You are on page 1of 3

1.

akupresur

Akupresur adalah salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan
stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh. Berguna untuk mengurangi bermacam-macam
sakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan, kelelahan dan penyakit.

Akupresur merupakan ilmu penyembuhan yang berasal dari Tionghoa sejak lebih dari
500 tahun yang lalu. Akupresur sebagai seni dan ilmu penyembuhan berlandaskan pada teori
keseimbangan yang bersumber dari ajaran Taoisme.Taoisme mengajarkan bahwa semua isi
alam raya dan sifat-sifatnya dapatdikelompokkan kedalam 2 kelompok, yang disebut
kelompok yin dan kelompok yang.

Dari model medis, teknik akupressur dapat menyebabkan pelepasan endorphine,


memblok reseptor nyeri ke otak, menyebabkan dilatasi serviks dan meningkatkan efektifitas
kontraksi uterus.

2. Mual muntah pada ibu hamil

Kehamilan merupakan suatu kondisi dimana seorang wanita mengandung janin dari hasil
pembuahan sel telur oleh sperma, dan hal ini merupakan proses yang normal dialami seorang
wanita. Dalam menjalani masa kehamilan, berbagai perubahan terjadi baik perubahan fisik
maupun psikologis. Kehamilan mempengaruhi tubuh ibu secara keseluruhan dengan
menimbulkan perubahanperubahan fisiologi yang terjadi diseluruh sistem organ, dimana
sebagian besar perubahan pada tubuh ibu bersifat temporer dan kebanyakan disebabkan oleh
kelenjar hormon (Farrer, 2001). Perubahan terjadi akibat adanya ketidakseimbangan hormon
progesteron dan estrogen yakni hormon kewanitaan yang ada di dalam tubuh ibu sejak
terjadinya proses kehamilan (Bobak, 2004). Perubahan pada saluran cerna dan peningkatan
kadar hCG (Human Chorionic Gonadotropin) dalam darah menimbulkan beberapa keluhan
yang membuat ibu merasa tidak nyaman saat kehamilan, diantaranya adalah mual dan
muntah (Bobak, 2004). Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap
saat dan malam hari. Gejala – gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama
haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Mual dan muntah terjadi pada
60–80% primigravida dan 40–60% multigravida. Pengaruh Fisiologik kenaikan hormon ini
belum jelas, mungkin karena sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang.
Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala
mual dan muntah yang berat dapat berlangsung sampai 4 bulan. Keadaan inilah yang disebut
emesis gravidarum. Keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan berat ringannya
penyakit (Prawirohardjo, 2002). Penatalaksanaan mual dan muntah pada kehamilan
tergantung pada beratnya gejala. Pengobatan yang dilakukan mulai dari yang paling ringan
dengan perubahan diet sampai pendekatan dengan pengobatan antimietik, rawat inap, atau
pemberian nutrisi parenteral. Pengobatan terdiri atas terapi secara farmakologi dan non
farmakologi. Terapi farmakologi dilakukan dengan pemberian antimietik, antihistamin, dan
kortikosteroid. Terapi non farmakologi dilakukan dengan cara pengaturan diet, dukungan
emosional, akupresur dan jahe (Runiari, 2010).
Mual muntah adalah gejala yang di alami oleh ibu hamil pada trimester I dimana ibu
merasakan sensasi air liur yang berlebihan, pusing, mengeluarkan sebagian atau semua
makanan yang sudah dikonsumsi.

3. Akupresur sebagai penanganan mual muntah

Proses teknik akupresur menitik beratkan pada titik-titik saraf tubuh(Fengge, 2012).
Akupresur merupakan salah satu dari sekian banyak terapi untuk mengurangi
gejala morning sickness. Akupresur merupakan teknik pengobatan komplementer yang
berkaitan dengan akupunktur yaitu dengan melakukan tekanan pada titik titik tertentu pada
tubuh. Di dalam pengobatan Tiongkok, titik perikardium 6 dianggap kunci dalam
mengurangi gejala mual muntah. Gejala pada mual muntah tersebut dapat dikurangi dengan
tekanan langsung atau memakai gelang tangan (Wrist Band) pada 3 jari di bawah
pergelangan tangan (Ebrahimi et al., 2010).
Titik pericardium 6 atau neiguan yang berada pada garis tengah lengan bawah
merupakan titik stimulasi untuk mencegah mual dan muntah yang dilakukan dengan
pijatan akupresur. Efek stimulasi titik tersebut belum mampu dipahami sepenuhnya,
tetapi stimulasi pada titik tersebut diyakini mampu meningkatkan pelepasan beta-
endorphin di hipofise dan ACTH sepanjang chemoreceptor trigger zone (CTZ)
menghambat pusat muntah/medulla oblongata. Menurut pengobatan tradisional China
titik perikardium 6 terhubung dengan internal pathways yang mengalirkan energy melalui
tubuh, sehingga stimulasi pada titik ini mampu meningkatkan kesehatan seseorang
dengan cara memperlancar aliran energy (chi) (Sukanta,2008).
Tindakan utama akupresur dianggap menutup gerbang untuk menghambat
perjalanan rangsang mual muntah maupun nyeri pada pusat yang lebih tinggi pada sistem
saraf pusat.
Selanjutnya, rangsangan taktil dan perasaan positif, yang berkembang ketika
dilakukan bentuk sentuhan yang penuh perhatian dan empatik, bertindak memperkuat
efek akupresur untuk mengendalikan nyeri ataupun perasaan tidak nyaman pada tubuh
(Andarmoyo,2013).
Berdasarkan teori menurut Sukanta (2008), efek stimulasi titik tersebut mampu
meningkatkan pelepasan beta – endorphin di hipofisis dan ACTH sepanjang
chemoreceptor trigger zone (CTZ) untuk menghambat pusat muntah/medulla
oblongata. Mual muntah pada kehamilan terjadi karena sekresi hormon plasenta dan
hCG yang merangsang chemoreceptor trigger zone dan menstimulasi medulla oblongata
untuk memberikan respon mual dan muntah. Oleh karena itu, penekanan di titik
pericardium 6 ini akan merangsang chemoreceptor trigger zone yang memicu pusat
muntah untuk menekan kembali keinginan untuk mual dan muntah, sehingga mual
muntah berkurang atau tidak terjadi. Selain itu, stimulasi pada titik ini akan dapat
mengeluarkan endorfin yang dapat memberikan efek tenang, senang dan rileks yang
dapat menurunkan mual muntah, karena diketahui pula bahwa salah satu faktor predisposisi
mual muntah adalah kondisi psikologis yang tidak stabil. Sehingga gejala - Gejala
morning sickness berkurang ditandai dengan penurunan skor morning sickness dikarenakan
pemberian terapi akupresur pada titik pericardium 6. Terapi komplenter seperti
akupresur ini dapat efektif membantu dalam manajemen mual muntah (Lee, et al, 2008).