
Mojorejo, mata air Sumber Kembar Banyu Urip 1, dan mata air Sumber
Kembar Banyu Urip 2.
 Kecamatan Binangun terdapat 7 titik mata air, yaitu mata air Sumber
Dawe, mata air Kanoman, mata air Sumber Sewu Suko, mata air Sumber
Danyang (baru), mata air Sumber Kiron, mata air Umbul Songo, dan mata
air Sumber Besole.
 Kecamatan Sutojayan terdapat 2 titik mata air, yaitu mata air Sumberan,
dan mata air Sumber Jontani.
 Kecamatan Kademangan terdapat 5 titik mata air, yaitu mata air Jambar
Melati, mata air Sumber Waru, mata air Kali Tengah, mata air Sumber
Umbul, dan mata air Belik Gajah.
2. Mengacu pada peraturan KepMenKes No. 907/MENKES/SK/VII/2002, secara
keseluruhan sumber mata air yang telah disebutkan diatas memenuhi syarat-
syarat baku mutu air bersih dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,

Kajian Pelestarian Dan Pengelolaan Sumber Mata Air


Di Kabupaten Blitar VI-1
LAPORAN AKHIR

tetapi untuk parameter kekeruhannya semua mata air nilainya masih diatas
standard yang ada, sedangkan untuk sumber mata air Kedung Dele di
Kecamatan Wonotirto pH air terlalu rendah.

6.2 Saran dan Rekomendasi


1. Perlu adanya kesadaran masyarakat dan instansi terkait untuk ikut serta
dalam menjaga kelestarian sumber mata air
2. Perlu adanya kajian yang lebih mendalam mengenai potensi mata air yang
lain.
3. Untuk mata air yang belum ada perlindungan pada Zona I berupa
perawatan bangunan mata air maupun broncaptering. Sedangkan pada
Zona II dan Zona III dapat diterapkan konservasi tanah berupa konservasi
vegetatif dan mekanis sesuai dengan kondisi guna lahan eksisting.
Penerapan perlindungan tiap zona tersebut juga diikuti dengan
penerapan peraturan aktivitas tiap zona. Agar kualitas mata air dapat
dipertahankan dan dijaga sehingga sumber air tersebut tetap berfungsi
sesuai peruntukkannya.
4. Untuk sumber air yang masuk dalam matrik skala prioritas
pengembangan bisa dilanjutkan dengan kajian tertentu guna
pemanfaatan, pelestarian, maupun perlindungannya.

Kajian Pelestarian Dan Pengelolaan Sumber Mata Air


Di Kabupaten Blitar VI-2
LAPORAN AKHIR

Contents
6.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 1
6.2 Saran dan Rekomendasi ...................................................................................... 2

Kajian Pelestarian Dan Pengelolaan Sumber Mata Air


Di Kabupaten Blitar VI-3