BAB I PENDAHULUAN Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, di antaranya meningkatkan akses terhadap

pelayanan kesehatan dasar. Di sini peran Puskesmas dan jaringannya sebagai institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang pertama yang terlibat langsung dengan masyarakat menjadi sangat penting. Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya agar terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Dengan demikian, akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat ditingkatkan melalui peningkatan kinerja Puskesmas. Untuk meningkatkan kinerja Puskesmas dimaksud, diperlukan data dasar Puskesmas di antaranya data yang berkaitan dengan bangunan, peralatan, sarana penunjang, tenaga, serta pembiayaan di Puskesmas dan jaringannya yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Peranan dan kedudukan puskesmas adalah sebagai ujung tombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan kata lain, Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya.. Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat 2010.

Wilayah kerja Puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II, sehingga pembagian wilayah kerja Puskesmas ditetapkan oleh Bupati atau Walikota, dengan saran teknis dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sasaran penduduk yang dilayani oleh sebuah Puskesmas rata-rata 30.000 penduduk untuk setiap Puskesmas. Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka Puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yanng disebut Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling. Khusus untuk kota besar dengan jumlah penduduk satu juta atau lebih, wilayah kerja Puskesmas bisa meliputi satu kelurahan. Puskesmas di ibukota kecamatan dengan jumlah penduduk 150.000 jiwa atau lebih, merupakan “Puskesmas Pembina“ yang berfungsi sebagai pusat rujukan bagi Puskesmas kelurahan dan juga mempunyai fungsi koordinasi. Dalam perkembangannya, batasan-batasan di atas makin kabur seiring dengan diberlakukannya UU Otonomi Daerah yang lebih mengedepankan desentralisasi. Dengan Otonomi, setiap daerah tingkat II punya kesempatan mengembangkan Puskesmas sesuai Rencana Strategis (Renstra) Kesehatan Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Bidang Kesehatan sesuai situasi dan kondisi daerah Tingkat II. Konsekuensinya adalah perubahan struktur organisasi kesehatan serta tugas pokok dan fungsi yang menggambarkan lebih dominannya aroma kepentingan daerah tingakt II, yang memungkinkan terjadinya perbedaan penentuan skala prioritas upaya peningkatan pelayanan kesehatan di tiap daerah tingkat II, dengan catatan setiap kebijakan tetap mengacu kepada Renstra Kesehatan Nasional. Di sisi lain daerah tingkat II dituntut melakukan akselerasi di semua sektor penunjang upaya pelayanan kesehatan. Pelayanan Kesehatan yang diberikan Puskesmas adalah pelayanan kesehatan menyeluruh yang meliputi pelayanan : Kuratif (pengobatan)

-

Preventif (upaya pencegahan) Promotif (peningkatan kesehatan) Rehabilitatif (pemulihan kesehatan) Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk, tidak membedaan jenis

kelamain dan golongan umur, sejak pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia. Sebelum ada Puskesmas, pelayanan kesehatan di Kecamatan meliputi Balai Pengobatan, Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak, Usaha Hyegiene Sanitasi Lingkungan, Pemberantasan Penyakit Menular, dan lain-lain. Usaha-usaha tersebut masih bekerja sendiri-sendiri dan langsung melapor kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati II. Petugas Balai Pengobatan tidak tahu-menahu apa yang terjadi di BKIA, begitu juga petugas BKIA tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh petugas Hygiene Sanitasi dan sebaliknya. Dengan adanya sistem pelayanan kesehatan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat yakni Puskesmas, maka berbagai kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan bersama di bawah satu koordinasi dan satu pimpinan. Menyadari pentingnya puskesmas dalam rangka mewujudkan isi pembangunan kesehatan di Indonesia yakni Indonesia Sehat 2010, maka berbagai masalah dan kekurangan perlu segera diatasi. Dengan itu, puskesmas bukan saja diharapkan mampu menyediakan upaya kesehatan perorang yang baik tetapi juga upaya kesehatan masyarakat yang optimal. Kegiatan clerkship pendidikan profesi dokter bagian IKM/IKK selama dua minggu di Puskesmas Tamangapa ini diharapkan dapat memberikan pengalaman sebenarnya tentang pelaksanaan manajemen puskesmas dan upaya-upaya kesehatan yang dilaksanakan oleh puskesmas dalam masyarakat umum. Disamping itu, dapat pula dijadikan sebagai proses pembelajaran dalam memotivasi dan menjadi tenaga penggerak bagi masyarakat untuk memperbaiki status kesehatannya.

Sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan kabupaten/kota. PENGERTIAN Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. VISI Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya kecamataan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat. Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan. maka tanggungjawab wilayah kerja dibagi antar Puskesmas. B. Secara nasional. Puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia. Pembangunan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran. sedangkan Puskesmas bertanggungjawab hanya untuk sebagian upaya pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai dengan kemampuannya.BAB II KONSEP DASAR PUSKESMAS A. standar wilayah kerja Puskesmas adalah satu kecamatan. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Masingmasing Puskesmas tersebut secara operasional bertanggungjawab langsung kepada dinas kesehatan kabupaten/kota. Tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu Puskesmas. yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat. memiliki kemampuan untuk menjangkau . Penanggungjawab utama penyelenggaraan seluruh upaya pembangunan kesehatan di wilayah kabupaten/kota adalah dinas kesehatan kabupaten/kota.

pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. D. Memelihara dan meningkatkan mutu. 2. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan. MISI Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional. Adapun indikator kecamatan sehat yang ingin dicapai merangkumi 4 indikator utama yakni : 1. 3. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010. Derajat kesehatan penduduk kecamatan C. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerjanya. Lingkungan sehat 2. pembangunan berwawasan . Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu 4. pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. Menggerakkan kesehatan di wilayah kerjanya. Perilaku sehat 3. 4. TUJUAN Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran. Misi tersebut adalah seperti berikut : 1. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.

tatalaksana kegiatan yang tersusun rapi. PERAN DAN KEDUDUKAN a). serta sistem evaluasi kerjanya. . FUNGSI. Peran tersebut ditunjukkan dalam bentuk ikut serta menentukan kebijakan daerah melalui sistem perencanaan yang matang dan realisize. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. yaitu dengan cara : 1. Peran Puskesmas : Dalam konteks Otonomi Daerah saat ini. 1. Puskesmas mempunyai peran yang sangat vital sebagai institusi pelaksana teknis. 2.E. 2. 4. rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat. 3. b). Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Fungsi Puskesmas : Sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan Masyarakat di wilayah Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanakan fungsinya. Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program Puskesmas. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. dituntut memiliki kemampuan manajerial dan wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. 5. 3. terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.

Puskesmas dapat mengembangkan Laboratorium modern menggunakan Elektro Fotometri. agar upaya kuratif lebih bermutu dan dapat dipertanggung jawabkan. Kedudukan dalam hirarki pelayanan kesehatan Dalam urutan hirarki pelayanan kesehatan. preventif. c). Rangkaian maajerial di atas bermanfaat dalam penentuan skala prioritas daerah dan sebagai bahan kesesuaian dalam menentukan RAPBD yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. sesuai SKN maka Puskesmas berkedudukan pada Tingkat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pertama. Di bidang preventif. EEG dan lain-lain secara bertahap. 2. agar mutu pelayanan meningkat dan masyarakat dapat menikmati berbagai pelayanan kesehatan di Puskesmas. Puskesmas dapat meningkatkan dan mengembangkan diri ke arah modernisasi sistem pelayanan kesehatan di semua lini. pimpinan Puskesmas dapat mengupayakan medical review dan prosedur tetap pelayanan medis.baik promotif. Diare dan lain-lain sesuai skal priotitas .dan pemantauan yang akurat. Kedudukan Puskesmas : 1. sedangkan dalam hal pengembangan pelayanan kesehatan. Puskesmas juga dituntut berperan dalam pemanfaatan teknologi informasi terkait upaya peningkatan pelayanan kesehatan secara komprehensif dan terpadu. kuratif maupun rehabilitatif sesuai kebijakan Rencana Strategis daerah tingkat II di bidang kesehatan. Di bidang penunjang kuratif. Kedudukan secara administratif Puskesmas merupakan perangkat teknis Pemerintah Daerah Tingkat II dan bertanggung jawab langsung baik teknis maupun administratif kepada Kepala Dinas Kesehatan Dati II. Adapun ke depan. USG. Di bidang pengembangan SDM petugas. Yang dimaksud Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama adalah fasilitas. brosur DBD. Puskesmas dapat mengembangkannya dalam bentuk pembuatan brosur semisal Brosur jadwal imunisasi.

Di bidang rehabilitatif. Ada 3 fungsi Puskesmas yaitu: a). juga dapat dikembangkan transfer pengetahuan kesehatan kepada khalayak berupa brosur. semisal brosur jadwal makan Diabetes saat Puasa dan lain-lain. kesehatan lingkungan. pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta pengobatan (kuratif). Juga merupakan proses penyusunan rencana tahunan puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. Perencanaan Perencanaan merupakan suatu proses penganalisiaan dan pemahaman sistem. Perencanaan upaya kesehatan wajib Jenis upaya ini sama untuk setiap Puskesmas. MANAJEMEN PUSKESMAS Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematis untuk menghasilkan anggaran puskesmas yang efektif dan efisien. yaitu: promosi kesehatan. Mengajukan usulan kegiatan Usulan kegiatan dianjukan ke dinas kesehatan kabupaten/ kota untuk persetujuan pembiayaannya hendaknya dilengkapi dengan usulan kebutuhan rutin. kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana.dan kondisi tiap Puskesmas. perbaikan gizi masyarakat. F. penyusunan konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan. sarana dan prasarana. Langkahlangkah perencanaan yang dilakukan adalah: Menyusun usulan kegiatan Hal ini dilakukan dengan memperhatikan berbagai kebijakan yang berlaku baik nasional maupun dengan masalah sebagai hasil dari kajian data dan informasi yang tersedia di masyarakat. dan operasional puskesmas serta pembiayaannya . Perncanaan ini terdiri atas : 1.

Menyusun rencana kegiatan. waktu. tujuan. yang dilakukan secara terpadu dengan penyusunan rencana pelaksanaan upaya kesehatan wajib b). dan urgensi perlu dilaksanakannya upaya tersebut.- Menyusun rencana pelaksana kegiatan Rencana pelaksana kegiatan yang telah disetujui oleh dinas kesehatan disusun dalam bentuk matrik (Gantt Chart) yang dilengkapi dengan pemetaan wilayah (mapping) 2. Perencanaan upaya kesehatan pengembangan Jenis upaya yang dipiih dari daftar upaya kesehatan puskesmas yang telah ada atau upaya inovasi yang dikembangkan sendiri. lokasi serta perkiraan biaya untuk tiap kegiatan kemudian diajukan dalam bentuk matriks kepada dinas kesehatan. dapat pula memilih upaya yang bersifat inofatif yang tidak tercantum dalam daftar upaya kesehatan Puskesmas yang telah ada melainkan juga dikembangkan sendiri sesuai dengan masalah dan kebutuhan masyarakat serta kemampuan Puskesmas. Langkahlangkah perncanaan : Identifikasi upaya kesehatan pengembangan Identifikasi ini dilakukan berdasarkan ada tidaknya masalah kesehatan yang terkait dengan setiap upaya kesehatan pengembangan tersebut. tujuan. besaran kegiatan. Disamping itu. sasaran. Menyusun usulan kegiatan Berisikan rincian kegiatan. Pelaksanaan dan pengendalian . -Mengajukan usulan kegiatan Selain diajukan ke dinas kesehatan usulan kegiatan dapat pula diajukan ke Badan Penyantun Puskesmas atau pihak lain dengan syarat harus dilengkapi dengan uraian tentang latar belakang. .

Penyelenggaraan Penanggung-jawab dan para pelaksana yang telah ditetapkan pada pengorganisasian ditugaskan dalam menyelenggarakan kegiatan puskesmas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. pemantauan serta penilaian terhadap penyelenggaraan rencana tahunan Puskesmas. Langkah-langkahnya sebagi berikut : 1. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah mengatur personel atau staf yang berada di institusi tersebut agar semua kegiatan yang telah ditetapkan dalam rencana tersebut dapat berjalan dengan baik dan akhirnya dapat berjalan sesuai dengan tujuan. lokasi wilayah kerja. Baik rencana tahunan upaya kesehatan wajib maupun rencana tahunan upaya kesehatan pengembangan dalam upaya mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerja puskesmas. target pencapaian. jadwal yang telah ditetapkan 1. Pemantauan dan penilaian Tentunya untuk mengetahui berhasil tidaknya kegiatan yang diselenggarakan dalam hal ini sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan maka diperlukan pemantauan dan penilaian atas kegiatan yang telah dilakukan . - Menyusun jadwal kegiatan bulanan untuk tiap Menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan tugas sesuai dengan rencana pelaksanaan yang telah disusun.Pelaksanaan dan pengendalian adalah proses penyelenggaraan. dan rincian tugas para penanggungjawab dan pelaksana. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : - Mengkaji ulang rencana pelaksanaan yang telah disusun terutama yang menyangkut jadwal pelaksanaaan. 2.

Upaya Promosi kesehatan Upaya Kesehatan Lingkungan Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana Upaya Perbaikan gizi Masyarakat Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Upaya kesehatan pengembangan Puskemas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang . 2. keuangan dan teknik pelayanan. regional dan global serta yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. 4.c). 5. KEGIATAN POKOK PUSKESMAS Upaya kegiatan wajib puskesmas adalah upaya yang diterapkan berdasarkan komitmen nasional. Pengawasan dan pertanggung jawab Untuk 1. 3. Bila ditemukan penyimpangan maka dilakukan pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2. Upaya kesehatan wajib ini harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada di wilayah Indonesia. terselenggaranya pengawasan dan pertanggung-jawaban dilakukan kegiatan sebagai berikut : Pengawasan Pengawasan meliputi aspek administrasi. upaya tersebut dikenal dengan Basic Six. antara lain: 1. Pertanggung-jawaban Laporan pertanggng-jawaban tahunan yang meliputi pelaksanaan kegiatan serta perolehan dan penggunaan berbagai sumber daya termasuk keuangan pada setiap akhir tahun anggaran.

6. Upaya Kesehatan Sekolah Upaya Kesehatan Olah Raga Upaya Perawatan kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Upaya Kesehtan jIwa Upaya Kesehatan Mata Upaya Kesehatan Usia Lanjut Upaya Pembinaan pengobatan Tradisional .disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas. 7. Upaya kesehatan pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok Puskesmas yang telah ada yakni : 1. 4. 9. 3. 2. 5. 8.

• Kepala Urusan Tata Usaha yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu: di bidang kepegawaian. perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan. - Susunan Organisasi Puskesmas Susunan organisasi pada puskesmas meliputi : Unsur Pimpinan : Kepala Puskesmas Unsur Pembantu Pimpinan : Urusan Tata Usaha Unsur Pelaksana : Unit yang terdiri dari tenaga / pegawai dalam jabatan fungsional - Jumlah unit tergantung kepada kegiatan. keuangan. VI dan VII - B. III. • Unit I yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu: melaksanakan kegiatan Kesejahteraan Ibu dan Anak. a. tenaga. . b. mengawasi dan mengkoordinir kegiatan Puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan struktural dan jabatan fungsional. V. II.BAB III STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS A. dan fasilitas tiap daerah Unit ini terdiri dari: unit I. Keluarga Berencana dan Perbaikan Gizi. c. IV. • Ringkasan Uraian Tugas Kepala Puskesmas yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu: memimpin.

sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Puskesmas bertanggung jawab . C. Ringkasan Tata Kerja Dalam melaksanakan tugasnya. Kepala Puskesmas wajib menetapkan prinsip koordinasi. integrasi. Kesehatan Jiwa. Kesehatan Mata dan kesehatan khusus lainnya. khususnya imunisasi. • Unit III yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu: melaksanakan kegiatan Kesehatan Gigi dan Mulut. Kesehatan tenaga Kerja dan Lansia (lanjut usia). Kepala Puskesmas juga wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk atasan serta mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Dati II. Selain itu. Kesehatan Sekolah dan Olah Raga.• Unit II yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu: melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit. • Unit V yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu: melaksanakan kegiatan di bidang pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan masyarakat dan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. dan sinkronisasi baik dalam lingkungan Puskesmas maupun dengan satuan organisasi di luar Puskesmas sesuai dengan tugasnya masing-masing. kesehatan lingkungan dan laboratorium. • Unit VI yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu melaksanakan kegiatan pengobatan Rawat Jalan dan Rawat Inap (Puskesmas Perawatan). • Unit IV yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu: melaksanakan kegiatan Perawatan Kesehatan Masyarakat. • Unit VII yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu: melaksanakan pengelolaan Farmasi.

III Puskesmas Pembantu realisasi pelaksanaan penyusunan Struktur Orgaanisasi dan Unit IV . Struktur Organisasi Puskesmas Kepala Puskesmas Urusan Tata Usaha Unit I . bergantung kepada jumlah dan jenis tenaga. mengkoordinasi semua unsur dalam lingkungan Puskesmas.memimpin. Setiap unsur di lingkungan Puskesmas wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dari dan bertanggung jawab kepada Kepala Puskesmas.VII Keterangan : Dalam Penempatan petugas dapat dilakukan secara fleksibel. memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas masing-masing petugas bawahannya. kegiatan dan fasilitas di masing-masing Puskesmas atau Daerah Tingkat . Hal-hal yang menyangkut tata hubungan dan koordinasi dengan instansi vertikal Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

juga dapat dimodifikasi sesuai kemudahan koordinasi dan integrasi personal maupun program serta akses layanan. KEADAAN GEOGRAFIS Puskesmas Tamangapa berada dalam wilayah Kecamatan Manggala. dengan luas wilayah 430 ha. dengan luas wilayah 662 ha. . Sedangkan Kelurahan Bangkala terdiri dari 14 RW dan 97 RT. dengan wilayah kerja meliputi dua kelurahan yaitu Kelurahan Tamangapa dan Kelurahan Bangkala. Selain itu. Kelurahan Tamangapa terdiri dari 7 RW dan 30 RT.II. BAB IV GAMBARAN UMUM PUSKESMAS TAMANGAPA A.

830 5. tamat SD.690 9.820 Jumlah 7. Yang secara terperinci dijelaskan dalam tabel berikut ini: Tabel 1. tidak tamat SD. hingga tidak sekolah. d.Gambar 1. Peta wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Adapun batas wilayah kerja Puskesmas Tamangapa adalah: a.545 KK 1.139 12. TINGKAT PENDIDIKAN DAN MATA PENCAHARIAN Tingkat pendidikan penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa bervariasi mulai dari tingkat Perguruan Tinggi. KEADAAN DEMOGRAFIS Berdasarkan survey tahun 2010.829 Wanita 3.649 Kelurahan Tamangapa Bangkala Total c.715 3.794 4.161 orang di Kelurahan Bangkala. terdiri dari 7. Distribusi penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa. b.022 12. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Gowa Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Panakukang B.488 orang di Kelurahan Tamangapa dan 18.649 orang. jumlah penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas Tamangapa adalah 25. Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Antang Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Gowa Rumah 1.071 5.488 18. C.865 Pria 3.798 9. SLTP.161 25. Adapun mata pencaharian penduduk sebagian . SLTA.

Pada wilayah kerja Puskesmas Tamangapa terdapat dua buah Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 16 Posyandu yang memiliki 101 orang kader Posyandu. Ruang P2 dan Kesling. D. VISI DAN MISI PUSKESMAS TAMANGAPA Ruang Kepala . petani dan buruh. yang akan diuraikan secara rinci pada struktur organisasi Puskesmas Tamangapa. Ruang KIA dan KB. E.besar berturut-turut adalah pegawai negeri sipil (PNS)./Kamar Obat. Ruang Kepala Puskesmas. Poliklinik Gigi. Apotek. Ruang Tata Usaha. wiraswasta. TNI. Ruang Gizi dan PSM. Ruang Laboratorium dan 2 buah WC. pegawai swasta. Denah Puskesmas Tamangapa Jumlah staf Puskesmas Tamangapa adalah 25 orang. UPAYA KESEHATAN Puskesmas Tamangapa memiliki 12 ruangan yang terdiri atas Ruang Periksa/Ruang Dokter. Ruang Tinda Gambar 2. Ruang Tindakan.

yaitu : . 4. yaitu : 1. terjangkau dan berorientasi kepada keluarga dan masyarakat agar tercapai Indonesia Sehat 2010. 6. Enam Upaya Kesehatan Wajib. Lima Upaya Kesehatan Pengembangan. b). paripurna dan terjangkau oleh seluruh masyarakat. Meningkatkan pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan sehingga masyarakat bisa mandiri.Visi Puskesmas Tamangapa Puskesmas Tamangapa menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar yang bermutu. 1. Menjadikan Puskesmas sebagai pusat pengembangan pembangunan kesehatan masyarakat. 5. Misi Puskesmas Tamangapa • • • • • • Menyelenggarakan pelayanan kesehatan bermutu. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia dalam pelayanan kesehatan. Upaya Promosi Kesehatan Upaya Kesehatan Lingkungan Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencna Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat Upaya pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Upaya Pengobatan Upaya Kesehatan Sekolah 2. 3. Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan dalam pengembangan kesehatan masyarakat. Meningkatkan kesejahteraan pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan. Visi dan misi tersebut dilakukan dengan cara melaksanakan : a).

3. 5. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut Upaya Kesehatan Usia Lanjut Unit Pembinaan Pengobatan Tradisional F. STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS TAMANGAPA Struktur Organisasi Puskesmas Tamangapa . 4.2.

ALUR PELAYANAN PUSKESMAS TAMANGAPA Berikut adalah alur pelayanan rawat jalan di Puskesmas Tamangapa : BAB V PELAKSANAAN KEGIATAN DI PUSKESMAS TAMANGAPA Program kegiatan yang direncanakan selama 2 minggu (4 – 16 Oktober 2010) di Puskesmas Tamangapa telah dilaksanakan dan mendapat bantuan dari para petugas mendapatkan pengobatan.G. Puskesmas serta melibatkan masyarakat yang datang ke Puskesmas untuk Pemeriksaan Penunjang .

Gambar 3. Puskesmas Tamangapa Program-program pada Puskesmas Tamangapa yaitu : 1. Mengikuti kegiatan Poliklinik dan Apotek/Kamar Obat 2. Pelayanan Imunisasi 3. Sosialisasi KIA 4. Pelayanan KB (Keluarga Berencana) 5. Surveilans 6. Kesehatan Lingkungan 7. Gizi 8. Manajemen Puskesmas 9. Penyuluhan Kesehatan dan Posyandu A. Mengikuti kegiatan Poliklinik dan Apotek/Kamar Obat Poliklinik merupakan pelayanan bersifat pribadi (private goods) dalam bentuk rawat jalan dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Tujuan dari kegiatan di poliklinik adalah untuk penyembuhan penyakit dan pemeliharaan kesehatan baik secara perseorangan maupun berkelompok (masyarakat). Pembelajaran penting yang didapatkan selama bertugas di Poliklinik adalah cara berkomunikasi dengan pasien yang datang dari berbagai golongan untuk

menggali penyakit yang dideritanya dan juga cara mendiagnosa penyakit. Pasien yang datang bervariasi, mulai dari bayi sampai usia lanjut.

Gambar 4. Kegiatan Poliklinik di Puskesmas Tamangapa

Kegiatan poliklinik dilaksanakan dari hari Senin hingga hari Sabtu, dimulai pukul 8 pagi sampai dengan pukul 12 siang, kecuali pada hari Jumat dimulai pukul 8 pagi sampai dengan pukul 11 pagi. Dokter yang bertugas di poliklinik Puskesmas Tamangapa adalah Dr. Gusti dan Dr. Ela Sapta Ningsih. Kegiatan yang dijalankan selama di poliklinik antara lain anamnesis pasien, pemeriksaan fisik, diagnosis penyakit, pemberian obat dan penulisan resep. Dalam program mengikuti kegiatan poliklinik ini kami dapat mempelajari cara berkomunikasi yang benar dengan pasien yang datang dari berbagai golongan dan latar belakang, yang menjadi tujuan yang ingin dicapai dalam mengikuti kegiatan poliklinik. Keluhan-keluhan yang paling sering ada pada pasien yang datang ke Puskesmas Tamangapa untuk berobat adalah flu/pilek, batuk, demam, dan sakit

perut. Rata-rata pasien yang datang terdiri dari golongan anak-anak dan usia lanjut. Penyakit yang sering didapatkan selama bertugas di poliklinik adalah common cold, demam, batuk, dan diare. Selain itu juga terdapat penyakit kulit, penyakit otot dan sendi, hipertensi serta trauma. Berikut adalah 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Tamangapa periode Juli – September 2010. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Jenis Penyakit Jumlah Common Cold 1249 orang ISPA 602 orang Dermatitis 318 orang Diare 283 orang Abses, furunkel 218 orang Gastritis 215 orang Luka Bakar Kecelakaan Lalu Lintas (Vulnus) 170 orang Konjungtivitis 163 orang Pruritus (Alergi, Gatal) 146 orang Penyakit pulpa dari jaringan periapikal 138 orang Tabel 2. Daftar 10 Penyakit Terbanyak di PKM Tamangapa.

Grafik 1. 10 Penyakit Terbanyak di PKM Tamangapa

00-12. Kendala lainnya adalah keterbatasan obat yang tersedia yang menyebabkan pasien kadang-kadang harus membeli obat di luar Puskesmas. Antitusif : GG. Anti asma : Salbutamol. Hal ini menyulitkan dokter yang bertugas untuk menggali keluhan-keluhan pasien dan menegakkan diagnosis. acetosal Antihistamin : CTM. Ceterizine. Furosemid. Tetracyclin. Kamar obat melayani pasien setiap hari senin-sabtu mulai pukul 08. OBH Antihipertensi : Captopril. Hal ini merupakan salah satu penghalang dalam pengobatan dan penyembuhan penyakit. Akan tetapi apabila pasien ingin membeli obat lain yang tidak tersedia di puskesmas maka akan diresepkan ke apotik lain. Reserpin . HCT. Cyprofloxacin. Aminofilin. Metronidazol • • • • • Analgetik dan Antipiretik : Paracetamol (tablet dan sirup). asam mefenamat. Setelah mendapatkan resep dari dokter. Antalgin. pasien dapat langsung mengambil obat di kamar obat/apotek. Kendala ini dapat diatasi dengan mengikutsertakan petugas kesehatan yang mengerti bahasa daerah tersebut untuk membantu menerjemahkan secara baik kepada pasien maupun dokter. dimana rata-rata menggunakan bahasa daerah. Propanolol. namun pasien kebanyakan berasal dari golongan kurang mampu.Kendala-kendala yang didapatkan di sini adalah dalam komunikasi pada pasien usia lanjut. Obat-obatan yang tersedia pada Apotek/Kamar Obat Puskesmas Tamangapa adalah sebagai berikut : • Antibiotik : Amoxicillin (sirup kering dan kapsul). Kloramfenikol. Cotrimoxazole (dewasa dan pediatrik). Ambroksol.00 WITA yang diawasi langsung oleh seorang apoteker. DMP.

B12. Papaverine. B6. Primaquine. betamethason. PTU. B1. Obat-obatan yang terdapat dalam Apotek/Kamar Obat . Sanmag. Vitamin K Lain-lain : Allopurinol. SF.• AINS : Piloxicam. Glibenklamid. famotidine. Carbamazepin. Metil Ergometrin metformin. Diazepam. Anti hemoroid. Ekstrak Belladon. Salicyl Talk • • • Kortikosteroid : Dexametason. Pirantel Pamoat. Luminal. Antasida. Dimenhidrinat. Oralit. Violet. Efedrin. metoklopramida. efedrin. Prednison Vitamin dan mineral : Vitamin C. Fenilbutason • Obat Gentian kulit : Gameksan. Ergotamin Kafein. Asetosal. Salep 2-4 kombinasi. Hidrokortison salep. Allopurinol. omeprazole. Ibuprofen.Griseofulvin. Acyclovir. tetracain. Gambar 5. albendazole. B comp. Nistatin. Calcium. Oksitetrasiklin.

Gambar 6. Pelayanan Imunisasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Tamangapa Hal utama yang diperhatikan sebelum pemberian imunisasi adalah penyimpanan vaksin yang benar sehingga vaksin yang diberikan nanti masih dalam kondisi baik dan tidak membahayakan. • Pengaturan suhu : ditetapkan 2-80C Vaksin yang dingin (harus dekat dengan evaporator) : Polio.Puskesmas Tamangapa B. dan • . BCG. Pelayanan imunisasi juga diberikan di masing-masing Posyandu selama kegiatan Posyandu berlangsung. Pelayanan Imunisasi Pelayanan imunisasi di Puskesmas Tamangapa dilakukan dua kali dalam sebulan pada tanggal yang telah dijadwalkan. Kegiatan imunisasi ini diikuti oleh ibu-ibu yang mempunyai bayi berusia satu bulan hingga berusia satu tahun.

.Diberikan pada bayi berumur < 2 bulan .Disuntikkan sebanyak 0.Diberikan sebanyak 2 tetes tiap kali pemberian.Diberikan hanya 1 kali . dengan interval waktu 4 minggu .05 cc intrakutan .Dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval 4 minggu 4.Disuntikkan sebanyak 0. Simbol VVM. vaksin sudah tidak boleh digunakan. Hepatitis B.Diberikan pada bayi usia 0-11 bulan . CAMPAK: . DPT Yang dikombinasikan dengan vaksin Hepatitis B (DPT-HB) : . semua vaksin harus diperiksa : nomor kode vaksin dan expire date. • Sebelum pemberian.Diberikan 3 kali.5 cc intramuscular (IM) . DPT-HB Freeze watch : menentukan kondisi vaksin di dalam safety box.Posisi : lateral paha 2.campak • • Vaksin panas : TT.Diberikan pada bayi usia > 2 bulan . Sekiranya sudah pecah. semua vaksin dalam penyimpanan sudah tidak boleh digunakan. BCG : .Posisi : lengan kanan atas 3. • Adapun Imunisasi yang diberikan di Puskesmas adalah: 1. Jika warna sudah sama atau lebih gelap. dimana warnanya harus lebih cerah dari lingkaran luar. POLIO : .

Posisi : lateral paha Pelayanan imunisasi ini memiliki target pencapaian cakupan masingmasing.7% 71.7 .7% Sasaran (PKM) 567 567 567 567 567 Jenis Imunisasi Target 2010 BCG DPT-HB I DPT-HB III Polio 4 Campak 95 % 95 % 85 % 90 % 90 % Tabel 3.Diberikan 3 kali..5 cc intramuscular (IM) . Pencapaian s/d September 2010 69.  Imunisasi BCG Sasaran % Kumulatif 154 74 413 68 567 69. Posisi : lengan kiri atas 5. HEPATITIS B TUNGGAL: .Disuntikkan sebanyak 0. Target dan sasaran imunisasi di Puskesmas Tamangapa Berikut adalah grafik cakupan imunisasi untuk masing-masing jenis imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa periode Januari – September 2010.9% 72. dengan interval waktu 4 minggu.Diberikan pada bayi berusia 9-11 bulan .Disuntikkan sebanyak 0.4% 71. yang akan diuraikan lebih lanjut pada tabel berikut.Diberikan pada bayi baru lahir hingga usia 7 hari .5 cc subkutan .3% 75.

Cakupan imunisasi BCG di Puskesmas Tamangapa Grafik 2. Cakupan PWS imunisasi BCG di Puskesmas Tamangapa Berdasarkan grafik di atas.2 413 61.8 ↓ Puskesmas Tabel 4.3 11.3 7 567 71.7 ↓ Tamangapa 7.5 yang mencapai target di wilayah kerja Kelurahan Tamangapa sedangkan di .7 = Bangkala 8.  Imunisasi DPT HB I Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini 154 98. dapat disimpulkan bahwa cakupan imunisasi BCG di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September yang ditentukan hanya kelurahan Bangkala tidak mencapai target.% Bulan Ini % Bulan Lalu Trend Kelurahan 10.7 7.4 8.4 9.7 16.

9 17.% Bulan Lalu Trend Kelurahan 17.7 567 71.5 ↓ Tamangapa 7 = Bangkala 9.4 .  Imunisasi DPT HB III Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini % Bulan Lalu 154 82. Cakupan PWS Imunisasi DPT HB I di Puskesmas Tamangapa Periode Januari – September 2010 Berdasarkan grafik di atas.8 10.5 12. dapat disimpulkan bahwa cakupan imunisasi DPT HB I di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September yang mencapai target yang ditentukan hanya di wilayah kerja Kelurahan Tamangapa sedangkan di Kelurahan Bangkala tidak mencapai target.9 ↓ Puskesmas Tabel 5. Cakupan imunisasi DPT HB I di Puskesmas Tamangapa Grafik 3.3 7.9 8.5 413 68 7.

7 ↓ 567 72. Cakupan imunisasi DPT HB III di Puskesmas Tamangapa Grafik 5.1 7 7.  Imunisasi Polio 4 Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini % Bulan Lalu Trend 154 88.8 10.9 13.6 18.6 ↓ . Cakupan PWS Imunisasi DPT HB III di Puskesmas Tamangapa Periode Januari.Trend Kelurahan ↓ Tamangapa ↓ Bangkala ↓ Puskesmas Tabel 6.3 8.September 2010 Berdasarkan grafik di atas. dapat disimpulkan bahwa cakupan imunisasi DPT HB III di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September yang mencapai target yang ditentukan hanya di wilayah kerja Kelurahan Tamangapa sedangkan di Kelurahan Bangkala tidak mencapai target.2 ↓ 413 66.

6 ↓ Puskesmas yang mencapai target di wilayah kerja Kelurahan Tamangapa sedangkan di .Kelurahan Tamangapa Bangkala Puskesmas Tabel 6. dapat disimpulkan bahwa cakupan imunisasi Polio 4 di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September yang ditentukan hanya Kelurahan Bangkala tidak mencapai target.9 16.2 ↓ Tamangapa 413 71.5 ↓ Bangkala 567 75. Cakupan imunisasi Polio 4 di Puskesmas Tamangapa Grafik 5.4 14.8 8.7 6.7 9 10.  Imunisasi Campak Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini % Bulan Lalu Trend Kelurahan 154 86. Cakupan PWS Imunisasi Polio 4 di Puskesmas Tamangapa Periode Januari – September 2010 Berdasarkan grafik di atas.

dapat disimpulkan bahwa cakupan imunisasi Campak di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September kedua wilayah kerja yaitu Kelurahan Tamangapa dan Kelurahan Bangkala ditentukan C. Oleh hal yang demikian. Di Puskesmas Tamangapa sendiri. kesehatan ibu dan anak tidak bisa diabaikan. telah mencapai target yang . Sosialisasi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator untuk mencapai Kecamatan sehat. kegiatan di KIA dilakukan setiap hari Senin sampai Kamis. dan kunjungan ibu-ibu hamil ulangan akan dilayani pada hari Rabu dan Kamis. Cakupan imunisasi Campak di Puskesmas Tamangapa Grafik 6.00-12. Namun tidak menutup kemungkinan Pemeriksaan ibu hamil baru dan ulangan dilaksanakan Senin-Sabtu. pada pukul 08. dimana ibu-ibu hamil yang baru pertama kali berkunjung akan dilayani pada hari Senin dan Selasa.Tabel 7. Cakupan PWS Imunisasi Campak di Puskesmas Tamangapa Periode Januari – September 2010 Berdasarkan grafik di atas.00.

antara lain : • • • • • • Pelayanan ibu hamil baru Pelayanan ibu hamil ulangan Pelayanan Keluarga Berencana (diuraikan lebih lanjut berikutnya) Pelayanan di Posyandu Kunjungan bufas dan neonatus Kunjungan bumil resti (resiko tinggi) Gambar 7. Pemeriksaan Kehamilan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan KIA Puskesmas Tamangapa Beberapa kegiatan di KIA. yaitu: a. Normalnya. Pemeriksaan Umum 1.Adapun Program KIA Puskesmas Tamangapa pada tahun 2009. Setelah trimester I. Penimbangan berat badan ibu hamil Berat badan yang diambil sewaktu pemeriksaan/kunjungan pertama diperlakukan sebagai berat badan dasar. seorang wanita bertambah berat badannya 9-11 kg selama kehamilan. Berat badan wanita hamil harus selalu diperiksa setiap kali kunjungan. wanita hamil bertambah berat .

Pertumbuhan berat badan yang berlebih harus dicurigai sebagai pre-eklammpsi atau kehamilan kembar. Ini harus dibandingkan degan pertambahan berat badan aktual. wanita hamil dapat hanya bertambah 5-6 kg saja selama kehamilan.Ini penting untuk tekanan menyingkirkan hipertensi dalam kehamilan. Petunjuk berikut ini harus diingat sewaktu memeriksa berat badan : • Alat ukur/timbangan harus tepat dan bebas dari kesalahan ukur • Wanita yang diperiksa memakai pakaian yang tipis/ringan • Ia harus berdiri tegak diatas alat timbang. Jika nilai .5 kg setiap minggunya. Jika asupan makanan tidak mencukupi. Ia membutuhkan suplemen/makanan tambahan. sehingga berat badannya tersebar merata.5 kg. Mengukur tekanan darah ibu hamil Ukur tekanan darah setiap kali kunjungan. Berat badan rendah umumnya menuju ke status IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) dan menyebabkan berat badan bayi lahir rendah. Ambil tekanan darah ibu. 2. Untuk menghitung perkiraan berat badan sejak kunjungan terdahulu. dengan kebutuhan kalori yang kurang.badannya sekitar 2 kg setiap bulannya atau 0. • Berat harus diukur sampai dengan 100 gram terdekat. kalikan jumlah minggu dari kunjungan terdahulu sampai sekarang dengan 0. Asupan makanan yang tidak adekuat dapat dicurigai bila wanita hamil hanya bertambah beratnya kurang dari 2 kg setiap bulannya. dan periksa urinalisa untuk memeriksa adanya proteinuria.

Dan harus dirujuk ke fasilitas kesehatan.. 3.darahnya tinggi (lebih dari 140/90 mmHg. Jika tekanan diastolik diatas 110 mmHg. Frekuensi Pernapasan Frekuensi pernapasan sangat penting untuk dilakukan terutama bagi ibu hamil yang datang dengan keluhan sesak napas. b. Jika masih tetap tinggi. periksa urinalisa untuk memeriksa adanya albumin. periksa kembali tekanan darahnya setelah 1 jam. terutama jika frekuensi pernapasan lebih daripada 30 kali per menit. Pemeriksaan Abdominal Pemeriksaan tinggi fundus Dengan pengukuran tinggi fundus uteri kita dapat menentukan kesesuaian masa kehamilan dan perkembangan janin. Jika terdapat ketidaksesuaian antara tinggi fundus uteri dengan usia kehamilan maka perlu segera kita rujuk ke petugas medis ahli. Bagi ibu hamil dengan keluhan seperti diatas dan disertai dengan riwayat penyakit yang berhubungan dengannya. maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti. maka perlu dicurigai adanya anemia dan perlu dirujuk ke petugas kesehatan. ini pertanda bahaya yang mengarah pada eklampsi imminen/mengancam. bila ada tekanan darah yang tinggi ditambah dengan proteinuria dapat dikategorikan sebagai pre-eklampsi. atau diastolik lebih dari 90 mmHg). Wanita ini harus dirujuk segera ke fasilitas kesehatan yang memadai Wanita hamil dengan hipertensi dalam kehamilan atau pre-eklampsi membutuhkan perawatan di rumah sakit. .

maka tidak perlu dilakukan intervensi lanjut terhadap kondisi ini. • Semua petugas medis harus bisa mengetahui dan mengenal adanya malpresentasi. melintang.Jika terdapat perbedaan antara tinggi fundus dengan usia kehamilan dari 3 cm atau lebih. Jika tinggi fundus uteri tidak sesuai dengan usia kehamilan. Namun perlu diingat. maka bisa disebabkan oleh: • Kesalahan penentuan HPHT • Kandung kencing yang penuh • Kehamilan kembar (Gemelli) • Polihidramnion • Mola Hidatidosa atau kehamilan dengan tumor pelvis. tidak ada jalan lain selain dilakukan secsio secaria . dengan demikian kita dapat menentukan apakah posisi janin memanjang. atau jika tidak terjadi perkembangan janin. maka bisa disebabkan oleh: • • Kesalahan penentuan HPHT IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) Missed Abortion • Posisi dan Letak Janin • Untuk menentukan letak dan posisi janin. bahwa jika malpresentasi di diagnosis sebelum usia 36 minggu. perlu dilakukan palpasi. atau oblique. Ibu hamil dengan kondisi seperti ini. maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya Jika tinggi fundus uteri melebihi dari usia kehamilan.

Jika wanita hamil dengan kondisi anemia. segera rujuk ke petugas medis ahli.Denyut Jantung Janin (DJJ) • DJJ normal berkisar antara 120 – 160 setiap menitnya. atau bahkan transfusi darah. Dikatakan bradikardi jika DJJ kurang dari 129 kali/menit dan dikatakan takikardi jika DJJ lebih dari 160 kali/menit. pencegahan dan pengobatan anemia. c. Pemeriksaan Laboratorium 1. sehingga untuk memonitor DJJ dilakukan pada kunjungan antenatal kedua. dikatakan sebagai anemia. setelah satu bulan pemberian IFA. Untuk manajemen selanjutnya. Kemudian dilakukan pengukuran kadar Hb kembali. Estimasi kadar haemoglobin (Hb) pada wanita hamil di periksa pada awal kunjungan antenatal. dimaksudkan untuk: a. Jika . dan jika kadar Hb dibawah 7 g/dL tergolong anemia berat (severe anemia). Untuk deteksi awal adanya anemia b. • DJJ hanya dapat di dengar setelah usia kehamilan lebih dari 24 minggu. dan di ulangi pada usia kehamilan 28 minggu. Level Hb di bawah 11 g/dL. Jika kedua keadaan ini terjadi. tergolong anemia sedang (moderate anemia). maka ibu hamil memerlukan preparat besi injeksi. Estimasi Haemoglobin (Hb) Estimation level dari haemoglobin adalah hal penting. Apabila kadar Hb antara 7 g/dL – 11 g/dL. maka dapat diberikan IFA (Iron folic acid supplementation). Jika anemia yang terjadi tergolong berat.

maka sebaiknya dirujuk ke fasilitas kesehatan yang mempunyai tenaga medis yang ahli untuk mengetahui penyebab utama terjadinya anemia. dianjurkan konsumsi kombinasik asam folat-besi (Folic Acid Suplementation). 3. dimulai setelah trimester pertama kehamilan.5 mg asam folat) satu kali setiap hari selama 100 hari. Pemberian suplemen ini ditujukan untuk mencegah terjadinya anemia (dosis profilaksis). Dosis yang diberikan 5 mg asam folat sekali dalam sehari. diabetes) 4.tidak terjadi peningkatan kadar Hb. kejernihan. bau. ISK) d. . diberikan pada trimester pertama kehamilan. Selain itu dengan urin kita bisa Tes Kehamilan dengan Plano test Warna. guna pertumbuhan jaringan saraf janin. 2. 2. 2. Suplemen Asam Folat Pemberian suplemen asam folat ini. Intervensi 1. sampai usia kehamilan mencapai 12 minggu. Tes Urin Yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan urin: 1. Setelah usia kehamilan 12 minggu. Iron–folic acid (IFA) supplementation Pada semua wanita hamil perlu pemberian suplemen besi-asam folat (100 mg Fe dan 0. Ada atau tidaknya glukosa dalam urin (gestasional eklampsia. Ada atau tidaknya protein dalam urin (pre eklampsia.

Pemberian dosis TT pertama kali harus diberikan pada timester pertama. Hal ini berarti wanita dengan anemia selama masa kehamilannya paling tidak membutuhkan 200 tablet IFA. khususnya wanita hamil untuk mengenali kondisinya saat ini. Dosis ini ditujukan untuk mengobati anemia (dosis terapeutik).Pada wanita hamil dengan kadar Hb < 11 g/dl. Injeksi Tetanus Toxoid (TT) Pemberian TT merupakan hal penting yang diperlukan untuk mencegah tetanus neonatal. Konseling Merupakan pemberian informasi objektif dan lengkap. selain diberikan dosis terapeutik. Pada wanita hamil dengan anemia berat (Hb < 7 g/dl). masalah yang sedang dihadapi. teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik. 1. • Persiapan Kelahiran dan Komplikasinya Identifikasi sarana dan prasarana selama kehamilan dan ketika melahirkan . Dengan demikian dapat membantu seseorang. atau pada saat kunjngan pertama kali ANC. 4. Pemberian kedua. juga harus kita rujuk guna manajemen lebih lanjut. dan menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut. dapat diberikan dua tablet IFA setiap harinya selam tiga bulan. Pemberian Susu untuk Ibu Hamil bagi peserta JPS e. dilakukan secara sistematis dengan panduan keterampilan komunikasi interpersonal. 3. dilakukan satu bulan setelah pemberian pertama.

2 0 ilo a ri 20 Proe (g t in ) 5 5 Va inla t mk it m ru-le a A(µ ) g 80 0 D(µ ) g 1 0 Asupan Makanan Harian yang Dianjurkan E(m) g 8 K(µ ) g 5 5 dan Menyusui rut ir : Va inlayaitu it m -a C(m) g 6 0 Fo t(µ ) la g 10 8 N s (m) ia in g 1 5 R ola in(m) ib f v g 1 .6 K b la inB 2(µ ) oa m 1 g 2 .3 Tia in(m) m g 1 . • Persiapan alat-alat menjelang kelahiran Persiapan biaya Pengetahuan ibu terhadap tanda-tanda melahirkan Mengenal tanda dan gejala yang berbahaya selama kehamilan. Hindari konsumsi obat tanpa resep dari dokter. pada wanita hamil dibutuhkan lebih dari 300 ekstra kcal per harinya. Hal ini diperlukan selain untuk kesehatan ibu dan bayinya juga untuk masa menyusui nantinya. guna menghindari konstipasi. zat besi.1 Pirid k inB (m) os 6 g 1 . vitamin A dan essensial lainnya. dan setelah melahirkan Diet dan Istirahat Wanita hamil disarankan untuk makan melebihi dari yang biasa. Diet juga harus kaya akan serat.6 10 20 10 20 20 0 1 5 35 5 1 9 Hamil Z tG i a iz Tid kH m a a il K k lo trimester ketiga. ketika akan melahirkan. terutama ketika usia kehamilan menginjak Hm a il 20 50 6 0 80 0 1 0 Untuk 1 0 6 5 7 0 40 0 1 7 1 .0 Me l in ra K ls m g a iu (m) 10 20 Fo f r (m) so g 10 20 Yo iu (µ ) dm g 10 5 B s (m b s f ro ei g ei e ) 1 5 M g e iu (m) ans m g 20 8 S n (m) eg g 1 2 Wanita dan Selama .• • • • 2.2 10 20 10 20 15 7 3 0 30 2 1 5 M n uu eysi 20 60 6 5 10 30 1 2 Sebelum 1 2 6 5 9 5 20 8 2 0 1 .2 2 .6 1 .5 2 .6 2 .8 1 . • • • • • • Intake makanan pada wanita hamil harus kaya akan protein. Wanita hamil sebaiknya diberitahu untuk menghidari posisi supine ketika tidur. Hindari merokok dan konsumsi alkohol. Wanita hamil disarankan untuk tidur 8 jam pada waktu malam hari dan 2 jam untuk siang harinya.1 2 .

Aktifitas Seksual Selama Kehamilan o o aborsi. Tabel Asupan Makanan Harian 3. melakukan aktifitas seksual. maka kemungkinan hamil kembali segera setelah enam minggu melahirkan.Tabel 8. Kontrasepsi o o Disarankan penggunaan alat kontrasepsi setelah melahirkan. o • Metode kontrasepsi yang bisa digunakan: Lactational amenorrhea method (LAM) Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Kondom dan Sterilisasi • • . o Adalah aman untuk melakukan aktifitas seksual selama Aktifitas seksual harus dihindari jika terdapat risiko Kenyamanan wanita hamil tetap diutamakan ketika kehamilan. harus dijelaskan bahwa jika melakukan aktifitas seksual dan tidak melakukan ASI eksklusif. Setiap ibu pasca melahirkan. selama kehamilan tersebut tidak mengalami masalah. 4.

Puskesmas T Tabel 9. Tamangapa 2. Namun sebelumnya akan diuraikan jumlah sasaran bumil. . bulin. disertai dengan target pencapaian cakupannya masing-masing. No.• Kontrasepsi injeksi dan oral Indikator dari pelayanan KIA akan diuraikan pada tabel berikut. maupun bayi yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa dari bulan Januari – September tahun 2010. Kelurahan Sasaran Bumil 202 427 629 Bulin 194 406 600 Bayi 186 386 572 1. Bangkala 3. Jumlah sasaran KIA di Puskesmas Tamangapa.

Berikut adalah grafik cakupan pelayanan KIA untuk masing-masing indikator di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa periode Januari .53% Deteksi Resiko Tinggi oleh Nakes 20% 28.4% 13.8% 9.  Cakupan KI Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini % Bulan Lalu Trend Kelurahan 202 84.Indikator Target 2010 Pencapaian s/d September 2010 K1 95% 71.22% 6.4% ↓ Tamangapa 427 65.3% 10.8% ↓ Puskesmas Tabel 11.15% 5. Jumlah cakupan K I di Puskesmas Tamangapa .33% Kunjungan Neonatus 80% 68.September 2010.77% Persalinan oleh Nakes 90% 63.93% Tabel 10.22% K4 90% 66. Target dan pencapaian pelayanan KIA di Puskesmas Tamangapa.10% 6.6% ↓ Bangkala 629 71.

 Cakupan K4 Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini % Bulan Lalu Trend Kelurahan 202 83. dapat disimpulkan bahwa cakupan K1 di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September yang mencapai target yang ditentukan hanya di wilayah kerja Kelurahan Tamangapa sedangkan di Kelurahan Bangkala tidak mencapai target. .95% 10. Cakupan PWS K I di Puskesmas Tamangapa Berdasarkan grafik di atas.55% 7% ↓ Bangkala 629 66.89% 17. Jumlah cakupan K 4 di Puskesmas Tamangapa.3% ↓ Tamangapa 427 59.01% 6.77% 7.3% ↓ Puskesmas Tabel 12.16% 10.Grafik 7.

Cakupan PWS K 4 di Puskesmas Tamangapa Berdasarkan grafik di atas. yang mencapai target yang ditentukan hanya di wilayah kerja Kelurahan Tamangapa sedangkan di Kelurahan  Cakupan Deteksi Resiko Tinggi Oleh Nakes Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini % Bulan Lalu Trend Kelurahan 202 34. Jumlah cakupan PWS Deteksi Resiko Tinggi Oleh Nakes di Puskesmas Tamangapa.22% 2.27% ↓ Bangkala 629 28.Grafik 9.57% 3.93% 2. dapat disimpulkan bahwa cakupan K 4 di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September Bangkala tidak mencapai target.48% 4. .2% 3.65% 1.65% ↓ Puskesmas Tabel 13.4% ↓ Tamangapa 427 26.

14% 6.81% 5. Jumlah cakupan PWS Kunjungan Neonatus di Puskesmas Tamangapa .5% 6. Cakupan PWS Deteksi Resiko Tinggi Oleh Nakes di Puskesmas Tamangapa.Grafik 10. Berdasarkan grafik di atas.3% 6.9% 6.9% ↓ Bangkala 572 58.9% ↓ Tamangapa 386 54. dapat disimpulkan bahwa cakupan PWS Deteksi Resiko Tinggi oleh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September kedua kelurahan wilayah kerja yaitu Kelurahan Tamangapa dan Kelurahan Bangkala telah dapat mencapai target yang ditentukan  Cakupan PWS Kunjungan Neonatus Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini % Bulan Lalu Trend Kelurahan 186 68.91% 6.9% ↓ Puskesmas Tabel 14.

5% 5.6% ↓ Bangkala 600 54. Cakupan PWS Kunjungan Neonatus di Puskesmas Tamangapa Berdasarkan grafik di atas.5% ↓ Puskesmas Tabel 15. yang mencapai target yang ditentukan hanya di wilayah kerja Kelurahan Tamangapa  Cakupan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Sasaran % Kumulatif % Bulan Ini % Bulan Lalu Trend Kelurahan 194 63.97% 5. Jumlah cakupan PWS Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tamangapa .Grafik 11.23% 6. dapat disimpulkan bahwa cakupan PWS Kunjungan Neonatus di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September sedangkan di Kelurahan Bangkala tidak mencapai target.1% 6.2% ↓ Tamangapa 406 51.1% 6.8% 6.

pada kedua wilayah kerja yaitu Kelurahan Tamangapa dan Kelurahan Bangkala tidak ada satupun yang dapat mencapai target yang ditentukan. . yaitu manusia yang sehat fisik. Pelayanan KB (Keluarga Berencana) Tujuan pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. dan sosial. mental. a) Pendahuluan. Cakupan PWS Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tamangapa. pada hakekatnya bergantung pada unsur manusianya. sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Berdasarkan grafik di atas. dapat disimpulkan bahwa cakupan PWS persalinan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tamangapa periode Januari sampai September. D. Keberhasilan pembangunan. baik pembangunan fisik maupun ekonomi.Grafik 12.

c) Tujuan a. termasuk pembangunan kesehatan. b. b) Pengertian Keluarga Berencana adalah perencanaan kehamilan. menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). dan kelahiran selanjutnya dapat dicegah apabila jumlah anak telah tercapai yang dikehendaki. Kegiatan KB tidak hanya berupa penjarangan dan mengatur kehamilan. tetapi termasuk kegiatan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. terutama melalui upaya pelestarian pemakaian alat kontasepsi efektif terpilih dan diikuti dengan pengayoman medis bagi peserta/akseptor KB yang memerlukan. Umum : Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera (NKKBS) yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. untuk membina kesehatan seluruh anggota keluarga dengan sebaik-baiknya. Khusus : . pengendalian pertumbuhan pertumbuhan jumlah penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) menjadi penting adanya.Perkembangan penduduk yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan hasil pembangunan. angka kematian anak balita dan angka kematian ibu maternal. Oleh karenanya. Keberhasilan KB akan berpengaruh secara timbal balik dengan penurunan angka kematian bayi. Jarak antar kelahiran diperpanjang. sehingga kehamilan hanya terjadi pada waktu yang diinginkan. Ini berarti diperlukan peningkatan program KB. Dengan demikian program KB akan meningkatkan pula taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

maupun di sekitarnya yang diselenggarakan oleh badan-badan lain (misalnya oleh PKBI dan lain-lain). Pasangan yang seharusnya diberi pelayanan Keluarga e) Sasaran dan Kesempatan Melakukan Keluarga Berencana pelayanan yaitu siapa-siapa yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana dan berapa . d) Perencanaan Program Keluarga Berencana a. b. Penjelasan-penjelasan tentang kegiatan dan cara Keluarga Berencana yang akan diberikan. Petugas Puskesmas hendaknya membicarakan rencana tersebut dengan pemuka masyarakat dan pemuka-pemuka agama setempat dan membuat jadwal pelaksanaan rencana tersebut. • • a. Petugas Puskesmas bersama-sama dengan petugas Dinas Kesehatan Kabupaten yang bersangkutan hendaknya membuat suatu rencana program secara menyeluruh. Menurunnya jumlah angka kematian bayi. Macam dan cara pelayanan yang akan diberikan. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat/keluarga dengan cara penjarangan kelahiran. Petugas Puskesmas bersama-sama dengan petugas Dinas Kesehatan Kabupaten hendaknya membuat suatu rencana kerja yang terperinci untuk kegiatan Keluarga Berencana. c. dengan memperhitungkan hal-hal seperti berikut : • Fasilitas pelayanan yang ada. • Sasaran-sasaran jumlah mereka.1. baik di Puskesmas. 2. 3. Berencana. Meningkatkan kesejahteraan msyarakat/keluarga dalam penggunaan alat kontrasepsi.

• • • • • 5. • • • • Ibu yang menderita penyakit mendadak atau menahun (akut atau kronis). Kepala keluarganya tidak mempunyai pekerjaan tetap. b. Mereka yang ingin mencegah kehamilan karena alasan pribadi. Keluarga seperti yang tersebut di bawah ini hendaknya dianjurkan menggunakan kontrasepsi dan diberi semua penerangan yang diperlukan. 2. Manfaat sebesar-besarnya akan tercapai. Penentuan orang-orang yang memerlukan penerangan dan pelayanan Keluarga Berencana: Siapkan suatu peta dati tiap desa yang menunjukkan rumah setiap pasangan yang memenuhi syarat-syarat seperti di atas. Mereka yang ingin membatasi jumlah anak. Ibu yang mempunyai lebih dari 5 orang anak. Mereka yang ingin menjarangkan kelahiran. Ibu yang berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 30 tahun. operasi Seksio Sesaria. . Keluarga dengan anak-anak bergizi buruk. dan lain-lain komplikasi. misalnya lahir mati berulang kali. bila pasangan muda menggunakan kontrasepsi sajak saat perkawinan dan sesudah mereka mempunyai satu atau dua orang anak. jarak kelahiran yang baik adalah tidak kurang dari tiga tahun. Keluarga dengan taraf pendidikannya rendah.1. sedikit sekali pengertiannya tentang pemeliharaan kesehatan. Demi kesehatan ibu dan anak. Keluarga dengan rumah tinggal sempit. 4. 3. Ibu yang telah mengalami keguguran berulang kali. Ibu yang mempunyai riwayat kesukaran dalam persalinan.

sehingga dapat mengatur jumlah anaknya dan menetapkan pada umur berapa ia ingin melahirkan anak-anak. Tempat-tempat yang terbaik digunakan untuk memajukan misalnya penyakit jantung. misalnya waktu : d. hal mana akan membawa manfaat berupa : Perbaikan kesehatan badaniah dengan jalan mencegah kehamilan yang berulang kali dalam jangka waktu yang terlalu pendek dan mencegah keguguran yang menyebabkan kurang darh. Klinik hamis. mudah terserang penyakit infeksi dan kelainan. dan penyakit kandungan. Penderita sedang menunggu di klinik. Tiap petugas kesehatan hendaknya mempergunakan setiuap kesempatan untuk memajukan Keluarga Berencana. menikmati waktu luang dan untuk melakukan hal lain. nifas. program Keluarga Berencana adalah : Puskesmas. Untuk anak yang dilahirkan Kelahiran anak akan mendapat sambutan baik apabila si ibu berada dalam . Perawat sedang merawat seorang bayi. b. Dokter mengobati seorang ibu dengan kelainan berat. BKIA. Kesempatan untuk melakukan penerangan dan pelayanan Keluarga Berencana.c. f) Manfaat Kesehatan Keluarga Berencana a. paru dan lain-lain. untuk beristirahat. Petugas sanitasi mengunjungi orang-orang di suatu daerah. Memberi Untuk ibu kemungkinan kepadanya untuk memulai menjarangkan kehamilan. Ruang bersalin Rumah Sakit. dan pada waktu kunjungan rumah. Peningkatan kesehatan mental dan emosi dengan dimungkinkan adanya cukup waktu untuk mengasuh anak-anaknya yang lain.

mendapat pemeliharaan serta suhan yang Untuk anak-anak lainnya Perkembangan fisik yang lebih baik. mental dan emosi setiap Suatu keluarga yang direncanakan dengan baik. e. Tumbuh secara wajar selama dalam kandungan. lebih baik untuk mendapatkan pendidikan. Sesudah lahir. memberi Setiap anggota keluarga mempunyai kesempatan yang anggota keluarganya. Memberikan kesempatan kepada mereka untuk : mendapat jatah makanan yang cukup dari sumber-sumber yang tersedia. Pemberian kesempatan pendidikan yang lebih baik karena sumber-sumber pendapatan keluarga tidak sekedar habis untuk mempertahankan hidup.keadaan yang sesehat-sehatnya sehingga anak itu : c. karena setiap anak cukup dari ibunya. contoh yang nyata bagi generasi yang akan datang. baik. d. Untuk seluruh keluarga Meningkatan kesehatan fisik. Untuk ayah Memperbaiki kesehatan fisiknya karena tuntutan atas tenaga fisiknya tidak terlalu berat untuk memenuhi kebutuhan hidup lebih . Memperbaiki kesehatan mental dan emosinya karena berkurangnya kecemasan dan mempunyai lebih banyak waktu luang untuk beramah-tamah bersama keluarganya. Perkembangan mental dan emosi yang lebih baik karena pemeliharaan yang lebih baik dan waktu yang lebih banyak dapat diberikan ibu untuk setiap anak.

Adapun jenis-jenis pelayanan KB Peserta Keluarga Berencana Pelayanan kontrasepsi melalui klinik Pelayanan kontrasepsi safari keluarga berencana semyum Tempat Metode sederhana Metode efektif Metode mantap dengan Komunikasi. b. Suatu keluarga yang direncanakan dengan baik dapat memberi sumbangan yang lebih banyak untuk kesejahteraan g) Kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana Secara garis besar kegiatan pelayanan Keluarga Berencana meliputi : a. Informasi dan Edukasi (KIE) Kesempatan dalam klinik dan sasarannya Kesempatan di luar klinik dan sasarannya Pelayanan Kontrasepsi Metode Kesempatan yang dapat digunakan untuk penyuluhan adalah : h) Pelayanan KB (Keluarga Berencana) di Puskesmas Tamangapa . e. Pembinaan dan Pengayoman Medis Kontrasepsi Pelayanan Rujukan Keluarga Berencana Pencatatan dan Pelaporan Pelayanan KB berjalan bersama-sama dengan pelayanan KIA. pelayanan kontrasepsi operasi 2. pukul 8 pagi sampai 12 siang. 1.lingkungan. Pelayanan KB di Puskesmas Tamangapa dilaksanakan dari hari Senin sampai hari Sabtu. d. pelayanan terpadu c.

Pengawasan dan pembinaan TPM dan pemnganbilan sampel makanan/minuman bila diperlukan. namun diantara 5 tempat tersebut (2 dokter dan 3 bidan) hanya 1 tempat yang melaporkan E. yang dilaksanakan setiap hari Selasa. pembuangan air kotor. . Selain di Puskesmas pelayanan KB dapat pula dilakukan di tempat praktek swasta (dokter/bidan). • • Pengawasan dan pembinaan perumahan. Kran Umum. dan Pil KB. SGL. pembuangan kotaran manusia. • • Pengawasan dan pembinaan TTU. Adapun yang dimaksud dengan usaha kesehatan lingkungan adalah suatu usaha untuk memperbaiki atau mengoptimalkan lingkungan hidup manusia agar menjadi media yang baik untuk terwujudnya kesehatan yang optimal bagi masyarakat sekitarnya. Terminal Air. penyediaan air bersih. Pengawasan dan pembinaan sarana air minum dan air bersih (inspeksi SR. Suntikan per 3 bulan. yang dilaksanakan setiap hari Senin. SPT. yang dilaksanakan setiap hari Kamis. Ruang lingkup kesehatan lingkungan tersebut antara lain mencakup perumahan. SPAL dan lingkungannya. JAGA. Implant. termasuk pengambilan sampel bakteriologis bila diperlukan. pembuangan sampah. Kondom. jumlah pelayanan KB ke PKM Tamangapa. yang dilaksanakan setiap hari Rabu. Bak Air. Kesehatan Lingkungan Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimal sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal. Berikut adalah program kerja petugas kesehatan lingkungan di Puskesmas Tamangapa untuk tahun 2010. dll). rumah hewan ternak dan sebagainya.yang disediakan di Puskesmas Tamangapa adalah IUD berupa Copper T.

. khususnya yang termasuk dalam gizi kurang dan buruk kemudian akan didata untuk dilaporkan dan mendapatkan perhatian lebih dari petugas. Pembuatan laporan bulanan. kemudian ditimbang dan hasil dari penimbangan tersebut dicatat dalam KMS (Kartu Menuju Sehat) masing-masing bayi dan balita tersebut. Pengawasan TPS/TPA.• • • F. tahunan. Ibu-ibu yang membawa bayi dan balitanya kemudian akan mendapatkan pengarahan dari petugas puskesmas untuk mempertahankan maupun meningkatkan status gizi anak mereka. Gizi Kegiatan pengukuran status gizi bayi dilakukan pada saat sebelum dilakukan imunisasi yaitu pada hari selasa mulai jam 09. yang dilaksanakan setiap hari Jumat.00 – 12. Kegiatan ini sama dilakukan pula pada kegiatan posyandu sehingga perkembangan status gizi bayi dan balita tiap bulan dapat diketahui. triwulanan. Pengawasan dan pembinaan industri makanan/minuman dan TP2 Pestisida.00 WITA ataupun pada saat kegiatan posyandu. yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Bayi dan balita datang ke puskesmas.

Pemberian Makanan Tambahan. bayi dan balita. Pelacakan Gizi Buruk. Nomor : 128/Menkes/SK/II/2004. Pemberian PMT Bumil KEK. bertujuan untuk memperbaiki status gizi anak. Manajemen Puskesmas Manajemen puskesmas berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. bertujuan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil. Pemberian Vitamin A. Ada empat fungsi manajemen puskesmas yang dikenal yakni : • • • • Perencanaan Pelaksanaan dan pengendalian Pengawasan Pertanggung-jawaban . bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat. bertujuan untuk mengetahui gizi buruk dan kurang yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa. Manajemen puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran puskesmas yang efektif dan efisien. bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak dan balita. bertujuan untuk mencegah terjadinya kebutaan pada anak. Penimbangan Berat Badan yang dilakukan tenaga kesehatan Gizi di Puskesmas Tamangapa Program kerja bagian Gizi Puskesmas Tamangapa tahun 2010 adalah sebagai berikut. Pemantauan Status Gizi. G.Gambar 10. • • • • • • Penyuluhan Gizi.

Rencana tahunan puskesmas dibedakan atas dua macam. 3. Azas Pertanggungjawaban Wilayah Puskesmas bertanggungjawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya. Azas Pemberdayaan Masyarakat Puskesmas wajib memberdayakan perorangan. berbagai potensi masyarakat perlu dihimpun melalui Badan Penyantun Puskesmas (BPP). pemantauan serta penilaian terhadap penyelenggaraan rencana tahunan puskesmas. agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya puskesmas. keluarga dan masyarakat. Azas Keterpaduan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara .Perencanaan adalah proses penyusunan rencana tahunan puskesmas untuk mengatasi masalah kesehatan di wilayah kerja puskesmas. Azas penyelenggraan puskesmas yang dimaksud adalah : 1. Untuk itu. Penyelenggaraan terpadu. 2. Pelaksanaan dan pengendalian adalah proses penyelenggaraan. Diselenggarakannya upaya kesehatan strata pertama oleh puskesmas pembantu. bidan desa serta berbagai upaya kesehatan di luar gedung puskesmas lainnya. puskesmas keliling. Pengawasan dan pertanggungjawaban adalah proses memperoleh kapasitas atas kesesuaian penyelenggraan dan pencapaian tujuan puskesmas terhadap rencana dan peraturan perundangan serta berbagai kewajiban yang berlaku. Rencana tahunan upaya kesehatan wajib dan rencana tahunan upaya kesehatan pengembangan.

Penyuluhan dibawakan oleh saudara Ita Puspita. rujukan bahan pemeriksaan dan rujukan ilmu pengetahuan. dari dan untuk masyarakat dengan tujuan meningkatkan . Ada dua macam rujukan yang dikenal yaitu. Penyuluhan Kesehatan dan Posyandu Kegiatan penyuluhan kesehatan dilaksanakan pada hari Kamis. kemampuan yang dimiliki oleh puskesmas terbatas. rujukan upaya kesehatan perorang dan rujukan upaya kesehatan masyarakat. maka penyelenggaraan setiap upaya puskesmas harus ditopang oleh azas rujukan. rujukan sarana dan logistik. 4. Penyuluhan bertempat di Rumah Kelurahan Bangkala. Rujukan upaya kesehatan perorang dibedakan lagi kepada tiga macam yaitu. Padahal puskesmas berhadapan lansung dengan masyarakat. bersamaan dengan kegiatan poliklinik tempat tersebut. Untuk membantu puskesmas menyelesaikan berbagai masalah kesehatan dan untuk meningkatkan efisiensi. penyelenggraan setiap upaya puskesmas harus diselenggarakan secara terpadu. I.Untuk mengatasi keterbatasan suber daya serta diperolehnya hasil yang optimal. tanggal 21 Juli 2010. Rujukan upaya kesehatan masyarakat dibedakan kepada tiga macam yaitu. Azas Rujukan Sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama. Kegiatan penyuluhan diikuti ibu-ibu yang membawa bayinya dan beberapa warga lain. rujukan tenaga dan rujukan operasional. Adapun penyuluhan yang diberikan adalah penyuluhan mengenai penyakit Diare. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh. Dua macam keterpaduan yang perlu diperhatikan yaitu keterpaduan lintas program dan keterpaduan lintas sektor. rujukan kasus untuk keperluan diagnostik.

Posyandu dilaksanakan oleh kader Posyandu dan dihadiri oleh seorang tenaga kesehatan dari Puskesmas. balita dan anak. Posyandu adalah bagian dari upaya untuk mencapai keluarga kecil. dilaksanakan oleh keluarga bersama dengan masyarakat di bawah bimbingan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. bahagia. dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang disiapkan oleh kader Posyandu. dan sejahtera. Kegiatan Posyandu di Kelurahan Bangkala . Kegiatan Posyandu sendiri berlangsung sebanyak satu bulan sekali untuk tiap Posyandu. pencatatan pada KMS (Kartu Menuju Sehat). Gambar 11. Kegiatan Posyandu yang dilakukan adalah penimbangan berat bayi.derajat kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful