You are on page 1of 19

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada tanggal : 1 juni 2019
Asuhan keperawatan pada keluarga Tn. S dengan keluarga lansia
1. Data Umum
a. Identitas kepala keluarga :
Nama : Tn. S
Umur : 63 Tahun
Agama : Islam
Suku : Samawa, indonesia
Pendidikan : Sd
Pekerjaan : petani dan peternak
Alamat : Sepukur Kec. Lantung Kab. Sumbawa besar
Nomor Telepon : -
b. Komposisi Keluarga :
No Nama L/P Umur Hub. Klg Pekerjaan pendidikan
1 Ny. S P 60 thn Istri Petani dan pekebun SD
2 Tn R L 30 thn Anak Petani dan pekebun SD
3 Ny. Y P 24 thn menantu Petani dan pekebun Smp
4 An. R L 7 thn Cucu Pelajar Sd

c. Genogram
Keterangan :
: laki-laki

: perempuan

: laki-laki meninggal

: pasien

: tinggal serumah

d. Type Keluarga
1) Jenis tipe keluarga : tipe keluarga Tn. S adalah tipe keluarga extended family,
dimana dalam satu rumah tinggal 3 generasi yaitu kakek, nenek, kepala
keluarga, istri dan anak.
2) Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut : dalam sehari-hari sering terjadi
masalah antara Ny. S dengan Ny. Y dikarenakan bahan pokok sehari-hari.
Masalah yang sering terjadi antara menantu dengan mertua.
e. Suku bangsa :
1) Asal suku bangsa : keluarga Tn. S merupakan keturunan asli suku samawa,
indonesia.
2) Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : Tn S mengatakan keluarga
masih percaya bahwa jika ada yang sakit itu tidak boleh menghilangkan
bagian tubuh misal potong kuku, cukur rambut dan lainnya.
f. Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan : Tn S mengatakan semua
keluarga percaya jika ada yang muntah muntah tidak jelas, sakit berkepanjangan
diduga ada campur tangan makhluk astral. Selain itu juga mengantakan sesajen ke
tempat yang dianggap keramat masih dilakukan.
g. Status sosial ekonomi keluarga :
1) Anggota keluarga yang mencari nafkah : Tn S
2) Penghasilan : RP 700.000/bulan
3) Upaya lain : peternakan .
4) Harta benda yang dimiliki : rumah dengan isinya, dll
5) Kebutuhan yang dikeluarkan setiap bulan : makan sehari-hari.
h. Aktifitas rekreasi keluarga : Tn S mengatakan terkadang di hari hari liburan besar
keluarga inti akan ke gunung sekedar bersantai.
2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini (ditentukan dengan anak tertua) : keluarga
Tn S dalam tahap perkembangan keluarga lansia, karena semua anaknya sudah
menikah dan membentuk keluarga yang baru. Tn S dan Ny S biasanya
menghabiskan waktunya dengan membantu Tn R menjaga hewan ternak dan
bersantai di teras depan rumahnya bersama tetangga sekitar dan teman
selansianya. Tak jarang jika teras teras rumahnya ramai karena banyak orang
lewat dan mampir sekedar mengobrol.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya : Tn S
mengatakan keluarga merasa sudah terpenuhi, walaupun banyaknya masalah yang
timbul kadang kurang dirasakan oleh keluarga, hanya saja keluarga merasa perlu
mempertahankan apa yang sudah ada untuk pengalaman keluarga melangkah ke
proses berikutnya. Misal menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan serta
berkurangnya penghasilan, Tn S merasa baik baik saja.
c. Riwayat kesehatan keluarga inti :
1) Riwayat kesehatan saat ini
Tn S mengatakan saat ini merasa pusing, sebelumnya dia hipertensi. Ny S
merasa sehat sehat saja sekarang ini.
2) Riwayat penyakit keturunan :
a. Dari Tn S : Tn S mengatakan bahwa dari kedua orang tuanya tidak
memliki riwayat hipertensi dan penyakit menular lainnya
b. Dari Ny. S : tidak ada riwayat memiliki penyakit keturunan maupun
penyakit yang menular.
3) Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga :
No Nama Umur BB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan yang
(thn) (kg) kesehatan kesehatan telah dilakukan
1 Tn S 63 70 Hipertensi - - diare - istirahat
- demam - minum obat
- hipertensi - pijat
- nyeri
pinggang
2 Ny S 60 62 Baik - - hipertensi - minum obat
- istirahat
3 Tn. R 30 60 Baik - - Demam - Obat penurun
dan pilek demam dan
pilek, istirahat di
rumah 3-4 hari
- Nyeri - Pijat
punggung - Minum obat
- diare kios
- Istirahat
4 Ny Y 24 65 Baik - - hipotensi - minum pil
tambah darah
Istirahat
- diare - Minum obat
kios
5 An. R 7 15 Baik - - demam - minum obat
- diare - istirahat
4) Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatakan : puskesmas.
d. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya : Tn S mengatakan bahwa Tn S dan Ny S
mengidap hipertensi. Ada sedikit saja makanan berupa daging bisa bisa bikin
pusing esoknya.
3. Pengkajian lingkungan
a. Karakteristik rumah
1) Luas tanah : ± 10 x 8 m
2) Type rumah : permanen
3) Kepemilikan : milik sendiri
4) Jumlah dan ratio kamar/ruangan : jumlah ruangan ada 5, 1 kamar mandi, 2
kamar tidur, 1 dapur, dan 1 ruang tamu.
5) Ventilasi/jendela : ventilasi udara tidak ada, jendela ada 4 di ruang dapur,
kedua kamar tidur dan di ruang tamu. Udara dan cahaya matahari cukup baik.
6) Pemanfaatan ruangan : ruangan dimanfaatkan dengan baik, untuk berkumpul
nonton tv, keluarga dan apabila setelah panen akan digunakan untuk
penyimpanan hasil gabah.
7) Septic tank : ada, 4x4 m dibawah dapur dengan kedalaman 3m
8) Sumber air minum : air sumur tanpa dimasak
9) Kamar mandi/WC : 1 kamar mandi dengan wc jongkok
10) Sampah : Ny S mengatakan biasanya sampah akan dibuang ke sungai, jika
dari plastic bisa membantu nyala api karena masih menggunakan kayu bakar.
11) Kebersihan lingkungan : keadaan lingkungan rumah Tn S kotor dan udara
sekitar dicemari polusi karena berhadapan langsung dengan jalan raya. Aspal
yang rusak dan banyaknya kendaraan lalu lalang membuat udara tercemar.
12) Denah rumah :
U

Kamar tidur Kamar tidur


Dapur perapian
dan ruang
makan

pin Teras
tu rumah
Ruang tamu Penempatan
Kamar gabah panen
mandi tv

b. Mobilitas geografis keluarga : keluarga Tn S telah tinggal di rumahnya sejak dia


baru lahir dan belum pernah pindah.
c. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat :
Tn S mengatakan keluarga biasanya berkumpul kalau ada acara keluarga, hari
besar islam dan hari hari lainnya. Keluarga Tn S juga biasanya berinteraksi
dengan baik dengan masyarakat saat ada acara lainnya, seperti bekerja dan
lainnya.
d. Sistem pendukung keluarga : Tn S mengatakan memiliki hewan peliharaan dan
memiliki asuransi kesehatan jika ada kejadian tak terduga
4. Struktur Keluarga
a. Pola/cara komunikasi keluarga : Tn S mengtakan komunikasi dalam keluarga
cukup baik, semua keluarga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa samawa
sesama keluarga dan masyarakat.
b. Struktur kekuatan keluarga :Tn S mengatakan sejak menikah, Ny S dan dan
seluruh anaknya berada dibawah kekuasaan Tn S.
c. Struktur peran ( peran masing-masing anggota keluarga ) : Tn S sebagai kepala
keluarga dan pencari nafkah, Ny S sebagai ibu rumah tangga dan mengatur
segalanya di rumah.
5. Nilai dan norma keluarga : Ny S dan Tn S mengatakan kalau dirinya dan keluarga
secara keseluruhan percaya dengan adanya mahluk astral dan mengganggu manusia,
dengan diantarkannya sesajian keluarga menganggap sudah mengobati sakit tersebut.
tapi jika dirasa parah baru dibawa ke puskesmas.
6. Fungsi keluarga
a) Fungsi afektif : Ny S mengatakan semua anggota keluarga saling mendukung,
menguatkan dan mencari solusi saat ada anggota keluarga yg di timpa masalah.
b) Fungsi sosialisasi :
1) Kerukunan hidup dalam keluarga : Tn S mengatakan Keluarganya hidup
rukun dengan keluarga dan tetangganya.
2) Interaksi dan hubungan dalam keluarga : interaksi Tn S dengan tetangga
maupun keluarga sangat baik.
3) Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan : Tn S
4) Kegiatan keluarga waktu senggang : menonton tv, berkumpul bersama
tetangga dan keluarga di teras depan rumah, kata Ny S
c) Fungsi perawatan kesehatan
1) Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah kesehatan
keluarganya : kurang baik, Tn S dan keluarga mengatakan kalau sakit ringan
cukup diberikan obat dan istirahat cukup, jika belum juga sembuh diduga ada
hubungan dengan mahluk astral, pengantaran sesajian akan dilakukan.
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan tindakan kesehatan yang tepat :
jika ada keluarga yang sakit, keluarga akan mendiamkannya selama 3-4 hari di
rumah dengan obat. Jika belum sembuh maka sesajian akan di antar dan yang
sakit akan dibawa ke puskesmas.
3) Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit : Tn S dan Ny S
mengatakan bahwa selalu berusaha merawat saat ada anggota keluarga yang
sakit.
4) Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat : Ny S
mengatakan kalau setiap rumah dan halaman dirasa kotor maka selalu
dibersihkan, untuk menyikat kamar mandi dan membersihkan seluruh rumah
seperti jendela dan ventilasi dilakukan oleh Ny Y. itu pun 1x seminggu
dilakukan oleh Ny Y karena membutuhkan tenaga ekstra.
5) Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat : Ny S
mengatakan keluarga memanfaatkan puskesmas dengan baik, misal ada
anggota keluarga yang sakit lebih dari 3-4 hari baru dibawa ke puskesmas.
Walaupun jaraknya yang cukup jauh, tapi Ny Y sudah terbiasa menggunakan
motor.
d) Fungsi reproduksi
Perencanaan jumlah anak : Tn S dan Ny S tidak merencanakan beberapa
memiliki anak, mereka terima dengan senang hati pemberian itu. KB juga
tidak pernah direncanakan.
e) Fungsi ekonomi
1) Upaya pemenuhan sandang pangan : Tn S mengatakan penghasilan dari tani
dan ternak dikira cukup untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.
7. Stress dan koping keluarga
a) Stresor jangka pendek : keluarga Tn S mengatakan tidak ada yang cukup
mengganggu kehidupannya. Semua anaknya sudah menikah dan memiliki
anak.
b) Stressor jangka panjang : Tn S dan Ny S mengaku tidak ada yang cukup
mengganggu kehidupannya beberapa tahun terahir ini.
c) Respon keluarga terhadap stressor : tidak terlalu mengganggu, pikirannya
sudah tenang karna anaknya sudah menikah dan memiliki anak.
d) Strategi koping : Tn S mengatakan jika ada masalah maka akan coba
diomongkan dengan semua anggota keluarga, dan tetangga dekat pula. Selain
itu mendekatkan diri pada allah SWT juga salah satu upaya yg dilakukan.
e) Strategi adaptasi disfungsional : Tn S mengatakan tidak pernah menggunakan
kekerasan dalam menanggapi masalahnya, apalagi sampai ada kontak fisik
dengan anggota keluarga.
8. Keadaan gizi keluarga
Pemenuhan gizi : Tn S dan keluarganya makan 3 kali sehari dengan lauk
utama ikan laut dan sayuran. Tn R, Ny Y, Ny S dan An R juga makan
bersama karena sudah merupakan kebiasaan dari dulu sebelumnya.
9. Harapan keluarga : Tn S dan keluarga berharap sakitnya cepat sembuh dan untuk
petugas kesehatan harapannya untuk sosialisai lebih ditingkatkan untuk kesadaran
masyarakat mengenai kesehatan.
10. Pemeriksaan Fisik
No Variabel Nama anggota keluarga
Tn S Ny S
1. Riwayat Hipertensi Tidak ada
penyakit saat
ini
2. Keluhan yang Pusing Tak ada
dirasakan
3. Tanda & gejala Tensi tinggi dan sensitive Tak ada
4. Riwayat Hipertensi Hipertensi
penyakit
sebelumnya
5. Tanda-tanda TD : 155/ 120 mmHg TD : 120/100
vital Suhu : 37,3 Suhu :37
Nadi : 95 x/menit Nadi : 84 x/menit
Respirasi : 19x/menit Respirasi : 17x/menit
6. Sistem I : normal I : normal
cardivaskuler P : ketika duduk iktus terlihat P : ketika duduk iktus terlihat
didalam ruangan interkostal V didalam ruangan interkostal V
sisi kiri agak medial dari linea sisi kiri agak medial dari linea
midclavicularis sinistra. midclavicularis sinistra.
(normal) (normal)
A : terdengar bunyi lub dul lub A : terdengar bunyi lub dul lub
dub ( normal) dub ( normal)
7. Sistem I : r = 19x/menit I : r = 17x/menit
respirasi P : tidak ada nyeri tekan P : tidak ada nyeri tekan
A : tidak ada suara tambahan, A : tidak ada suara tambahan,
irama nafas normal irama nafas normal
8. Sistem GI. I : tidak terlihat ketegangan I : tidak terlihat ketegangan
Trac pada abdomen, tidak ada lesi, pada abdomen, tidak ada lesi,
P : tidak terdapat nyeri tekan P : tidak terdapat nyeri tekan
P : normal P : normal
A : bising usus normal A : bising usus normal
(11x/menit) (11x/menit)
9. Sistem Gerak normal Gerak normal,aktif
persyarfan
10. Sistem I : normal I : normal
muskuluskelet P : tidak ada tonjolan tidak P : tidak ada tonjolan tidak
al normal normal
P : tak ada nyeri tekan P : tak ada nyeri tekan
11. Sistem Tidak terkaji Tidak terkaji
genetalia
No Variabel Nama anggota keluarga
Tn R Ny Y An R
1. Riwayat Tak ada Tidak ada Tidak ada
penyakit saat
ini
2. Keluhan yang Merasa pegal di Cape karena sehabis Tak ada
dirasakan seluruh tubuh karena beres beres rumah
baru selesai kerja
3. Tanda & Keringatan dan Keringatan dan Tak ada
gejala terlihat lelah terlihat lelah
4. Riwayat Demam dan pilek Hipotensi Demam dan pilek
penyakit
sebelumnya
5. Tanda-tanda TD : 110/70 mmHg TD : 115/70 TD : -
vital Suhu : 36,9 Suhu :36,8 Suhu :36,8
Nadi : 96 x/menit Nadi : 87 x/menit Nadi : 112 x/menit
Respirasi : Respirasi : Respirasi :
21x/menit 19x/menit 22x/menit
6. Sistem I : normal I : normal I : normal
cardivaskuler P : ketika duduk P : ketika duduk P : ketika duduk
iktus terlihat didalam iktus terlihat didalam iktus terlihat didalam
ruangan interkostal ruangan interkostal ruangan interkostal
V sisi kiri agak V sisi kiri agak V sisi kiri agak
medial dari linea medial dari linea medial dari linea
midclavicularis midclavicularis midclavicularis
sinistra. (normal) sinistra. (normal) sinistra. (normal)
A : terdengar bunyi A : terdengar bunyi A : terdengar bunyi
lub dul lub dub ( lub dul lub dub ( lub dul lub dub (
normal) normal) normal)
7. Sistem I : r = 21x/menit I : r = 19x/menit I : r = 19x/menit
respirasi P : tidak ada nyeri P : tidak ada nyeri P : tidak ada nyeri
tekan tekan tekan
A : tidak ada suara A : tidak ada suara A : tidak ada suara
tambahan, irama tambahan, irama tambahan, irama
nafas normal nafas normal nafas normal
8. Sistem GI. I : tidak terlihat I : tidak terlihat I : tidak terlihat
Trac ketegangan pada ketegangan pada ketegangan pada
abdomen, warna abdomen, warna abdomen, warna
kulit rata, tidak ada kulit rata, tidak ada kulit rata, tidak ada
lesi lesi lesi
P : tidak terdapat P : tidak terdapat P : tidak terdapat
nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan
P : normal P : normal P : normal
A : bising usus A : bising usus A : bising usus
normal (12x/menit) normal (12x/menit) normal (13x/menit)
9. Sistem Gerak normal, aktif Gerak normal,aktif Gerak normal, aktif
persyarfan
10. Sistem I : normal I : normal I : normal
muskuluskele P : tidak ada tonjolan P : tidak ada tonjolan P : tidak ada tonjolan
tal tidak normal tidak normal tidak normal
P : tak ada nyeri P : tak ada nyeri P : tak ada nyeri
tekan tekan tekan
11. Sistem Tidak terkaji Tidak terkaji Tak terkaji
genetalia
TIPOLOGI MASALAH KESEHATAN

NO Daftar Masalah Kesehatan


1 Ancaman - Resiko terjadinya asma terhadap seluruh anggota
keluarga Tn S dan Tn R karena polusi udara jalanan
dan asap perapian
- Ny S memiliki riwayat hipertensi
2 Kurang/ tidak sehat - Tn S saat ini mengalami hipertensi
3 Defisit - Kurangnya paparan informasi dan edukasi terhadap
keluarga Tn S sehingga ada persepsi salah dalam
keluarga Tn S

ANALISA DATA

NO Data Etiologi Problem


1 S: Kurangnya Ketidakefektifan
- Tn S dan Ny S mengatakan jika sakit pengetahuan dan pemeliharaan
lebih dari 3-4 hari walaupun sudah persepsi yang salah kesehatan
diberi obat dan istirahat yang cukup, dalam keluarga Tn S
diduga ada campur tangan mahluk tentang masalah
astral kesehatan
- Tn S dan Ny S mengatakan sering
mengantarkan sesajian berupa
makanan ke tempat yang dianggap
keramat dengan maksud meredakan
mahluk astral
- Tn S dan Ny S mengatakan saat ada
yang sakit maka tidak diperbolehkan
memotong kuku, rambut dan bagian
tubuh lainnya.
O:
- Tn S dan Ny S mengisyaratkan tidak
percaya saat diberitahukan bahwa
tindakan perawatannya salah
- Tn S pernah mengantarkan sesajian
ke hutan
2 S: Ketidakmampuan Hambatan
- Ny S mengatakan jika di waktu keluarga memelihara pemeliharaan
menjelang siang sampe sore hari lingkungan rumah rumah
keluarga dan tetangga biasa ngumpul yang sehat
di teras depan rumah sekedar ngobrol
dan gosip-gosipan
- Ny S mengatakan kalau setiap rumah
dan halaman dirasa kotor maka selalu
dibersihkan, selebihnya Ny yang
mengerjakan seperti membersihkan
kamar, ventilasi dan seluruh ruangan
- Ny S mengatakan jika ada sampah
plastik maka akan digunakan untuk
membantu perapian karena masih
menggunakan kayu bakar
O:
- Rumah yang berhadapan langsung
dengan jalan raya, aspal yang rusak
dan banyaknya kendaraan yang lewat
membuat udara tercemar
- Letak perapian juga mengganggu
keluarga Tn S dan tetangga yang
sedang kumpul di teras depan rumah
- Setengah ruangan tamu yang
digunakan untuk penempatan gabah
panen membuat udara berkurang dan
bisa menyebabkan gatal-gatal jika
kontak lama
Rumusan dan skoring diagnosa keperawatan

1. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan b/d Kurangnya pengetahuan dan persepsi


yang salah dalam keluarga Tn S tentang masalah kesehatan

Skoring diagnosis keperawatan menurut bailon dan magiaya (1978)


No Kriteria Skor Bobot
1 Sifat masalah
Skala :
tidak/kurang sehat
3
Ancaman kesehatan
2
Keadaan sejahtera
1
1
2 Kemugkinan masalah dapat diubah Skala :
Mudah
2
Sebagian
1
Tidak dapat 2
0
3 Potensial masalah untuk dicegah
Skala :
3
Tinggi
1
2
Sebagian
1
Rendah
4 Menonjolnya masalah :
Skala :
Masalah berat, harus segera ditangani
2
1
Ada masalah, tetapi tidak perlu ditangani
1
Masalah tidak dirasakan
0
2. Hambatan pemeliharaan rumah b/d Ketidakmampuan keluarga memelihara
lingkungan rumah yang sehat

Skoring diagnosis keperawatan menurut bailon dan magiaya (1978)


No Kriteria skor Bobot
1 Sifat masalah
Skala :
3
tidak/kurang sehat
2
Ancaman kesehatan 1
1
Keadaan sejahtera
2 Kemugkinan maslah dapat diubah
Skala :
2
Mudah
2
1
Sebagian
0
Tidak dapat
3 Potensial masalah untuk dicegah
Skala :
3 1
Tinggi
2
Sebagian
1
Rendah
4 Menonjolnya masalah :
Skala :
Masalah berat, harus segera ditangani
2
1
Ada masalah, tetapi tidak perlu ditangani
1
Masalah tidak diraskan
0
Prioritas diagnosa keperawatan keluarga :

1. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan b/d Kurangnya pengetahuan dan persepsi yang


salah dalam keluarga Tn S tentang masalah kesehatan
No Kriteria Skor Pembenaran
1 Sifat masalah 1/3 x 1 = Dalam kasus keluarga Tn R yang
Skala : keadaan sejahtera 1/3 sekarang anggota keluarganya sehat-
sehat saja, jadi untuk sekarang tidak
dirasa adanya ancaman kesehatan.
2. Kemungkinan masalah 1/2 x 2 = 1 Masalah pengobatan karena persepsi
dapat diubah yang salah cukup sulit di ubah karena
Skala : sebagian sudah merupakan budaya dari dulu,
sebagian bisa diubah.
3. Potensial masalah untuk 2/3 x 1 = Untuk pencegahan masalah juga dirasa
dicegah 2/3 tidak bisa dirubah semuanya, karena
Skala : sebagian keluarga Tn R masih kental dengan
budaya dulu.
4. Menonjolnya masalah 2/2 x 1 = 1 Menanggapi masalah keluarga Tn R
Skala : masalah berat, agar tidak berlanjut, di segerakan
harus segera ditangani tindakan secepatnya agar pola yang
salah dapat berubah
Total skor
2. Hambatan pemeliharaan rumah b/d Ketidakmampuan keluarga memelihara lingkungan
rumah yang sehat

No Kriteria Skor Pembenaran


1 Sifat masalah 2/3 x 1 = Abu jalanan, asap perapian dan kondisi
Skala : ancaman kesehatan 2/3 ruang tamu yang padat membuat
keluarga Tn R beresiko tinggi terkena
asma
2. Kemungkinan masalah 1/2 x 2 = 1 Perapian bisa diatur dengan tidak
dapat diubah memasak saat keluarga kumpul diteras,
Skala : sebagian gabah pun bisa dipindah ke ruang
makan agar meminimalisir kontak
langsung dengan tubuh, tapi untuk abu
jalanan cukup susah. Walaupun di
siram tiap pagi tapi tetap saja menjelang
siang tanah nya kering dan abu
beterbangan lagi
3. Potensial masalah untuk 2/3 x 1 = Seperti sebelumnya, jalanan berabu
dicegah 2/3 yang cepat kering, perapian di teras
Skala : sebagian rumah yang berkenaan dengan keluarga
Tn R dan tetangga yang sering kumpul
di teras depan membuat masalah hanya
bisa di tangani sebagian
4. Menonjolnya masalah 2/2 x 1 = 1 Jika tidak ditangani, dikhawatirkan
Skala : masalah berat, keluarga Tn R akan terserang penyakit
harus segera ditangani saluran pernafasan.
Total skor
No Diagnose Tujuan dan KH Intervensi
1 Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan - Targetkan sasaran pada kelompok beresiko tinggi dan rentang usia yang akan
pemeliharaan selama 2x, pemeliharaan mendapat manfaat besar dan pendidikan kesehatan
kesehatan kesehatan membaik dengan - Identifikasi factor internal/eksternal yang dapat yang dapat meningkatkan atau
KH mengurangi motivasi untuk berperilaku sehat
1. Perawatan kesehatan - Tentukan pengetahuan kesehatan dan gaya hidup perilaku saat ini pada individu,
adaptif keluarga dan kelompok sasaran
2. Pengetahuan kesehatan - Bantu individu atau keluarga untuk memperjelas keyakinan dan nilai kesehatan
meningkat - Rumuskan tujuan dalam program pendidikan kesehatan
- Identifikasi sumber daya ( uang, tenaga, ruang, alat) yang digunakan untuk
menjalankan program
- Tekankan manfaat kesehatan positif yang langsung atau manfaat jangka pendek
yang bisa diterima oleh perilaku gaya hidup positif daripada (menekankan pada)
manfaat jangka panjang atau negatif dari ketidakpatuhan
- Gunakan komunikasi yang sesuai dan jelas
- Gunakan bahasa yang sederhana
- Berikan pendikan kesehatan satu persatu atau konseling jika diperlukan
2 Hambatan Setelah dilakukan tindakan - Tentukan kebutuhan pemeliaraan rumah
pemeliharaan selama 2x, pemeliharaan - Libatkan pasien/keluarga dalam memutuskan hubungan pemeliharan rumah
rumah kesehatan meningkat - Bantu pasien untuk mengidentifikasi peran yang biasanya dalam keluarga
dengan KH - Bantu orang dewasa dan anak anak untuk menerima ketergantungan lansia dan
1. Rumah menjadi bersih libatkan dalam perubahan perubahan peran dengan cara yang tepat
2. Lingkungkungan - Identifikasi tingkat dukungan keluarga, keuangan dan sumber daya lainnya
rumah sehat - Dengarkan kekhawatiran, perasaan dan pertanyaan dari keluarga
3. Keluarga mengetahui - Tingkatkan hubungan saling percaya dengan keluarga
perannya - Tingkatkan nilai yang dianut keluara dengan sikap yang tiddak menghakimi