You are on page 1of 5

Departemen Keperawatan Gawat Darurat

ANALISIS JURNAL
“EFEKTIFITAS STRETCHING EXERCISE DAN PERNAFASAN YOGA TERHADAP
REGULASI TEKANAN DARAH DAN KUALITAS HIDUP KLIEN ESRD YANG
MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMKITAL DR. RAMELAN SURABAYA”

OLEH
Kelompok 3

Nurul Zakiah Burhan, S.Kep


Wahdaniyah Eka Pratiwi Syahrim, S.Kep
Arnia, S.Kep
Hasanuddin, S.Kep
Adeliana, S.Kep
Nurfadila, S.Kep
Astuti Dewi Intan, S.Kep

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XIV


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2019
ANALISIS JURNAL

1. Judul Artikel: Efektifitas Stretching Exercise Dan Pernafasan Yoga Terhadap Regulasi
Tekanan Darah Dan Kualitas Hidup Klien Esrd Yang Menjalani Hemodialisis Di
Rumkital Dr. Ramelan Surabaya
2. Kata Kunci: Stretching exercise, pernafasan yoga, tekanan darah, kualitas hidup
3. Penulis: Nur Muji Astuti, I Ketut Sudiana, Joni Haryanto
4. Telaah Step 1 (Fokus penelitian)
Problems Masalah dikemukakan dengan jelas disertai fakta, seberapa
besar masih menjadi masalah di area klinik keperawatan
Intervention Intervensi apa yang digunakan dalam penelitian, bagaimana
mekanisme intervensi tersebut dapat mengatasi masalah
Comparison Intervention Apakah terdapat intervensi pembanding dalam penelitian?
Intervensi yang selama ini diberikan untuk mengatasi
masalah tersebut apa saja?
Outcome Apa hasil dari penelitian?Indikotor apa saja yang menjadi
acuan keberhasilan intervensi
Apabila yoga dan kombinasi konstan, dan
stretching dilakukan sesuai prosedur maka akan
menurunkan tekanan darah sistolik 8,57 mmHg.
Apabila stretching dan kombinasi konstan dan
yoga dilakukan sesuai prosedur maka akan
menurunkan tekanan darah sistolik 0,000 mmHg.
Apabila stretching dan yoga konstan, dan
kombinasi dilakukan sesuai prosedur maka akan
menurunkan tekanan darah sistolik 27,143 mmHg.
Apabila yoga dan kombinasi konstan, dan
stretching dilakukan sesuai prosedur maka akan
menurunkan kualitas hidup 0,714. Apabila
stretching dan kombinasi konstan dan yoga
dilakukan sesuai prosedur maka akan menaikkan
kualitas hidup 5,143. Apabila stretching dan yoga
konstan, dan kombinasi dilakukan sesuai prosedur
maka akan meningkatkan kualitas hidup 1,286.
Rata-rata angka penurunan tekanan darah sistolik
tertinggi ada pada kelompok stretching exercise,
rata-rata peningkatan tekanan darah sistolik ada
pada kelompok kontrol. Penurunan tekanan darah
diastolik tertinggi pada kelompok stretching
exercise, dan rata-rata angka penurunan diastolik
terendah pada kelompok yoga dan kontrol masing-
masing sebesar 1.43.
Kelompok pernafasan yoga didapatkan hasil
terdapat peningkatan rata-rata angka sistolik yang
tidak signifikan dan tidak terdapat perbedaan
tekanan diastolik yang signifikan antara sebelum
dan setelah perlakuan.
Pada kelompok modifikasi stretching exercise dan
pernafasan yoga didapatkan hasil yang signifikan
terhadap tekanan darah sistolik dan tidak berbeda
signifikan terhadap penurunan tekanan darah
diastolik.
Rata-rata angka peningkatan kualitas hidup
tertinggi pada kelompok yoga dan rata-rata angka
penurunan kualitas hidup terendah pada kelompok
kontrol. Pada kelompok stretching exercise
didapatkan hasil yang tidak berbeda secara
signifikan.
Pada kelompok kontrol didapatkan nilai kualitas
hidup terendah, Pada kelompok modifikasi
stretching exercise dan pernafasan yoga didapatkan
nilai kualitas hidup yang kurang signifikan antara
sebelum dan sesudah perlakuan.
Dengan demikian dapat disimpulkan, hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi yang
paling efektif untuk menurunkan tekanan darah
27,143 mmHg adalah kombinasi antara stretching
exercise dan pernafasan yoga, sedangkan
pernafasan yoga paling efektif meningkatkan
kualitas hidup 5,143.

5. Telaah Step 2 (Validitas)


Recruitment Bagaimana tehnik sampling, besar sampel, criteria inklusi
dan ekslusi. Bagaimana mengendalikan bias penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah semua klien
ESRD yang melakukan terapi hemodialisis di ruang
hemodialisis Rumkital Dr. Ramelan Surabaya pada
pada bulan Mei-Juni 2017. Teknik pengambilan
sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan
metode purposive sampling sejumlah 7 responden
di tiap kelompok. Total 28 responden.
Dalam jurnal ini tidak mencantumkan kriteria
inklusi dan eksklusi
Maintenance Bagaimana intervensi dilaksanakan? Bagaimana standar
operasional intervensi? Dosis intervensi yang efektif?
Dalam jurnal ini tidak dijelaskan bagaiman
intervensi diberikan, hanya mencantumkan lokasi
dan waktu penelitian yaitu dilaksanakan di Rumah
Sakit TNI Angkatan Laut dr. Ramelan Surabaya di
ruang Hemodialisis, terdiri dari 24 bed beserta alat
hemodialisis nya. Ruangan nyaman disertai ruang
tunggu. Pengumpulan data dilaksanakan bulan 2
Mei hingga 31 Mei 2017
Standar Operasional Prosedur :
Untuk stretching exercise menggunakan buku
panduan stretching exercise (modul).
Untuk pernafasan yoga (pranayama) menggunakan
buku panduan pernafasan yoga (pranayama)
(modul).
Untuk stretching exercise dan pernafasan yoga
(pranayama) buku panduan stretching exercise dan
pernafasan yoga (pranayama) (modul).
Measurement Bagaimana cara pengukuran variabel penelitian?instrumen
apa yang digunakan dalam mengukur dan bagaimana
validitas dan reliabilitas instrument yang digunakan?

6. Telaah Step 3 (Aplikabilitas)


Apakah dapat diterapkan? Bagaimana bentuk penerapannya? Apa saja langkah yang
harus dilakukan untuk penerapan intervensi tersebut?
7. Kelebihan dan kekurangan
a. Kelebihan
b. Kekurangan