BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dunia usaha saat ini membutuhkan profesional-profesional muda yang mampu menjawab tantangan di era Globalisasi yang semakin kompetitif. Departemen Pendidikan melakukan sejumlah program untuk menghadapi persaingan di dunia usaha dengan memberlakukan program magang. Sekolah Tinggi Swasta sebagai salah satu lembaga pendidikan di bawah Kopertis mulai memberlakukan program Magang sebagai suatu upaya meningkatkan kualitas para lulusannya. Dalam hal ini STIE-SB Pariaman memberikan keleluasaan pada Mahasiswanya untuk melakukan magang di tempat yang diinginkan. Hal ini dilakukan supaya Mahasiswa dapat memaksimalkan hasil yang ingin diperoleh karena sesuai dengan minat dan tujuan yang hendak dicapai. Dalam pelaksanaan program Magang ini setiap mahasiswa harus memenuhi kredit minimal 100 SKS dengan lamanya magang kurang lebih selama 40 hari kerja atau sekitar 2 bulan. Melalui program magang ini mahasiswa diharapkan dapat mempraktekkan pengetahuan yang sudah didapat di bangku kuliah serta dapat mempelajari hal-hal baru yang bermanfaat yang tidak diperoleh di bangku perkuliahan. Dalam hal ini Penulis melakukan magang di Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman yang berlokasi di Kota Pariaman. Untuk mendalami lebih jauh tentang kegiatan Magang tersebut, Penulis akan mencoba membahas lebih lanjut tentang “ SISTEM PENGENDALIAN KREDIT PADA BANK NAGARI BPD SUMATERA BARAT CABANG PARIAMAN “

1

1.2 Tujuan Magang Adapun tujuan melakukan Magang di Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman adalah sebagai berikut : a.
1)

Bagi Mahasiswa Dapat mengetahui dan memahami aktifitas sebuah Lembaga Perbankan pada pelayanan atau jasa di Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman.
2)

Untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan

pengalaman kerja yang sangat bermanfaat bagi Penulis dan membandingkannya dengan teori-teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. 3) Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan Penulis dalam mengimplementasikan suatu teori tertentu di dunia usaha yang sesungguhnya. b. Bagi Perguruan Tinggi

Menghasilkan pekerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. c.
1)

Bagi Perusahaan Menjalin kerja sama antara dunia kerja khususnya Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dengan dunia pendidikan khususnya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sumatera Barat Pariaman.
2)

Dapat membantu para karyawan Bank Nagari BPD Sumatera

Barat Cabang Pariaman dalam melaksanakan tugas-tugasnya. 1.3 Manfaat Magang Bagi Penulis
1)

Mengetahui situasi di dunia kerja khususnya di Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman.

2

2) Dapat mengetahui bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah berguna dalam pelaksanaan kerja. Bagi Perguruan Tinggi
1)

Menjalin kerjasama antara perguruan tinggi khususnya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sumatera Barat dengan perusahaan khususnya Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman.

2) Menghasilkan lulusan yang siap kerja pada Instansi Pemerintah atau Perusahaan. 1.4 Waktu dan Prosedur Persiapan Magang Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh STIE-SB Pariaman, pelaksanaan program Magang selama 40 hari kerja atau sekitar dua bulan dan diwajibkan bagi Mahasiswa yang telah melaksanakan 100 SKS dan dilaksanakan pada liburan semester (bulan Agustus dan September). Tempat magang yang dipilih oleh Penulis adalah Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman. Sebelum melaksanakan magang, Penulis harus terlebih dahulu memenuhi prosedur persiapan magang yang telah ditetapkan oleh STIE-SB Pariaman. Prosedur yang harus dijalani Penulis sebelum memulai program Magang adalah sebagai berikut :
1.

Membuat surat permohonan magang kepada Bank Nagari BPD

Sumatera Barat Cabang Pariaman, yang kemudian disetujui dan ditandatangani oleh Sekretaris STIE-SB Pariaman atas pengetahuan Ketua STIE-SB Pariaman.
2.

Mendatangi tempat magang untuk mengajukan permohonan. Setelah permohonan diterima, menanyakan waktu dan

3.

persyaratan lainnya yang harus dipenuhi mahasiswa magang. 1.5 Ruang Lingkup Gambaran umum Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman meliputi sejarah berdirinya, struktur organisasi perusahaan dan bidang usaha yang di jalankan oleh perusahaan.

3

1.6 Sistematika Penulisan Bab I : Pendahuluan, berisi latar belakang pelaksanaan magang dan pemilihan tempat magang, tujuan magang, manfaat magang, waktu dan prosedur persiapan magang, ruang lingkup dan sistematika penulisan. Bab II : Berisi gambaran umum Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman, sejarah perusahaan, struktur perusahaan, struktur organisasi (fungsi dan tugas), dan bidang usaha yang dijalankan perusahaan. Bab III : Meliputi program magang dan kegiatan magang yang mencantumkan program kerja selama magang dan kegiatan apa yang diselesaikan selama magang. Bab IV : Membahas tentang pokok permasalahan selama magang yaitu Pertama, pengendalian sebelum kredit yang meliputi tentang ketentuan pokok pemberian kredit, analisa pemberian kredit dan persetujuan kredit serta pencairan kredit. Kedua, pengendalian setelah pemberian kredit yang meliputi tentang pengendalian kualitas kredit dan kebijaksanaan terhadap kredit bermasalah serta analisa pengendalian kredit. Bab V : Berisi penutup yang meliputi kesimpulan dan saran.

4

BAB II GAMBARAN UMUM 2. maka berdirilah suatu lembaga keuangan didaerah Sumatera Barat dengan nama PT. Memberikan pinjaman-pinjaman untuk proyek . Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. Hadis Didong dari pihak swasta menghadap Notaris Hasan Qalbi guna mengukuhkan berdirinya Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. Dengan pada tanggal 13 Maret 1962 Soelamet pemerintah Daerah Sumatera Barat beserta H. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan dengan jalan : 1. 9 tanggal 12 Maret 1962. Dengan demikian Pendirian PT. 5 . Atas dasar Akte Notaris No. BUM/9-1-44/11 tertanggal 25 April 1962. sedangkan izin usaha perbankan diperoleh melalui surat Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia No.1 Sejarah Berdirinya BPD Sumatera Barat Pendirian Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat pada dasarnya ide yang timbul dari kalangan pejabat daerah dan pengusaha. 13 Tahun 1962 mengenai ketentuan pokok landasan hukum tersebut Dipowardoyo mewakili Bank Pembangunan Daerah. Keadaan ini ditunjang dengan keadaan hukum untuk mendirikan Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat yang diatur dalam Undang-Undang No.proyek yang termasuk usaha pembangunan daerah dalam lapangan usaha perkebunan.

perdagangan dan sektor lainnya yang diselenggarakan oleh swasta maupun dalam kerja sama lainnya. 6 . Peraturan Pemerintah No. yang berlaku pada tanggal 11 Januari 1974. pengangkutan. 4 tahun 1973 ini diundangkan dalam lembaran Daerah No. 2. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat yang dasarnya memperkuat landasan hukum PT. Maksud didirikannya Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Bank didirikan dengan tujuan membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah Sumatera Barat disegala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. maka pada tanggal 18 November 1973 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Barat mengeluarkan peraturan Daerah No. 3.perindustrian. 4 tahun 1973 tentang PT. Bertindak sebagai bank pembayar dari proyek-proyek dari suatu daerah. 5 tahun 1973. Bertitik tolak dari hal diatas. pertambangan. swasta. kerajinan. Melakukan aktivitas pokok perbankan sebagai mana hal yang dilakukan oleh bank umum lainnya yakni menghimpunan dana dari masyarakat adan menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman serta pelayan jasajasa perbankan lainnya. yang memuat tentang : a. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat menjadi Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat. bilamana diminta ataupun disetujui oleh kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat.

Bidang tugas dan usaha Sebagai lembaga keuangan yang bergerak di bidang jasa perbankan.b. Kepengurusan bank ditetapkan sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya yakni dewan pengawas. 15 tahun 1992. c. 2. Direksi dan Pimpinan serta anggota. b. 052/DKK/II/1170 tertanggal 25 November 1970 dan mulai beroperasi tahun 1971 yang 7 . c. Pemilik / pemegang saham dan Pengawas Sesuai dengan peraturan daerah Propinsi TK I Sumatera Barat No.2 Sejarah Berdirinya Pariaman Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Pariaman didirikan berdasarkan kepada Keputusan Menteri Keuangan RI No. Pemerintah Daerah TK I Sumatera Barat Pemerintah daerah TK II seluruh Sumatera Barat Pihak ketiga lainnya ( Koperasi Karyawan Bank Nagari BPD Sumatera Barat). Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat mempunyai tugas dan fungsi pokok sebagai mana hal dengan bank umum lainnya yakni melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman serta pelayan jasa-jasa perbankan lainnya. pihak swasta berhak sebagai pemegang saham Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat dan telah dicantumkan posisi modalnya dalam peraturan daerah antar lain sebagai berikut : a.

segi penting sutau organisasi yang meliputi fungsi - 8 . sebagai Kepala Cabang pada saat itu adalah Bapak Drs. Tujuan pendirian Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat Cabang Pariaman adalah mempermudah pelayanan yang diberikan oleh Bank sesuai dengan ketentuan Undang Pembangunan Daerah Sumatera Barat Undang pendirian Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat hingga ke daerah . Struktur organisasi yang baik dapat membantu proses pengendalian dari aktivitas perusahaan yang dilakukan. 25 Pariaman.daerah Tingkat II dan ke Kecamatan yang ada di wilayah Sumatera Barat. Rajilis Hamzah dengan dibantu oleh 5 orang karyawan. Struktur organisasi dapat juga diartikan sebagai suatu bentuk diagram yang menunjukan segi . Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang sederhana dan fleksibel. 2.beralamat di Jl. Sudirman No.3 Struktur Organisasi Struktur Organisasi yang baik merupakan suatu kerangka menyeluruh yang mengambarkan hubungan antara atasan dengan bawahan yang mencakup tugas dan wewenang dalam suatu kesatuan yang utuh. karena adanya pembagian tugas dan wewenang yang dihubungkan dengan tanggung jawab antara karyawan. sehingga memudahkan untuk melakukan evaluasi dalam operasi perusahaan. sehingga memungkin untuk diadakannya penyesuaian tanpa harus melakukan perombakan total.

Untuk lebih jelasnya. Pemimpin Operasional. Pemimpin Bagian Administrasi Kredit. Cabang a. Mengarahkan.fungsi pokok yang berhubungan dengan dengan saluran pengawasan dan wewenang yang berhubungan dengan setiap pegawai yang diberi tugas dan fungsi. Konrol Intern Cabang. Bagian pelayanan nasabah. b. mengendalikan dan mengawasi secara langsung unit-unit kerja dibawah Pemimpin tanggung bagian jawab Pemimpin Kelompok Pemasaran. Menetapkan rencana kerja dan anggaran. Memasarkan produk dan jasa-jasa Bank Nagari kepada nasabah serta malukukan 9 . Mewakili Pemimpin Direksi dalam melaksanakan tugas-tugas bank diwiliyah kerja kantor cabang. sesuai dengan prosedur dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Kantor Pusat. struktur organisasi dengan rincian uraian tugas Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dapat dilihat pada halaman berikut : 1. d. sasaran usaha dan tujuan-tujuan yang akan dicapai c.

Internal Cabang. a. Pemimpin Mengarahkan mengendalikan dan mengawasi pengelolaan serta tanggung jawab atas kegiatan . Menyusun laporan aktivitas tahunan kinerja kepada pemimpin kantor cabang.kegiatan : 10 . 2. Mengadakan manajemen kantor cabang dan melaksanakan pemeriksaan pemeriksaan d. Membantu pemimpin cabang dalam memantau organisasi bisnis plan kantor cabang d.pendekatan / mencari calon nasabah dalam rangka meningkatkan bisnis dan menguasai pangsa pasar dilingkungan wilayah kerja. Melakukan pemeriksaan atas proses pemberian dan pengelolaan kredit. Kelompok Pemasaran a. Kontrol Mengendalika n / mengawasi proses kegiatan usaha kantor cabang secara harian b. c. 3.

jasa dan kredit secara maksimal dan memungkin nasabah / calon nasabah tentang keunggulan produk dan jasa Bank Nagari. 11 .- Memasarkan produk dana. Mengupayakan penagihan kredit bermasalah. kredit dan jasa Bank Nagari kepada nasabah/ calon nasabah. Membuat perencanaan dan melaksanakan program pendekatan dan pertemuan dengan nasabah atau calon nasabah. - Memproses permohonan kredit (retail dan makro) dan melakukan pembinaan terhadap nasabah. c. Melaksanakan observasi / pengamatan atasotensi pasar sebagai bisnis dalam mengembangkan pemasaran produk dan jasa perbankan. 3. b. jasa dan kredit serta mempergandakan penjualan (cross selling) produk dana. efesiensi dan efektifitas biaya operasi yang berkualitas tinngi dan memelihara standar kerja serta prestasi atau hasil kerja pegawai. Mengupayaka n kualitas kerja yang tinggi dan tepat waktu. Memproses permohonan kredit (retail dan makro) dan melakukan pembinaan terhadap nasabah. Mengupayaka n memasarkan produk dana.1 Account Officer a.

Membuat rencana kerja dan anggaran pemasaran dan memantau serta membuat laporan realisasinya. pembinaan terhadap nasabah. Memasarkan jasa-jasa produk kredit. Memelihara file kegiatan pemasaran. Menerima permohonan kredit dari nasabah. b. Mengupayaka Memproses 3.2 Asisten Administrasi Pemasaran a. e. e. f. d. Mereview aktivitas usaha / penyaluran keuangan nasabah yang ada. permohonan kredit (retail dan mikro). f. c. 12 . Mengadakan pertemuan nasabah/ calon nasabah. Memperganda Melakukan kan penjualan produk dana kredit dan jasa perbankan (cross selling) kepada nasabah dan calon nasabah. Mengembang kan pemasaran produk dana dan kredit serta jasa perbankan kepad nasabah atau calon nasabah.b. n penagihan kredit golongan II dan III. g. d. c. Membuat daftar deposan dan nasabah baru.

Membuat laporan perkembangan penyelamatan kredit. kliring dan pemindahan. i. rekening giro. transaksi KU keluar dan masuk. Memberikan informasi dan pelayanan kepada nasabah. transaksi kas daerah (Kasda). 4. penukaran valuta asing. deposito dan tabungan. k.transaksi kas. m. mobil unit dan sepeda motor unit. pelaporan rekening giro dan pemerintah daerah (Pemda). melakukan taksasi dan plotting barang jaminan. Mengelola. 13 . dan penyelesaian administrasi kliring. payment point. Mengumpulkan dan memverifikasi data.h.kegiatan : Melayani transaksi . Melakukan kunjungan dalam rangka memproses permohonan permohonan kredit dan membuat laporan hasil kunjungan. Membuat surat pemberitahuan penolakan permohonan. mengendalikan dan mengawasi pengelolaan serta bertanggung jawab atas kegiatan . Pemimpin Mengarahkan. Bagian Pelayanan Nasabah a. l. Mengelola kas besar. Menganalisa permohonan kredit. meneruskan perangkat analisis kredit kepada pejabat yang berwenang. j. memonitor jalannya pinjaman lancar dan non-lancar nasabah. Menerima setoran .setoran tunai.

2 Payment Point a. Membuat Menerima 14 .transaksi jasa-jasa pembayaran bunga deposito. Teller Menerima setoran pajak dari nasabah pemegang rekening dan bukan pemegang rekening serta membukukan setoran tersebut ke rekeng penampungan sementara yang bersangkutan. b. c. Memverikasi tanda tangan nasabah dan validasi slip pengambilan dan penyetoran tunai. c. Meminta persetujuan atasan atas pengambilan di atas jumlah batas kewenangan. Mengupayakan menyajikan pelayanan yan optimal dan memberikan penjelasan kepada nasabah mengenai keunggulan produk dan jasa Bank Nagari.b.1 a. b. 4. transaksi setoran atas kegiatan payment point. Menanda tangani tanda terima atas setoran tunai dan melayani pengambilan tunai nasabah untuk semua jenis rekening serta transaksi . 4. perhitungan kontrol kas harian . d. Teller Menerima setoran kas / tunai. kliring dan pemindahan untuk semua transaksi jenis rekening dan transaksi.

4. g. d. Melayani penyelesaian administrasi transaksi kliring. c.3 Mobil Unit dan Sepeda Motor Unit a. Menerima setoran kliring / pemindahan untuk rekening tabungan dan membukukan semua transaksi tabungan dan jumlah tabungan. 15 . Melayani transaksi-transaksi kas / tunai. Memverivikasikan tanda tangan nasabah dan validasi slip pengambilan. Menyetujui pengambilan tunai tabungan menurut jumlah batas kewenangan. 5. mengendalikan dan Pemimpin mengawasi pengelolaan serta bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan : a. melayani setoran . Mengarahkan. e. Mengelola Teller kas Menerima.setoran dan pengambilan tabungan. f.d. b. register tagihan atau setoran. Memberi persetujuan atas transaksiyang dibebabankan pada rekening tabungan menurut batasan jumlah kewenangan. Bagian Operasional. Membuat perhitungan kontrol kas harian dan mengelola register tagihan dan setoran.

penarik chek kosong dan mengelola daftar hitam chek kosong dari Bank Indonesia. Membuat laporan . Menganalisa dan melaporkan data informasi menegnai kondisi dan posisi financial Cabang maupun rekening nasabah. c. b. d. Menyiapkan data laporan finacial.b. e. Mengendalikan dan mengawasi data enties (voucher) dan data out put komputer atas transaksi-transaksi harian. Mengentry transaksi keuangan (pemindahan dan kliring) dalam suatu sistem. Menyelesaiakn administrasi transaksi. Mengendalikan dan memantau dana cabang.laporan cabang. c. 16 . 5. d.transaksi harian ke rekening nasabah dan rekening rekening finacial cabang. menyelesaikan daftar pos terbuka transaksi dalam negeri. h. f. kliring dan transaksi transfer. penyelesaiakan bunga dan jasa serta penalti rekening nasabah. Mengelola komunikasi cabang.1 Asisten Administrasi Bagian Operasional a. g. Membuat laporan-laporan cabang e. Mengendalikan dan mengawasi data entries (voucher) dan data out put komputer atas transaksi . Melayani nasabah. Membuat laporan transaksi jasa-jasa dan penyelesaian daftar pos terbuka transaksi rupiah.

Melakukan pemantauan kolektibili pinjaman perdebitur.f. h. mengendalikan dan mengawasi pengelolaan serta bertanggung jawab atas kegiatan kegiatan : Memproses administrasi fasilitas kredit. Bagian Administrasi Kredit a. Pemimpin Mengarahkan. Bank Indonesia dan membuat surat peringatan 6. Melakukan entry data transaksi keuangan (pemindahan/kliring) dalam sistem. Menangani nasabah penarik chek kosong. 17 . Mambantu Kantor Pusat dalam upaya penyelesaian kredit atau Pengadilan Negeri dan tindakan macet malalui KPPPN pencairan agunan. g. Membukukan transaksi ke rekening nasabah dan rekening keuangan cabang. j. Mengusahakan penyelesaian kredit macet serta kredit yang dihapus bukukan. mengelola daftar hitam chek kosong dari kepada nasabah. Mengendalikan dana cabang i. Menangani penyelesaian bunga / jasa dan penalti rekening nasabah. termasuk Bank Garansi dan perhitrungan bunga. Membuat laporan perkreditan.

b. Membantu kantor pusat dalam upaya penyelesaian kredit macet melalui KPPPN atau Pengadilan Negeri dan tindakan pencairan barang agunan. Menyelesaikan kredit macet dengan melakukan penagihan sampai kredit tersebut diserahkan kepada pihak ketiga lainnnya. 18 . d.1 Bagian Adm. Memproses pemberian fasilitas kredit. Memproses administrasi fasilitas kredit yang diberikan. Memantau kolektibilitas pinjaman debitur. a. Membuat laporan perkreditan sesuai dengan kebutuhan dan menyerahkan laporan tersebut kepada Pemimpin Cabang.b. Kantor Pusat dan instansi ekstern yang terkait. Melakukan supervisi dan pembinaan BPR / LPN. c. Kredit Asisten Adm. e. 6. Mengupayakan kualitas kerja yang tinggi dan efisiensi serta memelihara standar kerja dan prestasi / hasil kerja pegawai dibawahinya.

Kepala Bagian Kredit Membuat perencanaan pemberian kredit kepada debitur. Penulis dibimbing oleh seorang Koordinator yang biasa membimbing anak Magang. a. c. 19 . Menerima permohonan kredit. b. Selama kegiatan Magang ini. Program Magang Penulis sendiri pada dasarnya mencakup kegiatan yang ada pada Bidang Kredit tersebut dan lebih spesifiknya kepada Sistem Pengendalian Kredit.BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 3. bidang Kredit dikelola oleh 3 orang yang memiliki tugas pokok masing-masingnya. 3. Menganalisa permohonan kredit apakah layak atau tidak Kepala Bagian Kredit bertugas : untuk diberi pinjaman.2 Kegiatan Magang Secara umum.1 Program Magang Mahasiswa Magang pada Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman yang berasal dari STIE-SB Pariaman terdiri tiga orang yang ditempatkan pada bidang Kredit. yaitu 1.

Menjaga brog / jaminan debitur secara baik dan rapi. 3. Sp2k dan Addendum bagi nasabah yang melakukan perpanjangan kredit. b. Mengagendakan Surat Permohonan Kredit kedalam Buku 20 . Agenda b. Penagihan Kredit dan Account Officer a. Membuat Surat Permohonan Kredit Nasabah dan seperti Rekomendasi kredit. 2. Menagih pembayaran kredit bagi nasabah yang menunggak. Garansi. Mengagendakan permohonan kredit kedalam Buku Membuat Permohonan Kredit dengan Komputer. akhir bulan tentang kegiatan yang telah dilakukan bersangkutan dengan kredit. 5. 2. Penagihan Kredit dan Account Officer adalah : Pekerjaan yang dilakukan Penulis selama mengikuti kegiatan Magang di Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman diantaranya : 1. Mensurvey nasabah yang mengajukan permohonan kredit apakah nasabah tersebut layak atau tidak untuk diberi pinjaman. Sie.d. Tugas dari Sie. Membantu Kepala Bidang Kredit membuat Laporan c. 3. Garansi. Agenda. 4. Administrasi Kredit Administrasi Kredit bertugas : a. Membuat nota asuransi nasabah dan nota biaya Bank Meng-entry data nasabah kredit dan data nasabah Bank Melakukan Pelayanan Kredit.

Daftar Membuat surat PPAT untuk Notaris. nasabah. Membuat Laporan kelengkapan Costumerbase. 21 . Pengisian permohonan kredit oleh calon debitur harus diajukan secara tertulis sesuai dengan blanko yang telah disediakan oleh Bank Nagari BPD Sumatera Cabang Pariaman yang berisi tentang nama pemohon . Mencari STTS PBB dan pencocokan spesimen BAB IV SISTEM PENGENDALIAN KREDIT PADA BANK NAGARI BPD SUMBAR CABANG PARIAMAN 4. alamat pemohon . Meng-registrasi Nominatif pinjaman KP-RI. Sortir SSP. 8. Mengagendakan surat dukungan Bank. Mengisi Daftar LBU. FDN. nama perusahaan. 7.6.1.1 Ketentuan Pokok Pemberian Kredit Proses pemberian kredit dimulai dari penerimaan permohonan kredit yang diajukan calon nasabah.1 Pengendalian Sebelum Pemberian Kredit 4.

Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman melakukan penilaian terhadap calon debitur dengan beberapa kriteria yakni : 1. jumlah permohonan pinjaman. Warga negara Indonesia yang cakap melakukan perbuatan hukum (berusia minimal 21 tahun atau telah menikah. TDUP.alamat perusahaan. Pas foto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 (tiga) lembar. agunan yang diserahkan sebagai jaminan kedit. Kriteria calon debitur a. Mempunyai perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (SIUP. HO) 22 . c. jangka waktu kredit yang direncanakan. Mempunyai usaha yang jelas dan dapat diyakini bank. rencana penggunaan pinjaman. 2. debitur. Foto copy kartu identitas diri (KTP/SIM/Paspor) yang berlaku b. a. yang kemudian didisposisi oleh izin – izin usaha yang dimiliki pemimpin cabang sesuai dengan wewenang yang dimiliki. c. SITU. Hasil dari disposisi tersebut akan didistribusikan kepada analis kredit yang berwenang atau bertugas untuk memproses permohonan kredit dari calon debitur. berakal sehat) b. Persyaratan permohonan kredit. Tidak tedaftar dalam daftar hitam dan debitur macet yang dikeluarkan Bank Indonesia. Dalam identifikasi permohanan kredit yang diajukan debitur. Permohonan pinjaman yang diajukan debitur diregistrasi dalam buku yang telah ditetapkan untuk itu.

Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai ketentuan Bank Indonesia.2 Analisa Kredit Pada Bank Nagari BPD Sumbar Cabang Pariaman Dalam Pemberian kredit pada debitur perlu penanganan khusus. Untuk calon debitur badan usaha. Bank Nagari PD Sumatera Barat Cabang 23 . 3. f. karena pemberian kredit mengandung resiko yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan bank.d.1. b. Pemeriksaan permohonan kredit diidentifikasi melalui pemeriksaan keabsahan permohonan dan kelengkapan. Mempunyai laporan keuangan. 4. dan menyerahkan foto copynya. a. mempunyai anggaran adasar perusahaan berikut perubahannya . e. Identifikasi permohonan kredit. Untuk megurangi kemungkinan resiko yang terjadi bank harus dapat menganalisa kemampuan dan kesanggupan debitur untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan kebutuhan. Identifikasi permohonan dilaksanakan dalam rangka pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk analisa kredit dengan cara antara lain : 1) Wawancara 2) Kunjungan kelokasi usaha 3) Informasi bank 4) Literatur yang berhubungan dengan kredit yang diajukan. Dalam penilaian kemampuan dan kesanggupan debitur dalam memenuhi kewajibannya.

Untuk lebih mengetahui karakter calon debitur analis kredit meminta informasi dari bank lain yang ada diwilayah kerjanya. Unsur penilaian kemampuan meliputi kemampuan tentang manajemen. tekhnis pemasaran. Watak / Character Hal ini melakukan beberapa penilaian merupakan penilaian analis terhadap calon debitur didasarkan atas hubungan yang telah terjalin antara debitur dengan bank atau dengan pihak ketiga lainnya. serta dapat meminta informasi dari Bank Indonesia melalui media yang telah disediakan secara online serta pihak ketiga lain bukan bank. 2. 3. Kemampuan Penilaian dari kemampuan calon nasabah dilakukan analisa melalui wawancara langsung saat calon nasabah mengajukan permohonan atau saat melakukan kunjungan kelokasi usaha dan juga berdasarkan informasi dari pihak ketiga lainnya. serta keadaan dan situasi usaha nasabah untuk beberapa tahun yang dikelola secara baik oleh nasabah setelah 24 . Permodalan Penilaian terhadap permodalan ( capital) calon debitur dapat diketahui oleh analis kredit dari laporan keuangan calon nasabah.Pariaman dalam proses pemberian terhadab calon debitur sebagai berikut : 1. sosial ekonomi dan unsur lainnya sehingga pihak bank dapat meyakini bahwa usaha yang akan atau sedang dikelola oleh calon debitur bisa pemberian kredit. keuangan.

pada masa lalu. 4. dimana agunan tersebut diikat secara Surat Kuasa Memasang Hak Tanggungan dan Akta Hak Tanggungan. Agunan yang dapat dijadikan jaminan kredit yang diterima Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman adalah : a. saat ini dan kemungkinan untuk proyeksi pada masa yang akan datang. 5. mesin mesin. nasional maupun dalam dunia internasional.lalu. inventaris dan peralatan kerja yang ada maupun yang bakal ada. Agunan Agunan dibutuhkan untuk berjaga – berjaga atas kemungkinan terjadinya penyimpangan terhadap penilaian terhadap faktor diatas. Agunan berwujud 1) Benda tidak bergerak Tanah dan bangunan berikut yang ada maupun yang bakal ada diatasnya. Prospek Usaha yang Dibiayai Penilaian terhadap usaha calon nasabah dapat dilihat dari analisa terhadap pasar regional. saat ini maupun untuk masa yang akan datang. yang mengakibatkan tidak sanggupnya nasabah untuk membayar kembali pinjaman dari usaha atau proyek yang dibiayai. 2) Benda bergerak Kendaraan bermotor. barang dagangan yang diikat secara Fiduciare Eigendom Overdracht (FEO) dan 25 .

Disamping penilaian dan analisa kredit sebagai pertimbangan seperti dampak lingkungan. 6. Faktor Lainnya Penilaian terhadap faktor – faktor lainnya yang didasarkan pada relevansi atau pengaruhnya terhadap kelangsungan usaha atau proyek yang akan dibiayai ekonomi dan budaya.kuasa hak jual (KHJ). sosial. Hak Pakai atau sewa atas toko yang merupakan milik pemerintah diikat secara surat kuasa pemindahan hak yang disetujui pemerinatah daerah atau dinas pasar setempat. 3) Benda tidak berwujud Deposito dan tabungan diikat secara Cessie dan kuasa untuk mencairkan dan menerima hasil pencairan untuk kepentingan pembayaran kredit. Untuk nilai agunan yang nilainya cukup material pengikatanya diikat secara notarial akta. pemberian kredit tersebut diatas Bank Nagari BPD Sumbar Cabang Pariaman juga menggunakan penilaian atau analisa lebih spesifik terhadap kredit dengan maksud untuk mengetahui kemungkinan resiko yang timbul dari usaha atau proyek yang akan dibiayai dan juga untuk mengetahui jumlah modal kerja yang dibutuhkan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan pembayaran kembali kredit oleh debitur. Prinsip penilaian atau analisa kredit yang dilakukan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman pada hakekatnya dilakukan 26 .

Hal ini akan menyulitkan posisi bank bila dikemudian hari penagihan pembayaran kembali kredit hukum. Perjanjian kredit yang dibuat oleh seorang anggota firma akan mengikat anggota firma lainnya. 27 . Yang harus diperhatikan adalah penilaian terhadap individu yang akan mengadakan perjanjian dengan bank. Jika calon penerima kredit berbentuk perusahaan perorangan. Adapaun aspek – aspek yang dimaksud adalah : a. Aspek Hukum bertujuan untuk menentukan Analisa aspek hukum dilakukan apakah calon nasabah secara hukum memenuhi syarat untuk mengadakan perjanjian kredit dengan bank dan menentukan apakah perusahaan calon nasabah telah memenuhi ketentuan – ketentuan hukum yang berlaku. Jika hal tersebut tidak dapat dipenuhi maka perjanjian kredit antara Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dengan nasabah menjadi tidak sah.untuk mengetahui kondisi perusahaan dari beberapa aspek. yang berwenang harus dilakukan melalui saluran mengadakan perjanjian adalah pemilik perusahaan. Bila perusahaan berbentuk firma maka dalam hal ini setiap anggota firma berhak mengadakan perjanjian kredit mengatas namakan firmanya. Bila badan usaha calon nasabah berbentuk CV. (Comanditer Vennotscap) analisa kredit harus meneliti batasan wewenang pimpinan perusahaan dalam akte pendirian perusahaan.

analisa kredit harus mempelajari batasan wewenang direksi yang dimuat dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan. perlu dipelajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi tersebut tertutama yang menyangkut batas tanggung jawab pengurus. Biasanya wewenang direksi dibatasi pada hal – hal tertentu. Jika badan usaha calon debitur berbentuk koperasi . perusahaan umum atau persero. harus meneliti apakah BUMN tersebut berbentuk perusahaan jawatan. Bila calon nasabah telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman maka dilakukan penilaian terhadap legalitas usaha calon nasabah dengan menilai kelengkapan perizinan yang dimiliki. Jika badan usaha calon debitur berbentuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Perizinan yang 28 . batas tanggung jawab anggota dan wewenang pengurus dalam melakukan perjanjian kredit dengan bank. Untuk mengadakan perjanjian kredit dengan bank harus ada persetujuan dari dewan komisaris. Bila calon usaha calon debitur berbentuk PT (Perseroan Terbatas). dan adakalanya harus mendapat persetujuan dari comandeter lainnya. Dalam hal ini harus ditentukan atau ditunjuk siapa yang berwenang untuk mengadakan perjanjiankredit dengan bank.Adakalanya persero aktif mempunyai wewenang penuh untuk melakukan perjanjian kredit dengan bank. Dalam hal ini harus adanya persetujuan dari hasil rapat anggota koperasi.

Yang perlu 29 . strategi pemasaran yang diterapkan. b. serta memperhatikan kelompok masyarakat mana yang akan membutuhkan produk yang dihasilkan calon nasabah dan pemasaran serta volume produk yang diserap masyarakat. serta kemungkinan adanya perjanjian kontrak pembelian yang dilakukan oleh calon nasabah. Analisa aspek teknis merupakan penilaian kelayakan usaha atau rencana usaha nasabah ditinjau dari segi teknisnya. c. Analisa kredit harus memperhitungkan kekuatan perusahaan pesaing yang juga memasarkan produk serupa untuk memperkirakan pangsa pasar yang mungkin bisa direbut calon debitur. penetapan harga produk serta pengalaman dalam melakukan pemasaran produk. Aspek Teknis. Analisa kredit juga menilai manajemen perusahaan calon debitur tertutama menyangkut organisasi bagian pemasaran.dimiliki disesuaikan dengan jenis usaha calon nasabah yang diterbitkan oleh instansi yang berhak untuk itu. Aspek Pemasaran Analisa aspek pemasaran yang dilakukan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman bertujuan untuk menilai apakah produk yang dihasilkan dari usaha calon nasabah pemberian kredit masih mempunyai pasar yang cukup yang menguntungkan. Program pemasaran. setelah baik dengan tingkat harga Untuk itu analis kredit haarus dapat mmenganalisa tingkat kejenuhan dari proyek yang akan dibiayai.

rencana penggunaan. laporan rugi laba. maka setidaknya lokasi usaha mesti dekat dengan faktor – faktor produk yang paling dominan bagi usaha debitur. sumber energi dan faktor – faktor penunjang lainnya. Untuk malakukan analisis keuangan diperlukan data – data keuangan usaha calon debitur seperti. d. analis kredit menyusun sistematis struktur kebutuhan modal usaha calon nasabah. proyeksi rugi laba dan proyeksi arus kas. bangunan tempat usaha dan proses produksi usaha nasabah serta persedian barang yang dimiliki oleh calon debitur. Namun lokasi ideal semacam ini sulit ditemui. perhitungan kebutuhan dana. Selain itu juga diperlukan data dari berbagai pihak diluar perusahaan antara lain ketentuan self financing dari bank sentral. tarif pajak dari instansi perpajakan dan tingkat bunga kredit dari lembaga keuangan dimana perusahaan memperoleh sumber dana. cash flow dan out flow usaha calon nasabah. Estimasi struktur kebutuhan modal perusahaan adalah untuk mengetahui jenis modal kerja yang diperlukan perusahaan. pemasok peralatan. Idealnya lokasi usaha calon nasabah mesti dekat dengan daerah pemasaran. sumber tenaga kerja. Pada dasarnya kebutuhan modal dibedakan atas kebutuhan modal untuk investasi dan kebutuhan 30 . sumber bahan baku.diteliti dalam hal ini adalah lokasi usaha nasabah. neraca. Dari data yang terkumpul. Aspek Keuangan Analisa aspek keuangan bertujuan untuk menilai apakah calon nasabah layak diberikan kredit ditinjau dari segi keuangan.

Dan analis kredit membuat proyeksi rugi laba usaha calon debitur. Identifikasi kebutuhan modal ini berguna untuk menyesuaikan janis kredit yang akan diberikan kepada nasabah dengan struktur kebutuhan modalnya. namun perolehan laba tidak selalu menjamin tersedianya uang tunai. Sebab itu analis kredit perlu menyusun proyeksi arus kas untuk menilai apakah perusahaan dapat menyediakan uang tunai yang cukup sesuai dengan jadwal angsuran pembayaran kembali kredit. dimaksudkan angsuran kredit Ini agar tidak terjadi kesulitan keuangan dalam dan penggunaan dana. e. Tujuannya untuk menentukan apakah dengan pemberian kredit tersebut. Meskipun proyeksi rugi laba menunjukan bahwa perusahaan akan memperoleh laba yang cukup. Dalam hal ini perlu diperhatikan prinsip pembelanjaan yang menyatakan bahwa kebutuhan dana harus disesuaikan dengan kemampuan usaha debitur. 31 . analis kredit menghitung berapa besarnya keseluruhan dana yang diperlukan. Pembayaran kembali kredit dilakukan nasabah dalam bentuk uang tunai. perusahaan memperoleh laba atau tambahan laba yang lebih besar dari biaya kredit yang diberikan. Bila telah ditentukan kebutuhan modal usaha debitur. Aspek Jaminan. Cara pencairan dan cara pengembalian kredit juga disesuaikan dengan jenis usaha dan skim kredit debitur .modal kerja.

mudah dijual tanpa pengeluaran biaya yang terlalu besar. dan punya bukti kepemilikan yang dapat diikat secara hukum serta tidak sedang Jaminan yang terikat perjanjian dengan pihak ketiga lainnya.Jaminan dapat dikatakan memenuhi syarat secara yuridis bila jaminan tersebut adalah milik atau berada dalam kekuasaan debitur. organisasi perusahaan dan pelaksanaan fungsi – fungsi manajemen dalam perusahaan. Pendidikan dan pengalaman calon debitur untuk menjalankan aktivitas usaha telah memadai dan mempunyai kemampuan 32 . Analis kredit bertugas menilai apakah jaminan yang diajukan calon nasabah telah memenuhi syarat secara yuridis dan ekonomis. f. dan tidak sedang dipersengketakan dengan pihak lain. memenuhi syarat ekonomis bila jaminan dapat jumlah diperjual belikan dimana nilai jualnya lebih besar dari kredit yang diajukan calon debitur. tidak mengalami penurunan nilai dengan cepat dan mempunyai manfaat ekonomis dalam jangka waktu yang lebih lama dibanding dengan jangka waktu kredit. Aspek Manajemen Analisa aspek manajemen merupakan penilaian kelayakan usaha nasabah dari segi manajemen yang meliputi penilaian terhadap manajer perusahaan. Analis kredit melakukan penilaian terhadap karakter dan kualitas manajer perusahaan.Jaminan kredit berfungsi mengamankan kepentingan bank seandainya pembayaran kembali kredit mengalami kemacetan.

Sedangkan keputusan disetujui suatu permohonan kredit harus disertai syarat – syarat kredit tentang plapon kredit. jenis 33 . Pemberian persetujuan kredit harus memperhatikan analisa dan rekomendasi kredit.syarat atau kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh calon debitur sehingga pihak bank dapat menyetujui untuk merealisir kredit.sesuai dengan bidang usahanya. Hal ini merupakan pertimbangan kredit yang bertujuan untuk menghilangkan resiko kredit yang mungkin terjadi.1 Persetujuan Kredit Pemberian persetujuan kredit dilaksanakan secara tertulis sebagai bukti dokumentasi yang ditandatangani oleh pemimpin cabang. g. Keputusan berupa ditolak atau ditangguhkan harus diberikan alasan penolakkan atau ditangguhkan.2. Aspek Sosial Ekonomis Merupakan analisa peranan perusahaan terhadap tenaga kerja dan pendapatan masyarakat dan kegiatan usaha dengan kebijaksanaan pemerintah. serta menjalankan praktek usaha yang sehat. ditangguhkan atau ditolaknya suatu permohonan kredit. Persetujuan kredit dapat berupa keputusan disetujui. 4.2 Persetujuan dan Pencairan Kredit 4. tidak bertentangan Dalam pemberian kredit mempunyai syarat.

2. jangka waktu. Agunan telah diikat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perjanjian kredit dan syarat – syarat umum pemberian kredit telah ditandatangani oleh pihak nasabah dan bank diatas materai secukupnya. agunan dan pengikata. Kwitansi atau bukti pencairan dana telah ditanda tangani oleh nasabah dan telah disetujui oleh pejabat yang berwenang dalam hal ini Pemimpin Cabang.2 Pencairan kredit Pencairan kredit dilakukan setelah seluruh syarat – syarat dalam persetujuan serta pencairan kredit dan dokumen kredit secara yuridis telah dipenuhi dengan lengkap dan sempurna. Pertanggungan atas benda atau jiwa yang ditetapkan dalam persetujuan kredit harus yang berlaku. cara pembayaran bunga. asuransi dan syarat – syarat lainnya. yang penarikannya sesuai 34 . provisi. denda. 5. Seluruh biaya yang menjadi tanggungan nasabah telah disetor sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam persetujuan kredit. syarat dan cara penarikan. tujuan penggunaan. 4. 3. Apabila katagori tersebut semua diatas telah dipenuhi oleh calon diasuransikan sesuai dengan ketentuan debitur maka kredit telah dapat dicairkan. 4.kredit. masa tenggang. 2. Adapun syarat – syarat pencairan yang tetapkan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman tersebut adalah : 1.

Tindakan ini dilakukan dengan memantau perkembangan rekening nasabah.dengan skim kredit modal kerja yang disetujui debitur dengan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman.3 Pengendalian Setelah Pemberian Kredit 4. dilakukan oleh bagian administrasi kredit Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dalam usaha melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap kredit yang telah diberikan dengan malakukan monitoring terhadap beberapa aspek yakni : 1) Pengendalian melalui rekening nasabah. Dalam pelaksanaan pengendalian kredit yang diberikan Bank Nagari BPD Sumatera Barat pengendalian dengan dua tahap yakni : Cabang Pariaman melakukan a. 35 . baik mengenai aliran kas masuk maupun perkembangan pembayaran angsuran kreditnya setip bulannya.3. Pengendalian secara preventif tindakan yang Bila kredit telah dicairkan oleh calon nasabah. 4. Pengendalian ini merupakan tindakan pencegahan agar kredit yang diberikan dapat dibayar oleh debitur sesuai dengan perjanjian kredit yang telah disepakati.1 Pengendalian Kualitas Kredit Pengendalian terhadap kredit yang diberikan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman bertujuan untuk memprediksi dan meminimalkan resiko yang mungkin terjadi.

seperti laporan lainnya. Informasi ini terdiri dari informasi ekstren (dari luar bank) dan informasi intern ( dari dalam bank) a) Informasi yang bersumber dari ekteren dapat berupa sebagai berikut :  Permintaan terhadap laporan berkala dari aktivitas usaha debitur. 2) Pengendalian melalui monitoring.  Meneliti dan mempelajari pembukuan nasabah. Informasi interen. faktur . dan bukti 36 . keuangan. maka analis kredit yang bertanggung jawab terhadap debitur tersebut memberikan bimbingan dan pengarahan kepada nasabah agar debitur dapat menjaga kewajibannya pada pihak bank dapat dipenuhi sesuai dengan yang telah diperjanjikan sebelumnya. Pengendalian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi tentang nasabah yang diperlukan oleh pihak bank.Jika perkembangan dirasa debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya.   b)  Malakukan inspeksi on the spot. konsultan dan pihak lainnya.  Meneliti turn over dengan membandingkan debit dan kredit R/K pada beberapa bulan berjalan. Laporan akuntan. seperti : Penelitian arus kas masuk nasabah dalam rekening koran nasabah.

Pengendalian cara ini dilakukan dengan mengadakan pemeriksaan langsung ke lokasi usaha debitur. d) Memberikan saran – saran untuk membina kreditur apabila ada masalah yang dihadapinya.3) Pengendalian dengan melakukan kunjungan rutin atau secara mendadak. Pengendalian secara represif Tindakan represif adalah suatu bentuk pengendalian yang dilakukan setelah tindakan dilaksanakan dengan cara membandingkan apa yang telah terjadi dengan apa yang seharusnya 37 . b. b) Meneliti usaha nasabah secara langsung melalui wawancara tentang perkembangan usaha setelah pemberian kredit. e) Mendidik nasabah untuk menyampaikan laporan kepada bank sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Pengendalian seperti ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui : a) Untuk mencek kebenaran data dari debitur dibandingkan dengan jumlah dan keadaan secara pisik. c) Mengingatkan nasabah bahwa bank secara tidak langsung juga menaruh perhatian terhadap usahanya. Pengendalian fisik yang dilakukan oleh Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dapat dilakukan secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Pemimpin Kelompok Pemasaran dan juga dilakukan secara mendadak.

d. b. 38 . Ketidak sanggupan debitur untuk memenuhi kewajibannya pada Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman pada umumnya disebabkan oleh : a. Kegagalan nasabah dalam mengelola usahanya.terjadi. Tindakan ini dilakukan oleh Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dengan tujuan menghindari terjadinya kasus – kasus yang mengarah kepada kemacetan dalam pembayaran angsuran pokok dan bunga dari nasabah. Kelalaian dari pihak bank itu sendiri dalam melakukan pengendalian kredit. Meneliti sebab terjadinya penyimpangan Berdasarkan laporan kualitas aktiva produktif Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman. Dari peninjauan kelapangan tersebut analis kredit akan mengetahui penyebab ketidak sanggupan debitur memenuhi kewajibannya. analis kredit melakukan peninjauan ke tempat nasabah untuk mengetahui sebab terjadinya tunggakan. Dalam proses pemberian kredit modal kerja ini Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman melakukan tindakan pengamanan dengan dua tahap yakni : 1. Sulitnya mencari pembeli atas jaminan yang telah disetujui untuk dijual karena nasabah tidak sanggup lagi melunasi hutangnya. c. Penyalahgunaan kredit atau adanya itikat tidak baik dalam mengembalikan pinjamannya.

Dalam penyelesaian kredit modal kerja Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman menggolongkan kualitas kredit baik didasarkan kepada kemampuan membayar debitur dengan fokus kepada ketepatan pembayaran pokok dan bunga. serta sesuai dengan persyaratan dalam perjanjian kredit.2. c. Lancar yaitu apabila pembayaran kewajiban pokok dan bunga debitur tepat waktu. Adapun kolektibility kredit yang dimaksud adalah : a. Mengklasifikasi penyimpangan Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah untuk melakukan tindakan koreksi dimasa yang akan datang. Kurang Lancar yaiut apabila terdapat tunggakan pembayaran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 90 hari sampai dengan 180 hari. e. 39 . Macet yaitu apabila tedapat tunggakan pembayan pokok dan atau bunga yang telah melampaui 270 hari. d. b. Dalam Perhatian Khusus yaitu apabila terdapat tunggakan pembayaran pokok dan atau bunga dari 30 sampai dengan 90 hari. Diragukan yaitu apabila terdapat telah tunggakan pembayaran pokok dan atau bunga yang melampaui 180 hari sampai dengan 270 hari.

2.4. 3. Dilakukan restructur (dirubanhnya struktur dari kredit). Tindakan yang Bank Nagari BPD Sumatera Barat dapat berupa : 1. Dilakukan rescheduling/perpanjangan jangka waktu kredit sesuai dengan kemampuan debitur maksimal setengah dari jangka waktu asal. dan juga terhadap debitur ini bank masih percaya akan kemampuannya untuk memperbaiki usahanya dimasa yang akan datang. Tindakan ini dilakukan jika usaha debitur masih dapat diaktifkan 40 .3. Tindakan ini dilakukan apabila faktor intern dianggap sebagai penyebab kesulitan keuangan perusahaan dan tidaklah terlampau berat untuk mengatasinya. misalnya diberikan keringanan bunga atau grace periodenya diperpanjang. Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman didasarkan atas klasifikasi kredit yang ditetapkan berdasarkan kualitas kredit.2 Kebijaksanaan Terhadap Kredit Bermasalah Dalam penyelesaian kredit bermasalah Bank Nagari BPD Sumatera Barat menempuh berbagai cara dalam pelaksanaan. Dalam penaggulangan kredit menunggak. Dalam penyelesaian kredit macet Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman melakukan pembinaan terhadap debitur yang masih mempunyai prospek usaha yang baik dimasa akan datang. Diberikan injection credit atau diberikan tambahan kredit. Hal ini tergantung kepada situasi dan sebab terjadinya kemacetan kredit tersebut.

walaupun kreditnya dijadwalkan kembali maka Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman akan menghentikan pemberian kredit. Hal ini dilakukan apabila keadaan nasabah tidak memungkinkan lagi untuk membayar semua kewajibannya. Dalam hal ini posisi kredit yang diberikan sudah dalam posisi rekening administratif tetapi maasih merupakan kewajiban bagi debitur untuk membayar kewajibannya pada Bank Nagari BPD Sumatera Barat. Cara ini dilakukan bilamana debitur secara sukarela serta penuh kesadaran menyerahkan barang jaminan secara fisik dan nyata untuk dicairkan atau dikonversikan menjadi uang untuk menutup semua kewajibannya pada Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman.kembali dan bidang usaha tersebut belum jenih sehingga mempunyai peluang yang sangat besar untuk dapat dikembangkan. Penyelesaian kredit yang telah dihapus bukukan ini . Penyelesaian atas persetujuan. dan akan melakukan tindakan sebagai berikut : 1. Bank Nagari BPD Sumatera Barat 41 . 2. Penghapusan Kredit. Bagi nasabah yang dinilai Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman tidak dapat menyelesaikan kreditnya dengan baik. Penghapusan kredit merupakan tindakan terakhir yang dilakukan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman.

4. Telah memenuhi persyaratan dan ketentuan pokok pemberian kredit. yang berwenang sesuai dengan Calon debitur tidak terikat dengan perjanjian kredit dengan pihak ketiga lainnya. dimana dalam pengendalian terhadap pemberian kredit dilaksanakan secara dua tahap yakni pengendalian sebelum pemberian kredit dan pengendalian setelah kredit diberikan. 42 .3. Mempunyai status yang legal dan perizinan yang jelas yang dikeluarkan oleh instansi jenis usaha debitur. Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang dalam menerapkan pengendalian sebelum dan setelah pemberian kredit telah mencakup serangkaian prosedur yang harus dipenuhi oleh calon debitur.Cabang Pariaman mnyerahkannya kepada Badan Pelayanan Penyelesaian Piutang Negara (KP3N) untuk melakukan pelelangan terhadap jaminan yang diserahkan untuk menutupi sema kewajibannya pada Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman. 2. 3.3 Analisa Pengendalian Kredit Dalam pelaksanaan pemberian kredit yang diterapkan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman telah mengacu kepada ketentuan yang ada. Adapun cakupan yang dipenuhi debitur sebagai berikut : 1.

Dilakukannya analisa terhadap kredit yang diberikan serta perhitungan bunga dan angsuran pokok. Pengendalian tersebut sumber informasinya dapat diperoleh dari pihak intern maupun dari pihak ektern. Sedangkan untuk kredit yang tergolong dalam perhatian khusus dan 43 . hanya saja dalam menganalisa pemberian kredit. Dilakukannya evaluasi terhadap kebutuhan bantuan kredit yang meliputi semua aspek dalam penilaian pemberian kredit. kredit kurang lancar. kredit diragukan dan kredit macet. Pengendalian terhadap kualitas kredit yang dilakukan oleh Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman adalah dengan cara monitoring atau kunjungan secara rutin ke lokasi nasabah paling sedikit sekali dalam tiga bulan untuk debitur yang pinjamannya cukup besar. Dimana kualitas kredit tergolong atas katagori kredit lancar. kredit dalam perhatian khusus. 5. aktivitas usaha nasabah serta mempelajari sebab terjadinya tunggakan pembayaran oleh calon nasabah.4. Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman lebih menekankan kepada jaminan (collateral) dari nasabah. Pengendalian setelah pemberian kredit dilakukan untuk mengetahui kualitas kredit yang diberikan. Pengendalian setelah pemberian kredit dilakukan dengan data yang ada pada Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dengan cara memonitoring fluktuasi rekening nasabah. Dalam pengendalian sebelum pencairan kredit yang dilaksanakan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman cukup baik.

Selain informasi dari debitur. Kunjungan terhadap nasabah tergolong dalam perhatian khusus dan kurang lancar lebih diprioritaskan oleh Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman bertujuan untuk mencegah perpindahan kolektibility. Untuk mengatasi resiko yang mungkin timbul dari pemberian kredit maka Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman 44 .kurang lancar dilakukan satu kali sampai dengan dua kali dalam sebulan.Surat tunggakan pertama sampai dengan surat tunggakan ketiga diberikan dengan interval setelah waktu tiga bulan semenjak kolektibilitas kredit diragukan. Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dalam hal ini juga meminta informasi dari pihak ketiga lainnya untuk menguji kebenaran penyebab ketidak sanggupan debitur untuk memenuhi kewajibannya. Sedangkan untuk penanggulangan terhadap kredit dengan kolektibilitas diragukan dan macet Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman melakukan penagihan langsung ke debitur dan mengeluarkan surat tunggakan pertama dan dilanjutkan dengan surat tunggakan ketiga. Penanggulangan kolektibilitas kredit dalam perhatian khusus dan kurang lancar analis kredit dilakukan dengan kunjungan kepada nasabah untuk mengetahui sebab masalah yang dihadapi oleh nasabah. Jika debitur tidak menanggapi surat peringatan yang diberikan Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman. dan berusaha membantu mencarikan jalan kaluarnya.

Menurut penulis kecendrungan penyelesaian kredit dengan cara ini lebih sering terjadi karena tingkat kemampuan debitur untuk membayar kewajibannya pada bank tidak disesuaikan dengan kebutuhan modal usaha debitur. maka Bank Nagari BPD Sumatera Barat akan menyerahkan penyelesaian kredit melalui Kantor Pelayanan Penyelesaian Piutang Negara (KP3N).melakukan upaya penyelesaian kredit terhadap debitur ternyata sudah tidak mampu lagi melunasi kewajibanya sesuai dengan apa yang telah diperjanjikan. Dalam hal ini Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman. akan mengusulkan dan membantu nasabah untuk menjual jaminan kredit guna menutupi tunggakan pokok dan bunga. Bila debitur tidak menyetujui penjualan jaminan atas persetujuan untuk menutupi kewajiban. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 45 .

Pengendalian sebelum pemberian kredit oleh Sumatera Barat Cabang Bank Nagari BPD tahap Pariaman dilakasanakan dengan identifikasi permohonan calon debitur dan dilanjutkan dengan melakukan analisa kredit yang terdiri dari beberapa aspek penilaian kredit. Berdasarkan informasi yang ada maka akan diperoleh keputusan proyek yang akan dibiayai tersebut dapat disetujui. Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman dalam melaksanakan pengendalian kredit dilaksanakan dengan dua tahap yakni pengendalian sebelum pemberian kredit dan pengendalian setelah pemberian kredit. agar produk ini dapat mengahasilkan laba yang maximal maka diperlukan pengendalian kredit. Kredit modal kerja merupakan salah satu produk Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman. usaha debitur dan jumlah kebutuhan modal debitur. Dari Penilaian tersebut akan diketahui informasi tentang debitur. 46 .1 Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan pada Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman maka dapat disimpulkan : 1. ditangguhkan atau ditolak oleh pihak bank.5.

5. Dalam pelaksanaannya kadang-kadanag terjadi penyimpangan dari ketentuan pengendalian setelah pemberian kredit. dimana pengendalain setelah pemberian kredit dilakukan melalui rekening nasabah.2. jauhnya lokasi nasabah. seperti banyaknya jumlah nasabah. 3. Hal ini dapat dilihat dari tingkat perkembangan kolektibility kredit Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman. Untuk pelaksanaan sistem pengendalian kredit. maka penulis menyarabkan : 1. maka akan dicarikan jalan penyelesian secara damai. Berdasarkan sistem pengendalian yang telah dilakukan oleh Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman terhadap pemberian kredit. Sistem pengendalian setelah pemberian kredit yang dilaksanakan oleh Bank Nagari BPD Sumbar Cabang Pariaman telah sesuai dengan ketentuan yang ada. dapat dilihat bahwa pengendalian kredit tersebut telah dapat mengurangi resiko dari kredit yang diberikan pada nasabah. Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman hendaknya menetapkan jumlah 47 .2 Saran Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan pada Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman tentang sistem pengendalian kredit. monitoring dan peninjauan langsung kelokasi usaha nasabah serta melakukan pembinaan terhadap usaha nasabah. Sedangkan bagi nasabah yang tidak mampu memenuhi kewajibanya pada pihak bank sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. hal ini disebabkan oleh faktorfaktor tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya.

collateral dan condition of economic. jenis kredit yang dipasarkan untuk masing-masing account officer. Dengan melakukan penilaian terhadap semua aspekaspek pemebrian kredit. jangka waktu kredit. maka tingkat pengembalian kredit lebih dapat diyakini.plapon kredit. Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman menggunakan analisa kredit 5C yaitu caracter. 2. Dalam hal ini Bank Nagari BPD Sumatera Barat Cabang Pariaman masih menitik beratkan penilaian pada collateral (jaminan). tetapi melakukan penilaian terhadap semua aspek-aspek penilaian pemebrian kredit. Dalam menganalisa kredit yang akan diberikan. capacity. Sebaiknya dalam melakukan analisa kredit tidak hanya menitik beratkan penilaian terhadap collateral (jaminan) sebagai dasar sumber pengembalian kredit. 48 . capital. sehingga memudahkan dalam memantau terhadap kredit bermasalah.

49 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful