You are on page 1of 8

Menentukan Wilayah Topik Penelitian

Tentukan tema yang akan anda ambil berdasarkan disiplin ilmu, ketertarikan, minat,
dan yang anda kuasai. Manajemen Pemasaran dapat diambil kajian mengenai :
Kebijakan Pelanggan dan pelayanan, Pemasaran jasa, Perencanaan Pemasaran,
Kualitas Layanan, Internal Marketing, Politik pemasaran dan konsep pemasaran,
Paradigma bauran pemasaran, Relationship Marketing, Saluran pemasaran dan
strategi pemasaran, dan lain sebagainya.

Di bidang ekonomi Islam, beberapa tema seperti dasar-dasar Keuangan Islam,


Struktur Peraturan, investasi syariah, Tata kelola perusahaan Lembaga Syariah,
Penataan sekuritisasi Islam, Perbankan Islam, Takaful dan asuransi syariah, Proyek
keuangan Islam, dan lain sebagainya.

Pengertian Identifikasi Masalah adalah suatu tahap permulaan dari penguasaan


masalah yang di mana suatu objek tertentu dalam situasi tertentu dapat kita kenali
sebagai suatu masalah.
Tujuan identifikasi masalah yaitu agar kita maupun pembaca mendapatkan sejumlah
masalah yang berhuungan dengan judul penelitian.

Kesulitan yang dihadapi dalam mengidentifikasi masalah yaitu kemiskinan materiil


dan kemiskinan metodologis. Kemiskinan materiil dalam hal ini menyangkut apa
yang akan menjadi masalah, sedangkan kemiskinan metodologis menyangkut
bagaimana memecahkan masalah. Untuk mengatasi kedua masalah itu, maka jadilah
spesialis yaitu peneliti yang bersikap kritis dalam membaca, mendengar dan berpikir.
Berpikir disini yaitu mengungkapkan kembali gagasan dari penelitian-penelitian yang
mutakhir.

Masalah suatu penelitian yang baik harus memiliki kriteria sebagai berikut :
Menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih, Spesifik dan jelas, Dapat diuji
secara empiris, Tidak menyangkut masalah moral dan etika, serta Berorientasi pada
suatu teori tertentu.

Dalam praktiknya sering kita jumpai seorang peneliti yang ingin merengkuh terlalu
banyak masalah, namun pemecahannya kurang dapat dipertanggungjawabkan.
Keadaan demikian sedapat mungkin kita hindari. Untuk maksud tersebut, maka
masalah-masalah yang timbuh dalam identifikasi masalah hendaklah kita batasi.

Identifikasi masalah tidak boleh tiba-tiba muncul, namun didasarkan pada masalah
yang sudah tertulis, baik secara implisit (tersirat) maupun eksplisit (tersurat) di latar
belakang masalah. Artinya, identifikasi masalah hanya diambil dari latar belakang
masalah. Identifikasi masalah tidak boleh memunculkan masalah baru yang tidak ada
di dalam latar belakang masalah.
Identifikasi masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya yang dimulai dengan
bagaimana atau mengapa karena mutunya lebih tinggi daripada hanya menjawab apa,
siapa dan di mana. Identifikasi masalah dalam penelitian kuntitatif bersifat deksriptif,
hubungan (relationship), pengaruh (asosiative) dan perbedaan (difference).
Identifikasi masalah dalam penelitian deskriptif biasanya dimulai dengan pertanyaan,
“apakah ?” hubungan biasanya dimulai dengan pertanyaan, “Adakah hubungan ?”
Pengaruh biasanya dimulai dengan pertanyaan, “Adakah Pengaruh ?” dan lain
sebagainya.

Kegiatan mengidentifikasi masalah dapat diilustrasikan bagaikan seseorang masuk ke


rumah makan padang. Di meja tersedia berbagai macam masakan dan minuman.
Semua masakan dan minuman yang dihidangkan di meja di catat olehnya sebagai
identifikasi makanan dan minuman.

Sekian dari informasi ahli mengenai pengertian identifikasi masalah, semoga tulisan
informasi ahli mengenai pengertian identifikasi masalah dapat bermanfaat.

Sumber Buku Dalam penulisan Informasi Ahli :

– Husaini Usman dan Purnomo, 2008. Metodologi Penelitian Sosial. Penerbit PT


Bumi Aksara : Jakarta.

Identifikasi masalah merupakan suatu langkah awal sebelum menentukan rumusan


masalah dalam suatu penelitian. Menurut Suriasumantri , identifikasi masalah adalah
tahap permulaan dari penguasaan masalah di mana objek dalam suatu jalinan tertentu
bisa kita kenali sebagai suatu masalah.

Sedangkan menurut Amien Silalahi, mengartikan identifikasi masalah sebagai usaha


mendaftar sebanyak-banyaknya pertanyaan terhadap suatu masalah yang sekiranya
bisa ditemukan jawabannya.

Sumber penelitian
Banyak sekali literatur yang bisa dijadikan sebagai sumber dalam pembuatan
identifikasi masalah. Namun menurut Ranjit Kumar, setidaknya ada tiga macam
sumber, yaitu:

 People and Problem

Yaitu masalah yang tedapat pada diri manusia itu sendiri. Misalnya tidak punya uang,
tidak punya rumah dan lain-lain. Dari situ kita bisa identifikasi masalahnya menjadi
misalnya:

– Mendeteksi raut wajah mahasiswa yang tidak punya uang dengan face rocognition
system

– Model bisnis di internet yang cocok untuk mahasiswa “bokek”

 Masalah di Cara, Teknik dan Struktur Kerja (Program)

Teknik dan struktur kerja yang tidak bagus juga bisa dijadikan sumber identifikasi
masalah penelitian. Misalkan dalam sebuah toko, cara penghitungan laporan
keuangan masih menggunakan cara manual.

Dari kasus tersebut, kita bisa membuat identifikasi masalah dimana nantinya kita buat
sebuah aplikasi atau sistem dengan melibatkan ahli di dalamnya. Yang mana
nantinya aplikasi tersebut berguna sebagai pencatat otomatis uang masuk dan keluar
pada toko tersebut.

Contoh lain sistem parkir di Mall yang tidak bisa mendeteksi area parkir yang masih
kosong bisa juga dijadikan sumber identifikasi masalah dalam penelitian.

 Fenomena yang Terjadi

Keadian-kejadian yang ada disekeliling kita juga bisa dijadikan identifikasi masalah
yang menarik. Misalkan kita punya temen yang mempunyai online shop namun
pengunjung per harinya masih sedikit. Ini merupakan fenomena yang umum terjadi
disekeliling kita, untuk meningkatkat traffic bisa menggunakan teknik SEO (Search
Engine Optimizatio). Dari sini kita bisa memberi judul ” Tips Meningkatkan
Pengunjung Online Shop dengan Teknik SEO” misalnya.
Kriteria masalah

selain dari gambar diatas, kriteria masalah penelitian juga dibagi menjadi 5 menurut
Nandan Limakrisna, yaitu :

1. Bisa ditunjukan dengan data


2. Bisa dibatasi permasalahannya
3. Jelas dukungan teorinya
4. Berasal dari beberapa sumber masalah
5. Penting, urgent, dan fisibilitas

Cara merumuskan masalah penelitian yang benar


Masalah penelitian berbeda dengan masalah-masalah lainnya. Tidak semua masalah
kehidupan dapat menjadi masalah penelitian. Masalah penelitian terjadi jika ada
kesenjangan (gap) antara yang seharusnya dengan kenyataan yang ada, antara apa
yang diperlukan dengan yang tersedia antara harapan dan kenyataan.
1. Kriteria Masalah Penelitian
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masalah penelitian.
a. Memiliki nilai penelitian
Masalah yang akan dipecahkan akan berguna atau bermanfaat yang positif.
b. Memiliki fisibilitas
Fisibilitas artinya masalah tersebut dapat dipecahkan atau dijawab.
Faktoryang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Adanya data dan metode untuk memecahkan masalah tersebut,
2. batas-batas masalah yang jelas,
3. adanya alat atau instrumen untuk memecahkannya,
4. adanya biaya yang diperlukan, dan
5. tidak bertentangan dengan hukum.
c. Sesuai dengan kualitas peneliti
Sesuai dengan kualitas peneliti artinya tingkat kesulitan masalah disesuaikan dengan
tingkat kemampuan peneliti.
2. Rumusan Masalah Penelitian yang Baik
Rumusan masalah penelitian yang baik, antara lain:
a. Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak orang lain yang meneliti masalah
tersebut.
b. Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap masyarakat.
c. Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah.
d. Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang lain terhadap masalah tersebut.
e. Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
f. Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau menyinggung adat istiadat, ideologi,
dan kepercayaan agama.
3. Sumber Masalah Penelitian
Sumber masalah penelitian, antara lain:
a. Buku bacaan atau laporan hasil penelitian.
b. Pengamatan sepintas.
c. Pernyataan pemegang otoritas.
d. Perasaan intuisi.
e. Diskusi, seminar, dan pertemuan ilmiah lainnya.
Berdasarkan topik atau masalah penelitian yang telah ditemukan maka dapat
dilakukan tahapan-tahapan penelitian berikutnya.
Studi Pendahuluan dan Merumuskan Masalah
1. Studi Pendahuluan
Setelah calon peneliti memilih dan menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah
melakukan studi pendahuluan yang bertujuan untuk mendalami permasalahan
sehingga calon peneliti benar-benar dapat mempersiapkan perencanaan selanjutnya.
Studi pendahuluan ini mempunyai tujuan sebagaj berikut.
a. Agar peneliti tidak mengulang hasil penelitian orang lain.
b. Mengetahui dengan pasti apa yang diteliti.
c. Mengetahui di mana atau kepada siapa data atau informasi dapat diperoleh.
d. Memahami bagaimana teknik atau cara memperoleh data atau informasinya.
e. Dapat menentukan metode yang tepat untuk menganalisis data atau informasi
tersebut.
f. Memahami bagaimana harus mengambil kesimpulan dan cara memanfaatkan
hasilnya.
g. Studi pendahuluan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Studi kepustakaan, yaitu membaca artikel, paper, buku-buku teori yang terkait,
hasil penelitian sebelumnya, dan sebagainya.
2. Bertanya, berkonsultasi dengan seseorang yang dianggap ahli atau narasumber.
3. Kunjungan ke lokasi atau ke daerah di mana masalah penelitian itu bersumber.
2. Merumuskan Masalah
Setelah pengidentifikasian, pemilihan masalah, dan melakukan studi pendahuluan
serta sudah yakin terhadap masalah yang dipilih, kemudian dilakukan perumusan
masalah penelitian. Hasil perumusan masalah itu dapat dijadikan topik atau judul
penelitian.
Perumusan masalah penelitian harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
a. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
b. Rumusan masalah harus jelas, padat, dan dapat dipahami oleh orang lain.
c. Rumusan masalah harus mengandung unsure data yang mendukung pemecahan
masalah penelitian.
d. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat kesimpulan sementara
(hipotesis).
e. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian.
Hipotesis
1. Pengertian Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara tentang suatu hal yang bersifat sementara dan
belum dibuktikan kebenarannya secara empiris dan ilmiah.
2. Fungsi Hipotesis
Secara singkat hipotesis berfungsi sebagai
berikut.
a. Untuk merumuskan jawaban sementara terhadap pertanyaan-pertanyaan yang
muncul sehubungan dengan peristiwa yang terjadi
b. Untuk menguji kebenaran suatu teori, pendapat, atau pernyataan.
c. Untuk memberi ide dalam mengembangkan suatu teori atau pendapat.
d. Untuk memperluas dan menjuruskan pengetahuan dan pengertian kita terhadap
gejala-gejala yang akan diteliti.
3. Merumuskan Hipotesis
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan hipotesis adalah sebagai berikut.
a. Hipotesis harus bertalian dengan teori tertentu, maksudnya hipotesis itu harus
didasarkan pada teori-teori yang telah ada dalam literatur atau buku-buku ilmu
pengetahuan.
b. Hipotesis harus dapat diuji dengan data-data empiris, maksudnya hipotesis itu
harus dapat dites berdasarkan hasil data-data penelitian yang terkumpul. Itulah
sebabnya hipotesis tidak boleh mengandung unsur-unsur moral, sikap, atau nilai-nilai.
Kemampuan menentukan anggapan dasar dalam penelitian dapat digali melalui:
a. Banyak membaca buku, surat kabar, dan sebagainya.
b. Banyak mendengar berita, ceramah, dan pembicaraan.
c. Banyak berkunjung ke tempat-tempat tertentu yang berhubungan dengan
penelitian.
d. Mengadakan praduga, mengabstraksi berdasarkan perbendaharaan
pengetahuannya.
4. Jenis-jenis Hipotesis
Berdasarkan bentuknya, hipotesis ada tiga macam, yaitu:
a. Hipotesis kerja
Hipotesis kerja juga disebut hipotesis alternatif
(Ha).
Hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y atau adanya
perbedaan antara dua kelompok tertentu
1. Jika … maka …
Contoh: Jika program KB terlaksana, maka laju pertumbuhan penduduk Indonesia
dapat dikendalikan.
2. Ada perbedaan antara … dan …
Contoh: Ada perbedaan antara penduduk kota dan penduduk desa dalam berperilaku.
3. Ada pengaruh … terhadap …
Contoh: Ada pengaruh dari adanya listrik masuk desa terhadap perubahan pola
kehidupan masyarakat desa.
b. Hipotesis nol (nullhypotheses)
Hipotesis nol sering disebut hipotesis statistik karena biasa dipakai dalam penelitian
yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistik. Hipotesis nol
menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel atau tidak adanya pengaruh
variabel X terhadap variabel Y. Rumusan hipotesis nol sebagai berikut.
1. Tidak ada perbedaan antara … dengan …
Contoh: Tidak ada perbedaan antara siswa kelas I dengan siswa kelas III dalam
disiplin belajar.
2. Tidak ada pengaruh …dengan …
Contoh: Tidak ada pengaruh antara jarak rumah ke sekolah dengan mengikuti
pelajarandi sekolah.
c. Hipotesis statistik
Hipotesis statistik, yaitu hipotesis yang menyatakan hasil observasi tentang populasi
(manusia atau benda) dalam bentuk kualitatif.
5. Menguji Hipotesis
Suatu hipotesis harus diuji atau dites berdasarkan data empiris. Berdasarkan data
penelitian yang terkumpul, hipotesis harus kita uji kebenarannya.
Memilih Subjek (Populasi dan Sampel) Penelitian
Setelah kita selesai menentukan topik penelitian dan merumuskan pertanyaan
penelitian dalam bentuk perumusan masalah dan hipotesis, langkah selanjutnya
adalah memilih subjek penelitian, yaitu menetapkan populasi dan sampel.
1. Populasi
Populasi adalah sekelompok orang, benda, atau hal-hal yang menjadi sumber
pengambilan sampel
atau sekumpulan orang, benda, atau hal yang memenuhi syarat tertentu yang
berkaitan dengan masalah penelitian ilmiah. Memilih populasi sebagai subjek
tentunya harus disesuaikan dengan topik atau masalah yang telah ditentukan.
2. Sampel
Sampel (sampling) adalah sesuatu yang dijadikan contoh atau sejumlah tertentu dari
keseluruhan populasi yang dijadikan contoh atau subjek penelitian.

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan


ke Pinterest

B. Tinjauan Pustaka
Setelah masalah dirumuskan, maka selanjutnya adalah mencari teori-teori,
konsep-konsep, generalisasi-generalisasi yang dapat dijadikan landasan teoretis bagi
penelitian yang akan dilakukan. Landasan itu perlu ditegakkan agar penelitian itu
mempunyai dasar yang kokoh, dan bukan sekedar perbuatan coba-coba. Oleh karena
itu, untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai hal yang disebutkan tersebut
maka harus melakukan penelaahan kepustakaan. Pengertian kajian pustaka secara
umum adalah bahasan atau bahan-bahan bacaan yang terkait dengan suatu topik atau
temuan dalam penelitian (Setyosari, 2010: 72).