You are on page 1of 4

A.

PENGERTIAN SISTEM PENCERNAAN

Sintem organ pencernaan adalah sistem organ yang menerima makanan,


mencerna untuk dijadikan energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses
tersebut. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan yang terbentang dari
mulut atau oris sampai ke anus dalam manusia di bagi menjadi tiga bagian :
1. Proses penghancuran makanan yang terjadi di dalam mulut sampai ke
proses lambung.
2. Proses penyerapan sari makanan yang terjadi di dalam usus.
3. Proses pengeluaran sisa-sisa makanan melalui anus (H. Syaifudin, 2011)
Sistem pencernaan berurusan dengan penerimaan makanan dan
mempersiapkanya untuk diproses oleh tubuh. Makanan dalam arti “biologis”
adalah tiap zat atau bahan yang dapa di gunakan dalam metabolisme guna
memperoleh bahan-bahan untuk membangun atau memperoleh tenaga
(energi) bagi sel. Untuk dapat digunakan dalam metabolisme, maka makanan
itu harus masuk kedlam sel. (Koes Irianto, 2014)

1. MULUT
Mulut adalah rongga lonjong pada permukaan saluran pencernaan. Terdiri
atas bagian luar yang sempit, yaitu rongga mulut yang di batasi di sisi-
sisinya dengan tulang maksilaris dengan semua gigi dan di sebelah
belakang bersambung dengan awal tekak atau faring. Atap mulut di
bentuk oleh palatum dan lidah terletak di lantainya dan terikat pada tulang
hyoid. (Koes Irianto, 2014)
Langit-langit (palatum) yang membentuk atap lengkung, rongga mulut,
memisahkan mulut dari saluran hidung. Keberadaan struktur ini
memungkinkan bernapas dan mengunyah atau menghisap berlangsung
secara bersamaan. Di belakang tenggorokan menggantung pada palatum
suatu tonjolan, uvula yang berperan penting dalam menutup saluran
hidung sewaktu menelan. (uvula adalah struktur yang terangkat ketika
anda mengucapkan “ahh” sehingga dokter dapat melihat tenggorokan anda
dengan lebih jelas). (Lauralee Sherwood, 2014)
a. Gigi
Gigi dan geraham terletak dalam alveolus dentalis dari tulang maksila
dan mandubula. Gigi mempunyai satu akar sedangkan geraham
mempunyai 2-3 akar. Fungsi gigi adalah mengunyah makanan,
pemecahan partikel besar menjadi partikel kecil yang dapat di telan
tanpa menimbulkan tersedak.
b. Lidah
Lidah terdapat dalam kavum oris, merupakan susunan otot serat
lintang yang kasar dilengkapi dengan mukosa. Lidah berperan dalam
proses mekanisme pencernaan di mulut dengan menggerakan makanan
ke segalah arah. Bagian-bagian lidah :
1) Pangkal lidah (radik lingua)
Anak lidah (epiglottis)
2) Panggal lidah (dorsum lingua)
3) Ujung lidah (apeks lingua)
Pada lidah terdapat indera peraba dan perasa :
1. Asin, di bagian samping lidah
2. Manis, di bagian ujung lidah
3. Asam, dibagian samping lidah
4. Pahit, dibagian belakang lidah
c. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah (saliva) merupakan kelenjar yang menyereksi larutan
mukus ke dalam mulut, membasahi dan melumas partikel makan
sebelum ditelan. Kelenjar ini mengandung 2 enzim pencernaan, yaitu
lipase lingua untuk mencerna lemak dan enzim ptialin/amilase untuk
mencerna tepung.
Fungsi saliva :
1) Fungsi mekanis: mencampur saliva dengan makanan agar menjadi
lunak atau setengah cair yang disebut bolus agar mudah di telan
dan mendinginkan makanan
2) Fungsi kemis: melarutkan makanan yang kering untuk dapat di
rasakan. (H.Syaifuddin, 2011)

2. FARING
Faring (tekak) terletak di belakang hidung, mulut dan tenggorokan.
Faring berupa saluran berbentuk kerucut dari bahan membran berotot
dengan bagian terlebar di sebelah atas dan berjalan dari dasar tenggorok
sampai di ketinggian vertebrata servikalis keenam, yaitu ketinggian tulang
rawan krikoid, tempat faring bersambung dengan kerongkongan. Panjang
faring kira-kira 7 cm. (Koes Irianto, 2014)
Faring berfungsi sebagai saluran bersama untuk sistem pencarnaan
(dengan berfungsi sebagai penghubung antara mulut dan esophagus, untuk
makanan) dan sistem pernapasan (dengan memberi akses antara saluran
hidung dan trakea, untuk udara). Faring terdiri atas tiga bagian:
a. Naso faring, di belakang hidung. Di dinding pada daerah ini terdapat
lubang saluran Eustakhius. Kelenjar-kelenjar adenoid terdapat pada
naso faring.
b. Faring oralis, terletak di belakang mulut, kedua tonsil ada di dinding
lateral daerah faring ini
c. Faring laringeal, ialah bagian terendah yang terletak di bagian
laring.(Lauralee Sherwood, 2014)

3. ESOFAGUS
Kerongkongan esophagus adalah sebuah tabung berotot yang panjangnya
25 cm dan garis tengan 2 cm, di atas di mulai dari faring sampai pintu
masuk kardiak lambung di bawah. Kerongkongan terletak di belakang
trakea dan di depan tulang punggung. Setelah melalu toraks menembus
diafragma, untuk masuk kedalam perut atau abdomen yang menyambung
dengan lambung (ventrikulus). Fungsi esofagus adalah menggerakan
makanan dari faring ke lambung melalui gerakan peristaltic. Lapisan
dinding esofagus dari dalam keluar :
a. Lapisan selaput lender (mukosa)
b. Lapisan submukosa
c. Lapisan otot melingkar (M. sirkuler)
d. Lapisan otot memanjang (M. longitudinal)

Lapisan mukosa yang terletak di bagian dalam dibentuk oleh epitel


berlapis gepeng yang diteruskan ke faring di bagian atas dan mengalami
prubahan yang menyolok pada perbatasan esofagus-lambung, menjadi
epitel selapis toraks pada lambung. Mukosa esofagus dalam keadaan
normal bersifat alkali dan tidak tahan terhadap isi lambung yang sangat
asam.

Lapisan submukosa mengandung sel-sel sekretoris yang menghasilkan


mukus. Mukus mempermudah jalanya makanan waktu menelan dan
melindungi mukosa dari cedera akibat zat kimia. Lapisan otot di luar
tersusun longitudinal dan di dalam tersusun sirkular. Otot satu pertiga atas
esofagus adalah otot rangka, sedangkan otot pada satu pertiga bawah
adalah otot polos. Daerah peralihan terdapat di tengah dan mengandung
otot rangka dan otot polos. Lapisan luar esofagys tidak seperti saluran
cerna lainya, tidak terdiri atas serosa tetapi jaringan fibrosa yang menebal.

4. LAMBUNG