Keseimbangan Cairan dan Elektrolit

1. Distribusi cairan tubuh Cairan tubuh menempati kompartmen intrasel dan ekstrasel. Dua pertiga bagian (67%) dari cairan tubuh berada di dalam sel (cairan intrasel/CIS) dan sepertiganya (33%) berada di luar sel (cairan ekstrasel/ CES). CES dibagi cairan intravaskuler atau plasma darah yang meliputi 20% CES atau 15% dari total berat badan, dan cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 5% dari total berat badan. Selain kedua kompartmen tersebut, ada kompartmen lain yang ditempati cairan tubuh, yaitu cairan transel. Namun, volumenya diabaikan karena kecil, yaitu cairan sendi, cairan otak, cairan perikard, liur pencernaan, dll. Ion Na+ dan Cl- terutama terdapat pada cairan ekstrasel, sedangkan ion K+ di cairan intrasel. Anion protein tidak tampak dalam cairan intersisial karena jumlahnya paling sedikit dibandingkan dengan intrasel dan plasma. Perbedaan komposisi cairan tubuh berbagai kompartmen terjadi karena adanya barier yangn memisahkan mereka. Membran sel memisahkan cairan intrasel dengan cairan intersisial, sedangkan dinding kapiler memisahkan cairan intersisial dengan plasma. Dalam keadaa normal, terjadi keseimbangan susunan dan volume cairan dan elektrolit antar kompartmen. Bila terjadi perubahan konsentrasi atau tekanan di salah satu kompartmen, maka akan terjadi perpindahan cairan atau ion antar kompartmen sehingga terjadi keseimbangan kembali.

2. Komposisi cairan tubuh Cairan yang bersirkulasi di seluruh tubuh di dalam ruang cairan intrasel dan ekstrasel mengandung elektrolit, mineral dan sel. Elektrolit merupakan sebuah unsur atau senyawa, yang jika melebur atau larut didalam air, atau pelarut lain, akan pecah menjadi ion dan mampu membawa muatan listrik. Elektrolit yang memiliki muatan positif disebut kation, sedangkan elektrolit ynag memiliki muatan negatif disebut anion. Konsentrasi setiap elektrolit didalam cairan intrasel dan ekstrasel berbeda.

Namun jumlah anion dan kation didalam setiap kompartemen cairan harus sama. maka membran tersebut tidak permeable untuk substansi tersebut. Umur b Kondisi lemak tubuh c. Jika tidak dapat menembusnya. 1. 3. Elektrolit sangat penting pada banyak fungsi tubuh. Jenis Kelamin Perhatikan Uraian berikut ini : No. Transport aktif membutuhkan energi. Pergerakan cairan tubuh Setiap kompartmen dipisahkan oleh barier atau membran yang membatasi mereka. Membran disebut semipermeabel (permeabel selektif) bila beberapa partikel dapat melaluinya tetapi partikel lain tidak dapat menembusnya. termasuk fungsi neuromuscular dan keseimbangna asan basa. Setiap zat yang akan pindah harus dapat menembus barier atan membran tersebut. . 2. Presentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan tergantung beberapa hal antara lain : a. maka membran tersebut permeabel terhadap zat tersebut. Perpindahan substansi melalui membran ada yang secara aktif atau pasif. Bila substansi zat tersebut dapat melalui membran. Usia Bayi (baru lahir) Dewasa Pria (20-40 : tahun) 60 % 50 % 45-50 Presentase 75 % Wanita (20-40 tahun) 4 Usia Lanjut 3. sedangkan transport pasif tidak membutuhkan energi.

Osmosis Bila suatu substansi larut dalam air. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju difusi ditentukan sesuai dengan hukum Fick (Fick¶slaw of diffusion). 5) Jarak yang ditempuh untuk difusi b. konsentrasi air akan menurun. Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. maka terjadi perpindahan air/ zat pelarut dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang rendah ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi.a. Filtrasi Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua ruang yang dibatasi oleh membran. Faktor-faktor tersebut adalah: 1) Peningkatan perbedaan konsentrasi substansi. Difusi Partikel (ion atau molekul) suatu substansi yang terlarut selalu bergerak dan cenderung menyebar dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah sehingga konsentrasi substansi partikel tersebut merata. Jumlah cairan yang keluar sebanding dengan besar perbedaan . Perpindahan partikel seperti ini disebut difusi. 4) Berat molekul substansi. Perpindahan seperti ini disebut dengan osmosis. 3) Peningkatan luas permukaan difusi. Hal ini karena tempat molekul air telah ditempati oleh molekul substansi tersebut. 2) Peningkatan permeabilitas. konsentrasi air dalam larutan tersebut lebih rendah dibandingkan konsentrasi air dalam larutan air murni dengan volume yang sama. Jadi bila konsentrasi zat yang terlarut meningkat. c. Bila suatu larutan dipisahkan oleh suatu membran yang semipermeabel dengan larutan yang volumenya sama namun berbeda konsentrasi zat yang terlarut.

Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+).7 10 141 0 31 4 Intraselular . Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intarseluler maupun pada plasma terinci dalam tabel di bawah ini : No. magnesium (Mg++). luas permukaan membran. kalium (K+). Kalsium (Ca++). bikarbonat (HCO3-). 4.7 2. Elektrolit Ekstraselular Plasma 1. fosfat (HPO42-). urea. seperti : protein. tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda. 3. Contoh: Pompa Na-K.5 1.4 1. 2.0 5.0 4.tekanan. dan permeabilitas membran.0 2. Klorida (Cl-). hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatanmuatan negatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif. karbon dioksida dan asam-asam organik. 4 5. Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya. oksigen. Perpindahan seperti ini membutuhkan energi (ATP) untuk melawan perbedaan konsentrasi.5 107. sulfat (SO42-). Tekanan yang mempengaruhi filtrasi ini disebut tekanan hidrostatik d.0 Intersisial 137. Transport aktif Transport aktif diperlukan untuk mengembalikan partikel yang telah berdifusi secara pasif dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah yang konsentrasinya lebih tinggi. Natrium Kalium Kalsium Magnesium Klorida 144.4 112. glukosa. Elektrolit Utama Tubuh Manusia Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik.

pengatur konsentrasi garam dalam darah. Keluaran urine yang diproduksi ginjal dapat dipengaruhi oleh ADH dan aldosteron dengan rata-rata 1 ml/kg/ bb/jam. Bikarbonat Fosfat Sulfat Protein 27.5 1.3 2. Proses pengaturan kebutuhan keseimbangan air ini. 9. Proses ini diatur oleh pusat pengatur panas yang disarafi oleh vasomotorik dengan kemampuan mengendalikan arteriol kutan dengan cara .0 0.6 7.0 0. Rata-rata setiap satu liter darah mengandung 500 cc plasma yang mengalir melalui glomerulus. y b. pengatur keseimbangan asambasa darah. Pengaturan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit a. Cairan yang tersaring (filtrat glomerulus). diawali oleh kemampuan bagian ginjal seperti glomerulus sebagai penyaring cairan. yakni sebagai pengatur air. 8. Mekanisme rasa dahaga oleh ginjal: y Penurunan fungsi ginjal merangsang pelepasan renin. Osmoreseptor di hipotalamus mendeteksi peningkatan tekanan osmotik dan mengaktivasi jaringan saraf yang dapat mengakibatkan sensasi rasa dahaga Kulit Kulit merupakan bagian penting dalam pengaturan cairan yang terkait dengan proses pengaturan panas. yang pada akhirnya menimbulkan produksi angiotensin II yang dapat merangsang hipotalamus untuk melepaskan substrat neural yang bertanggungjawab terhadap sensasi haus.5 0.2 10 11 1 4 5.0 2. 10 persennya disaring keluar. dan ekskresi bahan buangan atau kelebihan garam. Ginjal Ginjal merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit. kemudian mengalir melalui tubuli renalis yang sel-selnva menyerap semua bahan yang dibutuhkan.2 28. Hal ini terlihat pada fungsi ginjal.

Paru Organ paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan menghasilkan insensible water loss kurang lebih 400 ml/hari. Melalui kelenjar keringat ini. dengan demikian dapat menghemat air.vasodilatasi dan vasokonstriksi. Gastrointestinal Gastrointestinal merupakan organ saluran pencernaan yang berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. d. Proses pelepasan panas dapat dilakukan dengan cara penguapan. Pengaturan Keseimbangan Cairan secara Hormonal 1) Anti diuretik hormone (ADH) ADH dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis dari hipofisis posterior. yaitu pengalihan panas ke benda yang disentuh dan cara konveksi. Perangsangan kelenjar keringat yang dihasilkan dapat diperoleh dari aktivitas otot. cairan yang hilang dalam sistem ini sekitar 100-200 ml/ hari e. suhu dapat diturunkan dengan cara pelepasan air yang jumlahnya kurang lebih setengah liter sehari. Cara tersebut berupa cara konduksi. suhu lingkungan. c. Keringat merupakan sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pengendalian saraf simpatis. . Proses pengeluaran cairan terkait dengan respons akibat perubahan terhadap upaya kemampuan bernapas. Dalam kondisi normal. Proses pelepasan panas lainnya dilakukan melalui cara pemancaran yaitu dengan melepaskan panas ke udara sekitarnya. Hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus koligentes. Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolaritas dan penurunan cairan ekstrasel. yaitu dengan mengalirkan udara yang telah panas ke permukaan yang lebih dingin. melalui kondisi tubuh yang panas. Jumlah keringat yang dikeluarkan tergantung pada banyaknya darah yang mengalir melalui pembuluh darah dalam kulit.

Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan kehilanagn caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi. natrium serum. Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. a. respon natrium. ekresi pada proses metabolisme. sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan. 3) Prostaglandin Prostaglandin adalah asam lemak alami yang terdapat dalam banyak jaringan dan berfungsi dalam merespon radang. ginjal (urine). Dalam ginjal. 4) Glukokortikoid Meningkatkan resorpsi natrium dan air. kontraksi uterus dan mobilitas gastrointestinal. Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi. Intake Cairan : Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-lira 1500 ml per hari. dan efek ginjal pada ADH. dan oksidasi . Regulating Body Fluid Volumes Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman.2) Aldosteron Hormon ini disekresi oleh kelenjar adrenal yang bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium. dan sistem angiotensin rennin dan sangat efektif dalam mengendalikan hiperkalemia. 6. Perubahan glukokortikoid menyebabkan perubahan pada keseimbangan volume darah. pengendalian tekanan darah. penguapan kulit. sehingga volume darah naik dan terjadi retensi natrium.

2) IWL (Insesible Water Loss) : IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit. atau sekitar 30-50 ml per jam. Melalui kulit dengan mekanisme difusi.8 20. .300 1150 .7 45. bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh. Berikut adalah kebutuhan intake cairan yang diperlukan berdasarkan umur dan berat badan. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar 300-400 mL per hari.0 9.1300 1350 . perhatikan tabel di bawah ini: NO 1 2 3 4 5 6 7 BERAT BADAN (KG) 3 hari 1 tahun 2 tahun 6 tahun 10 tahun 14 tahun 18 tahun UMUR 3. tapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat.0 KEBUTUHAN CAIRAN (mL/24 Jam) 250 .5 11.1500 1800 .selama proses metabolisme.2500 2200 .0 54. Dalam kondisi normal output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam. Output Cairan : Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu : 1) Urine Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius merupakan proses output cairan tubuh yang utama.0 28. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap harinya.2700 2200 .2700 b.2000 2000 . Pada orang dewasa.

d. Umur : Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari. metabolisme. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung. b. sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit. karena usia akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh. yang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon). Stress : . Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema. 4) Feces : Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari. dan berat badan. c. respon ini berasal dari anterior hypotalamus. Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding usia dewasa. Diet : Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. 7. Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh antara lain : a.3) Keringat : Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas. Iklim : Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat.

sehingga berakibat pada kekurangan atau kelebihan volume ekstraseluler (ECF). Pembedahan : Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami berpengaruh pada gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. dikarenakan kehilangan darah selama pembedahan. laksative dapat kondisi cairan dan elektrolit tubuh h. Tindakan Medis : Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti : suction.Stress dapat meningkatkan metabolisme sel. dan pemecahan glykogen otot. Ketidakseimbangan osmotik terutama mempengaruhi cairan . f. Pengobatan : Pengobatan seperti pemberian deuretik. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah. e. nasogastric tube dan lain-lain g. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Tubuh 1. Kondisi Sakit : Kondisi sakit sangat b3erpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Misalnya : y y y Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL Penyakit ginjal dan kardiovaskuler Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri. glukosa darah. Volume Ketidakseimbangan volume terutama mempengaruhi cairan ekstraseluler (ECF) dan menyangkut kehilangan atau bertambahnya natrium dan air dalam jumlahyang relatif sama. 8.

2. Ketidakseimbangan Volume: . Edema adalah penunpukan cairan interstisial yang berlebihan.Kurangan Volume Cairan Ekstraseluler (ECF) Kekurangan volume ECF atau hipovolemia didefinisikan sebagai kehilangan cairan tubuh isotonik.kira sama. Edema dapat terlokalisir atau generalisata. Gangguan osmotik umumnya berkaitan dengan hiponatremia dan hipernatremia sehingga nilai natrium serum penting untuk mengenali keadaan ini. . yang disertai kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang relatif sama.intraseluler (ICF) dan menyangkut bertambahnya atau kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang relatif tidak seimbang. Osmolalitas Ketidakseimbangan osmolalitas melibatkan kadar zat terlarut dalam cairancairan tubuh. Kekurangan volume isotonik sering kali diistilahkan dehidrasi yang seharusnya dipakai untuk kondisi kehilangan air murni yang relative mengakibatkan hipernatremia.Kelebihan Volume ECF Kelebihan cairan ekstraseluler dapat terjadi bila natrium dan air keduaduanya tertahan dengan proporsi yang kira.Dengan terkumpulnya cairan isotonik yang berlebihan pada ECF (hipervolumia) maka cairan akan berpindah ke kompartement cairan interstitial sehingga mnyebabkan edema. a. Karena natrium merupakan zat terlarut utama yang aktif secara osmotik dalam ECF maka kebanyakan kasus hipoosmolalitas (overhidrasi) adalah hiponatremia yaitu rendahnya kadar natrium di dalam plasma dan hipernatremia yaitu tingginya kadar natrium di dalam plasma. . Kadar dari kebanyakan ion di dalam ruang ekstraseluler dapat berubah tanpa disertai perubahan yang jelas dari jumlah total dari partikel-partikel yang aktifsecara osmotik sehingga mengakibatkan perubahan komposisional.

Status perkembangan seperti usia atau situasi social g. Pengobatan tertentu yang sedang dijalani dapat mengganggu status cairan f. y Hiperkalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum lebih dari atau sama dengan 5. 1) Pengkajian Riwayat keperawatan a. Randa umum masalah elektrolit c.y Hipokalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum kurang dari 3. Berat badan Kehilangan/bertambahnya berat badan menunjukkan adanya masalah keseimbangan cairan: y ±2% : ringan y ±5% : sedang y ±10% : berat .5 mEq/L. Asuhan keperawatan A. Komposisi 9. dan ditangani untuk menghindari disritmia dan gagal jantung yang fatal. Tanda kekurangan dan kelebihan cairan d. Proses penyakit yang menyebabkan gangguan homeostatis cairan dan elektrolit e. Hiperkalemia akut adalah keadaan gawat medik yang perlu segera dikenali. parenteral) b. Factor psikologis seperti perilaku emosional yang mengganggu pengobatan.5 mEq/L. Pemasukan dan pengeluaran cairan dan makanan (oral. 2) Pengukuran klinik a. y 3.

Ukur keseimbangan cairan dengan akurat : Normalnya sekitar ±200 cc. y Feses: jumlah dan konsistensi y Muntah y Tube drainase y IWL e. Penggunaan diuretic e. d. Menurunnya intake oral.Pengukuran berat badan dilakukan setiap hari pada waktu yang sama b. Berkeringan secara berlebihan c. tekanan darah. B. Hipotensi . Pengukuran keluaran cairan y Urin : volume. Kehilangan cairan secara berlebihan. Perdarahan Kemungkinan ditemukan data a. Pengukuran masukan cairan y Cairan oral :NGT dan oral y Cairan parenteral termasuk obat-obatab. kejernihan/kepekatan. Iv y Makanan yang cenderung mengandung air y Irigasi kateter atau NGT d. Diagnose keperawatan 1. b. Keadaan umum y Pengukuran tanda vital seperti suhu. nadi dan pernapasan y Tingkat kesadaran c. kemungkinan berhubungan dengan a. Actual/resiko deficit volume cairan.

Perdarahan i. urin dan feses y Monitor turgor kulit y Tanda vital y Monitot IV infuse y CVP y Elektrolit. Menunjukkan adanya keseimbangan cairan seperti outpun urin adequate. turgor kulit baik. AIDS h. Ukur dan catat setiap 4 jam y Intake dan output cairan y Warna muntahan. hematokrit. membrane mukosa mulut lembab. Ketoasidosi pada diabetik¶anoreksia nervosa d. Koma c. Ulcer kolon Tujuan yang diharapkan a. Perdarahan gastrointestinal e.b. Rencana Asuhan Keperawatan Intervensi 1. tekanan darah stabil. C. Muntah. Takhikardia c. Penyakit : Addison b. diare f. Menentukan kehilangan dan kebutuhan cairan . Konsistensi urin pekat Kondisi klinik a. dan hemoglobin y Status mental y Berat badan Rasional 1. Kele\mahan e. Intake cairan tidak adequate g. BUN. Pucat d. Mempertahankan keseimbangna cairan b.

. Meningkatkan konsumsi yang lebih 5. b. Meningkatkan sirkulasi 7. Lakukan kebersihan mulut sebelum makan 6. Berikan pengobatan seperti antidiare dan antimuntah 4. c.2. Menurunkan pergerakan usus dan muntah 4.Kemungkinan berhubungan dengan a. c. Meningkatkan nafsu makan 6. Volume cairan berlebih . Ubah posisi pasien setiap 4 jam 7. f. Berikan support verbal dalam pemberian cairan 5. Retensi garam dan air Efek dari pengobatan Malnutrisi 2. b. Memenuhi kebutuhan makan dan minum 3. g. Orthopnea Oliguria Edema Ditensi vena jugularis Hipertensi Distress pernapasan Anasarka Edema paru . b. h. Berikan makanan dan cairan 3.Kondisi klinik a. Meningkatkan informasi dan kerjasama . c. d. Obesitas Hipothirodism Pengobatan dengan kortikosteroid.Kemungkinan data yang ditemukan a. Berikan pendidikan kesehatan tentang y Tanda dan gejala dehidrasi y Intakes dan output cairan y Terapi 2. e.

Mencegah kulit 7. Pasien dan keluarga mengetahui dan kooperatif . Berikan pengetahuan kesehatan tentang y Intake dan output cairan y Edema. Mengurangi edema 6. Mengatur adanya edema paru 3.d. berat badan y pengobatan Rasional 1. j. Monitor Ro¶ Paru 3. g. CVP. dan efek pengobatan 4. Menurunkan kelebihan cairan Intervensi 1. h. hindari penekanan yang terusmenerus 7. Pada pasien yang bedrest y Rubag posisi setiap 2 jam y Latihan pasif dan aktif 6. f. obat. Mempertahankan keseimbangan intake dan output caira b. Mengurangi overload cairan 5. dan bunyi paru 2. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian cairan. Ukur dan monitor y Intake dan output cairan. Dasar pengkajian kardivaskuler dan respons terhadap penyakit 2. distensi vena jugularis. Pada kulit yang edema berikan lotion. Kerjasama disiplin ilmu dalam Perawatan 4. Hati-hati dalam pemberian cairan 5. e. i. berat badan. - Immobilisasi Yang lama Cushings syndrome Ggal ginjal Sirosis hepatis Kanker Toxemia Tujuan yang diharapkan a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful