Judul Proposal

:

Pengaruh Lama Perendaman Serat Sabut Kelapa Dengan NaOH dan Ca(OH)2 Terhadap Sifat Mekanik Bahan Komposit.

DISUSUN OLEH:

Nama NIM

: Asma Wati Purba : 072244610037

Jurusan : Fisika Nondik Fakultas : FMIPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2009

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Serat sebagai elemen penguat menentukan sifat mekanik dari komposit karena meneruskan beban yang diteruskan oleh matrik. Orientasi, ukuran, dan bentuk serta meterial serat adalah faktor±faktor yang mempengaruhi bentuk mekanik dari komposit. Material komposit adalah gabungan dari penguat (reinforced) dan matrik. Kelebihan bahan material jika dibandingkan dengan logam adalah perbandingan kekuatan terhadap serat yang tinggi, kekakuan, ketahanan terhadap korosi dan lain±lain. Dewasa ini teknologi komposit mengalami kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan komposit tidak hanya dari serat sintetis tetapi juga mengarah kekomposit natural dikarenakan keistimewaan sifatnya, sehingga mengurangi gangguan lingkungan hidup, serat sabut kelapa adalah satu diantara serat alam lainya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan papan komposit. Keunggulan serat sabut kelapa dibandingkan dengan fiber glass adalah serat sabut kelapa lebih ramah lingkungan karena mampu terdegredasi secara alami dan harganya pun lebih murah dibandingkan fiberglass. Sedangkan fiber glass sukar terdegredasi secara alami. Selain itu fiber glass juga menghasilkan gas CO dan debu yang berbahaya bagi kesehatan jika fiber glass didaur ulang, sehingga perlu adanya bahan alternatif yang memiliki sifat yang lebih baik. Serat sabut kelapa yang dikombinasikan dengan resin sebagai matrik akan dapat menghasilkan alternatif yang salah satunya aplikasi material untuk mendukung pemanfaatan komposit.(Antonia.,2006). Meningkatkan ikatan (mechanical bonding) antara serat dan matrik (perekat).Peningkatan kekuatan komposit serat alam dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan memberikan perlakuan kimia serat dan dengan penambahan coupling agent . Dalam Penelitian ini memilih Perlakuan kimia serat, dilakukan perlakuan NaOH 5% dan Ca(OH)2 5%. Pemilihan larutan NaOH dan Ca(OH)2 5% bertujuan untuk melarutkan lapisan yang menyerupai lilin di permukaan serat, seperti hemiselulosa, lignin. Dengan hilangnya lapisan ini maka ikatan antara serat dengan matrik menjadi lebih kuat, sehingga kekuatan tarik lebih tinggi (Kuncoro Diharjo., 2008). Dari uraian diatas maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana membuat bahan yang lebih kuat dengan memberi lama perendaman serat sabut kelapa

298 Mpa dan regangannya 0. 8 jam. Pada penelitian sebelumnya dengan menggunakan serat Tebu dengan matrik Urea-Formaldehid (Wita Armaya Siahaan. Resin Poliester dipakai secara luas karena sifat-sifat elektrik dan mekaniknya baik selain harganya juga masih murah..10 jam) yang digunakan untuk menghasilkan serat yang lebih kuat dengan menggunakan resin Polyester.dengan zat kimia untuk memperoleh serat yang lebih kuat dan ramah lingkungan serta kekuatannya yang tinggi.42% untuk 2 jam 190. Pada penelitian ini Matriks yang digunakan adalah Matriks Polyester.13%.39%. diperoleh nilai kekuatan tarik pada perendaman 0 jam 160. Penggunaan Poliester diantaranya di dalam industri otomotif untuk panel body.. 4 jam.53%.56 mm dan regangan 3. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik membuat papan komposit dari sabut dari sabut kelapa serta menguji kekuatan tarik dan lentur dimana penelitian ini Berjudul ³ Pengaruh Lama Perendaman Serat Sabut Kelapa Dengan NaOH dan Ca(OH)2 Terhadap Sifat Mekanik Bahan Komposit. 2007) dengan konsenrasi 0% diperoleh nilai kekuatan lentur 4. Polyester merupakan polimer termoset yang penting dan luas penggunaannya disamping epoksi dan ureaformaldehid.44%. .270 Mpa dan regangannya 0. 2 jam.87 Mpa dengan pertambahan panjang 1. alat rumah tangga. peralatan elektronik.97 Mpa dan untuk pengujian tarik tegangan maksimum rata-rata 10.253 Mpa dan regangannya 0. 2008).31%.55 Mpa dengan pertambahan panjang 0.76 mm dan regangan 1. untuk 4 jam 169. Dan dengan serat Rami-Polyester (Kuncoro Diharjo. 6 jam.8 Mpa dan untuk pengujian tarik tegangan maksimum rata-rata 6.099 Mpa dan regangannya 0. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti pengujian kekuatan lentur dan kekuatan tarik komposit dengan menggunkan serat sabut kelapa dengan memberikan perlakuan perendaman dengan NaOH 5% dan Ca(OH)2 5% dengan memvariasikan waktu perendaman(0 jam. serta untuk 6 jam 147. Untuk konsentrasi 5% diperoleh nilai kekuatan lentur 4. dan lain sebagainya. lemari perkantoran.

Batasan Masalah Untuk membatasi ruang lingkup yang jelas berdasrkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang diatas. Matriks yang digunakan adalah matriks Polyester. 3.2. 2. Bagaimana pengaruh lama perendaman serat sabut kelapa dengan perendaman NaOH 5% dan Ca(OH)2 5% pada pembuatan papan komposit ? 2. Serat yang digunakan adalah serat sabut kelapa 2. Mengetahui pengaruh lama perendaman serat sabut kelapa dengan NaOH 5% dan Ca(OH)2 5%.8 jam dengan NaOH 5% dan Ca(OH)2 5% 1. 2. Untuk mendapatkan bahan yang memiliki manfaat yang lebih tinggi. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. 1. Peningkatan nilai ekonomis serat sabut kelapa sebagai bahan baru yang berkualitas. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Pengujian yang dilakukan adalah uji tarik. 3. Mengetahui pengaruh lama perendaman serat sabut kelapa terhadap kekuatan tarik dan kekuatan lentur papan komposit dengan matriks Polyester. 4. 2 jam.1. Sebagai informasi pengetahuan tentang pengaruh lama perendaman terhadap kuat tarik dan kuat tekan komposit serat sabut kelapa. 6 jam. Perendaman serat sabut kelapa yang di lakukan selama 0 jam. 4 jam. maka penulis membatasi permasalahan sebagai berikut : 1.4. . maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. uji lentur.3. Bagaimana Pengaruh lama perendaman terhadap kuat tarik dan kuat tekan dari komposit serat sabut kelapa yang direndam dengan NaOH 5% dan Ca(OH)2 5% dengan matriks polyester ? 1.5. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas.

Istilah polimer dapat pula diartikan sebagai molekul besar yang terbentuk dengan pengulangan unit-unit molekul yang disebut monomer. dimana sifat mekanik dari material pembentuknya berbeda-beda. Sifat-sifat umum yang dimiliki bahan-bahan polimer adalah sebagai berikut (Surdia. 9. Polimer berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata . 3.2. baik serat alam maupun serat buatan. Kemampuan cetaknya cukup baik. Dikarenakan karakteristik . Produk-produk dengan sifat-sifat yang cukup berbeda dapat dibuat tergantung cara pembuatannya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 7. 4. Kurang tahan terhadap panas. artinya pada temperatur relative rendah bahan dapat dicetak dengan berbagai cara. Produk yang ringan dan kuat dapat dibuat. 2. Mempunyai koefisien gesek yang kecil. Komposit Komposit adalah suatu material yang terbentuk dari kombinasi dua atau lebih material. Jadi polimer adalah molekul-molekul yang terdiri atas banyak bagian-bagian. 8. penekanan. Banyak diantaranya polimer bersifat isolasi listrik yang baik dan mudah termuati listrik secara elektrostatik. 2. diantaranya : dengan penyuntikan. Polimer merupakan molekul raksasa yang tersusun dari ikatan kimia sederhana atau bahan dengan berat molekul yang besar mempunyai struktur dan sifat-sifat yang rumit disebabkan jumlah atom pembentuk yang jauh lebih besar dibandingkan dengan senyawa yang berat atomnya rendah. yaitu : poly berarti banyak dan meros berarti bagian-bagian atau unit-unit dasar. Baik sekali ketahananya terhadap air dan zat kimia. 1995) : 1. Umumnya bahan polimer lebih murah harganya. Plastik maupun serat yang biasa kita gunakan tersebut disebut polimer. 6. Kekerasan permukaanya sangat kurang. ekstruksi.1. 5. Polimer Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menggunakan plastik dan serat.

dan sebagainya. komponen kapal selam dan lainlain 5. aramid fibers (poly aramide). kayak dan lain-lain 8. Angkasa luar.1. seperti sepeda. sepatu olah raga dan lain-lain 4. peluru. mudah dibuat dari berbagai zat penguat dan matriks. Komposit partikel (particulated composite) . dengan sifat-sifat sebagai berikut: 1. Sifat produk dapat diatur Secara garis besar ada tiga macam jenis komposit berdasarkan penguat yang digunakan : 1. 2. Fiber yang digunakan biasa berupa glass fibers. Industri pembinaan. Komposit laminat ( laminated composite) Merupakan jenis komposit yang terdiri dari dua lapis atau lebih yang digabungkan menjadi satu dan setiap lapisnya memiliki karakteristik sifat terasendiri. seperti jembatan. Kuat lelehan ( fatigue ) besar. Dapat dibuat sangat tegar atau kaku. Kegunaan Bahan Komposit Kegunaan bahan komposit sangat luas iaitu untuk : 1. komponen helikopter. Komposit serat (Fiber Composite) Merupakan jenis komposit yang hanya terdiri dari satu lamina atau satu lapisan menggunakan serat penguat.pembentuknya berbeda-beda. 3. 2. Automobile. 4. raket tenis.2. komponen satelit dan lain-lain 2. seperti komponen jet tempur. Industri pertahanan. terowongan. maka akan dihasilkan material baru yaitu komposit yang mempunyai sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dari material-material pembentuknya. 2. Dan lain-lain Ciri-ciri bahan komposit adalah energi retakan besar. Kesehatan. Kekuatan dapat jauh lebih besar dari pada bahan konstruksi biasa. 5. seperti kapal layar. Olah raga dan rekreasi. Kelautan. rumah dan lain-lain 6. seperti kaki palsu. stick golf. carbon fibers. badan kereta dan lain-lain 3. sambungan sendi pada pinggang dan lain-lain 7. 3. seperti komponen mesin. Rapatannya rendah atau ringan. seperti komponen kapal terbang.

2. 2. Bahan komposit partikel terdiri dari partikel-partikel yang diikat oleh matriks. Komposit serat pendek (Short Fiber Composite) Komposit serat pendek biasanya seratnya dipotong-potong pendek sekitar 1mm-5mm. Komposit yang diperkuat dengan serat dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu : 1. Material komposit yang diperkuat dengan serat pendek dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. tetragonal atua bahkan bentubentuk yang tidak beraturan tetapi secara rata-rata berdimensi sama. b. Komposit serat panjang (Long Fiber Composite) Secara teori serat panjang dapat menyalurkan pembebanan atau tegangan dari satu titik kebagian lainnya. Material komposit yang diperkuat dengan serat pemdek yang terorientasi atau sejajar satu dengan yang lainnya.Merupakan komposit yang menggunkan partikel atau serbuk sebagai penguatnya dan terdistribusi secara merata dalam matriks. 2. . kubik. Komponem serat panjang mempunyai serat yang lebih baik dari pada serat pendek tetapi serat pendek lebih banyak bentuk rancangannya. Material komposit yang diperkuat denagn serat pendek yang menagndung orientasi secara acak.2. Tipe-Tipe Komposit Komposit terdiri dari dua macam yaitu komposit partikel (particulate composite) dan komposit serat (fiber composit). Bentuk partikel ini dapat berupa bulatan.

. arah serat sesuai dengan arah kekuatan maksimum. Sehingga tidak mudah lepas dari matriks (debonding). Arah serat mempengaruhi jumlah serat yang dapat diisikan kedalam matrik.Gambar 2. Hal tersebut menentukan optimum saat komposit maksimum (Surdia . Bila sejajar berpeluang sampai 90%. makin banyak penguat dapat dimasukkan. Karena serat yang terutama menahan gaya luar.1. Makin cermat penataannya. 1995). kaku. Kelangsingan (aspec ratio) yaitu perbandingan antara panjang serat dengan diameter serat cukup besar. Serat Serat merupakan bahan yang kuat.3. bila separuh-separuh saling tegak lurus peluangnya 75%. getas. ada dua hal yang membuat serat menahan gaya yaitu : y y Perekatan (bonding) antara serat dan matriks (intervarsial bonding) sangat baik dan kuat. Diagram Klasifikasi Bahan Komposit Yang Umum Dikenal 2. Arah serat penguat menentukan kekutan komposit. dan tatanan acak hanya berpeluang pengisian 15-50%.

nenas. 1988).1.2. Susunan arah serat acak 2. rosela.3. serat alam mulai mendapatkan perhatian dari para ahli material komposit karena : . 2.3. kelapa. lalang. 4.Gambar. dan lain-lain. kenaf.2.2. bambu. Serat Sebagai Penguat Secara umum dapat dikatakan bahwa fungsi serat adalah sebagai penguat bahan untuk memperkuat komposit sehingga sifat mekaniknya lebih kaku. Mempunyai modulus elastisitas yang tinggi Kekuatan lentur yang tinggi Perbedaan kekuatan diameter serat harus relatif sama Mampu menerima perubahan gaya dari matriks dan mampu menerima gaya yang bekerja padanya. Kaku adalah kemampuan dari suatu bahan untuk menahan perubahan bentuk jika dibebani dengan gaya tertentu dalam daerah alastis (pada pengujian tarik). Saat ini. 3. tangguh adalah bila pemberian gaya atau beban yang menyebabkan bahan-bahan tersebut menjadi patah (pada pengujian tiga titik lentur) dan kokoh adalah kondisi yang diperoleh akibat benturan atau pukulan serta proses kerja yang mengubah struktur komposit sehingga menjadi keras (pada pengujian impak) (Nurdin Bukit. tangguh dan lebih kokoh dibandingkan dengan tanpa serat penguat. Serat Alam Serat alam dapat dapat diperoleh dari tanaman pisang. 2. selain itu serat juga menghemat penggunaan resin. Beberapa syarat untuk dapat memperkuat matriks antara lain : 1.

Diantara tiga kompoen penyusun sabut kelapa ini penggunaan serat adalah paling banyak dimanfaatkan dan telah berkembang. 2. Serat sabut kelapa memiliki sifat dapat menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk. Seluruh bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. 28% endosperm dan 25% air. mesocarp yaitu bagian tengah yang disebut sabut. serta dapat menetralkan keasaman tanah.7 mm. sehingga pohon ini sering disebut pohon kehidupan (tree of life) karena hampir seluruh bagian dari pohon. marupakan tanaman serbaguna atau tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. harganya relatif murah dan tidak beracun. Serat alam mudah diperoleh dan merupakan sumber daya alam yang dapat diolah kembali. batang. Tanaman kelap (cocos nucifera L ). endocrp yaitu tempurung yang tebalnya 3-6 mm. Sifat fisisnya: . Serat Sabut Kelapa Kelapa merupakan tanaman perkebunan / industri berupa pohon batang lurus dari famili Palmae.3 Serat sabut kelapa Buah kelapa terdiri dari epicarp yaitu bagian luar yang permukaannya licin. agak keras dan tebalnya 0. Gambar 2.3.1. Sabut kelapa merupakan bagian lapisan tengah (mesocarp) dari buah kelapa yang terletak antar epicarp dan endocarp. ramah lingkungan. akar. serat dan sekam (dast). dari serat yang keras yang tebalnya 3 bagian dalam melekat pada kulit luar dari biji endosperm. serat sabut kelapa lapisan tengah kulit terluar dari tempurung. putih lembaga (endosperm) yang tebal 3-5 cm dan air kelapa. Buah yang telah tua terdiri dari 35%. Serat alam memiliki kekuatan spesifik yang tinggi karena serat alam memiliki berat jenis yang rendah 2. bagian ini terdiri 5 cm.3. 12% tempurung. Sabut kelapa terdiri dari kulit ari. daun dan buahnya dapat dipergunakan untuk kebutuhan kehidupan manusia sehari ± hari. juga tidak mudah terbakar atau memberikan asap beracun bila terbakar.

82 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PARAMETER-PARAMETER pH dari bubur semen Kandungan air (wt%) Kandungan abu (%) Sinar penyalaan 8750C (%) Keterhantaran (um) Panjangnya (um) Lebar (um) Diameter (um) Lumen (um) Luas Permukaan (cm3) Sumber:( Egwaikide. Reaksi yang terjadi adalah : 2NaCl(l) 2Na+(l) + 2e2Cl-(l) 2NaCl(l) 2Na+(l) + 2Cl-(l) 2Na(s) Cl2 (g) + 2e 2Na(s) + Cl2 (g) Larutan NaOH merupakan larutan yang bersifat basa diperoleh dari reaksi natrium padatan dengan air.55 37.05 0. suberin. daya serap sehingga kekuatan tarik dan kekuatan lenturnya lebih tinggi. dan zat lilin Sifat Mekanik: - Kekuatan tarik dari serat kasar dan halus berbeda Mudah rapuh Bersifat lentur.02 0.- Seratnya terdiri dari serat kasar dan halus dan tidak kaku Mutu serat ditentukan dari warna dan ketebalan Mengandung unsur kayu seperti lignin. kutin. 2Na(s) + 2H2O(aq) 2NaOH(aq) + H2 (g) . tannin.8 2. Larutan NaOH Natrium diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl dengan penambahan CaCl2 untuk menurunkan titik leleh NaCl.01 0. Perendaman NaOH Natrium Hydroxide (NaOH) merupakan bahan utama selain minyak dalam pembuatan sabun.30 0.P.06 2. NaOH merupakan basa yang ekonomis dan dapat digunakan sebagai media perendaman serat karena NaOH dapat meningkatkan kekuatan serat.20 10.A.2007) KELAPA 6.4.1 Karakteristik Kelapa No.40 0.3. Tabel 2.

Defenisi Fungsi Matriks Polyester Dan Klasifikasi Matriks merupakan bahan yang digunakan untuk mengikat dan menyatukan penguat tanpa bereaksi secara kimia dengan bahan pengisi tersebut.(Cristian. 2.Menurut Kuncoro Diharjo (2006) pada komposit yang diperkuat dengan serat tanpa perlakuan. selulosa itu sendiri sebagai unsur utama pendukung kekuatan serat. seperti lignin. Seagai pengikat. Perendaman Ca(OH)2 Kalasium Hidroksida adalah senyawa kimia dengan rumus kimia Ca(OH)2. Untuk melindungi komposit dari kerusakan baik kerusakan mekanik maupun kimiawi 2. Perlakuan NaOH ini bertujuan untuk melarutkan lapisan yang menyerupai lilin di permukaan serat. perlakuan NaOH yang lebih lama dapat menyebabkan kerusakan pada unsur selulosa. Padahal. Pada mumunya matriks berfungsi sebagai (Hyer. Larutan Ca(OH)2 bereaksi hebat dengan berbagai asam. Namun.4. 1995). sehingga kekuatan mekanik komposit menjadi lebih tinggi khususnya kekuatan tarik.Matriks Polyester 2.3. maka ikatan (mechanical bonding) antara serat dan UPRs menjadi tidak sempurna karena terhalang oleh lapisan yang menyerupai lilin di permukaan serat. Untuk mengalihkan / meneruskan beban dari luar kepada serat 3. hemiselulosa. H.1. 2. yang menghasilkan endapan melalui reaksi kalsium clorida (CaCl2) dengan larutan natrium hidroksida. Dengan hilangnya lapisan lilin ini maka ikatan antara serat dan matriks menjadi lebih kuat. 2005). dan kotoran lainnya. Ca(OH)2 dipilih sebagai media perendaman disamping NaOH 5% untuk memperoleh media yang lebih baik ntuk digunakan sebagai bahan yang dapat meningkatkan kekuatan serat.5. Akibatnya serat yang dikenai perlakuan alkali terlalu lama mengalami degradasi kekuatan yang signifikan sehingga kekuatannya semakin rendah. dan bereaksi dengan logam dengan adanya air. .4. Larutan Ca(OH)2 disebut air kapur dan merupakan basa dengan kekuatan sedang. Kalsium hidroksida dapat berupa kristal tak berwarna atau bubuk putih dan juga dihasilkan melalui reaksi kalsium oksida (CaO) dengan air.1998): 1. (Martiou et al.

11.9.0.8 1.2.8. FE(Polietilen).5 .4 .5 -17. melamine formaldehyde dan lain-lain.5 -30.1.7 14 -21 Sumber : Surdia.6 -1. polyester.21 10.1995): a.2 2. urea formaldehyde.4.1 .3 -14.21 14 .24 17.1 17. Dengan serat sintetik Resin Epoksi : Dengan pengisi (coran) Dengan serat gelas 4.1.1.24 7 -11. nilon 66.10.28 7 .6 .0 3-6 4 5. Keistimewaan dari termoplastik ini adalah bahan-bahan termoplastik yang telah mengeras dapat diolah kembali sedangkan termoset tidak.4 .1 2. Contohnya resin epoksi. poliamida poliasetal dan lain-lain.5 0.0 0.9.8 .9.7 23.5 0.5.1 10.0 . PP (polipropilen).5 .1 1. Tabel 2. Termoset merupakan bahan yang tidak dapat mencair atau lunak apabila dipanaskan karena molekul-molekulnya mengalami ikatan silang (cross linking) sehingga bahan tersebut tidak dapat didaur ulang kembali.2 .21 12 .9 .4 4 7 .5 21 -26 8.6 3. b. Dalam hal ini sebagai pengikat atau penyatu antara serat dengan serat. Termoplastik merupakan bahan yang dapat menjadi lunak kembali apabila dipanaskan dan mengeras apabila didinginkan sehingga pembentukan dapat dilakukanberulangulang karna mempunyai struktur yang linier.Bahan pengisi yang berfungsi sebagai penguat pada material komposit dapat berbentuk serat.1 3.2 7 .9.4 9.4 . Secara umum matriks terbagi atas dua kelompok yaitu (Feldman dan Hartomo.8 7 . Sifat-sifat mekanik Bahan Polimer Termoset Nama Bahan Kekuatan Tarik (kgf/mm2) Perpanjangan (%) Modulus elastik (kgf/mm2x102) Kekuatan tekan (kgf/mm2) Kekuatan lentur (kgf/mm2) Resin fenol : Tanpa pengisi Dengan serat gelas Resin melamin : Dengan pengisi Dengan sellulosa Resin urea : Dengan sellulosa Resin Polyester Dengan serat gelas.4 .9 .2 .6 ± 7 4.1 .1 4.10.5 7 . partikel dan serpihan. T ( 2000) .5 5.0 0.1 8. Contoh termoplastik PVC (poli vinil clorida).2 7 .75 -2.4 2.5 -30.9. phonol formaldehyde.5. partikel dengan partikel dan seterusnya digunakan matriks.

yang juga dapat diberi extender/filler bubuk Polyester ini hanya baik untuk pemakaian tanpa peribahan suhu drastis.103 M/mm3 = 0. Poliester tak jenuh dapat dimodifikasi dengan minyak dan asam lemak. dan pemakaiannya sangat luas. karena rekatanyakelogam kuat. 2008) . telah mengandung komposisi campuran antara resin polyester tak jenuh murni dan bahan pelarut stiren dengan nilai perbandingan sekitar 3 : 1.2 g/cm3 = 12.18. Modulus elastis 4. Densitas ( ) 2. Kekuatan tarik 3.. sering digunakan sebagai bahan coating. Polyester jenuh misalnya etilen glikol tereflatat. bukan untuk perekat Poliester tak jenuh lazimnya digunakan sebagai resin laminasi atau digabung dengan penguat ± serat dipergunakan selaku formulasi cetakan komposit. terhasil alkalid atau sebagai pengubah sifat perekat lainnya (misalnya poliuretan dari isosianat). dapa berupa termoset maupun termoplastik.5. tergantung ada tidaknya ikatan rangkap dalam polimer lenearnya. Poison rasio = 1. Polyester Resin sintetik polyester amat banyak. Hasilnya dapat jenuh atau tak jenuh. berfungsi sebagai zat curing. dengan data teknis sebagai berikut : 1.33 Dalam resin ini. Polyester tak jenuh bentuk fisiknya resin (polyester tak jenuh) dalam pelarut (tak jenuh misalnya stiren) dan hardener (feroksida) . jarang sebagai perekat karena mahal dan pengerutannya besar saat curing. Ini dibuat dengan mereaksikan dihidrut alcohol dengan asam dikarboksilat. kebanyakan dipergunakan untuk pembuatan serat film. Dipergunakan sebagai primer ke logam sebelum direkatkan ke kayu. Selain itu ditambahkan katalis berupa MEKPO (Metil Etil Keton Peroksida).2. Alkalin polyester tak jenuh yang dimodifikasi minyak atau asam lemak. mempersingkat waktu curing (Kuncoro Diharjo. Unsurated Polyester Resin dengan merek dagang YUCOLAC 157 BTQ-EX.07 N/mm2 = 1. Alkalid banyak dipakai sebagai modifier system perekat lainnya yang bervariasi karet nitril atau resin fenolik.

38-0.1) x 100 Vc Dengan Vf =fraksi volume serat Wf = berat serat Vc = volume komposit f= massa jenis serat 2.6.sifat Mekanik 1-6 50-300 1-2 2 50-110 4-8 Untuk mengetahui sifat sifat mekanik dari suatu bahan harus dilakukan beberapa pengujuian.1 Pengujian Kekuatan Tarik Pengujian tarik (tensile test) adalah pengujian mekanik secara statis dengan cara sample ditarik dengan pembebanan pada kedua ujungnya dimana gaya tarik yang diberikan sebesar P (Newton). Salah satu faktor penting yang penting yang menentukan karakteristik dari komposit adalah perdandingan matriks dan penguat/serat.4 35-100 100-200 Polyester 1. Perbandingan ini dapat ditunjukkan dalam bentuk fraksi volume serat (Vf) atau fraksi berat serat sarat (Wf).45 0. Fraksi volume serat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut: Wf Vf ! Vf (2. Tujuannya untuk mengetahui sifat-sifat mekanik tarik (kekuatan tarik) dari komposit yang diuji diperkuat dengan serat kelapa. Darck. Sifat Kekentalan Modulus Young Poisson Ratio Kekuatan Tarik Kekuatan Tekan Satuan Mg m  3 GNm 2 MNm 2 MNm 2 Epoksi 1.2-1.4 3-6 0.39 40-90 90-250 Regangan Maksimum % Temperatur Maksimum % Penyusutan pada % pembuatan Sumber : Hull.6. Sifat .2-1. Pertambahan panjangan ( l) yang terjadi akibat kakas .3 Sifat-sifat resin epoksi dan polyester sebagai bahan Perbandingan sosit. Masing-masing pengujian memiliki cara yang berbeda-beda secara umum dapat dikatakan pembebana secara statik dan pembebanan secara dinamik.Tabel 2. 1981 2.37-0.5 2 -2.

3) P m Ao Kakas maksimum adalah besarnya kakas atau gaya yang masih dapat ditahan oleh sampel sebelum putus.tarikan yang diberikan pada sampel uji disebut deformasi. Wm ! dengan : Wm pm AO = kekuatan tarik (Nm-2) = kakas tarik maksimum (N) = luas penampang awal (m2) (2. Tegangan perpatahan adalah perbandingan kakas perpatahan mula-mula.3) Ao .2) I l = pertambahan panjang (mm) = panjang mula-mula (mm) = panjang akhir (mm) lo l Perbandingan kakas pada sampel terhadap luas penampang lintang pada saat pemberian kakas disebut tegangan (stress). Wu ! dengan : Wu u pu AO = tegangan perpatahan (Nm-2) = kakas perpatahan (N) = luas penampang awal (m2) (2. Dan regangan merupakan perbandingan antara pertambahan panjang dengan panjang mula-mula yang dinyatakan dalam persamaan (2. 1996). 1990). Tegangan tarik maksimum suatu kekuatan tarik (tensile strenght) suatu bahan ditetapkan dengan membagi kakas tarik makasimum dengan luas penampang mula-mula. I! dengan : l  lo (l v 100 % ! v 100 % lo lo = regangan (%) (2.1). 1996). Regangan merupakan ukuran untuk kekenyalan suatu bahan yang harganya biasanya dinyatakan dalam persen (Keyser. Dengan persaman berikut (Sitorus. Kakas perpatahan adalah besarnya kakas atau gaya saata sampel putus. Persamaan dapat dituliskan sebagai berikut (Sitorus.

dimulai pada semua titik diantara 0 dan b. Deformasinya bolak-balik (reversibel) dan gaya-gayanya akan adalah bersifat kekal. Titik b pada ahir daerah ini disebut titik luluh (yield pointn).4. Garis berakhir pada titik a ini disebut batas keseimbangan (proporsional). Dalam daerah ob kita katakan bahwa bahan memperlihatkan perilaku elastis.Gambar 2. Kurva Tegangan ± Regangan Regangan diperlihatkan sebagai presentase perpanjang. skala horizontal diluar bagian pertama kurva tidak homogen. sampai ke regangan kurang dari 1%. sedangkan tegangan pada titik luluh . Bagian pertama dari kurva adalah sebuah garis lurus yang menunjukkan perlaku hukum hooke dengan tegangan berbanding lurus terhadap tegangan. energi yang telah diberikan pada suatu bahan untuk menghasilkan deformasi pada bahantersebut akan kembali didapati ketika didapati ketika tegangan dihilangkan. dan hukum hooke tidak lagi berlaku. Jika beban dihilangkan secara bertahap. maka kurva akan kembali menelusuri jejak kurva sebelumnya sehingga bahan dapat kembali kebentuknya semula. Dari a ke b tegangan dan regangan tidak lagi seimbang.

6. dengan titik-titik sebagai bahan berjarak 90 mm dan titik pembebanan diletakkan pada pertengahan sample.6) .ini disebut batas elastisitas. Disamping itu. Persamaan berikut diberikan ini untuk memperoleh kekuatan lentur. Pembebanan diberikan yaitu pembebanan dengan tiga titik lentur.2 Pengujian Kekuatan Lentur (UFS) Pengujian kekuatan lentur Ultimated Flexural strength dimaksudkan untuk mengetahui ketahanan komposit terhadap pembebanan pada tiga titik lentur. secara metematis dapat di tulis bahwa deformasi sebanding dengan beban. UFS ! 3 L 2 bh 2 dimana : UFS = kekuatan lentur (Nm-2) P L b h = gaya penekan (N) = jarak dua penumpu (m) = lebar sample (m) = tebal sample uji (m)   (2. maka semakin kecil regangan elastik yang dihasilkan akibat pemberian teganga. Makin besar modulusnya. pengujian ini juga dimaksudkan untuk mengetahui keelastisan suatu bahan. 2.5) E adalah modulus elastisitas atau modulus Young W =tegangan (N/m2) I =regangan (%) Modulus young adalah ukuran suatu bahan yang diartikan ketahanan material tersebut terhadap deformasi elastik. dinyatakan dalam rumus : E! dengan : W I (2. Pada pengujian ini terhadap sample uji diberikan pembebanan yang arahnya tegak lurus terhadap arah penguatan serat.

Tutup cetakan. Serat ijuk kelapa 2.BAB III METODE PENELITIAN 3. Alas cetakan.2. Alat penekan cetakan. 5. Ukuran spacer adalah (2 x 1. Tempat Penelitian Pada proses penelitian dan pembuatan sampel dan pengujian dilakukan di Laboratorium Fisika FMIPA UNIMED Medan Desember s/d Februari 2009 3. Resin Polyester YUCOLAX 157 EX (ECER) dan Catalist Mepoxe 3. berfungsi untuk menimbang massa bahan-bahan yang akan digunakan pada pembuatan papan komposit dengan ketelitian alat 0. pengaduk. pisau.01 gr. gelas ukur. Alat penguji papan komposit dengan kapasitas 10 KN. gunting. 2. masker dan lain-lain. Alat cetakan ini terdiri dari beberapa bagian diantaranya : a. terbuat dari stainless stell. Ukuran alas cetakan adalah 30 x 30 cm. Kepingan penghalang berfungsi menahan cairan agar tidak tumpah. Digunakan untuk mencetak benda uji.sarung tangan. Alat Dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan sampel uji antaralain : 1. 5. berfungsi sebagai tempat komposit dicetak pada kedua sisinya disertai dengan kepingan penghalang dan lobang mur. . Alat-alat lain yang diperlukan untuk membentuk sampel uji yaitu gergaji listrik. c. berfungsi untuk menekan alat cetakan agar didapatkan komposit yang padat dengan ketebalan yang diatur oleh spacer. penggaris dan jangka sorong. diletakkan diantara tutup cetakan dan berfungsi sebagai penentu tebalnya komposit yang diinginkan dan diletakkan diantara alas cetakan dengan tutup cetakan. Aseton untukmembersihkan cetakan. NaOH 5% dan Ca(OH)2 5% 4.1. Spacer. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antaralain : 1. Alat cetakan. 4. 3.6 x 0. Wax untuk pelekang pada cetakan. digunakan sebagai perantara antara piringan penekan dengan alas cetakan yang berfungsi selain untuk menutup cetakan juga sebagai penghalang alat penekan.3) cm b. Neraca analitik.

Bahan sampel . Mengeringkan sabut untuk mempermudah pemisahan serat dari sabut kelapa selama dua hari. Setelah direndam serat sabut kelapa dibersihkan dengan aquades.Cetakan sampel . Perendaman serat sabut kelapa Perendaman serat sabut kelapa dilakukan dengan : 1. 4 jam. Mengambil sabut dari pohon Kelapa. 2. 8 jam. 3.4. Variabel Respon (terikat) terdiri dari : .1. Persiapan Pembuatan serat sabut kelapa Persiapan yang dilakukan pada serat sabut kelapa adalah sebagai berikut : 1. 6 jam.3. Merendam serat sabut kelapa dengan NaOH dan Ca(OH)2 masingmasing dengan waktu 0 jam.3.4. Pengeringan serat sabut kelapa Proses pengeringan serat sabut kelapa yang sudah mengalami prendaman dan dibersihkan akan dikeringkan selama 6-10 jam. Variabel Manipulasi (bebas) terdiri dari : .Komposisi sampel 3. .Serat sabut kelapa 2. kekuatan lentur setelah pengujian.Resin Polyester YUCOLAX 157 EX (ECER) dan Catalist Mepoxe . 3.4. 2. Membersihkan serat sabut kelapa dari sekam sekam sabut kelapa.4. 2 jam.Nilai pengujian kekuatan tarik. Variabel Penelitian Pada penelitian ini variabel penelitian yang digunakan adalah : 1.2. 3.3. Variabel Kontrol (tetap) terdiri dari : .NaOH 5% dan Ca(OH)2 5% . Prosedur Penelitian Adapun Prosedur-prosedur yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 3. 3.

3. pengujian kekutan lentur (ultimate flexural strenght). 4. Membersihkan cetakan dengan menggunakan aseton hingga dipastikan tidak mengandung kotoran dan kemudian dikeringkan. Bentuk sampel pengujian kekuatan tarik dengan standar ASTM D ± 3039 . Pembuatan Komposit Prosedur pembuatan komposit adalah sebagai berikut : 1. Setelah dibiarkan selama satu hari pada temperatur kamar kemudian papan komposit dikeluarkan dari cetakan. Meletakkan spacer dikeempat sudut alas cetakan yang berukuran 30 x 30 cm yang bertujuan untuk menentukan ketebalan komposit yaitu 4 mm. 2. Adapun pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik (tensil test).4. 3.4. mencampur resin Poliester dengan hardenernya.1. lalu di aduk sampai rata dicampur dengan serat sabut kelapa dan diaduk.4. Untuk sampel acak. Mengoles wax pada alas cetakan. Bentuk sampel untuk setiap pengujian berbeda. 3. Pengadukan harus baik untuk memperoleh hasil yang baik. Bentuk-bentuk sampel uji dibuat sesuai standar dan dapat dilihat pada gambar berikut 20 mm 20 mm 80 mm Gambar 3.5. tutup alas cetakan dan spacer agar komposit tidak melekat pada cetakan. lalu ditutup dengan menekan cetakan yang sudah di isi ditekan dengan alat tekan komposit. Untuk masing-masing pengujian dibuat sampel yang berbeda baik dalam bentuk dan ukurannya. Pembuatan Sampel Sampel yang telah dicetak dipotong-potong sesuai ukurannya dengan menggunakan gergaji listrik. 5.

posisi alat di nolkan kembali.6. Proses pengujian perlu diperhatikan agar tidak terhadi sliding dan mesin akan bekerja.01-500 mm/min.100 mm 10 mm 4 mm Gambar 3. Setelah mengikuti prosedur maka pengujian dapat di mulai dengan mengklik start. 3. 2. Prosedur Pengujian Tarik Nama alat yang digunakan untuk menguji sampel adalah LARYEE UNIVERSAL TESTING MECHINE WDW-10. klik data (jenis pengujian yang di pakai Plastic Tensile Properties [160527]) . 1. Bentuk sampel pengujian lentur dengan standar ASTM D-790 3. set posisi alat (up/down) dengan sensor penahan pada alat uji sebagai penehan otomatis. Perhatikan menu softwere di komputer. gerakan mesin dihentikan setelah sampel uji patah dan data tertera pada display. Pengujian perlu diperhatikan dengan kemampuan maximum alat ini adalah 10 KN. . dan atur kecepatan alat dengan kecepatan antara 0. file New kemudian masukkan data data yang dibutuhkan dari sampel yang di uji. klik Max texs (operasional pengujian)lehat posisi awal alat lalu di nolkan (clear).2. Meletakkan sampel yang telah di bentuk sesuai standart yang digunakan pada grid yang telah tersedia. 4. Melengkapi grid untuk pengujian (uji tarik).4. Dari hasil pengujian mesin uji ini akan diperoleh hubungan antara gaya tarik terhadap pertambahan panjang yang langsung tertera di grafik dan hasil perolehannya dapat langsung di transfer ke excel. dan dapat langsung di print.

Proses pengujian perlu diperhatikan agar tidak terhadi sliding dan mesin akan bekerja.Setelah mengikuti prosedur maka pengujian dapat di mulai dengan mengklik start. 2.01-500 mm/min. posisi alat di nolkan kembali. Dari hasil pengujian mesin uji ini akan diperoleh hubungan antara gaya tarik terhadap pertambahan panjang yang langsung tertera di grafik dan hasil perolehannya dapat langsung di transfer ke excel. Perhatikan menu softwere di komputer. 3. dan atur kecepatan alat dengan kecepatan antara 0. Melengkapi grid untuk pengujian (uji tekan). set posisi alat (up/down) dengan sensor penahan pada alat uji sebagai penehan otomatis. gerakan mesin dihentikan setelah sampel uji patah dan data tertera pada display.3. dan dapat langsung di print . Meletakkan sampel yang telah di bentuk sesuai standart yang digunakan pada grid yang telah tersedia.7. Pengujian perlu diperhatikan dengan kemampuan maximum alat ini adalah 10 KN. 1. 4. klik Max texs (operasional pengujian)lehat posisi awal alat lalu di nolkan (clear). Prosedur Pengujian Lentur Nama alat yang digunakan untuk menguji sampel adalah LARYEE UNIVERSAL TESTING MECHINE WDW-10. file New kemudian masukkan data data yang dibutuhkan dari sampel yang di uji. klik data (jenis pengujian yang di pakai Test metode for compresive properties of rigid plastics [15695-02a]) .4.

Pengeringan se Pengujian Uji Tarik Pengolahan Data Uji Lentur Hasil Gambar.3.3. Diagram Alir Penelitian . Diagram Alir Penelitian Persiapan Bahan Penelitian Resin Polyester Serat sabut Kelapa Pencampuran Perendaman Tanpa serat Pencetakan NaOH 5% Ca(OH)2 Pendiaman Pembentukan sample uji.5.3.

Data hasil penelitian diolah dengan uji kesamaan beberapa rata-rata. Anova ada dua macam yaitu satu jalur dan dua jalur. Menulis rumusan hipotesisnya dalam bentuk kalimat. 2. Langkah langkah pengujian sebagai berikut : 1. D . Dengan memvariasikan waktu perendaman serat sabut kelapa dengan NaOH 5% dan (CaOH)2. Anova satu jalur digunakan untuk menganalisis perbedaan antara beberapa variabel bebas dengan variabel terikat dan masing-masing variabel tidak mempunyai jenjang. Ha :Terdapat pengaruh waktu perendaman serat sabut kelapadengan NaOH dan (CaOH)2 terhadap kekuatan papan komposit 3. Menuliskan Ho dan Ha dalam bentuk statistik. Ho : Q A ! Q B ! Q C ! Q D Ha : Q A { Q B { Q C { Q 4.6. Untuk meminimalkan nilai nilai rata-rata (n•3).3. digunakan analisis of variance (anova). menghitung UFS dan defleksi maksimum pada uji kekuatan lentur dan menghitung rata-rata hasil pengujian dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Membuat tabel penolong. Pada masing-masing sampel dilakukan pengujian kuat tarik. kuat lentur. Ho :Tidak terdapat pengaruh waktu perendaman serat sabut kela Pa dengan NaOH dan (CaOH)2 terhadap kekuatan papan komposit. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah : 1. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analisis of Varians (ANOVA). Disebut juga analisis varians (anova). Data hasil pengujian akan diolah dengan langkah-langkah sebagai berikut : menghitung tegangan maksimum ( Wmax) dan regangan maksimum ( I max) pada uji kekuatan tarik. Komposit akan dipotong sesuai dengan bentuk pengujian sampel dan diukur dimensinya dengan menggunakan jangka sorong. Syarat penggunaan statistika harus dipenuhi. 2.

.... ... . n 2 ! ..... .. 2 1 ! .... §x 2 2 § x ! ........ n 5 ! .... . n 2 ! ... ..... ... .....Tabel 3. ! . §x 2 3 ! ... . .. X1 X1 2 .. .. n4 !. . ... ! .... X1 X1 2 .. X1 X1 2 X1 X1 2 X1 X1 2 §x §x 1 ! .... X1 X1 2 . ... Menghitung jumlah kuadrat antar kelompok dengan rumus : JK A . ... X1 X1 2 .. . §x2 !.. §x §x 5 ! ... ......... 2 4 2 4 5.. 3 §x §x 4 ! ... ...........3 Penolong Anava Bebas Variabel X1 X1 2 .. .. n 3 ! .. .. .... .. . . .. .. ! ..

§ x .

§ x .

§ x !    JK 2 2 2 1 2 3 n1 n2 n3 R JKR .

dimana K = banyak kelompok 8. Hitung derajat kebebasan antar kelompok dengan rumus : dK A ! K  1. Menghitung Jumlah kuadrat dalam kelompok dengan rumus : JKD ! § x 2  JKR  JKA 7. Cari F hitung dengan rumus : . Hitung derajat kebebasan dalam kelompok dengan rumus : dK D ! N  k.§ x  § x  § x ! 1 2 3 2 n1  n2  n3 6. Hitung rata-rata jumlah kuadrat dalm kelompok dengan rumus : RK D ! JK D dK D 11. Hitung rata-rata jumlah kuadrat antara kelompok dengan rumus : RK A ! JK A dK A 10. dimana N = jumlah anggota sampel 9.

Fhitung ! RK A RK D 12. Tetapkan taraf signifikan ( ) 13. Cari Ftabel dengan rumus : Ftabel ! F.

1E .

Masukkan semua nilai yang telah didapat kedalam tabel Anava. dKD dapat dilihat pada tabel distribusi F. Tabel 3. 14.dKA.4 Anava Sumber Variasi Antar kelompok Dalam kelompok dK JK Rata-rata kuadrat RKA RKD F k-1 §.

. Ho ditolak maka Ha diterima.n i 1 dK A dK D Fhitung 15. makaHo diterima 16. Tentukan kriteria pengujian Jika F hitung e F tabel. Buatlah kesimpulan Seandainya. Bandingkan F hitung dengan F tabel 17.

Penerbit Prednya Paramita Jakarta Van Vlack. Memahami Polimer Dan Perekat. R. UNIMED.. (1990). Beberapa Pengujian Sifat Mekanik Dari Komposit Yang Diperkuat Dengan Serat Gelas...ac id/~puslit/journals/dir. (2007) Pembuatan dan Uji Sifat Mekanik Papan Partikel Dari Serat Sabut Kelapa Dengan Urea-Formaldehid.erill Publising Company. Jakarta . Ohio Martinio. FMIPA. Komposit Laminat serat woven Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Fiber Glass Pada Kulit Kapal.Skripsi. (1992). (2006). Medan Bukit.C.. ITSN..R. H. wordpress. c. (2006). et al. Surabaya Armaya W. S. http: // Soapmakers diary. P. Teknik Mesin FT UNSM www. Skripsi. Bandung Sugiono. H. Jurusan Teknik Materia. FMIPA. T. FMIPA. USU. penerbit Tarsito. H. L. UNIMED. N. (1992). Andy Offser. Membuat Larutan Alkali.DAFTAR PUSTAKA Antonia Y. php? Departmen ID=MES. Institut Teknologi Semarang.Skripsi.. Pengetahuan Dan Teknologi Bahan. Agita O. (2007) Pengaruh konsentrsi Bahan Pengawet Boraks Terhadap Serat Tebu Sebagai Bahan Komposit Dengan Urea-Formaldehid. Penerbit Erlangga. (2008).. A. Fisika Universiras. T. Semarang Surdia. Jakarta Josua. (2003) Pengetahuan Bahan Tyeknik. 4th Edition. Penerbit Erlangga.. Com/2007/11/30 Sudjana. Haryanto.K. penerbit Charles E.. (2005) Kimia Bahan Logam. (1995). (2002).(2006) Metoda Statistika.. Jakarta Zemansky... material Science In Engginering.petra. Edisi 10. Medan Diharjo. Medan Keyser. Kharisna H. edisi keempat. T..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times