You are on page 1of 2

Trauma Uretra

Trauma uretra adalah kerusakan kontinuitas uretra yang disebabkan oleh ruda paksa yang
datang dari luar (patah tulang panggul atau straddle injury) atau dari dalam (kateterisasi,
tindakan-tindakan melalui uretra).

PATOFISIOLOGI

Uretra pars membranasea melalui diafragma urogenital dan bagian ini yang sering
mengalami kerusakan. Diafragma urogenital terikat pada rami inferior os pubis dan bila
terjadi patah tulang panggul maka diafragma bergerak dan terjadi robekan pada uretra pars
membranase tersebut. Uretra bagian proksimal terdorong ke atas oleh hematoma di daerah
periprostatika dan perivesikal. Ruptur di daerah uretra anterior terjadi pada straddle injury
atau instrumentasi iatrogenic (kataterisasi,sistoskopi)

GEJALA KLINIS

1. Riwayat trauma yang khas: ruptur uretra anterior/straddle injury, ruptur uretra posterior,
patah tulang panggul (os pubis/simpisis pubis).

2. Pada umunya didapatkan perdarahan uretra, baik pada ruptur anterior maupun posterior.

3. Pada ruptur uretra posterior biasanya tidak dapat melakukan miksi, sedangkan pada
ruptur uretra anterior didapatkan hematoma atau pembengkakan di daerah kantong buah
zakar, kadang-kadang disertai pula dengan pembengkakan perineum dan batang penis,
disebut sebagai hematoma kupu-kupu.

4. Pada patah tulang panggul dan ruptur uretra posterior, kemungkinan besar terjadi
kerusakan organ ganda (multipel).

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS

Pemeriksaan colok dubur pada pasien dengan patah tulang panggul dan persangkaan ruptur
uretra, didapatkan massa lunak yang menonjol ke dalam rektum yang disebabkan kumpulan
darah rongga panggul. Selain itu prostat didapatkan tidak berada di tempatnya semula,
prostat pindah ke atas (melayang). Pemeriksaan selanjutnya adalah pembuatan uretrogram
retrogad (pada ruptur uretra terjadi ekstravasasi cairan kontras) serta uretrografi.

DIAGNOSIS BANDING

 Ruptur buli-buli bila ada pembuatan uretrogram tidak didapatkan ekstravasasi kontras
sepanjang uretra, cairan kontras ke dalam buli-buli dan terdapat ekstravasasi kontras di
luar buli.
KOMPLIKASI

1. Dini : - perdarahan - Infeksi - Infiltrate urin

2. Lanjut : striktur uretra

PENATALAKSANAAN

1. Perdarahan diatasi dengan pemasangan infus dan pemberian cairan elektrolit atau darah,
tergantung derajat perdarahan yang ditemui

2. Pembedahan darurat Pada ruptur uretra selalu dilakukan sistostomi untuk mengalihkan
aliran urin (diversion)

3. PER (Primary Endoscopy Realignment), selanjutnya dipasang kateter 16Fr selama 2


minggu

4. Bila PER tidak berhasil, dilakukan sachse atau end to end anastomose 4- 6 bulan sesudah
trauma

5. Kateter sistostomi diganti tiap 2 minggu, sampai dkerjakan operasi definitive (lihat juga
tata laksana striktur uretra) Catatan : Tidak dibenarkan melakukan kateterisasi pada
persangkaan rupture uretra