You are on page 1of 1

Review Buku P.R Vioppi dan Mark V. Kauppi : International Relations Theory 4th Ed.

Bab 6 - Constructivist Understanding
Oleh : Irmawan Effendi (47)

Pada bab 6, Viotti dan Kauppi mengetengahkan pemahaman mengenai pendekatan
konstruktivis dalam menjelaskan fenomena hubungan internasional. Seperti pendekatan
realisme dan liberalisme yang sudah dijelaskan pada bab - bab sebelumnya, sistematika
penyajian yang dimunculkan dalam menjelaskan pendekatan konstruktivisme ini diawali oleh
penjelasan aktor utama, asumsi – asumsi dasar, tokoh berpengaruh, dan beberapa konsep
yang mendukung.

Asumsi dasar pertama dari pendekatan konstruktivisme adalah konstruktivisme sebagai
sebuah pendekatan ilmu hubungan internasional mencoba untuk menemukan jawawab atas
problematika yang muncul pada identitas dan kepentingan negara. Kondisi ini sangat bertolak
belakang dengan pendekatan neorealis dan neoliberalis yang percaya bahwa identitas dan
kepentingan negara ada adalah sesuatu yang sudah ada. Kedua, pendekatan konstruktivisme
melihat struktur internasional dalam kerangka struktur sosial yang di dalamnya terdapat
faktor ideasional termasuk norma – norma, peraturan – peraturan, dan hukum. Ketiga,
pendekatan ini melihat dunia sebagai “becoming” daripada “being”. Keempat, pendekatan
konstruktivisme menawarkan suatu ontology dan epistemology yang berbeda dari positivisme
atau idealisme.

Pendekatan konstruktivisme tidak hanya tertarik pada negara sebagai aktor, namun juga
menempatkan organisasi transnasional dan organisasi internasional pada posisi yang sama.
Pendekatan ini menekankan pada pentingnya perubahan “subjective” dan “intersubjektive”
serta aksi strategis yang diambil oleh manusia sebagai agen dari negara maupun entitas non
negara.

Intersubjective secara definisi diartikan sebagai

Tokoh yang berpengaruh pada pendekatan ini adalah Immanuel Kant (1977-1804), John
Locke (1632-1704) dan Emile Durkheim (1858).