You are on page 1of 3

PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


10.02.04 01 1 dari 2

Tanggal Terbit Di Tetapkan Oleh


Direktur Utama RS. Siaga Raya
25 Oktober 2016
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
Nagib,, Sp.OT. FICS)
(Dr. Isa An Nagib

PENGERTIAN Suatu proses memberikan pelayanan resep resep obat-obatan / alkes


kepada pasien rawat jalan.

TUJUAN Untuk memastikan bahwa pasien rawat jalan mendapatkan resep obat-
obatan alkes sesuai yang dibutuhkan dan memenuhi persyaratan.

1. Permenkes no. 58 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan


KEBIJAKAN Kefarmasian di Rumah Sakit.
2. Keputusan Direktur Utama RS SIAGA RAYA No. 075/SK-
DIR/RSSR/X/2016 tentang Kebijakan Pelayanan Farmasi

PROSEDUR 1. Di loket penerimaan resep petugas farmasi menerima resep dari


pasien rawat jalan.
2. Petugas farmasi memasukkan resep ke dalam mesin amano untuk
mengetahui waktu masuk resep.
3. Petugas farmasi mengecek administrasi kelengkapan resep
meliputi tanggal resep, nama dokter, paraf dokter, nomor ijin
praktek dokter, nama pasien, tanggal lahir pasien,, dan berat
badan (untuk pasien anak).
4. Petugas farmasi mengkonfirmasi ulang kesesuaian data
kelengkapan pasien di resep tersebut dengan menyebutkan ulang
nama pasien, tanggal lahir, dan nama dokter.
5. Petugas farmasi meng-entry resep sesuai nama pasien ke dalam
sistem komputer dengan menginput nomor transaksi resep (untuk
transaksi online kode J), sedangkan untuk transaksi resep non
online (kode N) yaitu dengan mengentry nama pasien dan nama
dokter.
PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


10.02.04 01 2 dari 2

6. Petugas farmasi melakukan telaah resep meliputi


� kejelasan penulisan resep
� benar pasien
� benar obat
� benar dosis
� benar waktu/ frekuensi pemberian obat
� benar rute/cara pemberian obat
� ada tidaknya interaksi obat
� ada tidaknya duplikasi obat
Setelah melakukan telaah resep, petugas farmasi membubuhkan
tanda tangan atau paraf di kolom tanda tangan.
7. Petugas farmasi harus mengecek ulang data yang telah diinput
sebelum slip transaksi resep dicetak dan diberikan kepada
pasien..
8. Setelah slip transaksi resep dicetak, petugas farmasi menyerahkan
slip transaksi resep kepada pasien untuk melakukan pembayaran
ke kasir,
9. Petugas farmasi membubuhkan paraf pada setiap tahap
pengerjaan resep di kolom HTEKP (Harga, Timbang, Etiket
Kemas, Periksa).
10. Di dalam ruang pengerjaan obat, sebelum resep dikerjakan,
petugas farmasi mengecek kembali kesesuaian resep dengan slip
transaksi resep dan label etiket obat yang sudah dicetak, dengan
mengecek kembali 5 Benar Obat (benar pasien, benar obat, benar
dosis obat, benar waktu pemberian obat, benar rute/cara
pemberian obat).
11. Pada saat petugas farmasi menyiapkan obat-obatan sesuai resep,
obat yang diambil dari lemari penyimpanan obat-obatan harus
ditulis di kartu stok, meliputi nomor resep/nama pasien, jumlah
obat yang diambil dan jumlah sisa obat.
12. Pada saat pengemasan obat, petugas farmasi harus menuliskan
kadaluarsa dari obat tersebut dilabel aturan pakai obat.
13. Resep yang telah selesai dikerjakan, dicek ulang oleh petugas
farmasi dengan mengecek kolom telaah obat jadi meliputi :
� benar nama pasien
� benar nama obat
� benar dosis/ kekuatan obat dan jumlah obat
� benar aturan pakai obat
� benar bentuk sediaan obat
PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


10.02.04 01 3 dari 2

14. Pada saat akan menyerahkan obat-obatan ke pasien, petugas


farmasi melakukan telaah obat jadi dengan menceklis kolom dan
memberikan paraf dikolom telaah obat jadi.
15. Di loket penyerahan resep, petugas farmasi memanggil nama
pasien dengan meminta kwitansi pembayaran pasien dari kasir
(copy kwitansi kuning). Setelah itu petugas farmasi
mengkonfirmasi ulang nama pasien, dan meminta pasien
menyebutkan tanggal lahir, nomor telepon, dan alamat pasien.
16. Petugas farmasi menyebutkan kembali obat-obatan yang akan
diserahkan kepada pasien, meliputi nama obat dan jumlah obat
dengan menunjukkan obat yang dikeluarkan dari kantong klip
obat. Penyerahan obat disertai dengan informasi penggunaan obat
dan aturan pakai obat.
17. Setelah selesai menyerahkan obat, petugas farmasi dan pasien
masing-masing membubuhkan tanda tangan dan nama jelas
dikolom yang tertera dilembar resep.
18. Resep yang sudah selesai diserahkan ke pasien, dimasukkan
kembali ke mesin amano untuk mengetahui waktu selesai
pengerjaan resep.
19. Khusus untuk resep pasien fisioterapi, asuransi dan resep yang
ditinggal/ tidak ditunggu, resep apabila sudah selesai dikerjakan
dimasukkan ke dalam mesin amano
20. Setelah pasien selesai tindakan fisioterapi atau resep asuransi
yang sudah selesai di konfirmasi ke asuransi oleh unit
humas/customer care, resep dimasukkan kembali ke mesin amano

Unit Terkait Farmasi Rawat Jalan