Penduduk dan Tenaga Kerja

Salah satu perintang pembangunan ekonomi di negara-negara yang sedang berkembang dan yang sekaligus merupakan ciri negara-negara tersebut ialah adanya ledakan penduduk (population explotion dan population pressure). Telah kita ketahui bahwa tujuan pembangunan ekonomi adalah peningkatan standar hidup penduduk negara yang bersangkutan. Yang bisa diukur dengan kenaikan pendapatan riil per kapita.Pendapatan riil atau output secara keseluruhan yang dihasilkan selama satu tahun deibagi dengan jumlah penduduk seluruhnya. Jadi standar hidup tidak akan dapat dinaikan kecuali juka output total menigkat dengan lebih cepat daripada pertumbuhan jumlah penduduk. Untuk mempengaruhi perkembangan output total diperlukan penambahan investasi yang cukup besar agar supaya dapat menyerap pertambahan penduduk, yang berarti naiknya pendapatan riil perkapita. Oleh karena itu sebenarnya terdapat perpacuan antara perkembangan pendapatan nasional rill(out put total) dengan perkembangan penduduk, dimana dapat dilihat bahwa arti pentingnya perkembangan penduduk adalah mengenai pengaruhnya terhadap standar hidup penduduk itu sendiri, terutama dalam hubungannya dengan persediaan bahan makanan dan sumber-sumber riil yang ada; yang semuanya ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup penduduk. Sebaliknya perkembangan ekonomi dapat pula mempengeruhi laju pertumbuhan penduduk. Lester R Brown dari Kementrian Pertanian Amerika Serikat (tahun 1965) telah menunjukan bahwa bahan makanan perorang di Asia memperlihatkan angka-angka yang menurun sebesr 4% sejak tahun 2965 dan Amerika Latin angka itu menurun sebesar 6%. Tampaknya prospek tesedianya bahan makanan di Asia, Amerika Latin dan afrika selama beberapa tahun yang akan datang tidak akan terjadi surplus sepeti yang telah pernah diramalka oleh para ahli Kedaan kekeurangan bahan makanan ini mungkin sekali tidak dialami di negara-negara yang telah maju. Tetapi untuk negara-negara yang sedang berkembang bahan makanan merupakan masalah yang selalu harus dipikirkan dan selalu merupakan bahan pembicaraan. Ada teori-teori yang memperbincangkan mengenai bebrapa jumlah penduduk yang seharusnya atau cocok bagi suatu negara Untuk itu ada teori penduduk yang dikenal

dengan ‘ teori penduduk optimum” (optimum [opulation theory). Adapun yang dimaksud dengan penduduk optimum ialah jumlah penduduk yang dapat memberikan/menghasilkan tingkat upah riil atau tingkat penghasilan riil perkapita yang maksimum. Keadaan ini digambarkan pada Gambar 3.1 dibawah pada titik P. Pada pokoknya seori ini mengatakan bahwa apabila tingkat teknologi, sumbersumber alam, selera, tidak mengalami perubaha, maka akan terdapat suatu jumlah penduduk yang dapat memaksimumkan penghasilan riil perkapita. Apabila penduduk berkurang dan menjadi lebih sedikit dari jumlah penduduk optimum maka akan berarti semakin sempitnya pasar bagi hasil-hasil produksi sebagai akibat dari pembagian kerja dan produksi massa. Sebaliknya apabila penduduk bertambah dan menjadi lebih besar daripada jumlah penduduk optimum , maka akan berlaku law of diminishing returns. Apabila penduduk bertambah tetapi belum mencapai jumlah optimumnya maka disini masih berlaku increasing return. (lihat gambar 3.2). konsep penduduk optimum ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu tidak ada orang yang dapat menentukan besarnya jumlah penduduk yang optimum itu, karena kenyataanya keadan mesyarakattidak begitu statis seperti yang dianggap oleh teori ini. Banyak perubahan-perubahan dalam selera, sumbersumber alam baru ditemukan, teknoligi juga berubah. Akibatnya jumlah penduduk optimum ini akan dapat berubah-ubah pula.
Pendapatan Per kapita Increasing Return Maksimum pendapatan Per kapita

Increasing Return

Increasing Return P Jumlah Penduduk

Gambar 3.1. Jumlah Penduduk Optimum
A. PERANAN PENDUDUK DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

Kapasitas yang rendah dari negara sedang berkembang untuk meningkatkan output totalnya harus diimbangi dengan penurunan tingkat perkembangan pendudukm sehingga penghasilan riil per kapita akan dapat meningkat. Dengan kapasitas yang rendah untuk

yaitu: Adanya tingkat perkembangan penduduk yang relatif tinggi. maka akan terjadi penundaan pembangunan ekonomi. Dari segi permintaan penduduk yang cepat tidaklah selalu merupakan penghambat bagi jalannya pembangunan ekonomi jika penduduk ini mempunyai kapasitas yang tinggi dihasilkan. Hansen mengenai stagnasi sekular (Secular Stagnation). yang akhirnya akan dimenangkan oleh perkembangan penduduk. Disamping pertambahan penduduk juga akan mendorong adanya perluasan investasi karena adanya kebutuhan perumahan yang semakin besar dan juga kebutuhankebutuhan yang bersufat umum seperti jalan raya. Tingkat Perkembangan penduduk yang Tinggi Penduduk memiliki dua peranan dapam pembangunan ekonomi. Juka perkembangan penduduk tertunda maka akumulasi lapital juga akan lesu karena beberapa alasan. tetapi juga melihat adanya suatu kenaikan dalam daya beli (purchasing power). Para pengikut Keynes tidak melihat tambahan penduduk sekedar sebagai tambahan penduduk saja. maka . satu dari segi permintaan dan yang lain dari segi penawaran. Sedangkan karena tingkat keuntungan merupakan fungsi dari luasnya pasar. Ini disebabkan karena negara-negara yang sudah maju tersebut telah siap dengan tabungan yang akan melayani kebutuhan investasi.menaikan output totalnya dan tanpa diimbangi dengan turunnya tingkat perkembangan penduduk. yang justru akan meniptakan/memperbesar permintaan agregatif. Adanya struktur umur yang tidak favorabel. 1. Disamping itu para pengikut Keynes juga mengannggap adanya kemajuan. Tidak ada suatu keragu-raguan terhadap sejarah di negara-negara yang sudah maju bahwa pertambahan penduduk yang pesat justru menyumbang terhadap kenaikan penghasilan riil perkapita. kesehatan dan sebagainya. Tambahan penduduk justru akan menambah potensi masyarakat untuk menghasilkan dan juga sebagai sumber permintaan yang baru. yaitu wiraswasta akan mengira bahwa pasr menjadi semakin sempit. meningkatnya produktivitas tenaga kerja dan permintaan tenaga kerja ini akan selalu mengiringi kenaikan jumlah penduduk. Jadi pertambahan penduduk dengan tingkat penghasilan yang rendah tidak ada gunanya bagi pembangunan ekonomi. fasilitas pengangkutan umum. persediaan air minum. Ini berarti tingkat pertambahan penduduk yang tinggi disertai dengan tingkat penghasilan yang tinggi pula. Bagi negara-negara yang sedang berlembang keadaanya sama sekali terbalik. Kebutuhan akan kapital dalam bidang ini relatif lebih besar dari pada bidang-bidang lain sehingga penurunan tingkat perkembangan pendidikan akan mengakibatkan turunnya akumulasi kapital. Kalau seandainya terjadi penurunan jumlah penduduk maka akan terjadi pula penurunan dalam rangsangan untuk mengadakan invesasi dan ermintaan agregaritif juga akan turun. Ada aspek penduduk yang perlu diperhatikan dinegara-negara sedang berkembang. Tidak adanya distribusi penduduk yang seimbang/merata. Jadi karena penduduk juga berfungsi sebagai tenaga kerja. akan menjadi berbahawa dan akibatnya akan menurun. Tidak adanya tenaga kerja yang terdidik dan terlatih. maka investasi yang tergantung pada tingkat keuntungan. terutama investasi. Kaum Klasik seperti Adam Smith. David Ricardo dan Thomas Robert Malthus berpendapat bahwa akan selalu ada perlombaan antara tingkat perkembangan output dengan tingkat perkembangan penduduk. yaitu bahwa perkembangan penduduk yang vepat justru akan menghambat perkembangan dekonomi. Keadaan ini dapat kita hbungkan dengan teori dari Profesor A.

tidak hanya bagi generasi yang akan datang. 5. Sampai seberapa jauh tingkat hidup yang rendah merupakan faktor penting dalam membatasi kebebasan orang-orang tua untuk menentukan besarnya keluarga Apakah ada hubungan antara besarnya keluarga dan kemiskinan.paling tidak akan terdapat kesulitan dalam lapangan penyediaan pekerjaan. Apakah peningkatan kesejahteraan di negara maju justru . Pertanyaan pokok yang muncul adalah bagaimana keadan penduduk sekarang ini di Dunia Ketiga. Tabungan ini umunya tersedia dinegaranegara yang sudah maju. Apakah negara-negara Duni ketiga akan dapat memperluas ruang cakup dan memperbaiki kulitas kesehatan dan sistem [endidikan sehingga tiap individu dapat memperoleh tingkat kesehatan yang cukup dan pendidikan yang minimal. hanya relatif kecil jumlahnya. Apakah Dunia Ketiga (negara sedang berkembang) mampu memperbaiki standar hidup penduduknya dengan laju pertumbuhan penduduk seperti sekarang ini. maka hal ini dpat meningkatkan kesejahteraan bangsanya. 4. Seandainya ada sisa. 2. Produktivitas penduduk dinegara-negara sedang berkembang adalah rendah sehingga mengakibatkan rendahnya produksi pula. trasprtasi. a. Karena sebagian besar penduduk tinggal di desa dan hidupnya sebagian besar berasal dari sektor pertanian. Bagi negara-negara sedang berkembang. sanitasi dan keamanan. karena negara-negara ini sedikit sekali memiliki kapital. Apakah akibat laju pertumbuhan penduduk yang tinggi bagi negara-nrgara miskin dalam menghidari kemiskinan absolut? Apakah persediaan pangan dunia dan distribusinya cukup tidak hanya untuk memberi makan penduduk yang jumlahnya telah diperkirakan untuk dasawarsa yang akan datang. Usaha-usaha untuk mengadakan tabungan dirasa sangat susah dan memerlukan banyak pengorbanan. Kalau penduduk itu dapat memperoleh pekerjaan. tetapi juga dapat memperbaiki (tingkat gizi) sampai titik yang dianggap cukup. Akibatnya tingkat investasi juga akan rendah. yang berarti mereka itu menganggur . maka justru akan menekan standar hidup bangsanya menjadi lebih rendah. Semua ini memerlukan lebih banyak investasi yang bisanya berasal dari tabungan. Oleh karena itu penduduk yang selalu berkembang menuntut adanya perkembangan ekonomi yang terus-menerus pula. Isu Kependudukan 1. perkembangan penduduk justru merupakan perintang perkembangan ekonomi. Bagaimana negara Dunia ketia dapat mengimbangi kenaikan yang cepat dalam perkembangan angkatan kerja. maka hampir semua penghasilan yang didapatnya akan dikonsumsi seluruhnya. Menyumbang atau menyulitkan kesempatan terealisasikannya tujuan pembangunan ekonomi. 6. Tetapi kalau mereka tidak dapat memperoleh pekerjaan. Sampai seberapa jauh meningkatnya kesejahteraan dan keinginan untuk berkembang lebih jauh di antara negara-negara yang telah maju ekonominya merupakan faktor penting dalam mencegah negara-negara miskin dalam menyediakan kebutuhan bagi penduduknya yang semakin bertambah itu. Apakah kesempatan kerja akan cukup banyak ataukah sekedar mempertahankan tingkat pengangguran yang ada? 3. Seberapa jauh laju pertumbuhan penduduk yang cepat lebih mempersulit penyediaan jasa-jasa sosial seperti: perumahan.

sedangkan di Afrika dan Amerika Latin jumlah kenaikannya kira-kira 400% (1 miliar orang).000 Tahun 2000.5 miliar) berada di negara-negara Asia ini menunjukan adanya kenaikan sebesar 300% selama 50 tahun. sehingga tampak pada gambar 3. sehingga pada tahun 2000 di ketiga benua tersebut jumlah penduduknua meliputi 80% dari penduduk dunia sedangkan sebelumnya tahun 2950 hanya meliputi 70%.1% Am erika Latin 10% Afrika 12.2. sedangkan sebelumnya tahun 1950 hanya meliputi 70%.000. Dilain pihak jumlah relatif penduduk di amerika Utara.merupakan kekuatan yang menggangu peningkatan standar hidup di negaranegara miskin.500. Penduduk dunia sangat tidak seimbang distribusinya berdasarkan atas daerah/wilayah tingkat kelahiran dan kematian.2% Amerika Utara 6. penduduk dunia telah melampaui jumlah 4 miliar. bahwa distribusi pada tahun 2000 berbeda dengan distribusi pada tahun 1950 yaitu ada tambahan penduduk sebesar ± 4 miliar selama 50 tahun dengan 60 %nya (2.000. Penyebaran Penduduk meurut Daerah Geografis b.7% Tahun 1950.1% Uni Sovyet 5. Sampai dengan Maret 1976. hampir 2/3 jumlah penduduk menempati negara-negara sedang berkembang. Proyeksi optimis oleh PBB jumlah penduduk mencapai 6. Afrika 8.2.5 miliar sampai akhir tahun 2000 dan lebih dari 15 miliar pada akhir abad ke-21. Proyeksi Penduduk 6.7% Eropa 7.480.2% Uni sovyet 7. dan atas dasr struktur umur. Lebih dari 2/3 penduduk dunia tahun 1977 hidup di negara sedang berkembang dan kurang dari 1/3 hidup di negara yang ekonominya sudah maju.7% Amerika Latin 6. Jumlah Penduduk 2.1% Amerika Utara 5. Eropa dan Ini Sovyet menurun menjadi 20% dari 30% jumlah penduduk dunia.000 Gambar 3. Pertumbuhan .5% Asia dan Oceania 58. Trend Fertilitas Laju pertumbuhan penduduk secara kuantitatif diukur sebagai presentase pertumbuhan bersih terhadap jumlah penduduk karena pertumbuhan alami natural an migrasi internasional bersih.5% Asia dan Oceania 55. Tingkat pertumbuhan penduduk juga lebih tinggi di negara-negara sedang berkembang daripada dinegara-negara maju. Di lain pihak jumlah sebelumnya tahun 2000 di ketiga benua tersebut jumlah penduduknyameliputi 80% dari penduduk dunia.

5 pertahun. Pada sisi lain perbedaan angka kematian di negara maju dan negara sedang berkembang sudah semakin sempit. Korea Selatan dan Hongkong) angka kelahiran ini mulai turun. Biasanya untuk negara-negara yang sedang berkembang Incremental Capital Output Ratio (ICOR) berkisar diantara 3 sampai 4. Rata-rata umur sekarang ini yang terpendek terdapat di Afrika (46 Tahun) sedangkan yang tertinggi adalah di eropa (72 tahun). sedangkan rata-rata umur di negara maju meningkat menjadi 71 tahun. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk di negara sedang berkembang saat ini adala 2. Namun demikian rata-rata umur dinegara sedang berkembang masih 20 tahun lebih pendek daripada rata-rata umur di negara maju. sedangkan di negara maju angka ini kurang dari 30 per 1000 penduduk. Pada tahun 1975 perbedaan ini kira-kira tinggal 19/20 tahun kareana rata-rata umur di negara sedang berkemban meningkat menjadi 52 tahun. Antara negara sedang berkembang dan negara maju. singapura. Pada umunya tingkat kelahiran yang tinggi dihubungkan dengan kemiskinan nasional. Pada tahun 1950. Jumlah kelahiran di negara sedang berkembang kira-kira 30-50 per 1000 penduduk. rata-rata umur (life expetancy) di negara sedang berkembang adalah antara 35-40 tahun dibanding dengan rata-rata umur 6265 tahun di negara maju. Tingkat kelahiran yang rendah terdapat di negar-negara yang distribusi pendapatannya lebih merata. Pertumbuhan Penduduk dan Kebutuhan Investasi Untuk meningkatkan output. tambahan investasi harus cukup besar sehingga dapat meningkatkan penghasilan riil perkapita. Namun adalah keliru bila kita menyimpulkan bahwa berhubungan angka kelahiran yang tinggi pada umunya terdapat di negara miskin. Sebab-sebab yang menonjol adalah karena umumnya penduduk di negara-negara berkembang kawin pada usia muda. Juga tidak ada kepastian hubungan antara laju pertumbuhan pendapatan nasional dengan tingkat kelahiran. Namun jelas ada bukti bahwa ada hubungan positif antara distribusi pendapatan dengan tingkat kelahiran. sedangkan angka kelahiran rendah terdapat dinegara maju. c. maka dengan meningkatkan pendapatan per kapita lalu tingkat kelahiran akan menurun. tetapi disamping itu dengan adanya perbaikan ekonomi (terutama Taiwan. Ini disebabkan oleh adanya perbaikan tingkat kesehatan di negara-negera sedang berkembang bersama dengan semakin baiknya perekonomian dan pendidikan. Migrasi internasional sekarang ini tidak begitu penting artinya dalam laju pertumbuhan penduduk. sedangkan di negara-negara yang distribusi pendapatannya kurang merata tingkat kurang merata tingkat kelahirannya lebih tinggi. yang berarti bahwa untuk satu unit kenaikan output dibutuhkan kenaikan jumlah kapital sebanyak 3 sampai 4 . sedangkan di negara yang maju angka pertumbuhan itu hanya sitinggi 1% pertahun. perbedaan laju pertumbuhan penduduk disebabkan oleh tingkat kelahiran (fertilitas) di negara sedang berkembang pada umumnya lebih tinggi dari pada di negaranegara maju.(natural) adalah perbedaan antara kelahiran dan kematian atau secara tknis merupakan perbedaan antara fertilitas dan mortalitas.

yaitu pada tingkat penghasilan subsistence. Tetapi tampaknya negara-negara sedang berkembang mengalami kesulitan untuk mencapai tingkat tabungan lebih dari 4 sampai 5% setahun. Tetapi sebalknya apabila penghasilan itu turun lagi di bawah tingkar\t subsistence. Sedangkan tingkat perkembangan penduduk kira-kira sebesar 3% setahun . tabungan harus ditingkatkan dari 5% sampai 10% setahun untuk mempertahankan tingkat penghasilan riil perkapita yang sama besarnya tiap tahun.unit. yaitu titik-titik T dan W. Persentase kenaikan penduduk dan penghasilan Pertambahan Pendududuk P Pertambahan Penghasilan W T t p w Level Equilibrium Trap Dalam Gambar diatas terdapat dua kurva yaitu kurva pertumbuhan pendapatan dan kurva jumlah penduduk keduanya saling berpotongan pada dua kurva yaitu kurva jumlah penduduk. maka ini akan membawa kenaikan jumlah penduduk dengan tingkat yang lebih cepat . penduduk akan turun jumlahnya dengan tingkat yang lebih cepat dari pada tingkat penurunan jumlah penghasilan tersebut. Misalkan ada suatu sebab yang sedikit saja yang dapat menaikan tingkat penghasilan dari t ke p. sedangkan menurut Profesor Arthur Lewis. dari penghasilan nasionl setahun dan kemidian menginvestasikanya kembali. paling tidak pada tingkat sekarang. Keduanya saling berpotongan pada dua buah titik. Kesulitan melaksanakan pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang itu dapat dilihat pada Gambar 3. Akibatnya penghasilan perkapita akan naiklagi dan kembali pada tingkat penghasilan semula. Menurut anggapan Malthus.3. dibawah. Oleh karena itu untuk mempertahankan tingkat/standar hidup. Akibatnya tingkat penghasilan perkapita aka turun lagi pada tingkat yang jauh lebih rendah dari semula. maka negara-negara sedag berkembang harus mampu menabung sebesar 9 sampai 12%. Keadaan ini disebut “keseimbangan yang stabil“ (stable equilibrium). negara-negara yang sedang berkembang itu ditandai oleh apa yang disebut dengan : “perangkap pada keseimbangan pendapatan yang rendah “(low level equilibrium trap” atau disebut juga :the Malthusion population trap”). Ini berarti bahwa pada tingkat penghasilan yang subsistence apabila terdapat kenaikan penghasilan yang sedikit saja akan mengakibatkan penduduk berkembang lebih pesat dari biasanya dan lebih tinggi daripada tingkat perkembangan penghasilan itu sediri.

Struktur umur yang Tidak Favorable Negara-negara sedang berkembang memiliki tingkat kelahiran yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah. 2. sedangkan apabila kekuatan itu mengakibatkan naiknya penghasilan perkapita.sehingga akan menurunkan tingkat penghasilan perkapita kembali pada tingkat ekuilibrium pada tingkat penghasilan t yang ditunjukan oleh perpotongan antara kedua kurva tersebut pada titik T. 3. Pada penghasilan per kapita setinggi w. 2. cendrung untuk memperkecil angka penghasilan perkapita dan mereka semua merupakan konsumen dan bukan produsen dalam perekonomian tersebut. Negara-negara sedang berkembang memerlukan kebijaksanaan sedemikian rupa agar dapat meningkatkan penghasilan per kapitanya meloncat dari titik t ke wsecara cepat. Urbanisasi biasanya terjadi karena adanya tingkat upah yang lebih menarik di sektor industri (dikota) daripada tingkat upah di desa (sektor pertanian) . karena : 1. Distribusi Penduduk yang Tidak Seimbang Tingkat urbanisasi yang tinggi pada umunya telah dihubungkan dengan daerah-daerah yang secara ekonomis telah maju dan bersifat industri. adanya golongan penduduk usia muda yang besar jumlahnya disuatu negara akan mengakibatkan lebih banyak alokasi faktor-faktor produksi kearah “investasi-investasi sosial” dan bukan kearah “investasi-investasi kapital”. Suatu perubahan sedikitsaja akan mengakibatkan turun atau naiknua tingkat penghasilan per kapita. juga terdapat suatu keseimbangan tingkat penghasilan tetapi keadaanya disebut “keseimbangan yang tak-stabil (unstable equilibrium). Ini merupakan kebalikan dari keadaan di negara-negara maku. maka akan mendirong penghasilan per kapita untuk naik terus. Kesimpulannya ialah bahwa untuk dapat membagi penghasilan per kapita nya negara-negara sedang berkembang. Atau perekonopmian harus memenuhi apa yang disebut “usaha minimum yang sangat perlu” (critical minimum efforts) untuk memecahkan “low income level equilibrium trap”tersebut.Proporsi yang besar dari penduduk usia muda ini tidak menguntungkan bagi pembangunan ekonomi. Hal ini mengakibatkan adanya segolongan besar penduduk usia muda lebih besar proporsinya darpada golongan penduduk usia dewasa. Penduduk golongan usia muda. Urbanisasi ini mempunyai pengaruh dan akibat-akibat yang berbeda di negara-negara yang sudah maju bila dibandingkan dengan di negara-negara yang sedang berkembang. Di negara-negara maju hanya sebagian kecil penduduk yang bekerja disektor pertanian. Keadaan penduduk yang seperti ini disebut sebagai penduduk yang berciri “expansive”. Ini berarti bahwa perekonomia harus menjalankan “dorongan yang besar” (big push). usaha yang Cuma kecil saja akan sia-sia belaka. Apabila ada kekuatan yang mengakibatkan turuya penghasilan per kapita maka penghasilan per kapita sebesar t.

terutama industri. Untuk adanya perkembangan ekonomi. maupun kesehatan individu. World Health Organization (WHO) sehingga dapat mengurangi jumlah orang yang terserang penyakit. Adanya kemajuan dalam bidang ilmu kedokteran serta diperkenalkannya lembaga-lembaga kesehatan umum yang moderen. maka waktu pelipatan dua (doubling time) adalah 70:2 atau 35 tahun. kemudian dapat diperkirakan lamanya waktu yang dibutuhkan bagi suatu jumlah pendudu untuk menjadi dua kali lipat (doubling time) apabila kita mengetahiu tingginya laju pertumbuhan penduduk itu. tingkat kelahiran dan tingkat perpindahan penduduk (migrasi). B. Disamping itu jumlah penduduk yang besar secara absolut akan bertambah lebih cepat daripada jumlah penduduk kecil. Adanya kenaikan standar hidup sebagai akibat kemajuan teknologi dan meningkatnya produktivitas tenaga kerja serta tercapainya perdamaian dunia ygcukup lama. 1. pulau-pulau yang jauh lebih besar seperti Sumatra. dan Irian (Papua) justru mempunyai kepadatan penduduk yang lebih rendah dibading di pulau Jawa.untuk Indonesia masalah distribusi penduduk merupakan masalah yang utama. Tingakat Kematian (death Rate) Ada empat faktor yang menyumbang terhadap penutunan angka kematian pada umunya : a. c. Dari pengalaman yang ada. Meningkatnya penghasilan riil per kapita. jelas sekali dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja yang mempunyai skill atau paling tidak dapat membaca dan menulis. Adanya perbaikan pemeliharaan kesehatan umum (kesehatan masyarakat). . LEDAKAN PENDUDUK (POPULATION EXPLOSION) Dari banyak penelitian kita mengetahui bahwa faktor utama yang menentukan perkembangan penduduk adalah tingkat kematian. 4 Kualitas Tenaga Kerja yang Rendah Rendahnya kualitas penduduk juga merupakan penghalang pembangunan ekonomi suatu negara. Misalnya laju pertumbuhan penduduk 2% pertahun. Sukawesi. Ini disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan tenaga kerja. pulau jawa yang mempunyai penduduk 70% dari seluruh penduduk Indonesia. laju pertumbuhan penduduk selalu meningkat bagi dunia secara keseluruhan sampai awal abad ke-20. dan selanjutnya daparhidup dengan sehat. walaupun laju pertumbuhan sama. d. b. sehingga orang mampu membiayai hidupnya dan bebas dari kelaparan dan penyakit. Kalimantan. Dua faktor utama yang sangat besar peranannya dalam mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk.

Tahun1960-an. Penyebarancaracara pengobatan baru ini sebagian besar melalui berbagai hubungan antara negara-negara tersebut dengan negara-negara maju. Oleh karena itu ada seorang profesor. menganggap bahwa tingkat kelahiran itu ditentuakn oleh tingginya tingkat kematian. Per Seribu Daerah Tingkat Tingkat Tingkat . tingkat kelahiran meningkat dan mempercepat tingkat pertambahan penduduk.E Hagen.Disamping itu kenaikan tingkat penghasilan memungkinkan tumbuhnya pemeliharaan kesehatan umum dan lingkungan serta ilmu-ilmu kedokteran serta praktek-prakteknya. dalam seperempat abad yang terakhir dari abad 19. Di sebagian besar negara Eropa. Hanya setelah Perang Dunia ke-2. terutama di negara-negara Barat. Pada umunya penurunan tingkat kematian sejak tahun 1940 di negara-negara sedang berkembang terutama disebabkan oleh adanya penemuan dalam cara-cara oengobatan penyakit dengan biaya relatif rendah. sedangkan di negar-negara yang maju angka itu berkisar antara 20 per m100 orang per tahun.8% tahun. telah terjadi pula suatu penurunan kematian yang lambat. Filipina dan sebagainya). Walaupun program keluarga berencana sedang berkembang (Indonesia. kelangkaakn tanah dan pembatasan keluarga terjadidi daerah pedesaan. 2. yang ini membuahkan pembangunan ekonomi. Tingkat kelahiran lebih dihubungkan dengan perkembangan ekonomi melalui pola-pola kebudayaan seperti umur perkawinan. Keadaan tersebut berbeda dengan keadan ini dinegara-negara sedang berkembang. sedangkan tinrkat kelahiran tetap. tingkat kelahiran terus menurun sejak abad kesembilan belas sampai awal abad pertengahan ini. tetapi hasil sensus penduduk tahun 1980 menunjukan tingkat pertumbuhan penduduk 2. Dalam dasawarsa 1971-1980 diharapkan tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia akan berkisar pada 1. bahkan di beberapa negara tingkat kelahiran masih menunjukan gejala-gejala yang meningkat sampai awal 1970-an. yaitu E. Bagi negara-negara sedang berkembang turunnya tingkat kematian belum merata di semua negara. kedudukan antara rural dan urban serta sifat-sifat dari sistem famili yang ada. Dengan demikian keturunannya akan dapat kekal adanya. jadi pada mulanya tingkat kematian menurun. kemudian tingkat kelahiran mulai mengikutinya. Setalah itu tingkat kelahiran menurun dengan cepat dan mengejar cepatnya penurunan tingkat kematian.4% per tahun Dinegara yang sudah maju. Pada beberapa negara seperti di irlandia. Tingkat Kelahiran (Birth Rate) Di negara-negara industri pertumbuhan penduduk berlangsung terus disamping adanya penurunan tingkat kelahiran. dorongan untuk adanya pembatasan jumlah anggota keluarga timbul dari adanya keinginan untuk menikmati standar hidup yang lebih tinggi. namun tingkat kelahiran masih dikatakan tinggi disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan masih primitifnya struktur sosial dan kebudayaan. di mana turunnya tingkat kelahiran belum tampak. penurunan tingkat kematian sunguh-sunguh telah diikuti oleh suatu penurunan tingkat kelahiran pula. misalnya di Perancis. negara-negara yang sedang berkembang memiliki tingkat kelahiran diantara 40 san 50 per 1000 orang per tahun. Di Inggris dan Amerika Serikat. Amerika Serikat dan Inggris. Tingkat kelahiran disesuaikan dengan tingginya tingkat kematian dengan maksud agar suatu keluarga memiliki jumlah anak yang sedikit dan dapat hidup sampai hari tua. status wanitanya.

sehingga laju pertumbuhan penduduk juga rendah. Tahap III menunjukan keadaan dimana tingkat kematian masih terus turun dan dibarengi pula oleh turunya tingkat kelahiran. tetapi baik tingkat kematian dan tingkat kelairan tinggi. tetapi tingkat kelahiran tetap tinggi.Afrika Amerika Utara Ameriaka Latin Jepang Asia Selatan Eropa Uni Sovyet Perkembangan 25 16 28 10 24 9 16 Kelahiran 46 24 40 17 42 19 24 Kematian 23 9 14 7 20 10 7 Sumber : Goran Ohlin. Tingkat kematian turun karena adanya perbaikan taraf hidup dan perbaikan kesehatan dengan berkembangnya pengetahuan kedokteran. Development Centre of the Organization for Economic Coperation and Development 1967. Dalam tahap III terlihat laju pertumbuhan penduduk meningkat karena tingkat kematian menurun dan tingkat kelahiran tetap tinggi.? Transisi Demografi di Negara Maju Tahap I menggambarkan keadaan dimana laju pertumbuhan penduduk pada tingkat yang rendah. Tahap ke-II ditandai dengan menurunya tingkat kematian. . Population Control and Economic Development. halaman 13 35 Tingkat Kelahiran dan Kematian Per tahun 30 per 1000 25 20 15 10 5 Tahap I 1800 1840-50 Tahap II 1880-1910 Tingkat Kelahiran Tingkat Kematian Tahap III 1976 Gambar ?.

3. Ada negara-negara yang sudah berada pada tahap III.? Transisi Demografi di Negara Sedang Berkembang Bagi negara sedang berkembang sampai dengan tahun 1970-an pola perkembangan penduduknya masih tampak berbeda-beda. Afrika. dimana mulai pada tahun 1950-an negara-negara ini mengalami penurunan tingkat kematian tetapi tingkat kelahiran masih tetap tinggi. Di lain pihak ada negara-negara di bagian Asia Selatan. tetapi masih ada yang berada pada tahap II. Penduduk di Amerika Latin dan Amerika Utara meningkat karena alasan migrasi. hal ini disebabkan banyak negara seperti Auetralia. Negara-negara seperti Taiwan. Mengapa hali ini terjadi?? Tidak lain karena adanya kemiskinan dan kemelaratan yang dibarengu sostem sosial dan perkawinan pada usia muda. Migrasi Migrasi mempinyai peranan juga dalam menentukan tingkat pertumbuhanpenduduk. dengan alasan kesulitan-kesulitan integrasi sisoal dan .45 40 Tingkat Kelahiran Kasus B Kasus A 35 Tingkat Kelahiran dan Kematian Per tahun 30 per 1000 Tingkat Kematian Kasus B 10 Tahap I 1900 1950 Tahap II 1965-70 Kasus A Tahap III Gambar 1. Asia Tenggara. Bagi negara-negara sedang berkembang migrasi tidaklah berarti dalam peningkatan jumlah penduduk ataupun dalam pengurangan jumlah penduduk. Ternyata 15 tahun krmudia tingkat kelahiran mulai turun mendekati tingkat kematian. Perpindahan penduduk keluar negeri dari negara-negara yang sedang berkembang tidaklah mungkin dapat terlaksana lagi guna mengurangi kepadatan penduduknya . tetapi belum diikuti oleh menurunnya tingkat kelahiran. karena tingkat kematian di negara tersebut sudah menurun. Rhodesia dan Suriname tidak bersedia menerima perpindahan penduduk dari negara-negara sedang berkembang yang padat penduduk-nya. Korea Utara. Chili. Amerika Latin (kasus B) yang belum mencapai tahao III sampai dengan tahun 1970-an. Oleh kerena itu tingkat pertumbuhan penduduk tidak dapatdiperhitungkan hanya dari tingkat kematian saja. Sri Langka (kasus A0 sudah berada pada tahap III. Dengan demikian periode di mana penurunan tingkat kelahiran yang menyusul turunya tingkat kematian menjadi lebih pendek (15tahun) di negara sedang berkembang daripada di negara maju *45 tahun).

Hanya penduduk yang berupa tenaga kerja (human power) yang dapat dianggap sebgai faktor produksi Tenaga kerja adalah pendudul pada usia kerja yaitu antara 15 sampai 64 tahun. Akibat dengan penurunan tingkat kematian yang cepat dan tetap tingginya tingkat kelahiran dan kurang efektifnya migrasi. Oleh karena itu kebijakan terakhir yang tampaknya akan da[at ditempuh ialah dengan memperngaruhi tingkat kelahiran yang mana cara ini sudah kelihatan diterima sebagai cara yang layak di negara-negara sedang berkembang. . tetapi belum semua penduduk atau semua orang yang tinggal di negara-negara itu bersedia melaksanakan program tersebut. Program keluarga berencana sudah benyak dilaksanakan oleh sebagian besar negara-negara sedang berkembang. Yang kita maksud dengan “human resources” di sini ialah penduduk sebagai suatu keseuruhan. Tetapi tindakan ini jelas bertentangan dengan hati nurani yang pada umumnya ingin hidup lama di dunia dan tentunya tidak dapat dilaksanakan. tetapi karena rendahnya tingkas skill dan adanya politik restriksi. 1. maka tidak semua penduduk dapat bertindak sebagai faktor produksi. yaitu dengan mencegah penurunan tingkat kematian. PEMECAHAN MASALAH KEPENDUDUKAN Masalah penduduk merupakan masalah yang sangat sukar untuk diatasi. C. Tetapi dalam pelaksanaanya program tersebut masih kelihatan banyak sekali mengalami kesulitan. Sebenarnya kita dapat menterapkan suatu kebijakan dari sudut tingkat kematian untuk mengurangi tingkat pertumbuhan denduduk.rendahnya tingkat skill di negara-negara yang mengalami tekanan penduduk tersebut. Perkembangan ilmu obat-obatan dan ilmu kesehatan masih melupakan faktorfaktor psikologi dari orang-orang yang akan menjadi akseptor sehigga belum dapat mengurangi masalah tingkat kelahiran di negara-negara sedang berkembang. D. maka hal ini juga sulit sekali dilaksanakan. Cara lain yaitu dengan mengurangi kepadatan penduduk di negara-negara sedang berkembang. Penduduk dalam usia kerja ini dapat digolongkan menjadi dua yaitu angkatan kerja (labor force) dan bukan angkatan kerja. atau dengan kata lain meningkatkan adanya kematian. PEMANFAATAN SUMBERDAYA MANUSIA (HUMAN RESOURCES) Beberapa Konsep Ketenagakerjaan Pembangunan ekonomi banyak dipengaruhi oleh hubungan antara manusia dengan faktor-faktor produksi yang lain dan juga sifat-sifat manusia itu dendiri. Dari segi penduduk sebagai faktor produksi. bertindak sebagai penghambat pelaksanaan keluaraga berencana terutama sekali mengenai pencegahan kehamilan. 2. maka pertumbuhan penduduk akan tampak sangat cepat dan mengakibatkan terjadinya ledakan penduduk di negaranegara sedang berkembang. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa hal : 1. bersama-sama dengan organisasi sosial yang masih bersifat tradisional. Adanya kemelaratan dan buta huruf di negara-negara sedang berkembang. Walaupn program leuarga berencana telah diterima oleh hampir semua negara sedang berkembang.

. Meskipun pengagguran itu tersapat di sektor-sektor kerajinan dan industri. Visible underemployment ini dibagi dua yaitu pengangguran kronis (chronic underemployment dan seasonal underemployment). namun siap untuk bekerja atau sedang mencari pekerjaan pada tingkat upah yang berlaku. baik yang bekerja penuh maupun yang tidak bekerja penuh. Ini merupakan suatu pengagguran.Pengangguran yang kelihatan (visible underemployment).Yang dimaksud dengan angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja. Sebaliknya tenaga kerja yang tergolong pengaggur musiman di sektor pertanian tidak dapat ditarik ke sektor lain tanpa mepengaruhi produksi sektor pertanian itu kecuali kalau ada tindakan–tindakan yang memperbaiki atau mengubah cara produksi. . cukup banyak di negara-negara yang padat penduduknya. Jumlah tenaga kerja yang mengaggur. 2. Di negara-negara sedang berkembang batas umur angkatan kerja lebih rendah (di Indonesia 10 tahun keatas) daripada di negara yang telah maju (15 tahun keatas). Kemudian penduduk yang bekerja adlah mereka yang melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa untuk memperolah penghasilan. Pengangguran Tak-kentara (Invisible Underemployment) Pengangguran tak-kentara terjadi apabila para pekerja telah menggunakan waktu kerjanya secara penuh dalam suatu pekerjaan dapat ditarik dari sektor tersebut tanpa mengurangi output. Dengan demikian pengagguran kronis ini dapat di kerahkan untuk bekerja di sektor-sektor di luar pertanian. Di negara-negara sedang berkembang pengangguran dapat digolongkan kedalam 3 jenis yaitu : .Pengangguran tak-kentara (disguised underployment/invisible underemployment). pengagguran yang kentara (visible underemployment) timbul karena kurangnya kesempatan kerja. Pengagguran kronis terjadi meskipun pada puncak kegiatan pertanian jumlah waktu kerja yang benar-benar dipergunakan. a. Macam-macam Pengangguran Dalam pembangunan ekonomi ada tenaga-tenaga manusia yang disebut mengaggur dan setengah mengaggur.Pengagguran potensial (potensial underemployment). Demikian pula kuantitas dan kualitas angkatan kerja lebih rendah di negara-negara sedang berkembang daripada di negara-negara maju karena sebagian besar penduduk di negara-negara sedang berkembang berusia muda. Pengagguran yang Kelihatan (Visible Underemployment) Visible underemoployement akan timbul apabila jumlah waktu kerja yang sungguh-sunggu digunakan lebih sedikit dariopada waktu kerja yang sungguhsungguh digunakan lebih sedikit daripada waktu kerja yang disediakan ungutk bekerja. . Jelasnya. Tenaga kerja yang tidak sedang mencari pekerjaan digolongkan dalam angkata kerja dan juga bukan penganggur. Tenaga kerja yang menganggur adalah mereka yang ada dalam umur angkatan kerja dan sedang mencari pekerjaan pada tingkat upah yang berlaku. tetapi harus dibarengi dengan perubahanperubahan fundamental dalam metode produksi yang memerlukan pembentukan b.

Suatu negara harus mampu memperkirakan misalnya berapa . Jadi agar analisis kita mengenai peranan tenaga kerja bagi pembangunan ekonomi menjadi lebih teliti dan baik. pendidikan. Pembangunan desa merupakan jalan yang baik untuk memanfaatkan tenaga kerja yang mengaggur. Masalah pemanfaatan tenaga kerja yang menganggur ini menyangkut baik segi penawaran maupun segi permintaan. Menafaatkan Tenaga-tenaga yang menganggur Tenaga-tenaga yang mengaggur merupakan persediaan faktor produksi yang dapat dikombinasikan dengan faktor-faktor produksi lain untuk meningkatkan output di negara-negara sedang berkembang. maka jumlah tenaga kerja yang dipakai dalam usaha produksi meningkat.kapital yang berarti. Persediaan tenaga kerja ini jelas lebih banyak terdapat di daerah-daerah ygpadat penduduknua. Kemungkinan penatikan tenaga kerja yang secara produkrif. tingkat produksi hanya tergantung pada jumlah tenaga kerja. Sejauh ini kita memperlihatkan peranan tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi yang akan mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional dari segi kuantitas atau jumlah tenaga kerja yang dipakai dalam usaha produksi menigkat. maka jumla produksi yang bersangkutan juga meningkat. keahlian dan sebagainya. tetapi bila kulitas dari tenaga kerja itu menjadi lebih baik maka dapat terjadi bahwa tingkat produksi akan menignkat pula. KULITAS TENAGA KERJA E. Dengan kata lain kalau tidak ada peningkata jumlah tenaga kerja maka jumlah produksi akan tetap pernyataan yang demikian ini. jug adiperlukan adanya perencanaan tenaga kerja (manpower planning) secara tepat. berarti kita menganggap bahwa tenaga kerja itu bersifat homogen. d. Perubahan-perubahan yang diperlukan mungkin semali memerlukan perluasan daerah penanama. penggatnian tenaga manusia dengan mesin danlain sebagainya. Suatu keuntungan penggunaan tenaga yang menganggur secara musiaman di sektor pertanian yakni tisak mwngurangi tenaga-tenaga kerja yang diperlukan untuk mengadakan panen maupun penananman. karena hanya diperlkan kapital yang relatif sedikit. Contoh untul sektor-sektor di luar pertanian ialah degantikannya industri-industri rumah tangga atau industri-industri kecil dengan industri-industri sedang maupun industri besar yang lebih banyak menggunakan mesin daripada tenaga kerja. kesehatan. kemampuan kerja. jenis kelamin. Kemungkinan penyebarannya di sektor pertanian terbukti dari tingkat upah atau tingkat produktivitasnya yang rendah. Sedangkan dalam kenyataannya tenaga kerja itu sangat heterogen baik dilihat dari segi umur. terdapat baik di sektor pertanian maupun sektor industri. Oleh karena itu dalam merencanakan pertumbuhan ekonomi dalam hubungannya dengan penguunaan tenaga kerja. maka kita harus melihat tenaga kerja ini sebagai faktor produksi yang heterogen. Dengan penarikan tenaga kerja dari sektor pertanian itu perlu diciptakan lapangan kerja di sektor yang lain. tidak dapat seluruhnya dianggap benar karena walaupun jumlah enaga kerja itu tidak berubah. Industri-industri kecil juga mungkin sekali akan menyera tenaga-tenaga yang neganggur karena musim atau memang secara kronis. Selama kita beranggapan bahwa.

tetapi juga berwujud “human capital”. langsung maupun tidak langsung. Hubungan antara tingkat upah dan penawaran tenaga kerja perorangan sering ditunjukan oleh kurva penawaran tenaga kerja yang berbelok ke belakang (backward bending supply curve). yang semuanya membutuhkan kepandaian penduduknya. akuntan. dalam pertumbuhan ekonomi jangka panjang fungsi kapital yang menaikan produktivitas itu tidak saja berwujud pabrik-pabrik dan perlengkapan lainnya. Ciri khusus yang dimiliki oleh faktor produksi ini ialah tidak dapat hilang atau berkurang apabila faktor produksi itu dipakai.tidak akan mendorong seseorang untuk bekerja lebih lama atau lebih giat karena pada tingkat pendapatan yang relatif tinggi orang ingin hidup lebih santa KAPITAL A. Ini meliputi pabrik-pabrik dan alat-alat. Ini berarti bahwa setelah tingkat upah tertentu. menekan konsumsi atau meninggkatkan ekspor. PENGERTIAN DAN FUNGSI KAPITAL Kapital alah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan. dalam produksi untuk menambah output. Lebih khusus dapat dikatakan bahwa kapital terdiri dari barang-barang yang dibuat untuk penggunaan produksi pada masa yang akan datang. Sedangkan di negara yang telah maju tabungan dan investasi selama periode pertumbuhan yang cepat rata-rata antara 10% sampai 20% dari pendapatan nasional. Semakin itnggi tingkat upah di pasar tenaga kerja akan semakin tinggi pula jumlah penawaran tenaga kerja dan demikian sebaliknya. ahli bangunan. memindahkan faktor-faltor produksi dari penggunaan yang kurang produktif ke penggunaan-penggunaan yang lebih produktif. Selain itu juga termasuk sumber-sumber yang menaikan tenaga produksi. dan bahkan nolainya menjadi semakin tinggi pula. Penawaran tenaga kerja akan tergantung pada tinggi rendahnya tingkat upah. Dalam . sekertaris untuk lima sampai sepuluh tahun yang akan datang. Ini disebabkan oleh akumulasi kapital di negara-negara tersebut sedikit. B. dengan naiknya tingkat upah. Dalam hubungan ini perlu dikemukakan bahwa hubungan tingkat upah dengan penawaran tenaga kerja peseorangan berbeda dengan hubungan antara tingkat upah penwaran tenaga kerja secara keseluruhan. kesehatan dan keahlian. dimanfaatkan atau dijual. SUMBER-SUMBER KAPITAL UNTUK PEMBANGUNAN Kaiptal dapat diambikan dari penggunaan kelebuhan tenaga kerja yang ada dalam masyarakat. Keadaan kapital di negara-negara sedang berkembang pada umunya relatif langka. Dengan kata lain. Kapital sebagai alat pendorong perkembangan ekonomi meliputi investasi dalam pengetahuan teknik. Oleh karena itu kapital untuk pembangunan dapat diciptakan dengan cara menggeser kelabihan tenaga kerja dari sektor pertanian kesktor yang lain (menggunakan penganggur terselubung). bangunan-bangunan dan sebagainya. perbaikanperbaikan dalam pendidikan.jumlah tenaga kerja ahli teknik. Dengan semakin sering berkurang tetapi justru sebaliknya. Kebanyakan negara-negara sedang berkembang sekarang ini mempunyai tabungan dan investasi hanya sebesar 2 sampai 6% dari pendapatan nasionalnya.

1. Sumber Fisik (Swadaya Masyarakat) Secara fisik pembentukan kapital dapat ditempuh dengan realokasi faktorfaktor produksi dari penggunaan yang kurang efisien ke penggunaan yang efisien. sumber-sumber kapital untuk pembangunan ada tiga macam. Tabungan Masyarakat (voluntary saving) yang dimaksud dengan tabungan mesyarakat adalah bagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan unutk memenuhi kebutuhan konsumsi. a. Denagn kata lin faktor-faktor produksi yang menganggur secara tersembunyi (disguised unemployment) akan dapat dimanfaatkan bagi pembangunan dan tidak akan menurunkan produksi pada sektor atau kegiatan semula. e) Inflasi (invisible tax). Sesungguhnya tabungan masyarakat ini dapat dibedakan menjadi tabungan suksrela dan tabungan paksa. b) Pajak atau disebut tabungan paksa (Forced Saving). Produksi A B Menganggur tersembunyi Lo L1 Tenaga Kerja Fungsi Produksi dan Pengangguran Contoh yang diberikan disini adalah penganggurantenaga kerja yang masih mengaggur tersembungi di sektor pertanian dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan-jalan desa. f) Investasi asing (foreign direct investment). tabungan sukarela (coluntary saving). yaitu. d) Pinjaman Pemerintah. Sumber Dana Financial Secara finansial sumber dana untuk pembangunan dapat dikelompokan sebagai berikut : a) Tabungan masyarakat (voluntary Saving). tetapi tidak akan mengurangi produksi pertanian. pajak (forced saving) dan peinjaman luar negeri (foreign loans). c) Tabungan Pemerintah. Tabungan sukarela atau “Voluntary .arti uang. saluran-saluran air di pedesaan dan sebagainya. 2.

a969/1970. Pajak atau Tabunga Paksa (forced saving) Denagn adanya pajak. Unit ekonomi Rumah Tangga mengurangi konsumsi. Taska. masyarakat mau tidak mau harus mengurangi konsumsinya karena berkurangnya pendapatan akibat pembayaran pajak.Saving” apabila diorganisasikan dapat berwujud Tabanas. Penerimaan . dan beban produsen sebesar TK serta beban konsumen sebesar TL. khususnya untuk penerimaan rutin. Pada pokoknya pajak memiliki dua peranan utama yaitu sebagai sumber penerimaan negara (Fungsi budget) dan sebagai alat untuk mengatur (fungsi regulator). unit ekonomi Perusahaan mengurangi investasi dan Unit Ekonomi {emerintah mengurangi pengeluaran pemerintah. Sejak pelita I. sedangkan pemegang asuransimemperoleh jumlah yang berupa “claim” untuk menghindari risiko dengan pengorbanan yang relatif kecil. Biasanya dana dalam bentuk ini dikelola oleh bank maupun lembaga asuransi untuk dipinjamkan kepada pera investor dalam melakukan usahanya guna peningkatan produksi/pendapatan. Tahapan. H K P1 D t L Po X1 X0 X Pergeseran Beban Pajak Pajak tidak langsung (pajak penjualan) setinggi t per satuan X. Tabungan Pemerintah Pajak merupakan iuran yang dapat dipaksakan kepada wajib pajak oleh Pemerintah dengan balas jasa yang tidak langsung dapat ditunjuk. deposito berjangka dan sebaginya. sebagian terpaksa dipikul oleh konsumen karena harga naik dari OP0 OP1. Keuntungan para penabung pada umunya berupa bunga. Premi asuransi. pajak merupakan sumber penerimaan negara yang peling utama. Keuntungan pihak Bank berupa :spread” penerimaan bunga yaitu selisih antara bunga yang diterima karena menyalurkan dana dalam bentuk kredit untuk investas dan bunga yang dibayarkan kepada penyimpan dana (penabung) sedangkan bagi pera investor ada keuntungan karena tersedia dana untuk keprluan usaha dan pengembangannya. b. c. atau dari X0L ke X0L.

Dengan kata lian mereka menggunakan konsimsi riil dengan adanya inflasi itu. rehabilitasi. maupun untuk pembangunan proyek-proyek baru yang meliputi bidangbidang telekomunikasi. Dengan kenaikan harga umum itu berarti bahwa semua unit ekonomi (konsumen maupun produsen) akan membeli barang dengan jumlah yang sedikit tetapi dengan pengeluaran yang sama. keluarga berencana serta sarana lainnya. Konsekuensi dari pinjaman dalam negeri adalah tidak ada tambahan dana secara makro karena tidak terjadi alian dana masuk ke neger kita. Ini pernah terjadi di Indonesia pada tahu 1950-an. . benang tenun dan sebagainya.pembangunan hanya sekitar 8% dari seluruh Anggaran Pendapatan Negara ! 969/1970 – 1974/1975. d. Semakin besar tabungan pemerintah maka akan semakin besar pula dana yang tersedia bagi pembangunan. yang semuanya guna memantapkan pembangunan. Pinjaman sukarela merupakan jenis pinjaman yang diterima oleh Pemerintah secara sukarela dari pihak mana saja. pendidikan. sedangkan bantuan proyek membantu menambah dana untuk ekspansi. Jadi selisih antara peneriamaan dan pengeluaran rutin inilah yang kita sebut sebagai tabungn pemerintah. Penerimaan rutin setelah dipakai untuk membiayai pengeluaran rutin. Dengan pencetakan uang yang lebih cepat dari pada perkembangan produksi barang dan jasa. maka inflasi dapat dengan mudah berkembang. penerimaan pembangunan terutama sekali berasal dari bantuan program dan bantuan proyek. Bantuan program ini terdiri dari nilai lawan dari devisa kredit. pangan. Inflasi (invisible tax) Cara lain untuk membiayai pembangunan suatu negera adalah dengan inflasi. pengairan. Apabila hal itu terjadi maka proyek-proyek pemerintah akan e. Bantuan program berperan sebagai sumber tambahan bagi pengimpor barang modalm bahan baku. Oleh karena itu inflasi dapat diartikan sebagi pajak yang tidak tampak (invisible tax). Sedangkan pinjaman paksa merupakan jenis pinjaman yang dapat dipaksakan oleh pemrintah kepada masyarakat. bantuan pupuk. dapat dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Pinjaman Pemerintah Pinjaman pemerintah dapat berupa pinjaman sukarela dan pinjaman paksa. Inflasi diartikan sebagai keadaan dimana harga-harga umum meningkat secara terus-menerus. Sedangkan untuk pinjaman luar negeri pasti ada dana yang masuk dari negara lain ke negara kita. Bantuan program adalah bantuan yang tidak dikaitkan dengan proyek-proyek tertentu. listrik. Pada umunya inflasi disebabkan oleh adanya permintaan yang lebih besar daripada penawaran yang terjadi karena terlalu banyaknya jumlah uang yang beredar. maka inilah yang disebut sebagai tabungan pemerintah. dimana Pemerintah memotong uang kertas dan memperlakukan potongan sebelah kanan sebagai pinjaman obligasi Pemerintah dan hanya sebagian kiri yang laku yaitu 50% dari nilai asalnya. bantuan panagnm bantuan pupuk. bila terdapat sisa. dapat pula pinjaman itu dibedakan dalam pinjaman dalam negeri dan luar negeri.

dan lain sebagainya. stabilisasi sosial. 2. Investasi asing ini dapat berupa investasi langsung (foreign direct investment) atau investasi prtofolio yaitu melalui pembelian saham perusahaan di dalam negri. Di negara-negara yang relatif maju kehendak untukmenabung dan untuk investasi itu berlainan.tetap dipenuhi. Namun inflasi yang terlalu deras lajunya harus dihindari karena ia akan merusak struktur perekonomian. f. yaitu keinginan untuk meniru konsumsi di negara-negara maju. Kurangnya tabungan dapat juga larena adanya international demonstration effect. Ini menyebabkan tingkat produktivitas yang rendah dan tingkat pendapatan yang rendah pula. sehingga di negara sedang berkembang memungkinkan penyediaan kapital untuknya. maka industrialisasi dan pertumbuhan perekonomian dimulai dengan industriindustri yang menghasilkan baran-barang jadi. dan sebaginya. Kebaikan dari enclave import industry ialah : 1. AKUMULASI KAPITAL YANG RENDAH Tingkat akumulasi kapital yang rendah di negara-negara sedang berkembang biasanya dapat diketahui karena adanya suatu lingkaran setan yang tidak berujung pangkal (vicious circle). Tetapi karena keadaan pasar di negara-negara sedang berkembang masih sempit bagi barang-barang kapital. misalnya radio. kebiasaan. meningkatnya penerimaan negara dan sumber pajak. Impor barang-barang konsumsi di negara-negara sedang berkembang tampaknya merupakan pemborosan bila dibanding dengan impor barang-barang kapital. Investasi Asing Investasi asing merupakan investasi yang dilaksanakan oleh pemilik-pemilij modal asing di dalam negri kita untuk mendapatkan suatu keuntungan dari usaha yang dilaksanakan itu. Di negara-negara sedang berkembang pendapatan adalah rendah. Sehingga kurangnya kapital disebabkan oleh kurangnya tabungan yang dikarenakan oleh hasrat berkonsumsi yang tinggi. Karena tabungan sedikit berartiinvestasi sedikit pula. serta adanya alih teknologi. Bahwa industri ini relatif membutuhkan kapital lebih sedikit. sehingga pembangunan pada suatu saat akan dapat berhenti. pembagian tabungan pendapatan. Sekarang ini kebanyakan negara-negara sedang berkembang yang merencanakan industrialisasi memulanya dengan mengimpor barang-barang setengah jadi yang diubah menjadi barang-barang konsumsi. minuman. tetapi dengan pengorbanan dari pihak non pemerintah (swasta dan masyarakat). Hirschman ini merupakan daerah kantong industri impor (enciave import industry). . Risiko dari kualitas barang yang dihasilkan akan kecil. sehingga pendapatan yang rendah itu semuanya digunakan untuk konsumsi. Besarnya tabungan tergantung pada adanya kemungkinan untuk investasi. sehingga pembangunan juga akan tetap berlangsung. C. assembling. sedangkan bagi negara yang kurang maju kehendak untuk menabung dan investasi saling mempengaruhi. harapan-harapan. meningkatnya lapangan kerja dan terjadinya nilai tambah (added value). pengepakan. Keunutungan lainnya dari investasi asing bagi kita adalah diolahnya sumber daya alam kita. karena industri itu dari sebagian besar tergantung pada impor bahan-bahan atau barang-barang yang akan diolahnya. Industri yang menghasilkan barang-barang akhir ini kbanyakan cocok bagi permulaan industrialisasi. Menurut Prof.

Dengan inflasi yang moderat turunnya pendapatan riil para pekerja dan naiknya keuntungan pengusaha akibat inflasi yang miderat akan mendorong untuk mengadakan investasi lebih lanjut. 5. Yang memberi pinjaman percaya atau tidak dan yang meminjam dapat dipercaya atau tidak. Bahwa kapital akan lebih tertarik pada industri-industri ini daripada yang semuanya berasal dari dalam negeri. Ini sudah tentu tergantung pada keadaan negara yang memberi pinjaman ataupun negara yang meminjam. Ini juga meruapakan sumber tabungan pemerintah. Bila permintaan terhadapa barang-barang akhir itu terusmenerus bertambah. maka impor bahan mentah akan diganti dengan kegiatan-kegiatan dari dalam negeri. Buchan menyebutkan impor ini sebagai “the direct of foreignexchange”. Misalnya koperasi pertanian. 4. . Ada pula yang disebut dengan “the circultous drain” yaitu bila ada kenaikan impor yang akan disertau dengan kenaikan pendapatan sebagai akibat adanya investasi-investasi itu . Dengan pinjaman luar negeri. 1. Adapun cara-cara untuk menaikan jumlah tabungan untuk pembangunan adalah sebagai berikut. Pegolahan barang-barang akan terus berkembang dan akan mengerjakan dengan proses yang lebih jauh lagi. 1. Dengan pembentukan koperasi dan lembaga-lembaga yang lain. circultous drain ini akan terjadi dan negara akan dihadapkan pada masalah Neraca Pembayaran Internasional karena itu investasi hendaknya digunakan untuk menaikan volume ekspor dengan jalan baik digunakan untuk memproduksi barang-barang subtitusi impor ataupun menaikanproduksi barang-barang untuk ekspor. yaitu misalnya biaya-biaya produksi akan naik dan mempunyai pengaruh kurang baik dalam industri ekspor karena harga barang-barang ekpor menjadi lebih tinggi. Sudah tentu ini ada bahayanya. Yang memberi pinjaman ataupun negara yang meminjam. D. PENGGUNAAN KAPITAL Kriteria Neraca Pembayaran (Balance of Payments Criteria) Pada pokoknya dikatakan bahwa penggunaan kapital atau investasi itu sebaliknya pada sektor yang dapat menggurangi kesulitan-kesulitab yang perlu dihindari yaitu jangan sampai ada kenaikan impor yang akan disertai pula dengan invsetasi-investasi yang membutuhkan barang-barang dari luar negeri. Industri “enclave impotr” ini akan medorong adanya ekspasi produksi dalam negri bagi barang-barang yang dibutuhkannya. Dengan adanya efek kaitan ke depan dan kebelakang (backward and forwad lingkage effect) akan mendorong perkembangan perekonomian lebih lanjut. Perkembangan ini akan berupa perkembangan industri hilir (tempat menjual barang produksi). Dalam koperasi itu anggota-anggota 2. Dengan pajak. Tabungan pemerintah adalah jumlah seluruh penerimaan rutin dikurangi dengan seluruh pengeluaran rutin. apakah investasi itu untuk impor barang-barang atau tidak. Banyaknya impor dan bekerjanya enclaive industry ini menunjukan atau menggambarkan keadaan pasar didalam negeri dan potensinya. 3. Ada disparitas harga yang tinggi antara harga di dalam negeri.3. industri ini dapat mendidik atau merupakan tempat untuk memilih wiraswasta setempat yang dibutuhkan bagi perkebangan industri lebih lanjut. 4.

Kriteria Produktivitas Sosial Marjinal (Social Marginal Produktivity Criteria) Disini investasi digunakan pada proyek-proyek yang dapat diharapkan memberi hasil tertinggi atau dengan perkataan lain investasi pada proyek-proyek yang paling menguntungkan. dan sebagainya. Oleh karena itu harus dipilih teknologi yang bersifat menghemat penggunaan kapital. ICOR menurun bila negara sudah memiliki social over head capital yagn cukup seperti jalan-jalan. Tingkat perputaran kapital (capital trunover) dari investasi itu. Keuntungan sosial yang ada (social Profitability). Kriteria Operasional (Operational Criteria) untuk mengadakan investasi dalam suatu proyek ada 3 (tiga) faktor yang harus diperhatikan. atau pada proyek-proyek yang mempunyai ICOR terendah. . Manfaat disini haruslah manfaat bersih yaitu total manfaat dikurangi biaya atau kerugian selain kapital. Kriteria Bagian Investasi Kembali (Reinvestment Quotient Criteria) Ini menitik beratkan bahwa investasi harus sedemikian rupa sehingga investasi per kapita untuk masa yang akan datang makin bertambah. Kriteria Intensitas Faktor-faktor Produksi (Factor Intensity Criteria) Berdasarkan pada capital output ratio suatu proyek. b. 4. Semua ini berubah dari waktukewaktu. Kriteria Perbandingan Biaya Manfaat (Benefit-Cost Ratio) Kriteria ini menghendaki agarinvestasi diadakan pada proyek-proyek yang memiliki nilai perbandingan manfaat dan biaya yang lebih besar dari satu (B/C >1). misalnya penduduk. Jadi jumlah investasi makin lama harus makin besar. harapan-harapan dan sebagainya. Dengan perkataan lain kriteria ini berusaha agar tingkat investasi selau bertambah besar dalam memutuskan investasi pertambahan penduduk harus pula diberhitungkan. Dengan kapital yang sedikit saja sudah dapat menghasilkan output yang banyak.. 6. c. atau pada proyek-proyek yang paling menguntunggkan. Dengan perkataan lain investasi hendaknya dilaksanakan pada proyek-proyek dengan intensitas kapital yang terendah. Pengaruhnya terhadap Neraca Pembayaran Internasional. listrik. dimana kapital merupakan faktor yang langka di suatu negara. teknologi. yaitu pada proyek dan sektor yang paling menguntungkan. maka kriteria tersebut akan memaksimumkan perbandingan kapital tenaga kerja (capitallabour ratio) pada waktu yang akan datang dan karenanya memaksimumkan produksi par tenaga kerja. sehingga proyek-proyek untuk mana investasi itu diadakan juga berubah-ubah.2. Perkembangan ekonomi terjadi pada perubahan keadan sosial sekelilingnya. 3. yaitu: a. pelabuhan. selera. sering kali sedikit permintaan perunit out put dan sudah tidak banyak membutuhkan barangbarang kapital lagi. Oleh karena tujuan perekonomian ialah memaksimumkan output per kapita di masa yang akan datang. kebutuhan. 5.

1. Konsentrasi pembangunan pada investasi yang selanjutnya menhasilkan alat-alat kapital untuk mempertahankan pendapatan dan pertumbuhan output. Teori Dorongan Besar (Big Push) Teori ini secara singkat mengatakan bahwa bila hanya ada sedikit-sedikit usaha untuk menaikan pendapatanm hal ini hanya mendorong pertambahan penduduk saja. sehingga mempertlas pasar antara satu sektor dengan sektor lainnya. sebab risiko dan kekliruan akan terlalu besar untuk dipikul negara yang miskin tadi. maka pasar menjadi makin kuat.E. Makin erat saling ketergantungan antara industri barang-barang konsumsidan barang produksi. Konsumsi sebaliknya ditekan. F. pembangunan masyarakat desa dan lain-lain senacam inilah yang menggunakan kelebihan tenaga buruh. Titik berat pada “economies of scale” yang berupa produksi massa(large scale production). Oleh karena itu usaha pembangunan harus dilaksanakan secara besar-besaran untuk mengatasi perubahan-perubahan pendudul. memaksimumkan output dengan menggunakan teknik yang paling roduktif yang kadang-kadang membutuhkan kapital yang paling besar. Pemilihan teknikteknik produksi dan investasi didasarkan pada biaya-biaya relatif ndari pada faktorfaktor produksi. Sehubungan dengan argumen dari teori big push. antara sektor pertanian dan sektor pabrik. sehigga investasi dapat terus ada. Inkeksi kapital yang banyak adalah kurang baik sampai perekonomian disitu mampu menyerapnya. INVESTASI KE SEKTOR PERTANIAN ATAU KAH KE SEKTOR INDUSTRI Pada umunya orang mengatakan bahwa di negara-negara sedang berkembang investasi pada sektor industri adalah yang terpenting demi untuk memaksimumkan . yang nantinya akan menghambat kenaikan pendapatan Per kapita. maka ada doktrin pembangunan seimbang yang menitikberatkan bahwa perekonomian itu ada kemungkinan untuk berkembang apabila ada perimbangan yang baik antara berbagai-bagai sektor didalam perekonomian. antara sektor ekspor dan sektor dalam negeri dan seterusnya. sebab sektor-sektor lain berhubungan erat. BESAR KECILNYA INVESTASI Teori Usaha Perlahan-lahan (Gradualist) Teori berpendapat bahwa negara yang terbelakang sebaiknya jangan mengadakan industrialisasi cepat-cepat. Dengan pertumbuhan seimbang (balanced growth) ini diartikan bahwa perkembangan ekonomi tidak akan berhasil bila investasi hanya terbatas pada “tititk pertumbuhan” (growing point) tetentu atau sektor-sektor yang sedang berkembang saja. Ini berarti bahwa persoalan perkembangan yang seimbang itu terletak pada hubungan kompementaritas antara kebutuhan-kebutuhan serta antara faktor-faktor input dan output pada berbagai tingkat produksi G. Kegiatan yang membutuhkan kapital yang banyak akan diusahakan bila keuntungan melebihi dari kegiatan yang sifatnyta padat karya (labour intensive). Investasi harus disebarkan pada semua sektor. Implikasinya ialah harus diadakan investasi besar-besaran untuk menghilangkankemiskinan. dan tentunya juga membutuhkan kapital yang banyak. Harus diusahakan untuk memajukan industri-industri kecil. PEMBANGUNAN SEIMBANG DAN TIDAK SEIMBANG (BALANCED DAN UNBALANCED GROWTH) 2.

sumberdaya alam yang tidak dapat diganti (irreplaceable atau stock naturak resources). PERANAN SUMBERDAYA ALAM Secara relatif dari sumber alam dalam perkembangan ekonomi cendrung untuk turun bila perekonomian itu semakin berkembang. irigasi. margasatwa. energi matahari. Jadi peranan pemerintah dalam setrategi ekonomi tergantung pada keadaan sosial dan politk setempat.kenaikan output. Turunnya peranan penting dari sumber-sumber alam terutama berhubungan dengan “income elasticity of demand” yang relatif rendah terhadap hasilhasil pertanian dan adanya perubahan-perubahan dalam fungsi produksi yang diebabkan oleh kemajuan teknik yang baik. pengalaman dalam perusahaan negara maupunefisiensi administrasi pembangunan dan lain sebagainya. SIFAT-SIFAT DAN MACAM SUMBERDAYA ALAM Sumberdaya alam yang tidak dapat habis (inexhaustible natural redources). sungai dan sebagainya. Lagi pula input alat-alat produksi per satuan out put untuk sumbe-sumber alam akan menurun atau setida-tidaknya tetap. misalnya dengan penggunaan mesin-mesin traktor. alat-alat transpor yang lebih baik dan sebagainya. hutan. ikan. pendidikan yang lebih baik. Ini mencakup udara. tersedianya kemampuan manajemen. Bersama-sama dengan adanya perkembangan ekonomi banyak sumberdaya alam yang harus diolah sehingga akan mengurangi sumberdaya alam yang ada. pupuk. perluasan pertanian dan sebagainya SUMBERDAYA ALAM A. 2. Tetapi kalau kita perhatikan tampak bahwa semakin maju perekonomian secara absolut semakin banyak jumlah dan macam sumberdaya alam yang diolah sehingga berubah dari sumberdaya alam yang potensial menjadi sumberdaya alam yang riil sifatnya. Akan tetapi harus ada usaha-usaha lainnya di sektor pertanian untuk menyediakan bahan makanan bagi mereka yang pindah dan bekerja di sektor industri. Secara relatif peranan sumberdaya alam memang semakin kecil. Maka dari itu kemajuan di sektor ini sangat diharapkan. Dengan naiknya pendapatan. 3. Ini mencakup sumberdaya mineral seperi logam. penggunaan pupuk dan juga adanya sumberdaya tanah yang lebih efisien. Oleh karena itu bagi negara yang masih terbelakang sektor pertanian sebenarnya adalah sangat penting. Sumberdaya alam yang dapat diganti atau diperbaharuidan dipelihara (renewable resources). khususnya sumberdaya alam yang bersifat tak dapat diperbaharui. Karena kenyataaanya memang demikian maka timbul banyak kekhawatiran berhubung dengan semakin majunya pembangunan ekonomi suatu negara. Lagi pula dengan naiknya pendapatan pasti ada tambahan jumlah penduduk. . Pemerintah dapat mengadakan perlusan penggunaan sumber-sumber alam melalui pengembangan fasilitas obat-obatan. PERANAN PEMERINTAH Peranan pemerintah dalam inisiatif dan memajukan perekonomian sertahubungan antara sektor pemerintah dan swasta tergantung opada lingkungan sosial (social-cultural environment). H. Demikian pula sumberdaya alam yang dapat diperbaharui juga semakin sulit didapat B. 1. maka hasrat berkonsumsi marjinal pada sumber alam tampak berkurang. kualitas tanah. dan air hujan. Ini meliputi air yang ada ditempat seperti danau. tingkat perkembangan ekonomi keadaan politik. minyakbumi dan batubara.

Definisi itu berkembang dan sekarang mencakup sistem ekologi dan lingkungan. Dalam gambar tampak bahwa banyak individu yang berpikiran sempit dari segi ruang yaitu terutama untuk diri sendiri dan lingkungansendiri dan pendek dari segi waktu terutama untuk hari ini dan besok pagi dan paling lama tahun depan. R4 = lingkungan negara dan seterusnya. maka sumberdaya tersebut disebut sebagai barang-barang sumberdaya (resource comodity). dan sumbu vertikal sebagai ruang. sistem geo thermal. Semakin jauh dari titik (0). PENGERTIAN PERSEDIAAN (RESERVE) SUMBERDAYA ALAM Pengertian mengenai persediaan ini sangat penting dalam kaitannya dengan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. C. gelombang laut. Secara garis besar sumberdaya alam dapat digolongkan nenjadi tanah prtanian. sumber-daya air dan sebagainya. tanah hutan dan hasil-hasilnya. Semakin jauh dari titik (0). Pengertian sumberdaya alam meliputi semua sumberdaya dan sistem yang bermanfaat bagi manusia dalam hubungannya dengan teknoligi. angin. semakin lama waktu yang dipakai sebagai pertimbangan. bahan-bahan mineral munyak maupun nonminyak. semakin luas ruang lingkup pemikiran misalkan R1 = lingkungan keluarga sendiri. Setelah lepas dari alam dan dikuasi oleh manusia.Keadaan yang ada pada saat ini ialah bahwa hampir seluruh manusia di bumi ini mempunyai pandangan yang sempit dan pendek baik dalam lingkup waktu dan ruangan. sumber energi nono mineral yang dapat diperbaharui sepertimatahari. tanah yang dikhususkan untuk keindahan dan rekreasi serta tujuan ilmiah. Sedikit sekali yang berpikiran untk dunia dan massa 56 tahun yang akan datang. RUANG LINGKUP SUMBERDAYA ALAM Sumberdaya alam mencakup semua pamberian alam di bawah atau diatas bumi baik yang hidup maupun yang tidak hidup. R3 = lingkungan kabupaten. ekonomi dan keadaan sosial tertentu. ikan-ikan air tawar maupun ikan air laut. D. ddan memang jenis sumberdaya inilah yang seringkali dikhawatirkan akan segera habis/punah . R2 = Lingkungan kelurahan. Sedangkan sumbu vertkal yang dipaia menunjukan ruang. Keadaan ini digambarkan dalam gambar berikut R5 R4 R3 R2 R1 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Waktu Sumbu horizontal sebagai waktu.

maka sumberdaya alam (reserves). Adanya pengalaman sejarah mengenai pergeseran dari sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources) ke sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (stock resources). yang ekonomis artinya yang mempunyai potensi untuk digunakan apabila diperlukan dan sumberdaya ekonmis yaitu sumberdaya yang sudah memiliki nilai ekonomis dan sudah dikenal diketahui macam dan banyaknya serta dari segi rkonomis sudah dapat digunakan. Reserves ini meningkat bila ada eksplorasi yang berhasil. tetapi persediaan tadi semakin jauh dari para konsumen. ISU POKOK SUMBERDAYA ALAM 1. 3. Lokasi persediaan yang diketahui. Dari segi ekonomi. dan berkurang bila mengalami kerusakan dan diambil oleh manusia. sumberdaya alam yang tidak daat diperbaharui itu dibedakan menjadi sumberdaya yang tidak ekonomi. Sumbberdaya yang belum diketemukan dibedakan antara sumberdaya yang sama sekali belum kita mengerti apakah ia itu ada atau tidak apalagi beberapa banyak tersedianya sumberdaya tersebut. Oleh karenaitu mungkin karena tekanan politik dan kenaikan harga akan menyulitkan konsumen.Keadaan sumbedaya yang tidak dapat diperbaharui dapat dilukiskan seperti gambar berikut: Derajat kekayaan ekonomi yang semakin tinggi Diketahui Ekonomis Total Sumber Daya Belum Diketemukan Persediaan Sumber Daya Hipotesis dan Spekulatif Tidak Dimengerti Tidak ekonomisBahan/mineral Sub Ekonomis Ambang Potensi Ekonomi Ambang mineral Barang-barang di Bumu Lainnya Derajat Jaminan Geologi yang semakin tinggi Dimana sumberdaya total secara geologis dapat digolongkan menjadi sumeberdaya yang sudah diketahui/diketemukan macam dan sumberdaya alam yang belum diketemukan. Timbul embargo minyak oleh OPEC pada tahun 1972. E. Misalnya batu bara menjadi semakin penting setelah persediaan . 2. serta terbatasnya sistem lingkungan”. Berapa lama dan dalam keadaan apa kehidupan manusia berlangsung terus di bumi ini dengan persediaan tertentu dari sumberdaya yang melekat di suatu temapat (insitu resources). terutama negara-negara barat. yang dapat diperbaharui tetapi dapat rusk. Misalnya persediaan minyak dunia banyak dan terus diketemukan.

Di Amerika sektor pertanian mengganti tenaga ternak dengan mesin yang menggunakan bahan bakar minyak. Terlebih lagi untuk mengolah sumberdaya alam ini dibutuhkan lebih banyak energi dan biaya. Sumberdaya alam dihemat penggunaannya (coserved) dan dimanfaatkan sedikit demi sedikit. tetapi untuk jangka waktu yang lama c. sumberdaya dimanfaatkan secara cepat guna menciptakan lemampuan untuk menghasilkan sumberdaya yang habis pakai. arang kayu semakin sedikit serta harga minyak naik. berpandangan dekat. Kita semakin tergantung pada sumbedaya alam yang semakin endah kulitasnya. Sumberdaya alam dimanfaatkan perlahan-lahan. Barang-barang konsimsi pindah dari barang yang dapat dipakai lagi kebarangbarang konsumsi pindah dari barang yang dapat dipakai lagi ke barang-barang yang dibuang setelah dipakai. 5. Apakah kita benar-benar mengerti peranan dan pentingnya sumberdaya alam dan lingkungan sebagai faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi di masa lampau. d. sehingga tingkat pendapatan dan standar hidup rendah. 7. 6. Dalam usaha memajukan perekonomian dalam kaitannya dengan sumberdaya alam yang tetap jumlahnya dapat disajikan alternatif-alternatif berikut : a. Semakin memburuknya keadaan lingkungan Peranan yang diberikan kepada mekanisme pasar dalam menentukan bagaimana sumbedaya alam itu dikelola sepanjang waktu. tetapi akan menjadi usang bila terdapat penemuan teknologi baru. Perubahan teknlogi serta subtitusi sumberdaya yang dapat diperbaharui akan dapat memelihara kelangsungan pertumbuhan Produk Nasional Bruto. Tetapi kurang sekali dihubungkan dengan sumberdaya alam serta kesediaan lingkungan sebagai tempat membuang sampah hasil-hasil pembangunan. 8. sehingga produksi/ perekonomian dapat terus berlangsung.4. Kebijakan penggunaan sumberdaya alam pada masa lampau dimana tindakan yang tidak bijaksana. tetapi memburuknya lingkungan akan mengurangi kesejahteraan manusia . b. Padahal di kemudian hal lingkungan dan sumberdaya alam itu sukar di dapat. Sumberdaya dihabiskan secara cepat dalam suatu periode dengan pertumbuhan yang cepat dan standar hidup yang tinggi diikuti dengan kehancuran suatu sistem. e. Analisis pertumbuhan sering dihubungkan dengan perubahan teknologi dan tenaga kerja (human capital). eksploitasi yang terlalu rakus terhadap sumberdaya alam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful