You are on page 1of 7

1

LAPORAN PENELITIAN

Pengaruh Terapi Ekstrak Teripang Emas Dan Oksigen Hiperbarik


Terhadap Peningkatan Enzim Katalase Kelenjar Parotis
Pada Tikus Wistar Diabetes Mellitus Yang Diinduksi
Bakteri Porphyromonas gingivalis

( Therapeutic Influence of Stichopus hermanii Extract And Hyperbaric


Oxygen to Increased Catalase Enzyme of Parotid Gland Wistar Rats
Diabetes Mellitus That Induced Porphyromonas gingivalis )

Fathorrahman Soleh*, Yoifah Rizka**, Hansen Kurniawan**


* Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya
** Departemen Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya

ABSTRACT
Background: Diabetes mellitus (DM) and periodontitis may exacerbate each other due to the
increased concentration of glycated hemoglobin, infection, increased cytokine and insulin resistance.
DM with periodontitis had higher levels of polymorphonuclear (PMN) and reactive oxygen species
(ROS). Enzyme catalase is an antioxidant owned body which can suppress ROS. Therapy Stichopus
hermanii extract and hyperbaric oxygen (HBO) increasing the activity of the enzyme catalase as
antioxidant in the body. Objective: To determine the effect of Stichopus hermanii extract with
concentration 3% and HBO therapy pressure of 2.4 ATA towards the enzyme catalase parotid glands
in Wistar rats induced DM bacterium Porphyromonas gingivalis (Pg). Materials and Methods: The
study design was a factorial design. 20 male Wistar rats were divided into 5 groups. K0 (negative
control group), K1 (Streptozotocin (STZ) + Pg), K2 (STZ + Pg + therapy Stichopus hermanii), K3
(STZ + Pg + HBO), K4 (STZ + Pg + therapy Stichopus hermanii + HBO). After 53 days, all groups
were euthanasia and analyzed catalase enzymes. Results: Value of catalase enzyme activity K0
(0.0558 ± 0.0090) nmol/g, K2 (0.0703 ± 0.0066) nmol/g, K3 (0.0647 ± 0.0028) nmol/g. K4 (0.0733 ±
0.0055) nmol/g has the highest value of catalase enzyme activity and K1 (0.0535 ± 0.0192) nmol/g is
the lowest value of the catalase enzyme activity. Conclusion: Application of Stichopus hermanii extract
therapy with concentration 3% and HBO therapy a pressure of 2.4 ATA can improve catalase enzyme
of parotid gland that induced Streptozotocin and bacteria Porphyromonas gingivalis.

Keywords: Diabetes mellitus, Periodontitis, Catalase enzymes, extract of Stichopus hermanii,


Hyperbaric Oxygen.

ABSTRAK
Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) dan periodontitis dapat saling memperparah karena
peningkatan konsentrasi hemoglobin terglikosilasi, infeksi, peningkatan sitokin dan resistensi insulin.
DM dengan periodontitis memiliki kadar Polymorphonuclear (PMN) dan reactive oxygen species
(ROS) yang tinggi. Enzim katalase merupakan antioksidan alami yang dimiliki tubuh yang dapat
menekan ROS. Terapi ekstrak teripang emas dan hiperbarik oksigen (HBO) memiliki efek
meningkatkan aktivitas enzim katalase sebagai antioksidan di tubuh. Tujuan: Mengetahui pengaruh
ekstrak teripang emas konsentrasi 3% dan terapi HBO tekanan 2,4 ATA terhadap enzim katalase
kelenjar parotis pada tikus wistar DM yang diinduksi bakteri Porphyromonas gingivalis (P.g). Bahan
dan Metode: Rancangan penelitian adalah faktorial design. 20 tikus wistar jantan dibagi menjadi 5
kelompok. K0 (kelompok kontrol negatif), K1 (STZ + P.g), K2 (STZ + P.g + terapi teripang), K3
(STZ + P.g + HBO), K4 (STZ + P.g + terapi teripang + HBO). Setelah hari ke-53, semua kelompok
dikorbankan dan dianalisis enzim katalasenya. Hasil: Nilai aktivitas enzim katalase K0 (0,0558 ±
0,0090) nmol/g, K2 (0,0703 ± 0,0066) nmol/g, K3 (0,0647 ± 0,0028) nmol/g. K4 (0,0733 ± 0,0055)
nmol/g memiliki nilai aktivitas enzim katalase tertinggi dan K1 (0,0535 ± 0,0192) nmol/g merupakan
nilai aktivitas enzim katalase terendah. Kesimpulan: Pemberian terapi ekstrak teripang emas
konsentrasi 3% dan terapi HBO tekanan 2,4 ATA dapat meningkatkan enzim katalase kelenjar parotis
yang diinduksi Streptozotocin dan bakteri Porphyromonas gingivalis.
2

Kata kunci: Diabetes mellitus, periodontitis, Enzim katalase, Ekstrak teripang emas, Oksigen
Hiperbarik.

Correspondence: Yoifah Rizka Wedarti, Bagian Periodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Hang Tuah, Jl Arif Rahman Hakim 150, Surabaya, Indonesia. Ph 031-5945864, fax: 031-5912191, e-
mail address: yoi.riez@yahoo.co.id

PENDAHULUAN
Diabetes mellitus (DM) adalah menyebabkan peroksidasi lipid. ROS dapat
penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan menyebabkan kerusakan pada protein,
insulin yang bersifat absolut dan relatif membran lipid, serta kerusakan pada DNA.8
karena pengeluaran insulin yang rendah dari Tubuh memiliki salah satu sistem
pankreas atau kurangnya reaksi jaringan pertahanan berupa antioksidan yaitu sistem
perifer terhadap insulin.1 Menurut Riset hidroperoksidase yang berada didalam rongga
Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 mulut berupa hidroperoksidase saliva yang
menyatakan prevalensi DM di Indonesia disekresi oleh kelenjar saliva mayor, terutama
sebesar 6,9%.2 Periodontitis merupakan pada kelenjar parotis yang merupakan
komplikasi yang paling sering terjadi pada kelenjar saliva terbesar dan dapat mensekresi
penderita DM dengan tingkat prevalensi 75% saliva paling banyak.9 Hidroperoksidase
pada tahun 2008.3 Pada keadaan diabetes melindungi tubuh terhadap peroksida yang
mellitus, AGE berikatan dengan reseptor berbahaya.10 Enzim katalase merupakan
AGE kemudian menghasilkan ROS yang antioksidan yang termasuk dalam golongan
dapat memperparah periodontitis kronis enzim hidroperoksidase karena dapat
karena adanya peningkatan konsentrasi mengkatalisis substrat hidrogen peroksida
hemoglobin terglikosilasi.4 atau peroksida organik,11 dan berfungsi
Penyakit periodontal adalah salah sebagai katalisator dismutasi hidrogen
satu penyakit keradangan yang disebabkan peroksida menjadi air dan oksigen.12
oleh infeksi mikroba pada jaringan Hidrogen peroksida merupakan salah satu
pendukung gigi.5 Periodontitis dapat bentuk senyawa oksidan yang dihasilkan pada
memperparah DM karena infeksi yang berasal patogenesis periodontitis.13 ROS yang
dari mikroba tersebut menyebabkan melebihi jumlah antioksidan dapat
meningkatnya produksi sitokin serta dapat menyebabkan terjadinya peroksidasi lipid
meningkatkan resistensi insulin yang pada yang ada diseklilingnya. Peroksidasi lipid
akhirnya memperburuk kontrol glikemik pada merupakan proses oksidasi polyunsaturated
penderita DM yang juga menderita fatty acids (PUFA) pada membran sel yang
periodontitis.4 akan menghasilkan senyawa toksik.14
Porphyromonas gingivalis (P.g) Penanganan periodontitis umumnya
merupakan agen etiologi utama periodontitis diterapi dengan scaling dan root planing,
kronis.5 P.g mengeluarkan lipopolisakarida serta penggunaan obat antibiotik.15 Namun
(LPS) yang merupakan stimulan yang kuat terapi penggunaan antibiotik tersebut
untuk respon host. Stimulan tersebut memiliki beberapa kekurangan seperti
meningkatkan kadar Polymorphonuclear timbulnya alergi, toksisitas, dan resistensi
(PMN) dan reactive oxygen species (ROS) pada penggunaan jangka panjang.16 Untuk
yang berlebihan karena adanya proses mengendalikan kejadian resistensi bakteri
fagositosis melawan infeksi. Hal tersebut akibat pemakaian antibiotik maka
dapat memicu terjadinya destruksi jaringan dikembangkannya pemanfaatan bahan alami
pada gingiva, ligamen periodontal dan tulang yang berasal dari biota laut salah satunya
alveolar.6 adalah teripang emas.
Hidrogen peroksida (H2O2), Bahan bioaktif dalam teripang
hypochlorous acid (HOCl), dan singlet berfungsi sebagai antioksidan (mengurangi
oxygen yang merupakan ROS dapat kerusakan sel, mengurangi kerusakan jaringan
mengekstraksi elektron dan menyebabkan tubuh dan untuk menurunkan kadar ROS
oksidasi pada biomolekul yang vital pada yang berlebihan), antibakteri, antifungi,
fungsi sel dan jaringan.7 Target utama dari antinosiseptif (penahan sakit) dan
ROS adalah polyunsaturates fatty acids antiinflamasi (melawan radang dan
(PUFA) pada membran lipid yang mengurangi pembengkakan). Beberapa
3

komponen bioaktif tersebut seperti 20 tikus dibagi menjadi lima


mukopolisakarida, glukosamine, condroitin kelompok. K0 (kelompok kontrol negatif), K1
sulfate, flavonoid, steroid, kolagen, saponin, (induksi STZ + bakteri P.g), K2 (induksi STZ
Omega3 – DHA dan EPA.17,18 + bakteri P.g + terapi teripang), K3 (induksi
Terapi oksigen hiperbarik (OHB) STZ + bakteri P.g + OHB), dan K4 (induksi
telah banyak digunakan sebagai pengobatan STZ + bakteri P.g + terapi teripang + OHB).
pada berbagai penyakit terutama sebagai Dosis streptozotocin adalah 65
terapi adjuvant.19 Terapi OHB adalah mg/kg BB single dose. Setelah itu tikus diberi
pengobatan pada penderita dengan pemberian minum dekstrosa 10% ad libitum sepanjang
100% oksigen murni dengan cara menghirup malam pertama setelah induksi. Tikus
udara pada tekanan udara lebih dari 1 diinkubasi selama 7 hari dan dapat dinyatakan
Atmosfir Absolute (ATA) yang dimasukkan DM jika kadar glukosa darah lebih dari 220
dalam suatu ruang udara bertekanan tinggi mg/dL.22
(RUBT). Terapi OHB memberi efek Keadaan periodontitis didapat
bakterisida secara langsung pada dengan induksi P.g dengan nomor ATCC
mikroorganisme tertentu karena (American Type Culture Cell) 33277
meningkatnya generasi spesies oksigen sebanyak 0.2 ml dari 1 x 109 sel/ml bakteri
reaktif atau radikal bebas. Radikal bebas secara topikal disepanjang tepi gingival
mematikan berbagai mikroorganisme yang labial, buko palatal/lingual dari molar ke
kekurangan eter atau memiliki pertahanan molar rahang atas dan bawah serta di
antioksidan yang terbatas.20 permukaan anal tikus Wistar menggunakan
Terapi OHB mampu menghilangkan cotton bud karena tikus memiliki sifat
agen utama penyebab penyakit periodontal mengerat feses yang dihasilkan tikus tersebut.
yaitu bakteri gram negatif anaerob.21 Pada Frekuensi induksi P.g sebanyak 3 kali dalam
proses penyembuhan luka dan inflamasi, 4 hari. Setelah 3 minggu terhitung dari
terapi OHB terbukti berperan menurunkan pemberian pertama, hasil pemeriksaan
sitokin inflamasi IL-1β dan TNF-α reduksi Patologi Anatomi menunjukkan tanda-tanda
oedema, pembentukan VEGF, TGF-2β periodontitis.23,24
meningkatkan antioksidan superoksida Gel bubuk teripang emas konsentrasi
dismutase, menekan nikotinamida adenin 3% diberikan secara topikal yang dioleskan di
dinukleotida fosfat (NADPH) dan apoptosis.19 sepanjang tepi gingiva labial,
Penelitian ini dibuat untuk menguji bukopalatal/lingual dari molar ke molar
pengaruh terapi ekstrak teripang emas rahang atas dan bawah dengan menggunakan
konsentrasi 3% dan oksigen hiperbarik microbrush sebanyak 0.1 mg/hari selama 7
tekanan 2,4 ATA terhadap peningkatan enzim hari. Sedangkan terapi OHB adalah
katalase kelenjar parotis pada tikus wistar pemberian oksigen 100% 2.4 ATA 3 x 30
DM yang diinduksi bakteri P.g. Kondisi DM menit sehari dengan jeda 5 menit selama 7
diperoleh dengan induksi Streptozotocin hari.25
(STZ) yang merupakan antibiotik spektrum
luas yang dapat merusak sel-β pancreas dan HASIL
keadaan periodontitis diperoleh dengan Data yang diperoleh dari hasil
induksi bakteri P.g. penelitian ditabulasi dan dianalisis secara
deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh
BAHAN DAN METODE gambaran distribusi dan peringkasan data
Penelitian yang dilakukan merupakan guna memperjelas penyajian hasil. Kemudian
jenis penelitian true eksperimental dilanjutkan uji hipotesis menggunakan
laboratories dengan rancangan penelitian statistik analitik (taraf signifikansi 95%
secara faktorial design. Sampel yang (p<0,05)) dengan menggunakan program
digunakan adalah Ratus novergicus strain SPSS versi 20.
wistar dengan jenis kelamin jantan.
Tabel 1. Rata-rata dan simpangan baku aktivitas
Adapun parameter yang dilihat pada enzim katalase kelenjar parotis dengan satuan
penelitian ini adalah aktivitas enzim katalase nmol/g.
kelenjar parotis
4

Streptozotocin di intraseluler
Gambar 1. Rata-rata kadar aktivitas enzim katalase menghasilkan perubahan DNA sel β pancreas
kelenjar parotis masing-masing kelompok.
dan teralkilasi karena gugus nitrosurea dan
0.08
mengakibatkan kerusakan sel β pankreas.
0.06 Streptozotocin merupakan donor nitric oxide
(NO) yang mempunyai kontribusi terhadap
0.04 kerusakan sel tersebut melalui peningkatan
0.02 aktivitas guanilil siklase dan pembentukan
cyclic Guanosine Monophosphate (cGMP).
0 DariK0tabel K1
1 dan K2 K3 1, diketahui
gambar K4
STZ menghambat siklus Krebs dan
bahwa nilai kadar aktivitas enzim katalase
Rerata kadar aktivitas enzim katalase menurunkan konsumsi oksigen mitokondria.
tertinggi pada kelompok K4 (induksi STZ +
Produksi ATP mitokondria yang terbatas
bakteri P.g + terapi teripang + OHB). selanjutnya mengakibatkan pengurangan
Sedangkan nilai kadar aktivitas enzim secara drastis nukleotida sel β pankreas
katalase terendah pada kelompok K1 (induksi sehigga terjadi penurunan fungsi sel β
STZ + bakteri P.g). pankreas.26 Penurunan fungsi sel β pankreas
Uji normalitas yang digunakan menyebabkan penurunan aktivitas insulin dan
adalah uji Shapiro-Wilk dan didapatkan hasil terjadi kondisi hiperglikemia.27
signifikasi pada semua kelompok (p > 0,05). Setelah terjadi hiperglikemia, tikus
Uji Levene statistic menunjukkan diinduksi bakteri P.g. P.g menyebabkan
variabel memiliki varians yang homogen pelepasan sitokin proinflamsi (IL-1, IL-6,
p=0,238 (p0,05). TNF-α), MMPs dan PGE2, sehingga
Uji one way ANNOVA, diperoleh meningkatkan jumlah produksi PMN serta
nilai p=0,060 (p>0,05). mendorong kerusakan matriks ekstraseluler
Selanjutnya, untuk melihat pada gingiva yang akan menstimulasi resorbsi
perbedaan masing-masing kelompok tulang.28 Peningkatan PMN sekaligus terjadi
dilakukan pengujian LSD dengan siginifikansi peningkatan produksi ROS (Reactive Oxygen
p0,05. Species) dalam proses fagositosis melawan
infeksi.29,6 Antioksidan berperan penting
Tabel 2. Tabel hasil uji aktivitas enzim katalase
kelenjar parotis. dalam tubuh manusia karena dapat
menetralisasi radikal bebas dalam tubuh
Kelompok Rata- Kelompok Rata- Sig. dengan cara memberikan satu elektronnya
rata rata sehingga terbentuk molekul yang stabil dan
K0 0,0558 K1 0,0023 0,759 mengakhiri reaksi radikal bebas melalui
K2 0,0146 0,064
K3 0,0089 0,241
enzim yang bersifat antioksidan yaitu enzim
K1 0,0535 K4 0,0175 0,030* yang berfungsi dengan mengkatalis proses
K2 0,0169 0,035* oksidasi molekul yang dilakukan oleh
K3 0,0112 0,146 katalase.30 Enzim katalase merupakan
K2 0,0703 K4 0,0198 0,016* antioksidan yang termasuk dalam golongan
K3 0,0057 0,448
K3 0,0647 K4 0,0030 0,691 Kelompok Rata-rata ± Standar
K4 0,0086 0.255 deviasi
K0 0,0558 ± 0,0090
K1 0,0535 ± 0,0192
K2 0,0703 ± 0,0066
* P<0,05 (Ada perbedaan) K3 0,0647 ± 0,0028
K4 0,0733 ± 0,0055
Berdasarkan tabel 2 didapatkan
bahwa K0 dibandingkan K4 menunjukkan enzim hidroperoksidase,11 dan berfungsi
sebagai katalisator dismutase hidrogen
perbedaan bermakna karena p=0,030
peroksida menjadi air dan oksigen.12
(p<0,05). Selain itu, pada K1 yang
Hidrogen peroksida merupakan salah satu
dibandingkan dengan K2 dan K4 juga
bentuk senyawa oksidan yang dihasilkan pada
menunjukkan perbedaan yang bermakna
karena K2 p= 0,035 dan K4 p=0,016 patomekanisme periodontitis.13 Oleh karena
itu, periodontitis dapat memperparah DM
(p<0,05).
karena DM memiliki peningkatan akumulasi
PEMBAHASAN AGE dengan reseptor AGE (rAGE) sehingga
5

memperparah peningkatan ROS.31 Hal ini (STZ + P.g + teripang) dibandingkan dengan
terlihat pada hasil pengujian, yaitu tidak K1 (kontrol positif) (Gambar 1) dan terjadi
terdapat perubahan yang signifikan pada peningkatan yang bermakna pada pengujian
aktivitas enzim katalase pada tikus diabetes statistik K2 (STZ + P.g + teripang)
mellitus dengan periodontitis yang tampak dibandingkan dengan kelompok K1 (kontrol
pada K1 (kelompok kontrol positif) positif) (Tabel 5).
dibandingkan K0 (kelompok kontrol negatif) Selain dengan terapi teripang emas,
(Tabel 5). Hal tersebut disebabkan jumlah terapi adjuvan lain seperti terapi hiperbarik
antioksidan yang tetap sementara jumlah ROS oksigen yang berguna pada penyembuhan
meningkat. Jumlah ROS yang meningkat luka dan meningkatkan antioksidan.
disebabkan oleh resistensi insulin pada Penggunaan hiperbarik oksigen pada
penderita DM yang menghasilkan kelebihan prinsipnya adalah terapi yang menggunakan
ROS dan diperparah dengan jaringan oksigen murni dengan tekanan lebih dari 1
periodonsium yang terinfeksi sehingga tubuh atmosfer absolute (ATA).40 Sebagian besar
tidak dapat menetralisirnya.30,32 oksigen yang dibawa dalam darah terikat
Salah satu sumber antioksidan alami pada hemoglobin yang 97 % menjadi jenuh
adalah terapi teripang emas. Pemanfaatan pada tekanan standar. Namun sebagian
teripang pada prinsipnya adalah karena oksigen diangkut dalam plasma. Oksigen
teripang mempunyai kandungan protein yang yang diangkut dalam plasma meningkat pada
tinggi lebih dari 80% dan rendah lemak.33 kondisi hiperbarik dimana hal ini sesuai
Kandungan triterpen atau Golongan dengan hukum Henry. Jaringan saat istirahat
triterpenoid pada teripang emas merupakan membutuhkan 5-6 mL oksigen per dL darah,
senyawa yang larut dalam pelarut non polar dengan asumsi perfusi normal. Memberikan
seperti n-heksan. Triterpen glikosid memiliki oksigen 100% pada tekanan normobarik
peran yang kuat sebagai imunostimulator meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam
yaitu dengan menstimulasi aktivitas lisosom darah menjadi 1,5 mL / dL. Tekanan
makrofag40 sehingga meningkatkan kadar IL- maksimum untuk seseorang menghirup 100%
12 dan berperan dalam meningkatkan oksigen adalah 3 ATA. Pada tekanan 3 ATA,
proliferasi sel B dan sel T limpa yang oksigen yang terlarut adalah sekitar 6 mL /
diperlukan dalam pertahan melawan dL. Peningkatan oksigen dalam plasma
patogen.34 Selain itu kandungan omega 3 merupakan kunci efek teraupetik HBO pada
(EPA dan DHA) pada Stichopus hermanii jaringan meskipun perfusi darah kurang
dapat menurunkan kadar kolestrol karena baik.41,19 HBO dapat menghambat ROS
infeksi phorpyromonas gingivalis dan (reactive oxygen species) pada keadaan
berperan mempercepat penyembuhan luka hiperglikemi yang berguna membantu
dan juga dapat sebagai antiinflamasi yang mekanisme kerja enzim katalase, dan HBO
menghambat produksi TNF-α dan IL-1β.35,36 dapat menurunkan produksi sitokin pro-
Adapun kandungan flavonoid pada teripang inflamasi TNF α .42 Efek peningkatan enzim
emas berfungsi sebagai antioksidan secara katalase setelah penggunaan HBO tampak
tidak langsung yang mendukung efek pada rerata K3 (STZ + P.g + HBO)
antiinflamasi, dengan cara menghambat dibandingkan dengan K0 (kelompok kontrol
sikloogsigenase dan lipoksigenase sehingga negatif) dan K1 (kelompok kontrol positif)
terjadi pembatasan jumlah sel inflamasi yang (Gambar 1), namun peningkatan tersebut
bermigrasi ke jaringan perlukaan. Selanjutnya tidak signifikan pada pengujian statistik
reaksi inflamasi akan berlangsung lebih (Tabel 5). Hal itu kemungkinan disebabkan
singkat dan kemampuan proliferatif dari karena adanya faktor yang mempengaruhi,
TGF-β tidak terhambat sehingga proses yaitu pada oksigen dalam darah yang
proliferasi dapat segera terjadi.37,38 Teripang diangkut dalam bentuk larut dalam cairan
emas yang memiliki kandungan antioksidan, plasma dan bentuk ikatan dengan
merupakan mikronutrien yang dapat hemoglobin. Bagian terbesar di dalam tubuh
meningkatkan aktivitas enzim katalase secara berada dalam bentuk ikatan dengan
alami di dalam tubuh.39 Hal tersebut sesuai hemoglobin dan hanya sebagian kecil
dengan hasil pengujian, bahwa aktivitas dijumpai dalam bentuk larut. Dalam HBO,
enzim katalase pada parotis tikus oksigen bentuk larut menjadi amat penting,
menunjukkan peningkatan hasil rerata K2 hal ini disebabkan sifat dari oksigen bentuk
6

larut lebih mudah dikonsumsi oleh jaringan Masing-masing terapi ekstrak


lewat difusi langsung daripada oksigen yang teripang emas konsentrasi 3% secara topikal
terikat lewat sistem hemoglobin yang dan terapi oksigen hiperbarik tekanan 2,4
menyebabkan kurang maksimalnya distribusi ATA 3 x 30 menit sehari dengan jeda 5 menit
oksigen guna menghambat ROS.43 selama 7 hari serta kombinasinya
Pengaruh dari efek terapi kombinasi menunjukkan peningkatan aktivitas enzim
memiliki manfaat yang sangat baik karena katalase, namun pada uji statistik terapi
berjalan tidak hanya pada satu sisi. Ekstrak oksigen hiperbarik tekanan 2,4 ATA memiliki
teripang emas yang mampu menurunkan peningkatan tidak signifikan. Peningkatan
kadar gula darah dengan cara menghambat aktivitas enzim katalase tertinggi diperoleh
hidrolisis karbohidrat, disakarida dan dari terapi kombinasi.
menghambat absorbsi glukosa serta
menghambat metabolisme sukrosa, selain itu DAFTAR PUSTAKA
senyawa antioksidan yang ada pada teripang 1. International Diabetes Federation. 2003. Diagnosis
and Classification of Diabetes Mellitus.
emas mampu menangkap radikal bebas 2. Kementerian Kesehatan RI. 2014. Situasi dan
sehingga menghambat kerusakan yang lebih Analisis Diabetes. Pusat Data dan Informasi
lanjut.18 Terapi OHB memiliki manfaat Kementerian Kesehatan RI. Indonesia. P : 2-4.
3. Hidayati Nur A, Listyawati Shanti & Setyawan
membunuh bakteri anaerob, meningkatkan Ahmad D. 2008. Kandungan Kimia dan Uji
fungsi neutrofil, monosit dan makrofag.44 Antiinflamasi Ekstrak Etanol Lantana camara L.
Terapi oksigen hiperbarik dapat menghambat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Jantan.
kadar gula darah dengan melemahkan ISSN: 0216-6887. Bioteknologi. Mei 2008; 5 (1): 10-
17.
adiposit hipertrofi sehingga resistensi insulin 4. Daliemunthe SH, 2003. Hubungan timbal balik antara
menurun.45 Hasil pengujian kelompok terapi periodontitis dengan diabates melitus. Dentika J Dent
kombinasi diperoleh aktivitas enzim katalase Vol. 8 No. 2. P: 120-5.
5. Pejčić A, Kesić L, Obradović R, Mirković D.
pada kelenjar parotis tikus wistar Antibiotics in the Management of Periodontal
menunjukkan peningkatan hasil rerata K4 Disease. Department of Periodontology and Oral
(STZ + P.g + terapi teripang + HBO) Medicine. Faculty of Medicine in Nis, Turkey.
2010;27(2):85-92
mengalami peningkatan dibandingkan dengan 6. Russo, J. 2009. Nutritional supplementation and
K0 (kelompok kontrol negatif), K1 Periodontal Disease : A review of the Literature.
(kelompok kontrol positif) (Gambar 1) dan 7. Sharma, Alok and Sharma, Swati. 2010. Reactive
Oxygen Species and Antioxidants in Periodontics:
hasil uji statistik menunjukkan peningkatan Review. INTERNATIONAL JOURNAL OF
yang bermakna pada K4 (STZ + P.g + terapi
teripang + HBO) dibandingkan dengan DENTAL CLINICS 2011:3(2):44-47 .
8. Dhotre PS, Suryakar AN, Bhogade RB. 2012.
kelompok K0 (kelompok kontrol negatif) dan Oxidative Stress in Periodontitis. Eur J Gen Med
K2 (STZ + P.g + terapi teripang) (Tabel 5). 2012;9(2):81-84.
Hal ini karena terapi HBOT dapat 9. Hashim Azmi Bin. 2010. Saliva Sebagai Media
Diagnosa. Skripsi, Fakultas Kedokteran Gigi
meningkatkan sensitivitas jaringan terhadap Universitas Sumatera Utara Medan. Indonesia
insulin dan menimbulkan efek hipoglikemik 10. Handjani R, Soetjipto, 2014. Peran energi dan
pada penderita DM, dimana HBO pada 2,4 oksigen dalam kehidupan. Airlangga University
press. Surabaya, h 80-82.
ATA menimbulkan efek penurunan kadar 11. Kumar V, Abbas AK, Aster JC. 2012. Robbins Basic
gula darah, yang akan berpengaruh pada Pathology 9th Edition International Edition.
penurunan AGE 46 dan terapi teripang emas Philadelphia : Elsevier Saunders.
12. Marks, H. 2000. Post Oxidative Stress. Haworth
mendukung dengan adanya efek antioksidan Press: p134-135
secara tidak langsung yang mendukung efek 13. Paul, S.R. 2007. Treatment of Plaque Induced
antiinflamasi, dengan cara menghambat Gingivitis, Chronic Periodontitis, and Other Clinical
Conditional. Dalam The Pathogenesis of Periodontal
sikloogsigenase dan lipoksigenase sehingga Disesases and Diagnosis of Periodontal Diseases. J
terjadi pembatasan jumlah sel inflamasi yang Periodontal 72 : 1790-1800.
bermigrasi ke jaringan perlukaan. Selanjutnya 14. Dahiya P, Reet Kemal, Rajan Gupta, Abhiney Puri.
reaksi inflamasi akan berlangsung lebih 2012. Oxidative Stress in Periodontitis. Himachal
Institute of Dental Sciences and Research, India. Vol.
singkat dan kemampuan proliferatif dari 2. P 178-181.
TGF-β tidak terhambat sehingga proses 15. Ryan, Maria Emanuel. 2005. Nonsurgical
proliferasi dapat segera terjadi.37,38 Approaches for the Treatment of Periodontal
Diseases. Dent Clin N Am 49 (2005) 611–636.
16. Newman MG, Takei HH, Klokkevold PR, Carranza
SIMPULAN FA, 2012. Carranza’s Clinical Periodontology 11 thed.
Philadelphia: W.B.Saundres Company, p:65-339
7

17. Karnila Rahman, 2011. Pemanfaatan Komponen 36. Calder Philip C. 2006. Long-chain Polyunsaturated
Bioaktif Teripang dalam Bidang Kesehatan. Tesis, Fatty Acids and Inflammation. Scandinavian Journal
Universitas Riau, Indonesia P:100-110. of Food and Nutrition. 50 (S2): 54-61.
18. Isamantoro et al, 2013. Efek Netroprotektif Teripang 37. Hidayati Nur A, Listyawati Shanti & Setyawan
Emas Pada Tikus Jantan Dewasa Galur Wistar Yang Ahmad D. 2008. Kandungan Kimia dan Uji
Diinduksi Parasetamol Dosis Toksik. Majalah Antiinflamasi Ekstrak Etanol Lantana camara L.
Kesehatan 2013 No. 1, Universitas Sriwijaya pada Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Jantan.
Palembang, Indonesia. ISSN: 0216-6887. Bioteknologi. Mei 2008; 5 (1): 10-
19. Mulawarmanti D. 2008. Ekspresi Aktifitas 17.
Matriksmetaloproteinase-8 oleh Pajanan Oksigen 38. Indraswary R. 2011. Efek Konsentrasi Ekstrak Buah
Hiperbarik Pada Gingiva Tikus Dengan Diabetes. Adas (Foeniculum vulgare Mill) Topikal pada
Denta Jurnal Kedokteran Gigi Vol. 2 No. 1. P : 1-5. Epitelialisasi Penyembuhan Luka Gingival Labial
20. Widiyanti P. Basic Mechanism of Hiperbaric Oxygen Tikus Sparague Dawly in vivio. Jurnal Majalah
in Infectious Disease. Indonesian Journal of Tropical Ilmiah Sultan Agung. 49 (124): 1-12.
and Infectious Disease 2011;2(1):49-54. 39. Hariyatmi, 2004 Efek Suplemen Antioksidan vitamin
21. Rijadi S, R. 2009. Ilmu Kesehatan Penyelaman Dan E pada kadar Lemak Peroksida darah Tikus Putih
Hiperbarik. Lembaga Kesehatan Kelautan TNI (Ratus norvegicus L); J.MIPA, 22 :1-11.
AL;2009. P: 374-377. 40. Kesavalu Lakshmyya, Sathishkumar Sabapathi,
22. Srinivasan K & Ramarao P. 2007. Animal models in Bakthavatchalu Vasudevan, Matthews Chad, Dawson
type 2 diabetes research: An overview. Indian J Med Dolph, et al. 2007. Rat Model of Polymicrobial
Res. 2007 March; 125: 451-472. Infection.
23. Praptiwi, 2008. Inokulasi Bakteri dan Pemasangan 41. Latham E, 2013. Hyperbaric Oxygen Therapy
Cincin Ligatur untuk Induksi Periodontitis pada Overview. American Collage of Physicians.
Tikus. Majalah Kedokteran Gigi, 15(1) : 81-84. 42. Mahale Swapna, Kalasva Pankaj K, Shinde SV. 2013.
Available at Hyperbaric Oxygen Therapy in Periodontal Diseases.
digilib.unimus.ac.id/download.php?id=11815. Journal of the International Clinical Dental Research
24. Dian Mulawarmanti, Parisihni Kristanti, Yoifah Organization. January-December 2013; 5 (1): 3-8.
Rizka Wedarti. 2014. Catalase Activity of Sea 43. Guritno. M. 2005. A Hyperbaric Oxygen Therapi in
Cucumber Extract (Sticophus hermanii) to Treatment of Diabetic Foot. The Indonesian
Periodontitis induced by Porphyromonas gingivalis. Orthopaedic Association. 50th Continuing
Jurnal Regional Oral Biology Meeting 2014 Central Orthopaedic Association. Mataram.
Library, Universitas Indonesia P : 26-28. 44. Andrian E, Grenier D, Rouabhia M. In Vitro Models
25. Harnanik T. 2008. Efek Oksigenasi Hiperbarik of Tissue Penetration and Destructions by
Terhadap Peningkatan Aktivitas Antioksidan pada Porphyromonas Gingivalis Infect Immun.
Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Tesis. Surabaya: 2004;72(8):89-98.
Program Pasca Sarjana. Universitas Airlangga. 45. Fujita N, Nagatomo F, Murakami S, Kondo H,
26. Nugroho AE, 2006. Review Hewan Percobaan Ishihara A, Fujino H. Effects of Hyperbaric Oxygen
Diabetes Mellitus : Patologi dan Mekanisme Aksi on Metabolic Capacity of the Skeletal Muscle in Type
Diabetogenik. Laboratorium Farmakologi dan 2 Diabetic Rats with Obesity. The Scientific World
Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Journal 2012. Volume 2012, Article ID 637978, p 9.
Mada. Biodiversitas Vol.7 No.4 Halaman : 378-382. 46. Huda N. Pengaruh Hiperbarik Oksigen (HBO)
ISSN : 1412-033X. Tehadap Perfusi Perifer Luka Gngren Pada Penderita
27. Malik Gaurav, Lehl Gurvanit, Talwar Manjit. 2011. DM di RSAL Dr. Ramelan Surabaya. Depok:
Association Of Periodontitis With Diabetes Mellitus: Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia;
A Review. Journal of Medical. 1 (1): 10-14. 2010. p. 4.
28. Kim SC. 2010. Antioxidant profile of whole saliva
after scaling and root planning in periodontal disease.
J Periodontal Implant 2010;40(4):164-71.
29. Reddy S. Essentials od Clinical Periodontology and
Periodontics. Jakarta: PT Gramedia; 2008. P:56
30. Shafie FM. 2011. Hubungan Radikal Bebas dan
Antioksidan Terhadap Penyakit Periodontal. Skripsi.
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera
Utara. Medan. Indonesia.
31. Thomas WO & Mealey BL. 2006. AAP-
Commissioned Review Diabetes Mellitus and
Periodontal Diseases. Journal Periodontol. 77 (8):
1289-1303. doi: 10.1902/jop.2006.050459.
32. Winarsi H, 2007. Antioksidan Alami dan Radikal
Bebas. Cetakan ke-5. Yogyakarta: Kanisius,h.1-218
33. Martoyo J, Aji N, Winanto Tj, 2006. Budidaya
Teripang. Jakarta: Penebar Swadaya, p 10; 17.
34. Winarni Dwi, Handono CD, Sugiharto. 2013. Efek
Imunostimulatori Beberapa Fraksi Teripang Lokal
Phyllophorus sp terhadap Histopatologi Limpa
Mencit (Mus musculus) Yang Diinfeksi
Mycobacterium tuberculosis.
35. Sari Rima Parwati & Revianti Syamsulina. 2011. The
activity of Stichopus hermanii extract on triglyceride
serum level in periodontitis. Dental Jurnal Majalah
Kedokteran Gigi. June 2011; 44 (2): 106-110.