Tebu merupakan tumbuhan monokotil dari famili rumput-rumputan (Gramineae), Batang tanaman tebu memiliki memiliki anakan

tunas dari pangkal batang yang membentuk rumpun. Tanaman ini memerlukan waktu musim tanam sepanjang 11- 12 bulan. Tanaman ini berasal dari daerah tropis basah sebagai tanaman liar. Tabel 2 Klasifikasi Tanaman Tebu Divisio Subdivisio Kelas Ordo Familia Genus Spesies Daun Tanaman tebu yang matang memiliki total rata-rata atas permukaan daun sekitar 0,5 persegi, tergantung pada keragaman dan kondisi pertumbuhan Sebuah penampang daun menunjukkan tiga jaringan utama: 1) Kulit, 2) mesofil, dan 3) Vena Gambar 2 Daun tebu
• • • • •

Spermatophyta Angiospermae Monocotyledoneae Graminalis Gramineae Saccharum Saccharum officinarum

Pisau bersama adalah tempat di mana dua daerah berbentuk baji yang disebut “dewlaps” Selubung daun mirip dengan struktur dan fungsi daun pisau. The ligule adalah tambahan membran bagian dalam selubung yang memisahkan selubung dari daun pisau. Auricles adalah pelengkap berbentuk telinga yang terletak di bagian atas selubung margin. Daun pubertas adalah meliputi berbagai bagian daun dengan rambut pendek.

Sistem Akar Fungsi sistem akar adalah: - memberikan asupan air dan nutrisi dari tanah - untuk jangkar tanaman. Dua jenis akar akan berkembang dari benih. Himpunan akar, yang timbul dari akar band, yang tipis dan sangat bercabang; tunas akar, yang berasal dari band-band akar lebih rendah dari tunas, tebal, berdaging dan kurang bercabang. Varietas unggul memegang peranan penting dalam peningkatan produktivitas dan efisiensi industri gula. Untuk mengantisipasi beragamnya lingkungan tumbuh pertanaman tebu dan pengelolaannya, telah dilepas dan ditawarkan beberapa varietas yang bersifat unggul di spesifik lokasi. Pada Tabel 5 disajikan beberapa varietas yang cukup menonjol untuk giling awal, tengah, dan akhir. Sementara itu untuk meng-antisipasi kerugian akibat penyakit luka api yang telah menyebar hampir di seluruh Indonesia, telah dilakukan upaya perakitan varietas tahan ter-hadap luka api. Paling tidak ada tujuh varietas yang telah terseleksi tahan terhadap penyakit luka api yaitu PS 79-82, PS 81-283, PS 81-2099, PS 82-13, PS 82-1094, PS 824055, dan PS 85-22252.

Rendemen Tebu
Rendemen tebu adalah kadar kandungan gula didalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen. Bila

S. yaitu curah hujan kurang dari 2000 mm per tahun.rendemen sementara. Rendemen Sementara Perhitungan ini dilaksanakan untuk menentukan bagi hasil gula. .artinya ialah bahwa dari 100 kg tebu yang digilingkan di Pabrik Gula akan diperoleh gula sebanyak 10 kg. Rendemen Contoh Rendemen ini merupakan contah yang dipakai untuk mengetahui apakah suatu kebun tebu sudah mencapai masak optimal atau belum. B. PEMBUKAAN KEBUN Sebaiknya pembukaan dan penanaman dimulai dari petak yang paling jauh dari jalan utama atau lori pabrik . Bisakah masa keemasan ini terulang kembali? Untuk itu PT.Z. Rendemen Efektif Rendemen efektif disebut juga rendemen nyata atau rendemen terkoreksi. dll.S. 8.maka jumlah periode giling adalah 170/15 = 12 periode.4. 3.JENIS TEBU Jenis tebu yang sering ditanam POY 3016.Perhitungan rendemen efektif ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 15 hari atau disebut 1 periode giling sehingga apabila pabrik gula mempunyai hari giling 170 hari. 38. 62.S. Usaha pemerintah sangatlah wajar dan tidak berlebihan mengingat dulu Indonesia pernah mengalami masa kejayaan sebagai pengekspor gula sebelum perang. 1. Rendemen efektif adalah rendemen hasil perhitungan setelah tebu digiling habis dalam jangka waktu tertentu. Ada 3 macam rendemen. 41. B. 132.S. P. P. kualitas dan kelestarian (aspek K-3).Hal ini untuk memenuhi ketentuan yang menginstruksikan agar penentuan bagi hasil gula dilakukan secepatnya setelah tebu petani digiling sehingga petani tidak menunggu terlalu lama sampai selesai giling namun diberitahu lewat perhitungan rendemen sementara.yaitu: rendemen contoh. pH diatas 6.Z. Rumus : Rendemen Sementara = Faktor Rendemen x Nilai Nira. JENIS . Ketinggian kurang dari 500 m dpl. dan rendemen efektif. SYARAT TUMBUH Tanah yang cocok adalah bersifat kering-kering basah. P. P. Cara mendapatkan rendemen sementara ini adalah dengan mengambil nira perahan pertama tebu yang digiling untuk dianalisis di laboratorium untuk mengetahui berapa besar rendemen sementara tersebut. Rumus : Nilai nira x Faktor rendemen = Rendemen 2. 30. BUDIDAYA TEBU PENDAHULUAN Saat ini pemerintah sedang menggalakkan penanaman tebu untuk mengatasi rendahnya produksi gula di Indonesia. 36.namun sifatnya masih sementara.Hal ini berarti terdapat 12 kali rendemen nyata/efektif yang bisa diperhitungkan dan diberitahukan kepada petani tebu.dikatakan rendemen tebu 10 %. Natural Nusantara berusaha ikut serta mengembalikan masa kejayaan melalui peningkatan produksi tebu baik secara kuantitas. Tanah tidak terlalu masam. P. Dengan kata lain rendemen contah adalah untuk mengetahui gambaran suatu kebun tebu berapa tingkat rendemen yang sudah ada sehingga dapat diketahui kapan kapan saat tebang yang tepat dan kapan tanaman tebu mencapai tingkat rendemen yang memadai.S.

Sulaman ke .Sebelum tanam.Ukuran got standar . Waktu yang tepat pada bulan Mei.1. 3. Jalan kontrol dibuat sepanjang got mujur dengan lebar + 1 m. Pada juring nomor 28.000 per ha.2 dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar + 20 cm. dalam 60 cm.Bibit stek harus ditanam berhimpitan agar mendapatkan jumlah anakan semaksimal mungkin. juringan harus diari untuk membasahi kasuran. Penyulaman ekstra bila perlu. Bibit dari rayungan bermata dua atau pembibitan. Ukuran standar juringan adalah lebar 50 cm dan dalam 30 cm untuk tanah basah. sehingga tidak dikuatirkan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau + 2 bulan.5 bulan 5.4 helai. yaitu berdaun 3 . > Pembumbunan ke-3 atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan. Bibit dimasukkan ke dalam bekas garisan dengan mata bibit menghadap ke samping. dikerjakan pada umur 3 minggu dan berdaun 3 . PERSIAPAN TANAM . Bibit stek + 70. > Pembumbunan ke .Lakukan seleksi bibit di luar kebun . Sebaiknya. guludan diratakan untuk jalan kontrol (jalan tikus) TURUN TANAH/KEBRUK Yaitu mengembalikan tanah stek kedua ke dalam juringan untuk membuat kasuran/bantalan/dasar tanah. jika bermata (tunas) satu: batang bibit terpendam dan tunasnya menghadap ke samping dan sedikit miring. Apabila got diperdalam lagi setelah tanam.2 atau rabuk ke-2 yaitu umur 1. + 45 derajat. Bibit Bagal/debbeltop/generasi Tanah kasuran harus diratakan dahulu. Selanjutnya bibit ditimbun dengan tanah.Sebelum ditanam. got mujur . kemudian tanah digaris dengan alat yang runcing dengan kedalaman + 5-10 cm. yaitu stek pertama dan stek kedua serta rapi.20 cm. Setiap 5 bak dibuat jalan kontrol sepanjang got malang dengan lebar + 80 cm. Got malang/palang lebar 50 cm. . Tebalnya tergantung keadaan. membalik guludan dan menghancurkan tanah (jugar) lalu tambahkan tanah ke tanaman sehingga tertimbun tanah. bila tanahnya masih basah + 10 cm. Bibit Rayungan (bibit yang telah tumbuh di kebun bibit). dikerjakan 5 .got malang mencapai kedalaman 60 cm dan tanah galian got sudah diratakan. WAKTU TANAM Berkaitan dengan masaknya tebu dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling di pabrik gula. semua got harus diperdalam . Got keliling/mujur lebar 60 cm. bersama sama dengan pemberian air ke . Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur + 1 bulan 4. PENYULAMAN 1. . Penyulaman ke-2 harus selesai sebelum pembubunan. PENYIRAMAN Penyiraman tidak boleh berlebihan supaya tidak merusak struktur tanah. harus segera dilakukan penyiraman. Setelah satu hari tidak ada hujan. yaitu sebelum bumbun ke -2 PEMBUMBUNAN TANAH > Pembumbunan ke-1 dilakukan pada umur 3-4 minggu. Pembuatan juringan harus dilakukan dua kali. dalam 70 cm. 2. Jika bibit rayungan bermata dua. bibit bagal (stek) dan rayungan ditanam secara terpisah di dalam petak-petak tersendiri supaya pertumbuhan tanaman merata. sehingga kasuran hancur dan halus. batang bibit terpendam dan tunas menghadap ke samping dengan kedalaman + 1 cm. Sulam sisipan.7 hari setelah tanam. Juringan/cemplongan (lubang tanam) baru dapat dibuat setelah got . maka tanah buangannya diletakkan di sebelah kanan got supaya masih ada jalan mengontrol tanaman. Juni dan Juli. 2. permukaan potongan direndam dahulu dengan POC NASA dosis 2 tutup + Natural GLIO dosis 5 gr per 10 liter air. Buangan tanah got diletakkan di sebelah kiri got. 3. yaitu untuk tanaman rayungan bermata satu.4 helai. di musim kemarau terik tebal + 15 . 25 cm untuk tanah kering. Pembumbunan dilakukan dengan cara membersihkan rumput-rumputan. CARA TANAM 1.

ruas-ruas bengkok dan sedikit gepeng serta terjadi pembusukan dari daun ke batang. PEMUPUKAN 1. 5. Penyakit Blendok Disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas albilincans Mula-mula muncul pada umur 1.5 . Penyakit Dongkelan Penyebab jamur Marasnius sacchari. terdapat warna merah yang bercampur dengan warna hitam dan menyebarkan bau seperti nanas. Gejala. Daun-daun klorotis akan mengering. Kendalikan dengan musuh alami Tricogramma sp dan lalat Jatiroto. Tandanya daun klorosis.2 botol/1000 m² dengan cara : Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Saat umur 25 hari setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0.2 bulan setelah tanam. KLENTEK Yaitu melepaskan daun kering. yang terdiri dari satu deretan tanaman. yaitu sebelum gulud akhir. Pengendalian dengan cara penjemuran dan pengeringan tanah.6 tutup dicampur HORMONIK 1 . Hama Tikus Kendalikan dengan gropyokan.10 meter juringan.5-1 kw/ha. Hama Penggerek Pucuk dan batang Biasanya menyerang mulai umur 3 . baik silang dua maupun silang empat. pelepah daun tidak sempurna dan pertumbuhan terhambat. pengembusan tepung kapur tembaga ( 1 : 4 :5) 4. Rendam bibit dengan air panas dan POC NASA selama 50 menit kemudian dijemur sinar matahari. . Pemupukan ditaburkan di sebelah kiri rumpun tebu. TEBU ROBOH Batang tebu yang roboh atau miring perlu diikat. musuh alami yaitu : ular. Ros . biasanya pada pucuk daun dan umumnya daun-daun akan melipat sepanjang garis-garis tadi. Jika daun terserang hebat. Sebelum tanam diberi TSP 1 kuintal/ha 2. Penyakit Nanas Disebabkan jamur Ceratocytis paradoxa. Penyemprotan dengan 2 sendok makan Natural GLIO + 2 sendok makan gula pasir dalam tangki semprot 14 atau 17 liter pada daun-daun muda setiap minggu. harus dilakukan 3 kali. anjing atau burung hantu 3.5 bulan setelah tanam berikan pupuk ZA sebanyak 0. Umur 1. yang bias mempengaruhi berat dan rendemen tebu.5 bulan. 6. sebarkan Natural GLIO sejak awal. Pada tapak (potongan) pangkas. semprot POC NASA dosis 4 . semprot PESTONA / Natural BVR 2.2 tutup per-tangki pada umur 1 dan 3 bulan HAMA DAN PENYAKIT 1. 3.1 kw/ha dan KCl sebanyak 1-2 kw/ha. GARPU MUKA GULUD Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got. umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang. seluruh daun bergaris-garis hijau dan putih. Pemupukan ditaburkan di samping kanan rumpun tebu 4. harus dijaga. Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 . Penyakit Fusarium Pokkahbung Penyebab jamur Gibbrella moniliformis. Untuk mendapatkan rendemen dan produksi tebu tinggi. daun mengering dari luar ke dalam. 5. Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas juringan dosis ± 1 . Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram juringan. tanaman tua sakit tiba-tiba. Biasanya dikerjakan pada bulan Oktober/November ketika tebu mengalami kekeringan. Menyerang bibit yang telah dipotong.sedalam 70 cm dan got malang 60 cm. disatukan dengan rumpun .ros tebu. sehingga air dapat mengalir. Bibit tebu direndam dengan POC NASA dan Natural GLIO.5 . sehingga berbentuk menyilang.rumpun dari deretan tanaman di sisinya.

2 dan 3 bulan dengan dosis seperti di atas. bibit dimasukkan ke dalamnya dengan mata menghadap ke samping lalu bibit ditimbun dengan tanah.Yaitu menumbuhkan kembali bekas tebu yang telah ditebang. TEBU KEPRASAN . Lima hari atau seminggu setelah dikepras. 2. Penyiraman ini tidak boleh terlambat tetapi juga tidak boleh terlalu banyak. Untuk bibit rayungan bermata satu.Gunakan Natural GLIO sejak awal sebelum tanam untuk melokalisir serangan. sedangkan untuk rayungan bermata dua bibit dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kedalaman 1 cm. sebaiknya tanah yang terlalu kering di airi dulu. Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %. Usahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu sekitar bulan Agustus atau tergantung jenis tebu. keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam. Pada cara pertama bibit diletakkan sepanjang aluran. Pemeliharaan. kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang. 1) Bibit stek (potongan tebu) ditanam berimpitan secara memanjang agar jumlah anakan yang dihasilkan banyak.rumput.Lakukan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK pada umur 1.3 Singkat Penanaman. Kepras petak . . Terdapat dua cara bertanam tebu yaitu dalam aluran dan pada lubang tanam.Iklim .Pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanam tebu pertama. Sebelum mengepras .petak tebu secara berurutan. Gambar 4 Proses penanaman tebu b) Cara Penanaman Sebelum tanam. 2. tanaman diairi dan dilakukan penggarapan (jugaran) sebagai bumbun ke-1 dan pembersihan rumput . Tebu yang sudah mencapai umur masak. sedang yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 %.1 Singkat Penanaman Tanaman Tebu a) Penentuan Pola Tanam Umumnya tebu ditanam pada pola monokultur pada bulan Juni-Agustus (di tanah berpengairan) atau pada akhir musim hujan (di tanah tegalan/sawah tadah hujan). Fase Pertumbuhan Tanaman Tebu. ditutup tanah setebal 2-3 cm dan disiram. Satu hari setelah tanam lakukan penyiraman jika tidak turun hujan.3. 2) Untuk bibit bagal/generasi.000 bibit. Cara kedua bibit diletakan melintang sepanjang solokan penanaman dengan jarak 30-40 cm. Dibutuhkan 70. . baik bekas tebu giling atau tebu bibitan (KBD).000 bibit stek/ha.Kebun yang akan dikepras harus dibersihkan dari kotoran bekas tebangan yang lalu. bibit dipendam dan tunasnya dihadapkan ke samping dengan kemiringan 45 derajat. Setelah dikepras siramkan SUPER NASA (dosis sama seperti di atas). tanah disiram agar bibit bisa melekat ke tanah. Pada kedua cara di atas bibit tebu diletakkan dengan cara direbahkan. c)SYARAT PERTUMBUHAN . Cara ini banyak dilakukan dikebun Reynoso. Bibit yang diperlukan dalam 1 ha adalah 20. tanah digaris dengan kedalaman 5-10 cm. RENDEMEN TEBU Proses kemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas yang tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang yang bersangkutan.

Setiap stek terdiri atas 2-3 mata tunas. tanaman dipotong. Terdapat dua jenis cara mempersiapkan lahan perkebunan tebu yaitu cara reynoso dan bajak.1. Batang tanaman tebu dipangkas 1 bulan sebelum bibit rayungan dipakai.Media Tanam 1) Tanah yang terbaik adalah tanah subur dan cukup air tetapi tidak tergenang 2) Jika ditanam di tanah sawah dengan irigasi pengairan mudah di atur tetapi jika ditanam di ladang/tanah kering yang tadah hujan penanaman harus dilakukan di musim hujan. Untuk mendapatkan bibit. Biaya bibit lebih murah karena tidak memerlukan pembibitan. 3. Jumlah mata (bakal tunas baru) yang diambil 2-3 sepanjang 20 cm. d) Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan tebu adalah 5-500 m dpl. Penggunaan bibit pucuk hanya dapat dilakukan jika kebun telah berporduksi. 1 hektar tanaman kebun bibit rayungan dapat menghasilkan bibit untuk 10 hektar areal tebu. Kelemahan bibit rayungan adalah tunas sering rusak pada waktu pengangkutan dan tidak dapat disimpan lama seperti halnya bibit bagal. Pada cara ini tanah tidak seluruhnya diolah. bibit mudah diangkut karena tidak mudah rusak.1) Hujan yang merata diperlukan setelah tanaman berumur 8 bulan dan kebutuhan ini berkurang sampai menjelang panen. 2) Tanaman tumbuh baik pada daerah beriklim panas dan lembab. Bibit batang muda Dikenal pula dengan nama bibit mentah / bibit krecekan. Kelembaban yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini > 70% 3) Suhu udara berkisar antara 28-34 derajat C. Persiapan Disebut juga dengan cara Cemplongan dan dilakukan di tanah sawah. 1 hektar tanaman kebun bibit bagal dapat menghasilkan bibit untuk keperluan 10 hektar. yang digali hanya lubang tanamnya . daun pembungkus batang tidak dibuang. Bibit rayungan (1 atau 2 tunas) Bibit diambil dari tanaman tebu khusus untuk pembibitan berupa stek yang tumbuh tunasnya tetapi akar belum keluar. Tanaman tebu dipupuk sebanyak 50 kg/ha Bibit ini memerlukan banyak air dan pertumbuhannya lebih cepat daripada bibit bagal. Seluruh batang tebu dapat diambil dan dijadikan 3 stek. Bibit ini dibuat dengan cara: 1. Bibit siwilan Bibit ini diambil dari tunas-tunas baru dari tanaman yang pucuknya sudah mati. Daun kering yang membungkus batang tidak dibuang agar melindungi mata tebu. Melepas daun-daun agar pertumbuhan mata tunas tidak terhambat 2.2. e) Pembibitan Bibit yang akan ditanam berupa: Bibit pucuk Bibit diambil dari bagian pucuk tebu yang akan digiling berumur 12 bulan. . Berasal dari tanaman berumur 5-7 bulan. 2. pertumbuhan bibit pucuk tidak memerlukan banyak air. Perawatan bibit siwilan sama dengan bibit rayungan.

Pemupukan Pemupukan dilakukan dua kali yaitu (1) saat tanam atau sampai 7 hari setelah tanam dengan dosis 7 gram urea.2. Perempalan pertama dilakukan pada saat 4 bulan setelah tanam dan yang kedua ketika tebu berumur 6-7 bulan. tanah guludan ini dipindahkan lagi ke tempat semula. Bibit rayungan sulaman disiapkan di dekat tanaman yang diragukan pertumbuhannya.5 bulan setelah tanam. Pembukaan Lahan a) Pada lahan sawah dibuat petakan berukuran 1.4. Tanah disiram lagi dan dipadatkan. Pemeliharaan Tanaman Tebu 3. Setelah itu tanaman disiram. Selanjutnya dibuat parit keliling yang berjarak 1. c) Sulaman untuk tanaman yang berasal dari bibit pucuk. Tanah galian ditumpuk di atas larikan diantara lubang tanam membentuk guludan. b) Sulaman untuk tanaman yang berasal dari bibit rayungan bermata dua dilakukan tiga minggu setelah tanam (tanaman berdaun 3-4 helai).2.2. Penyiangan Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan saat pembubunan tanah dan dilakukan beberapa kali tergantung dari pertumbuhan gulma. 8 gram TSP dan 35 gram KCl per tanaman (120 kg urea. Penjarangan dan Penyulaman a) Sulaman pertama untuk tanaman yang berasal dari bibit rayungan bermata satu dilakukan 5-7 hari setelah tanam. Tebal bumbunan tidak boleh lebih dari 5-8 cm secara merata.5. 2.2. Parit membujur. 3. 3. 160 kg TSP dan 300 kg KCl/ha). Pupuk diletakkan di lubang pupuk (dibuat dengan tugal) sejauh 7-10 cm dari bibit dan ditimbun tanah. Ruas bibit harus tertimbun tanah agar tidak cepat mengering.dan (2) pada 30 hari setelah pemupukan ke satu dengan 10 gram urea per tanaman atau 200 kg urea per hektar.1. Penyulaman pertama dilakukan pada minggu ke 3. 3.2. Adanya penyulaman ekstra menunjukkan cara penanaman yang kurang baik. Pembubunan Sebelum pembubunan tanah harus disirami sampai jenuh agar struktur tanah tidak rusak. Pemberantasan gulma dengan herbisida di kebun dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November dengan campuran 2-4 Kg Gesapas 80 dan 3-4 Kg Hedanol power.3 m dari tepi lahan. a) Pembumbunan pertama dilakukan pada waktu umur 3-4 minggu. tanah disirami dan bibit ditanam dan akhirnya ditimbun tanah. Bersamaan dengan pelepasan daun kering.2.000 m2. Sulaman diambil dari persediaan bibit dengan cara membongkar tanaman beserta akar dan tanah padat di sekitarnya. d) Penyulaman ekstra dilakukan jika perlu beberapa hari sebelum pembumbunan ke 6. e) Penyulaman bongkaran. melintang dibuat dengan lebar 50 cm dan dalam 50 cm. Kurangi daun-daun tanaman sulaman agar penguapan tidak terlalu banyak dan beri pupuk 100-200 Kg/ha. Bibit yang mati dicabut. Perempalan Daun-daun kering harus dilepaskan sehingga ruas-ruas tebu bersih dari daun tebu kering dan menghindari kebakaran. Tanaman sehat yang sudah besar dibongkar dengan hati-hati dan dipakai menyulan tanaman mati. Kedua penyulaman ini dilakukan dengan cara yang sama dengan point (b) di atas. Penyulaman kedua dilakukan 3-4 minggu setelah penyulaman pertama.2. lubang diisi tanah gembur kering yang diambil dari guludan. 3. b) Pembumbun ke dua dilakukan pada waktu umur 2 bulan. Hanya boleh dilakukan jika ada bencana alam atau serangan penyakit yang menyebabkan 50% tanaman mati.2.2. b) Lubang tanam dibuat berupa parit dengan kedalaman 35 cm dengan jarak antar lubang tanam (parit) sejauh 1 m. anakan tebu yang tidak tumbuh baik dibuang. Setelah tanam. Penyulaman kedua dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penyiraman ke dua yaitu 1.3.3. c) Pembumbuna ke tiga dilakukan pada waktu umur 3 bulan.2. Setelah .

Fase Perkecambahan Pada fase ini menunjukkan adanya pertumbuhan perkecambahan dari mata tunas tebu. b) Penyiraman lubang tanam ketika tebu masih muda. 1. akar. 1. . digunakan zat pengatur tumbuh seperti Cytozyme (1 liter/ha) yang diberikan dua kali pada 45 dan 75 hst. Pengairan dilakukan pada saat: a) Waktu tanam b) Tanaman berada pada fase pertumbuhan vegetatif c) Pematangan. Agar rendeman tebu tinggi. Fase Pertumbuhan Tanaman Tebu Pertumbuhan tanaman tebu terdiri dari 5 fase.3. Fase ini berlangsung pada 3 – 9 bulan. Fase Pertunasan Pada fase ini terjadi pertumbuhan anakan tunas dari batang tebu hingga membentuk rumpun tebu. c) Air siraman diambil dari saluran pengairan dan disiramkan ke tanaman. Proses yang paling dominan adalah proses pemanjangan batang. 2. Fase ini berjalan pada 0.2. 3. 1. d) Membendung got-got sehingga air mengalir ke lubang tanam. Fase ini dapat berlangsung pada umur 9 – 12 bulan. Waktu tanaman berumur 3 bulan. Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan dengan berbagai cara: a) Air dari bendungan dialirkan melalui saluran penanaman. dilakukan pengairan lagi melalui saluran-saluran kebun.pemupukan semua petak segera disiram supaya pupuk tidak keluar dari daerah perakaran tebu. Pemupukan dan penyiraman harus selesai dalam satu hari. pembentukan biomasa pada batang dan peningkatan fotosintesis. yaitu : 1. pemanjangan batang. Fase Kematian Pada fase ini tanaman tebu mulai mati setelah melalui kemasakan optimum hingga kembali menurun kadar gulanya. Pada tebu muda kadar sucrose (C12H22O11) pada pangkal batang di atas tanah lebih tinggi dibanding bagian lainnya.5 minggu. Proses kemasakan berjalan dari ruas bawah ke atas. Fase Pertumbuhan /Pemanjangan Batang Pada fase ini terjadi pengembangan tajuk daun. 1. Fase Kemasakan Pada fase ini berlangsung proses pengisian batang-batang tebu dengan gula (sukrosa) hasil proses fotosintesis tanaman. Pembentukan ruas tebu sekitar 3 – 4 ruas per bulan selama fase ini dan akan menurun dengan bertambahnya umur (tua). Fase ini berlangsung pada 5 minggu – 3 bulan.6.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful