You are on page 1of 11

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/307167665

ANALISIS TEGANGAN-REGANGAN, TEKANAN AIR PORI DAN STABILITAS


MODEL DAM TIMBUNAN TANAH

Article · December 2014

CITATIONS READS

0 2,409

2 authors:

Berty Sompie Christian Pontororing


Sam Ratulangi University Sam Ratulangi University
19 PUBLICATIONS   8 CITATIONS    1 PUBLICATION   0 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

micro tablet of nacre layer in the shell of freshwater bivalve View project

PENGARUH BAHAN CAMPURAN ARANG TEMPURUNG TERHADAP KONSOLIDASI SEKUNDER PADA LEMPUNG EKSPANSIF View project

All content following this page was uploaded by Berty Sompie on 28 August 2016.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

ANALISIS TEGANGAN-REGANGAN, TEKANAN AIR PORI DAN


STABILITAS MODEL DAM TIMBUNAN TANAH
Oktovian B. A. Sompie
Dosen Pascasarjana Program Studi S2 Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi

Christian Pontororing
Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi

ABSTRACT
The need of dam is considered necessary for an area, the residential area located in the Watershed
(DAS) experience frequent flooding when the river water is at high water level. That is why we need
to learn the behavior of the soil embankment dams associated with the stress-strain, pore water
pressure and stability to obtain a soil embankment dam design is safe from collapse or failure.
Various ways can be done to analyze it, one of which program is to make a model dam with a
calculation using the program Plaxis. In modeling this dam soil was taken from the site Doloduo II,
Kotamobagu, namely silty clay then modeled in an experimental box. Dams were given treatment in
the form of the addition of water to a certain height. Dam stability is observed with pore water
pressure and other things that happened in the modeling, then compared with analysis using Plaxis
3D Foundation program is made in three calculation process.
Keyword: Modeling of dam, Stress-Strain, Pore Water Pressure, Program Plaxis.

PENDAHULUAN untuk menentukan nilai tegangan-regangan,


tekanan air pori dan faktor keamanan dengan
Latar Belakang metode elemen batas pada program Plaxis.
Kebutuhan pembangunan konstruksi
bendungan di anggap perlu untuk suatu daerah, Pembatasan Masalah
dimana daerah tersebut merupakan kawasan Pembatasan masalah ini meliputi hal – hal
rumah penduduk yang terletak di Daerah Aliran sebagai berikut :
Sungai (DAS) yang sering terjadi banjir ketika 1. Perilaku tegangan-regangan adalah
air sungai berada pada muka air tinggi. Adapun tegangan regangan total
konstruksi yang material bangunannya adalah 2. Perilaku tekanan air pori adalah tekanan
tanah merupakan suatu konstruksi yang biayanya pori aktif
tergolong murah, jika dibandingkan dengan 3. Kestabilan dam, ditentukan oleh hasil
konstruksi beton,dsb. Namun selain ditinjau dari faktor keamanan
segi biaya, konstruksi dam timbunan tanah ini 4. Metode yang digunakan adalah Finite
juga harus diperhatikan segi kekuatannya. Element Method (FEM) pada program
Apalagi fungsi dari dam itu sendiri yang harus komputer Plaxis.
mampu menahan air pada suatu aliran sungai. 5. Beban yang dihitung hanya berupa berat
Maka, perlu dipelajari bagaimana perilaku sendiri tanah bendungan.
bendungan timbunan dikaitkan dengan tegangan-
regangan, tekanan air pori dan stabilitas untuk Tujuan Penelitian
memperoleh suatu desain bendungan timbunan Mengetahui kondisi dam timbunan melalui
tanah yang aman dari keruntuhan atau pemodelan dan untuk memperoleh nilai
kelongsoran, penurunan yang berlebihan, tegangan-regangan, tekanan air pori, dan faktor
pergeseran tanah dan rembesan yang terlalu keamanan
besar serta ekonomis.
Manfaat Penelitian
Rumusan Masalah Mendapatkan suatu desain bendungan
Dengan diperolehnya data parameter tanah timbunan tanah yang aman dan ekonomis untuk
dari uji laboratorium akan dibuat suatu daerah tertentu yang sering terjadi banjir
pemodelan bendungan yang kemudian dipelajari diakibatkan meluapnya air sungai.
205
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

TINJAUAN PUSTAKA Merupakan tegangan dalam tanah yang


dipengaruhi oleh gaya-gaya dari air yang terdapa
Dam Timbunan Tanah (earthfill dam) di dalam tanah. Pertama kali diperkenalkan oleh
Menurut ICOLD (International Commition Terzaghi tahun 1923 berdasarkan hasil
On Large Dams) dam timbunan tanah atau juga percobaan. Diaplikasikan pada tanah yang jenuh
disebut bendungan urugan tanah didefinisikan air dan berhubungan dengan dua tegangan:
sebagai bendungan yang dibangun dari hasil a. Tegangan normal total (σ)
penggalian bahan (material) tanpa tambahan b. Tekanan air pori (u)
bahan lain yang bersifat campuran secara kimia, '  u (2.2)
jadi betul–betul bahan pembentuk bendungan u  w.Z (2.3)
asli.  '  (t  w)Z
Tipe bendungan dalam disain ini
 '   '.Z (2.4)
berdasarkan konstruksinya adalah bendungan
urugan serbasama (homogeneous dams). Sering
disebut sebagai bendungan urugan tanah, biarpun Stabilitas Konstruksi Bendungan
sesungguhnya kurang tepat karena pengertiannya Merupakan perhitungan konstruksi untuk
lebih luas. Bendungan urugan serba sama menentukan ukuran (dimensi) bendungan agar
merupakan bendungan yang lebih dari setengah mampu menahan muatan-muatan dan gaya-gaya
volumenya terdiri dari bahan bangunan yang yang bekerja padanya dalam keadaan apapun
seragam. juga.
Sementara berdasarkan fungsinya, tipe
bendungan ini disebut bendungan sisi (high level Syarat-syarat stabilitas konstruksi
dam) karena terletak disebelah sisi kiri dan atau 1. Lereng disebelah hulu dan hilir harus tidak
sisi kanan bendungan utama yang tinggi mudah longsor
puncaknya juga sama. Ini dipakai untuk 2. Harus aman terhadap geseran
membuat proyek se optimal-optimalnya, artinya 3. Harus aman terhadap penurunan bendungan
dengan menambah tinggi pada bendungan utama 4. Harus aman terhadap rembesan
diperoleh hasil yang sebesar-besarnya biarpun
harus menaikkan sebelah sisi kiri dan atau sisi Keadaan berbahaya yang harus ditinjau di
kanan. Namun dalam kasus ini bendungan juga dalam perhitungan
berfungsi sebagai talud untuk mencegah banjir. Ada 4 keadaan yaitu:
1. Pada akhir pembangunan.
Berdasarkan penyelidikan tanah, baik di
Tegangan dalam Tanah lapangan maupun laboratorium dapat diambil
Bahasan ini mengenai prinsip-prinsip kesimpulan bahwa tanah hanya dapat dipakai
perhitungan besarnya kenaikan tegangan pada secara maksimal apabila kadar airnya mencapai
tanah yang diakibatkan oleh bermacam-macam optimal. Ini berarti bahwa pada akhir
pembebanan berdasarkan pada teori elastis. pembangunan masih terdapat kadar air yang
Biarpun tanah secara aslinya sebagian besar besar, sehingga tegangan pori yang timbul juga
adalah tidak elastis penuh, tidak isotropis, dan besar. Kadar air yang besar, sehingga tegangan
juga tidak homogen, perhitungan untuk pori yang timbul juga besar. Keadaan berbahaya
memperkirakan besarnya kenaikan tegangan yang harus ditinjau adalah daerah kemiringan
umumnya memberi hasil yang cukup baik untuk sebelah hilir.
maksud-maksud praktis di lapangan. 2. Pada waktu waduk terisi air penuh dan
terdapat rembesan tetap.
Tegangan akibat berat sendiri tanah Makin tinggi permukaan air yaitu pada saat
1. Tegangan normal total waduk terisi air penuh merupakan keadaan yang
Merupakan perkalian dari berat volume berbahaya, sehingga ditinjau dalam perhitungan.
tanah dengan kedalaman titik yang ditinjau. Keadaan berbahaya yang harus ditinjau adalah
Dengan tidak memperhitungkan pengaruh air, kemiringan sebelah hilir.
persamaannya adalah sebagai berikut: 3. Pada waktu waduk terisi air sebagian dan
  t.Z (2.1)
terdapat rembesan tetap.
Ini perlu ditinjau karena longsornya
2. Tegangan efektif
bendungan tergantung dari beberapa factor dan
kadang-kadang yang berbahaya justru bukan
206
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

pada waktu waduk penuh tetapi hanya sebagian Longsoran


saja. Keadaan berbahaya ini harus ditinjau adalah Longsoran adalah gerakan yang terdiri dari
kemiringan sebelah hulu. regangan geser dan perpindahan sepanjang
4. Pada waktu waduk terisi air penuh dan turun bidang longsoran di mana massa berpindah
secara tiba-tiba. melongsor dari tempat semula dan terpisah dari
Pada waktu waduk terisi air penuh maka massa tanah yang mantap. Dalam hal ini,
tekanan air porinya sangat besar, bagian di keruntuhan geser tidak selalu terjadi secara
dalamwaduk mendapatkan tekanan air ke atas serentak pada suatu bidang longsoran, tapi dapat
sehingga beratnya berkurang. Pada waktu berkembang dari keruntuhan geser setempat.
permukaan atiba-tiba maka air dari pori-pori Jenis longsoran dibedakan menurut bentuk
akan sangat lambat hilangnya sehingga masih bidang longsoran yaitu rotasi (nendatan) dan
terisi air dan dalam keadaan basah maka translasi, dan dapat dibagi lagi : (a) material yang
beratnya menjadi bertambah besar karena bergerak relatif utuh dan terdiri dari satu atau
tekanan air ke atas tidak ada lagi. Keadaan beberapa blok dan (b) material yang bergerak
berbahaya yang harus ditinjau adalah disebelah dan sangat berubah bentuknya atau terdiri dari
hulu. banyak blok yang berdiri sendiri.
Longsoran rotasi adalah longsoran yang
Klasifikasi Gerakan Tanah mempunyai bidang longsor berbentuk : setengah
Tipe gerakan tanah dibagi menjadi lima lingkaran, log spiral, hiperbola atau bentuk
kelompok utama yaitu: runtuhan, jungkiran, lengkung tidak teratur lainnya.. Retakan-
longsoran, penyebaran lateral dan aliran. retakannya berbentuk konsentris dan cekung ke
Kelompok keenam adalah majemuk yaitu arah gerakan dan dilihat dari atas berbentuk
kombinasi dua atau lebih tipe gerakan tersebut di sendok. Rotasi bisa terjadi tunggal, ganda atau
atas. Adapun kelima tipe gerakan tanah dapat berantai.
diuraikan sebagai berikut: Longsoran translasi umumnya ditentukan
oleh bidang lemah seperti sesar, kekar perlapisan
Runtuhan dan adanya perbedaan kuat geser antar lapisan
Runtuhan merupakan gerakan tanah yang atau bidang kontak antara batuan dasar dengan
disebabkan keruntuhan tarik yang diikuti dengan bahan rombakan di atasnya. Untuk translasi
tipe gerakan jatuh bebas akibat gravitasi. Pada berantai gerakannya menjalar secara bertahap, ke
tipe runtuhan ini massa tanah atau batuan lepas atas lereng akibat tanah di belakang gawk sedikit
dari suatu lereng atau tebing curam dengan demi sedikit diperlemah oleh air yang mengisi
sedikit atau tanpa terjadi pergeseran (tanpa retakan-retakan.
bidang longsoran) kemudian meluncur sebagian
besar di udara seperti jatuh bebas, loncat atau Penyebaran Lateral
menggelundung. Runtuhan tanah dapat terjadi Penyebaran lateral adalah gerakan
bila material yang di bawah lebih lemah (antara menyebar ke arah lateral yang ditimbulkan oleh
lain karena tererosi, penggalian) dari pada retak geser atau retak tarik. Tipe gerakan ini
lapisan di atasnya. Runtuhan batuan dapat terjadi dapat terjadi pada batuan ataupun tanah.
antara lain karena adanya perbedaan pelapukan, Penyebaran lateral dapat dibedakan dalam dua
tekanan hidrostatis karena masuknya air ke tipe yaitu :
dalam retakan, serta karena perlemahan akibat a. Gerakan yang menghasilkan sebaran yang
struktur geologi (antara lain kekar, sesar, menyeluruh dengan bidang geser atau zona
perlapisan). aliran plastis yang sulit dikenali dengan baik.
Gerakan ini banyak terjadi pada batuan
Jungkiran dasar, terutama yang terletak pada puncak
Jungkiran adalah jenis gerakan memutar ke tebing.
depan dari satu atau beberapa blok tanah/batuan b. Gerakan yang mencakup retakan dan
terhadap titik pusat putaran di bawah massa penyebaran material yang relatif utuh
batuan oleh gaya gravitasi dan atau gaya dorong (batuan dasar atau tanah), akibat pencairan
dari massa batuan di belakangnya atau gaya yang (liquefaction) atau almn plastis material di
ditimbulkan oleh tekanan air yang mengisi bawahnya. Blok di atasnya dapat ambles,
rekahan batuan. Jungkiran ini biasanya terjadi melongaor, memutar, hancur mencair dan
pada tebing-tebing yang curam dan tidak mengalir. Mekanisme gerakan ini tidak saja
mempunyai bidang longsoran. rotasi dan translasi tetapi juga aliran. Karena
207
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

itu penyebaran lateral ini dapat bersifat Tegangan adalah sebuah gaya tarik/tekan
majemuk. yang mana dapat ditunjukkan oleh sebuah
Matriks dalam koordinat Cartesius (sumbu x,y
Aliran dan z). Dalam kodisi tegangan tarik adalah
Aliran adalah jenis gerakan tanah di mana simetris dalam teori deformasi standar, tegangan
kuat geser tanah kecil sekali atau boleh dikatakan ditulis dalam notasi vector, yang mana hanya
tidak ada, dan material yang bergerak berupa meliputi enam komponen:
material kental. Termasuk dalam tipe ini adalah
gerakan yang lambat, berupa rayapan pada massa   ( xx yy  zz xy  yz  zx ) T
……….. (1)
tanah plastis yang menimbulkan retakan tarik
tanpa bidang longsoran.
Berdasarkan pada prinsip Terzaghi,
Rayapan di sini dianggap sama dengan arti
tegangan dalam tanah dibagi kedalam tegangan
rayapan pada mekanika bahan yaitu deformasi
efektif, dan tekanan pori
yang terjadi terus menerus di bawah tegangan
yang konstan. Pada material yang tidak
   'u ……………………………… (2)
terkonsolidasi, gerakan ini umumnya berbentuk
aliran, baik cepat atau lambat, kering at au basah.
Aliran pada batuan sangat sulit dikenali karena Regangan
gerakannya sangat lambat dengan Regangan adalah sebuah alat
retakan.retakan yang rapat dan tidak saling penarik/pengencang yang mana dapat
berhubungan yang menimbulkan lipatan, ditunjukkan oleh sebuah Matriks dalam
lenturan atau tonjolan. koordinat Cartesius (sumbu x,y dan z). Dibawah
kondisi diatas, regangan sering kali ditulis dalam
Majemuk notasi vector, yang mana hanya meliputi enam
Majemuk merupakan gabungan dua atau komponen:
lebih tipe gerakan tanah seperti diterangkan di
atas   ( xx  yy  zz  xy  yz  zx ) T
…………… (3)

Program Plaxis Ukuran isi regangan didefinisikan


Plaxis adalah paket program finite elemen 208iteratu untuk pemadatan dan positif untuk
untuk analisa 2 dimensi dari deformasi dan pemuaian. Untuk jenis elastoplastis,
stabilitas dalam rekayasa geoteknik. Dengan sebagaimana digunakan dalam Plaxis, regangan
program ini kita dapat mengetahui faktor dikomposisikan kedalam elastic dan komponen
keamanan dari suatu lereng. Plaxis mulai plastis.
dikembangkan sekitar tahun 1987 di Technical
University of Delfy atas inisiatif dari Dutch    e   p ….………………………… (4)
Departement of Public Works and Water
Management. Tekanan Pori
Plaxis adalah program elemen hingga untuk Tekanan pori umumnya berasal dari air di
aplikasi geoteknik dimana digunakan model- dalam pori. Air setelah dipertimbangkan tidak
model tanah untuk melakukan simulasi terhadap untuk menopang tegangan geser. Sebagai hasil,
perilaku dari tanah. tegangan geser adalah sama dengan jumlah
tegangan geser. Komponen tegangan normal
Tegangan positif telah dipertimbangkan untuk
melaksanakan tegangan tarik. Mengingat, air
dianggap sebagai bahan isotropis, jadi semua
tekanan pori dianggap sama. Karena itu, tekanan
pori dapat dapat dihasilkan oleh sebuah nilai,

  (  w  w  w 000) T ………….. (5)

Model Mohr-Coulomb
Gambar 1. Sistem koordinat, contoh pada bidang Model yang sederhana namum handal ini
kerja dan indikasi komponen tegangan positif
(sumber: Plaxis 2D, 1998)
didasarkan pada parameter-parameter tanah yang
208
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

telah dikenal baik dalam praktek rekayasa teknik kegagalan ini mendekat, karena proses iterasi
sipil. Model Mohr-Coulomb dapat digunakan tidak mungkin saling bertemu dalam situasi
untuk menghitung tegangan pendukung yang seperti ini.
realistis pada muka terowongan, beban batas - Beban Gravitasi
pada pondasi dan lain-lain. Model ini juga dapat Beban Gravitasi adalah jenis perhitungan
digunakan untuk menghitung faktor keamanan Plastis, di mana tegangan awal yang dihasilkan
dengan pendekatan ’Reduksi phi-c’. berdasarkan berat volumetrik tanah. Semua
pilihan yang tersedia untuk perhitungan Plastik
Jenis Kalkulasi yang tersedia. Dalam analisis memuat Gravitasi
Parameter pertama yang akan mengatur proporsi relatif berat dinaikkan dari 0 ke 1.
kapan mendefinisikan tahap perhitungan adalah Dalam semua fase setelah fase awal, berat tanah
Jenis perhitungan. Hal ini dilakukan dalam kotak penuh tetap diaktifkan. Beban gravitasi hanya
kombo di sisi kanan atas dari lembar tab Umum. tersedia untuk tahap perhitungan awal.
Perbedaan dibuat antara empat jenis dasar - Prosedur K0
perhitungan: perhitungan Plastis (plastic), Prosedur K0 hanya tersedia untuk tahap
analisis Konsolidasi (consolidation), beban perhitungan awal. Ini adalah metode perhitungan
gravitasi (gravity loading) dan prosedur Ko (Ko yang dapat digunakan untuk menentukan
procedure). Dua jenis terakhir hanya tersedia tegangan awal untuk model, dengan
untuk tahap awal. mempertimbangkan berat sendiri tanah.
- Kalkulasi Plastis
Sebuah perhitungan Plastis digunakan
untuk melakukan analisis deformasi elastis METODE PENELITIAN
plastis menurut teori deformasi kecil. Matriks
kekakuan dalam perhitungan plastis didasarkan Jenis data yang diperoleh dalam penelitian
pada geometri pembentukkan asli. Jenis ini adalah data kualitatif (merupakan data
perhitungan yang tepat dalam aplikasi geoteknik deskriptif atau dalam bentuk uraian) dan data
adalah yang paling praktis. Secara umum, kuantitatif (merupakan data dalam bentuk angka-
perhitungan plastik tidak mengambil efek waktu angka). Dimana berasal dari dua sumber yaitu:
ke dalam perhitungan kecuali bila model Tanah (1) Data Primer, merupakan data yang diperoleh
Lunak digunakan. dari pemeriksaan tanah di laboratorium;
Mengingat beban cepat dari air tanah (2) Data Sekunder, merupakan data yang
dipenuhi banyak jenis, perhitungan Plastik dapat diperoleh dari 209iterature atau buku-buku
digunakan untuk kasus pembatasan perilaku referensi yang digunakan sebagai bahan
sepenuhnya dikeringkan menggunakan pilihan acuan dalam penelitian ini.
pengeringan dalam set data material. Di sisi lain, Metode analisis yang digunakan bersifat
melakukan analisis sepenuhnya bisa dikeringkan deskriptif dan kuantitatif dengan memberikan
menilai penyelesaian dalam jangka panjang. Ini penelitian terhadap obyek yang akan diteliti,
akan memberikan prediksi yang cukup akurat dalam hal ini dilakukan pemodelan. Adapun
tentang situasi akhir, meskipun sejarah pendekatan model yang dilakukan adalah suatu
pembebanan yang tepat tidak diikuti dan proses kondisi rencana dilapangan, yang dibuat dalam
konsolidasi yang tidak ditangani secara eksplisit. skala kecil dengan menyamakan kondisi
- Analisis Konsolidasi geometri, parameter tanah dan pembatasan
Sebuah analisis Konsolidasi biasanya daerah tinjauan.
dilakukan bila diperlukan untuk menganalisis Teknik analisis yang digunakan untuk
perkembangan dan kemampuan untuk memperoleh perilaku tegangan-regangan,
mengurangi tekanan pori berlebih dalam tanah tekanan air pori dan stabilitas dalam disain dam
liat-jenis jenuh sebagai fungsi waktu. PLAXIS timbunan tanah adalah dengan langkah-langkah
3D memungkinkan untuk benar analisis sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi parameter-
konsolidasi plastis yang elastis. Secara umum, parameter tanah pada sampel tanah yang di uji di
konsolidasi analisis tanpa beban tambahan laboratorium; (2) Membuat pemodelan
dilakukan setelah perhitungan plastik ditiriskan. bendungan timbunan tanah; (3) Analisis hasil
Hal ini juga memungkinkan untuk menerapkan pemodelan; (4) Buat desain bendungan timbunan
beban selama analisis konsolidasi. Namun, tanah pada program plaxis.
perawatan harus dilakukan ketika Situasi

209
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

Tabel 2. Parameter yang digunakan dalam input program plaxis (sumber: hasil laboratorium)
Parameter Nama Tanah Tubuh Satuan
Dasar Bendung
Material model Model MC MC -
Type of behavior Type Undrained Undrained -
Berat volume tanah kering d 14.80 14.80 KN/m3
Berat volume tanah 15.17 17.47 KN/m3
Permeabilitas horizontal kx 6.03x10-3 0.00 m/day
Permeabilitas vertical ky 6.03x10-3 0.00 m/day
Modulus Elastisitas E 172 24193.5 KN/m2
Angka Poisson v 0.35 0.3 -
Kohesi c 7.65 30.00 KN/m2
o
Sudut geser dalam 20.55 25.09

Kemudian dikalkulasi, dengan menggunakan tiga proses kalkulasi sebagai berikut:

Tabel 3. Proses kalkulasi pertama (sumber: hasil penelitian)

Tabel 4. Proses kalkulasi kedua (sumber: hasil penelitian)

Tabel 5. Proses kalkulasi ketiga (sumber: hasil penelitian)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 6. Rangkuman Hasil Ketiga Proses Kalkulasi (sumber: hasil analisis)


Nama Perilaku Hasil Proses Hasil Proses Hasil Proses Satuan
Kalkulasi Kalkulasi Kalkulasi
Pertama Kedua Ketiga
Tegangan total - 834.01 -752.81 -199.31 KN/m2
Regangan total 7.62 13.21 3.07 %
Tekanan air pori total - 799.23 -178.64 -125.31 KN/m2
Tekanan air pori pada titik A-A -15 -25 - 25 KN/m2
Penurunan Total 1.43 1.67 0.001242 m
Visualisasi keruntuhan Runtuh Runtuh Tidak Runtuh -

210
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

Adapun berdasarkan proses kalkulasi yang Kemudian, dibuat dimensi yang aman dan efisien
ketiga, tanpa diuji kembali melalui pemodelan sebagai berikut:
melainkan langsung menggunakan program
Plaxis dicari dimensi bendungan timbunan tanah
yang aman dan juga efisien. Dimana dari dimensi Tabel 8. Dimensi bendungan aman dan efisien
yang sama seperti di pemodelan kemudian (sumber: hasil analisis)
diperkecil sehingga diperoleh kondisi dimensi Tanah Dasar
yang runtuh. Dimensi yang runtuh adalah sebagai Ukuran (m) Letak Geometri
berikut: (x,z,y)
Panjang 75 x = (0.00) - (75.00)
Tabel 7. Dimensi bendungan runtuh (sumber:
hasil analisis) Lebar 10 z = (0.00) - (10.00)
Tanah Dasar Tinggi 7.5 y = (-7.5) - (0.00)
Ukuran (m) Letak Geometri Tubuh Bendung
(x,z,y) Ukuran (m) Letak Geometri
Panjang 75 x = (0.00) - (75.00) (x,z,y)
Lebar 10 z = (0.00) - (10.00) Panjang 45 x = (15.0) – (60.0)
Tinggi 7.5 y = (-7.5) - (0.00) Bagian
Tubuh Bendung Bawah 5 x = (35.0) – (40.0)
Ukuran (m) Letak Geometri Panjang
(x,z,y) Bagian 7.5 y = (0.00) – (7.5)
Panjang 35 x = (20.0) – (55.0) Atas 10 z = (0.00) - (10.00)
Bagian Tinggi
Bawah 5 x = (35.0) – (40.0) Lebar
Panjang Tinggi Muka Air
Bagian 7.5 y = (0.00) – (7.5) Ukuran (m) Letak Geometri (y)
Atas 10 z = (0.00) - (10.00) Tinggi 5.00 (-7.5) - (5.0)
Tinggi
Lebar
Tinggi Muka Air
Ukuran (m) Letak Geometri (y)
Tinggi 7.5 (-7.5) - (7.5)
5.0 (-7.5) – (5.0)
1.0 (-7.5) – (1.0)

Hasilnya adalah: Gambar 3. Visualisasi akhir desain aman dan


efisien. (sumber: hasil analisis)

Dari proses kalkulasi ketiga juga dilakukan


analisis faktor keamanan untuk memastikan hasil
tersebut di atas dengan program Plaxis 7.2.
Berikut hasil faktor keamanannya: Dimensi aman
tetapi tidak efisien (lihat Tabel 1), FK = 1.375,
Dimensi runtuh (lihat Tabel 6), FK = 1.268,
Gambar 2. Visualisasi akhir desain runtuh - tinggi Dimensi aman dan efisien (lihat Tabel 7), FK =
air maksimum sampai minimum (sumber: hasil 1.319
analisis)
Tegangan-regangan
Hasil diatas menunjukkan bahwa dengan Hasil pemodelan yang hanya berdasarkan
dimensi tersebut dari ketinggian air maksimum sampel uji tekan bebas yang diambil nilai
sampai minimum, akan terjadi keruntuhan. tegangan maksimumnya dianggap masih kurang

211
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

karena beban yang diberikan terhadap tanah mencapai 1m, jika diskalakan dalam model =
dipemodelan hanya beban air yang sesuai 2cm, dapat terlihat jelas. Jadi nilai regangan yang
volume terhadap ketinggian air yang bukan paling kecil yang sesuai dengan pemodelan
tegangan maksimum dan tekanan air pori pada adalah pada kalkulasi bentuk ketiga.
uji tekan bebas adalah kondisi tak teraliri Adapun perbedaan perilaku regangan untuk
sementara dalam pemodelan adalah kondisi kondisi aman dan tidak aman dapat dilihat dari
teraliri. gambar berikut:
Dari hasil ketiga kalkulasi program yang
sesuai adalah kallkulasi bentuk kedua dan ketiga.
Kalkulasi bentuk pertama dianggap tidak sesuai
karena sudah melebihi tegangan maksimum,
dimana dalam kondisi teraliri nilai tegangan
maksimum tersebut akan lebih kecil jadi tidak
akan >771.5 KN/m2. Dari hasil yang sudah
sesuai dengan pemodelan kemudian diperkecil
dimensi bendungannya sehingga memperoleh Gambar 6. Garis kontur regangan untuk kondisi
keadaan yang runtuh agar dapat perbedaan aman (sumber: hasil analisis)
perilaku tegangan pada keadaan yang aman dan
tidak aman, yakni:

Gambar 7. Garis kontur regangan untuk kondisi


tidak aman (sumber: hasil analisis)
Gambar 4. Garis kontur tegangan untuk kondisi
aman (sumber: hasil analisis)
Tekanan air pori
Dalam pemodelan hasil dari tekanan air pori
di pemodelan hanya dilakukan pada satu titik,
tidak dilakukan pengujian untuk mengetahui
tekanan air pori total. Hasilnya mendekati hasil
kalkulasi bentuk pertama pada program.
Untuk kondisi runtuh, tekanan air pori diuji
sampai pada kondisi air minimum, menunjukkan
bahwa pengaruh air yang bisa menyebabkan
Gambar 5. Garis kontur tegangan untuk kondisi
kelongsoran pada bendungan adalah kecil
tidak aman (sumber: hasil analisis) dikarenakan nilai permeabilitas tanah tubuh
bendung =dengan nol. Berikut perbedaan
Sementara regangan maksimum total dari perilaku kondisi aman dan tidak aman:
sampel uji tekan bebas dianggap belum dapat
mewakili hasil regangan total keseluruhan di
pemodelan. Yang dilihat adalah besar atau
kecilnya regangan yang terjadi. Sementara untuk
kondisi secara keseluruhan dilakukan langsung di
pemodelan, namun karena penurunan yang
terjadi sangat kecil maka nilainya tidak bisa
diketahui.
Berdasarkan hasil kalkulasi bentuk ketiga Gambar 8. Garis kontur tekanan air pori kondisi aman
dapat dibuktikan bahwa hasil tersebut adalah (sumber: hasil analisis)
benar, sebagai berikut: Terjadi penurunan pada
program = 0.0012m. jika diskalakan dalam
model = 0.024mm, yang mana tidak dapat dilihat
secara kasak mata. Sementara untuk penurunan

212
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

utuh tetapi amblas (failure) diakibatkan tanah


dasar yang memikul tubuh bendung terjadi
penurunan. Perilaku pergerakan tanah yang
terjadi termasuk tipe majemuk yakni longsoran
rotasi dan penyebaran lateral.

Gambar 9. Garis kontur tekanan air pori kondisi tidak PENUTUP


aman (sumber: hasil analisis)
Kesimpulan
Stabilitas Hasil pemodelan berdasarkan geometri
rencana, yakni:Kondisi bendungan tidak terjadi
keruntuhan dan tidak terjadi penurunan. Setelah
dipadatkan tubuh bendung menghasilkan nilai
koefisien permeabilitas, k≈0. Hasil program yang
mendekati hasil dipemodelan dengan geometri
rencana adalah proses kalkulasi ketiga, yakni:
Tahap awal: Gravity loading – Staged
Construction; Tahap pertama: Plastic – Staged
Construction; Tahap kedua: Consolidation –
Gambar 10. Arah keruntuhan (sumber: hasil analisis)
Minimum Pore Pressure. Dengan hasil:
Hasil di pemodelan yang mana Tegangan total = - 199.31 KN/m2
menunjukkan keadaan tidak runtuh dan Regangan total = 3.07%
penurunan yang hampir tidak ada, adalah sama Tekanan air pori= - 125.31 KN/m2
dengan hasil kalkulasi bentuk ketiga pada Kestabilan= Tidak terjadi keruntuhan
program plaxis. Jadi dari ketiga proses kalkulasi Faktor keamanan= 1.375
yang digunakan, yang menghasilkan kondisi Berdasarkan proses kalkulasi ketiga pada
mendekati seperti hasil pemodelan adalah proses program plaxis, karena dianggap faktor
yang ketiga yang sama dari hasil penurunan, keamanan tergolong besar kemudian dimensi
regangan, dan kestabilan serta relevan dengan diperkecil hingga mendapat kondisi yang runtuh
hasil tegangan . Dari bentuk kalkulasi tersebut (FK = 1.268) dan kondisi yang aman tetapi lebih
kemudian didesain dimensi yang aman dan efisien dengan FK = 1.319; dimensi bendungnya
efisien. Dimensi tersebut dinyatakan aman atau adalah panjang bagian bawah = 45m; tinggi =
tidak aman atau kestabilan lereng diragukan serta 7.5m; panjang bagian atas = 5m; lebar = 10m.
efisien berdasarkan visualisasi akhir dan nilai
Saran
faktor keamanannya.
Pemodelan yang lebih baik harus
Untuk kondisi runtuh sendiri, seperti pada
mempertimbangkan interaksi antara tanah
gambar berikut:
dengan bahan yang menjadi wadah untuk
pemodelan. Nilai k 0, untuk melihat pola
aliran yang terjadi pada program plaxis. Kondisi
batas untuk program yang menggunakan metode
elemen hingga sebaiknya ditinjau terlebih dahulu
baru di buat pemodelan.

DAFTAR PUSTAKA
Gambar 11. Setelah terdeformasi (sumber: hasil
analisis)
Anonim, Panduan Praktikum Mekanika Tanah,
Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas
Menunjukkan arah keruntuhan adalah
Teknik UNSRAT, Manado, 2009.
berbentuk setengah lingkaran/ log spiral/
hiperbola/ bentuk lengkung tidak beraturan.
Das Braja M., Endah Noor, Mochtar Indrasurya
Sementara kedudukan tanah yang terdeformasi
B, Mekanika Tanah Prinsip–Prinsip
menunjukkan kondisi tubuh bendung yang relatif

213
Jurnal Ilmiah Media Engineering Vol.4 No.4, Desember 2014 (205-214) ISSN: 2087-9334

Geoteknik, Jilid 1,2, Erlangga, Plaxis 3D Foundation Version 1.5, 2006, Manual
Jakarta,1995. Book, A.A. Balkema, P.O. Box1675, 3000
BR Rotterdam, Netherlands.
Iansen R.B. (1980), Dams and Public Safety;
U.S. Department of the Interior. Sabtosa Budi,Suprapto Heri, HS Suryadi, Seri
Diktat Kuliah DasarMekanika Tanah,
Karnawati D. 2000, The Importance of Low Gunadarma.
Intensity Rainfall on Landslide
Occurrence, Forum Teknik, Vol 24 / No.1, Saartje Monintja, Ir., Bahan Ajar Mekanika
Univ. Gadjah Mada, Yogyakarta Tanah I, Dana PNBP Fakultas Teknik
UNSRAT, 2010.
PU Tata Ruang, Lampiran L1, Klasifikasi dan
Faktor Penyebab Bencana Longsor, Soedarmo, Ir., dan Purnomo, Ir., Mekanika
Pedoman Pengendalian Pemanfaatan Tanah II, Karnisius Yogyakarta, 1997
Ruang di Kawasan Rawan Bencana
Longsor. Soedibyo,Ir., Teknik Bendung, PT.Pradnya
Paramita,Jakarta, 2003
Plaxis 2D Version, 1998, Manual Book, A.A.
Balkema, P.O. Box 1675, 3000 BR Sompie O.B.A, 2010, Improvement of Soil
Rotterdam, Netherlands. Consolidation Test & Inclusion of
Secondary Compression on Hydraulic
Structure Design, UNSRAT, Manado.

214

View publication stats