You are on page 1of 6

Jurnal Keperawatan GSH Vol 6 No 2 Juli 2017 ISSN 2088-2734

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENGURANGI


NYERI KEPALA PADA PENDERITA HIPERTENSI

Susana Nurtanti (1) , Desy Puspitaningrum (2)


Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri
susan.alkuina@yahoo.com
desydesypuspitaningrum@yahoo.com

ABSTRACT

Background:Hypertension is a disorder of the blood vessels that result in supply oxygen and
nutrients carried by the blood obstructed to body tissues. Criteria is hypertension blood
pressure is more than 140/90 mmHg. Headache in hypertension was caused by a blockage in
the circulatory system either in the heart or other blood vessels. To overcome the pain given
nonfarmakologis treatment with deep breath relaxation therapy. The purpose of this study
was to determine the effect of deep breathing relaxation to reduce headache in hypertension
Method: This research type is qualitative with descriptive case study approach. The
population in this study is all the people of Pokoh Village who experienced hypertension.
The sample of 2 respondents hadache. The Instruments use standard operating procedure
(SOP), pain measurement with NRS (Numeric Rating Scale) and observation sheet. Test
analysis using review data.
Result : The action taken is deep breathing relaxation therapy. This therapy was done 2 days
for 15 minutes. Both respondents experienced a decrease from the scale of 4-6 (moderate
pain) to a 4-3 scale (mild pain). The deep breathing relaxs therapy was influenced to
decrease of headache scale.
Conclusions:.From the case study it was found that most of the pain experienced by
respondents decreased from 4-6 scale (moderate pain) to 3-4 (mild pain). This decrease of
pain scale were influenced by the level of concentration, relaxs, comfortable and comfortable
atmosphere around the respondents

Keywords: Hypertension, Pain, Relaxation Breath In.

PENDAHULUAN Menurut Brunner & Sudarth (2013)


Hipertensi menimbulkan resiko morbiditas
Hipertensi didefinisikan sebagai atau mortalitas dini yang meningkat saat
tekanan darah sistole dan diastole yang tekanan sistolik dan diastolik meningkat.
mengalami peningkatan melebihi batas Peningkatan tekanan darah yang
normal yaitu diatas 140/90 mmHg. berkepanjangan merusak pembuluh darah
Hipertensi biasanya dimulai sebagai di organ misalya jantung, ginjal, otak dan
penyakit yang ringan lalu perlahan sekaligus mata.
berkembang ke kondisi yang parah atau
berbahaya (Mulyadi, 2015) Nyeri kepala pada penderita hipertensi
biasanya terjadi karena adanya
Hipertensi merupakan suatu gangguan peningkatan atau tekanan darah tinggi
pada pembuluh darah yang mengakibatkan dimana hal itu terjadi karena adanya
suplay oksigen dan nutrisi yang dibawa adanyapenyumbatan pada sistem
oleh darah terhambat ke jaringan tubuh peredaran darah baik dari jantungnya dan
yang membutuhkan (Rini dkk, 2015) serangkaian pembuluh darah arteri dan
vena yang menyangkut pembuluh darah.
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Penderita Hipertensi ,
Nurtanti & Puspitaningrum Page 27
Jurnal Keperawatan GSH Vol 6 No 2 Juli 2017 ISSN 2088-2734

Hal itu membuat aliran darah di sirkulasi bahwa terdapat sekitar 40% penderita
dan menyebabkan tekanan meningkat. hipertensi yang mengalami nyeri dengan
Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan kategori usia lebih dari 50 tahun
dengan cara non farmakologis yaitu
dengan teknik relaksasi nafas dalam Dari beberapa persoalan tersebut
(Syiddatul, 2017). penulis tertarik untuk melakukan mengenai
pengaruh teknik relaksasi nafas dalam
Menurut Ervan (2013) Latihan nafas untuk mengurangi nyeri pada penderita
dalam merupakan suatu bentuk terapi hipertensi di Desa Pokoh Wonoboyo
nonfarmakologis, yang dalam hal ini Wonogiri.
perawat mengajarkan kepada klien
bagaimana cara melakukan nafas dalam, METODE PENELITIAN.
nafas lambat (inspirasi secara maksimal)
Metode penelitian ini adalah
dan bagaimana menghembuskan nafas
penelitian kualitatif dengan pendekatan
secara perlahan. Selain dapat menurunkan
studi kasus deskriptif. Studi kasus
intensits nyeri, teknik relaksasi nafas
merupakan strategi penelitian di mana di
dalam juga dapat meningkatkan ventilitas
dalamnya peneliti menyelidiki secara
paru dan meningkatkan oksigenasi dalam
cermat suatu program, peristiwa, aktivitas,
darah.
proses individu atau sekelompok individu.
Menurut (Syiddatul, 2017) Pada Untuk waktu pengukuran data variabel
penelitian sebelumnya tahun 2015 di Desa independen dan dependen dilakukan
Bruneh, dari 40 responden didapatkan selama 2 hari . Populasi dalam penelitian
data, dimana ada 7 orang (17,5%) ini adalah masyarakat Pokoh Wonoboyo
mengalami hipertensi tanpa disertai nyeri, yang mengalami hipertensi. Kemudian
20 orang (50%) mengatakan nyeri sedang untuk sample adalah penderita hipertensi
dan 13 orang (32,5)% mengatakan nyeri yang mengalami nyeri kepaladan bersedia
ringan. Nyeri kepala pada penderita menjadi responden sebanyak 2 orang.
hipertensi disebabkan karena adanya Instrumen penelitian menggunakan standar
peningkatan tekanan darah tinggi, hal tu operasional prosedur untuk terapi relaksasi
disebabkan karena adanya penyumbatan nafas dalam, NRS (Numeric Rating Scale)
pada sistem peredaran darah baik di dan lembar observasi. Sedangkan metode
jantung atau pembuluh darah yang lainya. pengumpulan data menggunakan
wawancara dan observasi partisipatif.
Keluhan utama yang dialami oleh Analisa data pada penelitian ini dilakukan
penderita hipertensi biasanya adalah nyeri dengan menelaah data
kepala. Untuk meneguranginya biasanya
penderita meminum obat penghilang nyeri, HASIL DAN PEMBAHASAN.
namun ada juga beberapa orang yang
Penelitian ini dilakukan pada 2
enggan untuk meminum obat. Selain
responden yang mengalami nyeri kepala
menggunakan cara farmakologi atau
hipertensi. Variabel yang dikumpulkan
dengan minum obat, cara lain yang dapat
meliputi : karakteristik responden ( nama,
dilakukan adalah cara nonfarmakologi
jenis kelamin, umur dan keluhan nyeri
yaitu dengan tekink relaksasi distraksi atau
yang dialami), tingkat nyeri yang dialami
nafas dalam. Cara ini dianggap mudah dan
sebelum dan sesudah.
bisa dilakukan dengan berkonsntrasi penuh
rileks dan lingkungan yang nyaman. 1. Karakteristik Responden.
Kedua Responden berjenis kelamin
Didesa Pokoh Wonoboyo sendiri
sama yaitu perempuan dengan jenis
tepatnya di RT 01/04 tempat peneliti
kelamin perempuan. Untuk usia rentang
melakukan studi kasus didapatkan data

Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Penderita Hipertensi ,
Nurtanti & Puspitaningrum Page 28
Jurnal Keperawatan GSH Vol 6 No 2 Juli 2017 ISSN 2088-2734

antara 50-70 tahun. Sedangkan keluhan 2. Jumat, 7 April Skala 4 Skala 3


yang dialami, responden mengatakan 2017
nyeri kepala dibagian tengkuk atau leher Tabel diatas menunjukan perubahan
dan puncak kepala dengan skala 4-6 skala nyeri yang dialami oleh responden 2
tergolong nyeri sedang. Setelah hari pertama Kamis, 6 April 2017 sebelum
dilakukan pengecekan tekanan darah, dilakukan terapi relaksasi nafas dalam
terjadi kenaikan pada kedua responden. skala nyeri yang dialami responden adalah
Nyeri yang dirasakan kedua nya adalah 4 atau termasuk nyeri sedang. Setelah itu
seperti berdenyut tajam dan hilang diberikan teknik relaksasi nafas dalam
timbul. selama 15 menit, skala nyeri yang
2. Skala yang dirasakan responden dirasakan responden menjadi 3 atau
sebelum dan sesudah terapi termasuk nyeri ringan. Pada hari kedua
relaksasi nafas dalam. Jumat 7 April 2017 skala nyeri yang
Responden 1 dialami adalah 4 termasuk nyeri sedang
Tabel 1 Skala nyeri responden 1 kemudian diberikan terapi relaksasi nafas
sebelum dan sesudah terapi relaksasi dengan waktu yang sama 15 menit skala
nafas dalam. nyeri pasien agak sedikit berkurang
menjadi 3 termasuk nyeri ringan.
No Hari/ Tanggal Skala Nyeri
Sebelum Sesudah Dari kedua tabel diatas didapatkan
1. Rabu, 5 April Skala 5 Skala 3
2017
perbedaan perbandingan skala nyeri antara
2. Kamis, 6 April Skala 6 Skala 5 responden 1 dan 2. Hal ini disebabkan
2017 karena beberapa faktor antara lain skala
nyeri awal yang dirasakan responden,
kemudian konsentrasi, perassan rileks, dan
Tabel diatas menunjukan perubahan lingkungan yang tenang.
skala nyeri yang dialami oleh responden 1
pada hari pertama Rabu, 5 April 2017 PEMBAHASAN.
sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas
dalam skala nyeri yang dialami responden Tabel 3 kasifikasi hipertensi menurut
adalah 5 atau termasuk nyeri sedang. Ruhyanudin F, 2007
Setelah itu diberikan teknik relaksasi
nafas dalam selama 15 menit, skala nyeri Kategori Tekanan Tekanan
yang dirasakan responden menjadi 3 atau Darah Darah
termasuk nyeri ringan. Pada hari kedua Sistolik Diastolik
Kamis 6 April 2017 skala nyeri yang Normal Dibawah Dibawah 85
dialami adalah 6 termasuk nyeri sedang 130 mmHg mmHg
Normal Tinggi 130-139 85-89
kemudian diberikan terapi relaksasi nafas
mmHg mmHg
dengan waktu yang sama 15 menit skala Stadium 1 140-159 90-99
nyeri pasien agak sedikit berkurang (Hipertensi mmHg mmHg
menjadi 5 termasuk nyeri sedang. Ringan )
Stadium 2 160-179 100-109
Responden 2. ( Hipertensi mmHg mmHg
Sedang)
Tabel 2 skala nyeri responden 2 Stadium 3 180-209 110-119
sebelum dan sesudah terapi relaksasi ( Hipertensi mmHg mmHg
Berat )
nafas dalam Stadium 4 210 mmHg 120 mmHg
(Hipertensi atau lebih atau lebih
No Hari/ Tanggal Skala Nyeri
Maligna)
Sebelum Sesudah
1. Kamis, 6 April Skala 4 Skala 3
2017
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Penderita Hipertensi ,
Nurtanti & Puspitaningrum Page 29
Jurnal Keperawatan GSH Vol 6 No 2 Juli 2017 ISSN 2088-2734

Pada saat pemeriksaan tensi responden Teknik relaksasi nafas dalam ini
1 adalah 150/90 mmHg. Menurut tabel didasarkan pada keyakinan bahwa tubuh
diatas hipertensi yang sedang dialami berespons pada ansietas yang merangsang
responden adalah Stadium 1 atau masih pikiran karena nyeri atau kondisi
dalam kriteria Hipertensi Ringan. penyakitnya (Asmadi, 2009).Teknik
Sedangkan responden 2 adalah 140/90 relaksasi nafas dalam adalah pernafasan
mmHg masih tergolong stadium 1 atau abdomen dengan frekuensi lambat atau
masih dalam kriteria Hipertensi Ringan. perlahan, berirama, dan nyaman yang
dilakukan dengan memejamkan mata
Menurut Tawang, dkk (2013) (Setyoadi & Kusharyadi (2011)
hipertensi mengakibatkan kerugian yang
berlebihan, megakibatkan otot jantung Dari kedua responden diberikan terapi
membengkak lalu melemah, dan relaksai nafas dalam selama 2 hari dengan
mengalami kegagalan untuk memompa waktu yang sama yaitu 15 menit. Dari
secara efekti, bila naiknya tekanan darah hasil observasi dapatkan hasil yang
berlangsung secara mendadak maka berbeda antara sebelum dan sesudah
dinding pembuluh darah bisa pecah. diberikan relaksasi nafas dalam yaitu dari
skala nyeri 4-6 (nyeri sedang) turun
Pengkajian utama pada kedua menjadi skala 3-4 (nyeri ringan), hal lain
responden mengeluh nyeri kepala di yang mempengaruhi perbedaan skala nyeri
bagian puncak kepala dan dibagian ini juga tergantung tingkat skala nyeri,
tengkuk atau leher terasa seperti konsentrasi serta ketenangan responden
berdenyut tajam. Skala yang dirasakan
responden antara 4-6 termasuk nyeri Hal ini sama seperti studi kasus yang
sedang. Nyeri terjadi karena peningkatan dilakukan oleh Muhammad Anis
tekanan darah. Nyeri dapat diartikan Kurniawan (2013) dari data yang
sebagai suatu sensasi yang tidak didapatkan Ny S mengalami nyeri nyekot
menyenangkan baik secara sensori maupun dengan skala 5 setelah dilakukan
emosional yang berhubungan dengan intervensi dengan pemberian teknik
adanya suatu kerusakan jaringan atau relaksasi nafas dalam maka nyeri yang
faktor lain ( Asmadi, 2009). dialami Ny S berkurang menjadi skala 3.
Dari hasil pengkajian yang peneliti Penelitian lain juga dilakukan oleh
lakukan pada 2 responden, peneliti Mulyadi (2015) mengenai pengaruh terapi
mengutamakan pengkajian pada perubahan relaksasi nafas dalam untuk mengurangi
skala nyeri yang dirasakan responden, hal nyeri kepala hipertensi didapatkan hasil
ini peneliti lakukan karena mengingat nyei kepala pada kedua kelompok sebelum
diagnosa utama yang peneliti angkat dilakukan intervensi (pretest) baik
adalah mengenai nyeri akut berhubungan kelompok eksperimen maupun kelompok
dengan peningkatan tekanan vasculer kontrol. Kelompok eksperimen mengalami
cerebral ( NANDA, 2015). nyeri pada kategori sedang yaitu 17
responden, nyeri ringan 1 responden dan
Rencana tindakan keperawatan yang pada kelompok kontrol 16 responden nyeri
dapat dilakukan untuk mengatasi masalah sedang, 2 responden nyeri ringan.
tesebut adalah dengan memberikan atau Kemudian setelah dilakukan intervensi
mengajarkan cara mengontrol nyeri (postest) sebagian responden mengalami
dengan cara nonfamakologi dalam hal ini nyeri ringan yaitu 12 responden, tidak
penulis mengajarkan teknik relaksasi nafas nyeri 1 responden, dan sisanya mengalami
dalam (NANDA, 2015) nyeri sedang yaitu 5 responden. Sedangkan
pada kelompok kontrol sebagian besar
masih mengalami nyeri sedang sebesar 13
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Penderita Hipertensi ,
Nurtanti & Puspitaningrum Page 30
Jurnal Keperawatan GSH Vol 6 No 2 Juli 2017 ISSN 2088-2734

respondendan sisanya mengalami nyeri nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri.


ringan sebesar 5 responden. Bagi instansi pendidikan diharapkan dapat
mengembangkan penelitian ini dengan
Hasil dari evaluasi keperawatan melakukan terapi relaksasi nafas dalam
mayoritas responden mengatakan rasa untuk penderita nyeri hipertensi secara
nyeri berkurang. Hal tersebut sudah sesuai periodic agar memperoleh hasil maksimal.
dengan kriteria hsil yang telah ditetapkan
peneliti pada tahap perencanaan
keperawatan, sehingga masalah nyeri
sebagian teratasi. DAFTAR PUSTAKA
Menurut Mulyadi (2015). Teknik Asmadi. 2009. Teknik Prosedural
relaksasi yang efektif dapat menurunkan Keperawatan Konsep Aplikasi Kebutuhan
denyut jantung, mengurangi tekanan darah, Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika.
mengurangi tension headache, menurukan
ketegangan otot, meningkatkan Hartanti R.D., Wardana D.P, Fajar R.A.
kesejahteraan dan mengurangi tekanan 2016. Terapi Relaksasi Nafas
gejala pada individu. yang mengalami DalamMenurunkan Tekanan Darah
berbagai situasi. Pasien Hipertensi. Jurnal Ilmiah
Kesehatan (JIK) Vol IX, No. 1,
PENUTUP Maret 2016.
Dari penelitian mengenai Pengaruh Kurniawan M, A. 2013. Sudi Kasus
Teknik Reslaksasi Nafas Dalam Untuk Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.
Mengurangi Nyeri Kepala Pada Penderita S Dengan Hipertensi Pada
Hipertensi diperoleh kesimpulan bahwa Keluarga Tn. M di Desa Jetis
sebagian besar nyeri yang dialami oleh 2 KarangpungKalijambeSragen.https://www
responden adalah nyeri sedang dengan .google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j
skala 4-6 ( nyeri sedang) . Setelah &url=http://digilib.stikeskusumahusada.ac.
diberikan terapi relaksasi nafas dalam ini id/files/disk1/6/01gdlmuhamma-
turun menjadi 3-4 ( nyeri ringan ). Dari 3001ktianisn.pdf&ved=0ahUKEwiJ3vDQ
hasil observasi ada pengaruh dari 6rvYAhXGOo8KHX2TA4EQFggjMAA&
pemberian terapi teknik relaksasi nafas usg=AOvVaw0B_SbtJAh941I78yZt0mc0.
dalam untuk menurunkan nyeri pada diakses tanggal 30 Desember 2017
penderita hipertensi. Pemberian terapi
relaksasi nafas dalam yang dilakukan 2 Mulyadi, Supratman, Yulian V. 2015.
hari ketika responden mengalami nyeri Efektifitas Relaksasi Nafas Dalam Pada
hipertensi. Untuk penurunan skala nyeri Pasien Hipertensi dengan Gejala Nyeri
dari 2 reponden berbeda-beda tegantung Kepala di Puskesmas Baki
dari tingkat konsentrasi, releks, nyaman Sukoharjo.https://www.google.co.id/url?sa
dan suasana tenang yang ada disekitar =t&source=web&rct=j&url=http://eprintsu
responden. ms.ac.id/41221/1/NASKAH%2520PUBLI
KASI%2520228MILYADI%2529.pdf&ve
Sedangkan untuk saran dari penelitian d=2ahUKEwjFy8Kq6JLYAhVLNI8KHR7
diatas diharapkan bagi pelayanan fA1gQFjAAegQICBAB&usg=AOvVaw3c
kesehatan mampu berkerja sama dengan 5xpUjaETblw DL_zWWPpo.diakses pada
masyarakat dalam memberikan tanggal21 November 2017.
penyuluhan kesehatan kepada penderita
hipertensi khusunya yang mengalami Nurafif A.H, Kusuma H.2015. Aplikasi
nyeri. Bagi penderita hipertensi diharapkan Asuhan Keperawatan Berdasarkan
responden mengerti cara penanganan Diagnosa Medis & NANDA NIC-

Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Penderita Hipertensi ,
Nurtanti & Puspitaningrum Page 31
Jurnal Keperawatan GSH Vol 6 No 2 Juli 2017 ISSN 2088-2734

NOC. Jogjakarta: Medication Publising Syidatul B. 2017. Pengaruh Pemberian


Jogjakarta. Kompres Hangat Jahe Terhadap Skala
Nyeri Kepala Hipertensi Pada Lansia di
Putra E. K., Widodo A, Kartinah. 2013. Posyandu Karang Werdarambutan
Pengaruh Latihan Nafas Dalam DesaBruneh Bangkalan. Jurnal Kesehatan
TerhadapTerhadap Tekanan Darah Pada Vol. 5.0.1. Januari-April 2017.
Penderita Hipertensi di Wilayah
Kecamatan Karas. Kabupaten Tawang E, Mulyadi, Palendang H,. 2013.
Magelang.https://www.google.co.id/url?sa Pengaruh Teknik Relaksasi nafas
=t&source=web&rct=j&url=http://eprints. DalamTerhadap Penurunnan Tekanan
ums.ac.id/27136/13/12._NASKAH_PUBL darah Pada Pasien
IKASI.pdf&ved=0ahUKEwjOrJzR55LYA Hipertensi.ejournalKeperawatan (ekp)
hVFLY8KhabxBKwQFggwMAM&usg= Volume 1. Nomor 1. Agustus 2013.
AOvVaw1jfGgmlOy 4OYUfxBWEbnPI.
diakses pada tanggal 23 November
2017.
Ruhyanudin F. 2007. Asuhan
Keperawatan Pada Klien dengan
Gangguan Sistem Kardiovaskuler.
Malang: UMM Pres.
Setyoardi, Kusharyadi. 2011. Terapi
Modalitas Keperawatan Pada Klien
Psikogeriatrik. Jakarta : Salemba Medika
Suddarth, Brunner. 2016. Keperawatan
Medikal Bedah Edisi 12. Jakarta: EGC.

Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Penderita Hipertensi ,
Nurtanti & Puspitaningrum Page 32