You are on page 1of 30

1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................... 1

HIPERTENSI.............................................................................................................................. 3

1.1 Pengertian ................................................................................................................... 3

1.2 Klasifikasi..................................................................................................................... 3

1.3 Faktor Resiko .............................................................................................................. 3

1.4 Tanda dan Gejala ........................................................................................................ 5

1.5 Komplikasi ................................................................................................................... 5

OBAT-OBATAN ......................................................................................................................... 6

2.1 Obat Antihipertensi ...................................................................................................... 6

2.2 Macam- Macam Obat Herbal Antihipertensi............................................................... 6

POLA MAKAN SEHAT UNTUK MENCEGAH HIPERTENSI.................................................. 11

3.1 PENATALAKSANAAN DIET BAGI PENDERITA HIPERTENSI .............................. 11

3.2 Mengatur Menu Makanan ......................................................................................... 12

3.3 Tujuan Diet ................................................................................................................ 13

3.4 Syarat Diet ................................................................................................................. 13

Algoritma Hipertensi................................................................................................................. 14

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) .................................................................... 15

SENAM HIPERTENSI ............................................................................................................. 15

4.1 pengertian.................................................................................................................. 15

4.2 Tujuan ........................................................................................................................ 15

4.3 Metode ....................................................................................................................... 15

4.4 Strategi Pelaksanaan ................................................................................................ 15


2

4.5 Evaluasi ..................................................................................................................... 18

TATA CARA TENSI ................................................................................................................. 19

5.1 PENGUKURAN TEKANAN DARAH ......................................................................... 19

5.2 Posisi Pasien ............................................................................................................. 20

5.3 Syarat Utama ............................................................................................................ 20

5.4 Prosedur Pelaksanaan .............................................................................................. 20

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 29

TIM PENYUSUN ...................................................................................................................... 30


3

HIPERTENSI

1.1 Pengertian

Hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan gangguan pada pembuluh darah yang
mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke
jaringan tubuh yang membutuhkan. Hipertensi juga dapat didefinisikan sebagai peningakatan
tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg
(Kurniawan, 2002).

1.2 Klasifikasi

Klasifikasi Menurut WHO (World Health Organization)

Klasifikasi Hipertensi Menurut WHO (Sumber: Sani, 2008)


Tekanan Darah Tekanan Darah
Kategori
Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Optimal
Normal < 120 < 80
Normal-Tinggi < 130 < 85
130-139 85-89
Tingkat 1 (Hipertensi Ringan) 140-159 90-99
Sub-group: perbatasan 140-149 90-94
Tingkat 2 (Hipertensi Sedang) 160-179 100-109
Tingkat 3 (Hipertensi Berat) ≥ 180 ≥ 110
Hipertensi sistol terisolasi ≥ 140 < 90
(Isolated systolic hypertension)
Sub-group: perbatasan 140-149 <90

1.3 Faktor Resiko

 Faktor Genetika (Riwayat keluarga)


Anak dengan orang tua hipertensi memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk
menderita hipertensi daripada anak dengan orang tua yang tekanan darahnya normal.
4

 Ras
Orang-orang yang hidup di masyarakat barat mengalami hipertensi secara merata
yang lebih tinggi dari pada orang berkulit putih. Hal ini kemungkinan disebabkan karena
tubuh mereka mengolah garam secara berbeda.
 Usia
Hipertensi lebih umum terjadi berkaitan dengan usia, khususnya pada masyarakat
yang banyak mengkonsumsi garam. Wanita pre-menopause cenderung memiliki
tekanan darah yang lebih tinggi daripada pria pada usia yang sama, meskipun
perbedaan diantara jenis kelamin kurang tampak setelah usia 50 tahun. Penyebabnya,
sebelum menopause, wanita relatif terlindungi dari penyakit jantung oleh hormon
estrogen. Kadar estrogen menurun setelah menopause dan wanita mulai menyamai pria
dalam hal penyakit jantung.
 Jenis kelamin
Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi dari pada wanita.
Hipertensi berdasarkan jenis kelamin ini dapat pula dipengaruhi oleh faktor psikologis.
Pada pria seringkali dipicu oleh perilaku tidak sehat (merokok, kelebihan berat badan),
depresi dan rendahnya status pekerjaan. Sedangkan pada wanita lebih berhubungan
dengan pekerjaan yang mempengaruhi faktor psikiskuat
 Stress psikis
Apabila stress berkepanjangan dapat berakibat tekanan darah menjadi tetap tinggi.
 Obesitas/kegemukan
Pada orang yang obesitas terjadi peningkatan kerja pada jantung untuk memompa
darah agar dapat menggerakan beban berlebih dari tubuh tersebut.
 Asupan garam Na
Ion natrium mengakibatkan retensi air, sehingga volume darah bertambahdan
menyebabkan daya tahan pembuluh meningkat.
 Rokok
Nikotin dalam tembakau adalah penyebab tekanan darah meningkat. Hal ini karena
nikotin terserap oleh pembuluh darah yang kecil dalam paru-paru dan disebarkan ke
seluruh aliran darah.
 Konsumsi alkohol
Alkohol memiliki pengaruh terhadap tekanan darah, dan secara keseluruhan
semakin banyak alkohol yang di minum semakin tinggi tekanan darah.
5

1.4 Tanda dan Gejala

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala walaupun secara
tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan
tekanan darah tinggi. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung,
pusing, wajah kemerahan, dan kelelahan yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi
maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:

 Sakit kepala

 Kelelahan

 Mual-muntah

 Sesak napas

 Gelisah

 Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata,

jantung, dan ginjal

 Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan

koma karena terjadi pembengkakan otak disebut ensefalopati hipertensif yang

memerlukan penanganan segera

1.5 Komplikasi

Adapun komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi antara lain:


 Otak : Stroke
 Jantung : Aterosklerosis, penyakit jantung koroner, gagal jantung
 Mata : Kebutaan (pecahnya pembuluh darah pada mata)
 Paru-paru : Edema paru
 Ginjal : Penyakit ginjal kronik
 Sistemik : Penyakit arteri perifer atau penyakit oklusi arteri perifer
6

OBAT-OBATAN

2.1 Obat Antihipertensi

Golongan obat antihipertensi yang banyak digunakan adalah diuretik tiazid (misalnya

bendroflumetiazid), beta‐bloker, (misalnya propanolol, atenolol,) penghambat angiotensin

converting enzymes (misalnya captopril, enalapril), antagonis angiotensin II (misalnya

candesartan, losartan), calcium channel blocker (misalnya amlodipin, nifedipin) dan alpha‐

blocker (misalnya doksasozin). Yang lebih jarang digunakan adalah vasodilator dan

antihipertensi kerja sentral dan yang jarang dipakai, guanetidin, yang diindikasikan untuk

keadaan krisis hipertensi.

2.2 Macam- Macam Obat Herbal Antihipertensi

Menurut JNC 7 terapi hipertensi terdiri dari terapi non farmakologi dan farmakologi.

A. Terapi Non Farmakologi


1. Tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol
2. Menurunkan berat badan berlebih
3. Olah raga secara teratur dan mengelola stres dengan baik.
4. Menurunkan asupan garam
B. Terapi Farmakologi
1. Pengobatan Tradisional/ Herbal Pengobatan tradisional atau herbal adalah
pengobatan terhadap hipertensi yang menggunakan bahan-bahan alami/herbal.
Tanaman Herbal untuk Tanaman herbal yang sering digunakan masyarakat dalam
mengatasi hipertensi antara lain adalah:
a. Mengkudu (Morinda citifolia)

Buah mengkudu memiliki kandungan scopoletin, senyawa ini berfungsi mengatur


tekanan darah. Mengkonsumsi mengkudu sebanyak 2 ons dua kali sehari selama
satu bulan mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. (Afa
Kehaati Palu, Et al, 2008)
7

b. Daun Salam (Eugenia polyantha)

Daun salam mengandung senyawa tanin, saponin, dan vitamin C. Tanin bereaksi
dengan protein mukosa dan sel epitel usus sehingga menghambat penyerapan
lemak. Sedangkan saponin berfungsi mengikat kolesterol dengan asam empedu
sehingga menurunkan kadar kolesterol. Kandungan vitamin C di dalamnya
membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan asam empedu, akibat reaksi itu
meningkatkan ekskresi kolesterol. Mengkonsumsi 15 lembar daun salam dengan
cara di rebus dalam 2 gelas sampai tersisa satu gelas. Angkat, lalu saring. Minum
2 kali sehari masing-masing ½ gelas dinilai dapat menurunkan tekanan darah.
(Setiawan, 2009)
c. Kunyit (Curcuma longa)

Kunyit memiliki zat aktif berupa curcumin. Kandungan curcumin dalam kunyit dapat
menurunkan kolesterol dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
Kurkumin memiliki kemampuan dalam mencegah pengumpalan darah, mencegah
oksidasi kolesterol LDL, serta mampu menghambat pembentukan plak didalam
pembuluh darah. Mengkonsumsi kunyit 100 mg/kg BB/perhari dapat menurunkan
kadar kolesterol didalam tubuh. (Maryam & Shanin,2011)
d. Ketumbar (Coriandrum sativum)
8

Kandungan flavanoid di dalam ketumbar terbukti dapat menurunkan kadar


kolesterol dalam tubuh. Flavanoid beraktivitas sebagai antioksidan dengan
melepaskan atau menyumbangkan ion hidrogen kepada radikal bebas peroksi agar
menjadi lebih stabil. Aktivitas tersebut menghalangi reaksi oksidasi kolesterol jahat
(LDL) yang menyebabkan darah mengental, sehingga mencegah pengendapan
lemak pada dinding pembuluh darah Mengkonsumsi ketumbar sebanyak 500 mg/
kg BB/hari selama 4 bulan berturut-turut dapat menurunkan kadar kolesterol
didalam tubuh. (Suresh, Et al, 2012)
e. Jeruk sitrun (Citrus limon)

Jeruk sitrun mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk
lainnya. Satu jus jeruk sitrun mengandung lebih dari 3,9 persen pektin. Setiap 15
gram pektin dapat menurunkan 10 persen tingkat kolesterol. Pektin berperan
menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL yang dapat menyumbat pembuluh
darah. Pada saat yang sama, pektin juga menaikkan kadar kolesterol baik atau
HDL. Mengkonsumsi jus jeruk sitrun sebanyak 1ml/kg BB/day selama 4 minggu
dapat menurunkan kolesterol dalam tubuh. Sehingga mengkonsumsi jus jeruk
sitrun setiap hari dapat menghindari dari penyakit hipertensi. (Yasmin, Et al, 2010)
f. Mentimun

Mentimun memiliki efek yang sama seperti obat hipertensi ACE inhibitor, untuk
menghambat protein angiotensin I dalam darah. Mentimun juga merupakan sumber
Vitamin A dan K, folat, asam caffeic, dan silika. Selain itu juga mengandung vitamin
C, yaitu antioksidan kuat yang juga dapat membantu untuk menurunkan tekanan
darah. Konsumsi 150 ml jus mentimun selama 7 hari dapat menurunkan tekanan
darah sistolik dan diastolik pada laki-laki dan perempuan hipertensi secara
signifikan
9

g. Seledri

Di dalam seledri terdapat beberapa senyawa yang dapat bertindak sebagai zat
antioksidan kuat dan aktif dalam menjaga kestabilan sistem kekebalan tubuh dan
melindungi pembuluh darah dari penyempitan, Diantaranya senyawa stillenoids,
Flavon, Fenolik, Fitosterol, Flavonoid dan fitonutrien. asalah darah tinggi dapat
segera disembuhkan karena adanya zat pendukung yang membantu meningkatkan
fungsi dari senyawa aktif untuk menjaga peredaran darah tetap dalam kondisi
lancar. Zat pendukung yang dimaksud berupa asam folat, Serat, kalium atau
potassium, Vitamin A dan vitamin K , zat Kalsium yang cukup tinggi serta zat
yang mampu memproduksi hemoglobin secara alami yaitu zat besi

h. Daun sirsak

Di dalam daun sirsak memiliki banyak sekali khasiat yang terkandung di dalamnya
salah satunya adalah zat antioksidan yang ada di dalamnya yang berkhasiat untuk
menetralisirkan radikal bebas yang ada di dalam darah. Zat antioksidan di dalam
daun sirsak ini dapat melebarkan dan melenturkan pembuluh darah sehingga
peredaran darah dapat berjalan dengan lancar. merebus daun sirsak sebanyak 10
sampai 12 lembar bersama daun salam dengan air sebanyak 4 gelas. Tambahkan
sedikit garam dan madu lebah liar, lalu rebus hingga tersisa 2 sampai 3 gelas saja.
Minum rebusan daun sirsak tersebut secara rutin pagi dan sore.
10

i. Daun alpukat

Di dalam daun alpukat terdapat kandungan flavonoid yang berfungsi


mengendalikan tekanan darah. daun alpukat ini kaya akan kandungan nutrisi yang
sangat baik untuk tubuh. selain ampuh untuk mengobati penyakit hipertensi, daun
alpukat juga ampuh dalam mengobati penyakit lainnya diantaranya adalah penyakit
antihiperlipidemia. Hiperlipidemia adalah keadaan dimana terjadi penyumbatan di
dalam pembuluh darah arteri karena adanya penumpukan kolesterol yang cukup
banyak di dalamnya. merebus daun alpukat sebanyak 3-5 lembar cuci bersih dan
seduh dengan 1 gelas. Minum rebusan daun alpukat tersebut secara rutin.
11

POLA MAKAN SEHAT UNTUK MENCEGAH HIPERTENSI

Prinsip utama dalam melakukan pola makan sehat adalah “gizi seimbang”, dimana
mengkonsumsi beragam makanan yang seimbang dari “kuantitas” dan “kualitas” yang terdiri
dari:

a. Sumber karbohidrat : Nasi, roti, kentang, umbi-umbian.


b. Sumber protein hewani : ikan, daging, putih telur, susu rendah/bebas lemak.
c. Sumber protein nabati : kacang-kacangan dan polong-polongan serta hasil olahannya.
d. Sumber vitamin dan mineral : sayur dan buah-buahan segar.

3.1 PENATALAKSANAAN DIET BAGI PENDERITA HIPERTENSI

Prinsip diet pada penderita hipertensi adalah sebagai berikut :


1. Makanan beraneka ragam dan gizi seimbang.
2. Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi penderita.
3. Jumlah garam dibatasi sesuai dengan kesehatan penderita dan jenis makanan
dalam daftar diet.

Yang dimaksud dengan garam disini adalah garam natrium yang terdapat dalam
hampir semua bahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Salah
satu sumber utama garam natrium adalah garam dapur. Oleh karena itu, dianjurkan
konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ - ½ sendok teh/hari atau dapat
menggunakan garam lain diluar natrium.
12

3.2 Mengatur Menu Makanan

Makanan yang harus dihindari atau dibatasi adalah:


1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa,gajih).
2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biscuit, craker, keripik
dan makanan kering yang asin).
3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta
buahbuahan dalam kaleng, soft drink).
4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang,
udang kering, telur asin, selai kacang).
5. Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein
hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur,
kulit ayam).
6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta
bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium.
7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape.

STOP : KONSUMSI DAGING KAMBING DAN

DURIAN

Cara mengatur diet untuk penderita hipertensi adalah dengan memperbaiki rasa tawar
dengan menambah gula merah/putih, bawang (merah/putih), jahe, kencur dan bumbu lain
yang tidak asin atau mengandung sedikit garam natrium. Makanan dapat ditumis untuk
memperbaiki rasa. Membubuhkan garam saat diatas meja makan dapat dilakukan untuk
menghindari penggunaan garam yang berlebih. Dianjurkan untuk selalu menggunakan
garam beryodium dan penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh per hari.

Meningkatkan pemasukan kalium (4,5 gram atau 120 – 175 mEq/hari) dapat
memberikan efek penurunan tekanan darah yang ringan. Selain itu, pemberian kalium juga
membantu untuk mengganti kehilangan kalium akibat dan rendah natrium. Pada umumnya
dapat dipakai ukuran sedang (50 gram) dari apel (159 mg kalium), jeruk (250 mg kalium),
tomat (366 mg kalium), pisang (451 mg kalium) kentang panggang (503 mg kalium) dan
susu skim 1 gelas (406 mg kalium). Kecukupan kalsium penting untuk mencegah dan
mengobati hipertensi: 2-3 gelas susu skim atau 40 mg/hari, 115 gram keju rendah natrium
dapat memenuhi kebutuhan kalsium 250 mg/hari. Sedangkan kebutuhan kalsium perhari
rata-rata 808mg.
13

Pada ibu hamil makanan cukup akan protein, kalori, kalsium dan natrium yang
dihubungkan dengan rendahnya kejadian hipertensi karena kehamilan. Namun pada ibu
hamil yang hipertensi apalagi yang disertai dengan bengkak dan protein urin (preeklampsia),
selain obat-obatan dianjurkan untuk mengurangi konsumsi garam dapur serta meningkatkan
makanan sumber Mg (sayur dan buah-buahan).

Contoh menu pada seorang penderita hipertensi laki-laki umur 55 tahun, TB = 175
cm, BB = 80 kg, Tekanan darah = 160/100 mHg dengan aktivitas ringan.

3.3 Tujuan Diet

1. Membantu menurunkan tekanan darah.


2. Membantu menghilangkan penimbunan cairan dalam tubuh atau edema atau
bengkak.

3.4 Syarat Diet

1. Makanan beraneka ragam mengikuti pola gizi seimbang


2. Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi penderita
3. Jumlah garam disesuaikan
14

Algoritma Hipertensi
15

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

SENAM HIPERTENSI

4.1 pengertian

Senam hipertensi adalah bagian dari usaha untuk mengurangi berat badan dan
mengelola stres (faktor yang mempertinggi hipertensi).

4.2 Tujuan

1. Mengurangi berat badan dan mengelola stres (faktor yang mempertinggi hipertensi)
2. Menurunkan tekanan darah

4.3 Metode

1. Presentasi
2. Demonstrasi Senam Hipertensi

4.4 Strategi Pelaksanaan

1. Persiapan
a. Persiapan Klien
(1) Klien diberi tahu tindakan yang akan dilakukan
(2) Klien dalam posisi berdiri
b. Persiapan Lingkungan
(1) Ruangan yang tenang dan kondusif
(2) Ruangan yang cukup luas
2. Pelaksanaan
Simulasi senam hipertensi dengan tahapan:
a. Gerakan Pemanasan
1) Tekuk kepala ke samping, lalu tahan dengan tangan pada sisi yang sama
dengan arah kepala. Tahan dengan hitungan 8-10, lalu bergantian dengan sisi
lain.
16

2) Tautkan jari-jari kedua tangan dan angkat lurus ke atas kepala dengan posisi
kedua kaki dibuka selebar bahu. Tahan dengan 8-10 hitungan. Rasakan tarikan
bahu dan punggung.

b. Gerakan Inti
1) Lakukan gerakan seperti jalan ditempat dengan lambaian kedua tangan searah
dengan sisi kaki yang diangkat. Lakukan perlahan dan hindari hentakan.
2) Buka kedua tangan dengan jemari mengepal dan kaki dibuka selebar bahu.
Kedua kepalan tangan bertemu dan ulangi gerakan semampunya sambil
mengatur napas.

3) Kedua kaki dibuka agak lebar lalu angkat tangan menyerong. Sisikaki yang
searah dengan tangan sedikit ditekuk.Tngan diletakkan dipinggang dan kepala
searah dengan gerakan tangan. Tahan 8-10 hitungan lalu ganti dengan sisi
lainnya.
17

4) Gerakan hampir sama dengan sebelumnya, tapi jari mengepal dan kedua
tangan diangkat keatas. Lakukan bergantian secara perlahandan
semampunya.
5) Hampir sama dengan gerakan inti 1, tapi kaki dibuang kesamping. Kedua
tangan dengan jemari mengepal ke arah yang berlawanan. Ulangi dengan sisi
bergantian.
6) Kedua kaki dibuka lebar dari bahu, satu lutut agak ditekuk dan tangan yang
searah lutut di pinggang. Tangan sisi yang lain lurus kearah lutut yang ditekuk.
Ulangi gerakan kearah sebaliknya dan lakukan semampunya.

c. Pendinginan
1) Kedua kaki dibuka selebar bahu, lingkarkan satu tangan ke leher dan tahan
dengan tangan lainnya. Hitungan 8-10 kali dan lakukan padasisi lainnya.
18

2) Posisi tetap, tautkan kedua tangan lalu gerakkan kesamping dengan gerakan
setengah putaran. Tahan 8-10 hitungan lalu arahkan tangan kesisi lainnya dan
tahan dengan hitungan yang sama.
3. Terminasi
a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti senam hipertensi.
2) Memberi pujian atas keberhasilan klien.
b. Rencana tindak lanjut
Menganjurkan klien melaksanakan senam hipertensi minimal 30 menit dan dilakukan
seminggu tiga kali.

4.5 Evaluasi

1. Respon Verbal
Klien mengatakan senang untuk melakukan senam hipertensi
2. Respon Non Verbal
Klien sangat antusias dengan senam hipertensi dan mengikuti setiap kegiatan dengan
baik.
19

TATA CARA TENSI

5.1 PENGUKURAN TEKANAN DARAH

Alat pengukur tekanan darah atau sphigmomanometer ada 3 jenis:

• Air raksa

• Aneroid/ jarum

• Digital

JENIS KELEBIHAN KEKURANGAN

Air • Merupakan Golden • Memerlukan


Raksa Standart Tenaga
pemeriksaan tekanan Ahli/Tenaga
darah Terlatih untuk
• Hasil yang di dapat melakukan
akurat pemeriksaan
• Tahan lama • Dapat
terkontaminasi
logam berat
seperti merkuri,
jika air raksanya
bocor atau
pecah.

Jarum • Praktis dan mudah Memerlukan


dibawa kemana- Tenaga Ahli/Tenaga
mana Terlatih untuk
• Hasil yang di dapat melakukan
cukup akurat pemeriksaan
• Tidak takut
terkontaminasi logam
berat
20

Digital • Praktis, dan mudah Tingkat akurasi


dibawa kemana- pengukuran lebih
mana rendah daripada
• Tidak takut tensimeter air raksa.
terkontaminasi logam
berat
• Tidak memerlukan
tenaga ahli/tenaga
terlatih untuk
mendapatkan hasil
pemeriksaan tekanan
darah

5.2 Posisi Pasien

 Jika duduk, lengan pasien harus didukung (dapat menggunakan meja) dengan
nyaman dan sejajar jantung
 Menggulung lengan pakaian yang ketat dapat menghambat aliran darah

5.3 Syarat Utama

• Pasien dalam kondisi rileks atau santai 5-15 menit sebelum pemeriksaan
• Aktivitas yang mempengaruhi tekanan darah harus dihindari dalam 30 menit
sebelum pemeriksaan
• Pemeriksaan harus dilakukan dalam kondisi yang tenang dan tidak berisik

5.4 Prosedur Pelaksanaan

Menyiapkan Peralatan
21

1 Duduk lalu bukalah kotak peralatan pemeriksa tekanan darah. Duduklah di meja
atau bangku, tempat Anda dapat dengan mudah mengatur peralatan yang diperlukan.
Lepas manset, stetoskop, meteran/pengukur tekanan, dan pompa dari kotak
peralatan, berhati-hatilah dalam melepas kotak peralatan pengukur tensi yang
berbeda.

2 Angkat lengan Anda setinggi jantung. Tinggikan lengan Anda sehingga saat Anda
menekuk siku, siku berada sejajar dengan jantung. Hal ini akan memastikan Anda
memperoleh pembacaan tekanan darah yang tidak terlalu tinggi atau rendah.
Sanggalah lengan Anda selama pemeriksaan, pastikan untuk mengistirahatkan siku
Anda di atas permukaan yang stabil

3 Ikatkan manset di sekeliling lengan bagian atas. Kebanyakan manset memiliki


Velcro (dua sisi bahan/kain yang bisa direkatkan) yang membuatnya bisa dikunci
dengan mudah. Jika baju Anda memiliki lengan yang panjang atau tebal, gulung
terlebih dahulu, karena Anda hanya bisa mengikatkan manset pada pakaian yang
sangat tipis. Sisi bawah manset harus berjarak sekitar 2,5 cm dari atas siku.[1]
 Beberapa ahli menganjurkan untuk memakai lengan kiri; lainnya menganjurkan untuk
memeriksa kedua lengan. Akan tetapi, jika Anda baru pertama kali melakukan ini,
periksa lengan kiri jika Anda tidak kidal, begitu pun sebaliknya.
22

4 Pastikan manset rapat tetapi tidak terlalu ketat. Jika manset terlalu longgar,
manset tidak akan mengenai arteri dengan tepat, menyebabkan pembacaan tekanan
darah yang tidak akurat. Jika manset terlalu ketat, hal ini akan menyebabkan sesuatu
yang disebut ‘hipertensi manset’ dan memberikan hasil tinggi yang tidak akurat. [2]

5 Letakkan kepala stetoskop yang (lebih) lebar pada lengan Anda. Kepala
stetoskop (disebut juga diafragma) harus diletakkan secara mendatar pada kulit di sisi
dalam lengan Anda. Tepian diafragma harus berada di bawah manset, diletakkan di
atas arteri brakial (lengan). Letakkan alat pendengar di telinga Anda.
 Jangan menahan kepala stetoskop dengan jempol - jempol memiliki pulsasi (denyut
nadi) sendiri, hal ini akan membuat Anda bingung saat mencoba memperoleh hasil
pembacaan tekanan darah.
 Metode yang baik adalah memegang kepala stetoskop dengan jari tengah dan
telunjuk. Anda tidak akan mendengar bunyi denyutan (lain) dengan cara ini, sampai
Anda memompa manset.
23

6 Jepitkan meteran pada permukaan yang stabil. Jika meteran dijepitkan pada
manset, lepaskan dan letakkan pada sesuatu yang kuat, seperti buku bersampul tebal.
Anda dapat meletakkan meteran di depan Anda di atas meja dengan cara ini, sehingga
lebih mudah dilihat. Sangat penting untuk mengaitkan dan menjaga meteran ini tetap
stabil.
 Pastikan ada pencahayaan yang cukup sehingga Anda dapat melihat jarum dan
penanda meteran sebelum Anda memulai pemeriksaan.
 Terkadang, meteran sudah melekat pada pemompa karet, jika begitu maka langkah
ini tidak berlaku.

7 Ambil pemompa karet dan tutup klepnya. Klep pada pemompa perlu ditutup rapat
sebelum Anda memulai. Hal ini akan memastikan tidak ada udara yang keluar saat
Anda memompa, sehingga akan menghasilkan pemeriksaan yang akurat. Putar klep
searah jarum jam, sampai dirasa sudah rapat.
 Jangan mengunci klep terlalu kencang, jika tidak, Anda nantinya akan membukanya
terlalu jauh dan mengeluarkan udara terlalu cepat.
24

Bagian 2
Memeriksa Tekanan Darah

1 Pompa manset. Pompalah pemompa dengan cepat untuk mengisi udara pada
manset. Pompa terus sampai jarum pada meteran mencapai 180 mmHg. Tekanan
pada manset akan menutup jalan arteri besar pada biseps (otot lengan atas),
menghentikan aliran darah sementara. Inilah yang menyebabkan tekanan dari manset
terasa aneh atau tidak nyaman.

2 Buka klep. Bukalah klep pada pemompa karet dengan lembut berlawanan jarum
jam, sehingga udara di dalam manset keluar dengan kecepatan sedang. Perhatikan
meteran; untuk akurasi terbaik, jarum harus bergerak ke bawah dengan kecepatan 3
mm per detik.[3]
 Membuka klep saat Anda memegang stetoskop mungkin sedikit sulit. Cobalah
membuka klep dengan tangan yang dipasang manset, sementara peganglah
stetoskop dengan tangan satunya.
25

3 Perhatikan tekanan darah sistolik.


Saat tekanan mulai turun, gunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi denyutan
atau ketukan. Saat Anda mendengar bunyi denyutan pertama, lihatlah tekanan pada
meteran. Ini adalah tekanan darah sistolik Anda.
 Angka sistolik menunjukkan tekanan aliran darah Anda di dalam dinding arteri setelah
jantung berdenyut atau berkontraksi. Ini adalah angka yang lebih tinggi dari dua hasil
pembacaan tekanan darah, saat tekanan darah dituliskan, angka ini berada di atas.[4]
 Nama medis dari bunyi denyutan yang Anda dengar adalah ‘bunyi Korotkoff’.

4 Perhatikan tekanan darah diastolik Anda. Teruslah memperhatikan meteran,


gunakan stetoskop untuk mendengarkan bunyi denyutan. Bunyi denyutan yang keras
secepatnya akan berubah menjadi dengungan. Tekanan darah diastolik dapat dengan
mudah dicermati, karena perubahan bunyi tadi mengindikasikan bahwa ‘sebentar lagi’
adalah tekanan darah diastolik Anda. Segera setelah dengungan berkurang,
kemudian Anda tidak mendengar apa pun, lihatlah tekanan pada meteran. Ini adalah
tekanan darah diastolik Anda.
 Angka diastolik menunjukkan tekanan aliran darah dalam dinding arteri saat jantung
dalam kondisi relaksasi setelah berkontraksi. Ini adalah angka yang lebih rendah dari
dua hasil pembacaan tekanan darah, saat tekanan darah Anda dituliskan, angka ini
berada di bawah.
26

5 Jangan khawatir jika Anda melewatkan pembacaan. Jika Anda melewatkan


pembacaan entah pada sistolik atau diastolik, Anda dapat memompa manset lagi
sedikit untuk mengulanginya.
 Jangan melakukannya terlalu banyak (lebih dari dua kali) karena dapat mempengaruhi
akurasi.
 Sebagai alternatif, Anda bisa memasang manset pada lengan satunya, kemudian
mengulangi proses kembali.

6 Periksa tekanan darah Anda lagi. Tekanan darah berfluktuasi sepanjang waktu
(kadang secara dramatis), sehingga jika Anda melakukan pemeriksaan dua kali dalam
jangka waktu sepuluh menit, Anda bisa memperoleh hasil rata-rata yang lebih akurat.
 Untuk hasil yang lebih akurat, periksa tekanan darah Anda untuk kedua kalinya, lima
sampai sepuluh menit setelah yang pertama.
 Menggunakan lengan satunya untuk pemeriksaan kedua juga merupakan ide yang
bagus, terutama jika hasil kedua tidak normal.
27

Bagian 3

Membaca Hasil

1 Pahami arti dari hasil yang didapat. Setelah Anda mencatat tekanan darah Anda,
sangat penting untuk mengetahui arti angka tersebut. Gunakan petunjuk berikut
sebagai referensi:

 Tekanan darah normal: Angka sistolik kurang dari 120 dan angka diastolik kurang
dari 80.
 Prehipertensi: Angka sistolik antara 120 dan 139, angka diastolik antara 80 dan 89.
 Hipertensi Tingkat 1: Angka sistolik antara 140 dan 159, angka diastolik antara 90
dan 99.
 Hipertensi Tingkat 2: Angka sistolik di atas 160 dan angka diastolik di atas 100.
 Hipertensi Berat: Angka sistolik di atas 180 dann angka diastolik di atas 110.[5]

2 Jangan khawatir jika tekanan darah Anda rendah. Walaupun tekanan darah Anda
jauh di bawah angka "normal" 120/80, tidak ada yang perlu dicemaskan. Hasil
pemeriksaan tekanan darah yang rendah, katakan, 85/55 mmHg masih dianggap
normal, selama tidak ada gejala tekanan darah rendah yang muncul.
28

 Namun, jika Anda mengalami gejala seperti pusing, pening, dehidrasi, mual,
penglihatan kabur, dan/atau kelelahan, Anda sangat disarankan untuk menemui
dokter karena tekanan darah rendah Anda mungkin terjadi akibat kondisi-kondisi
tersebut.

3 Ketahui waktu untuk mencari pengobatan. Pahamilah bahwa hasil pemeriksaan


yang tinggi tidak selalu berarti bahwa Anda memiliki tekanan darah tinggi. Hal itu bisa
saja disebabkan berbagai faktor.
 Jika Anda memeriksa tekanan darah Anda setelah berolahraga, makan makanan
bergaram, minum kopi, merokok, atau sedang dalam kondisi stres, tekanan darah
Anda dapat menjadi tinggi tidak seperti biasanya. Jika manset terlalu kendur atau ketat
di lengan Anda, atau terlalu besar atau kecil untuk ukuran Anda, pemeriksaan dapat
menjadi tidak akurat. Oleh karena itu, Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan
pemeriksaan tidak akurat yang satu ini, terutama bila tekanan darah Anda kembali
normal saat Anda memeriksanya kembali di lain waktu.
 Namun, jika tekanan darah Anda terus konsisten di atau lebih tinggi dari 140/90
mmHg, Anda perlu mengkonsultasikannya dengan dokter yang dapat memberikan
Anda suatu rencana pengobatan, biasanya merupakan kombinasi dari pola makan
sehat dan olahraga.
 Jika Anda mendapatkan hasil pemeriksaan sistolik 180 atau lebih tinggi, atau hasil
pemeriksaan diastolik 110 atau lebih tinggi, tunggu beberapa menit kemudian
periksalah tekanan darah Anda lagi. Jika masih sama, Anda perlu menghubungi
layanan IGD segera, karena Anda mungkin mengalami hipertensi berat.
29

DAFTAR PUSTAKA

Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia. 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 1
Edisi Ketiga. Jakarta: FKUI.
Mufidah Kamalita. 2017. Penerapan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan
Darah Pada Pasien Hipertensi Pada Keluarga Tn. S dan Ny. K di Desa Klopogodo
Rt. 01 Rw. 04 Kec. Gombong. Skripsi. Stikes Muhammadiyah Gombong.
30

TIM PENYUSUN

Buku ini disusun oleh mahasiswa program studi profesi ners kelompok 2A tahun 2018
Universitas Brawijaya. Kami menyadari masih banyak sekali kekurangan yang ada pada
modul ini. Dan kami sangat mengharapkan kritik, saran dan masukan yang membangun.
Semoga modul ini dapat menjadi pedoman dan bermanfaat dalam penanggulangan penyakit
hipertensi di Dusun Sumberbendo Desa Kucur Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Penyusun:

Ryka Widyaningtyas

Wisnu Rama Widjaya

Feny Dwi Anggraini

Krismaya Ismayanti

Nur Arifah Astri

Annisa Novilia Alam

Novelia Ayudita Hafna Bahri

Sinta Devi Puspitasari

Siti Latifah
‘’ Ketika perjalanan
Mea Kuraini Syafitri
terlalu jauh untuk
Sri Breginia Relanov Sitepu
ditempuh, maka kami

percaya bahwa dengan

Bersama tujuan itu akan

tercapai ‘’