You are on page 1of 4

TRIAGE IGD

A. PENDAHULUAN

Triase berasal dari bahasa prancis trier bahasa inggris triage danditurunkan
dalam bahasa Indonesia triase yang berarti sortir. Triage adalah proses khusus memilah
pasien berdasar beratnya cedera atau penyakit untuk menentukan jenis perawatan gawat
darurat. Traige digunakan untuk menggambarkan suatu konsep pengkajian yang cepat
dan berfokus, dalam triage, perawat dan dokter mempunyai batasan waktu (respon time)
untuk mengkaji keadaan dan memberikan intervensi secepatnya yaitu ≤ 10 menit.
(Pusponegoro, 2010). Sistem ini di kembangkan di medan pertempuran dan di gunakan
bila terjadi bencana. Di medan pertempuran, triage digunakan untuk menentukan
prioritas penangan pada perang dunia I. klasifikasi ini digunakan oleh militer perang,
untuk mengindentifikasi dan melakukan penanganan pada tentara korban perang yang
mengalami luka ringan dengan tujuan setelah dilakukan tindakan penganganan dapat
kembali ke medan perang.

B. TUJUAN
1. Menginisiasi atau melakukan intervensi yang cepat dan tepat kepada pasien
2. Menetapkan area yang paling tepat untuk dapat melaksanakan pengobatan lanjutan
3. Memfasilitasi alur pasien melalui unit gawat darurat dalam proses
menanggulangan/pengobatan gawat darurat

C. METHODE/PROSEDUR
Cara membaca EKGUntuk dapat membaca hasil EKG maka perlu pengetahuan
mengenai gelombang pada EKG. Gelombang pada EKG terdiri dari:
1. Gelombang PKarakteristik gelombang P yang normal yaitu :a.

Lebar kurang dari 0,12 detik b.

Tinggi kurang dari 0,3 milivoltc.

Selalu positif di lead IId.


Selalu negative di lead AVR

B.

Gelombang QRS Gelombang QRS merupakangambaran proses depolarisasiventrikel


(waktuyang dibutuhkan impuls untuk menuju serat Purkinjemelewatibundlebranches).
Gelombang Q akan tampak ketika defleksi negatif pertama terjadi dikompleksQRS.
Gelombang R akan tampak ketika defleksi positif pertama.Gelombang Sakan tampak ketika
defleksi negatif kedua ataudefleksi negatif pertama setelahgelombang R.Karakteristik
gelombang QRS normal yaitu:a.

Lebar 0,06-0,12 detik b.

Tinggi tergantung leadc.Gelombang QGelombang Q adalah defleksinegativepertama pada


gelombang QRS.

C.

Gelombang Q yang normal yaitu:a.

Lebar kurang dari 0,04 detik b.

Tinggi/dalamnya kurang dari 1/3 tinggi R d.Gelombang R Gelombang Radalahdefleksi


positif pertama pada gelombang QRS.

D.

Gelombang R umumnya positif dilead I, II, V5 dan V6. Di lead AVR, V1dan V2 biasanya
hanya kecil atau tidak ada sama sekali.

E.
Geombang SMerupakan gelombang defleksi negative (ke bawah) setelah gelombang Ratau
gelmbang Q . secara normal , gelombang S berangsur-angsurmenghilang pada sedapan V1-
V6. Gelombang ini sering terlihat lebih dalamdi sadapan V1 dan Avr,normal .

F.

Gelombang TGelombang T merupakan gelombang hasil repolarisasi dikedua


ventrikel. Normalnya, Positif (keatas) dan interved (terbaik) di Avr. Gelombang T
yangruncing di semua sdapan dapat membantu menegakkan adnyahiperkalemia,sedangkan
gelombang T yang tinggi pada beberapa sadarantertentu dapat menunjukan adanya hiperakut
T yang merupakan tanda awalsebelum infark miokard terjadi

G.

Gelombang UGelombang U merupakan gelombang yang muncul setelah gelomang T


dansebelum gelombang P berikutnya. Umumnya merupakan suatu kelainanhipokalemia .

H.

Interval PR

IntervalPR adalahgaris horizontal yang diukur dari awal gelombang Phingga awal kompleks
QRS . Interval ini menggambarkan waktu yangdiperlukan dari permulaan depolarisasi atrium
sampai awal depolarisasiventrikel atau waktu yang diperlukan impuls listrik dari nodus SA
menujuserabut purkinje dan normalnya 0,12-0,20 detik .

D. REFLEKSI
1. Pasien yang mengelami kecelakan dengan kondisi terdapat fraktur dengan luka
terbuka, termasuk triage mana ?
2. Jika terdapat pasien dengan pendarahan yang hebat dan pasien yang mengalami
keasadaran GCS rendah, kondisi yang man yang di tangani terlebih dahulu ?

E. KESIMPULAN SARAN

Kesimpulan: Sistem triage ini digunakan untuk menentukan prioritas


penanganan kegawat daruratan. Sehingga perawat benar-benar memberikan pertolongan
pada pasien yang sangat membutuhkan, dimana keadaan pasien sangat mengancam
nyawanya, namun dengan penanganan secara cepat dan tepat, dapat menyelamatkan
hidup pasien tersebut. Tidak membuang wakunya untuk pasien yang memang tidak bisa
diselamatkan lagi, dan mengabaikan pasien yang membutuhkan

Saran: Memberian pertolongan dalam keadaan darurat harus dilakukan secara


cepat dan tepat berdasarkan penggolongan masing-masing cedera yang dialami.
Sehingga dapat meminimalisir untuk terjadinya suatu keadaan yang mengancam jiwa dan
keadaan yang dapat menyebabkan kematian.

F. DAFTAR PUSTAKA

Pusponegoro, D Aryono. 2010. Buku Panduan Basic Trauma and Cardiac Life Support.

Jakarta : Diklat Ambulance AGD 118.

Wijaya, S. 2010. Konsep Keperawatan Gawat Darurat. Denpasa: PSIK Fakultas

Kedokteran Universitas Udayana, r.

Rowles C.J and Moss,R. 2007. Nursing manajemen :Staff nurse job satisfaction and

managenent style. Philadelpia: WB Saunder Company.