You are on page 1of 5

Edu-Sains Volume 5 No.

2, Juli 2016

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation dan Motivasi Terhadap


Hasil Belajar Siswa Kela VII SMP Dalam Pembelajaran IPA Terpadu
Pada Materi Asam, Basa dan Garam

The Effect of Group Investigation learning Model and Motivation on the Grade VII
SMP students ' Learning Result in Integrated Science Learning on Acids, Bases and
Salts Materials Topics

Susy Pransiska1), Rayandra Asyhar2), Asrial2)


1)
Mahasiswa Program Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi
2)
Staf Pengajar Program Magister Pendidikan IPA UNJA
Email: fransiscasusy@ymail.com

Diterima: 8 Maret 2016. Disetujui: 26 Juli 2016. Diterbitkan: Desember 2016

Abstract
This research aimed to determine the effect of group investigation learning model and
motivation on the students' learning result. The research employed a quasi experimental
research with nonrandomized control group pretest-posttest design. The research used
factorial design of 2x2. The population of this research was the first semester of seventh grade
students. The sample used VII A and VII B class, samples were taken by using purposive
sampling. The learning result data measured using of the tests and motivation data using of
questionnaires. The data are analyzed using two-way(s) ANOVA. Test analysis showed that
difference between post-test score of experiment class were higher than the control class.
Based on the result, it can be concluded that: 1) the implementation of the group learning
model investigation affect the students’ learning result, 2) motivation also influences the
student learning result. 3) There is no interaction between the group investigation learning
model and motivation on the students' learning achievement.

Keywords: Group Investigation, Motivation and Learning Result.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Group
investigation dan motivasi terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan
adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-postest grup kontrol tidak
secara random. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah desain factorial 2x2.
Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP semester satu. Sampel yang
digunakan adalah kelas VII A dan VII B, sampel diambil dengan teknik purposive sampling.
Data prestasi belajar diukur dengan menggunakan tes prestasi belajar dan data motivasi
diukur dengan menggunakan angket kuesioner. Data di analisis dengan menggunakan
ANOVA dua jalur. Hasil analisis menunjukan bahwa selisih nilai post test untuk kelas
eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat
disimpulkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran group
investigation terhadap hasil belajar IPA siswa. 2) Terdapat pengaruh motivasi terhadap hasil
belajar IPA siswa. 3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran group
investigation dan motivasi terhadap hasil belajar siswa.

Kata Kunci : Model pembelajaran group investigation, motivasi dan hasil Belajar

27
Pransiska, S.,dkk. Pengaruh Penerapan Model ...

PENDAHULUAN hasil belajar siswa masih rendah bila di-


lihat dari rata-rata nilai ulangan yaitu 65
Pada abad ke 21 pendidikan menjadi dengan Kriteria Ketuntasan Minimal
semakin penting untuk menjamin siswa (KKM) 70.
agar memiliki keterampilan belajar, me-
miliki keterampilan dalam menggunakan Mata pelajaran IPA SMP merupakan
teknologi dan media informasi, serta men- gabungan dari tiga mata pelajaran yaitu
dapatkan pekerjaan yang layak. Pendidi- fisika, kimia dan biologi dimana materi
kan memegang peranan penting dalam pembelajaran sebagian besar berupa pe-
kehidupan manusia. Oleh karena itu, sudah mahaman dan hafalan serta rumus dengan
selayaknya kualitas pendidikan perlu di- istilah-istilah asing, sehingga tidak mudah
tingkatkan. Upaya meningkatkan kualitas bagi guru untuk membuat siswa menghafal
pendidikan tidaklah mudah seperti kita dan memahaminya. Guru harus mampu
membalikkan telapak tangan, karena untuk mengupayakan agar proses pembelajaran
meningkatkan kualitas pendidikan mem- menjadi lebih mudah, sederhana dan ten-
butuhkan energi yang besar serta dalam tunya menyenangkan bagi siswa agar siswa
waktu yang lama. mengerti dan dapat memahami materi yang
disampaikan guru serta dapat mengkon-
Hasil survei World Bank menunjukan bah- struksikan pengetahuannya sendiri secara
wa prestasi pendidikan Indonesia hanya aktif, kreatif dan produktif.
berhasil mencapai tingkat berpikir rendah
(low order thinking), yang dalam takso- Untuk menjadikan pembelajaran IPA lebih
nomi Anderson dan Krathwohl hanya menarik sehingga dapat menarik minat dan
berada pada level C1 dan C2 (Asyar, motivasi siswa dalam belajar maka di-
2012). Fakta ini menunjukkan bahwa butuhkan strategi pembelajaran yang tepat.
kualitas pendidikan di Indonesia masih Guru harus mampu mengupayakan bagai-
rendah. mana meningkatkan efektivitas pelaksa-
naan pembelajaran IPA di SMP N 17 Kota
Berdasarkan hasil pengamatan dan in- Jambi. Salah satunya adalah dengan mene-
formasi yang diperoleh dari guru IPA SMP rapkan model pembelajaran group inves-
17 Kota Jambi diperoleh dua permasa- tigation.
lahan, yaitu siswa kurang aktif dalam
bertanya dan pembelajaran yang masih Model pembelajaran kooperatif tipe group
monoton. Kebanyakan siswa lebih memilih investigation merupakan model pembe-
diam pada saat pembelajaran dan siswa lajaran yang menekankan pada partisipasi
juga tidak berani mengemukakan pendapat dan aktivitas siswa dalam mencari sendiri
ataupun menanggapi pendapat teman mau- informasi (materi) pelajaran yang akan
pun guru pada saat diskusi. Sebagian besar dipelajari melalui bahan-bahan yang telah
guru IPA masih belum memahami secara tersedia serta dapat mengaplikasi-kannya
benar esensi dari cara penerapan model dalam kehidupan sehari-hari. Pada pene-
pembelajaran dan pendekatan saintifik. rapan investigasi kelompok ini siswa
dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran.
Pembelajaran IPA di sekolah kurang di- Suasana belajar juga diusahakan agar
kaitkan dengan permasalahan yang diha- efektif, menyenangkan, dan menarik minat
dapi dalam kehidupan sehari-hari. Umum- dan perhatian siswa. Kelebihan lainnya
nya, guru hanya fokus pada metode dan dari model pembelajaran group investi-
model yang disediakan di dalam buku gation ini adalah memberikan kebebasan
paket tanpa ada inisiatif dan inovasi untuk dan semangat kepada siswa selama proses
melakukan penyesuaian dengan kondisi pembelajaran untuk berinisiatif, kreatif,
dan lingkungan. Hal ini mengakibatkan

28
Edu-Sains Volume 5 No. 2, Juli 2016

dan aktif, meningkatkan rasa percaya diri, dengan penempatan individu subjek ke
serta membiasakan siswa belajar memeca- dalam kelompok yang tidak dilakukan
hkan suatu masalah. secara acak. Desain penelitian yang di-
gunakan yaitu pretest-postest grup control
Dampak positif penerapan model group tidak dilakukan secara acak (nonrandom-
investigation juga didukung oleh beberapa mized control group pretest-postest
penelitian sebalumnya. Hasil penelitian design). Desain ini menggunakan dua kelas
Dewi dkk. (2013) di SMP 4 Temanggung yaitu kelas eksperimen (diberi perlakuan
menyimpulkan bahwa penerapan model dengan menerapkan model group inves-
group investigation dapat meningkatkan tigation) dan kelas control (tidak diberi
hasil belajar dan aktivitas siswa pada perlakuan; menggunakan model konven-
materi kimia dalam makanan. Ulfah dkk. sional).
(2014) mengamati aspek lain dari model
group investigation. Hasil penelitianya Sampel dalam penelitian ini adalah kelas
menyatakan bahwa penerapan model group VII A dan kelas VII B yang masing masing
investigation dapat meningkatkan keteram- berjumlah 34 orang siswa. Sampel diambil
pilan proses sains. dengan menggunakan teknik purposive
sampling (teknik sampel bertujuan) yaitu
Adapun materi IPA yang diambil dalam memilih subjek bukan didasarkan atas
penelitian ini adalah materi asam, basa, strata, random atau daerah tetapi atas ada-
dan garam. Materi ini adalah salah satu nya tujuan tertentu, (Arikunto, 2006) Pe-
konsep dasar dalam ilmu IPA yang milihan sampel berdasarkan atas karak-
aplikasinya banyak digunakan dalam teristik siswa yaitu dengan melihat nilai
kehidupan sehari-hari. Materi ini menuntut rata-rata hasil ulangan IPA siswa kelas VII
siswa lebih aktif dalam membangun yang terdiri dari 6 kelas.
konsep sendiri dan dapat menghubungkan-
nya serta dpat menerapkan dalam kehi- Pada penelitian ini variabel motivasi terdiri
dupan sehari-hari. dari motivasi belajar tinggi dan motivasi
belajar rendah. Jenis rancangan yang
Pencapaian hasil belajar IPA siswa yang digunakan adalah desain faktorial 2x2.
belum sesuai dan mencapai nilai yang Desain ini dipilih dengan mempertimbang-
diharapkan disebabkan beberapa faktor, kan bahwa terdapat beberapa variabel yang
antara lain motivasi berprestasi siswa yang beriteraksi secara simultan. Desain fakto-
berbeda juga diprediksi memberi pengaruh rial dapat menjelaskan perbedaan masing-
yang berbeda terhadap pencapaian kom- masing variabel terhadap variabel terikat.
petensi dasar pembelajaran IPA. Model Menurut (Fatullahna, 2012) design fak-
dan metode pembelajaran yang dipilih oleh torial dapat diilustrasikan dalam Tabel 1
guru dalam proses pembelajaran. Proses sebagai berikut:
pembelajaran diupayakan pada kegiatan
belajar yang bermakna melalui strategi Table 1. Desain Faktorial
pembelajaran, diskusi, bekerja kelompok,
Pendekatan
dan memecahkan masalah, serta menyim-
pulkannya.
Model Model
Motivasi pembelajaran pembelajaran
METODE PENELITIAN Group Konvensiona
Investigation A2
Penelitian telah dilaksanakan di SMPN 17 A1
Kota Jambi. Jenis penelitian yang diguna- B1
A1 B1 A2 B1
(Tinggi)
kan adalah eksperimen semu (Quasi B2
eksperimen) yaitu metode penelitian A1 B2 A2 B2
(Rendah)

29
Pransiska, S.,dkk. Pengaruh Penerapan Model ...

Keterangan: pertama, terdapat pengaruh penerapan


A1 B1 : Kelompok siswa yang memilik penggunaan model pembelajaran group
motivasi belajar tinggi yang
dibelajarkan dengan menerapkan
investigation terhadap hasil belajar IPA
model group investigation. siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil
A1 B2 : Kelompok siswa yang memilik belajar IPA siswa yang dibelajarkan de-
motivasi belajar rendah yang ngan menggunakan model group inves-
dibelajarkan dengan menerapkan tigation lebih tinggi dari pada siswa yang
model group investigation.
A2 B1 : Kelompok siswa yang memiliki
dibelajarkan dengan menggunaka model
motivasi belajar tinggi yang konvensional. Ke dua terdapat pengaruh
dibelajarkan dengan menerapkan motivasi terhadap hasil hasil belajar IPA
model konvensional. siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil belajar
A2 B2 : Kelompok siswa yang memiliki siswa yang memiliki motivasi belajar
motivasi belajar rendah yang
dibelajarkan dengan menerapkan
tinggi lebih baik dan terdapat perbedaan
model konvensional. yang signifikan secara statistik dengan
hasil belajar IPA siswa yang memiliki
Pengambilan data motivasi belajar dilaku- motivasi belajar rendah. Ke tiga, tidak
kan dengan memberikan angket yang berisi terdapat interaksi antara model pem-
butir-butir pernyataan dimana sebelumnya belajaran group investigation dan motivasi
angket sudah divalidasi oleh tim ahli. belajar terhadap hasil belajar peserta. Ini
Dalam hal ini siswa dikategorikan men- artinya keunggulan penerapan model
jadi 2 kelompok yaitu kelompok siswa pembelajaran group investigation dalam
yang memiliki motivasi belajar tinggi dan pembelajaran IPA tidak dipengaruhi oleh
kelompok siswa yang memiliki motivasi variabel motivasi.
belajar rendah.
Karena tidak adanya interaksi antara kedua
Kelompok eksperimen diberikan perla- variable terhadap hasil belajar maka data
kuan dengan menerapkan model pem- perlu dianalisis lebih lanjut. Uji lanjutan
belajaran group investigation, sedangkan dilakukan menggunakan uji post hoc untuk
kelompok kontrol diberikan perlakuan de- melihat apakah terdapat perbedaan rata-
ngan menerapkan model pembelajaran rata hasil belajar peserta didik yang
konvensional. Tes kemampuan hasil be- memiliki motivasi tinggi dan peserta didik
lajar sesudah proses pembelajaran. Data yang memiliki motivasi rendah. Dari
yang diperoleh kemudian dianalisis Ana- pengujian uji post hoc, diperoleh hasil
lisis data yang dilakukan yang pertama yang pertama yaitu terdapat perbedaan
adalah uji normalitas, uji normalitas yang antara hasil belajar siswa yang memiliki
dilakukan untuk melihat apakah data yang motivasi tinggi yang dibelajarkan dengan
diperoleh berdistribusi normal, jika data menggunakan group investigation dengan
telah berdistribusi normal maka dilanjut- hasil belajar siswa yang memiliki motivasi
kan dengan uji homogenitas. Uji homo- tinggi yang dibelajarkan dengan model
genitas dilakukan untuk melihat apakah konvensional. Hal ini terbukti dari nilai
kedua kelompok memiliki varians yang signifikansi yang diperoleh yaitu sebesar
sama atau homogen. Selanjutnya jika data 0,001 (kategori sangat kecil) lebih kecil
telah berdistribusi normal dan homogen dengan nilai alpha (0,05). Hal ini juga
maka dapat dilakukan uji yang terakhir dapat dilihat dari nilai rata-rata siswa yang
yaitu pengujian hipotesis. memiliki motivasi tinggi kelas eksperimen
diperoleh sebesar 80,01 lebih tinggi bila
HASIL DAN PEMBAHASAN dibandingkan dengan siswa yang memiliki
motivasi tinggi kelas kontrol yang
Hasil perhitungan dengan menggunakan diperoleh sebesar 72,25.
bantuan SPSS, diperoleh hasil yang

30
Edu-Sains Volume 5 No. 2, Juli 2016

Ke dua, tidak terdapat perbedaan hasil DAFTAR PUSTAKA


belajar antara siswa yang memiliki
motivasi rendah yang dibelajarkan dengan Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian
model group investigation dengan peserta Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
didik yang memiliki motivasi rendah yang Bumi Aksara.
dibelajarkan dengan model konvensional.
Nilai signifikansi yang diperoleh 0,221 Asyar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan
lebih besar dari nilai alpha (0,05) namun, Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung
jika dilihat dari nilai rata-rata keduanya Persada.
diperoleh bahwa peserta didik yang me-
miliki motivasi rendah kelas eksperimen Dewi, R. P., Iswari, R. S., Susanti, R., &
lebih tinggi (70,52) bila dibandingkan Supriyanto, S. (2012). Penerapan
dengan peserta didik yang memiliki mo- model group investigation terhadap
tivasi rendah pada kelas eksperimen hasil belajar materi bahan kimia di
(64,56). Hal ini dapat disimpulkan bahwa SMP. Unnes Journal of Biology
model pembelajaran group investigation Education, 1(3).
lebih cocok diterapkan pada siswa yang
memiliki motivasi belajar tinggi. Fatullahna. (2012). Pendekatan
Eksperimen.
KESIMPULAN http://www.fstulahna/penelitian_eksp
erimen.html. Diakses Tanggal 16
Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil April 2016.
penelitian adalah sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh penggunaan model Ulfah, A., Sahputra, R., & Rasmawan, R.
pembelajaran group investigation ter- (2014). Pengaruh Model
hadap hasil belajar IPA siswa. Hal ini Pembelajaran Group Investigation
ditunjukkan bahwa hasil belajar IPA Terhadap Keterampilan Proses Sains
dengan menggunakan model group Pada Materi Koloid di SMA. Jurnal
investigation lebih tinggi dari pada Pendidikan dan
siswa yang dibelajarkan dengan meng- Pembelajaran, 3(10).
gunakan model konvensional.
2. Terdapat pengaruh motivasi terhadap
hasil belajar IPA siswa. Hal ini
dibuktikan bahwa hasil belajar IPA
siswa yang memiliki motivasi belajar
tinggi lebih baik dan terdapat per-
bedaan yang signifikan secara statistik
dengan hasil belajar IPA siswa yang
memiliki motivasi belajar rendah.
3. Tidak terdapat interaksi antara pene-
rapan model pembelajaran dan mo-
tivasi berprestasi terhadap hasil belajar
siswa. Artinya keunggulan penerapan
model pembelajaran group inves-
tigation dalam pembelajaran IPA tidak
dipengaruhi oleh variabel motivasi.

31