You are on page 1of 11

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN SEHAT BEBAS ASAP ROKOK DI

DESA TEMUWUH WILAYAH KERJA PUSKESMAS DLINGO I BANTUL

JURNAL

Disusun Oleh:
HERLINDA HARTATI
NIM. 14.14.3629

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2018
Telah Disetujui Pembimbing dan Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah

Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta

Tanggal : 11 Mei 2018

Pembimbing,

Woro Ispandiyah., S.KM., M.PH

Mengetahui,

Nor Wijayanti., S.KM., M.Kes


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN SEHAT BEBAS ASAP
ROKOK DI DESA TEMUWUH WILAYAH KERJA PUSKESMAS
DLINGO I BANTUL TAHUN 2018

Herlinda Hartati dan Woro Ispandiyah., S.KM., M.PH


Linda.herlinda51@yahoo.co.id

ABSTRACT
Background: Based on the result of recapitulation PHBS Household tenth indicator is no smoking in
the house Working Area Health Office of Bantul, it is known that the smallest percentage is 41.94%
located in the Public Health Center Dlingo I Bantul means behavior of smoking in society at the
working area of Public Health Center Dlingo I Bantul is quite high among the other Public Health
Center. Temuwuh Village is one of working areas of Public Health Center Dlingo I Bantul which has
the highest percentage of smoking behavior in the House with the percentage amount of 55.55%.
Declaration of smoke-free healthy area in Temuwuh Village is already implemented in Tanjung and
Klepuh hamlets.

Methods: This research is using descriptive qualitative, type of this research is case study method.
The subjects in this research are the Head of Public Health Center Dlingo I Bantul, Implementer of
health promotion, the Head of Temuwuh Village, Health Cadre of Tanjung and Klepuh hamlets. Data
collecting techniques used in this research are observation, documentation and interview.

Result: The result of this research shows that the implementation of the policy of smoke-free area in
Temuwuh Village Working Area Public Health Center Dlingo I Bantul has been held in two hamlets
that are Tanjung and Klepuh. There is some factors influence the implementation of policy such as
communication, resource, disposition and bureaucratic structure. Communication aspect is done by
socialization. The other aspect is resource aspect; it shows the lack of facilities and budget. In aspect
of disposition shows positive attitude of the policy actors. The last aspect is bureaucratic structure
shows the absence of SOP (Standard Operational Procedure).

Conclusion: Implementation of Smoke-Free Healthy Area policy is not running well because of some
aspects of inhibition like the difficulty of smoking behavior and also the barriers of communication
factors, resources and bureaucracy.

Keywords: Implementation, Policy, Smoke-Free Healthy Area


PENDAHULUAN Kawasan Tanpa Rokok, menyatakan
Kawasan Tanpa Rokok, yang
Undang-Undang Republik
selanjutnya disingkat KTR adalah
Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
ruangan atau area yang dinyatakan
tentang Kesehatan Pasal 1
dilarang untuk kegiatan merokok atau
menyatakan Kesehatan adalah
kegiatan memproduksi, menjual,
keadaan sehat, baik secara fisik,
mengiklankan, dan/atau
mental,spiritual maupun sosial yang
mempromosikan produk tembakau.
memungkinkan setiap orang untuk
hidup produktif secara sosial dan Peraturan Bupati Bantul Nomor
ekonomi. Pengertian ini sangatlah 18 tahun 2016 tentang Kawasan Bebas
serasi dengan definisi sehat dari Asap Rokok merupakan peraturan
Organisasi Kesehatan Dunia yaitu yang paling baru di tetapkan. Salah
World Health Organization/WHO yaitu satu kawasan bebas asap rokok yang
yang menyatakan bahwa kesehatan di atur dalam kebijakan tersebut yaitu
merupakan keadaan sejahtera dari Pusat Kesehatan Masyarakat
badan, jiwa, dan sosial yang (Puskesmas). Maka setiap Puskesmas
memungkinkan setiap orang hidup yang merupakan satuan unit pelayanan
produktif secara sosial, dan ekonomis. kesehatan seharusnya menjadi
Perilaku merokok merupakan percontohan turut menerapkan
perilaku yang kompleks, yang di awali kawasan sehat bebas asap rokok
dan berlanjut yang di sebabkan oleh tersebut.
beberapa variabel yang berbeda Berdasarkan hasil studi
(Wismanto dan Sarwo, 2007). Perilaku pendahuluan di Dinas Kesehatan
merokok dilihat dari sudut manapun Kabupaten Bantul dari 26 Puskesmas
sangat merugikan, baik untuk diri di dapatkan hasil untuk Rekapitulasi
sendiri maupun orang sekelilingnya. PHBS Rumah tangga dari indikator
Dasar Hukum Kawasan Sehat kesepuluh yaitu tidak merokok di dalam
Bebas Asap Rokok di Indonesia yaitu rumah sebagai berikut:
Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 36 Tahun 2009 tentang Tabel 1 Rekapitulasi PHBS Rumah
kesehatan pasal 115 menetapkan Tangga Indikator Kesepulu Tahun 2016
Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Indikato
Jumlah r
(KTR) dan Peraturan Bersama Menteri
No Puskesmas RT Di Kesepul % PHBS
Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Survey uh
PHBS
Nomor 188/MENKES/PB/I/2011 Nomor
1 Srandakan 8298 4744 57,17 %
7 Tahun 2011 Tentang Pedoman 2 Sanden 6592 3333 50,56 %
3 Kretek 7973 4682 58,72 % Tabel 2
4 Pundong 5205 2424 46,57 %
Rekapitulasi Pemantauan Tatanan
5 Bambanglip 3794 2232 58,83 %
uro PHBS Rumah Tangga Wilayah Kerja
6 Pandak I 6036 3731 61,81 % Puskesmas Dlingo I Bantul Tahun 2017
7 Pandak II 6204 3792 61,12 %
8 Pajangan 9291 4614 49,66 %
9 Bantul I 8087 4845 59,91 % Indikator
N Desa Jumlah 10 Presentase
10 Bantul II 8578 4748 55,35 % o Rumah P (%)
11 Jetis I 8775 5055 57,61 % Tangga
1 Temuwuh 1953 1085 55,55 %
12 Jetis II 6196 3347 54,02 %
2 Dlingo 1416 863 60,94 %
13 Imogiri I 7546 4301 57,00 %
14 Imogiri II 7732 4640 60,01 % 3 Mangunan 1107 636 57,45 %

15 Dlingo I 4556 1911 41,94 % Jumlah 4476 2584 57,73 %

16 Dlingo II 5982 3068 51,29 % Sumber: Seksi Promosi Kesehatan


17 Banguntapa 5950 3628 60,97 %
Puskesmas Dlingo I Bantul Tahun 2017
nI
18 Banguntapa 3425 2138 62,42 %
n II Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa
19 Banguntapa 3211 2305 71,78 %
n III
hasil presentase untuk PHBS indikator ke
20 Pleret 6497 3924 60,40 % sepuluh yaitu tidak merokok di dalam
21 Piyungan 9232 4813 52,13 %
rumah presentase yang paling kecil yaitu
22 Sewon I 10714 7894 73,68 %
23 Sewon II 12720 8387 65,94 % terdapat pada Desa Temuwuh dengan
24 Kasihan I 12184 7471 61,32 % jumlah persentase 55,55 %, menandakan
25 Sedayu I 4247 2166 51,00 %
bahwa dari ke tiga desa cakupan wilayah
26 Sedayu II 6637 4045 60,95 %

Sumber: Promkes Dinas kerja Puskesmas Dlingo I Bantul yaitu

Kesehatan Kabupaten Bantul Desa Temuwuh merupakan Desa yang


paling tinggi untuk perilaku merokok di
Pada tabel 1 dapat diketahui dalam rumah.
bahwa hasil persentase terkecil PHBS Studi Pendahuluan yang dilakukan
indikator ke sepuluh yaitu terdapat di peneliti pada tanggal 14 Januari 2018 di
Puskesmas Dlingo I Bantul dengan Desa Temuwuh yaitu bertemu dengan
nilai presentase sebesar 41,94 % yang Kader PKK Desa Temuwuh diketahui
artinya perilaku merokok masyarakat di bahwasannya di Desa Temuwuh sudah
wilayah kerja Puskesmas Dlingo I dilakukan upaya untuk menanggulangi
masih cukup tinggi di antara perilaku merokok tersebut yaitu melalui
Puskesmas lainnya di wilayah kerja deklarasi Kawasan Sehat Bebas Asap
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Rokok yang baru di sepakati di dua Dusun
yang berada di Desa Temuwuh yaitu
Dusun Tanjung dan Dusun Klepuh.
Berdasarakan latar belakang masalah 2. Pelaksana Promosi Kesehatan
tersebut peneliti tertarik untuk meneliti Puskesmas Dlingo I Bantul
tentang “Bagaimana Implementasi 3. Kepala Desa Temuwuh
Kebijakan Kawasan Sehat Bebas Asap 4. Kader Kesehatan Dusun Tanjung
Rokok di Desa Temuwuh Wilayah Kerja 5. Kader Kesehatan Dusun Klepuh
Puskesmas Dlingo I Bantul Tahun 2018?“. 6. Perokok Aktif Dusun Tanjung
TUJUAN PENELITIAN 7. Perokok Aktif Dusun Klepuh

Untuk Menganalisis Implementasi TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Kebijakan Kawasan Sehat Bebas
Teknik pengumpulan data
Asap Rokok di Desa Temuwuh
dalam penelitian ini yaitu dilakukan
Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo I
dengan observasi, wawancara dan
Bantul.
dokumentasi.
METODE PENELITIAN
TEKNIK ANALISIS DATA
Jenis penelitian ini menggunakan
Pada penelitian analisis data
penelitian deskriptif kualitatif. Rancangan
dilakukan dengan reduksi data
penelitian yang digunakan dalam
(data reduction), penyajian data
penelitian ini adalah studi kasus.
(data display), dan penarikan
POPULASI DAN SAMPEL kesimpulan (conclusion
drawing/virification).
Pengambilan sampel subjek
atau narasumber dalam penelitian ini
HASIL PENELITIAN DAN
menggunakan teknik sampling non
PEMBAHASAN
probablility sampling dalam hal ini
1. Karakteristik Informan
menggunakan purposive sampling.
Peneliti melakukan
Penentuan sampel ini atas dasar
wawancara pada bulan
pertimbangan tertentu dimaksudkan
Februari 2018 di Puskesmas
untuk memperoleh berbagai macam
Dlingo I Bantul dan Desa
narasumber yang tepat sehingga
Temuwuh. Informan dalam
dapat diperoleh data dengan
penelitian ini berjumlah 5 orang
sebanyak mungkin informasi sehingga
yang terdiri dari Kepala
dapat diperoleh kebenaran dari
Puskesmas Dlingo I Bantul,
informasi yang disampaikan oleh
Pelaksana Promkes, Kepala
narasumber. Berikut yang menjadi
Desa Temuwuh, Kader
narasumber pada penelitian ini:
Kesehatan Dusun Tanjung dan
1. Kepala Puskesmas Dlingo I Bantul
Kader Kesehatan Dusun
Klepuh dengan deskripsi kepada masyarakat berdasarkan
sebagai berikut: Peraturan Bupati Bantul Nomor 18
tentang Kawasan Bebas Asap Rokok
Tabel 3
yaitu diantaranya rumah, fasilitas
Karakteristik Informan Dalam
pelayanan kesehatan, tempat kerja
Penelitian Di Desa Temuwuh Wilayah
dan tempat untuk pertemuan atau
Kerja Puskesmas Dlingo I Bantul
rapat.
Tahun 2018
Implementasi merupakan
Subjek JK Pendidikan Jabatan proses yang memerlukan tindakan-
NA L S1 Kepala Puskesmas tindakan sistematis. Implementasi
Dlingo I Bantul
Kebijakan Kawasan Sehat Bebas
KN P S1 Pelaksana Promkes
Puskesmas Dlingo I Asap Rokok di Desa Temuwuh
Bantul Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo I
SE L S1 Kepala Desa Temuwuh
Bantul melewati beberaa tahapan
PN P SLTA Kader Kesehatan Dusun
Tanjung yaitu pengoganisasian, interpretasi,
SP P SLTP Kader Kesehatan Dusun dan aplikasi.
Klepuh
3. Komunikasi
GN L SLTP Perokok Aktif Dusun
Klepuh Model Edward III
PJ L SLTP Perokok Aktif Dusun
mengemukakan bahwa komunikasi
Tanjung
kebijakan tediri dari tiga dimensi yaitu
dimensi transmisi (transmission),
2. Implementasi Kebijakan Kawasan
kejelasan (clarity), dan konsistensi
Sehat Bebas Asap Rokok di Desa
(consistency).
Temuwuh Wilayah Kerja
a. Transmisi
Puskesmas Dlingo I Bantul
Transmisi dalam komunikasi
Pelaksanan kebijakan
implementasi kebijakan kawasan
Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok di
sehat bebasa asap rokok telah di
Desa Temuwuh Wilayah Kerja
laksanakan. kegiatan sosilisasi
Puskesmas Dlingo I Bantul yaitu
yang dilakukan Puskesmas Dlingo
Kepala Puskesmas, Koordinator
I Bantul dilakukan melalui tiga step
Promkes, Kepala Desa dan
yaitu advokasi, sosilisasi dan juga
masyarakat yang membantu
deklarasi . sosilaisasi dilakukan
terlaksananya Program Kawasan
dengan cara megumpulkan tokoh
Sehat Bebas Asap Rokok ini. Pihak
masyarakat, kader kesehatan,
Puskesmas memiliki kewajiban atau
perokok aktif dan juga perangkat
tugas untuk menyampaikan kebijakan
desa, dimana proses sosialisasi ini
Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok
merupakan hal yang penting dalam
proses komunikasi agar informasi yaitu kepala Puskesmas, bagian
yang disampaikan terlaksana Promkes Puskesmas Dlingo I
dengan baik kepada kelompok Bantul, Pamong desa dan juga
sasaran yang di tuju. beberapa tokoh masyarakat serta
b. Kejelasan kader-kader kesehatan yag
Kejelasan dalam komunikasi menjadi pelopor terlaksananya
implementasi kebijakan Kawasan kebijakan Kawasan Sehat Bebas
Sehat Bebas Asap Rokok di Desa Asap Rokok tersebut kepada
Temuwuh Wilayah Kerja masyarakat, sehingga dapat
Puskesmas Dlingo I Bantul tahun dikatan sumber daya manusia
2018 menunjukan bahwa dalam pelaksanaan kebijakan ini
kejelasan tentang kebijakan sudah terpenuhi.
peraturan bupati bantul nomor 18 b. Sumber Daya Anggaran
tahun 2016 tentang kawasan Sumber Daya Anggaran sudah
bebas asap rokok sudah cukup ada, akan tetapi hanya baru
jelas. sampai dalam tahap deklarasi
c. Konsistensi dalam pelaksanaan
Konsistensi pelaksanaan kebijakan impelementasi kebijakan Kawasan
Kawasan Sehat Bebas Asap Sehat Bebas Asap Rokok
Rokok di Desa Temuwuh belum c. Sumber Daya Wewenang
sepenuhnya terlaksana dengan Belum adanya wewenang berupa
baik karena masih terdapat kebijakan khusus dalam
beberapa masyarakat yang dalam implementasi kebijakan Kawasan
keseharian mereka masih merokok Sehat Bebas Asap Rokok di Desa
di tempat yang merupakan Temuwuh
kawasan bebas asap rokok. d. Sumber Daya Fasilitas
4. Sumber Daya Sumber daya fasilitas yang ada
Model Edward III mengemukakan hanya berupa baner deklarasi dan
bahwa sumber daya kebijakan tediri sticker tanda larangan merokok
dari beberapa dimensi diantaranya 5. Disposisi
yaitu sumber daya manusia, Sikap Positif dari para pelaksana
anggaran, wewenang dan fasilitas. terkait implementasi kebijakan
a. Sumber Daya Manusia Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok
Sumber daya manusia yang 6. Struktur Birokrasi
terlibat dalam pelaksanaan Belum adanya Standart Operating
kebijakan Kawasan Sehat Bebas Procedure (SOP) yang menjadi
Asap Rokok dari pihak Puskesmas pedoman khusus dalam pelaksanaan
kebijakan awasan tanpa rokok di dikatakan walaupun belum
Desa temuwuh Wilayah Kerja dibenuknya tim khusus dalam
Puskesmas Dlingo I Bantul. pelaksanaan kebijakan Kawasan
7. Faktor penghambat Implementasi Sehat Bebas Asap Rokok sudah
Kebijakan Kawasan Sehat Bebas mempunyai sumber daya manusia
Asap Rokok yang baik dan cukup. Dalam hal
Terdapat beberapa kendala yaitu sumber daya anggaran dan fasilitas
diantaranya belum semua warga belum sepenuhnya mencukupi. Hal
mengetahui adanyanya kebjakan tersebut karena anggaran dan
Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok fasilitas yang ada masih sanagat
ini, tidak semua warga menyetujui minim
adanya Kawasan Sehat Bebas Asap 3. Disposisi atau komitmen pelaksana
Rokok, kesadaran yang dimiliki oleh kebijakan Kawasan Sehat Bebas
warga yang masih kurang dan Asap Rokok, dapat dikatakan masih
terdapat beberapa warga yang masih tidak mendapatkan dukungan penuh
melanggar terhadap kebijakan dari para pelaksananya. Hal tersebut
Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok dibuktikan dengan masih adanya
ini.\ pelaksana kebijakan yang merokok di
Kesimpulan Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok.
4. Struktur birokrasi di Desa Temuwuh
Berdasarkan analisis yang
Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo I
dilakukan terhadap Implementasi
Bantul mengenai SOP, kebijakan
Kebijakan Kawasan Sehat Bebas
Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok
Asap Rokok di Desa Temuwuh
belum mempunyai SOP. Belum
Wilayah Kerja Puskesmas Dlingo I
adanya regulasi berupa SOP yang
Bantul, peneliti menyimpulkan:
menjadi pedoman pelaksanaan
1. Komunikasi belum dapat mencapai
kebijakan ini sehingga membuat
sasaran hal tersebut dapat dilihat
kebijakan tersebut belum dapat
dari walaupun sudah ada sosialisasi
berjalan dengan baik.
dan tanda larangan merokok tetapi
Faktor penghambat
masih ditemukannya pelaksana
Implementasi Kebijakan Kawasan
kebijakan yang merokok pada
Sehat Bebas Asap Rokok di Desa
Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok.
Temuwuh Wilayah Kerja Puskesmas
2. Sumber daya terbagi menjadi empat
Dlingo I Bantul yaitu sulitnya
yaitu sumber daya manusia,
kebiasaan merokok dan juga terdapat
anggaran,fasilitas dan kewenangan.
hambatan dari faktor komunikasi yang
Pada sumber daya manusia dapat
berupa konsistensi, sumber daya
yaitu fasilitas dan anggaran, disposisi Kasus Di Rumah Sakit Umum
yaitu dari sikap pelaksana kebijakan Daerah Abdul Wahab Sjahranie
dan dari struktur birokrasi yaitu belum (Rsud Aws) Kota Samarinda).
adanya SOP. Samarinda. Universitas
Mulawarman
DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes. 2011. Pedoman


Pengembangan Kawasan Sehat
Agustino, Leo. 2016. Dasar-dasar
Bebas Asap Rokok
Kebijakan Publik (edisi revisi).
Bandung. Alfabeta
Kemenkes. 2013. Riset Kesehatan Dasar
2013
Arikunto. 2014. Prosedur Penelitian Studi
Pendekatan Praktik. Jakarta.
Monica, Reza dan Pambudu, Argo. 2016.
Rineka Cipta
Implementasi Kebijakan Kawasan
Tanpa Rokok Di Kota Yogyakarta.
Ayuningtyas, Dumilah.2014. Kebijakan
Yogyakarta. Universutas Negeri
Kesehatan Prinsip dan Praktik.
Yogyakarta
Depok. Raja Grafindo Persada

Notoatmodjo. 2012.Metodologi
Azkha, Nzwardi. 2013. Studi Efektivitas
Penelitian Kesehatan. Jakarta.
Penerapan Kebijakan Perda Kota
Rineka Cipta
Tentang Kawasan Tanpa Rokok
(Ktr) Dalam Upaya Menurunkan
Peraturan Bupati Bantul Nomor 18 tahun
Perokok Aktif Di Sumatera Barat
2016 Tentang Kawasan Sehat
Tahun 2013. Padang. Univeritas
Bebas Asap Rokok
Andalas

Peraturan Bupati Sleman Nomor 42


Infodatin. 2013. Perilaku Merokok
Tahun 2012 Tentang Kawasan
Masyarakat Indonesia
Sehat Bebas Asap Rokok
Berdasarkan Riskesdas Tahun
2007 dan 2013 Peraturan Daerah Kabupaten Kulonprogo
Nomor 5 Tahun 2014 Tentang
Ingan, Falentina Agun. 2016.
Kawasan Sehat Bebas Asap
Implementasi Peraturan Gubernur
Rokok
Nomor 1 Tahun 2013 Tentang
Kawasan Tanpa Rokok (Studi
Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Di SMA Gadjah Mada Yogyakarta.
Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Yogyakarta. Universitas Negeri
Kawasan Sehat Bebas Asap Yogyakarta
Rokok
Undang-undang Nomor 36
Perauran Daerah Kabupaten Gunung Tentang Kesehatan (Kawasan
Kidul Nomor 7 Tahun 2015 Sehat Bebas Asap Rokok)
Tentang Kawasan Sehat Bebas
Asap Rokok Widodo, Joko. 2017. Analisis
Kebijakan Publik. Malang. Media
Peraturan Gubernur Nomor 42 Tahun Nusa Creative
2009 Tentang Kebijakan Kawasan
Dilarang Merokok Winarno, Budi. 2012. Kebijakan Publik:
Teori dan Proses (edisi revisi).
Purwanto, Erwan Agus dan Sulistyastuti, Jakarta. Media Pressindo
Dyah Ratih. 2012. Implementasi
Kebijakan Publik Konsep dan Wismanto, Bagus Y dan Sarwo, Budi Y.
Aplikasi Di Indonesia. Yogyakarta. 2007. Strategi Pengehentian
Penerbit Gava Media Perilaku Merokok.Semarang.
Penerbit Universitas Katolik
Subarsono. 2016. Analisis Soegijapranata
Kebijakan Publik. Yogyakarta.
Pustaka Pelajar World Lung Foundation.2015. Epidemic Is
At A Critical Stagge. Bolder,
Suharno. 2013. Dasar-dasar Urgent Action Is Needed.
kebijakan Publik. Yogyakata. http://3pk43x313ggr4cy0lh3tctjh.w
Penerbit Ombak pengine.netdna-cdn.com/wp-
content/uploads/2015/02/TA5_Fact
Sugiyono. 2016. Memahami Sheet_Indonesia.pdf. Di akses 12
Penelitian Kualitatif. Bandung. oktober 2017 jam 17.37
Alfabeta

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian


Kebijakan. Bandung. Alfabeta

Tarua, Zismeda. 2016. Implementasi


Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok