Molahidatidosa = hamil anggur

MOLAHIDATIDOSA
Hamil anggur atau Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak yang terjadi sebagai akibat kegagalan pembentukan ³bakal janin´, sehingga terbentuk jaringan permukaan membran (vili) mirip gerombolan buah anggur.Tumor jinak mirip anggur tersebut asalnya dari trofoblas, yakni sel bagian tepi ovum atau sel telur, yang telah dibuahi, yang nantinya melekat di dinding rahim dan menjadi plasenta (tembuni) serta membran yang memberi makan hasil pembuahan. Bagaimana terjadinya ? Hamil anggur atau Mola hidatidosa dapat terjadi karena: ‡ Tidak adanya buah kehamilan (agenesis) atau adanya perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan minggu ke 3 sampai minggu ke 4. ‡ Aliran (sirkulasi) darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, akibatnya terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas (bagian tepi sel telur yang telah dibuahi) . ‡ Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks. Ingat ya, yang di atas ini adalah perjalanan penyakit (dalam bahasa medis disebut patofisiologi). Penyebab Penyebab pasti belum diketahui, tetapi diduga pencetusnya antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah rahim (dr.Etisa Adi Murbawani) Gejala Layaknya orang hamil, tanda awal persis kehamilan biasa, misalnya terlambat haid, keluhan mual, muntah. Hanya saja keluhan tersebut lebih hebat. Jika diperiksa tes kehamilan, hasilnya positif juga. Tapi bukan berarti kalo muntah-muntah hebat sampai lemes lantas tergopoh-gopoh takut bahwa itu hamil Anggur. Masih ada tanda lain dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosa.

Selain gejala umum di atas, tanda-tanda lain diantaranya : ‡ Tidak ada tanda-tanda gerakan janin ‡ Rahim nampak lebih besar dari umur kehamilan, misalnya terlambat 2 bulan, rahim nampak seperti hamil 4 bulan ‡ Keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan Pemeriksaan penunjang Pada pemeriksaan radiologis atau rontgen, tidak terlihat gambaran tulang janin. Yang nampak justru gambaran mirip sarang lebah (honeycomb) atau gambaran mirip badai salju (snow storm)

yakni pengawasan lanjutan untuk monitor dan evaluasi pasca evakuasi. Sedangkan bagi wanita usia lanjut atau yang sudah tidak menginginkan tambahan anak. Pemeriksaan penting lainnya. tidak adanya gambaran yang menunjukkan denyut jantung janin. kemungkinan menjadi ganas sekitar 20%. angka kejadian mola ( hamil anggur) bervariasi. So. dapat dilakukan kuret atau kuret hisap.Demikian pula pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). Setelah itu masih diperiksa sampai tiga minggu berturut-turut kadar HCG tetap negatif. Langkah pengawasan dilakukan secara klinis. yakni hormon untuk mengidentifikasi kehamilan. dianjurkan memakai alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan selama 1 tahun. untuk memastikan bahwa rahim benar-benar sudah bersih. sedangkan wanita eropa 1 dari 1500-2000 kehamilan. dan dapat diketahui secara dini bila menunjukkan adanya kelainan. Cara pengawasan lain dengan pemeriksaan radiologis. Pada wanita subur dan masih menginginkan anak. perlu diberikan obat kemoterapi. yakni 1 dari 80-120 kehamilan. dan bagi yang sudah punya anak dianjurkan tidak hamil selama 2 tahun. namun dapat berkembang menjadi ganas. laboratorium dan radiologis. atau dengan kata lain kadarnya tetap atau malah naik. dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi) ‡ Follow up. Pengawasan lanjutan dengan pemeriksaan kadar HCG. Jika ternyata pemeriksaan HCG tidak sesuai harapan. Kapan boleh hamil lagi ? Pada dasarnya penderita mola dianjurkan tidak hamil sampai pengawasan lengkap selesai dilakukan. ditemukan gambaran mirip badai salju. namun untuk memastikan kehamilan tetap tumbuh normal. Pemeriksaan lain adalah dengan patologi anatomi. dilakukan 6 bulan sekali. pengukuran kadar hormon korionik gonadotropin (HCG). Pengobatan Pada dasarnya mola (hamil anggur) adalah tumor jinak. yakni pemeriksaan mikroskopis gelembung cairan mirip anggur. Angka kejadian Berdasarkan referensi. langkah bijak adalah kontrol teratur selama hamil. Prinsip penatalaksanaan adalah: ‡ Pengeluaran mola (evakuasi). Pada Hamil Anggur kadar hormon ini (HCG) meningkat lebih tinggi dari kadar kehamilan normal. (Sydney Gynaecological Oncology Group) Bagi wanita yang belum punya anak. Kuret ulangan dilakukan sekitar seminggu setelah kuret pertama. Wanita Asia umumnya memiliki kecenderungan lebih tinggi. Selanjutnya masih diperiksa setidaknya sebulan sekali selama 6 bulan. . Bukan saja karena mola. Pemeriksaan ini dilakukan 1 minggu sekali sampai kadar HCG menjadi negatif.

Embrio mati dan mola tumbuh dengan cepat. Tidak terbentuk fetus ( Soekojo. Hanifa. dkk.Infeksi virus dan faktor kromosom yang belum jelas (Mochtar. dkk. Arif.1998 : 238) Patofisiologi Mola hidatidosa dapat terbagi menjadi : a. Karena itu disebut juga hamil anggur atau mata ikan. jika disertai janin atau bagian janin. b.Faktor ovum : ovum memang sudah patologik sehingga mati.Mola hidatidosa inkomplet (parsial). jika tidak ditemukan janin b. (Jack A. Mola hidatidosa adalah perubahan abnormal dari villi korionik menjadi sejumlah kista yang menyerupai anggur yang dipenuhi dengan cairan.Kekurangan protein f. Rustam. 1991 : 514) Mola hidatidosa adalah pembengkakan kistik. 2001 : 265) Mola hidatidosa adalah kelainan villi chorialis yang terdiri dari berbagai tingkat proliferasi tropoblast dan edema stroma villi. sdisertai proliperasi hiperplastik dan anaplastik epitel chorion.Mola hidatidosa komplet (klasik). membesarnya uterus dan menghasilkan sejumlah besar human chorionic gonadotropin (hCG) (Hamilton. dkk. vaskularisasi dan edematus. daripada villi choriales. dengan ciri-ciri stoma villus korialis langka. 2002 : 339) Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal di mana hampir seluruh villi kariolisnya mengalami perubahan hidrofobik. (Mansjoer.Paritas tinggi e. gambaran yang dib erikan adalah sebagai segugus buah anggur. 1973 : 325).Imunoselektif dari tropoblast c. 1998 : 238) Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal. (Mochtar. (Wiknjosastro. dkk. hidropik.MOLA HIDATIDOSA Pengertian Mola hidatidosa adalah chorionic villi (jonjotan/gantungan) yang tumbuh berganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur atau mata ikan. Mary. tetapi terlambat dikeluarkan. Rustam . Janin biasanya meninggal akan tetapi villus-villus yang membesar dan edematus itu hidup dan tumbuh terus. C. 1995 : 104) Etiologi Penyebab mola hidatidosa tidak diketahui secara pasti. Saleh. Pritchard. namun faktor penyebabnya adalah : a.Keadaan sosio-ekonomi yang rendah d. .

Sel-sel trofoblast adalah abnormal dan memiliki fungsi yang abnormal dimana terjadi reabsorbsi cairan yang berlebihan ke dalam villi sehigga timbul gelembung. Berjalan melalui annulus inguinalis. Peritonium menutupi sebagian besar permukaan luar uterus.Ada beberapa teori yang diajukan untuk menerangkan patogenesis dari penyakit trofoblast : Teori missed abortion. (Silvia. Di bagian belakang. membentuk kantong utero-vesikuler. Rongga serviks bersambung dengan rongga badan uterus melalui os interna (mulut interna) dan bersambung dengan rongga vagina melalui os eksterna Ligamentum pada uterus : Ligamentum teres uteri : ada dua buah kiri dan kanan.Amenore dan tanda-tanda kehamilan b. Mudigah mati pada kehamilan 3 ± 5 minggu karena itu terjadi gangguan peredarah darah sehingga terjadi penimbunan cairan masenkim dari villi dan akhirnya terbentuklah gelembung-gelembung. Silvia. 2000 : 467) Gambaran Klinik Gambaran klinik yang biasanya timbul pada klien dengan ´mola hidatidosa adalah : a. Arif. (Verrals. Darah cenderung berwarna coklat. berisi pembuluh darah dan ditutupi peritoneum. Studi dari Hertig lebih menegaskan lagi bahwa mola hidatidosa semata-mata akibat akumulasi cairan yang menyertai degenerasi awal atau tiak adanya embrio komplit pada minggu ke tiga dan ke lima. (Mansjoer.Isthmus : terletak antara badan dan serviks Bagian bawah serviks yang sempit pada uterus disebut serviks. Setiap ligamen panjangnya 10 ± 12. terletak dalam rongga panggul kecil di antara kandung kemih dan anus. Panjang uterus 5 ± 8 cm dengan berat 30 ± 60 gram. peritoneum membungkus badan dan serviks uteri dan melebar ke bawah sampai fornix posterior vagina. ototnya desebut miometrium dan selaput lendir yang melapisi bagian dalamnya disebut endometrium. Adanya sirkulasi maternal yang terus menerus dan tidak adanya fetus menyebabkan trofoblast berproliferasi dan melakukan fungsinya selama pembentukan cairan.Perdarahan pervaginam berulang. selanjutnya melipat ke .Tidak terabanya bagian janin pada palpasi dan tidak terdengarnya BJJ sekalipun uterus sudah membesar setinggi pusat atau lebih.Fundus : bagian lambung di atas muara tuba uterina b).5 cm. Bagian bawah bersambung dengan vagina dan bagian atasnya tuba uterin masuk ke dalamnya. profundus ke kanalis iguinalis. Wilson. d.Badan uterus : melebar dari fundus ke serviks c). 2003 : 164) Uterus terbagi atas 3 bagian yaitu : a). 2001 : 266) Anatomi Fisiologi Anatomi Uterus adalah organ yang tebal. Ligamentum latum uteri dibentuk oleh dua lapisan peritoneum. Peritoneum di antara kedua uterus dan kandung kencing di depannya. berotot. terdiri atas jaringan ikat dan otot. c. Teori neoplasma dari Park. berbentuk buah pear. di setiap sisi uterus terdapat ovarium dan tuba uterina. e.Preeklampsia atau eklampsia yang terjadi sebelum kehamilan 24 minggu.Pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan. dkk. Pada keadaan lanjut kadang keluar gelembung mola. letak uterus sedikit anteflexi pada bagian lehernya dan anteversi (meliuk agak memutar ke depan) dengan fundusnya terletak di atas kandung kencing.

Bila tidak ada tahanan. Tetapi dalm kenyataannya tidak selalu demikian. Pada umumnya setiap kehamilan berakhir dengan lahirnya bayi yang sempurna. Pada fasilitas kesehatan di mana sumber daya sangat terbatas.Pemeriksaan kadar beta hCG : pada mola terdapat peningkatan kadar beta hCG darah atau urin b. dapat dilakukan : Evaluasi klinik dengan fokus pada : Riwayat haid terakhir dan kehamilan Perdarahan tidak teratur atau spotting Pembesaran abnormal uterus Pelunakan serviks dan korpus uteri Kajian uji kehamilan dengan pengenceran urin Pastikan tidak ada janin (Ballottement) atau DJJ sebelum upaya diagnosis dengan perasat Hanifa Wiknjosastro atau Acosta Sisson c. Di sini kehamilan tidak berkembang menjadi janin yang sempurna. melainkan berkembang menjadi keadaan patologik yang terjadi pada minggu-minggu pertama kehamilan. 2002 : 339) Tes Diagnostik a.Foto thoraks : pada mola ada gambaram emboli udara f. ovarium diikat pada bagian posterior ligamentum latum yang berisi darah dan saluran limfe untuk uterus maupun ovarium. perdarahan hebat atau perforasi uterus) e.Antisipasi komplikasi (krisis tiroid.Pemeriksaan USG sangat membantu diagnosis. .Pemeriksaan T3 dan T4 bila ada gejala tirotoksikosis (Arif Mansjoer. sehingga menyerupai gelembung yang disebut ´mola hidatidosa´. Sering kali perkembangan kehamilan mendapat gangguan. Fisiologi Untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan sebutir ovum. berupa degenerasi hidrifik dari jonjot karion. Selain dari penanganan di atas. kemungkinan mola (cara Acosta-Sison) c.Lakukan pengosongan jaringan mola dengan segera d. yaitu : Segera lakukan evakuasi jaringan mola dan sementara proses evakuasi berlangsung berikan infus 10 IU oksitosin dalam 500 ml NaCl atau RL dengan kecepatan 40-60 tetes per menit (sebagai tindakan preventif terhadap perdarahan hebat dan efektifitas kontraksi terhadap pengosongan uterus secara tepat). Demikian pula dengan penyakit trofoblast. uterus bertambah besar.Lakukan pengamatan lanjut hingga minimal 1 tahun. Pada ummnya penderita ´mola hidatidosa akan menjadi baik kembali. 2001 : 266) Penatalaksanaan Medik Penanganan yang biasa dilakukan pada mola hidatidosa adalah : a. tapi dindingnya menjadi lebih tipis tetapi lebih kuat dan membesar sampai keluar pelvis. sonde diputar setelah ditarik sedikit.Uji Sonde : Sonde (penduga rahim) dimasukkan pelan-pelan dan hati-hati ke dalam kanalis servikalis dan kavum uteri. di dalamnya terdapat tuba uterin. tetapi ada diantaranya yang kemudian mengalami degenerasi keganasan yang berupa karsinoma. Ligamentum latum uteri : Peritoneum yang menutupi uterus. pada hakekatnya merupakan kegagalan reproduksi. di garis tengh badan uterus melebar ke lateral membentuk ligamentum lebar. (Wiknjosastro.Foto rontgen abdomen : tidak terlihat tilang-tulang janini (pada kehamilan 3 ± 4 bulan d. bila tetap tidak ada tahanan.depan rectum dan membentuk ruang retri-vaginal. masih terdapat beberapa penanganan khusus yang dilakukan pada pasien dengan mola hidatidosa.Ultrasonografi : pada mola akan terlihat badai salju (snow flake pattern) dan tidak terlihat janin e. masuk ke dalam rongga abdomen pada masa fetus. Hanifa. dkk.Diagnosis dini akan menguntungkan prognosis b. sesudah keluar dari overium diantarkan melalui tuba uterin ke uterus (pembuahan ovum secara normal terjadi dalam tuba uterin) sewaktu hamil yang secara normal berlangsung selama 40 minggu.

bagaimana keadaan kesehatan anaknya. untuk anemia berat lakukan transfusi Kadar hCG diatas 100. penyakit endokrin. lamanya perkawinan dan alamat Keluhan utama Kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan pervaginam berulang Riwayat kesehatan. saling berkaitan dan dinamis. kapan. siapkan peralatan AVM minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga pengosongan kavum uteri selesai Kenali dan tangani komplikasi seperti tirotoksikasi atau krisis tiroid baik sebelum. pekerjaan. menentukan cara pemecahannya. selama dan setelah prosedur evakuasi Anemia sedang cukup diberikan Sulfas Ferosus 600 mg/hari. status perkawinan. siklus menstruasi. warna dan adanya dismenorhoe serta kaji kapan menopause terjadi. Pengkajian Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan bagi klien. obat digitalis dan jenis obat lainnya. Riwayat penyakit yang perna dialami Kaji adanya penyakit yang pernah dialami oleh klien misalnya DM. Riwayat pemakaian obat Kaji riwayat pemakaian obat-obatankontrasepsi oral. jenis pembedahan. Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat pembedahan Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami oleh klien. hipertensi. Riwayat kesehatan keluarga Yang dapat dikaji melalui genogram dan dari genogram tersebut dapat diidentifikasi mengenai penyakit turunan dan penyakit menular yang terdapat dalam keluarga.000 IU/L praevakuasi menunjukkan masih terdapat trofoblast aktif (diluar uterus atau invasif). terus menerus. pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan. sifat darah. pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi hormonal (apabila masih ingin anak) atau tubektomy apabila ingin menghentikan fertilisasi KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Proses keperawatan adalah metode kerja dalam pemberian pelayanan keperawatan untuk menganalisa masalah pasien secara sistematis. berikan kemoterapi MTX dan pantau beta-hCG serta besar uterus secara klinis dan USG tiap 2 minggu Selama pemantauan. agama. jenis kontrasepsi yang digunakan serta keluahn yang menyertainya. dan penyakit-penyakit lainnya. Riwayat seksual Kaji mengenai aktivitas seksual klien. masalah ginekologi/urinari. Adapun hal-hal yang perlu dikaji adalah : Biodata Mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi : nama.Pengosongan dengan Aspirasi Vakum lebih aman dari kuretase tajam. merencanakan danmelaksanakan pelayanan keperawatan dalam rangka membantu klien untuk mencapai dan memelihara kesehatannya seoptimal mungkin. melakukan tindakan dan mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan. bau. lamanya. . yang terdiri atas : Riwayat kesehatan sekarang Yait keluhan sampai saat klien pergi ke Rumah Sakit atau pada saat pengkajian seperti perdarahan pervaginam di luar siklus haid. Bila sumber vakum adalah tabung manual. Riwayat kesehatan reproduksi Kaji tentang mennorhoe. banyaknya. oleh siapa dan di mana tindakan tersebut berlangsung. umur. Proses keperawatan adalah serangkaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan. jantung. perkawinan ke-. Tindakan keperawatan tersebut dilaksanakan secara berurutan. persalinan dan nifas Kaji bagaimana keadaan anak klien mulai dari dalam kandungan hingga saat ini. pendidikan. suku bangsa. gejala serta keluahan yang menyertainya Riwayat kehamilan.

istirahat tidur. eliminasi (BAB dan BAK). massa atau konsolidasi Menggunakan palu perkusi : ketuk lutut dan amati ada tidaknya refleks/gerakan pada kaki bawah. ketergantungan. memeriksa refleks kulit perut apakah ada kontraksi dinding perut atau tidak Auskultasi adalah mendengarkan bunyi dalam tubuh dengan bentuan stetoskop dengan menggambarkan dan menginterpretasikan bunyi yang terdengar Mendengar : mendengarkan di ruang antekubiti untuk tekanan darah. lesi terhadap drainase. (Carpenito. perubahan warna. 2005 : 39) Pemeriksaan laboratorium : darah dan urine serta pemeriksaan penunjang : rontgen. hygiene. menetapkan intervensi untuk mempertahankan keadaan kesehatan atau menurunkan. 2001: 458) Diagnosa keperawatan yang lazim muncul pada kasus ´mola hidatidosa´ adalah : 1. Lynda. mengevaluasi edema. apakah klien setuju. apakah klien menggunakan kontrasepsi. adanya keterbatasan fifik. dan menggunakan KB jenis apa.Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan . dada untuk bunyi jantung/paru abdomen untuk bising usus atau denyut jantung janin. pergerakan dan postur. Pemeriksaan fisik. dan seterusnya Palpasi adalah menyentuh atau menekan permukaan luar tubuh dengan jari. memperhatikan posisi janin atau mencubit kulit untuk mengamati turgor Pemeriksaan dalam : menentukan tegangan/tonus otot atau respon nyeri yang abnormal Perkusi adalah melakukan ketukan langsung atau tidak langsung pada permukaan tubuh tertentu untuk memastikan informasi tentang organ atau jaringan yang ada dibawahnya Menggunakan jari : ketuk lutut dan dada dan dengarkan bunyi yang menunjukkan ada tidaknya cairan. mencatat suhu. Sentuhan : merasakan suatu pembengkakan. Status sosio-ekonomi Kaji masalah finansial klien Data spiritual Kaji tentang keyakinan klien terhadap Tuhan YME. Hal yang diinspeksi antara lain : mengobservasi kulit terhadap warna. pap smear Keluarga berencana Kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB. biopsi.Pola aktivitas sehari-hari Kaji mengenai nutrisi. hal yang menjadi beban pikiran klien dan mekanisme koping yang digunakan. Data lain-lain Kaji mengenai perawatan dan pengobatan yang telah diberikan selama dirawat di RS. bagaimana pola komunikasi dalam keluarga. dan kegiatan keagamaan yang biasa dilakukan. laserasi. meliputi : Inspeksi adalah proses observasi yang sistematis yang tidak hanya terbatas pada penglihatan tetapi juga meliputi indera pendengaran dan penghidu. derajat kelembaban dan tekstur kulit atau menentukan kekuatan kontraksi uterus Tekanan : menentukan karakter nadi. (Johnson & Taylor. Diagnosa Keperawatan yang Lazim Muncul Secara singkat diagnosa keperawatan dapat diartikan : Sebagai rumusan atau keputusan atau keputusan yang diambil sebagai hasil dari pengkajian keperawatan Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang digambarkan sebagai respon seseorang atau kelompok (keadan kesehatan yang merupakan keadaan aktual maupun potensial) dimana perawat secara legal mengidentifikasi. penggunaan ekstremitas. baik sebelum dan saat sakit. pola pernafasan terhadap kedalaman dan kesimetrisan. USG. cairan dan elektrolit. Data psikososial Kaji orang terdekat dengan klien. bahasa tubuh.

merumuskan tujuan keperawatan yang akan dicapai 3.Sebagai alat komunikasi antar teman sejawat dan tenaga kesehatan lain 2.Observasi tanda-tanda vital tiap 8 jam Rasional : Perubahan tanda-tanda vital terutama suhu dan nadi merupakan salah satu indikasi peningkatan nyeri yang dialami oleh klien 3.Kolaborasi pemberian analgetik Rasional : Obat-obatan analgetik akan memblok reseptor nyeri sehingga nyeri tidat dapat dipersepsikan DIAGNOSA II Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelemahan .meningkatkan keseimbangan asuhan keperawatan Langkah-langkah penyusunan : 1.menetapkan prioritas masalah 2.Anjurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi Rasional : Teknik relaksasi dapat membuat klien merasa sedikit nyaman dan distraksi dapat mengalihkan perhatian klien terhadap nyeri sehingga dapat mambantu mengurangi nyeri yang dirasakan 4.2. lokasi dan skala nyeri yang dirasakan klien Rasional : Mengetahui tingkat nyeri yang dirasakan sehingga dapat membantu menentukan intervensi yang tepat 2.Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelemahan 3.Kaji tingkat nyeri.Beri posisi yang nyaman Rasional : Posisi yang nyaman dapat menghindarkan penekanan pada area luka/nyeri 5.Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan 6.menentukan rencana tindakan keperawatan DIAGNOSA I Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan Tujuan : Klien akan meninjukkan nyeri berkurang/hilang dengan kriteria : Klien mengatakan nyeri berkurang/hilang Ekspresi wajah tenang TTV dalam batas normal Intervensi : 1.Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual muntah 7.Gangguan rasa nyaman : hipertermi berhubungan dengan proses infeksi 5.Risiko terjadinya gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan adanya perdarahan Intervensi Merupakan tahapan perencanaan dari proses keperawatan merupakan tindakan menetapkan apa yang akan dilakukan untuk membantu klien.Risiko terjadi infeksi berhubungan dengan tindakan kuretase 8.Gangguan pola tidur berhubungan dengan adanya nyeri 4. memulihkan. memelihara dan meningkatkan kesehatannya Perencanaan keperawatan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah ditentukan Tujuan : 1.

Kolaborasi dengan tim medis pemberian obat tidur Diazepam Rasional : Diazepam berfungsi untuk merelaksasi otot sehingga klien dapat tenang dan mudah tidur DIAGNOSA IV Gangguan rasa nyaman : hipertermi berhubungan dengan proses infeksi .Ciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang Rasional : Memberikan kesempatan pada klien untuk beristirahat 3.Tujuan : Klien akan menunjukkan terpenuhinya kebutuhan rawat diri dengan kriteria : Kebutuhan personal hygiene terpenuhi Klien nampak rapi dan bersih Intervensi : 1. akan memudahkan dalam menentukan intervensi selanjutnya 2.Anjurkan klien untuk melakukan aktivitas sesuai kemampuannya Rasional : Pelaksanaan aktivitas dapat membantu klien untuk mengembalikan kekuatan secara bertahap dan menambah kemandirian dalam memenuhi kebutuhannya 4.Kaji kemampuan klien dalam memenuhi rawat diri Rasional : Untuk mengetahui tingkat kemampuan/ketergantungan klien dalam merawat diri sehingga dapat membantu klien dalam memenuhi kebutuhan hygienenya 2.Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari Rasional : Kebutuhan hygiene klien terpenuhi tanpa membuat klien ketergantungan pada perawat 3.Anjurkan keluarga klien untuk selalu berada di dekat klien dan membantu memenuhi kebutuhan klien Rasional : Membantu memenuhi kebutuhan klien yang tidak terpenuhi secara mandiri DIAGNOSA III Gangguan pola tidur berhubungan dengan adanya nyeri Tujuan : Klien akan mengungkapkan pola tidurnya tidak terganggu dengan kriteria : Klien dapat tidur 7-8 jam per hari Konjungtiva tidak anemis Intervensi : 1.Kaji pola tidur Rasional : Dengan mengetahui pola tidur klien.Batasi jumlah penjaga klien Rasional : Dengan jumlah penjaga klien yang dibatasi maka kebisingan di ruangan dapat dikurangi sehingga klien dapat beristirahat 5.Anjurkan klien minum susu hangat sebelum tidur Rasional : Susu mengandung protein yang tinggi sehingga dapat merangsang untuk tidur 4.Memberlakukan jam besuk Rasional : Memberikan kesempatan pada klien untuk beristirahat 6.

pola demam dapat membantu diagnosa 2.Kaji tingkat kecemasan klien Rasional : Mengetahui sejauh mana kecemasan tersebut mengganggu klien 2.Pantau suhu lingkungan Rasional : Suhu ruangan harus diubah atau dipertahankan.Jelaskan pada klien tentang proses penyakit dan terapi yang diberikan Rasional : menambah pengetahuan klien sehingga klien tahu dan mengerti tentang penyakitnya 5.Berikan kompres hangat Rasional : Kompres hangat dapat membantu penyerapan panas sehingga dapat menurunkan suhu tubuh 5. suhu harus mendekati normal 3.Mendengarkan keluhan klien dengan empati Rasional : Dengan mendengarkan keluahan klien secara empati maka klien akan merasa diperhatikan 4.Beri dorongan spiritual/support Rasional : Menciptakan ketenangan batin sehingga kecemasan dapat berkurang DIAGNOSA VI Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual muntah Tujuan : Klien akan mengungkapkan nutrisi terpenuhi dengan kriteria : .Anjurkan untuk minum air hangat dalam jumlah yang banyak Rasional : Minum banyak dapat membantu menurunkan demam 4.Kolaborasi pemberian obat antipiretik Rasional : Digunakan untuk mengurangi demam dengan aksi pada hipothalamus DIAGNOSA V Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan Tujuan : Klien akan menunjukkan kecemasan berkurang/hilang dengan kriteria : Ekspresi wajah tenang Klien tidak sering bertanya tentang penyakitnya Intervensi : 1.Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya Rasional : Ungkapan perasaan dapat memberikan rasa lega sehingga mengurangi kecemasan 3. perhatikan menggigil/diaforesis Rasional : Suhu diatas normal menunjukkan terjadinya proses infeksi.Tujuan : Klien akan menunjukkan tidak terjadi panas dengan kriteria : Tanda-tanda vital dalam batas normal Klien tidak mengalami komplikasi Intervensi : 1.Pantau suhu klien.

daerah yang terpasang alat invasif (infus.Kaji adanya tanda-tanda infeksi Rasional : Mengetahui adanya gejala awal dari proses infeksi 2.Kaji status nutrisi klien Rasional : Sebagai awal untuk menetapkan rencana selanjutnya 2. kateter) Rasional : Deteksi dini perkembangan infeksi memungkinkan untuk melakukan tindakan dengan segera dan pencegahan komplikasi selanjutnya 4.Tingkatkan kenyamanan lingkungan termasuk sosialisasi saat makan.Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat antibiotik Rasional : Anti biotik dapat menghambat pembentukan sel bakteri. garis jahitan). sehingga proses infeksi tidak terjadi. Disamping itu antibiotik juga dapat langsung membunuh sel bakteri penyebab infeksi DIAGNOSA VIII Risiko terjadinya gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan adanya perdarahan Tujuan : Klien akan menunjukkan gangguan perfusi jaringan perifer tidak terjadi dengan kriteria : Hb dalam batas normal (12-14 g%) Turgor kulit baik.Nafsu makan meningkat Porsi makan dihabiskan Intervensi : 1.Observasi vital sign Rasional : Perubahan vital sign merupakan salah satu indikator dari terjadinya proses infeksi dalam tubuh 3.Timbang berat badan sesuai indikasi Rasional : Mengevaluasi keefektifan atau kebutuhan mengubah pemberian nutrisi 5. anjurkan orang terdekat untuk membawa makanan yang disukai klien Rasional : Sosialisasi waktu makan dengan orang terdekat atau teman dapat meningkatkan pemasukan dan menormalkan fungsi makanan DIAGNOSA VII Risiko terjadi infeksi berhubungan dengan tindakan kuretase Tujuan : Klien akan terbebas dari infeksi dengan kriteria : Tidak tampak tanda-tanda infeksi Vital sign dalam batas normal Intervensi : 1. vital sign dalam batas normal .Observasi daerah kulit yang mengalami kerusakan (luka.Anjurkan untuk makan makanan dalam keadaan hangat dan bervariasi Rasional : Makanan yang hangat dan bervariasi dapat menbangkitkan nafsu makan klien 4.Anjurkan makan sedikit demi sedikit tapi sering Rasional : Makan sedikit demi sedikit tapi sering mampu membantu untuk meminimalkan anoreksia 3.

produksi urine janin yang berlebihan 2. mempertahankan volume sirkulasi 5. kaji warna kulit/membran mukosa. Adanya tekanan pada diafragma. 4. Resiko tinggi perdarahan pada saat persalinan 6. perut akan lebih besar dari kehamilan normal 2.Awasi tanda-tanda vital.php?/Hidramnion-Kelebihan-Air-Ketuban . dasar kuku Rasional : Memberika informasi tentang derajat/keadekuatan perfusi jaringan dan membantu menentukan intervensi selanjutnya 2. bisa menyebabkan retak-retak pada kulit perut 5. pegisian kapiler lambat dan nadi perifer lemah Rasional : Vasokonstriksi adalah respon simpatis terhadap penurunan volume sirkulasi dan dapat terjadi sebagai efek samping vasopressin 4. Adanya tekanan yang kuat.Penatalaksanaan pemberian obat antikoagulan tranexid 500 mg 3×1 tablet Rasional : Obat anti kagulan berfungsi mempercepat terjadinya pembekuan darah / mengurangi perarahan http://akd3b. Adanya resiko cacat pada janin 8.Berikan cairan intravena. produk darah Rasional : Menggantikan kehilangan daran. Janin akan semakin bebas bergerak.Selidiki perubahan tingkat kesadaran. keluhan pusing dan sakit kepala Rasional : Perubahan dapat menunjukkan ketidak adekuatan perfusi serebral sebagai akibat tekanan darah arterial 3. diet rendah garam (harus saran dokter) 2. yang akan menyebabkan kesalahan letak janin 5. Untuk keadaan normal air ketuban berjumlah sebanyak antara 1-2 liter. akan mengalami kesulitan dalam pemeriksaan karena terlalu banyaknya cairan 6.Tidak ada mual muntah Intervensi : 1.com/index.com/2010/06/18/mola-hidatidosa/ Hidramnion atau poli hidramnion adalah suatu kondisi dimana terdapat keadaan dimana jumlah air ketuban melebihi dari batas normal. dapat menyebabkan kontraksi sebelum waktunya 7. pucat. yang mengakibatkan ibu akan mengalami sesak nafas. terjadi kehamilan kembar efek : 1. mual dan muntah. sedangkan kasus hidramnion melebihi batas dari 2 liter yaitu antara 4-5 liter. 3. nyeri pada perut akibat tegannya uterus. Hidramnion ini adalah kebalikan dari oligo hidramnion yaitu kekurangan air ketuban Penyebabnya antara lain 1. Kemungkinan lahir melalui caesar besar Penanggulangan 1. ada gangguan pada saluran pencernaan janin yang menyebabkan tidak dapat mengkonsumsi air ketuban.wordpress. akibatnya air ketuban menjadi berlimpah 3. berkeringat.Kaji kulit terhadap dingin. Pengeluaran air ketuban sebagian (harus saran dokter) Read more: Hidramnion (Kelebihan Air Ketuban) http://bidanku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful