You are on page 1of 15

MATA KULIAH DOSEN PENGAMPU

AKIDAH AKHLAK LISTIAWATI.MA

“ASMAUL HUSNA”

Disusun Oleh:

AULIANA RUSLI

MUDRIK KATUL KHOIRIAH ( 11840222612)

ZANIZAR ( 11840221405)

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UIN SUSKA RIAU

1440 H/2018

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat


dan hidayah-Nya. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Agung
Muhammad SAW yang selalu kita nantikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas mata kuliah AKIDAH AKHLAK dengan
judul “ASMAUL HUSNA”.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan
kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi
makalah yang lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak kesalahan pada
makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Pekanbaru, 2 November 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................ i

DAFTAR ISI ……….................................................................................................. ii

A. PENDAHULUAN
1. Latar belakang ................................................................................................... 1
2. Rumusan masalah.................................................................................................... 1
3. Tujuan masalah........................................................................................................ 1

B. PEMBAHASAN

1. Pengertian Asmaul Husna…....................................................................

2. 99 Asmaul Husna dan Maknanya ............................................................................

C. PENUTUP

1. Kesimpulan…........................................................................................................ 6

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 7
BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar belakang
Allah Swt adalah dzat yang maha perkasa, keperkasaan Allah tiada bandingnya, tidak
terbatas dan bersifat kekal. Allah Swt menciptakan alam semesta ini untuk kepentingan
umat manusai, dalam menciptakan alam Allah tidak pernah meminta bantuan terhadap
mahluk lain, oleh karna itu kita sebagai hamba Allah hendaknya selalu memuliakanNya,
kemampuan Allah dengan cara selalu mentaati segala apa yang telah di perintahkanNya dan
menjauhi segala yang telah dilarangNya.

b. Rumusan masalah
1. jelaskan pengertian asmaul husna?
2. Sebutkan dan jelaskan makna dari 99 asmaul husna?

c. Tujuan Masalah
1. Mengetahui pengertian asmaul husna
2. Mengetahui makna 99 asmaul husna
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Asmaul Husna


Menurut Ahmad Taufik Nasution, kata asma dalam bahasa Arab berarti nama-nama,
bentuk jamak dari ism. Kata asma berakar dari kata assumu, yang berarti “ketinggian”, atau
assimah, yang berarti “tanda”. Sedangkan, kata husna adalah bentuk muannast dari kata
ahsan, yang artinya “terbaik”. Menurut defenisinya, Asmaul Husna adalah nama-nama
terbaik yang disandarkan pada sifat-sifat Allah SWT. Namun, sifat-sifat itu bukanlah sifat
yang sama dengan sifat manusia, karena Allah SWT. berbeda dengan sifat manusia,
mengenai hal ini, Allah SWT. menegaskan dalam firman-Nya, yang artinya:
“Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (Q.S. AL- IKHLASH
[112]:4). Sifat- sifat tersebut menunjukkan kemahasempurnaan Allah SWT. yang
terangkum dalam segala sifat yang terpuji dan terbaik. Dan sifat-sifat itu menunjukkan
eksistensi (wujud) Allah SWT.

B. 99 Asmaul Husna dan Maknanya


Allah lafaz yang maha mulia yang merupakan makna dari zat illahi yang maha suci
serta wajib adanya yang berhak memiliki semua macam pujian dan sanjungan. Lafaz ini
disebut juga lafaz jalalah,dan juga disebut ismu zat.yaitu zat yang minciptakan langit, bumi
dan seisinya termasuk kita sebagai umat manusia ini. Dan dialah tuhan seru sekalian alam.
Adapun nama-nama lain, maka setiap nama itu menunjukan setiap sikap allah yang tertentu
dan oleh sebab itu bolehleh dianggap sebagai sifat bagi lafaz yang maha mulia.
Berikut ini adalah 99 nama allah swt (asmaul husna) beserta maknanya.
1.Ar-Rahman: Maha pengasih, yaitu pemberi kenikmatan yang agung-agung dan pengasih
didunia.
2. Ar-Rohim: Maha penyayang, yaitu pemberi kenikmatan yang diluar jangkauan dan
penyayang diakhirat.
3.Al-Malik: Maha merajai/ menguasai / pemerintah, yaitu mengatur kerajaanya sesuai
dengan kehendaknya sendiri.
4.Al-Quddus: Maha suci, yaitu suci dan bersih dari segala cela dan kekurangan.
5.As-Salaam: Maha penyelamat, yaitu pemberi keselamatan dan kesejah teraan kepada
seluruh mahluknya.
6.Al-Mu‟min: Maha pelindung/ pemelihara keamanan, yaitu siapa ynag bersalah dan
mahluknya itu benar-benar akan diberi siksa, sedang kepada yang taat akan benar-benar
dipenuhi janjinya dengan pahala yang baik.
7.Al-Muhaimin: Maha pelindung/penjaga/maha pengawal serta pengawas, yaitu
memerintah dan melindungi segala sesuatu.
8.Al-„Aziiz: Maha mulia / maha berkuasa, yaitu kekuasaanya mampu untuk berbuat
sekekuasaannya.
9.Al-Jabaar: Maha perkasa/ maha kuat/maha menundukan segalanya, yaitu mencakup segala
keperluan, melangsungkan segala perintahnya serta memperbaiki keadaan seluruh hambanya.
10. Al-Mutakabbir: Maha megah/maha perlengkap kebesaran yaitu yang melengkapi segala
kebesarannya, menyendiri dengan sifat keagungan dan kemegahannya.
11. Al-Khaaliq: Maha pencipta, yaitu mengadakan seluruh mahluk tanpa asal, juga yang
menakdirkan adanya semua itu.
12. Al-Baari‟: Maha pembuat/maha perancang/ maha menjadikan, yaitu mengadakan sesuatu
yang bernyawa yang ada asal mulanya.
13. Al-Mushawwir: Maha pembentuk/ maha menjadikan rupa bentuk, memberi gambaran
atau bentuk pada sesuatu yang berbeda dengan lainnya.(Al-Khaaliq adalah mengadakan
sesuatu yang belum ada asal mulanya atau yang menakdirkan adanya itu. Al-baari’ ialah
menegluarkan dari yang sudah ada asalnya, manakala Al-Musawwir ialah yang memeberikan
bentuk yang sesuai dengan keadaan dan keperluannya).
14.AlGhoffar: Maha pengampun, banyak pemberi maaf dan menutupi dosa-dosa kesalahan
15.Al-Qahhaar: Maha pemaksa, menggengam segala sesuatu dalam kekuasaanya serta
memaksa segala makluk menurut kehendaknya.
16.Al-Wahhaab: Maha pemberi/maha menganugrah, yaitu memberi banyak kenikmatan dan
selalu memberi karunia.
17. Al-Razzaaq: Maha pengrezeki/ maha pemberi rezeki, yaitu memberi berbagai rezeki
serta membuat juga sebab-sebab diperbolehnya.
18. Al-Fattaah: Maha membukakan/ maha pembuka, yaiyu membuka gedung penyimpanan
rahmatnya unyuk seluruh hambanya.
19. Al-„aliim: Maha mengetahui, yaitu mengetahui segala yang maujud dan tidak ada satu
bendapun yang tertutup oleh penglihatannya.
20.Al-Qaabidh: Maha pencabut/ maha penyempit hidup/ maha pengekang, yaitu megambil
nyawa atau menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki olehnya.
21.Al-Baasith: Maha meluaskan/maha pelapang hidup/mha melipah nikmat,yaitu
memudahkan terkumpulnya rezeki bagi siapa yang diinginkan olehnya.
22.Al-Kaahfidh: Mahamenjatuhkan atau maha menghinakan/maha
merendahkan/pengurang,yaitu pada seorang yang selayaknya dijatuhkan akibat kelakuannya
sendiri dengan memberinya kehinaan, kerendahan dan siksaan.
23.Ar-Raafi‟: Maha mengangkat/maha peninggi,yaitu terhadap orang yang selayaknya
diangkat kedudukkanya karena usahanya yang giat, yaitu termasuk golongan kaum yang
bertaqwa.
24.Al-Mu‟iz: Maha menghormati/memuliakan/maha pemberi kemuliaan/kemenangan, yaitu
kepada orang yang berpegang teguh pada agamanya dengan memberinya pertolongan dan
kemenangan.
25.Al-Muil: Maha menghina/pemberi kehinaan,yaitu kepada musuhmusuhnya dan musuh
umat islam seluruhnya.
26.As-Samii‟: Maha mendengar.
27. Al-Bashiir: Maha melihat.
28.Al-Hakam: Maha menghukum/maha mengadili, yaitu sebagai hakim yang menetapkan/
memutuskan yang tidak seorang pun menolak keputusannya, juga tidak seorang pun yang
berkuasa merintangi kelangsungan hukumnya itu.
29.Al-„Adl: Maha adil, serta sangat sempurna dalam keadilannya.
30.Al-Lathiif: Maha haluskan/maha teliti/ maha lemah lembut serta halus, yaitu mengetahui
segala sesuatu yang samar-samar, pelik-pelik dan kecil-kecil.
31.Al-Khabiir: Maha waspada/ maha mengetahui.
32.Al-Haliim: Maha penyabar/ maha penyantun/ maha penghamba, yaitu yang tidak tergesa-
gesa melakukan kemarahan dan tidak pula memberikan siksaan.
33.Al-„Adzhiim: Maha agung, yaitu mencapai puncak tertinggi puncak keagungan karna
bersifat dengan segala macam sifat kebesaran dan kesempurnaan.
34.Al-Ghofuur: Maha pengampun, banyak pengampunannya kepada hamba-hambanya.
35.Asy-Syakuur: Maha pembalas/maha bersyukur, yaitu memberikan balasan yang banyak
sekali atas amalan yang kecil.
36.Al-„Aliy: Maha tinggi martabad t-nya/maha tinggi serta mulia, yaitu mencapai tingkat
yang setinggi-tingginya yang tidak mungkin digambarkan oleh akal fikiran siapun dan tidak
dapat difahami oleh otak yang bagaimanapun pandainya.
37. Al-Khabiir: Maha besar, yang kebesarannya tidak dapat dicapai oleh pancaindra ataupun
akal manusia.
38.Al-Hafidz: Maha pemelihara maha peindung/ maha memelihara, yaitu menjaga segala
sesuatu jangan sampai rusak dan goyah. Juga menjaga segala amal perbuatan hamba-
hambanya, sehingga tidak akan disia-siakan sedikit pun untuk memebrikan balasannya.
39.Al-muqiit: Maha pemebri kecukupan/ maha pemberi keperluan, maha yang berupa
makanan tubuh ataupun makanan rohani
40.Al_Hasiib: Maha penjamin/ maha mencukupi/ mah penghitung, yaitu memberi caminan
kecukupan kepada seluruh hamba-hambaNya pada hari qiamat
41. Al-Jaliil: Maha luhur, yaitu yang memiliki sifat-sifat keluhuran karna kesempurnaan
sifat-sifatNya.
42.Al-Kariim: Maha pemurah,yaitu mulia pada had dan memberi siapapun tanpa dimimta
atau sebagai pengganti dan suatu pemberian.
43.Ar-Raqqib: Maha peneliti/ maha pengawas maha waspada, yaitu mengamati gerak-gerik
segala sesuatu dan mengawasinya.
44. Al-Mujiib: Maha mengabulkan, yaitu yang memenuhi permohonan siapa saja yang
berdo’a padanya.
45. Al-Waasi‟: Maha luas pemebriannya, yaitu kerahmatanNya merata kepada segala yang
maujud dan luas pula ilmuNya terhadap segala sesuatu.
46. Al_Hakiim: Maha bijaksana yaitu memiliki kebijaksanaan yang tertinggi kesempurnaan
ilmunya serta kerapiannya dalam segala sesuatu.
47. Al-Waduud: Maha pencinta/ maha menyayangi yaitu yang menginginkan segala
kebaikan seluruh hambanya dan juga berbuat baik pada mereka itu dalam segala hal dan
keadaan.

48. Al-Majiid: Maha mulia, yaitu yang mencapai tingkat teratas dalam hal kemuliaan dan
keutamaan.
49. Al-Ba:ithu: Maha membangkitkan, yaitu membangkitkan semangat dan kemauan, juga
membangkitkan para rosul dan orang-orang yang telah mati dari kubur masih-masinf nanti
setelah tibanya hari kiamat.
50. Asy-Syahiid: Maha menyaksiakn/ maha mengetahui keadaan semua mahluknya.
51. Al-Haq: Maha haq/ maha benar yang kekal dan tidak akan berubah sedikit pun.
52. Al-wakiil: Maha bertabdir/maha beserah /maha memelihara penyerahan, yakni
memelihara semua urusan hamba-hambaNya dan apa-apa yang menjadi keperluan mereka
itu.
53.Al-Qawiy: Maha kuat/ maha memiliki kekuatan, yaitu yang memiliki kekuasaan yang
sempurna.
54. Al-Matiin: maha tegug/maha kukuh atau maha perkasa/ maha sempurna kekuatannya,
yaitu memiliki kekuasaan yang sudah sampai pada puncaknya.
55. Al-Waliy: Maha melindungi, yaitu melindungi serta mengutarakan semua kepentingan
mahluknya karna kecintaanNya, yang amat sangat dan pemberi pertolonganNya yang tidak
terbatas pada keperluan mereka,
56. Al-Hamiid: Maha terpuji, yang sudah selayaknya memperoleh pujian dan sanjungan.
57. Al-Muhshii: maha menghitung/ maha penghitung, yaitu yang tiada satupun tertutup dari
pandangannya dan semua mal diperhitungka sebagaiman wajarnya.
58. Al-Mubdi‟: Maha memulia/pemula/maha pencipta dari asal yaitu yang melahirkan
sesuatu yang asalnya tidak ada dan belum maujud.
59. Al-Mu‟iid: Maha mengulang/maha mengembalikan dan memulihkan yaitu
menumbuhkan kembali setelah lenyap atau setelah rusaknya.
60. Al-Muhyii: Maha menghidupkan yaitu memberikan daya kehidupan pada sesuatu yang
berhak hidup.
61. Al-Mumiiit: Maha mematikan, yaitu mengambil kehidupan (roh) dari apa-apa yang
hidup.
62. Al-Hay: Maha hidup yaitu senantiasa kekal kehidupanNya.
63.al-Qoyuum: Maha berdiri dengans sendirinya yaitu baik zatNya, Af<alNya, juga
membuat berdirinya pa-apa yang selain dia. Denganya pula berdirinya lagit dan bumi ini.

64. Al-Waajid: Maha penemu/ maha menemukan yaitu dapat menemukan apa yang
diinginkan olehnya, maka tidak berjehendak pada suatu apapun karna sifat kayanya yang
secara mutlak.
65. Al-maajib: Maha mulia ( sama dengan no 48 yang berebda hanyalah tulisanya pada
bahasa arab)
66. Al-Waahid: maha esa
67. Al-Ahad: Maha tunggal.
68. Ash-shamad: Maha diperlukan/maha diminta/maha menjadi tumpuan, yaitu selalu
menjadi tujuan dan harapan orang diwaktu ada hajat atau keperluan.
69. Al-Qaadir: Maha berkuasa/maha kuasa/maha berupaya.
70. Al-Muqtadiir: Maha menentukan.
71. Al-Muqaddim: Maha mendahulukan/ maha menyegarkan, yaitu mendahului sebagian
benda dari yang lainnya dalam mewujudnya, atau dalam kemuliannya, selisih waktu atau
tempatnya.
72. Al-muakhir: Maha menangguhkan/ maha mengakhiri/maha membelakangkan/ maha
melambat-lambatkan, yaitu melewati sebagian sesuatu dari yang lainnya.
73. Al-awwal: Maha pemula/ maha pertama yaitu terdahulu sekali dari semua yang maujud.
74. Al-Aakhir: Maha penghabisan/ yang akhir , yaitu kekal terus setelah habisnya semua
yang maujud
75. Azh-Zhaahir: Maha zahir/ maha nyata/ maha menyatakan, yaitu menyatakan dan
menampakkan kewujudanNya itu dengan bukti-bukti dan tanda-tandaNya.
76. Al-Baathin: Maha tersembunyi yaitu tidak dapat dimaklumi zatnya, sehingga tidak
seorang pun dapat mengenali zatNya.
77.Al-waalii: Maha menguasai/maha menguasai urusan/ yang maha memerintah, yaitu
menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaannya dan menjadi miliknya.
78. Al-Muta‟aalii: Maha sucu/ tinggi, yaitu trprlihara dari segala kekurangan dan
kerendahan.
79. Al-Bar: Maha dermawan/ maha bagus ( sumber segala kelebihan) yang banyak membuat
kebijakan, yaitu banyak kebaikannya dan besar kenikmatan yang dilimpahkanNya.
80. At-tawaab: Maha penerima taubat, yaitu memberikan pertolongan pada orang-orang
yang melakukan maksiat untuk bertaubat lalu allah akan menerimanya.
81. Al-Muntaqim: Maha penyiksa/ yang maha menghukum, kepada orang yang bersalah dan
orang yang berhak untuk memperoleh siksaan.

82.Al-„Afuw: Maha pemaaf/ maha penagmpun, menghapus kesalahan orang yang suka
kembali untuk meninta maaf kepadanya.
83. Ar-Rauuf: Maha pengasih/maha mengasihi, banyak kerahmatan dan kasih sayangNya.
84.Maalikul Mulk: Maha pemilik kekuasaan/ maha menguasai kerajaan/ pemilik kedaulatn
yang kekal, langit, bumi, dan sekitarnya serta ynag ada dialam semesta itu semuanya sesuai
dengan kehendak dan iradatNya.
85. Zul-Jalaali wal ikraam: Maha pemilik keagungan dan kemuliaan/ maha memiliki
kebesaran dan kemuliaan. Juga zat yang mempunyai keutamaan dan kesempurnaan, pemberi
karunia dan kenikmatan yang amat banyak dan melimpah ruah.
86. Al-Muqsith: Maha mengadili/ maha seksama, yaitu memberikan kemenangan pada
orang-orang yang teraniaya dari tindakan orang-orang yang menganiaya dengan keadilannya.
87. Al-Jaami‟: Maha mengumpulkan/ maha pengumpul, yaitu mengumpulkan berbagai
hakikat yang telah bercerai-cerai dan juga mengumpulkan seluruh umat manusia pada hari
pembalasan.
88. Al-Ghaniy: Maha kaya raya/ maha kaya serta serba lengkap, yaitu tidak berkehendak
apapun dari yang selain zatNya sendra, tetapi yang selainNya itu amat mengharapkan
padaNya.
89. Al-Mughnii: Maha pemberi kekayaan/ maha mengkayakan dan memakmurkan, yaitu
memberi kelebihan yang berupa kekayaan yang berlimpah ruah kepada siapa saja yang
dikehendaki dari golongan hamba-hambaNya.
90. Al-Maani‟: Maha membela/ maha menolak/ maha pencegah, yaitu membela hamba-
hambaNya yang soleh dan menolak sebab-sebab yang menyebabkan kerusakan.
91. Adh-Dhaar: Maha mendatangkan mudharat/ maha pembuat bahay/ maha pemberi
bahaya yaitu dengan menurunkan siksa-sikanya kepada musuhNya.
92. An-Naafi‟: Maha pemberi manfaat, yaitu meluaskan kebaikan yang dikaruniakanNya itu
kepada semua hamba, masyarakat dan negeri.
93.An-Nuur: Maha pemberi cahaya/ maha bercahaya, yaitu menoljolkan zatNya sendiri dan
menampakkan untuk yang selainNya dengan menunjukkan tanda-tanda kekuasaanNya.

94. Al-haadi: Maha pemebri petunjuk/ yang memimpin dan memberi petunjuk yaitu
memberikan jalan yang benar pada segala sesuatu agar berterusan adanya dan terjaga
kehidupannya.
95. Al-Badii‟: Maha indah/tiada bandingan/ maha pencipta yang baru, sehingga tidak ada
contoh dan yang menyamai sebelum keluar ciptanNya itu.
96. Al-Baqqi: Maha kekal yaitu kekal hidupnya untuk selama-lamanya.
97. Al-Waarits: maha membagi/maha mewarisi/ maha pewaris, yaitu kekal setelah
musnahnya semua mahluknya.
98. Ar-Rasyiid: Maha cendekiawan/ maha pandai/ bijaksana/ maha mempin/ yaitu yang
memimpin kepada kebenaran yaitu memberi penerangan dan panduan pada seluruh
hambaNya dan segala peraturanNya itu berjalan mengikuti ketentuan yang digariskan oleh
kebijaksanaan dan kecendakiawanNya.
99. Ash-Shabuur: Maha penyabar yang tidak tergesa-gesa memberikan sissaan dan tidak
juga cepat melaksanakan sesuatu sebelum masanya.

BAB III
PENUTUP

C. Kesimpulan
Allah memiliki 99 nama yang indah atau lebih terkenal dengan sebutan Al-
Asma ul-husana. Nama-nama tersebut merupakan cerminan dari perilaku Allah
terhadap hambanya. Karena itu, jika nama-nama tersebut kita sebut sebagai suatu
permohonan, niscaya akan mempunyai pengaruh yang sangat besar, anjuran untuk
berdo’a menggunakan Asmaul Husna telah tercermin dalam firman Allah: “Hanya
milik Allah Asma-Ul Husna, maka berdo’alah kepadaNya dengan menyebut Asma-Ul
Husna, dan tingglkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (
menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa
yang telah mereka kerjakan”.(surat Al-a’rof ayat 180).
DAFTAR PUSTAKA

Al-jabaly, Haikal H. Habibillah. Ajaibnya Asmaul Husna Atasi Masalah-Masalah Harianmu,


2013,Yogyakarta;Sabil