Konsep Dasar Skizofrenia Paranoid dan Waham Kebesaran Pengertian Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang kronik, pada

orang yang mengalaminya tidak dapat menilai realitas dengan baik dan pemahaman diri buruk (Kaplan dan Sadock, 1997). Gejalanya dibagi menjadi 2 kelompok yaitu primer yang meliputi perubahan proses pikir, gangguan emosi, kemauan, dan otisme. Sedangkan gejala sekunder meliputi waham, halusinasi, gejala katatonik. Gejala sekunder merupakan manifestasi untuk menyesuaikan diri terhadap gangguan primer. Skizofrenia dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu simplex, hebefrenik, katatonik, paranoid, tak terinci, residual (Maslim, 2000). Dari beberapa jenis skizofrenia diatas, terdapat skizofrenia paranoid. Jenis ini ditandai oleh keasyikan (preokupasi) pada satu atau lebih waham atau halusinasi, dan tidak ada perilaku pada tipe terdisorganisasi atau katatonik. Secara klasik skizofrenia tipe paranoid ditandai terutama oleh adanya waham kebesaran atau waham kejar, jalannya penyakit agak konstan (Kaplan dan Sadock, 1998). Pikiran melayang (Flight of ideas) lebih sering terdapat pada mania, pada skizofrenia lebih sering inkoherensi (Maramis, 1998). Kriteria waktunya berdasarkan pada teori Townsend (1998), yang mengatakan kondisi klien jiwa sulit diramalkan, karena setiap saat dapat berubah. Waham menurut Maramis (1998), Keliat (1998) dan Ramdi (2000) menyatakan bahwa itu merupakan suatu keyakinan tentang isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya, keyakinan tersebut dipertahankan secara kokoh dan tidak dapat diubah-ubah. Mayer-Gross dalam Maramis (1998) membagi waham dalam 2 kelompok, yaitu primer dan sekunder. Waham primer timbul secara tidak logis, tanpa penyebab dari luar. Sedangkan waham sekunder biasanya logis kedengarannya, dapat diikuti dan merupakan cara untuk menerangkan gejalagejala skizofrenia lain, waham dinamakan menurut isinya, salah satunya adalah waham kebesaran Waham kebesaran adalah waham peningkatan kemampuan, kekuatan,

pengetahuan, identitas, atau hubungan khusus dengan dewa atau orang terkenal (Kaplan dan Sadock, 1997). Pendapat ini juga didukung oleh Kusuma (1997)

yang menyatakan bahwa derajat waham kebesaran dapat terentang pembesarbesaran yang ringan sampai karakteristik sesungguhnya dari waham kebesaran psikotik. Isi waham umpamanya pasien telah melakukan penemuan yang penting atau memiliki bakat yang tidak diketahui atau kesehatan yang sangat baik. Etiologi Predeposisi Biologi Skizofrenia paranoid disebabkan kelainan susunan saraf pusat, yaitu pada diensefalon/ oleh perubahan-perubahan post mortem/ merupakan artefak pada waktu membuat sediaan. Gangguan endokrin juga berpengaruh, pada teori ini dihubungkan dengan timbulnya skizofrenia pada waktu pubertas, waktu kehamilan atau puerperium dan waktu klimaterium. Begitu juga dengan gangguan metabolisme, hal ini dikarenakan pada orang yang mengalami skizofrenia tampak pucat dan tidak sehat, ujung ekstremitas sianosis, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun. Teori ini didukung oleh Adolf Meyer yang menyatakan bahwa suatu konstitusi yang inferior/ penyakit badaniah dapat mempengaruhi timbulnya skizofrenia paranoid (Maramis, 1998). Menurut Schebel (1991) dalam Townsend (1998) juga mengatakan bahwa skizofrenia merupakan kecacatan sejak lahir, terjadi kekacauan dari sel-sel piramidal dalam otak, dimana sel-sel otak tersusun rapi pada orang normal. Gangguan neurologis yang mempengaruhi sistem limbik dan ganglia basalis sering berhubungan dengan kejadian waham. Waham oleh karena gangguan neurologis yang tidak disertai dengan gangguan kecerdasan, cenderung memiliki waham yang kompleks. Sedangkan waham yang disertai dengan gangguan kecerdasan sering kali berupa waham sederhana (kaplan dan Sadock, 1997). Psikologis Menurut Carpenito (1998), klien dengan waham memproyeksikan perasaan dasarnya dengan mencurigai. Pada klien dengan waham kebesaran terdapat perasaan yang tidak adekuat serta tidak berharga. Pertama kali mengingkari perasaannya sendiri, kemudian memproyeksikan perasaannya kepada lingkungan dan akhirnya harus menjelaskan kepada orang lain. Apa yang seseorang pikirkan

tentang suatu kejadian mempengaruhi perasaan dan perilakunya. Beberapa perubahan dalam berpikir, perasaan atau perilaku akan mengakibatkan perubahan yang lain. Dampak dari perubahan itu salah satunya adalah halusinasi,dapat muncul dalam pikiran seseorang karena secara nyata mendengar, melihat, merasa, atau mengecap fenomena itu, sesuai dengan waktu, kepercayaan yang irrasional menghasilkan ketidakpuasan yang ironis, menjadi karakter yang "Wajib" dan "Harus. Genetik Faktor keturunan juga menentukan timbulnya skizofrenia. Hal ini dibuktikan dengan penelitian pada keluarga-keluarga yang menderita skizofrenia dan terutama anak kembar satu telur. Angka kesakitan bagi saudara tiri sebesar 0,9 1,8%, saudara kandung 7 - 15%, anak dengan salah satu orang tua yang mengalami skizofrenia 7 - 16%, bila kedua orang tua mengalami skizofrenia 40 68%, kembar dua telur (heterozygot) 2-15%, kembar satu telur (monozygot) 6186% (Maramis, 1998). Presipitasi c. Faktor ini dapat bersumber dari internal maupun eksternal. Stresor sosiokultural Stres yang menumpuk dapat menunjang terhadap awitan skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya (Stuart, 1998) Stresor psikologis Intensitas kecemasan yang tinggi, perasaan bersalah dan berdosa, penghukuman diri, rasa tidak mampu, fantasi yang tak terkendali, serta dambaan-dambaan atau harapan yang tidak kunjung sampai, merupakan sumber dari waham. Waham dapat berkembang jika terjadi nafsu kemurkaan yang hebat, hinaan dan sakit hati yang mendalam (Kartono, 1981). Proses terjadinya waham Waham adalah anggapan tentang orang yang hypersensitif, dan mekanisme ego spesifik, reaksi formasi dan penyangkalan. Klien dengan waham, menggunakan

mekanisme pertahanan reaksi formasi, penyangkalan dan proyeksi. Pada reaksi formasi, digunakan dan sebagai perasaan pertahanan cinta. melawan agresi, akan kebutuhan, ketergantungan Kebutuhan ketergantungan

ditransformasikan menjadi kemandirian yang kokoh. Penyangkalan, digunakan untuk menghindari kesadaran akan kenyataan yang menyakitkan. Proyeksi digunakan untuk melindungi diri dari mengenal impuls yang tidak dapat diterima didalam dirinya sendiri. Hypersensitifitas dan perasaan inferioritas, telah dihipotesiskan menyebabkan reaksi formasi dan proyeksi, waham kebesaran dan superioritas. Waham juga dapat muncul dari hasil pengembangan pikiran rahasia yang menggunakan fantasi sebagai cara untuk meningkatkan harga diri mereka yang terluka. Waham kebesaran merupakan regresi perasaan maha kuasa dari anak-anak, dimana perasaan akan kekuatan yang tidak dapat disangkal dan dihilangkan (Kaplan dan Sadock, 1997). Cameron, dalam Kaplan dan Sadock, (1997) menggambarkan 7 situasi yang memungkinkan perkembangan waham, yaitu : peningkatan harapan, untuk mendapat terapi sadistik, situasi yang meningkatkan ketidakpercayaan dan kecurigaan, isolasi sosial, situasi yang meningkatkan kecemburuan, situasi yang memungkinkan menurunnya harga diri (harga diri rendah), situasi yang menyebabkan seseorang melihat kecacatan dirinya pada orang lain, situasi yang meningkatkan kemungkinan untuk perenungan tentang arti dan motivasi terhadap sesuatu. Gejala- gejala waham Jenis skizofrenia paranoid mempunyai gejala yang khas yaitu waham primer, disertai dengan waham-waham sekunder dan halusinasi (Maramis, 1998). Menurut Kaplan dan Sadock (1997), kondisi klien yang mengalami waham adalah: Status mental Pada pemeriksaan status mental, menunjukan hasil yang sangat normal, kecuali bila ada sistem waham abnormal yang jelas. Mood klien konsisten dengan isi wahamnya. Pada waham curiga, didapatkan perilaku pencuriga.

masa sekarang dan yang direncanakan. Klien dapat dipercaya informasinya. menarik diri. Adapun sistem wahamnya. Waham cemburu. biasanya orang yang sangat terkenal. dan hilang setelah perpisahan/ kematian . atau atasanya. tidak ditemukan kelainan dalam orientasi. Klien dengan waham. seperti artis. hidup sendirian dan bekerja dalam pekerjaan yang sederhana.Pada waham kebesaran. Klien biasanya hidup terisolasi.2%) dari pasien psikiatrik. tetapi tidak dapat diketahui. Keputusan terbaik bagi pemeriksa dalam menentukan kondisi klien adalah dengan menilai perilaku masa lalu. Tipe kebesaran (magalomania):yaitu keyakinan bahwa seseorang memiliki bakat. tipe-tipe waham antara lain: Tipe Eritomatik: klien dicintai mati-matian oleh orang lain. Pada beberapa klien kemungkinan ditemukan halusinasi dengar. tempat dan situasi. Tipe ini jarang ditemukan (0. tidak memiliki halusinasi yang menonjol/ menetap. kecuali yang memiliki waham spesifik tentang waktu. kecuali pada klien dengan waham raba atau cium. Daya ingat dan proses kognitif klien adalah intak (utuh). Klien waham hampir selalu memiliki insight (daya titik diri) yang jelek. Onset sering mendadak. ditemukan pembicaraan tentang peningkatan identitas diri. Sensori dan kognisi Pada waham. wawasan yang luar biasa. kecuali jika membahayakan dirinya. yaitu misalnya cemburu terhadap pasanganya. pejabat. pemeriksa kemungkinan merasakan adanya kualitas depresi ringan. kemampuan. Tipe-tipe waham Menurut kaplan dan sadock (1997). mempunyai hubungan khusus dengan orang yang terkenal.

individu mungkin merasa malu karena pengalaman sensorinya dan menarik diri dari orang lain (nonpsikotik). Menetapnya waham somatik yang tidak kacau tanpa adanya gejala psikotik lainya menyatakan gangguan delosional/ waham tipe somatik. Tipe ini paling sering ditemukan pada gangguan jiwa. dan takut serta mencoba untuk memusatkan pada penenangan pikiran untuk mengurangi ansietas.pasangan. individu mengetahui bahwa pikiran yang dialaminya tersebut dapat dikendalikan jika ansietasnya dapat diatasi (nonpsikotik). merasa bersalah. diikuti oleh orang lain. diracuni. Waham kejar : keyakinan merasa dirinya dikejar-kejar. Tahap-tahap halusinasi Menurut Townsend (1998) tahap dari halusinasi antara lain : Comforting (secara umum halusinasi bersifat menyenangkan) Karakteristik : orang yang berhalusinasi mengalami keadaan emosi seperti ansietas. menggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara. orang yang berhalusinasi mulai merasa kehilangan kendali dan berusaha untuk menjauhkan dirinya dari sumber yang dipersepsikan.gerakan mata yang cepat. Dapat berbentuk sederhana. dihalang-halangi. oleh karena delusinya. Condemning (secara umum halusinasi menjijikan) Karakteristik : pengalaman sensori bersifat menjijikan dan menakutkan. diusik. Waham tipe somatik atau psikosis hipokondrial monosimptomatik. Tipe ini menyebapkan penyiksaan hebat dan fisik yang bermakna terhadap pasangan. dan biasanya berupa tema yang berhubungan difitnah secara kejam. diam dan dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikkan. atau dihalangi dalam mengejar tujuan jangka panjang. Perilaku pasien yang teramati : menyeringai atau tertawa yang tidak sesuai. kesepian. Perbedaan dengan hipokondrial adalah pada derajat keyakinan yang dimiliki klien. . dan kemungkinan dapat membunuh pasangan. ataupun terperinci. respon verbal yang lamban.

rentang perhatian hanya beberapa menit atau detik. tremor. gejala fisik dan ansietas berat seperti berkeringat. penyempitan kemampuan konsentrasi. menarik diri. halusinasi bisa berlangsung dalam beberapa jam atau hari apabila tidak ada intervensi terapeutik (psikotik). Perilaku pasien yang teramati : perilaku menyerang atau teror seperti panik. kegiatan fisik merefleksikan isi halusinasi seperti amuk. Perilaku pasien yang teramati : lebih cenderung mengikuti petunjuk yang diberikan oleh halusinasinya daripada menolaknya. ketidakmampuan mengikuti petunjuk. pernapasan dan tekanan darah. agitasi.jenis obat antipsikotik antara lain : . tidak mampu berespon terhadap lebih dari satu orang. Penatalaksanaan Farmakoterapi Tatalaksana pengobatan skizofrenia paranoid mengacu pada penatalaksanaan skizofrenia secara umum menurut Townsend (1998). Karakteristik : pengalaman sensori mungkin menakutkan jika individu tidak mengikuti perintah. Controling (pengalaman sensori menjadi penguasa) Karakteristik : orang yang berhalusinasi menyerah untuk melawan pengalaman halusinasinya dan membiarkan halusinasi menguasai dirinya. dipenuhi dengan pengalaman sensori dan mungkin kehilangan kemampuan untuk membedakan halusinasi dengan realitas. Kaplan dan Sadock (1998) antara lain : Anti Psikotik Jenis. kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. sangat potensial melakukan bunuh diri atau membunuh orang lain. atau kataton. Conquering (secara umum halusinasi menjadi lebih rumit dan saling terkait dengan jumlah pasien yang masuk adalah delusi). isi halusinasi dapat berupa permohonan.Perilaku pasien yang teramati : peningkatan saraf otonom yang menunjukan ansietas misalnya peningkatan nadi. individu mungkin mengalami kesepian jika pengalaman sensori tersebut berakhir (psikotik).

klien yang teragitasi parah. dan gangguan psikotik menarik diri. Sedangkan jika klien gagal berespon dengan obat pada dosis yang cukup dalam waktu 6 minggu. Dosis awal : 3×1 mg. Haloperidol Untuk keadaan ansietas. premidikasi dalam anestesi. dan bertahap dinaikkan sampai 50 mg/hari. dosis awal : 3×25 mg. Trifluoperazine Untuk terapi gangguan jiwa organik. Imipramin . dengan dosis tertinggi : 1000 mg/hari secara oral. Kondisi ini harus diperhitungkan oleh dokter dan perawat. Penyebab kegagalan pengobatan yang paling sering adalah ketidakpatuhan klien minum obat.400 mg/hari Anti Depresan Amitriptylin Untuk gejala depresi. Dosis awal : 3×0. dan bukan hilangnya waham pada klien. psikosomatik. Sedangkan terapi yang berhasil dapat ditandai adanya suatu penyesuaian sosial. dan keluhan somatik.5 mg sampai 3 mg.dan mania. Dosis : 75-300 mg/hari. harus diberikan obat antipsikotik secara intramuskular.Chlorpromazine Untuk mengatasi psikosa. Dosis yang digunakan : 1-15 mg/hari Difehidamin Dosis yang diberikan : 10. dan mengurangi gejala emesis. ketegangan. Anti parkinson Triheksipenydil (Artane) Untuk semua bentuk parkinsonisme. dan untuk menghilangkan reaksi ekstrapiramidal akibat obat. depresi oleh karena ansietas. Obat antipsikotik merupakan obat terpilih yang mengatasi gangguan waham. Untuk gangguan jiwa. anti psikotik dari kelas lain harus diberikan. psikosis. Pada kondisi gawat darurat. kemudian dapat ditingkatkan supaya optimal.

Obat. "tanpa menyetujui setiap mis persepsi wahamnya. dapat timbul. Terapi individu lebih efektif dari pada terapi kelompok.Untuk depresi dengan hambatan psikomotorik. Terapis perlu menyatakan pada klien bahwa keasyikan dengan wahamnya akan menegangkan diri mereka sendiri dan mengganggu kehidupan konstruktif. kelainan kejang. karena disadari bahwa tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi. dan harus mampu menampung semua ungkapan perasaan klien. suatu hubungan terapeutik positif telah ditegakkan dan aktifitas terpeutik dapat dilakukan. sehingga menghilangnya ketegangan klien. Tujuan yang dikembangkan adalah hubungan yang kuat dan saling percaya dengan klien. mengingat apa yang anda lalui. dan untuk meringankan sementara gejalagejala insomnia dan ansietas. Kepuasan yang berlebihan dapat meningkatkan kecurigaan dan permusuhan klien. Terapi Keluarga : 16-320 mg/hari : 200-2400 mg/hari : 15-100 mg/hari . dosis pemeliharaan : 50-75 mg/hari. Dalam hal ini tujuannya adalah membantu klien memiliki keraguan terhadap persepsinya.obat yang termasuk anti ansietas antara lain: Fenobarbital Meprobamat Klordiazepoksida Psikoterapi Elemen penting dalam psikoterapi adalah menegakkan hubungan saling percaya. Terapis harus tepat waktu. misalnya dengan berkata : "Anda pasti merasa sangat lelah. Terapis tidak boleh mendukung ataupun menentang waham. kelainan somatroform. perasaan kelemahan dan inferioritasnya yang menyertai depresi. Sehingga terapis perlu bersikap empati terhadap pengalaman internal klien. Saat klien menjadi kurang kaku. Anti Ansietas Anti ansietas digunakan untuk mengotrol ansietas. dan tidak boleh terus-menerus membicarakan tentang wahamnya. jujur dan membuat perjanjian seteratur mungkin. dan depresi neurotik. terapis dapat meningkatkan tes realitas. Pada saat klien membiarkan perasaan kelemahan memasuki terapi. kelainan disosiatif. Dosis awal : 25 mg/hari. Bila klien mulai ragu-ragu dengan wahamnya.

sehingga dapat membantu dalam : Menata dan mengkomunikasikan informasi klinis Menangkap kompleksitas situasi klinis Menggambarkan heterogenitas individual dengan diagnosa klinis yang sama. sebagai sekutu dalam proses pengobatan. 2002) __________ Information from ESET Smart Security. . dan lingkungan. Keluarga akan memperoleh manfaat dalam membantu ahli terapi dan membantu perawatan klien. sehingga dapat membantu dalam Perencanaan terapi Meramalkan "Outcame" atau prognosis Format yang mudah dan sistematik. masalah psikososial. taraf fungsi secara global). pendidikan dan penelitian (PPDGJ-III. Memacu penggunaan "Model Bio-Psiko-Sosial"dalam klinis. kondisi medik umum. version of virus signature database 4436 (20090918) __________ The message was checked by ESET Smart Security. Diagnosa Medis Penentuannya mengikuti diagnosa multiaksila yang terdiri dari 5 aksis Aksis I : gangguan klinis Aksis II : gangguan kepribadian Aksis III : kondisi medik umum Aksis IV Aksis V : Masalah Psikososial dan lingkungan : penilaian peran dan fungsi 1 tahun terakhir Tujuan dari diagnosa multiaksila Mencakup informasi yang komprehensif (gangguan jiwa.Pemberian terapi perlu menemui atau mendapatkan keluarga klien.

perasaan senang atau bahagia . Penderita yakin bahwa dirinya sedang dibantu atau dihukum oleh orang lain. Penderita memiliki keyakinan yang salah mengenai kekayaan. Gejala mania meliputi cara berbicara yang cepat. Pada keadaan ini diperlukan penanganan segera.Levodopa . menetap. tampak sifat mudah marah. keahlian dan kecerdasan seseorang. Selain itu. dan waham kebesaran. sensitive. mengamuk. bisa menyebabkan penderita tidak sabar.Kortikosteroid . 2 Perhatian penderita mudah teralihkan dan selalu berpindah-pindah dari satu tema ke tema lainnya. judi atau perilaku seksual yang berbahaya). abnormal. tetapi juga bisa mudah tersinggung. aktivitas fisik dan mental penderita sangat hiruk pikuk. yaitu mendengar dan melihat benda-benda yang sesungguhnya tidak ada.Bromokriptin . PENDAHULUAN Episode mania merupakan suatu episode meningkatnya afek seseorang yang jelas.Amfetamin . dan peningkatan minat pada suatu tujuan. ekspansif. hiperaktif. berpikir cepat.2 Penderita tidak henti-hentinya mengikuti berbagai kegiatan (misalnya usaha dagang yang beresiko. kekuasaan.EPISODE MANIA DENGAN GEJALA PSIKOTIK I. Yang khas adalah bahwa penderita yakin dirinya baik-baik saja. 2 II. karena penderita bisa meninggal akibat kelelahan fisik yang luar biasa.Kokain . ETIOLOGI Kelainan fisik yang bisa menyebabkan mania:2 1. Efek samping obat-obatan . suka mencampuri urusan orang lain dan jika kesal akan lekas marah dan menyerang. atau memiliki halusinasi. dan iritabel. mengacau. kebutuhan tidur berkurang. Pada kasus yang berat. tanpa memikirkan bahaya sosial yang mungkin terjadi. Kurangnya pengertian akan keadaannya sendiri disertai dengan aktivitas yang sangat luar biasa.1 Penderita biasanya merasa senang. senang bertengkar atau memusuhi secara terang-terangan.Obat anti-depresi . dan kadang menganggap dirinya adalah Tuhan.

1% pertahun. melawak. banyak bicara . EPIDEMIOLOGI Mania merupakan suatu gangguan afektif dengan persentasi 12 % dari seluruh gangguan afektif. Infeksi ¥ AIDS ¥ Ensefalitis ¥ Influenza ¥ Sifilis (stadium lanjut) 3. GAMBARAN KLINIS Gambaran klinik yang dapat tampak pada pasien mania :4 ¥ Tampilan umum : bersemangat . Penyakit jaringan ikat . Kelainan hormonal . dan . Onset rata-rata umur pada pasien dewasa dengsn mania adalah 55 tahun dengan perbandingan jumlah pria dan wanita 2 : 1. Prevalensi timbulnya mania sekitar 0.Hipertiroidisme 4. Kelainan neurologis Ø Tumor otak Ø Cedera kepala Ø Korea Huntington Ø Sklerosis multipel Ø Stroke Ø Korea Sydenham Ø Epilepsi lobus temporalis III.3 IV.Metilfenidat 2.. hiperaktif.Lupus eritematosus sistemik 5.

Mereka mudah teralihkan perhatiannya. Suka bicara lebih dari biasanya dan ada dorongan untuk bicara terus iv.menetap. terkadang jawaban tidak sesuai pertanyaan meskipun tidak ada gangguan tidak ada gangguan orientasi dan daya ingat. v. Kebutuhan tidur berkurang iii. ekspansif. tidak mudah frustasi. Mudah teralihkan perhatiannya . dan iritabel. Harga diri yang dibesarkan atau grandiosis ii. Suatu masa yang berbatas jelas dengan afek yang abnormal. kekuatan atau kehebatan yang luar biasa. DIAGNOSIS Berdasarkan tabel Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder edisi 3 yang direvisi (DSM-III-R). ¥ Reliabilitas : Pasien mania sering berbohong ketika memberikan informasi. ¥ Gangguan persepsi :75% pasien mania mengalami waham. b. merasa hebat. ¥ Gangguan pengendalian diri : Sekitar 75% pasien mania suka mengancam dan menyerang. bisa inkoheren dan neologisme sehingga sukar dibedakan dengan pasien skizofrenia. Karena berdusta dan menipu adalah biasa bagi mereka. mudah marah dan menyerang.asosiasi menjadi longgar. kriteria diagnostik episode mania adalah sebagai berikut : a. Saat terjadinya gangguan afek. kemampuan yang luar biasa. i. loncatan gagasan (flight of ideas). bisa cepat berubah dan gembira ke depresi dalam beberapa saat. volume keras. V. Kadang ada waham dan halusinasi yang kacau dan tidak serasi. Mereka sukar mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal merugikan kalau tersinggung atau marah. ¥ Cara bicara : Bicaranya sukar dipotong. biasanya berhubungan dengan kekayaan. ¥ Gangguan sensorium dan fungsi kognitif : Ada sedikit gangguan pada fungsi sensorium dan kognitif. ¥ Alam perasaan : Mudah tersinggung. konsentrasi berkurang. Loncat pikir atau ia merasa alur pikirnya seperti berpacu.sedikitnya ada 3 dari gejala di bawah ini ( 4 bila afeknya hanya iritabel ) dan cukup dirasakan oleh lingkungannya. ¥ Gangguan pikiran : Pikiran pasien terisi dengan rasa percaya diri yang berlebihan. emosinya tidak stabil. sangat produktif dan tidak terkendalikan.memperlihatkan gejala psikotik.

disebutkan pedoman diagnostic episode mania dengan gejala psikotik : 5 A. atau iritabel. atau membutuhkan perawatan inap demi mencegah menciderai diri atau orang lain. gangguan waham. c. Tidak bertumpang tindih pada skizofrenia.5 Setelah menegakkan diagnosa suatu episode mania. hilangnya larangan sosial normal. Ikut serta secara berlebih pada kegiatan yang menggembirakan yang beresiko tinggi untuk mengakibatkan penderitaan. Pada saat tiada gangguan afek yang menonjol. kegiatan social. B. . Suasana perasaan meningkat dengan jelas. atau hubungan dengan orang lain. Tak dapat dibuktikan bahwa factor organic menyebabkan atau mempertahankan gangguan itu. flight of ideas atau alur pikirnya seperti berpacu. meningkatnya harga diri atau grandiositas 7. episode mania dengan tanpa gejala psikotik.vi. atau gangguan psikotik yang tak ditentukan. Dari ICD-10 Classification of Mental and Behavioral Disorders: Diagnostic Criteria for Research. Setidaknya ada 3 tanda yang harus menyertai ( 4 bila afeknya hanya iritabel ) : 1. Peningkatan aktivitas atau kegelisahan fisik. Perubahan suasana perasaan harus nyata dan menetap sekurangnya selama 1 minggu( kecuali jika cukup berat dan membutuhkan perawatan rumah sakit). vii. dan episode mania dengan gejala psikotik. f. 2. tak ada halusinasi atau waham selama 2 minggu. Gangguan afek yang cukup gawat menyebabkan gangguan yang nyata dalam fungsi kerja. distraktibilitas atau perubahan terus-menerus dalam aktivitas dan rencana. Suka bicara ( ada dorongan untuk bicara terus ) 3. menyebabkan perilaku yang tidak sesuai kepada keadaan 5. kebutuhan tidur berkurang 6. Bertambahnya kegiatan yang bertujuan atau agitasi psikomotor. dan abnormal bagi pribadi yang bersangkutan. 4. gangguan skizofreniform. e. maka harus dibedakan antara hipomania. ekspansif. d.

7 b. pedoman diagnosis untuk Mania dengan Gangguan Psikotik :6 · Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat dari F30.membuang banyak uang atau menghabiskan miliknya yang sudah secara rutin secara tidak bertanggungjawab. D. Dari Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa ( PPDGJ ) III. sedangkan pada seorang dengan skizofrenia biasanya pendiam. Perilaku sembrono atau membabibuta dengan resiko yang tidak diketahui 9.7 2.8. C. Waham atau halusinasi muncul. iritabilitas. dan menutup diri.1 (Mania tanpa gejala psikotik ) · Harga diri yang membubung dan gagasan kebesaran dapat berkembang menjadi waham kebesaran ( delusion of grandeur ). Skizofrenia tipe manic (F25.-) Skizofrenia dapat diawali dengan gangguan emosi dan afek sehingga memberikan gambaran yang hamper mirip dengan episode mania. Skizofrenia (F20. Waham dan halusinasi “sesuai” dengan keadaan afek tersebut(mood congruent). jauh dari pergaulan. Episode tidak dihubungkan dengan penggunaan zat psikoaktif atau gangguan mental organic lain. sehingga dapat membahayakan kesehatan fisiknya seperti kurang memperhatikan kebersihan diri. dan kecurigaan menjadi waham kejar ( delusion of persecution ). Kepribadian seorang dengan gangguan mania hangat dan mudah bersahabat. VI. Kecerobohan seksual.0) Pada skizofrenia tipe mania terjadi ketidaksesuaian gejala afek dengan waham dan halusinasi (mood incongruent) sangat menonjol. Secara umum Penderita perlu dirawat di rumah sakit karena biasanya tidak mempunyai pandangan dan kesadaran terhadap dirinya. Terapi kimiawi . tidak tidur berharihari. Episode tidak bertumpang tindih dengan kriteria skizofrenia atau gangguan skizoafektif tipe mania. tidak mau makan. DIAGNOSIS BANDING a. VII. E. PENATALAKSANAAN 1.

Selama pengamatan.Senyawa butyrophenone o Haloperidol (Haldol/Serenace/ Vesalium) 3 – 5 mg/hari 3. Thorazine) 75 – 500 mg/hari o Levomepromazine(Nozinan/Neurocil) 75 – 300 mg/hari o Thioridazine (Melleril) 75 – 500 mg/hari o Trifluoperazine (Stelazine) 3 – 30 mg/hari . Psikososial o terapi keluarga o terapi interpersonal o terapi tingkah laku o therapeutic community o kurangi jumlah dan berat stressor VIII. 72% pasien mengalami bebas dari gejala dan 80% dapat hidup independent.Senyawa phenothiazine o Promazine (prazine/verophen) 100 – 600 mg/hari o Chlorpromazine(Largaktil / Megaphen / Propaphenin .Senyawa alkaloid Rauwolfla o Reserpine (Serpasil) 3 – 9 mg/hari . 32% pasien mengalami penurunan fungsi kognitif yang diukur dengan Mini Mental State Examination dengan skor kurang dari 24. Dengan 95% sembuh sempurna. 8 . Terapi elektrolit Lithium Carbonat dapat diberikan dalam jumlah 1 gr/hari. Obat yang dapat diberikan ada beberapa senyawa : .7 4. PROGNOSIS Rata-rata durasi episode mania adalah sekitar 2 bulan. Dhingra & Rabins (1991) mengamati pasien usia lanjur dengan mania selama 5 – 7 tahun dan menemukan 34% pasien meninggal. umumnya dalam bentuk tablet.a.

PENDAHULUAN Episode mania merupakan bagian dari gangguan suasana perasaan atau gangguan afektif/ “Mood” dimana kelainan fundamental dari kelompok ini berupa perubahan suasana perasaan (mood) atau afek. Mania. alih bahasa Wicaksana M Roan. New York. dan kebanyakan gejala lainnya adalah sekunder terhadap perubahan itu. 2001. Surya.M. 10th Edition. Simposium Sehari Kesehatan Jiwa Dalam Rangka Menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia : Gangguan Afektif.Wicaksana Martin. susah tidur. New York : Lippincott Williams & Wilkins 6. Kaplan. aliran pikiran yang cepat. Perubahan afek ini biasanya disertai dengan suatu perubahan pada keseluruhan tingkat aktivitas. Benjamin J.3) Gangguan afektif dibedakan menurut episode tunggal atau multipel.G. atau kearah elasi (suasana perasaan yang meningkat). 3.Ilmu Kedokteran Jiwa Psychiatry. Kaplan & Sadock's Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry. Diakses 6 Februari 2008 5. disinhibisi sosial.Harold I.Michael.pdf.com/med/detail_pyk.1979. berat tanpa gejala . Sadock. R.(2.C. Roan.162. biasanya kearah depresi (dengan atau tanpa anxietas yang menyertainya).(1) Mania merupakan status mental abnormal yang ditandai dengan euforia. Mania. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Anonim.DAFTAR PUSTAKA 1. Virgina Alcott Sadock. Rujukan Ringkas PPDGJ III.Sadock. Diakses tanggal 6 Februari 2008. Available on http://www.I.. mudah mengambil resiko dan bersifat iritabilitas.Rusdi. Catatan Kuliah Psikiatri edisi 6.ac. dan depresi ringan. 2000. Oxford Textbook of Psychiatry 2nd edition. Shulman.php? id=&iddtl=263&idktg=5&idobat=&UID=20080207100615125. sedang. Widya. Timbury.122. Gelder.Ken. Jakarta : 2. Benjamin James.M.uk/pdf/semOAP_ch8. Maslim. Mowbray. Editor Peter Anugrah. 27 Oktober 2007. berbicara terus menerus. Clinical Medicine 5th ed.244. Richard Mayou. Oxford : Oxford University Press 9. 2007.medicastore.rcpsych. Dennis Gath. Available on http://www. Jakarta : PT Nuh Jaya. Diakses tanggal 6 Februari 2008.. atau mudah dipahami hubungannya dengan perubahan tersebut. Ingram. Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat.Diagnosis Gangguan Jiwa. Elsevier Press 10.2002. p61 7. tingkat keparahan gejala (mania dengan gejala psikotik ◊ mania tanpa gejala psikotik ◊ hipomania. Kumar & Clark. 4. Jakarta 8. MANIA TANPA GEJALA PSIKOTIK I.

Hipotesis katekolamin menyatakan bahwa setidaknya beberapa penyakit mania mungkin berhubungan dengan kelebihan katekolamin di dalam otak. 3-metoksi-4-hidroksifenilglikol (MHPG) dalam darah. yang merupakan pusat emosional . norepinephrine. faktor genetik dan faktor psikososial. Penyakit bipolar dan unipolar bersifat menurun. tetapi bisa muncul pada berbagai usia dari masa kanak-kanak hingga dekade 7 atau 8. ditandai dengan karakteristik dalam afek yang meningkat. ETIOLOGI Dasar umum untuk gangguan ini tidak ketahui. mania tanpa gejala psikotik. Penelitian kembar menunjukkan angka kesamaan sebesar 70% untuk kembar monozigot dan 20% untuk kembar dizigot. dan cairan cerebrospinal dilaporkan ditemukan pada pasien. mengarah ke berbagai tingkat predisposisi. dan mania dengan gejala psikotik.(4) Genetika. manik. walaupun dua hipotesis tentang senyawa amina menghasilkan banyak penyelidikan selama bertahun-tahun. Pola penurunan genetika terjadi melalui mekanisme yang kompleks. atau hipomanik) sebelum atau sesudahnya.5) Terjadinya mania secara biologi sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Kelainan metabolit amin biogenik seperti 5-hydroxyindoleacetic acid (5 HIAA). Biokimia dari kelainan afektif tetap tidak diketahui. dan menurut dengan atau tanpa gejala somatik. Terdapat hipotesis yang menjelaskan bahwa jumlah neurotransmitter serotonin di lobus temporal mungkin sangat tinggi sehingga terjadi mania. maka termasuk gangguan afektif bipolar (F31).5) Biokimia.(1. membaca. homovanillic acid (HVA). Jenis transmisinya kemungkinan poligenik. namun faktor nongenetik mungkin memainkan peranan kausatif dalam perkembangan gangguan ini pada sekurangnya beberapa pasien.4% dapat terjadi dalam kelompok usia 18-44 tahun. Penyebabnya merupakan interaksi antara faktor biologis.(4. glutamate dan GABA juga mengambil peranan yang penting. Dopamin.psikotik hingga berat dengan gejala psikotik). Jika ada episode afektif (depresi.1% terjadi di atas usia 65 tahun. Hipotesis indolamina juga membuat pernyataan serupa untuk 5 hydroxytriptamin (5HT). Termasuk dalam kelompok ini hipomania. dalam berbagai derajat keparahan. Mania dapat terjadi pada usia tua (rata-rata 55 tahun) dengan perbadingan antara perempuan dan laki-laki 2:1. Lobus temporal berperan dalam berbicara. disertai dengan peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental.(4. Bukan hanya tidak mungkin untuk menyingkirkan faktor psikososial. 1. asosiasi huruf berisi amygdala. urin. Insiden dalam masyarakat umum sebesar 1% dan dalam keluarga tingkat pertama 10-15%.(1) Mania tanpa gejala psikotik termasuk dalam episode mania.(2) III. belajar.4) II. Kategori ini hanya untuk satu episode manik tunggal (yang pertama). Prevalensi terjadinya mania 0. Metabolit utamanya asam 5-hydroxyindoleacetic acid (5 HIAA). EPIDEMIOLOGI Serangan pertama bisa muncul pada usia 15 dan 30 tahun.

tidak mudah frustrasi. ¬ Gangguan pikiran: Pikiran pasien terisi dengan rasa percaya diri yang berlebihan. dan tidak relevan. asosiasi menjadi longgar. yang biasanya berhubungan dengan kekayaan. volumenya keras. bisa cepat berubah dan gembira ke depresi dalam beberapa menit saja. Hal ini berhubungan dengan psikis (kejiwaan) dan keadaan lingkungan sosial seorang penderita mania.di otak. Penelitian terbaru menemukan bahwa penderita gangguan bipolar afektif yang menggunakan obat-obatan maupun alkohol. berpantun. Kepribadian premorbid biasanya menunjukkan adanya gangguan afek yang ringan selama hidupnya. ¬ Gangguan persepsi: 75 % pasien mania mengalami waham. lebih gembira. ¬ Alam perasaan. melawak. hiperaktif. Selanjutnya bisa terjadi loncat gagasan. merasa . mudah tersinggung (iritabel) atau membumbung tinggi (ekspresif) dan terdapat hendaya dalam fungsi kehidupan sehari-hari. bermain dengan kata-kata. mudah marah dan menyerang. GEJALA KLINIS Episode mania Biasanya paling sedikit berlangsung selama satu minggu hampir setiap hari. Meskipun terdapat perdebatan dalam perbandingan penggunaan obat-obatan dan alkohol dan terjadinya gangguan afektif.(5. konsentrasi berkurang. kemampuan yang luar biasa. Para pengguna obat-obatan dan alkohol tersebut lebih bersifat iritabel dengan mood/perasaan yang mudah berubah serta lebih resisten terhadap pengobatan dan lebih cenderung untuk dirawat inap di rumah sakit. mudah tersinggung. Kadang-kadang ada waham dan halusinasi yang kacau dan tidak serasi. emosi : Perasaannya hiperthym. bercanda. hubungan sosial dan melakukan kegiatan rutin. afeknya meningkat. kekuatan atau kehebatan yang luar biasa. bombastis. Bagian kiri amygdala lebih aktif pada wanita yang mania dan korteks orbitofrontal merupakan bagian yang kurang aktif (2005). bisa inkoheren sehingga sukar dibedakan dengan pasien skizofrenia. Ada kalanya mereka memperlihatkan gejala psikotik dan bingung sehingga perlu difiksasi dan diberikan suntikan antipsikotik. energitik. ¬ Cara bicara: Bicaranya sukar dipotong. Emosinya tidak stabil. tetapi secara umum insidens terjadinya gangguan ini pada pengguna alkohol beberapa kali lebih banyak daripada populasi lain yang tidak menggunakannya (sekitar 6%-9%). Keadaan ini tidak berhubungan dengan penyebab eksterna. banyak bicara. bermanifestasi dalam gejala berupa: penurunan kemampuan bekerja.(3) Psikososial. ¬ Tampilan umum : Bersemangat. memiliki onset yang lebih awal dan penyakit yang lebih parah daripada yang tidak menggunakannya. dan lebih ramah dari rata-rata. Kepribadian atau personalitas penderita mania biasanya berperilaku lebih riang.13) IV.

penanaman modal secara bodoh. dalam hubungan sosial atau seksual).hebat.7.(1. sangat produktif dan tidak terkendalikan.3. terkadang jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan meskipun tidak ada gangguan orientasi dan daya ingat. Ada juga yang melakukan homicide dan suicide. Mereka sukar menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan kalau sedang tersinggung atau marah. kebutuhan tidur yang berkurang. misalnya berbelanja berlebihan. karena berdusta dan menipu adalah biasa untuk mereka. mania tanpa gejala psikotik: • Episode harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu.4. • Perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas yang berlebihan. Mereka mudah teralihkan perhatiannya.9. • Ditambah dengan paling sedikit 4 gejala berikut ini : ¬ peningkatan aktivitas (ditempat kerja. kadangkadang mereka menyebabkan kebangkrutan ekonomi keluarga. ¬ Gangguan sensorium dan fungsi kognitif: Ada sedikit gangguan pada fungsi sensorium dan kognitif. Mereka mudah melanggar hukum.6.11) . ¬ Tilikan: Pada umumnya pasien mania mengalami gangguan tilikan. atau ketidak-tenangan fisik ¬ lebih banyak berbicara dari lazimnya atau adanya dorongan untuk berbicara terus menerus ¬ lompat gagasan (flight of ideas) atau penghayatan subjektif bahwa pikirannya sedang berlomba (mania dengan gejala psikotik) ¬ rasa harga diri yang melambung tinggi (grandiositas. DIAGNOSIS Berdasarkan pedoman diagnosis gangguan jiwa (PPDGJ-III). mengemudi kendaraan (mengebut) secara tidak bertangguang jawab dan tanpa perhitungan. ¬ Gangguan pengendalian diri: Sekitar 75 % pasien mania suka mengancam dan menyerang. pelanggaran dibidang seksual dan keuangan. ide-ide perihal kebesaran/ ”grandiose ideas” dan terlalu optimistik.10. yaitu perhatiannya terlalu cepat tertarik kepada stimulus luar yang tidak penting atau yang tak berarti ¬ keterlibatan berlebih dalam aktivitas-aktivitas yang mengandung kemungkinan resiko tinggi dengan akibat yang merugikan apabila tidak diperhitungkan secara bijaksana.8) V. dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan. percepatan dan kebanyakan bicara. (1. tingkah laku seksual secara terbuka. yang dapat bertaraf sampai waham/delusi) ¬ berkurangnya kebutuhan tidur ¬ mudah teralih perhatian. ¬ Reliabilitas: Pasien mania sering berbohong ketika memberikan informasi.

Pada kasus yang sangat berat dapat diberikan 5-10 mg secara intramuskular dan dapat diulang 2-4 jam sampai dosis total mencapai 30 mg. Penggolongan: a. 1992) Tanpa gejala psikotik: 1. tidak tidur berhari-hari. selanjutnya sama dengan kasus ringan dilanjutkan dengan 5-10 mg peroral tiga kali . 2. Gemar menghambur-hamburkan uang atau hidup foya-foya 9. mood stabilizer. Agresif. membuang banyak uang atau menghabiskan miliknya yang memang sudah rutin dilakukan.(2) VI. Mania Akut : Haloperidol. (12) VII. Terapi kimiawi Obat Antimania Obat antimania mempunyai beberapa sinonim. perphenazine (8-30mg/hari). dan antimanik. Peningkatan energi dan overaktivitas 3.Kriteria ICD–10 untuk episode mania (World Health Organization. PENATALAKSAAN 1. antara lain mood modulators. DIAGNOSIS BANDING • Intoksikasi alkohol • Hiperkinesia pada kanak-kanak • Tiroitoxikosa. Carbamazepine. Grandiositas 8. trifluoperazine (3-30mg/hari). Chlorpromazine (75500mg/hari.dll ¬ senyawa alkaloid: reserpine (3-9mg/hari) ¬ senyawa butyrophenone: Haloperidol (3-5mg/hari). Disinhibisi sosial 6. Obat acuan untuk antimania adalah Lithium Carbonate. Divalproex Na b. Berbicara terus menerus 4. sehingga dapat membahayakan kesehatan fisiknya seperti kurang memperhatikan kebersihan diri. Obat yang dapat diberikan: ¬ senyawa fenotiazine: promazine (100-600mg/hari). Jangka waktu tidur menjadi pendek 5. Secara umum Penderita perlu dirawat di dalam rumah sakit karena biasanya tidak mempunyai pandangan dan kesadaran terhadap dirinya. Elevasi mood atau perasaan dan iritabilitas 2. Perhatiannya mudah teralih 7. sehingga perlu diawasi. Untuk kasus akut haloperidol menjadi drug of choice dan dapat mengendalikan perilaku. Profilaksis Mania: Lithium Carbonate Obat yang dapat menenangkan perlu diberikan untuk mengurangi aktivitas penderita yang melelahkan dan agar dapat menahan penderita untuk tetap tinggal di rumah. tidak mau makan. Valproic Acid.

maka dapat diberikan suntikan depot flupentiksol dekanoat untuk pofilaksis. Litium juga efektif untuk mania akut. tidak ada gejala psikotik. maka waktu interval cenderung berkurang. Terapi Psikososial • terapi keluarga • terapi interpersonal • terapi tingkah laku • therapeutic community • kurangi jumlah dan berat stressor. Jika terapi litium gagal setelah dicoba selama paling kurang setahun. KESIMPULAN Episode mania merupakan bagian dari gangguan suasana perasaan atau gangguan afektif/ “Mood” dimana kelainan fundamental dari kelompok gangguan afektif ini berupa perubahan suasana perasaan (mood) atau afek. afeknya meningkat. tetapi bisa muncul pada berbagai usia dari masa kanak-kanak hingga dekade 7 atau 8. dan tinggal di RS dalam waktu yang singkat.12) 4.(5. atau kearah elasi (suasana perasaan yang meningkat). mudah tersinggung (iritabel) atau membumbung tinggi (ekspresif) dan terdapat hendaya dalam fungsi . Terapi elektrolit Senyawa litium karbonat: Litium karbonat (400-1200mg/hari). intervalnya tidak teratur dan tidak dapat diramalkan.(3) VII. Dasar umum untuk gangguan ini tidak ketahui. kepribadian premorbidnya stabil tanpa sifat neurotik dan sebaliknya gambaran prognostik menjadi buruk jika ada depersonalisasi. faktor genetik dan faktor psikososial. namun faktor nongenetik mungkin memainkan peranan kausatif dalam perkembangan gangguan ini pada sekurangnya beberapa pasien Biasanya paling sedikit berlangsung selama satu minggu hampir setiap hari.sehari. Bukan hanya tidak mungkin untuk menyingkirkan faktor psikososial. PROGNOSIS 4% mania dapat berulang. sifat bawaan histeri dan gejala atipik lainnya. misalnya mulainya mendadak. biasanya kearah depresi (dengan atau tanpa anxietas yang menyertainya). dapat digunakan sebagai profilaksis mania dengan beberapa serangan dalam interval 2 tahun atau kurang. (4. Serangan pertama bisa muncul pada usia 15 dan 30 tahun.10) VIII. Gangguan ini cenderung memiliki perjalanan penyakit yang panjang dan mengalami kekambuhan 90% berulang dalam 10 tahun.5. tetapi dengan peningkatan jumlah serangan. tetapi hanya setelah diberi terapi lain selama seminggu. 3. Menggabungkan obat ini dengan haloperidol nampaknya agak berbahaya. lebih gembira. Prognosis diperkirakan baik bila episodenya ringan. Gambaran prognostik yang memuaskan dan indikator respon yang baik terhadap terapi fisik mencakup gejala endogen yang khas. Penyebabnya merupakan interaksi antara faktor biologis.

percepatan dan kebanyakan bicara. ide-ide perihal kebesaran/ ”grandiose ideas” dan terlalu optimistik. dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan dan terdapat perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas yang berlebihan.kehidupan sehari-hari.4. bermanifestasi dalam gejala: penurunan kemampuan bekerja. Di satu sisi. otak akan bekerja secara harmonis. norepinefrin dan dopamin dapat menyebabkan depresi. kebutuhan tidur yang berkurang.4 Serotonin adalah neurotransmiteraminergic yang paling sering dihubungkan dengan depresi. Pada beberapa pasien yang bunuh diri memiliki konsentrasi metabolit serotonin yang rendah di cairan serebrospinalnya. Jika neurotransmiter ini berada pada tingkat yang normal. Selain itu antidepresan trisiklik dapat memicu mania. Dalam otak terdapat substansi biokimiawi yaitu neurotransmitter yang berfungsi sebagai pembawa pesan komunikasi antar neuron di otak. kekurangan neurotransmiter serotonin. ETIOLOGI 2. FAKTOR BIOLOGIS Beberapa bahan kimia di dalam otak dan tubuh memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan emosi kita. Pada penggunaan antidepresan jangka panjang terjadi penurunan jumlah tempat ambilan kembali serotonin. Berdasarkan riset.1. Penurunan serotonin dapat menyebabkan depresi. hubungan sosial dan melakukan kegiatan rutin Mania tanpa gejala psikotik harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu.2 . jika neurotransmiter ini berlebih dapat menjadi penyebab gangguan manik.

Dopamin juga diperkirakan memiliki peranan dalam menyebabkan depresi. Data menunjukkan aktivitas dopamin yang menurun pada depresi dan meningkat pada mania. Obat yang menurunkan kadar dopamin seperti reserpine dan pada penyakit yang mengalami penurunan dopamin seperti parkinson disertai juga dengan gejala depresi. Obat-obat yang meningkatkan kadar dopamin sepertityrosine,amphetamine dan bupropion menurunkan gejala depresi. Disfungsi jalur dopamin mesolimbik dan hipoaktivitas reseptor dopamin tipe 1 (D1) terjadi pada depresi.2 Obat-obatan yang mempengaruhi sistem neurotransmiter seperti kokain akan memperparah mania. Agen lain yang dapat memperburuk mania termasuk L-dopa, yang berpengaruh pada reuptake dopamin dan7 serotonin. Calsium channel blocker yang digunakan untuk mengobati mania dapat mengganggu regulasi kalsium di neuron. Gangguan regulasi kalsium ini dapat menyebabkan transmisi glutaminergik yang berlebihan dan iskemia pembuluh darah.5 Neurotransmiter lain seperti GABA dan peptida neuroaktif seperti vasopresin dan opiat endogen juga berperan dalam patofisiologi gangguan mood. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sistem pembawa kedua (second messenger) seperti adenylate cyclase,phosphatidylinosito l dan regulasi kalsium mungkin memiliki relevansi dengan penyebab gangguan mood.2 Regulasi abnormal pada sumbu neuroendokrin mungkin dikarenakan fungsi abnormal neuron yang mengandungam ine biogenik. Secara teoritis, disregulasi pada sumbu neuroendokrin seperti sumbu tiroid dan adrenal terlibat dalam gangguan mood. Pasien dengan gangguan mood mengalami penurunan sekresi melatonin nokturnal, penurunan pelepasan prolaktin, penurunan kadar FSH dan LH serta penurunan kadar testosteron pada laki-laki.2 Dexamethasone adalah analog sintetik dari kortisol. Pada Dexamethasone Suppression Test, 50% dari pasien yang menderita depresi memiliki respon yang abnormal terhadapdexamethasone dosis tunggal. Banyak penelitian menemukan bahwa hiperkortisolemia dapat merusak neuron pada hipokampus.2 Gangguan tiroid seringkali disertai dengan gejala afektif. Penelitian telah mengambarkan adanya regulasi tiroid yang abnormal pada pasien dengan gangguan mood. Sepertiga dari pasien dengan gangguan depresif berat memiliki pelepasan tirotropin yang tumpul.

Penelitian terakhir melaporkan kira-kira 10% pasien dengan gangguan mood khususnya gangguan bipolar I memiliki antibodi antitiroid yang dapat dideteksi.2 Beberapa penelitian menemukan terdapat perbedaan pengaturan pelepasan hormon pertumbuhan antara pasien depresi dengan orang normal. Penelitian juga telah menemukan bahwa pasien dengan depresi 8 memiliki penumpulan respon terhadap peningkatan sekresi hormon pertumbuhan yang diinduksiclonidine.2 Gangguan tidur adalah gejala yang sering ditemukan pada pasien depresi. Menurunnya kebutuhan tidur adalah gejala klasik dari mania. Penelitian telah mengungkapkan bahwa elektroensefalogram (EEG) saat tidur pada orang yang menderita depresi menunjukkan kelainan. Kelainan tersebut antara lain perlambatan onset tidur, pemendekan latensi rapid eye movement (REM), peningkatan panjang periode REM pertama dan tidur delta yang abnormal. Pada depresi terjadi regulasi abnormal dari irama sirkadian. Beberapa penelitian pada binatang menyatakan bahwa terapi antidepresan efektif untuk mengubah jam biologis.2 Penelitian melaporkan adanya kelainan imunologis pada pasien depresi dan pada orang yang berdukacita karena kehilangan sanak saudara, pasangan atau teman dekat. Kemungkinan proses patofisiologi yang melibatkan sistem imun menyebabkan gejala psikiatrik dan gangguan mood pada beberapa pasien.2 Pada pencitraan otak pasien dengan gangguan mood terdapat sekumpulan pasien dengan gangguan bipolar I terutama pasien laki-laki memiliki ventrikel serebral yang membesar. Pembesaran ventrikel lebih jarang pada pasien dengan gangguan depresif berat. Pencitraan dengan MRI juga menyatakan bahwa pasien dengan gangguan depresif berat memiliki nukleus kaudatus yang lebih kecil dan lobus frontalis yang lebih kecil. Banyak literatur menjelaskan penurunan aliran darah pada korteks serebral dan area korteks frontalis pada pasien depresi berat.2 Hipotesis menyatakan gangguan mood melibatkan patologis pada sistem limbik, ganglia basalis dan hipotalamus. Gangguan pada ganglia basalis dan sistem limbik terutama pada

hemisfer yang dominan dapat ditemukan bersamaan dengan gejala depresif. Disfungsi pada hipotalamus dihubungkan dengan perubahan pola tidur, nafsu makan dan perilaku seksual pada pasien dengan depresi. Postur yang membungkuk, terbatasnya aktivitas motorik dan gangguan kognitif minor adalah beberapa gejala depresi yang juga ditemukan pada penderita dengan9 gangguan ganglia basalis seperti penyakit Parkinson dan demensia subkortikal lainnya.2 2.4.2. FAKTOR GENETIK Seseorang yang memiliki keluarga dengan gangguan mood memiliki resiko lebih besar menderita gangguan mood daripada masyarakat pada umumnya. Tidak semua orang yang dalam keluarganya terdapat anggota keluarga yang menderita depresi secara otomatis akan terkena depresi, namun diperlukan suatu kejadian atau peristiwa yang dapat memicu terjadinya depresi. Pengaruh gen lebih besar pada depresi berat dibandingkan depresi ringan dan lebih berpengaruh pada individu muda dibanding individu yang lebih tua. Penelitian oleh Kendler (1992) dari Departemen Psikiatri Virginia Commonwealth University menunjukkan bahwa resiko depresi sebesar 70% karena faktor genetik, 20% karena faktor lingkungan dan 10% karena akibat langsung dari depresi berat.4 Pada penelitian keluarga ditemukan bahwa keluarga derajat pertama dari penderita gangguan bipolar I kemungkinan 8 sampai 18 kali lebih besar untuk menderita gangguan bipolar I dan 2 sampai 10 kali lebih besar untuk menderita gangguan depresi berat dibanding kelompok kontrol. Keluarga derajat pertama pasien dengan gangguan depresif berat kemungkinan 1,5 sampai 2,5 kali lebih besar untuk menderita gangguan bipolar I dan 2 sampai 3 kali lebih besar untuk menderita gangguan depresif berat dibanding kelompok kontrol.2 Kemungkinan untuk menderita gangguan mood menurun jika derajat hubungan keluarga melebar. Contohnya, keluarga derajat kedua seperti sepupu lebih kecil kemungkinannya daripada keluarga derajat pertama seperti kakak misalnya untuk menderita gangguan mood. Sekitar 50% pasien dengan gangguan bipolar I memiliki orang tua dengan gangguan mood terutama depresi. Jika orang tua menderita gangguan bipolar I maka kemungkinan anaknya menderita gangguan mood sebesar 10 25%. Jika kedua orang tua menderita gangguan bipolar I maka

kemungkinan anaknya menderita gangguan mood adalah 50-75%.2 Pada penelitian adopsi, anak biologis dari orang tua dengan gangguan mood tetap beresiko terkena gangguan mood walaupun mereka telah dibesarkan oleh keluarga angkat yang tidak menderita gangguan mood. Orang tua biologis dari anak adopsi dengan gangguan mood mempunyai prevalensi gangguan mood yang sama dengan orang tua dari anak dengan gangguan mood yang tidak diadopsi. Prevalensi gangguan mood pada orang tua angkat sama dengan prevalensi pada populasi umumnya.2 Pada penelitian saudara kembar, angka kejadian gangguan bipolar I pada kedua saudara kembar monozigot adalah 33-90% dan untuk gangguan depresif berat, angka kejadian pada kedua saudara kembar monozigot adalah 50%. Pada kembar dizigot angkanya berkisar 5-25% untuk menderita gangguan bipolar I dan 10-25% untuk menderita gangguan depresif berat.2 Hubungan antara gangguan mood khususnya gangguan bipolar I dengan petanda genetik telah dilaporkan pada kromosom 5, 11 dan X. Gen reseptor D1 terletak pada kromosom 5 dan gen untuk tiroksin hidroksilase yaitu enzim yang membatasi kecepatan sintesis katekolamin berlokasi di kromosom 11.2 Sekitar 25% dari kasus penyakit bipolar dalam keluarga terkait lokus dekat sentromer pada kromosom 18 dan sekitar 20% terkait lokus pada kromosom 21q22.3. Tidak ada penyebab tunggal untuk gangguan bipolar namun gangguan ini biasanya merupakan hasil dari kombinasi faktor keluarga, biologis, psikologis dan faktor sosial.7
2.4.3. FAKTOR PSIKOSOSIAL

Telah lama diamati bahwa peristiwa kehidupan yang menyebabkan stress sering mendahului episode pertama pada gangguan mood. Beberapa klinisi mempercayai bahwa peristiwa kehidupan memainkan peranan penting dalam depresi.2 11 Beberapa artikel menjelaskan hubungan antara fungsi keluarga dengan onset serta perjalanan gangguan mood khususnya gangguan depresif berat. Ada bukti bahwa individu yang kehilangan ibu saat masih muda memiliki resiko lebih besar terkena depresi. Pada pola pengasuhan, orang tua yang menuntut dan kritis, menghargai kesuksesan dan menolak semua

2 12 Menurut teori kognitif. memiliki harga diri yang rendah. Ia menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan pasien depresi diarahkan secara internal karena identifikasi terhadap objek yang hilang. Tipe kepribadian tertentu seperti dependen. pemalu.2 E Bibring memandang depresi sebagai suatu afek yang berasal dari ketegangan dalam ego antara aspirasi seseorang dengan kenyataan yang ada. mudah terpengaruh. penilaian diri yang negatif. siklus manik depresif merupakan pencerminan kegagalan pada masa kanak-kanak untuk mendapat introjeksi mencintai. pesimis dan keputusasaan yang terus-menerus berhubungan dengan depresi.4 Aspek-aspek kepribadian juga mempengaruhi kerentanan terhadap depresi dan tinggi rendahnya depresi yang dialami seseorang.kegagalan membuat anak mudah terserang depresi di masa depan. histerikal. gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) dibagi menjadi: . perfeksionis dan memusatkan perhatian pada diri sendiri (self focused) memiliki resiko terkena depresi.4 Sigmund Freud menyatakan suatu hubungan antara kehilangan objek dengan melankolia. Pasien depresi menderita karena mereka memiliki objek cinta yang dihancurkan oleh mereka sendiri. Klein memandang mania sebagai tindakan defensif yang disusun untuk mengidealisasi orang lain. orang yang terdepresi merasakan suatu ketidaklengkapan dan putus asa kerena tidak menerima respon yang diinginkan. interpretasi yang keliru dalam menilai pengalaman hidup. seseorang yang mengalami kecemasan tingkat tinggi. Menurut Melanie Klein.2 Menurut Gordon Parker. antisosial dan paranoid beresiko mengalami depresi. MANIFESTASI KLINIK DAN DIAGNOSIS Menurut PPDGJ III. Pandangan negatif yang terus dipelajari selanjutnya akan menimbulkan perasaan depresi. Menurut Heinz Kohut.2 2.5. Anak yang menderita penyiksaan fisik atau seksual membuat seseorang mudah terkena depresi sewaktu dewasa. suka mengkritik diri sendiri. menyangkal adanya agresi atau destruktivitas terhadap orang lain dan mengembalikan objek cinta yang hilang. Pasien yang terdepresi menyadari bahwa mereka tidak hidup dengan ideal sehingga mereka merasa putus asa dan tidak berdaya. hipersensitif. obsesif kompulsif.

F30 EPISODE MANIK • Kesamaan karakteristik dalam afek yang meningkat. termasuk gangguan afektif bipolar. F30.turut.2) harus ditegakkan. dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan. manik atau hipomanik) sebelumnya atau sesudahnya.2 Mania Dengan Gejala Psikotik • Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat dari F30. pada suatu derajat intensitas dan yang bertahan melebihi apa yang digambarkan bagi siklotimia (F34. Waham dan halusinasi “sesuai” dengan keadaan afek tersebut (mood congruent).1 (mania tanpa gejala psikotik). • Harga diri yang membumbung dan gagasan kebesaran dapat berkembang menjadi waham kebesaran (delusion of grandeur). dalam berbagai derajat keparahan. maka diagnosis mania (F30. Jika ada episode afektif (depresi.9 Episode Manik YTT . irritabilitas dan kecurigaan menjadi waham kejar (delusion of persecution). F30. akan tetapi bila kakacauan itu berat atau menyeluruh.1). termasuk gangguan afektif bipolar. • Perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas berlabihan. percepatan dan kebanyakan bicara. F30. episode manik tunggal.1 Mania Tanpa Gejala Psikotik 13 • Episode harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu. ide-ide perihal kebesaran/ “grandiose ideas” dan terlalu optimistik. (F31).8 Episode Manik Lainnya F30. disertai peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental. F30. dan tidak disertai halusinasi atau waham. menetap selama sekurang-kurangnya beberapa hari berturut. kebutuhan tidur yang berkurang.1 atau F30. afek yang meninggi atau berubah disertai peningkatan aktivitas.0 Hipomania • Derajat gangguan yang lebih ringan dari mania (F30. Kategori ini hanya untuk satu episode maniktunggal (yang pertama).0). • Pengaruh nyata atas kelancaran pekerjaan dan aktivitas sosial memang sesuai dengan diagnosis hipomania.

pada waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek disertai penmbahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania).0).0 Gangguan Afektif Bipolar. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik.kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu. Tidak termasuk: gangguan bipolar. dan . episode depresi cenderung berlangsung lebih lama (rata-rata sekitar 6 bulan) meskipun jarang melebihi 1 tahun kecuali pada orang usia lanjut. F31.1). dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. Kedua macam episode itu seringkali terajadi setelah 14 peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain (adanya stres tidak esensial untuk penegakan diagnosis). Episode Kini Manik Dengan Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a)Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania dengan gejala psikotik (F30.2 Gangguan Afektif Bipolar. manik. Yang khas adalah bahwa biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode. dan pada waktu lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan aktivitas (depresi). manik.2). Episode Kini Manik Tanpa Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania tanpa gejala psikotik (F30. depresif atau campuran) di masa lampau. depresif atau campuran) di masa lampau.F31 GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR • Gangguan ini tersifat oleh episode berulang (sekurang. F31. episode manik tunggal (F30). Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan beralngsung antara 2 minggu sampai 4-5 bulan. Episode Kini Hipomanik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a)Episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk hipomania (F30.1 Gangguan Afektif Bipolar. F31. • Termasuk: gangguan atau psikosis manik-depresif.

1). Episode Kini Campuran • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang menunjukkan gejala-gejala manik. manik atau campuran di masa lampau. F31. dan (b)Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. hipomani. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. F31. dan depresif yang tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala mania/ hipomania dan depresi sama-sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekarang. F31. Episode Kini Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a)Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32. F31. Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32. tetapi pernah mengalami 16 sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik.6 Gangguan Afektif Bipolar. atau campuran di masa lampau. manik.8 Gangguan Afektif Bipolar Lainnya F31. F31. manik atau campuran di masa lampau.9 Gangguan Afektif Bipolar YTT F32 . atau campuran dimasa lampau dan ditambah sekurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. manik. manik atau campuran di masa lampau.0) ataupun sedang (F32. depresif atau campuran). depresif atau campuran) di masa lampau. dan telah berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu).7 Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Dalam Remisi • Sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan terakhir ini. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik.3).4 Gangguan Afektif Bipolar.(b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik.5 Gangguan Afektif Bipolar. F31. manik. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. manik.3 Gangguan Afektif Bipolar. Episode Kini Depresif Ringan atau Sedang • Untuk menegakkan diagnosis pasti: 15 (a)Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32.2).

Episode depresif berikutnya 17 harus diklasifikasikan di bawah salah satu diagnosis gangguan depresif berulang (F33.0). (f) Tidur terganggu (g) Nafsu makan berkurang • Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa sekurangkurangnya 2 minggu untuk penegakan diagnosis.-) F32. • Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya: (a) sampai dengan (g).2) hanya digunakan untuk episode depresi tunggal (yang pertama). • Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan . dan Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas • Gejala lainnya : (a) Kosentrasi dan perhatian berkurang (b) Harga diri dan kepercayaan berkurang (c) Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna (d) Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis (e) Gagasan atau perbuatan membahayakan diri sendiri atau bunuh diri. sedang (F32. • Kategori diagnosis episode depresif ringan (F32.0 Episode Depresif Ringan • Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti tersebut diatas. • • Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya. dan berat ): – Afek depresif – – Kehilangan minat dan kegembiraan. Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu. akan tetapi periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung cepat.1) dan berat (F32.EPISODE DEPRESIF • Gejala utama ( pada derajat ringan. sedang.

atau malapetaka yang mengancam. dan diantaranya harus berintensitas berat. akan tetapi jika gejala sangat berat dan beronset sangat cepat. . • Sangat tidak mungkin bagi pasien meneruskan kegiatan sosial. kemiskinan.11 = Dengan gejala somatik F32. kecuali pada taraf yang sangat terbatas.01 = Dengan gejala somatik F32. Karakter kelima: F32. pekerjaan dan urusan rumah tangga.0).00 = Tanpa gejala somatik F32. maka pasien mungkin tidak mau 18 atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci.2 tersebut diatas. • Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor) yang mencolok. Halusinasi auditorik atau olfaktorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh. Dalam hal demikian penilaian secara menyeluruh terhadap episode depresif berat masih dapat dibenarkan. F32.sosial yang biasa dilakukannya.3 Episode Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik • Episode Depresi Berat yang memenuhi kriteria menurut F32. pekerjaan atau urusan rumah tangga. • Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya. dan pasien merasa bertanggung jawab akan hal itu. • Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurangnya 2 minggu.1 Episode Depresif Sedang • Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi seperti pada episode depresi ringan (F30. • Lamanya seluruh episode berlangsung minimum sekitar 2 minggu.10 = Tanpa gejala somatik F32. maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam waktu kurang dari 2 minggu. • Disertai waham. • Ditambah sekurang-kurangnya 3 (dan sebaiknya 4) dari gejala lainnya. Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa.2 Episode Depresif Berat Tanpa gejala Psikotik • Semua 3 gejala utama dari depresi harus ada. halusinasi atau stupor depresif. Karakter kelima: F32. • Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial. atau bau kotoran atau daging membusuk.

1). • Tanpa riwayat adanya episode tersendiri dari peninggian afek dan hiperaktivitas yang memenuhi kriteria mania (F30. Jika diperlukan. 19 Episode masing-masing rata-rata lamanya sekitar 6 bulan. episode depresif berat (F32. waham atau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan afek (mood congruent).1 dan F30. • Episode masing-masing. seringkali dicetuskan oleh peristiwa kehidupan yang penuh stress dan trauma mental lain (adanya stress tidak esensial untuk penegakan diagnosis).2 dan F32. dalam berbagai tingkat keparahan. terutama pada usia lanjut (untuk keadaan ini.Reteardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor.0). F32. Episode Kini Ringan • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.2). • Pemulihan keadaan biasanya sempurna diantara episode namun sebagian kecil pasien mungkin mendapat depresi yang akhirnya menetap. F33. dan (b) .9 Episode Depresif YTT F33 GANGGUAN DEPRESIF BERULANG • Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari : – – – episode depresif ringan (F32. kategori ini harus tetap digunakan).0 Gangguan Depresif Berulang. episode depresif sedang (F32.3).0).8 Episode Depresif Lainnya F32.-) harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32. Namun kategori ini tetap harus digunakan jika ternyata ada episode singkat dari peninggian afek dan hiperaktivitas ringan yang memenuhi kriteria hipomania (F30. akan tetapi frekuensinya lebih jarang dibandingkan dengan gangguan afektif bipolar.0) segera sesudah suatu episode depresif (kadang-kadang tampaknya dicetuskan oleh tindakan pengobatan depresi).

Episode Kini Sedang • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.-) harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32.Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna.10 = Tanpa gejala somatik F33. F33. F33.01 = Dengan gejala somatik 20 F33.1 Gangguan Depresif Berulang.-) harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32.11 = Dengan gejala somatik F33.3). Episode Kini Berat Tanpa Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33.-) harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32.00 = Tanpa gejala somatik F33.2).1). dan (b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. Episode Kini Berat Dengan Gejala Psikotik • Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33. dan (b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. Karakter kelima: F33.2 Gangguan Depresif Berulang.4 Gangguan Depresif Berulang.3 Gangguan Depresif Berulang. Karakter kelima: F33. dan (b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela 21 waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna. Kini Dalam Remisi .

-). tetapi keadaan sekarang seharusnya tidak memenuhi kriteria untuk episode depresif dengan derajat keparahan apa pun atau gangguan lain apa pun dalam F30-F39.1).-) atau gangguan depresif berulang (F33.-) atau episode depresif (F32.-).1 Distimia • Ciri esensial adalah afek depresif yang berlangsung sangat lama yang tidak pernah atau jarang sekali cukup parah untuk 22 memenuhi kriteria gangguan depresif berulang ringan atau sedang (F33.-) harus pernah dipenuhi masa lampau. gangguan ini seringkali merupakan kelanjutan suatu episode depresif tersendiri (F32) dan berhubungan dengan masa berkabung atau stres lain yang tampak jelas. F33. • Setiap episode alunan afektif (mood swings) tidak memenuhi kriteria untuk mana pun yang disebut dalam episode manik (F30. F34. dan (b) Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna.• Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Kriteria untuk gangguan depresif berulang (F33. diantaranya tidak ada yang cukup parah atau cukup lama untuk memenuhi kriteria gangguan afektif bipolar (F31.8 Gangguan Depresif Berulang Lainnya F33. kadang.8 Gangguan Afektif Menetap Lainnya • . F34.0 atau F33.0 Siklotimia • Ciri esensial adalah ketidak-stabilan menetap dari afek (suasana perasaan). meliputi banyak periode depresi ringan dan hipomania ringan. • Biasanya mulai pada usia dini dari masa dewasa dan berlangsung sekurang-kurangnya beberapa tahun. • Jika onsetnya pada usia lebih lanjut.kadang untuk jangka waktu tidak terbatas.9 Gangguan Depresif Berulang YTT F34 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD[AFEKTIF]) MENETAP F34.

manik dan depresif.00 = Episode afektif campuran Episode afektif yang berlangsung sekurang-kurangnya selama 2 minggu yang bersifat campuran atau pergantian cepat (biasanya dalam beberapa jam) antara gejala hipomanik. 2.0. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL 2. • Termasuk: psikosis afektif YTT.1).8 Gangguan Afektif Lainnya YTT • Merupakan kategori sisa untuk gangguan afektif yang tidak memenuhi kriteria untuk kategori mana pun dari F30. F32. F32. EPISODE DEPRESIF • . F34.6. F38.9 Gangguan Afektif YTT • Untuk dipakai hanya sebagai langkah terakhir jika tak ada istilah lain yang dapat digunakan.Kategori sisa untuk gangguan afektif menetap yang tidak cukup parah atau tidak berlangsung cukup lama untuk memenuhi kriteria siklotimia (F34. Semua episode depresif masing-masing berlangsung kurang dari 2 minggu (yang khas ialah 2-3 hari. namun secara klinis bermakna.9 Gangguan Afektif Menetap YTT F38 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD[AFEKTIF]) LAINNYA F38.1 Gangguan Afektif Berulang Lainnya • F38.1.F38.1 tersebut diatas. dengan pemulihan sempurna) tetapi memenuhi kriteria simtomatik untuk episode depresif ringan. sedang atau berat (F32.0) atau distimia (F34. muncul kira-kira sekali sebulan selama satu tahun yang lampau.2). F38.6.0 Gangguan Afektif Tunggal Lainnya • F38. 23 F38.10 = Episode depresif singkat berulang Episode depresif singkat yang berulang.1.

kejar dan penyakit somatik. pandangan mata yang putus asa dan memalingkan pandangan. tidak berguna. berespon terhadap pertanyaan dengan kata-kata tunggal dan menunjukkan respon yang lambat terhadap suatu pertanyaan. bunuh diri. Secara klasik. biasanya penghambatan arus pikiran dan kemiskinan isi pikiran. seorang pasien depresi memiliki postur yang membungkuk. • Reliabilitas: Semua informasi dari pasien terlalu menonjolkan hal- . • Bicara: Banyak pasien terdepresi menunjukkan kecepatan dan volume bicara yang menurun. • Pengendalian impuls: Kira-kira 10-15% pasien terdepresi melakukan bunuh diri dan kirakira dua pertiga memiliki gagasan bunuh diri. walaupun agitasi psikomotor juga sering ditemukan khususnya pada pasien lansia. Kira-kira 10% memiliki gejala jelas gangguan berpikir. kemiskinan. • Gangguan persepsi: Pasien terdepresi dengan waham atau halusinasi dikatakan menderita episode depresi berat dengan ciri psikotik. kegagalan. memalukan. Isi pikiran mereka sering kali melibatkan perenungan tentang kehilangan. tidak terdapat pergerakan spontan. • Mood. • Sensorium dan kognisi: Kira-kira 50-70% dari semua pasien terdepresi memiliki suatu gangguan kognitif yang sering kali dinamakan pseudodemensia depresif. Resiko untuk melakukan bunuh diri meningkat saat mereka mulai membaik dan mendapatkan kembali energi yang diperlukan untuk merencanakan dan melakukan suatu bunuh diri (bunuh diri paradoksikal /paradoxical suicide). afek dan perasaan: Pasien tersebut sering kali dibawa oleh anggota keluarganya atau teman kerjanya karena penarikan sosial dan penurunan aktifitas secara menyeluruh. Waham sesuai mood pada pasien terdepresi adalah waham bersalah. dengan keluhan gangguan konsentrasi dan mudah lupa.Deskripsi umum: Retradasi psikomotor menyeluruh merupakan gejala yang paling umum. • Pikiran: Pasien terdepresi biasanya memiliki pandangan negatif tentang dunia dan dirinya sendiri. bersalah. dan 24 kematian.

Pada keadaan manik akut. • Pikiran: Isi pikirannya termasuk tema kepercayaan dan kebesaran diri. EPISODE MANIK • Deskriksi umum: Pasien manik adalah tereksitasi. kadang-kadang mengelikan dan sering hiperaktif. • Perimbangan dan tilikan: Gangguan pertimbangan merupakan tanda dari pasien manik.2 2. • Bicara: Pasien manik tidak dapat disela saat mereka bicara dan sering kali rewel dan menjadi pengganggu bagi orang-orang disekitarnya.6. asosiasi menjadi longgar. Gejala tersebut disebut “mania delirium” (delirious mania) oleh Emil Kraepelin. permainan kata-kata dan hal-hal yang tidak relevan. afek dan perasaan: Pasien manik biasanya euforik dan lekas marah. Dapat juga ditemukan waham dan halusinasi aneh yang tidak sesuai mood. Mereka memiliki toleransi yang rendah dan mudah frustasi yang dapat menyebabkan perasaan marah dan permusuhan. Waham sesuai mood seringkali melibatkan kesehatan. Fungsi kognitif ditandai oleh aliran gagasan yang tidak terkendali. • Mood. pembicaraan mungkin sama sekali inkoheren dan tidak dapat dibedakan dari pembicaraan skizofrenik. banyak bicara. 25 • Gangguan persepsi : Waham ditemukan pada 75% pasien manik. sajak. Mereka mungkin dapat melanggar peraturan. pembicaraan penuh dengan gurauan. • Reliabilitas: Pasien manik sulit untuk dipercaya. • Pengendalian impuls: Kira-kira 75% pasien manik senang menyerang atau mengancam. Secara emosional mereka sangat labil. orientasi dan daya ingat masih intak walaupun beberapa pasien manik mungkin sangat euforik sehingga mereka menjawab secara tidak tepat. Saat keadaan teraktifitas. gado-gado kata dan neologisme. • Sensorium dan kognisi: Secara umum. mudah beralih dari tertawa menjadi marah kemudian menjadi depresi dalam hitungan menit atau jam. Kebohongan dan . kemampuan konsentrasi menghilang menyebabkan gagasan yang meloncat-loncat (flight of idea). kemampuan atau kekuatan yang luar biasa.2. sering kali perhatiannya mudah dialihkan.hal yang buruk dan menekan hal-hal yang baik. Saat tingkat aktifitas meningkat lagi. kelucuan.

baik sendiri maupun dengan psikoterapi merupakan terapi terpilih untuk pasien dengan gangguan depresif yang parah.7.2Terapi perilaku didasarkan pada hipotesis bahwa pola perilaku maladaptif menyebabkan seseorang mendapatkan sedikit umpan balik positif dari masyarakat dan kemungkinan menerima penolakan.penipuan sering ditemukan pada pasien mania. Tujuan terapi ini adalah menghilangkan episode depresif dan mencegah rekurensinya dengan membantu pasien mengidentifikasi uji kognitif negatif.2 Beberapa penelitian menyatakan bahwa kombinasi terapi kognitif dengan farmakoterapi lebih manjur daripada terapi tersebut masing26 masing.1.2 Terapi kognitif awalnya dikembangkan oleh Aaron Back.2 .2 2. Dengan memusatkan terapi pada perilaku maladaptif ini. pasien akan belajar untuk berfungsi dengan cara tertentu sehingga mereka akan mendapat dorongan yang positif. Program terapi interpersonal biasanya terdiri dari 12 sampai 16 sesion. terapi interpersonal dan terapi perilaku telah diteliti manfaatnya dalam terapi gangguan depresi berat.2 Terapi interpersonal dikembangkan oleh Gerald Klerman. TERAPI PSIKOSOSIAL Banyak penelitian menyatakan bahwa kombinasi psikoterapi dengan farmakoterapi adalah terapi yang paling efektif untuk gangguan depresi berat. menemukan bahwa farmakoterapi. NIMH Treatment of Depression Collaboration Research Program. mengembangkan cara berfikir alternatif. Terapi ini memusatkan pada satu atau dua masalah interpersonal yang sekarang dialami oleh pasien dengan anggapan bahwa masalah interpersonal sekarang ini memiliki hubungan dengan awal yang disfungsional dan masalah interpersonal sekarang mungkin terlibat dalam mencetuskan atau memperberat gejala depresi sekarang. Data saat ini menyatakan terapi perilaku adalah modalitas pengobatan yang efektif untuk gangguan depresif berat. fleksibel dan positif serta melatih respon kognitif dan perilaku yang baru.7. Tiga jenis psikoterapi jangka pendek seperti terapi kognitif. Beberapa percobaan menyatakan bahwa terapi interpersonal efektif dalam pengobatan gangguan depresi berat. TERAPI 2.

2 . kapasitas untuk berdukacita. mekanisme mengatasi masalah. Pasien dengan gangguan mood yang berat seringkali tidak mau dirawat dirumah sakit sehingga mereka perlu dibawa secara involunter.2 Perawatan di rumah sakit diperlukan bila dibutuhkan prosedur diagnostik lebih lanjut. Pasien dengan depresi ringan atau hipomanik mengkin dapat diobati secara aman di tempat praktek dokter.Terapi berorientasi psikoanalitik bertujuan untuk mendapatkan perubahan pada struktur atau karakter kepribadian dan bukan semata-mata untuk menghilangkan gejala. Perbaikan dalam kepercayaan diri. memperoleh makanan. resiko bunuh diri atau membunuh oaring lain dan penurunan kemampuan pasien untuk merawat diri. dan kemampuan untuk mengalami berbagai macam emosi merupakan tujuan psikoanalisa.2 Terapi keluarga dapat membantu seorang pasien dengan gangguan mood untuk menurunkan stress dan menerima stress serta menurunkan kemungkinan relaps. 27 tempat berlindung dan hancurnya sistem pendukung.

desipramine. Untuk menemukan obat yang sesuai bagi seseorang harus dilakukan secara empiris. trimipramine. FARMAKOTERAPI ANTIDEPRESAN Antidepresan merupakan obat yang paling sesuai untuk pasien depresi dengan gangguan vegetatif yang jelas.7 Setiap pasien memiliki masalah yang berbeda-beda dan penilaian klinis selalu diperlukan pada saat membuat keputusan dalam menentukan pengobatan pasien. doxepine. Berikut adalah macam-macam antidepresan yang banyak digunakan untuk kepentingan klinik. Semua . Selain efek antidepresan. Obat yang berefek sedatif kuat lebih sesuai untuk keadaan gelisah dan agitasi sementara obat yang memiliki efek sedasi yang rendah cocok untuk pasien yang mengalami penghentian atau penurunan aktivitas psikomotor.6 Gambar 1. (2) efektif dalam perawatan jangka pendek dan jangka panjang. protriptyline. Sumber:B G Katzung. (10) bebas dari interaksi dengan makanan atau obat-obatan. Riwayat pengobataan di masa lalu juga sangat penting sebagai pedoman penggunaaan obat selanjutnya. obat ini juga memiliki efek samping lainnya. Antidepresan ini disebut trisiklik karena memiliki nukleus dengan tiga cincin.2. TCA) TCA sudah digunakan hampir selama empat dekade. (7) ditoleransi oleh tubuh dengan baik. Mekanisme obat antidepresan adalah menghambat ambilan neurotransmiteraminergic dan menghambat penghancuran oleh enzim monoamine oxydase (MAO) sehingga terjadi peningkatan jumlah neurotransmiteraminergic pada celah sinaps neuron yang dapat meningkatkan aktivitas reseptor serotonin. (6) biaya yang terjangkau. 28 Obat antidepresan yang ideal harus memenuhi kriteria berikut: (1) efektif pada berbagai gangguan depresi.clomipramine.2. dan penurunan libido. (9) toleransi terhadap berbagai penyakit fisik. 2006.7. (8) tidak mempengaruhi perilaku. (3) efektif pada berbagai kelompok umur. gangguan tidur. (11) aman. Diagram skematis titik tangkap obat-obat antidepresan. amitriptyline. nafsu makan menurun. (4) memiliki onset cepat.8 ANTIDEPRESAN TRISIKLIK (TRICYCLIC ANTIDEPRESSANT. retardasi psikomotor. nortriptyline. Basic Clinical Pharmacology 10th ed. Obat yang termasuk golongan ini adalahimipramine. penurunan berat badan. (5) dosis sekali sehari.

Menghambat ambilan neurotransmiter TCA menghambat ambilan neurotransmitermonoamine (norepinefrin atau serotonin) ke terminal saraf prasinaptik yang menyebabkan peningkatan konsentrasi neurotransmitermonoamine pada celah sinaptik sehingga berefek antidepresan.8 Farmakokinetik TCA mudah diabsorbsi peroral dan bersifat lipofilik sehingga mudah masuk SSP. Konsentrasi 29 puncak dalam serum dicapai setelah beberapa jam.9 Farmakodinamik • Mekanisme kerja dari TCA adalah sebagai berikut.10 Obat ini dimetabolisme di hati dan dikeluarkan sebagai metabolit non aktif melalui ginjal. pilihannya tergantung dari toleransi terhadap efek sampingnya serta lama kerjanya. • .9 TCA dosis tinggi dapat memperlambat aktivitas gastrointestinal dan memperpanjang waktu pengosongan lambung sehingga penyerapan obat menjadi lebih lama.TCA memiliki efek terapi yang sama.

• Neurotoksikosis: tremor halus. • Kardiovaskuler: peningkatan aktivitas katekolamin menyebabkan stimulasi jantung yang berlebihan. kewaspadaan berkurang.Penghambatan reseptor TCA menghambat reseptor serotonin. α-adrenergik. Diagram skematis mekanisme kerja dari TCA. meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi gejala depresi pada 50-70% 30 pasien. memperberat epilepsi dan glaukoma. Farmakologi Klinik TCA meningkatkan aktifitas berfikir. perlambatan konduksi atrioventrikular. aktivitas psikomotor menurun. Color Atlas of Pharmacology 2nd ed. 50. Elvail) Oral: 10. 100.9 Sediaan dan Dosis • Amitriptyline (generik.9 Gambar 2. 150 mg tablet Parenteral: 10 mg/mL IM injeksi Dosis: 75-200 mg/hari • Clomipramine (generik. Penghambatan reseptor α-adrenergik menyebabkan hipotensi ortostatik dan takikardi. gelisah. Hal yang perlu diperhatikan adalah efek terapi yang lambat sehingga pengobatan setidaknya dilakukan 4-6 minggu sebelum menyimpulkan bahwa obat tersebut tidak efektif. insomnia atau nafsu makan yang buruk. Sumber: H Lullmann. pengobatan harus dilanjutkan selama beberapa minggu lagi sebelum meningkatkan dosis. agitasi. insomnia. Jika muncul respon parsial. Masalah ini harus diperhatikan terutama pada orang tua.11 Efek samping • Antimuskarinik: penghambatan reseptor asetilkolin menyebabkan penglihatan kabur. 2000.9 TCA banyak digunakan untuk depresi sedang hingga berat terutama dengan gangguan psikomotorik.6. Perbaikan alam pikiran memerlukan waktu dua minggu atau lebih. • Sedasi: rasa mengantuk. histamin dan muskarinik. 75. 25. kemampuan kognitif menurun. konstipasi. memperbaiki kewaspadaan mental. retensi urin. Anafranil) . mulut kering.

25. Yang termasuk antidepresan generasi kedua dalah amoxapine. 25. 150 mg tablet Dosis: 75-200 mg/hari 31 • Doxepine (generik. Pertofrane) Oral. 10 mg tablet Dosis: 20-40 mg/hari • Trimipramine(S urmontil) Oral: 25. 75. 50. 75 mg kapsul. Aventyl. 10. Pamelor) Oral: 10. 75 mg kapsul Dosis: 75-300 mg/hari • Desipramine (generik. vivactil) Oral: 5. 100. Pada tahun 1990 diperkenalkan agenvenlafax ine yang banyak digunakan di Eropa. 25.venlafaxine dannefazodone. 10 mg/5mL solution Dosis: 75-150 mg/hari • Protriptyline (generik. 100 mg kapsul Dosis: 75-200 mg/hari HETEROSIKLIK Antidepresan heterosiklik merupakan antidepresan turunan kedua dan ketiga. 50 tablet (hidroklorida). 150 mg kapsul (pamoat) Parenteral: 25 mg/2mL IM injeksi Dosis: 75-200 mg/hari • Nortriptyline (generik. 150 mg kapsul. 75. Potensi obat heterosiklik tidak berbeda secara khusus dari agen. 100. 75. 25. 10 mg/mL konsentrat Dosis: 75-300 mg/hari • Imipramine (generik.Oral: 25. Farmakokinetik. maprotiline. Norpramin. 50. 50. 125. Asendin) Oral: 25.Trazodone danvenlafaxine memiliki waktu paruh yang pendek sehingga perlu mengatur pembagian dosis pada awal pemberian terapi. Sinequan) Oral: 10. 100 mg tablet. 50. 150 mg sustaines release tablet Dosis: 200-400 mg/hari . 150 mg tablet 32 Dosis: 150-300 mg/hari • Bupropion(Wellbutrin) Oral: 75.8 Sediaan dan Dosis • Amoxapine (generik. Generasi ketiga adalahmirtazapine. 100. trazodonedan bupiropion. 50. farmakodinamik dan efek samping obat ini hampir sama dengan TCA. 50. Tofranil) Oral: 10. 100. 100.agen sebelumnya.

37.Fluoxetine juga digunakan untuk mengobati bulimia nervosa dan gangguan obsesif kompulsif. antiaritmia dan antagonis βadrenergik. 50. Golongan ini kurang memperlihatkan pengaruh terhadap sistem kolinergik. menghambat ambilan serotonin secara spesifik. Desyrel) Oral: 50.Fluoxetine mengalami demetilasi menjadi metabolit aktifnorfluoksetine. obat neuroleptik.• Maprotiline (generik. Dibanding TCA. 45 mg tablet Dosis: 15-60 mg/hari • Nefazodone (generik. Saat ini tersedia lima macam SSRI yaitufluoxetine.Fluoxetine merupakan inhibitor kuat isoenzim sitokrom P-450 di dalam hati yang berfungsi untuk eliminasi obat TCA.sertraline.5.9 33 Farmakodinamik SSRI merupakan golomgan obat yang secara spesifik meghambat ambilan serotonin. SSRI memiliki efek antikolinergik dan kardiotoksisitas lebih rendah.8 Farmakologi Klinik Fluoxetine sama manfaatnya dengan TCA dalam pengobataan depresi mayor namun obat ini bebas dari efek samping yang sering ditimbulkan TCA seperti efek antikolinergik.paroxetine. SSRI) SSRI merupakan antidepresan baru yang khas. 50. 37. 100. Ludiomil) Oral: 25.fluvoxamine dan citalopram. 30. 75. Dokter lebih sering meresepkanfluoxetine dan sekarang di Amerikafluoxet ine merupakan obat antidepresan yang paling banyak diresepkan. 75. adrenergik ataupun histaminergik. 100 mg tablet. 150.8 Farmakokinetik Fluoxetine dalam dosis oral mencapai konsentrasi plasma yang mantap dalam beberapa minggu.5.9 . 75 mg tablet Dosis: 75-300 mg/hari • Mitrazapine(Remeron) Oral: 15. hipotensi ortostatik dan peningkatan berat badan. 150 mg extended release tablet Dosis: 75-225 mg/hari INHIBITOR AMBILAN KEMBALI SEROTONIN SELEKTIF (SELECTIVE SEROTONIN REUPTAKE INHIBITOR. 300 mg tablet Dosis: 200-600 mg/hari • Venlafaxine(Effecxor) Oral: 25.

ejakulasi terlambat.9 Sediaan dan Dosis • Citalopram(Celexa) Oral: 20. 100 mg tablet Dosis: 100-300 mg/hari • Paraxetine(P axil) Oral: 10. 20. 10 mg/mL suspensi.Efek samping Efek sampingfluoxet ine seperti hilangnya libido. 50. 20 mg pulveres. 40 mg tablet. serotonin dan dopamin dalam neuron dan selanjutnya meningkatkan konsentrasi neurotransmiter di dalam ruang sinaptik. 30. 10 mg tablet.9 Farmakokinetik Obat ini mudah diabsorbsi dalam bentuk oral. Efek anti depresan memerlukan waktu 2-4 minggu.9 Farmakologi Klinik . 12. Obat ini dimetabolisme dan diekskresi dengan cepat melalui ginjal.5. Neurotransmiter tidak akan mengalami degradasi sehingga menumpuk dalam neuron presinaptik dan masuk ke dalam ruang sinaptik yang menimbulkan aktivitas antidepresan. Regenerasi enzim yang dinonaktifkan secara irreversibel biasanya terjadi beberapa minggu setelah penghentian pengobatan. 25 mg controlled release tablet Dosis: 20-50 mg/hari • Sertraline(Zoloft) Oral: 25. 100 mg tablet Dosis: 50-200 mg/hari 34 INHIBITOR OKSIDASE MONOAMIN (MONOAMINE OXYDASE INHIBITOR. 40 mg tablet Dosis: 20-60 mg/hari • Fluoxetine(P rozac) Oral: 10. MAOI) MAO adalah enzim yang menonaktifkan neurotransmiter yang berlebihan di celah sinaptik saat neuron istirahat. Hal ini meningkatkan depot norepinefrin. anorgasme dan mual. 20 mg/mL liquid Dosis: 10-60 mg/hari • Fluvoxamine(Luvox) Oral: 25. 50. MAOI dapat menonaktifkan enzim MAO secara reversible atau irreversibel.9 Farmakodinamik MAOI membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan enzim dan menyebabkan inaktivasi yang irreversibel.

takikardi. pasien disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung tiramin. Oleh karena itu. disuria 35 dan konstipasi. penglihatan kabur.9 Sediaan dan Dosis • Phenelzine(N ardil) Oral: 15 mg tablet Dosis: 47-75 mg/hari • Tranylcypromine(P arnate) Oral: 10 mg tablet Dosis: 10-30 mg/hari Tabel 3. Orang yang menggunakan MAOI tidak dapat menguraikan tiramin yang menyebabkan lepasnya katekolamin dalam jumlah besar yang tersimpan pada ujung terminal saraf sehingga terjadi sakit kepala. kerang. Efek-efek farmakologi dari obat-obat antidepresan Obat Sedasi Anti muskarini k . hipertensi. Diperlukan waktu enam minggu sebelum menggunakan obat yang lain. MAOI dan SSRI jangan diberikan bersamaan karena dapat terjadi bahaya sindrom serotonin yang dapat mematikan. hati ayam dan anggur merah diinaktifkan oleh MAO di dalam usus.9 Efek samping Tiramin dalam makanan seperti keju. MAOI digunakan untuk pasien depresi yang tidak responsif dan alergi terhadap TCA atau menderita ansietas hebat. mulut kering.Meskipun MAO dihambat setelah beberapa hari pengobatan. mual. aritmia dan stroke. Efek samping lainnya dari MAOI adalah mengantuk. kerja antidepresan terjadi setelah beberapa minggu. bir. hipotensi ortostatik.

Hipotensi Ortostati k Penyakat pompaami ne untuk Serotonin Norepinefrin Dopamin Amitriptyline +++ +++ +++ +++ ++ Amoxapine ++ ++ ++ + ++ + Bupropion +/+/? Citalopram +/+++ Clomipramin e +++ ++ ++ +++ +++ Desipramine + + ++ +++ Doxepine +++ +++ ++ ++ + Fluoxetine + + .

+/+++ +/+/Fluvoxamine +/+++ Imipramine ++ ++ ++ +++ ++ Maprotiline ++ ++ + +++ Mirtazapine +++ + Mianserin ++ + + +++ Nortriptyline ++ ++ ++ +++ ++ Paroxetine + +/+++ ++ Protriptyline ++ ++ ? +++ ? Setraline + .

Basic Clinical Pharmacology 9th ed.+/+++ Trazodone +++ + ++ Venlafaxine +++ ++ +/- Keterangan: +++ : Berat ++ : Sedang + : Ringan 36 +/: Tidak ada/ minimal sekali ? : Tidak tentu Sumber:B G Katzung.8 Farmakokinetik . Telah lama dikenal bahwa lithium merupakan pengobatan yang paling disukai pada gangguan bipolar khusunya fase manik. jenis depresi. 2009. Berdasarkan hipotesis.peristiwa kehidupan. Angka keberhasilannya pada remisi pasien dengan fase manik dilaporkan mencapai 60-80%. Gangguan biologis yang pasti belum diidentifikasi tapi diperkirakan berhubungan dengan peningkatan aktivitas katekolamin. Pemilihan obat antidepresi tergantung pada toleransi pasien terhadap efek samping dan penyesuaian efek samping terhadap kondisi pasien (usia. Episode berubahnya mood pada umumnya tidak berhubungan dengan peristiwa. penyakit fisik lainnya. sindrom mania disebabkan oleh tingginya kadar serotonin dalam celah sinaps neuron khususnya pada sistem limbik.6 LITHIUM Lithium adalah kation monovalen yang kecil.8 ANTIMANIA Antimania yang juga disebut sebagai mood modulator ataumood stabilizer merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala sindrom mania dan mencegah berubah-ubahnya suasana hati pasien.

IP3 dan DAG merupakan pembawa pesan kedua yang penting dalam transmisi α. 2006. absorbsi lengkap terjadi setelah 6-8 jam. Kadar dalam plasma dicapai setelah 30 menit sampai 2 jam. Sumber:B G Katzung. Efeklithium terhadap IP3.13 Ekskresi terutama melalui urin dengan waktu paruh eliminasi 20 jam.Pada penggunaan oral. Lithium menghambat konversi IP2 menjadi IP1 dan konversi IP menjadiinositol. • Efek ada pembawa pesan kedua (second messengers) Studi tentanglithium memperlihatkan perubahan kadarinositol phosphate di otak. Basic Clinical Pharmacology 10th ed.adrenergik maupun transmisi muskarinik.8. menghambat supersensitifitas dopamin dan meningkatkan sintesis asetilkolin. • Efek terhadap neurotransmiter Lithium tampaknya meningkatkan aktivitas serotonin.12 Farmakodinamik • Mekanisme kerja yang pasti darilithium sampai saat ini masih dalam penelitian. Beberapa studi mengemukakan bahwa peningkatan aktivitas kolinergik akan mengurangi mania. Farmakologi Klinik . Diperkirakan bekerja atas tiga dasar yaitu: Efek terhadap elektrolit-elektrolit dan transpor ion 37 Lithium berhubungan erat dengan natrium. Penyakatan ini menyebabkan deplesi PIP2 yang merupakan prekursor IP3 dan DAG.12 Gambar 3. Diperkirakan Lithium menurunkan pengeluaran norepinefrin dan dopamin. Lithiumdapat menggantikan natrium dalam menimbulkan potensial aksi dan pertukaran natrium melewati membran. DAG dan second messenger.12 Efek terapi terlihat setelah 10 hari penggunaan.

Beberapa literatur menerangkan bahwa terapi lithium jangka panjang dapat menyebabkan disfungsi ginjal termasuk nefritis interstitial kronis dan glomerulopati perubahan minimal dengan sindrom nefrotik.lithium 38 sendiri merupakan obat yang efektif. Beberapa pasien mengalami pembesaran kelenjar gondok dan gejala-gejala hipotiroidisme. pada kasus berat. antipsikosis boleh dihentikan dan lithium digunakan bersamaan dengan benzodiazepine untuk pemeliharaan. • . Setelah mania dapat teratasi. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran kadar TSH serum setiap 6-12 bulan. ataksia. Penurunan laju filtrasi glomerulus telah ditemukan tapi tidak ada contoh mengenai azotemia maupun gagal ginjal. Pengobatan jangka panjang menunjukkan penurunan resiko bunuh diri. • Efek pada ginjal: polidipsi dan poliuri sering ditemukan namun bersifat reversibel.8. • Efek pada fungsi tiroid: dapat menurunkan fungsi kelenjar tiroid tapi efeknya reversibel dan nonprogresif.lithium sering dikombinasi dengan antidepresan. Tes fungsi ginjal harus dilakukan secara periodik untuk mendeteksi perubahan-perubahan pada ginjal. • Edema: Hal ini mungkin terkait dengan efeklithium pada retensi natrium. Pada fase depresif gangguan bipolar. koreoatetosis. • Efek pada jantung: Ionlithium dapat menekan pada nodus sinus sehingga sindrom bradikardi dan takikardi merupakan kontraindikasi penggunaanlithium. Peningkatan berat badan pada pasien diduga karena edema namun pada 30% pasien tidak mengalami peningkatan berat badan.Sampai saat inilithium karbonat dikenal sebagai obat gangguan bipolar terutama pada fase manik. disartria dan afasia. hampir selalu perlu ditambahclonazepam ataulorazepam dan kadang ditambah antipsikosis juga. hiperaktivitas motorik.12 Efek Samping • Efek neurologis: tremor. Bila mania masih tergolong ringan.

valroate menunjukkan keberhasilan yang setara denganlithium pada awal minggu pengobatan. 300. Eskalith) Oral: 150. sianosis. 450 mg tablet sustained release 300 mg lithium carbonate setara dengan 8. Depakene) Oral: 250 mg kapsul. reflek moro dan reflek hisap berkurang dan hepatomegali. 8 meq/5 mL sirup.Valproate manjur untuk pasien-pasien yang gagal memberikan respon terhadaplithium. • Efek lainnya: Telah dilaporkan efek erupsi jerawat dan folikulitis pada penggunaanlithium. Kombinasivalproate dengan obat-obatan psikotropik lainnya mungkin dapat digunakan dalam pengelolaan fase kedua pada penyakit bipolar yang umumnya dapat ditoleransi dengan baik.12 meq Li Dosis: 250-500 mg/hari ASAM VALPROAT (VALPROIC ACID. 250 mg/5 mL sirup Dosis: 3 x 250 mg/hari CARBAMAZEPINE 40 Carbamazepine telah dianggap sebagai alternatif yang pantas untuk lithiumjika lithium kurang optimal. Namun data terbaru menyebutkan resiko efek teratogenik relatif rendah. Secara keseluruhan.VALPRO ATE) Obat ini merupakan suatu agen untuk epilepsi dan telah terbukti memiliki efek antimania. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati mania akut dan juga untuk terapi profilaksis.8 Preparat yang Tersedia Lithium carbonate (generik. Valproatetelah diakui sebagai pengobatan lini pertama untuk mania. Efek sampingcarbamazepine pada umumnya tidak lebih besar dari lithium dan kadang bahkan lebih rendah. 600 mg kapsul. Toksisitas pada bayi dimanifestasikan dengan letargi.8 Preparat yang Tersedia Valproic acid (generik. Leukositosis selama pengobatan dengan lithium selalu ada yang merefleksikan efek langsung pada leukopoiesis. 39 Lithium didapatkan pada air susu dengan kadar sepertiga sampai setengah dari kadar serum.Efek pada kehamilan dan menyusui: Laporan terdahulu menyatakan peningkatan frekuensi kelainan jantung pada bayi dengan ibu yang mengkonsumsilithium terutama anomali Ebstein. Carbamazepine dapat digunakan . 300. Banyak dokter tidak setuju untuk menggabungkanvalproate dengan lithium pada pasien yang respon terhadap salah satu agen. 300 mg tablet.

Laki-laki lebih sering menjadi kronis dan mengganggu dibandingkan perempuan. tidak ada gejala psikotik Perawatan di rumah sakit hanya singkat. 200. 100 mg/5 mL suspensi. Keadaan ini cenderung merupakan gangguan kronis. PROGNOSIS Banyak penelitian mengenai perjalanan penyakit dan prognosis gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) memberikan kesimpulan bahwa penyakit ini memiliki perjalanan yang panjang dan pasien cenderung mengalami kekambuhan. dan pasien cenderung mengalami relaps. Cara kerjacarbamazepine tidak jelas. Meskipun efek diskrasia darah menonjol pada penggunaannya sebagai antikonvulsi. tidak lebih dari sekali perawatan • Selama masa remaja memuliki riwayat persahabatan yang erat dan baik • • • • pasien mempunyai hubungan psikososial yang baik dan kokoh Fungsi keluarga yang stabil dan baik Tidak ada gangguan psikiatri komorbid Tidak ada gangguan kepribadian.8 Preparat yang Tersedia Carbamazepine (generic. namun tidak menjadi masalah besar pada penggunaanya sebagai penstabil mood. 400 mg tablet extended-release.8. 300 mg kapsul Dosis: 400-600 mg/hari 2. 200. tetapi dapat mengurangi sensitisasi otak terhadap perubahan mood. Tegretol) Oral: 200 mg tablet. Prognosa baik apabila: • • Episodenya ringan.sendiri atau pada pasien yang refrakter dapat dikombinasi denganlithium. Mekanisme tersebut mungkin serupa dengan efek antikonvulsinya. Pasien dengan gangguan bipolar memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan pasien dengan gangguan .5 41 Prognosa buruk apabila: • Adanya penyerta gangguan distimik • • • • Penyalahgunaan alkohol dan zat-zat lainnya Gejala gangguan kecemasan Riwayat lebih dari satu episode depresif sebelumnya. 100 mg tablet kunyah. 100.2 Gangguan depersif berat bukan merupakan gangguan yang ringan.

Keadaan ini cenderung merupakan gangguan kronis. Sepertiga dari semua pasien gangguan bipolar memiliki gejala kronis dan buktibukti penurunan sosial yang bermakna. Laki-laki lebih sering menjadi kronis dan mengganggu dibandingkan perempuan.depresif berat.2 Gangguan depersif berat bukan merupakan gangguan yang ringan.2 Prognosa buruk apabila: • • • • • Adanya penyerta gangguan distimik Penyalahgunaan alkohol dan zat-zat lainnya Gejala gangguan kecemasan Riwayat lebih dari satu episode depresif sebelumnya. Pasien dengan gangguan bipolar memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan pasien dengan gangguan depresif berat. dan pasien cenderung mengalami relaps. Sepertiga dari semua pasien gangguan bipolar memiliki gejala kronis dan buktibukti penurunan sosial yang bermakna.2 .

dan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi. memiliki gangguan kepribadian berarti memiliki kaku dan berpotensi merusak diri sendiri atau merendahkan diri-pola berpikir dan berperilaku tidak . 07 April 2010 GANGGUAN KEPRIBADIAN (PERSONALITY DISORDER) Gangguan Kepribadian adalah istilah umum untuk suatu jenis penyakit mental di mana cara berpikir.Rabu. Secara umum. memahami situasi. Ada banyak jenis spesifik gangguan kepribadian.

seperti rasa malu atau pandangan terhadap kebahagiaan. emosi dan perilaku yang membuat seseorang unik. hubungan dengan anggota keluarga dan orang lain juga turut berpengaruh dalam pembentukan kepribadian. dan penderita mungkin menyalahkan orang lain atas keadaannya. Kepribadian adalah kombinasi dari pikiran. Dalam beberapa kasus. Kerena mengalami proses perkembangan yang tidak semestinya. dan juga bagaimana seseorang melihat diri sendiri. Lingkungan. cara pikir dan berhubungan dengan dunia sekelilingnya secara maladaptif. dibentuk melalui interaksi dari dua faktor: Warisan kecenderungan atau gen. Ini mencakup beberapa hal seperti jenis pola pengasuhan yang dialami seseorangapakah itu dengan penuh cinta atau kekerasan. Gangguan kepribadian dianggap disebabkan oleh kombinasi genetik dan pengaruh lingkungan. mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan dalam kasus-kasus tertentu mereka menjadi menderita. Hal ini menyebabkan stress dalam hidup atau gangguan dari kemampuan untuk beraktivitas rutin di tempat kerja. berbeda satu sama lain. Akibatnya. sekolah atau situasi sosial lain. individu-individu tertentu memiliki cara pandang. Ini adalah aspek kepribadian yang diturunkan kepada seseorag dari oleh orang tua. atau situasi kehidupan. Ini cara melihat. kemungkinan penderita tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan kepribadian karena cara berpikir dan berperilaku tampak alami bagi si penderita. Bentuk kepribadian selama masa kanak-kanak. Gangguan-gangguan dalam kategori ini bersumber dari perkembangan kepribadian yang tidak masak dan menyimpang. Lingkungan tempat seseorang dibesarkan. memahami dan berhubungan dengan dunia luar.peduli pada situasinya. . Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki kerentanan genetik untuk mengembangkan sebuah gangguan kepribadian dan situasi kehidupan dapat memicu perkembangan gangguan kepribadian. Hal ini kadang-kadang disebut temperamen bersifat "alami" dan merupakan bagian dari pola asuh dan "konflik".

tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang lain: bersikap manipulatif atau senang mengakali. dalam arti sikap dan perilakunya cenderung merugikan orang lain. yang menderita dan merasa tidak bahagia adalah penderita itu sendiri. Sebaliknya dalam gangguan kepribadian ini yang menjadi korban perbuatan tidak bertanggung jawab dari si penderita. dan perilaku kriminal. GANGGUAN KEPRIBADIAN Penderita jenis gangguan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Hubungan pribadinya dengan orang lain terganggu. tidak punya rasa bersalah. Skizoid. dan tidak mengenal rasa sesal bila mencalakakan orang lain. yang bagi penderita gangguan ini sama sekali bukan soal. mementingkan diri sendiri. Dengan kata lain. Dalam kasus neurosis. dan kepribadian aviodantergantung-kompulsif-agresif pasif.Ada tiga kelompok gangguan utama dalam kategori ini. orang ini tidak pernah dapat melepaskan diri dari pola tingkah lakunya yang maladaptif itu. Kepribadian Paranoid. Memandang bahwa kesulitannya disebabkan oleh nasib buruk atau perbuatan jahat orang lain. Penderita sendiri hanya mengalami reputasi yang buruk. Celakanya. Selain itu. dan Skizotipe . kepribadian histrionik-narcisistik-antisosial. yaitu gangguan kepribadian. seperti misalnya pada kasus neurosis. Selalu menghindari tanggung jawab atas masalah-masalah yang mereka timbulkan. bukan berupa penderitaan yang harus ditanggung oleh yang bersangkutan. gangguan ini lebih merupakan gangguan terhadapa nama baik si penderita (disorders of reputation). kepribadian antisosial. masalahnya lebih berupa akibat tidak menyenangkan dari tindakan sipenderitan terhadap orang lain. penderita gangguan ini tidak pernah merasa bersalah. Artinya. Beberapa jenis gangguan kepribadian yang cukup menonjol adalah kepribadian paranoid-skizoid-skizotipe.

yaitu pikiran-pikiran yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain selain oleh dirinya sendiri. bersikap exploitatif: memikirkan kepentingannya sendir. tergantung. dangkal atau picik. dan tanpa rasa sesal. . egosentrik. sangat peka pada pandangan orang lain terhadap dirinya (harga dirinya rapuh). Kepribadian Skizotipe memiliki ciri-cri khas: suka menyendiri. rigid atau kaku. Narcisistik. tidak sedikit diantara penderita cukup cerdas dan pandai menampilkna diri secara meyakinkan untuk menjadi penipu ulung. dan amat perasa. mangabaikan hak dan perasaan orang lain. mudah iri. sangat egois. antisosial. suka menyalahkan orang lain. dan takhayul-takhayul. selalu menuntut perhatian dan perlakuan istimewa dari orang lain. Kepribadian Narcisistik: merasa diri penting dan haus akan perhatian dari orang lain. tidak terampil bergaul dan suka menyendiri. congkak. Kepribadian Skizoid memiliki ciri-ciri khas: tidak mampu dan menghindari menjalin hunbungan sosial. ditambah beberapa kekhususan sebagai berikut: Kepribadian Paranoid memiliki ciri-ciri tambahan: serba curiga. suka menuduh orang lain jahat. dan tudal tulus. Kepribadian Antisosial: selalu melanggar hak orang lain lewat perilaku agresif. emosional. sangat reaktif. argumentatif atau suka menentang. sangat haus akan pengukuhan orang lain. hipersensitif atau sangat perasa. suka menghindari oang lain. dan mudah ditipu. di samping beberapa ciri khusus sebagai berikut: Kepribadian Histrionik: tidak matang. emosinya labil. egois. haus akan hal-hal yang serba menggairahkan (excitement). penyesuaian seksual dan hubungan pribadinya kacau.Penderita ketiga jenis gangguan ini berperilaku eksentrik. senang mendramatisasi diri secara berlebihan untuk mencari perhatian. dan eratik atau aneh-aneh. dihantui oleh pikiran-pikiran autistik. Gangguan Kepribadian Antisosial Historik. dan Penderita ketiga jenis gangguan ini memiliki ciri umum berperilaku dramatik atau penuh aksi serba menonjolkan diri. tak berdaya. terkesan dingin dan tidak akrab atau tidak ramah.

sangat perasa. perilakunya serba terhambat. cenderung mudah mempersepsikan olok-olokan atau pelecehan yang belum tentu benar. sehingga kadang-kadang susah dibedakan dari penderita neurosis. kepribadiannya kaku. dapat berfungsi baik sepanjang tidak dituntut melakukan sesuatu seorang diri. tetapi takut menyatakan atau mengungkapkannya (tidak asertif). ditambah ciri-ciri khusus sebagai berikut: Kepribadian Avoidan tau menghindar: sangat peka terhadap penolakan atau hinaan orang lain. untuk mengungkapkan kebenciannya pada majikan yang lalim. ketertiban. Kepribadian Kompulsif: memiliki perhatian yang berlebihan pada aturan-atiran. Kompulsif. pergaulan sempit dan segan emnjalin pergaulau. benci pada figur otoritas. kendati sering merasa butuh afeksi dari orang lain dan merasa sepi. dan pada pekerjaan. Simtom ini sesungguhnya merupakan sikap bermusuhan yang diungkapkan lewat cara-cara yang bersifat tidak langsung dan bukan melalui kekerasan. Beberapa ciri khasnya adalah: tidak suka patuh pada tuntutan orang lain. sengaja bekerja tidak efisien. Kepribadian Agresif-pasif. kendati sesungguhnya tidak demikian.Gangguan Kepribadian Avoidan. Sebagai contoh. efisiensi. sangat memperhatikan hal kecil-kecil. dan Agrasif Pasif Tergantung. Penderita dalam kategori ini memiliki ciri umum diliputi kecemasan dan rasa takut. Gangguan-gangguan ini diduga dapat disebabkan oleh faktor bawaan (masih hipotesis). dan sebagainya. dan sangat sulit membagi waktu. sulit untuk bersantai. seorang pembantu sengaja senang menangguhkan atau menghambat-hambat pelaksanaan pekerjaan. bersikap keras kepala. faktor psikososial. merasa sedih karena tidak punya teman. tidak mampu mengungkapkan sikap dan perasaan hangat. Kepribadian Tergantung: sangat tergantung pada orang lain dan merasa tidak berdaya. takut bergaul dengan orang lain disebabkan takut untuk dikritik atau ditolak. dan ketidakmampuan bergaul tersebut menjadi sumber kesusahan dan penyebab harga dirinya yang rendah. seperti pola hubungan . menginginkan semua orang bekerja seperti dirinya. namun juga sangat rajin.

tanggung jawab sosial. dan narcissistic.keluarga yang patogenik. Individu dalam kelompok ini menampilkan perilaku yang dramatik atau berlebih-lebihan. schizoid. Usaha memberikan pertolongan biasanya lebih efektif bila dilakukan dalam lingkungan tertentu yang membatasi runga gerak penderita. GANGGUAN KEPRIBADIAN MENURUT DSM-IV-TR Kelompok A (odd/eccentric cluster) Terdiri dari gangguan kepribadian paranoid. Mereka harus dipaksa. Misalnya. dan sebagainya. KELOMPOK A (ODD/ECCENTRIC CLUSTER) Paranoid Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Paranoid) . dan schizotypal. dependent. misalnya di penjara atau pusat rehabilitasi lainnya. dan obsessive. dan faktor sosiokultural. emosional dan eratik (tidak menentu atau aneh). Individu dalam kelompok ini menampilkan perilaku cemas dan ketakutan. Individu dalam kelompok ini menampilkan perilaku yang aneh dan eksentrik. seperti munculnya sistem nilai dan pola perilaku tertentu yang jauh berbeda dari yang lazim berlaku di masyarakat akibat kondisi kemiskinan. Penderita aneka jenis gangguan ini biasanya sulit ditangani untuk ditolong. borderline. histrionic. Penanganan di luar jarang berhasil. dalam bentuk standar yang sangat longgar tentang kejujuran. Kelompok B (dramatic/erratic cluster) Terdiri dari gangguan kepribadian antisosial. Kelompok C (anxious/fearful cluster) Terdiri dari gangguan kepribadian avoidant.compulsive.

Prevalensi pada gangguan ini adalah berkisar 2 persen dari populasi pada umumnya. Gangguan paranoid memiliki perbedaan diagnosis dengan skizofrenia. Mereka juga diliputi keraguan yang tidak beralasan terhadap kesetiaan orang lain atau bahwa orang lain tersebut dapat dipercaya. Individu dengan gangguan ini tidak mampu terlibat secara emosional dan menjaga jarak dengan orang lain. Perbedaannya dengan gangguan borderline adalah gangguan paranoid lebih sulit untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka sering kali kasar dan mudah marah terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan. Orang-orang yang mengalami gangguan ini merasa dirinya diperlakukan secara salah dan dieksploitasi oleh orang lain sehingga berperilaku selalu waspada terhadap orang lain. Perbedaannya dengan schizoid adalah gangguan ini tidak memiliki ide-ide paranoid atau tidak memiliki kecurigaan. Individu semacam ini enggan mempercayai orang lain dan cenderung menyalahkan mereka serta menyimpan dendam meskipun bila ia sendiri juga salah. Gangguan kepribadian paranoid paling banyak terjadi pada kaum laki-laki dibandingkan dengan perempuan. dan avoidant. Sedangkan perbedaannya dengan gangguan antisosial adalah paranoid tidak memiliki sejarah antisosial. borderline. karena pada gangguan paranoid tidak muncul simtom halusinasi dan delusi. mereka tidak hangat. Gangguan ini banyak dialami bersamaan dengan gangguan kepribadian schizotipal. Mereka sangat pencemburu dan tanpa alasan dapat mempertanyakan kesetiaan pasangannya.Individu yang mengalami gangguan kepribadian paranoid biasanya ditandai dengan adanya kecurigaan dan ketidakpercayaan yang kuat terhadap orang lain. Schizoid Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Skizoid) .

Perbandingan antara laki-laki dan perempuan diperkirakan 2 : 1 untuk laki-laki. Mereka memiliki pemikiran yang ajaib/aneh (magical). Mereka terlihat sebagai individu yang eksentrik. dan penyendiri. Mereka tampak tumpul. tidak tertarik pada hubungan seks.5 persen dari populasi. Mereka jarang memiliki emosi kuat. individu lebih menyenangi kegiatan yang tidak melibatkan orang lain dan berhasil pada bidang-bidang yang tidak melibatkan orang lain. mereka juga tampak eksentrik. dingin. ide-ide yang ganjil. dan menyendiri serta tidak memiliki perasaan yang hangat dan tulus terhadap orang lain. serta bersikap masa bodoh terhadap pujian. Sebagai contoh. kritik. Individu dengan gangguan kepribadian skizoid menampilkan perilaku menarik diri. Schizotypal Personality Kepribadian Skizotipal) Disorder (Gangguan Individu dengan gangguan kepribadian skizotipal biasanya memiliki kepercayaan yang aneh. dan perasaan orang lain. Dari perilaku dan penampilan. Dalam pembicaraan. Ciri yang umum terjadi adalah ideas of reference (keyakinan bahwa berbagai kejadian memiliki makna khusus dan tidak biasa bagi . cenderung introvert. Dalam kesehariannya. mereka berbicara kapada diri sendiri dan memakai pakaian yang kotor serta kusut. dan derealisasi yang mereka tampilkan dalam kehidupan sehari-hari. mereka dapat menggunakan kata-kata dengan cara yang tidak umum dan tidak jelas sehingga hanya diri mereka saja yang mengerti artinya.Individu yang mengalami gangguan ini tidak menginginkan atau menikmati hubungan sosial dan biasanya tidak memiliki teman akrab. ilusi. datar. Prevalensi gangguan skizoid diperkirakan 7. mereka merasa tidak nyaman bila berinteraksi dengan orang lain. Individu dengan gangguan ini memiliki masalah dalam berpikir dan berkomunikasi. Individu yang mengalami gangguan ini adalah seorang penyendiri dan menyukai kegiatan yang dilakukan sendirian. terkucil.

Walaupun sama-sama muncul simtom halusinasi. Individu . KELOMPOK B (DRAMATIC/ERRATIC CLUSTER) Borderline Personality Kepribadian Ambang) Disorder (Gangguan Disebut dengan kepribadian ambang (borderline) karena berada di perbatasan antara gangguan neurotik dan skizofrenia. Ciri-ciri utama gangguan ini adalah impulsivitas dan ketidakstabilan dalam hubungan dengan orang lain dan memiliki mood yang selalu berubah-ubah. Pada gangguan skizotipal. pasien mengalami kelemahan kognitif dan kurangnya fungsi neuropsikologis yang sama dengan terjadinya skizofrenia. kecurigaan. namun perbedaan gangguan ini dengan gangguan skizofrenia adalah halusinasi pada skizotipal biasanya berlangsung dalam waktu singkat. Selain itu. Gangguan kepribadian skizotipal lebih banyak muncul pada keluarga yang memiliki penderita skizofrenia. dan pikiran paranoid. pasien dengan gangguan kepribadian skizotipal memiliki rongga otak yang lebih besar dan lebih sedikit bagian abu-abu di lobus temporalis. sikap dan perasaan terhadap orang lain dapat berubah-ubah secara signifikan dan aneh dalam kurun waktu yang singkat.orang yang bersangkutan). Etiologi Kelompok A Berbagai studi tentang keluarga memberikan beberapa bukti bahwa gangguan kepribadian kelompok A berhubungan dengan skizofrenia. Gangguan kepribadian skizotipal adalah titik awal dari skizofrenia. Mereka pun memiliki kemampuan yang rendah dalam berinteraksi dengan orang lain dan kadang kala bertingkah laku aneh sehingga akhirnya mereka sering kali terkucil dan tidak memiliki banyak teman. Prevelensi gangguan ini diperkirakan kurang dari 1 persen. Contohnya.

Etilogi Gangguan Kepribadian Borderline Penyebab terjadinya gangguan kepribadian borderline antara lain dapat dijelaskan oleh kedua pandangan berikut: Faktor biologis Faktor-faktor biologis antara lain disebabkan oleh faktor genetis. Mudah mengalami perasaan depresi dan perasaan hampa yang kronis. Gangguan kepribadian borderline bermula pada masa remaja atau dewasa awal. Perilaku mereka yang tidak dapat diprediksi dan impulsif. fokus . dan makan berlebihan. sarkastik. dan lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. dan menuntut perhatian. aktivitas seksual yang tidak pandang bulu. Beberapa data menunjukkan adanya kelemahan fungsi lobus frontalis. Gangguan kepribadian borderline dialami oleh lebih dari satu anggota dalam satu keluarga. boros. Individu dengan gangguan borderline mengalami peningkatan aktivasi amigdala. suatu struktur dalam otak yang dianggap sangat penting dalam pengaturan emosi. dengan prevelensi sekitar 1 persen. berpotensi merusak diri sendiri. memiliki rasa takut diabaikan. Object Relations Theory Teori ini merupakan teori dari psikoanalisa yang memfokuskan diri pada bagaimana cara anak mengintroyeksikan nilai-nilai dan gambaran yang berhubungan dengan orang-orang yang dianggap penting dalam hidupnya. mereka sering kali mencoba bunuh diri. penyalahgunaan zat. dan secara keseluruhan sangat sulit untuk hidup bersama mereka. yang sering diduga berperan dalam perilaku impulsif. mudah tersinggung. cepat menyerang. Dengan kata lain.yang mengalami gangguan borderline memiliki karakter argumentatif. Mereka tidak tahan berada dalam kesendirian. misalnya orang tua.

tetapi tidak dapat memberikan dukungan emosional dan kehangatan). Individu dengan gangguan kepribadian borderline sering kali mengembangkan mekanisme defense yang disebut splitting. tidak memiliki kedekatan emosional. dan ideal-idealnya. Mereka memandang keluarga mereka tidak ekspresif secara emosional. Hal itu menimbulkan kesulitan yang ekstrem dalam meregulasi emosi karena individu borderline melihat dunia. mereka biasanya juga mengalami kekerasan seksual dan fisik serta sering mengalami perpisahan dengan orang tua pada masa kanakkanak.dari teori ini adalah cara anak mengidentifikasikan diri dengan orang lain di mana ia memiliki emotional attachment yang kuat dengan orang tersebut. Bagaimanapun juga. tujuan. salah seorang tokoh dalam teori ini menyatakan bahwa pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa kanak-kanak. misalnya mempunyai orang tua yang memberikan cinta dan perhatian secara tidak konsisten (menghargai prestasi anak. defense ini melindungi ego yang lemah dari kecemasan yang tidak dapat ditoleransi. Beberapa hasil penelitian juga mendukung teori ini. Selain itu. . termasuk dirinya sendiri. dalam dikotomi hitam-putih. dan sering terjadi konflik dalam keluarga. Otto Kernberg. yaitu mendikotomikan objek menjadi semuanya baik atau semuanya buruk dan tidak dapat mengintegrasikan aspek positif dan negatif orang lain atau diri menjadi suatu keutuhan. Individu yang mengalami gangguan kepribadian borderline menyatakan kurangnya kasih sayang dari ibu. terutama orang tua atau caregiver. dapat menyebabkan anak mengembangkan insecure egos (bentuk umum dari gangguan kepribadian borderline). Terkadang perspektif tersebut berlawanan harapan dan minat dari individu yang bersangkutan. Teori ini beranggapan bahwa individu bereaksi terhadap dunia melalui perspektif dari orang-orang penting dalam hidupnya pada masa lalu. tetapi dapat menimbulkan konflik dengan harapan. Orang-orang yang diintroyeksikan tersebut menjadi bagian dari ego si anak pada masa dewasa.

misalnya pakaian yang mencolok. Sedangkan invalidating experience adalah pengalaman di mana keinginan dan perasaan individu diabaikan dan tidak dihormati. terlalu mempedulikan daya tarik fisik mereka. gangguan kepribadian borderline berkembang ketika individu dengan diatesis biologis (kemungkinan genetis) di mana ia mengalami kesulitan untuk mengontrol emosi. diatesis biologis disebut sebagai emotional dysregulation. Hal itulah yang kemudian memicu perkembangan kepribadian borderline. ditegakkan bagi orang-orang yang selalu dramatis dan mencari perhatian. Namun belum jelas apakah pengalaman tersebut bersifat spesifik bagi gangguan ini.Bagaimanapun juga. Dengan kata lain. tata rias. Mereka dapat sangat provokatif dan tidak . hasil-hasil penelitian tersebut masih belum dapat menyatakan secara jelas apakah pengalamanpengalaman itu memang hanya dialami oleh mereka dengan gangguan kepribadian borderline saja. emotional dysregulation saling berinteraksi dengan invalidate experience anak yang sedang berkembang. usaha individu untuk mengkomunikasikan perasaannya tidak dipedulikan atau bahkan diberi hukuman. Linehan’s Diathesis-Stress Theory Menurut teori ini. dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang salah (invalidating). Salah satu contoh ekstremnya adalah kekerasan pada anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa individu yang mengalami gangguan kepribadian borderline mempunyai pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan. Dalam teori ini. atau warna rambut. dan merasa tidak nyaman bila tidak menjadi pusat perhatian. baik secara seksual maupun nonseksual. Mereka berpusat pada diri sendiri. Histrionic Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Histrionik) Gangguan kepribadian histrionik sebelumnya dikenal disebut kepribadian histerikal. Mereka sering kali menggunakan ciri-ciri penampilan fisik yang dapat menarik perhatian orang kepada dirinya.

Kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian dipandang sebagai cara untuk mempertahankan diri dari perasaan yang sebenarnya yaitu self-esteem yang rendah. dan hal ini diasosiasikan dengan depresi dan kesehatan fisik yang buruk. ketika orang lain menjatuhkan harapan mereka yang tidak realistis. Terkadang mereka mencari sosok lain yang dapat mengidealkan karena mereka kecewa terhadap diri sendiri. terutama ayah terhadap anak perempuannya. perasaan iri. dan arogansi.senonoh secara seksual tanpa mempedulikan kepantasan serta mudah dipengaruhi orang lain. . Hubungan personal mereka sedikit dan dangkal. Individu pada gangguan ini sangat sensitif terhadap kritik dan takut akan kegagalan. Gangguan kepribadian histrionik lebih banyak terjadi pada mereka yang mengalami perpisahan atau perceraian. Narcissistic Personality Kepribadian Narsistik) Disorder (Gangguan Individu dengan gangguan kepribadian narsistik memiliki pandangan berlebihan mengenai keunikan dan kemampuan mereka. mereka sulit menerima kritik dari orang lain. dan memanfaatkan/menghendaki orang lain melakukan sesuatu yang istimewa untuk mereka tanpa perlu dibalas. Mereka merasa bahwa dirinya spesial dan berharap mendapatkan perlakuan yang khusus pula. Gangguan ini sering muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian borderline. Diagnosis ini memiliki prevelensi sekitar 2 persen dan lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Etiologi Gangguan Kepribadian Histrionik Gangguan ini dijelaskan berdasarkan pendekatan psikoanalisa. Oleh sebab itu. Hubungan interpersonal mereka terhambat karena kurangnya empati. tetapi mereka biasanya tidak mengizinkan siapa pun untuk benar-benar berhubungan dekat dengan mereka. Perilaku emosional dan ketidaksenonohan secara seksual didorong oleh ketidaksenonohan orang tua.

sembrono. ceroboh. karakteristik tersbut merupakan topeng bagi self-esteem yang rapuh. tidak mau membayar hutang. Orangorang psychopathy tidak memiliki rasa malu. Namun dipandang dari psikoanalisa. mudah tersinggung. bahkan perasaan mereka yang tampak positif terhadap orang lain hanyalah sebuah kepura-puraan. Penampilan psikopat menawan dan memanipulasi orang lain untuk memperoleh . Gangguan ini lebih umum terjadi pada orang dengan status sosioekonomi rendah. Antisocial Personality Disorder and Psychopathy (Gangguan Kepribadian Antisosial dan Psikopati) Orang dewasa yang mengalami gangguan antisosial menunjukkan perilaku tidak bertanggung jawab dan antisosial dengan bekerja secara tidak konsisten. Kegagalan mengembangkan self-esteem yang sehat terjadi bila orang tua tidak merespons dengan baik kompetensi yang ditunjukkan oleh anak-anaknya. dan sebagainya. melanggar hukum. Dengan demikian. tetapi bernilai sebagai alat untuk meningkatkan self-esteem orang tua. Gangguan ini lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan dan lebih banyak terjadi di kalangan anak muda daripada dewasa yang lebih tua. Orang yang mengalami gangguan ini dari luar tampak memiliki perasaan yang luar biasa akan pentingnya dirinya. anak tidak bernilai bagi harga diri mereka sendiri. baik positif maupun negatif. Etiologi Gangguan Kepribadian Narsistik Penyebab gangguan kepribadian narsistik dapat dipandang dari segi psikoanalisa. Mereka sedikit atau bahkan tidak merasa menyesal atas berbagai tindakan buruk yang mereka lakukan.mereka akan marah dan menolak. agresif secara fisik. salah satu karakteristik psychopathy adalah kemiskinan emosi. Menurut Heinz Kohut. self muncul pada awal kehidupan sebagai struktur bipolar dengan immature grandiosity pada satu sisi dan overidealisasi yang bersifat dependen di sisi lain. Sementara itu. Mereka impulsif dan tidak mampu membuat rencana ke depan. Prevelensi gangguan ini kurang dari 1 persen.

kelompok ini terbagi menjadi tiga gangguan kepribadian. Kurangnya emosi positif mendorong mereka berperilaku secara tidak bertanggung jawab dan berperilaku kejam terhadap orang lain. yaitu gangguan pada individu yang mempunyai gaya hidup yang perfeksionis. Kadar kecemasan yang rendah membuat psikopat tidak mungkin belajar dari kesalahannya. KELOMPOK C (ANXIOUS/FEARFUL CLUSTER) Seperti yang telah disebutkan. Di samping itu. ayah dari penderita psikopat kemungkinan memiliki perilaku antisosial. Orang tua yang sering melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya dapat menyebabkan gangguan ini. yaitu: Avoidant personality disorder. juga disebabkan oleh tidak konsistennya orang tua dalam mendisiplinkan anak dan dalam mengajarkan tanggung jawab terhadap orang lain. yaitu gangguan pada individu yang kurang percaya diri dan sangat bergantung pada orang lain. yaitu gangguan pada individu yang memiliki ketakutan dalam situasi sosial. Faktor lingkungan di sekitar individu yang buruk juga dapat menyebabkan gangguan ini. Avoidant Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Menghindar) . Selain itu. Etiologi Gangguan Kepribadian Antisosial dan Psychopathy Penyebab gangguan ini berkaitan dengan peran keluarga. Dependent personality disorder. Kurangnya afeksi dan penolakan berat orang tua merupakan penyebab utama perilaku psychopathy. Berikut ini akan dijelaskan secara lebih rinci tentang ketiga gangguan kepribadian tersebut. Obsessive-compulsive personality disorder. Gangguan ini juga dapat disebabkan oleh kehilangan orang tua.keuntungan pribadi.

ia sangat mengendalikan diri (kaku) karena sangat amat takut mengatakan sesuatu yang bodoh atau dipermalukan atau tanda-tanda lain dari kecemasan. Perasaan inferior. Perhatian yang berlebihan terhadap kritik atau penolakan. Dalam situasi sosial. . kriteria personality disorder adalah sebagai berikut: dari avoidant Penghindaran terhadap kontak interpersonal karena takut kritik dan penolakan. Keengganan yang ekstrem untuk mencoba hal-hal baru karena takut dipermalukan. Ketidakmampuan untuk terlibat dengan orang lain kecuali ia merasa yakin akan disukai atau diterima.Individu dengan gangguan ini adalah individu yang memiliki ketakutan yang besar akan kemungkinan adanya kritik. tetapi gangguan ini sebenarnya merupakan jenis generalized social phobia yang lebih kronik. Gangguan ini memiliki gejala yang serupa dengan generalized social phobia. Berdasarkan DSM-IV-TR. penolakan atau ketidaksetujuan. Ia merasa yakin bahwa dirinya tidak kompeten dan inferior. kecuali ia yakin bahwa ia akan diterima. Prevalensi dari gangguan ini sekitar 5 persen dan sering muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian dependen dan borderline. Avoidant personality disorder juga sering bercampur dengan diagnosis Axis I depresi dan generalized social phobia. Kekakuan dalam hubungan yang intim karena takut dipermalukan atau dicemooh. Perasaan tidak mampu. Individu tersebut bahkan terkadang menghindari pekerjaan yang banyak memerlukan kontak interpersonal. serta tidak berani mengambil risiko atau mencoba hal-hal baru. sehingga merasa enggan untuk menjalin hubungan.

tetapi dapat juga mengambil langkah aktif untuk menjaga hubungan. Dependent Personality Kepribadian Dependen) Disorder (Gangguan Ciri utama dari gangguan kepribadian dependen adalah kurangnya rasa percaya diri dan otonomi. Individu dengan gangguan kepribadian ini memandang dirinya lemah dan orang lain lebih kuat. dan meminta orang lain mengambil keputusan untuk dirinya. misalnya menjadi sangat penurut dan pasif. individu yang mengalami gangguan ini segera berusaha menjalin hubungan lain untuk menggantikan hubungan yang telah berakhir tersebut. ”Taijin” berarti interpersonal dan ”kyoufu” berarti takut. misalnya takut bahwa mereka tampak jelek atau bau.Baik avoidant personality disorder atau social phobia berhubungan dengan gejala yang muncul di Jepang. Seperti pada avoidant personality disorder dan social phobia. Ketika hubungan dekat berakhir. Namun. Kriteria dalam DSM pada umumnya mendeskripsikan individu yang mengalami gangguan kepribadian dependen sebagai orang yang sangat pasif. misalnya memiliki kesulitan dalam memulai sesuatu atau mengerjakan sesuatu sendiri. . hal yang ditakuti berbeda dengan hal-hal yang umumnya ditakuti pada diagnosis DSM. yang disebut dengan taijin kyoufu. Ia juga memiliki kebutuhan yang kuat untuk diperhatikan atau dijaga oleh orang lain yang sering kali menyebabkan munculnya perasaan tidak nyaman ketika sendirian. individu yang mengalami taijin kyoufu sangat sensitif dan menghindari kontak interpersonal. tidak mampu menolak. Bagaimanapun juga. Ia mengesampingkan kebutuhannya sendiri untuk meyakinkan bahwa ia tidak merusak hubungan yang telah terjalin dengan orang lain. penelitian mengindikasikan bahwa sifat-sifat pasif tersebut tidak mencegah individu melakukan hal-hal penting untuk menjaga hubungan dekat. Individu dengan taijin kyoufu cenderung cemas atau malu tentang bagaimana ia mempengaruhi atau tampak di depan orang lain.

sama seperti diagnosis Axis I gangguan bipolar.Berdasarkan DSM-IV-TR. Gangguan kepribadian ini muncul lebih banyak pada wanita daripada pria. Prevalensi dari gangguan ini adalah sekitar 1. Kesulitan dalam mengatakan atau melakukan penolakan terhadap orang lain karena takut kehilangan dukungan dari orang lain. skizoid. Kesulitan dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu sendiri karena kurang percaya diri. dan bulimia. lebih banyak ditemukan di India dan Jepang. Gangguan kepribadian dependen sering kali muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian borderline. gangguan kecemasan. Segera mencari hubungan baru ketika hubungan yang sedang terjalin telah berakhir.5 persen. histrionik. Hal itu kemungkinan dikarenakan lingkungan di kedua negara tersebut yang memicu perilaku dependen. skizotipal. Perasaan tidak berdaya ketika sendiri karena kurang percaya pada kemampuan diri dalam menyelesaikan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan baginya sebagai cara untuk memperoleh penerimaan dan dukungan dari orang lain. dan avoidant. kriteria gangguan kepribadian dependen yaitu sebagai berikut: Kesulitan dalam mengambil keputusan tanpa nasihat dan dukungan yang berlebihan dari orang lain. Sangat ketakutan untuk mengurus atau menjaga diri sendiri. kemungkinan karena perbedaan pengalaman sosialisasi pada masa kanak-kanak antara wanita dan pria. Obsessive-Compulsive Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif) . depresi. Kebutuhan terhadap orang lain untuk memikul tanggung jawab dalam hidupnya.

dan sebagainya. Ia tidak mampu membuang objek yang tidak berguna. kaku. Tidak ingin mendelegasikan pekerjaan kecuali orang lain megacu pada satu standar yang sama dengannya. terutama berkaitan dengan isu-isu moral. ia juga sangat sulit mengalokasikan waktu karena terlalu memfokuskan diri pada hal-hal yang tidak seharusnya. Perfeksionisme yang ekstrem pada tingkat di mana pekerjaan jarang terselesaikan. Kikir atau pelit. Di samping itu. jadwal. Ia lebih berorientasi pada pekerjaan daripada bersantai-santai dan sangat sulit mengambil keputusan karena takut membuat kesalahan. kriteria dependent personality disorder yaitu sebagai berikut: Sangat perhatian terhadap aturan dan detail secara berlebihan sehingga poin penting dari aktivitas hilang. aturan. Individu dengan gangguan kepribadian ini pada umumnya bersifat serius. ia juga pelit atau kikir. Selain itu. formal dan tidak fleksibel.Individu dengan obsessive-compulsive personality bersifat perfeksionis. Pada gangguan . Biasanya ia memiliki hubungan interpersonal yang kurang baik karena keras kepala dan meminta segala sesuatu dilakukan sesuai dengan keinginannya. Ketaatan yang berlebihan terhadap pekerjaan sehingga mengesampingkan waktu senggang dan persahabatan. Istilah yang umum digunakan sebagai julukan bagi individu seperti itu adalah “control freak”. Kaku dan keras kepala. Kesulitan dalam membuang barang-barang yang tidak berguna. Berdasarkan DSM-IV-TR. sangat memperhatikan detail. Individu yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif sangat memperhatikan detail sehingga kadang ia tidak dapat menyelesaikan hal yang dikerjakannya. Kekakuan dalam hal moral. Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif agak berbeda dengan gangguan obsesif kompulsif. walaupun objek tersebut tidak bernilai.

Pada masa kanak-kanak. tidak terdapat obsesi dan kompulsi seperti pada gangguan obsesif-kompulsif. Di samping itu. Individu yang mengalami gangguan ini menggunakan berbagai cara untuk menjaga hubungan dengan orang tua atau orang lain. di mana anak diajarkan untuk takut pada orang dan situasi yang pada umumnya dianggap tidak berbahaya. Perpisahan dari orang dewasa dapat menimbulkan kemarahan dan distress. Seiring dengan proses perkembangan. anak mengembangkan attachment terhadap orang dewasa dan menggunakan orang dewasa tersebut sebagai dasar yang aman untuk mengeksplorasi dan mengejar tujuan lain. atau pengasuhan yang overprotektif. Etiologi Kelompok C Tidak banyak data yang menjelaskan penyebab dari gangguan kepribadian kelompok anxoius/fearful. penolakan. anak tersebut kemudian menjadi tidak terlalu dependen pada figur attachment. gangguan kepribadian dependen disebabkan oleh pola asuh yang overprotektif dan authoritarian. Sebagai contoh. perilaku yang dapat dilihat pada individu yang mengalami gangguan kepribadian dependen merefleksikan kegagalan dalam proses perkembangan yang biasanya. pengabaian.kepribadian obsesif-kompulsif. Salah satu penyebab yang memungkinkan adalah hubungan antara orang tua dan anak. Sedangkan gangguan kepribadian avoidant kemungkinan merefleksikan pengaruh lingkungan. Pada attachment yang tidak normal. Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif paling sering muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian avoidant dan memiliki prevalensi sekitar 2 persen. Misalnya ayah atau ibu memiliki . yang muncul dari gangguan pada hubungan awal antara orang tua dan anak yang disebabkan oleh kematian. sehingga menghambat berkembangnya selfefficacy. misalnya dengan selalu menuruti mereka. gangguan kepribadian dependen juga dapat disebabkan oleh masalah attachment.

systematic desentizitation. Ia tidak harus menjadi sempurna untuk memperoleh penerimaan dari orang lain.ketakutan yang sama. atau rationalemotive behavior therapy. Kenyataan bahwa gangguan ini terjadi di keluarga. Terapis behavioral dan kognitif cenderung menganalisa masalah individu yang merefleksikan gangguan kepribadian. Freud berpendapat bahwa obsessive-compulsive personality traits disebabkan oleh fiksasi pada tahap awal dari perkembangan psikoseksual. Terapis behavioral dan kognitif lebih menekankan perhatian pada faktor situasi daripada sifat. sehingga ia berani mengambil risiko dan membuat kesalahan. yang kemudian diturunkan pada anak melalui modeling. misalnya terapis membimbing individu yang mengalami gangguan kepribadian obsesif-kompulsif pada kenyataan bahwa pencarian kasih sayang dari orang tua pada masa kanak-kanak dengan cara menjadi sempurna tidak perlu dilakukan pada masa dewasa. Sebagai contoh. dapat mengindikasikan adanya peran faktor genetik. seorang pria workaholic yang kompulsif kemungkinan takut bahwa hidupnya akan hancur jika ia bersantai-santai dan bersenang-senang. individu yang didiagnosa memiliki kepribadian paranoid atau avoidant bersifat sangat sensitif terhadap kritik. Sensitivitas tersebut dapat dikurangi dengan behavioral rehearsal (social skills training). TERAPI UNTUK GANGGUAN KEPRIBADIAN Terapi psikodinamik bertujuan untuk mengubah pandangan individu saat ini tentang masalah-masalah pada masa kanak-kanak yang diasumsikan menjadi penyebab dari gangguan kepribadian. Sedangkan teori psikodinamik kontemporer menjelaskan bahwa gangguan kepribadian obsesif-kompulsif disebabkan oleh ketakutan akan hilangnya kontrol yang diatasi dengan overkompensasi. Contoh lain dapat dilihat pada individu dengan kepribadian paranoid yang bersifat hostile . Sebagai contoh.

pertamatama dibantu untuk menerima konsep bahwa perasaan dan tingkah laku merupakan fungsi dari pikiran. Umumnya obatobatan yang diberikan tersebut merupakan antidepresan dan . meminta perhatian khusus pada satu waktu. Bagi mereka dengan kepribadian avoidant. tetapi tidak mau membahas topik-topik tertentu. Pada terapi kognitif. Kesalahan berpikir (errors in logic) kemudian dieksplorasi. misalnya keyakinan individu bahwa setiap keputusan harus selalu benar. Individu cenderung mengidealkan dan menjelek-jelekkan terapis. terapis behavior dapat membantu individu paranoid belajar untuk mengutarakan ketidaksetujuan dalam cara yang lebih baik. misalnya saat individu menyimpulkan bahwa ia tidak mampu melakukan semua hal dengan benar hanya karena kegagalan dalam satu hal saja (melakukan overgeneralisasi). memohon pengertian dan dukungan. Dalam hal ini. terapis juga mencari asumsi atau skema dysfunctional yang mungkin mendasari pikiran dan perasaan individu tersebut. Selain itu.dan argumentatif ketika menyatakan ketidaksetujuan atau penolakan terhadap orang lain. Terapi Untuk Kepribadian Ambang (Borderline Personality) Pada individu dengan kepribadian borderline. gangguan dianalisa dalam hubungannya dengan logical errors dan dysfunctional schemata. maka sering kali individu tersebut perlu dirawat di rumah sakit. Misalnya. social-skills training dalam suatu kelompok dapat membantu mereka untuk lebih asertif terhadap orang lain. diberikan beberapa macam obat. sehingga mempengaruhi huubungan terapeutik. pada terapi kognitif bagi individu yang mengalami gangguan kepribadian obsesif-kompulsif. Pada farmakoterapi bagi individu berkepribadian borderline. rasa percaya sulit diciptakan dan dijaga. Apabila tingkah laku individu sudah tidak dapat dikendalikan atau ketika ancaman bunuh diri tidak dapat diatasi lagi.

suatu pemahaman bahwa hidup terus berubah dan suatu hal tidak semuanya buruk atau semuanya baik. Istilah ”dialectic” juga mengacu pada kenyataan bahwa individu borderline tidak perlu membagi dunia secara dikotomi. terdiri dari membantu individu belajar menyelesaikan masalah. Mengajari individu untuk menoleransi perasaan distress. yaitu: Mengajari individu untuk mengatur dan mengendalikan tingkah laku dan emosi yang ekstrem. Dialectical Behavior Therapy (DBT) DBT merupakan pendekatan yang mengkombinasikan client-centered empathy dan penerimaan dengan menyelesaikan masalah secara kognitif-behavioral dan socialskills training.antipsikotik. individu juga diberi saran konkret untuk bertingkah laku adaptif dan merawat individu di rumah sakit jika tingkah lakunya membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Istilah ”dialectic” mengacu pada sikap yang berlawanan. Selain itu. sehingga individu tidak lagi melakukan dikotomi. tetapi dapat mencapai suatu sintetsis. Mengajari individu belajar untuk mempercayai pikiran dan emosinya sendiri. Sedangkan aspek kognitif-behavioral dari DBT. Object-Relations Psychoterapy Terapi yang dilakukan bertujuan untuk memperkuat ego yang lemah. Berikut ini terdapat dua jenis terapi bagi individu yang berkepribadian borderline. baik yang dilakukan secara individual atau dalam kelompok. yaitu di mana terapis harus menerima individu borderline apa adanya sekaligus membantu individu tersebut untuk berubah. DBT mempunyai tiga tujuan utama. Dengan kata lain. membantu untuk memperoleh penyelesaian masalah yang lebih efektif dan dapat diterima secara sosial dan . salah satu tujuan DBT adalah mengajari individu untuk memandang dunia secara dialektik.

insight terhadap self-defeating (mengalahkan diri sendiri). pendapat tersebut ternyata tidak sesuai dengan hasil-hasil penelitian tentang psikopat. seperti hubungan interpersonal yang lebih baik. REFERENSI . sistem yang diterapkan di penjara lebih menyerupai sekolah kriminal daripada tempat di mana para psychopath dan pelaku tindak kriminal direhabilitasi. meningkatkan kemampuan interpersonal. terbebas dari masa percobaan. Namun. dan bertahan pada satu pekerjaan. bahkan kekerasan. maka semakin baik efek yang dihasilkan dari terapi. Bagaimanapun juga.mengendalikan emosi. Efek yang serupa juga dapat dilihat pada beberapa penelitian yang menggunakan teknik kognitif-behavioral. terdapat bukti bahwa psikopat biasanya mulai hidup lebih baik di usia dewasa madya (40-an). Terapi Untuk Psychopathy Kebanyakan ahli menyatakan bahwa membantu individu dengan kepribadian psychopathy untuk berubah merupakan hal yang sia-sia. Banyak penderita psychopathy yang dipenjara karena melakukan tindak kriminal. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh perubahan biologis. peningkatan kapasitas dalam perasaan menyesal dan empati. Semakin muda individu. atau merasa lelah dan tidak dapat melanjutkan hidup yang penuh dengan tipuan. sesuai dengan pendapat para kriminolog. Hasil penelitian membuktikan bahwa psikoterapi psikoanalitik sangat membantu dalam beberapa hal. dan mengendalikan amarah dan kecemasan. mengurangi kebiasaan berbohong. Namun sayangnya. Hal tersebut dikarenakan individu tidak dapat dan tidak termotivasi untuk membina hubungan yang jujur dan menumbuhkan kepercayaan pada terapis.

Inc. Kring. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya . Supratiknya. (1995). dan perawatan diri. (2004). Yogyakarta: Kanisius Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial. fungsi kerja.Davidson. Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin.. US: John Wiley & Sons. Neale. & Ann M. yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Mengenal Perilaku Abnormal. John M. Abnormal Psychology (9th edition). A. Gerald C.

Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. bermusuhan. Pria sering mengalami awitan yang lebih awal daripada wanita. ditemukan penurunan kadar transtiretin atau prealbumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin. Hal itu bersumber dari kenyataan yang terjadi pada lansia bahwa terdapat hubungan yang erat antara gangguan parafrenia. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. yaitu: Skizofrenia paranoid (curiga. tidak mau makan. Parafrenia lambat (late paraphrenia) digunakan oleh para ahli di Eropa untuk pasien-pasien yang memiliki gejala paranoid tanpa gejala demensia atau delirium serta terdapat gejala waham dan halusinasi yang berbeda dari gangguan afektif.Kes. Gejala-gejala awal biasanya terjadi pada masa remaja atau awal dua puluhan. garang dsb)· Skizofrenia katatonik (seperti patung.Banyak pembahasan yang telah dikeluarkan para ahli sehubungan dengan timbulnya skizofrenia pada lanjut usia (lansia). yang menyebabkan permasalahan pada fluida cerebrospinal. Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Skizofrenia terjadi dengan frekuensi yang sangat mirip di seluruh dunia. 75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun.1992). Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog. Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati. Skizofrenia pada lansia angka prevalensinya sekitar 1% dari kelompok lanjut usia (lansia) (Dep. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. Skizofrenia terjadi pada pria dan wanita dengan frekuensi yang sama. dsb) . paranoid dan skizofrenia. Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia (lansia) karena menyangkut perubahan pada segi fisik.perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. psikologis dan sosialbudaya. tidak mau minum. Gangguan skizofrenia sebenarnya dapat dibagi menjadi beberapa tipe. kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Pada pasien penderita.

karena kebutuhan biologis sebenarnya selama orang masih sehat dan masih memerlukan tidak ada salahnya bila dijalankan terus secara wajar dan teratur tanpa menggangu kesehatannya. sukar tidur. Pada wanita mungkin ada kaitannya dengan masa menopause. galak. kluyuran)· Skizofrenia Latent (autustik. dsb) Skizofrenia simplek (seperti gelandangan. Pada usia pertengahan tersebut prosentase wanita lebih banyak dari laki-laki. gangguan skizofrenia yang terjadi pada lansia adalah skizofrenia paranoid.Gangguan ini paling banyak dijumpai pada usia pertengahan. Pada depresi psikotik. Faktor penyebabnya dapat disebabkan oleh kehilangan atau kematian pasangan hidup atau seseorang yang sangat dekat atau oleh sebab penyakit fisik yang berat atau lama mengalami penderitaan. seperti curiga berlebihan. simplek dan latent. namun memiliki dorongan yang kuat untuk sedih dan tersisih. walaupun sebenarnya tidak harus begitu. dan kadang-kadang baik pria maupun wanita perilaku seksualnya sangat menonjol walaupun dalam bentuk perkataan yang konotasinya jorok dan porno (walaupun tidak selalu). Pada tipe neurotik kesadaran pasien tetap baik. Beberapa pandangan menganggap bahwa terdapat 2 jenis depresi yaitu Depresi tipe Neurotik dan Psikotik. jalan terus. para lansia dengan gangguan kejiwaan tersebut menjadi kurang terurus karena perangainya dan tingkahlakunya yang tidak menyenangkan orang lain. Gangguan afektif ini antara lain: Gangguan Afektif tipe Depresif --. pada umur 40 – 50 tahun dan kondisinya makin buruk pada lanjut usia (lansia). bersikap bermusuhan. seperti gembel) Pada umumya. Sulitnya dalam pelayanan keluarga. Gejala gangguan afektif tipe depresif adalah: sedih.Skizofrenia hebefrenik (seperti anak kecil. merasa dirinya tak berharga. yang berarti fungsi seksual mengalami penurunan karena sudah tidak produktif lagi. bosan hidup dan kadang-kadang ingin bunuh diri. merengek-rengek. akan tetapi diatas umur 60 tahun keadaan menjadi seimbang. Gangguan Jiwa Afektif Gangguan jiwa afektif adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan adanya gangguan emosi (afektif) sehingga segala perilaku diwarnai oleh ketergangguan keadan emosi.Gangguan ini terjadi relatif cepat dalam beberapa bulan. mintaminta. kesadarannya terganggu sehingga kemampuan uji realitas (reality testing ability) ikut terganggu dan berakibat bahwa kadang- . sulit berkonsentrasi.

tempat. namun tak lama kemudia menjadi sedih. marah-marah. secara kualitas perilaku orang neurosis tetap baik. eksentrik. Kepribadiannya tetap utuh. Sebagai contoh : mandi adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang normal sehari 2 kali. Neurosis --. Stress lingkungan Kelahiran pada musim dingin. pembicaraan menjadi tidak sopan dan membuat orang lain menjadi tidak enak. murung. tak ada rasa takut. Gangguan Afektif tipe Manik --. maupun waktu atau menjadi seseorang yang tak tahu malu. penarikan diri. cenderung berlebihan sehingga mendorong pasien berbuat sesuatu yang melampaui batas kemampuannya. ia akan mandi berkali-kali dalam satu hari dengan alasan tidak puas-puas untuk mandi. pasien menunjukkan keadaan gembira yang tinggi. Kondisi ini lebih jarang terjadi dari pada tipe depresi. Gangguan neurosis pada lanjut usia (lansia) berhubungan erat dengan masalah psikososial dalam memasuki tahap lanjut usia (lansia). . namun secara kuantitas perilakunya menjadi irrasional. dsb. Kondisi semacam ini kadang-kadang silih berganti. suatu ketika pasien menjadi eforia. menangis tersedusedu yang sulit dimengerti. aktif.kadang pasien tidak dapat mengenali orang. Dalam keadaan Manik. dan/atau impulsivitas. Faktor ini hanya memiliki nilai prediktif yang sangat kecil.Gangguan ini sering timbul secara bergantian pada pasien yang mengalami gangguan afektif tipe depresi sehingga terjadi suatu siklus yang disebut gangguan afektif tipe Manik Depresif. sedangkan separuhnya lagi adalah gangguan yang didapatkannya pada masa memasuki lanjut usia (lansia). Gangguan ini ditandai oleh kecemasan sebagai gejala utama dengan daya tilikan (insight) serta daya menilai realitasnya yang baik. Hampir separuhnya merupakan gangguan yang ada sejak masa mudanya. Secara umum gangguan neurosis dapat dikategorikan sebagai berikut: Neurosis cemas dan panic Neurosis obsesif kompulsif Neurosis fobik Neurosis histerik (konversi) Gangguan somatoform Faktor resiko penyakit ini termasuk: Riwayat skizofrenia dalam keluarga Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan. pidato berapi-api. namun bagi orang neurosis obsesive untuk mandi. riang gembira.Gangguan neurosis dialami sekitar 10-20% kelompok lanjut usia (lansia). Sering sukar untuk mengenali gangguan ini pada lanjut usia (lansia) karena disangka sebagai gejala ketuaan.

Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan. tidak bisa menikmati rasa senang. Keputusan klinis diambil berdasarkan sebagian pada: Tanda dan gejala yang ada Rriwayat psikiatri Setelah menyingkirkan semua etiologi organic yang nyata seperti keracunan dan putus obat akut. mempertahankan. menarik diri secara sosial. menantang tanpa alasan jelas. jarang tersenyum.Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini Tidak ada jalur etiologi tunggal yang telah diketahui menjadi penyebab skizofrenia. Gejala dan tanda psikotik tidak satu pun khas pada semua penderita skizofrenia. atau memindahkan atensi. mengganggu dan tak disiplin.Gejala Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin. . dan Brain Electrical Activity Mapping (BEAM) mengungkapkan turunnya aktivitas lobus frontal pada beberapa individu penderita skizofrenia. Status hiperdopaminergik yang khas untuk traktus mesolimbik (area tegmentalis ventralis di otak tengah ke berbagai struktur limbic) menjadi penjelasan patofisiologis yang paling luas diterima untuk skizofrenia. Penyakit ini mungkin mewakili sekelompok heterogen gangguan yang mempunyai gejala-gejala serupa. Penelitian Computed Tomography (CT) otak dan penelitian post mortem mengungkapkan perbedaan-perbedaan otak penderita skizofrenia dari otak normal walau pun belum ditemukan pola yang konsisten. Penelitian aliran darah. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah. Kemungkinan menderita gangguan ini meningkat dengan adanya kedekatan genetic dengan. kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Hal ini menyebabkan sulitnya menegakkan diagnosis pasti untuk gangguan skizofrenia. Semua tanda dan gejala skizofrenia telah ditemukan pada orangorang bukan penderita skizofrenia akibat lesi system syaraf pusat atau akibat gangguan fisik lainnya. sekurang-kurangnya beberapa individu penderita skizofrenia mempunyai kerentanan genetic herediter. Gejala . Gangguan perilaku: menjadi pemalu. probandnya. dan beratnya penyakit. acuh tak acuh. Secara genetik. glukografi. tertutup.

Sementara halusinasi adalah persepsi panca indera yang tidak sesuai dengan kenyataan. misalnya menampilkan pose tubuh yang aneh. keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme. Gejala-gejala Negatif Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. tidak mampu memikirkan konsekuensi dari tindakannya. namun tetap dipertahankan sekalipun dihadapkan pada cukup banyak bukti mengenai pemikirannya yang salah tersebut. Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas: Gejala-gejala Positif Termasuk halusinasi.Secara umum. kurangnya dorongan untuk beraktivitas. kehilangan energi dan minat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. berbicara hanya sedikit. atau bahkan ekspresi emosi yang tidak sesuai konteks (misalkan tiba-tiba tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas). gagal menjalin hubungan yang dekat dengan orang lain. menampilkan perilaku tidak terorganisir. Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya. gangguan pemikiran (kognitif). bersenang-senang. Delusi yang biasanya muncul adalah bahwa penderita skizofrenia meyakini dirinya adalah Tuhan. . pembicaraan yang tidak tertata dengan baik (bicara melompat-lompat dari satu topik ke topik yang lain atau 'tidak nyambung'). gejala-gejala skizofrenia adalah sebagai berikut: yang muncul pada penderita muncul delusi dan halusinasi. Delusi adalah keyakinan/pemikiran yang salah dan tidak sesuai kenyataan. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/ mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku. Misalnya penderita tampak berbicara sendiri tetapi ia mempersepsikan ada orang lain yang sedang ia ajak berbicara. dewa. nabi. maupun aktivitas seksual. tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia). menampilkan ekspresi emosi yang datar. atau orang besar dan penting. Gejalagejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain. delusi.

Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis. kecuali obat-obat ini terkontraindikasi. menganggap semua orang sebagai musuh. Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia. Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. afek sempit. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil. percaya hal-hal aneh. Kontraindikasi meliputi neuroleptika yang sangat antikolinergik seperti klorpromazin. yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan. dan thioridazine pada penderita dengan hipertrofi prostate atau glaucoma sudut tertutup. pikiran yang samar-samar. karena 75% penderita skizofrenia memperoleh perbaikan dengan obat-obat neuroleptika. Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati. penggunaannya disarankan sebatas . molindone. misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Namun. halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja. pikiran obsesif tak terkendali. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin. kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Sebaliknya. penuh kiasan. persepsi pancaindra yang tidak biasa. Terapi Penyakit Skizofrenia Pemberian obat-obatan Obat neuroleptika selalu diberikan. Antara sepertiga hingga separuh penderita skizofrenia dapat membaik dengan lithium. karena lithium belum terbukti lebih baik dari neuroleptika. sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren. mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya.sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Dissorder. namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia.

Mengurangi rasa bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini. dan demoralisasinya amat penting dilakukan. Intervensi psikososial diyakini berdampak baik pada angka relaps dan kualitas hidup penderita. Meskipun terapi elektrokonvulsif (ECT) lebih rendah dibanding dengan neuroleptika bila dipakai sendirian. dan adanya dukungan sosial. Bantu penderita memandang bahwa skizofrenia adalah gangguan otak. Cara ini malahan memperlambat kemajuan. Mempertinggi toleransi keluarga akan perilaku disfungsional yang tidak berbahaya. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan atau mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya. karena tanpa pengobatan yang terus-menerus dan dukungan dari lingkungan. Tujuannya adalah: Pendidikan pasien dan keluarga tentang sifat-sifat gangguan skizofrenia. serta bila berlangsung dalam konteks hubungan terapeutik yang ditandai dengan empati. Intervensi berpusat pada keluarga hendaknya tidak diupayakan untuk mendorong eksplorasi atau ekspresi perasaanperasaan. Penderita skizofrenia tidak dapat disembuhkan secara total. Mengurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan emosional penderita. Psikodinamik atau berorientasi insight belum terbukti memberikan keuntungan bagi individu skizofrenia. Pemahaman yang empatis terhadap kebingungan penderita. dalam arti halusinasi dan delusi tidak dapat hilang total. ketakutan-ketakutannya. penambahan terapi ini pada regimen neuroleptika menguntungkan beberapa penderita skizofrenia. dan ikhlas. Keterlibatan yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko relaps. Pendekatan Psikologi Hal yang penting dilakukan adalah intervensi psikososial. atau mempertinggi kewaspadaan impuls-impuls atau motivasi bawah sadar. Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang parah dan sulit ditangani. Terapi individual menguntungkan bila dipusatkan pada penatalaksanaan stress atau mempertinggi kemampuan social spesifik. rasa hormat positif. maka gejala-gejala skizofrenia dapat kembali muncul saat individu berada dalam tekanan atau mengalami stres.obat penopang. Intervensi sejak dini merupakan hal yang sangat . Mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita dan anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga. Kecaman dari keluarga dapat berkaitan erat dengan relaps.

perubahan pemikiran. dan keterampilan persiapan memasuki dunia kerja). dan system dukungan yang tidak kritis dan tidak terlalu intrusive. Penanganan gangguan skizofrenia membutuhkan berbagai pendekatan selain dengan obat-obatan. terutama selama tahun-tahun awal gangguan ini. Dalam terapi keluarga. Gejala dan tanda selama fase ini mirip dengan gejala dan tanda pada fase prodromal. Prognosis Penyakit Skizofrenia Fase residual sering mengikuti remisi gejala psikotik yang tampil penuh. meningkatkan komunikasi dan keterampilan pemecahan masalah dalam keluarga. Penyembuhan total yang berlangsung sekurang-kurangnya tiga tahun terjadi pada 10% pasien. gejala-gejala psikotik ringan menetap pada sekitar separuh penderita. Sekitar 70% penderita skizofrenia yang berada dalam remisi mengalami relaps dalam satu tahun. kelompok (difokuskan pada keterampilan sosial. terapi selamanya diwajibkan pada kebanyakan kasus. Pria biasanya mengalami perjalanan gangguan yang lebih berat dibanding wanita. Banyak penderita skizofrenia mengalami eksaserbasi intermitten. dan meningkatkan motivasi penderita skizofrenia dan keluarganya. diberikan informasi dan edukasi mengenai skizofrenia dan pengobatannya. riwayat untuk gangguan afek. penyelesaian masalah. mendorong penderita dan keluarga untuk mengembangkan kontak sosial. Sepuluh persen penderita skizofrenia meninggal karena bunuh diri. pencetus lingkungan yang jelas. tetapi juga dengan terapi-terapi baik terapi individu. terutama sebagai respon terhadap situasi lingkungan yang penuh stress. maupun keluarga. awitan pada usia pertengahan.penting dan bermanfaat dalam penanganan skizofrenia demi mencegah perkembangan gangguan ke arah yang semakin parah. Untuk itu. sedangkan perbaikan yang bermakna terjadi pada sekitar dua per tiga kasus. . adanya konfusi. Prognosis baik berhubungan dengan tidak adanya gangguan perilaku prodromal. selain itu terapi juga diarahkan untuk menghindarkan sikap saling menyalahkan dalam keluarga. Skizofrenia Tipe I tidak selalu mempunyai prognosis yang lebih baik disbanding Skizofrenia Tipe II. awitan mendadak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful