You are on page 1of 19

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) ART DRAWING

THERAPY
PADA PASIEN HALUSINASI DI RUANG GATOTKACA
RSJD Dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA

Disusun Oleh :

ISNA RADITYA NINGRUM VIQIH DEVITA NINGRUM


KURMALA TASARI NONA TUNJUNG SATRIA W
TUTIK PARIDAH NONA PUTRA RUKMANA S
RETNO HASTUTI IKHSAN BAYU PRASTOWO
DATIK WAHYUNIN SIH SANTIKA PRIMARATRI
TULUS DWI HARTANTO

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2018
1. ANALISA SITUASI
Pasien gangguan jiwa di Ruang Gatotkaca rata-rata terdiagnosa
medis skizofrenia dengan berbagai macam tanda gejala positif dan negatif.
Kondisi dan tanda gejala pasien bermacam-macam, antara lain gejala
halusinasi, isolasi diri, resiko bunuh diri dan resiko kekerasan. Salah satu
pelaksanaan terapi yang dapat diberikan kepada pasien dengan gangguan
jiwa adalah terapi modalitas salah satunya Terapi Aktivitas Kelompok
(TAK). Terapi Aktivitas Kelompok merupakan salah satu terapi modalitas
yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai
masalah keperawatan yang sama (Yosep, 2013). Terapi Aktivitas
Kelompok adalah terapi non farmakologi yang diberikan perawat terlatih
terhadap pasien dengan masalah keperawatan yang sama. Terapi bisa
diberikan secara berkelompok dan berkesinambungan (Keliat, 2013).
Didalam kelompok tersebut, akan terjadi dinamika interaksi yang saling
ketergantungan, saling membutuhkan, dan menjadi laboratorium bagi
klien untuk berlatih prilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki tingkah
laku yang lama yang maladaptif.
Ruang Gatotkaca RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta memiliki kapasitas
28 tempat tidur yang terbagi dalam 4 ruangan, kamar mandi sebanyak 4
untuk pasien dan 1 untuk perawat, ruang perawat ada 1, ruang dokter 1 dan
gudang 1 ruang. Perawat yang terdapat di Ruang Gatotkaca sebanyak 13
perawat yang dibagi menjadi 3 shift, pagi, siang dan malam. Pasien yang
dirawat berasal dari Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Jumlah pasien
saat dilakukan pengkajian terdapat 16 pasien, dengan diagnosa halusinasi
sebanyak 9 pasien, isolasi diri sebanyak 1 pasien, resiko bunuh diri
sebanyak 1 pasien, dan resiko prilaku kekerasan sebanyak 5 pasien.
Fasilitas yang terdapat dibangsal yaitu 1 TV, 4 lemari besi dan 1 lemari
kayu untuk pakaian dan linen, 1 lemari kayu yang berisi kelengkapan
hygine pasien, 7 meja makan besar, 11 kursi panjang, 8 kipas angin, kasur,
bed, bantal dan selimut.
Kegiatan dibangsal Gatotkaca dimulai dari jam 06.30 pasien
mendapatkan sarapan dan minum obat, jam 07.30 pasien diajak untuk
senam bersama mahasiswa pratikan, jam 08.00 pasien dianjurkan dan
dimotivasi personal hygine mandi dan diukur tanda-tanda vital, Jam 8.30
pasien mempersiapkan ke ruang rehabilitasi dengan memakai sragam
tanpa lapisan baju biasa dan gelang tangan, jam 10.00 pasien mendapatkan
snack berupa bubur kacang hijau serta kegiatan pasien berinteraksi dengan
perawat dan mahasiswa praktik dibangsal sampai waktu makan siang, jam
11.45 pasien mendapatkan makan siang, setelah makan siang pasien
beristirahat dikamar masing-masing, pukul 16.30 pasien mendapatkan
makan malam dan minum obat. Setelah itu pasien kembali keruangan
sampai pagi selanjutnya.

2. PERMASALAHAN MITRA
Kegiatan Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) dilaksanakan di Ruang
Gatotkaca pada hari Jum’at 11 Desember 2019 pukul 09.00-10.00 WIB.
Ruang Gatotkaca dipilih sebagai tempat kegiatan setelah konsultasi
dengan CI Klinik dan dosen pembimbing. Ruang Gatotkaca merupakan
tempat strategis sehingga dipilih sebagai tempat untuk Terapi Aktivitas
Kelompok Art Drawing Therapy karena suasana yang tenang, nyaman,
pasien sudah kooperatif atau dalam maintenance, serta dilengkapi fasilitas
yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan TAK agar berjalan dengan
lancar.
Peserta Terapi Aktivitas Kelompok berjumlah 8 orang dipilih dari
ruang Gatotkaca yang berdasarkan kriteria inklusi menurut jurnal pedoman
yang diaplikasikan.

3. TUJUAN KEGIATAN
a. Tujuan umum
Untuk menurunkan gejala-gejala yang muncul pada pasien
skizofrenia, mengekspresikan perasaan dan melatih ketrampilan
kognitif.
b. Tujuan Khusus
- Meningkatkan fungsi kerja otak karena membuat visualisasi
dalam bentuk gambar dibutuhkan kemampuan kerja otak
untuk mengorganisir kerja otot tangan sehingga dapat
mengungkapkan apa yang difikirkan.
- Klien mampu mengungkapkan hal yang berkesan dan
menggambarkannya
- Klien mampu menjelaskan dan mengekspresikan gambaran
tersebut
- Menstimulasi otak kanan dan juga melibatkan belahan otak
kiri.

4. TARGET LUARAN
a. Klien mampu memahami pentingnya melakukan kegiatan terutama
Art Drawing Therapy untuk menurunkan gejala positif dan negatif
skizofrenia
b. Klien mampu mengungkapkan dan menjelaskan maksud gambaran
yang dibuat
c. Klien mampu membangun dan mempererat hubungan intrapersonal
antar pasien-pasien dan pasien-perawat
d. Klien mampu mengurangi tekanan emosional dengan
menggunakan Art DrawingTherapy

5. TINJAUAN PUSTAKA
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang umum terjadi dengan
karakteristik adanya kerusakan dan keanehan pada pikiran, persepsi,
emosi, pergerakan dan perilaku.
Skizofrenia ditandai oleh gangguan dalam pemikiran dan dalam
mengekspresikan pikiran melalui pembicaraan yang koheren dan
bermakna. Gangguan dalam berpikir dapat ditemukan baik pada isi
maupun pada bentuk pikiran. Gangguan dalam isi pikiran, gangguan
paling nyata mencakup waham atau keyakinan yang salah pada pikiran
seseorang tanpa mempertimbangkan dasar yang tidak logis dan tidak
adanya bukti untuk mendukung keyakinan tersebut. Gangguan dalam
bentuk pikiran, skizofrenia cenderung berfikir dalam bentuk yang tidak
terorganisasi dan tidak logis. Penyakit skizofrenia juga merupakan
gangguan kejiwaan yang dalam kondisi medis bisa mempengaruhi fungsi
otak manusia, fungsi normal kognitif, emosional, dan tingkah laku
penderita
Penatalaksanaan pasien Skizofrenia berupa psikofarmakologi,
psikoterapi, milieu therapy, pendekatan keperawatan, terapi modalitas,
Terapi modalitas merupakan metode pemberian terapi yang menggunakan
kemampuan fisik atau elektrik, yang bertujuan untuk membantu proses
penyembuhan atau mengurangi keluhan yang dialami oleh klien.
Terapi seni memberikan efek relaksasi sehingga dengan potensi
yang dimiliki pasien untuk melakukan aktivitas seni akan merangsang
proses relaksasi dan membuat perasaan tenang dan merangsang proses
penyembuhan. Beberapa pakar masa lampau menyebutkan terapi seni
menstimulasi otak kanan dan juga melibatkan belahan otak kiri. Terapi
seni merupakan bagian dari body mind intervention, terapi ini melibatkan
keterpaduan tubuh dan jiwa untuk memperoleh kesembuhan. Suatu studi
mengamati dampak menggambar terhadap proses diotak dengan scanning
otak. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas seni melibatkan proses yang
komplek pada kedua belahan otak.
Art therapy adalah suatu bentuk terapi yang bersifat ekspresif
dengan mengunakan materi seni, seperti lukisan, kapur, spidol, dan
lainnya. Art therapy menggunakan media seni dan proses kreatif untuk
membantu mengekspresikan diri, meningkatkan keterampilan coping
individu, mengelola stress, dan memperkuat rasa percaya diri. Art therapy
juga dapat diartikan sebagai kegiatan membuat sebuah karya seni untuk
memenuhi kebutuhan psikologis dan emosional pada individu, baik pada
individu yang memiliki kemampuan dalam seni ataupun yang tidak
memiliki kemampuan dalam seni. Melalui art therapy individu dapat
mengungkapkan perasaan yang dialami dengan menggunakan seluruh area
atau fungsi dalam diri mereka. Art Drawing therapy meningkatkan fungsi
kerja otak karena membuat visualisasi dalam bentuk gambar dibutuhkan
kemampuan kerja otak untuk mengorganisir kerja otot tangan sehingga
dapat mengungkapkan apa yang difikirkan (Malchiodi, 2014).
Art therapy dapat menjadi cara yang tepat untuk mengungkapkan
emosi, seperti: perasaan marah, takut ditolak, cemas, dan rendah diri.
Kegiatan yang diperoleh dalam art therapy itu sendiri salah satunya
melalui menggambar. Kegiatan menggambar merupakan kegiatan yang
menyenangkan dan dapat dilakukan oleh siapapun sekalipun individu
tersebut tidak dapat menggambar. Melalui media gambar tersebut, dapat
membantu memahami persepsi dan perasaan yang terjadi pada diri
individu dan mencoba membantu menggali bagaimana cara menyelesaikan
masalah. Dan harapan untuk dapat membantu untuk hidup lebih baik dan
tidak terjebak dalam masa lalu (Adriani & Satiadarma, 2011). Malchiodi
(2012) dan Bolton (2008) menyatakan media yang digunakan dalam
proses art therapy sangat bervariasi. Namun hanya terdapat empat media
kasar yang digunakan sudah lebih dari 60 tahun, yaitu painting, clay,
collage, dan drawing. Kegiatan menggambar merupakan kegiatan yang
menyenangkan dan dapat dilakukan oleh siapapun sekalipun individu
tersebut tidak dapat menggambar. Melalui media gambar, individu akan
memahami persepsi dan perasaan yang terjadi pada dirinya dan membantu
individu untuk menggali cara menyelesaikan masalah serta menemukan
harapan untuk membantu hidup menjadi lebih baik (Adriani & Satiadarma,
2011).
6. METODE PELAKSANAAN
a. Pasien
Pasien yang akan diikutsertakan dalam terapi aktivitas kelompok
(TAK) berjumlah 8 orang yang dipilih sesuai dengan kriteria
inklusi dan eksklusi berdasarkan jurnal yang diaplikasikan
1) Kriteria Inklusi
- Pasien yang di diagnosa skizofrenia
- Pasien kooperatif
2) Kriteria Eksklusi
- Pasien komorbiditas dengan gangguan bipolar,
demensia, dan kecanduan obat
- Pasien yag tidak kooperatif

Tabel 1. Pasien yang Dilakukan Terapi Aktivitas Kelompok

No Nama Tanda dan Gejala Diagnosa Keterangan


Pasien
1 Zaki Riwayat pasien Skizofrenia Pasien
Mubarak mengatakan, dirinya paranoid kooperatif
pengelola pabrik di
Indonesia dan Amerika.
2 Zainal Riwayat pasien pernah Skizofrenia Pasien
Asrori mengamuk tak terinci kooperatif

3 Agung Riwayat pasien Skizofrenia Pasien


Ariandi mengamuk, pasien tak terinci kooperatif
mondarmandir, pasien
jalan terus tidak pulang
ke rumah
4 Agus Riwayat pasien Skizofrenia Pasien
mengamuk, membakar tak terinci kooperatif
Widodo
motor
5 Hendro Riwayat pasien menuduh Skizofrenia Pasien
Pujo istrinya selingkuh, paranoid kooperatif
marah-marah, bicarnya
ngelantur, membakar
dan membuang baju dan
laptop istrinya
6 Nauval Arif Riwayat pasien Skizofrenia Pasien
Setiawan halusinasi, dirumah Katatonik Kooperatif
pendiam/lingkung,
hiperaktif

7 Ladeka Riwayat pasien meminta Skizofrenia Pasien


uang ke orang tua, tetapi tak terinci Kooperatif
tidak sesuai keinginan,
marah, pendiam.
b. Jalannya Pelaksanaan Terapi

Tabel 2. Jalannya Pelaksanaan TAK

Prainteraksi a. Seleksi klien.


b. Pengorganisasian pelatih TAK.
c. Mempersiapkan waktu pelaksanaan.
d. Mempersiapkan kelengkapan alat.
e. Mempersiapkan tempat pertemuan.
Orientasi a. Memberikan salam secara terapeutik kepada klien.
b. Mengevaluasi / validasi (menanyakan perasaan klien
saat ini) .
c. Kontrak :
- Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu
memperkenalkan diri.
- Menjelaskan aturan main kepada klien yaitu jika
ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus
minta ijin kepada terapis.
- Menjelaskan kepada klien bahwa lama kegiatan 40
menit.
- Semua klien mengikuti kegiatan dari awal sampai
selesai.
Kerja Sesi I :
a. Pasien memperkenalkan diri dan menceritakan hal
yang disukai, hobi dan hal yang disukai
b. Pasien menggambar sesuatu yang berkesan bagi
mereka yang tidak terbatas contohnya seperti
mimpi, hewan atau keluarga
Sesi II :
c. Para terapis mengajukan beberapa pertanyaan
tentang gambar pasien dan mendorong pasien
untuk lebih spesifik
d. Pasien didorong untuk mengungkapkan dan
mengekspresikan kebahagian atau harapan-
harapan pada gambar
e. Peserta didorong untuk memberikan komentar
dan pujian antar pasien lain.
Terminasi a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti
TAK.
2) Memberikan pujian atas keberhasilan peserta.
b. Rencana tindak lanjut
1) Melakukan evaluasi setiap hari setelah
dilakukannya TAK.

c. Pelaksanaan
Terapi aktivitas kelompok dilaksanakan pada:
Hari/ Tanggal : Jum’at, 11 Desember 2018
Waktu : 09.00 – 10.00 WIB
Tempat : Ruang Gatotkaca RSJD Dr. Arif Zainudin
Surakarta

d. Metode Pelaksanaan
1) Diskusi
2) Tanya jawab
3) Demonstrasi dan aplikasi

e. Perlengkapan Instrumen
1) Kertas gambar
2) Pensil warna
3) Pensil
4) Spidol
5) Name tag perawat dan pasien
f. Setting Tempat

Keterangan:

: Leader : Observer

: Co Leader : Operator

: Fasilitator : Pasien

1) Pengoperasian
a) Leader : Kurmala
b) Co Leader : Ikhsan
c) Fasilitator : Isna, Tutik, Datik, Tulus, Santika, Nona
Tunjung, Viqih
d) Observer : Retno
e) Operator : Nona Putra
2) Uraian Tugas
Tabel 3. Uraian Tugas Anggota Kelompok Selama Kegiatan TAK Art Drawing

No. Peran Tugas


1. Leader a. Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok
b. Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi
c. Membuka acara
d. Menyampaikan materi sesuai TAK
e. Memimpin diskusi kelompok
f. Membacakan tata tertib
g. Menutup acara diskusi
2. Co Leader a. Mendampingi leader
b. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang dari
perencanaan yang dibuat
c. Mengambil alih posisi leader jika leader blocking
d. Menyerahkan kembali posisi kepada leader
3. Fasilitator a. Menyediakan fasilitas dalam kegiatan kelompok
b. Memberikan stimulus dan motivator pada anggota
kelompok untuk aktif mengikuti jalannya terapi
c. Membantu leader dalam pelaksanaan TAK
4. Observer a. Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada
format yang tersedia)
b. Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai
persiapan proses, hingga penutup.
c. Melaporkan hasil observasi TAK.
5. Operator a. Dokumentasi
b. Timer (mengatur waku)
Therapy
7. Hasil Evaluasi TAK
Tanggal 11 Januari 2019 di ruang Gatotkaca dilakukan terapi aktivitas
kelompok Art Drawing Therapy dengan 7 pasien. Efek yang dihasilkan dalam
praktik Terapi Aktifitas Kelompok Art Drawing Therapy di bangsal Gatotkaca
RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta dari 7 pasien. Evaluasi kegiatan secara seluruh
pasien antusias dalam menggambar. Namun ketika di refleksi cuci tangan ada 3
yang kurang bersemangat seperti Tn Hendro dan Tn. Agung. Evaluasi kegiatan
TAK art drawing yang diadakan pada hari Jumat didapatkan hasil bahwa 3 dari 7
pasien kurang bersemangat dalam melakukan terapi aktivitas kelompok (TAK)
pasien yang lain mengatakan stress berkurang setelah melakukan terapi art
drawing dan lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Satu
pasien kurang bersemangat mengikuti TAK art drawing karena badan lungkrah
(lemas) dan dua orang mengatakan sudah kangen dengan suasana rumahnya. 4
dari 7 orang mengatakan merasa bahagia dan bersemangat setelah melakukan
terapi art drawing.

8. Kesimpulan
Art drawing therapy efektif dilakukan di ruang gatot kaca sebagai salah satu
terapi yang bersifat ekspresif dengan kriteria pasien yang menderita skizofrenia
dengan menggunakan materi seni seperti lukisan yang menggunakan spidol
pensil dan lainnya. Hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi kepada 7 pasien,
meningkatkan kefokusan klien, membuat klien lebih semangat dan membuat
psikologis klien lebih sehat dikarenakan art drawing therapy dapat
mengeluarkan hormone oksitosin yang dapat membuat mood jadi bahagia dan
juga dapat melatih keterampilan kognitif dari peserta.
1. Pelaksanaan Terapi
Hari/tanggal : Jumat, 11 Januari 2019
Tempat : Ruang Gatotkaca
Respon Kegiatan Art Drawing Therapy
No Nama Pasien
Data Objektif Data Subjektif
1 Zaki Mubarak - Klien antusias menggambar Klien mengatakan
- Klien menggambar sebuah “perkenalkan nama saya zaki
pesawat mubarak, rumah saya di
- Saat refleksi cuci tangan rembang, hobi sepakbola. Saya
pasien kurang bersemangat menggambar pesawat F16 tapi
- klien ekspresinya datar dan jenisnya aeromodelling
jarang senyum menggunakan remot, kalau ada
- klien kooperatif yang punya biasanya yang bisa
- klien menggambar dengan beli orang yang kaya”
pensil dan pensil warna biru
2 Zainal Asrori - Klien antusias menggambar Klien mengatakan
- Klien menggambar “perkenalkan nama saya zainal
pemandangan gunung, asrori, rumah saya di ngawi,
rumah, jalan dan matahari hobi saya bersepeda. Saya
- Klien menggamabr menggambar gunung lawu
menggunakan pensil warna karena disekitar lereng banyak
dengan warna biru, merah, petani yang menanam sayur,
hijau, kuning, hitam saya suka mendaki gunung dan
- Klien tampak bersemangat melihat pemandangan itu”.
dan mengikuti arahan dari Klien mengatakan waktu yang
fasilitator digunakan untuk menggambar
ini kurang.
3 Agung Ariandi - Klien antusias menggambar Klien
- Klien menggambar rumah, mengatakan,”Perkenalkan
jalan dan pohon nama saya Agung ariandi,
- Klien menggunakan spidol tinggal di sragen, hobi saya
warna coklat, biru, hijau menonton tivi. Saya
dan ungu. menggambar rumah saya yang
- Klien tampak kurang sebelahnya ada pohon bunga
bersemangat saat tanjung. Saya menggambar
melakukan refleksi cuci rumah karena saya rindu ingin
tangan pulang kerumah”
- Klien jarang senyum
- Pandangan mata kosong
4 Agus Widodo - Klien antusias menggambar Klien
- Klien menggambar mengatakan,”perkenalkan
bermacam benda seperti nama saya agus Widodo
jam tangan, sendok, garpu, tinggal di sragen, hobi saya
sapu, pengky dan uang. travelling. Saya menggambar
- Klien menggambar jam tangan, sendok, garpu,
menggunakan spidol warna sapu, pengky dan uang. Jam
merah, ungu, bitu, kuning, tangan menunjukkan waktu,
hijau, merah muda dan sendok dan garpu
hitam, menunjukkan makan, sapu dan
- Klien ceria pengky menunjukkan
- Klien memberi pujian kebersihan karena saya
kepada temenya dengan menyukai kebersihan. Saya
tepuk tangan menggamabr uang 10 ribu
- Klien dapat memimpin karena uang adalah alat untuk
refleksi cuci tangan teman- jual beli bisa untuk membeli
temannya obat dan keseimpulannya
adalah waktu sama dengan
uang”.
5 Hendro Pujo - Klien antusias menggambar - Klien
- Klien menggambar ikan dan mengatakan.”perkenalkan
kolam. nama saya hendro pujo
- Klien menggambar rumah saya ngawi, hobinya
menggunakan bolpoin dan sepakbola. Saya
pensil warna orange menggambar kolam dan
- Klien tampak duduk diam ikan lele, saya bercita-cita
- Pandangan mata kosong setelah pulang dari sini
- Sesekali klien meletakkan ingin membuat ternak lele.”
kepala di meja - Klien mengatakan pusing
- Klien ekspresi datar, jarang saat ditanya kenapa tidak
tersenyum bersemangat dan tidak
- Klien kurang bersemangat berdiri refleksi cuci tangan
saat refleksi cuci tangan
6 Nauval Arif - Klien antusias menggambar - Klien mengatakan,”
Setiawan
- Klien menggambar seorang perkenalkan nama saya
perempuan yang memakai Nauval, rumah saya
kalung dan berambut Manahan solo, hobi saya
Panjang sepakbola. Saya
- Klien menggambar menggambar tetangga saya
menggunakan spidol warna Namanya emma dia orang
merah, hijau, orange, merah Bali, dia orangnya baik dan
muda dan pensil warna banyak omong tapi baik
coklat hati”
- Klien dapat mengikuti
arahan fasilitator
7 Ladeka - Klien antusias menggambar - Klien
- Klien menggambar dua mengatakan,”perkenalkan
gunung, matahari, burung, nama saya ladeka rumah
pohon, rumah, sawah, jalan saya ngawi, hobi saya bola
dan rumput. voli. Saya menggambar
- Klien menggamabr gunung lawu karena rumah
menggunakan spidol warna saya dikaki gunung lawu.
biru, kuning, hijau, hitam, Ayah saya seorang petani
ungu, orange. yang bekerja di sawah”.
- Klien tampak bersemangat
- Klien mengikuti arahan
fasilitator
DAFTAR PUSTAKA

Febriana Sartika Sari, Rizqy Lukmanul Hakim, Irna Kartina, Saelan, Aria Nurahman,
Hendra Kusuma. (2018). Art Drawing Therapy Efektif Menurunkan Gejala
Negatif dan Positif Pasien Skizofrenia. Jurnal KesMaDaSka, 248-253.

Keliat, A. B. (2013). Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: EGC.

Malchiodi, C. A. (2014). Handbook of art therapy (2nd ed.). New York: The Guildford
Press.

Noronha, K. J. (2013). Working with Art in a Case of Schizophrenia. Indian Journal of


Psychological Medicine , 89-92.

Yosep, I. (2013). Keperawatan Jiwa. Cetakan ke-5. Bandung: PT. Refika ADitama.
Lampiran Foto Kegiatan TAK
Lanjutan Lampiran Foto Kegiatan
Lanjutan Lampiran Foto TAK