Penyakit Radang Panggul

DEFINISI Penyakit Radang Panggul (Salpingitis, PID, Pelvic Inflammatory Disease) adalah suatu peradangan pada tuba falopii (saluran menghubungkan indung telur dengan rahim). Peradangan tuba falopii terutama terjadi pada wanita yang secara seksual aktif. Resiko terutama ditemukan pada wanita yang memakai IUD. Bisasanya peradangan menyerang kedua tuba. Infeksi bisa menyebar ke rongga perut dan menyebabkan peritonitis. PENYEBAB Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopii. 90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia, gonore, mikoplasma, stafilokokus, streptokokus). Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama, setelah menopause maupun selama kehamilan. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi dan biopsi endometrium). Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah:  Aktinomikosis (infeksi bakteri)  Skistosomiasis (infeksi parasit)  Tuberkulosis.  Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan rontgen khusus. Faktor resiko terjadinya PID:  Aktivitas seksual pada masa remaja  Berganti-ganti pasangan seksual  Pernah menderita PID  Pernah menderita penyakit menular seksual  Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang. GEJALA Gejala biasanya muncul segera setelah siklus menstruasi. Penderita merasakan nyeri pada perut bagian bawah yang semakin memburuk dan disertai oleh mual atau muntah. Biasanya infeksi akan menyumbat tuba falopii. Tuba yang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan. Sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun, perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan. Infeksi bisa menyebar ke struktur di sekitarnya, menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan perlengketan fibrosa yang abnormal diantara organ-organ perut serta menyebabkan nyeri menahun.

Di dalam tuba, ovarium maupun panggul bisa terbentuk abses (penimbunan nanah). Jika abses pecah dan nanah masuk ke rongga panggul, gejalanya segera memburuk dan penderita bisa mengalami syok. Lebih jauh lagi bisa terjadi penyebaran infeksi ke dalam darah sehingga terjadi sepsis. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada PID:  Keluar cairan dari vagina dengan warna, konsistensi dan bau yang abnormal  Demam  Perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau spotting (bercak-bercak kemerahan di celana dalam  Kram karena menstruasi  Nyeri ketika melakukan hubungan seksual  Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual  Nyeri punggung bagian bawah  Kelelahan  Nafsu makan berkurang  Sering berkemih  Nyeri ketika berkemih. DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Dilakukan pemeriksaan panggul dan perabaan perut. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:  Pemeriksaan darah lengkap  Pemeriksan cairan dari serviks  Kuldosentesis  Laparoskopi  USG panggul. PENGOBATAN PID tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan penderita tidak perlu dirawat. Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi, maka penderita harus dirawat di rumah sakit. Antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan per-oral (melalui mulut). Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual, pasangan penderita sebaiknya menggunakan kondom. < Nex

Penyakit radang panggul merupakan komplikasi umum dari Penyakit Menular Seksual (PMS). 15% kasus penyakit ini terjadi setelah tindakan operasi seperti biopsi endometrium. Penyakit radang panggul adalah infeksi saluran reproduksi bagian atas. mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari. serta tidak lupa menjaga keharmonisan dengan pasangan hidupnya. akan berdampak pada penyebaran penyakit tersebut ke seluruh sistem organ reproduksi dan pada akhirnya dapat menyebabkan keadaan yang sangat ditakuti oleh seluruh pasangan suami-istri yaitu kemandulan. Saat ini hampir 1juta wanita mengalami penyakit radang panggul yang merupakan infeksi serius pada wanita berusia antara 16-25 tahun. IB Udyoga Manuaba SUNGGUH mengagumkan menjadi seorang wanita. Penyakit tersebut dapat mempengaruhi endometrium (selaput dalam rahim). miometrium (otot rahim). saluran tuba. parametrium dan rongga panggul. Tetapi apa jadinya jika seorang wanita mengalami keluhan nyeri berkepanjangan pada daerah perut dan panggulnya? Nyeri merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan pada wanita yang mengalami Penyakit Radang Panggul. 1 wanita akan mengalami komplikasi seperti nyeri perut kronik. infertilitas (gangguan kesuburan). 85% kasus terjadi secara spontan pada wanita usia reproduktif yang . dari 4 wanita yang menderita penyakit ini. Namun jika keluhan ini tidak segera ditangani. termasuk diantaranya adalah peningkatan jumlah PMS dan penggunaan kontrasepsi seperti spiral. atau kehamilan abnormal. histeroskopi. diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan berbagai peran. sebagai seorang ibu yang mengurus anak-anaknya. kuret.Prev t dr. Lebih buruk lagi. dan pemasangan IUD (spiral). indung telur. Terdapat peningkatan jumlah penyakit ini dalam 2-3 dekade terakhir berkaitan dengan beberapa faktor.

Bakteri penyebab tersering adalah N. Pasangan seksual berganti-ganti.seksual aktif. Butuh waktu dalam hitungan hari atau minggu untuk seorang wanita menderita penyakit radang panggul. Gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan sehingga menyebabkan berbagai bakteri dari leher rahim maupun vagina menginfeksi daerah tersebut. Faktor lainnya yang berkaitan dengan usia adalah lendir servikal (leher rahim). Kedua bakteri ini adalah kuman penyebab PMS. serta menyediakan medium yang baik untuk pertumbuhan bakteri (darah menstruasi). atau lebih dari 2 pasangan dalam waktu 30 hari . Hal ini disebabkan wanita muda berkecenderungan untuk berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seksual tidak aman dibandingkan wanita berumur. Faktor risiko lainnya adalah: 1. Faktor Risiko Wanita yang aktif secara seksual di bawah usia 25 tahun berisiko tinggi untuk mendapat penyakit radang panggul. Riwayat penyakit radang panggul sebelumnya 2. namun wanita muda dan remaja cenderung memiliki lendir yang tipis sehingga tidak dapat memproteksi masuknya bakteri. Penyebab Penyakit radang panggul terjadi apabila terdapat infeksi pada saluran genital bagian bawah. yang menyebar ke atas melalui leher rahim. Lendir servikal yang tebal dapat melindungi masuknya bakteri melalui serviks (seperti gonorea). Proses menstruasi dapat memudahkan terjadinya infeksi karena hilangnya lapisan endometrium yang menyebabkan berkurangnya pertahanan dari rahim.

Laparaskopi adalah prosedur pemasukan alat dengan . aktivitas. dan diperparah dengan gerakan. untuk mengevaluasi saluran tuba dan alat reproduksi lainnya. Biopsi endometrium dapat dipakai untuk melihat adanya infeksi. demam. Penggunaan IUD (spiral) meningkatkan risiko penyakit radang panggul. Nyeri karena radang panggul biasanya kurang dari 7 hari. Beberapa wanita dengan penyakit ini terkadang tidak mengalami gejala sama sekali. Nyeri ini umumnya nyeri yang tidak menusuk (tumpul) dan terusmenerus. atau sanggama. Risiko tertinggi terjadinya penyakit radang panggul adalah saat pemasangan spiral dan 3 minggu setelah pemasangan terutama apabila sudah terdapat infeksi dalam saluran reproduksi sebelumnya Tanda dan Gejala Gejala paling sering dialami adalah nyeri pada perut dan panggul. Ultrasonografi atau USG dapat digunakan baik USG abdomen (perut) atau USG vagina. bau yang abnormal. terjadi beberapa hari setelah menstruasi terakhir. Untuk memastikan terjadinya penyakit radang panggul diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang diantaranya: Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kenaikan dari sel darah putih yang menandakan terjadinya infeksi.3. Menggunakan douche (cairan pembersih vagina) beberapa kali dalam sebulan 5. Wanita yanh telah terinfeksi oleh kuman penyebab PMS (Penyakit Menular Seksual) 4. konsistensi. Gonorrhoeae dan chlamydia digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis. serta nyeri saat sanggama. Keluhan lain adalah mual. Kultur untuk bakteri N. keluar cairan dari vagina dengan warna. nyeri berkemih. perdarahan atau bercak pada vagina.

mungkin perlu dilakukan pembedahan. Selain itu pasangan seksual juga harus diobati. Terapi Tujuan utama terapi penyakit ini adalah mencegah kerusakan saluran tuba yang dapat mengakibatkan infertilitas (tidak subur) dan kehamilan ektopik (diluar rahim)). Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik. Wanita dengan penyakit radang panggul mungkin memiliki pasangan yang menderita gonorea atau infeksi chlamydia yang dapat menyebabkan penyakit ini. Pengobatan dengan kombinasi antibiotik yang sesuai dengan bakteri penyebab adalah pilihan utama. Komplikasi Penyakit radang panggul dapat menyebabkan berbagai kelainan di dalam kandungan seperti nyeri berkepanjangan. maka pasangan seksual sebaiknya diperiksa dan diobati apabila memiliki PMS. Untuk mengurangi risiko terkena penyakit radang panggul kembali. Penyakit ini dapat menyebabkan parut pada rahim dan saluran tuba.lampu dan kamera melalui insisi (potongan) kecil di perut untuk melihat secara langsung organ di dalam panggul apabila terdapat kelainan. Parut juga dapat menyebabkan sel telur tidak dapat melalui jalan normalnya ke rahim sehingga dapat terjadi kehamilan ektopik. Seseorang dapat menderita penyakit menular seksual meskipun tidak memiliki gejala. Pencegahan . Parut ini mengakibatkan kerusakan dan menghalangi saluran tuba sehingga menyebabkan infertilitas. infertilitas (kemandulan) dan kehamilan abnormal. Kontrol setelah pengobatan sebanyak 2-3 kali diperlukan untuk melihat hasil dan perkembangan dari pengobatan. serta pencegahan dari infeksi kronik.

Penyakit berbahaya ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang juga menyebabkan penyakit menular seksual lainnya. maka sekelompok mikroba akan bersarang di sana. agar bisa menghindari diri dari penyakit menakutkan ini. Apabila mengalami infeksi saluran genital bagian bawah maka sebaiknya segera diobati karena dapat menyebar hingga ke saluran reproduksi bagian atas. sebaiknya kenali penyebab serta cara menghindarinya. * Penderita akan merasakan nyeri menahun. mikroba tersebut juga membawa berbagai macam masalah kesehatan. gonore. Terapi untuk pasangan seksual sangat dianjurkan untuk mencegah berulangnya infeksi. Penyebab Merupakan peradangan yang menyerang tuba falopi (saluran menghubungkan indung telur dengan rahim). streptokokus. seperti klamidia. * Terjadi perdarahan hebat saat menstruasi * Menstruasi datang tidak teratur * Keluar cairannya dari vagina dengan warna. Gejala * Rasa nyeri pada perut bagian bawah perut. segeralah memeriksakan diri untuk mendapat perawatan dan penanganan yang tepat.Cara terbaik untuk menghindari penyakit radang panggul adalah melindungi diri dari penyakit menular seksual. Oleh karena itu jika anda merasa memiliki keluhan serupa. Bakteri ini masuk melalui vagina dan bergerak menuju rahim lalu ke tuba falopi. Rahim yang terjaga kesehatannya. Ngeri kan? Nah. Tak hanya menghancurkan rahim. mikoplasma. kelak bisa bisa menjadi tempat yang nyaman bagi si bakal bayi. Sebaliknya. Kondisi ini semakin memburuk jika disertai oleh rasa mual atau muntah. Penggunaan kontrasepsi seperti kondom dapat mengurangi kejadian penyakit radang panggul. Hal ini disebabkan karena tuba falopi tersumbat cairan hingga terjadi pembengkakan. konsistensi dan bau yang abnormal * Penderita mengalami demam * Timbul spotting (bercak-bercak kemerahan di celana dalam) * Kram perut saat menstruasi * Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual * Terjadi perdarahan pasca melakukan hubungan seksual . stafilokokus. jika rahim tak dijaga dengan baik oleh pemiliknya.

Faktor resiko * Aktivitas seksual yang dilakukan pada usia yang terlalu muda. Jika bayi dilahirkan lewat vagina yang memiliki banyak kuman. < Prev Next > Endometritis adalah peradangan yang terjadi pada endometrium. * Prosedur kebidanan/ kandungan seperti pemasangan IUD.* * * * Nyeri punggung bagian bawah Selalu merasakan kelelahan yang ama sangat Nafsu makan berkurang Sering berkemih dengan diserta rasa nyeri Nyeri Penularan * Melalui hubungan seksual. yaitu lapisan sebelah dalam pada dinding rahim. yaitu di bawah 16 tahun * Sering berganti-ganti pasangan seksual * Pernah menderita penyakit menular seksual sebelumnya * Pernah menderita penyakit radang panggaul sebelumnya * Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang. Hal ini karena terjadi perubahan pada anatomi tuba falopi. bayi bisa lahir prematur. . yang terjadi akibat infeksi. biasanya akibat Mycobacterium tuberculosis. [1]. * Bayi lahir cacat atau meninggal. Untuk mendeteksi kemungkinan hal ini terjadi segera lakukan pemeriksaan ultrasonografi apabila terjadi kehamilan pasca menderita penyakit radang panggul. keguguran. terjadi penyebaran kuman pada tubuh bayi. persalinan. Akibat lanjut penyakit radang panggul * Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan.[1][2] Terdapat berbagai tipe endometritis. endometritis sinsitial (peradangan dinding rahim akibat tumor jinak disertai sel sintitial dan trofoblas yang banyak). Dan jika infeksi parah. * Infertilitas. maka kuman-kuman itu pun akan ikut dengan si bayi. bayi dalam rahim bisa meninggal. Penyakit radang panggul dapat meningkat pada penderita hingga 17%. yaitu endometritis post partum (radang dinding rahim sesudah melahirkan). serta endometritis tuberkulosa (peradangan pada dinding rahim endometrium dan tuba fallopi. aborsi dan biopsi endometrium yang tidak steril. Akibat lain dari peradangan saat hamil.

. Brucella sp. Selain itu. endometritis . dan siklus birahi yang tertunda [3]. Endometritis juga dapat diakibatkan oleh bakteri oportunistik spesifik seperti Corynebacterium pyogenes. Terdapat banyak faktor yang berkaitan dengan endometritis. faktor penanganan. Eschericia coli dan Fusobacterium necrophorum [2]. Organisme penyebab biasanya mencapai vagina pada saat perkawinan. dan Trichomonas foetus. distokia.Anatomi organ reproduksi betina Gambar skematis plasenta Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • 1 Penyebab 2 Patogenesis 3 Gejala Klinis 4 Diagnosis 5 Terapi 6 Referensi [sunting] Penyebab Mikroorganisme yang menyebabkan endometritis diantaranya Campylobacter foetus. kelahiran. yaitu retensio sekundinarum. sesudah melahirkan atau melalui sirkulasi darah [3]. Vibrio sp.

[sunting] Terapi Terapi endometritis. pada hewan. [sunting] Referensi 1. Pengobatan yang direkomendasikan untuk endometritis yang agak berat adalah memperbaiki vaskularisasi dengan mengirigasi uterus mempergunakan antiseptik ringan seperti lugol dengan konsentrasi yang rendah. Endometritis dapat terjadi sebagai kelanjutan kasus distokia atau retensi plasenta yang mengakibatkan involusi uterus pada periode sesudah melahirkan menurun.biasa terjadi setelah kejadian aborsi. siklus birahi diperpanjang kecuali pada endometritis yang sangat ringan. seperti bakteri non spesifik (E. Antibiotik diberikan secara intra uterin dan intra muskular. pemberian hormon estrogen untuk menginduksi respon rahim. Bila jumlah mikroorganisme terlalu banyak dan kondisi rahim mengalami gangguan maka dapat terjadi endometritis [5]. Staphilylococcus. [sunting] Patogenesis Rahim merupakan organ yang steril sedangkan di vagina terdapat banyak mikroorganisme oportunistik. Mikroorganisme dari vagina ini dapat secara asenden masuk ke rahim terutama pada saat perkawinan atau melahirkan. dapat dilakukan melalui pemberian antibiotik sistemik. Endometritis juga sering berkaitan dengan adanya Korpus Luteum Persisten (CLP) [2]. Vibrio foetus dan Trichomonas foetus) [3] . Keluhan kasus endometritis biasanya beberapa kali dikawinkan tetapi tidak bunting. kelahiran kembar. irigasi rahim. Pemeriksaan vaginal dapat dilakukan dengan menggunakan vaginoskop dengan melihat adanya lendir. [sunting] Gejala Klinis Gejala klinis endometritis yaitu lendir vagina yang berwarna keputihan sampai kekuningan yang berlebihan. pemeriksaan vaginal dan biopsi. sehingga banyak bakteri yang masuk. Pada palpasi per rektal akan teraba dinding rahim agak kaku dan di dalam rahim ada cairan tetapi tidak dirasakan sebagai fluktuasi (tergantung derajat infeksi) [3]. dan injeksi prostaglandin untuk menginduksi estrus [2][3]. Irigasi diulangi beberapa kali dengan interval 2-3 hari. Pengaruh endometritis terhadap kesuburan dalam jangka pendek adalah menurunkan kesuburan sedangkan dalam jangka panjang endometritis menyebabkan gangguan reproduksi karena terjadi perubahan saluran reproduksi [6]. serta kerusakan jalan kelahiran sesudah melahirkan [4]. Kejadian endometritis kemungkinan besar terjadi pada saat kawin suntik atau penanganan kelahiran yang kurang higienis. maupun bakteri spesifik (Brucella sp. dan rahim membesar [6]. [sunting] Diagnosis Endometritis dapat terjadi secara klinis dan subklinis. Diagnosis endometritis dapat didasarkan pada riwayat kesehatan. ^ a b Endometritis . Leleran dapat dikeluarkan dengan menyuntikkan preparat estrogen. coli. Untuk endometritis ringan cukup diberikan antibiotika intra uterina[3]. Penderita dapat nampak sehat. walaupun dengan lendir vagina yang kekuningan dan dalam rahimnya tertimbun cairan [3] . pemeriksaan rektal. lubang leher rahim (serviks) agak terbuka dan kemerahan di daerah vagina dan leher rahim. Streptococcus dan Salmonella).

Untuk mencegah terjadinya infeksi dari luar dan untuk menjaga jangan sampai infeksi meluas. ^ Aiello et al. Penyakit akur juga bisa menjadi menahun. Diperoleh dari "http://id. Peters AR. 6. Pratiwi WC. Reproduction in Cattle 3rd Edition. Oxford: Blackwell Publishing 3. ^ a b c d Ball PJH. ^ a b c d e f g Noakes DE. 2000. Pasuruan: Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. uterus dan tuba fallopii. USA : Whitehouse station. atau penyakit dari permulaan sudah menahun. ^ a b Ratnawati D. Parkinson TJ. atau penyakit bisa sembuh sama sekali tanpa bekas. 2001. 2007. ^ Disease of Beef Cattle Associated with Post-calving and Breeding 5. Edisi ke-8. atau dapat meninggalkan bekas seperti penutupan lumen tuba. England GCW. 2004. Radang atau infeksi pada alat – alat genetalia dapat timbul secara akut dengan akibat meninggalnya penderita.org/wiki/Endometritis" BAB I PENDAHULUAN 1. Petunjuk Teknis Penanganan Gangguan Reproduksi Pada Sapi Potong. Pada . vagina.wikipedia.1 Latar Belakang Pada wanita terdapat hubungan dari dunia luar dengan rongga peritonum melalui vulva. The Merck Veterinary Manual.2. masing – masing alat traktus genitalis memiliki mekanisme pertahanan. Pennsylvania: Harcourt Publishers Limited 4. Arthur’s Veterinary Reproduction and Obstetrics 8th Edition. Affandhy L. Infeksi pada uterus menjalar ke tuba Fallopii dan rongga peritonium melalui 2 jalan.

Perluasan dapat terjadi lewat jalan limfe atau lewat trombofeblitis dan kadang-kadang dapat terjadi abses.gonorhea penyakit menjalar dari endometrium. Akan tetapi pembesaran uterus pada seorang multipara umumnya disebabkan oleh pertambahan jaringan ikat akibat kelamin. Pada makalah ini akan dibahas mengenai miometritis atau radang miometrium yang merupakan kelanjutan dari penyakit endometritis beserta dengan penanganannya. BAB II TINJAUAN TEORI 2.2 Tujuan Agar penulis dapat mengerti dan paham tentang Asuhan kebidanan pada infeksi radang genetalia interna. Penyakit ini tidak berdiri sendiri. Metritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. tuba. Penyakit ini tidak berdiri sendiri tetapi merupakan lanjutan dari endometritis. sakit pinggang dan leukorea. 1. ovarium dan rongga peritonium. Klasifikasi a. akan tetapi merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas. b. khususnya tentang miometritis beserta dengan penatalaksanaannya. Metritis Kronik Metritis kronik adalah diagnosis yang dahulu banyak dibuat atas dasar menometroragia dengan uterus lebih besar dari biasa. Bila pengobatan terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi : 1) Abses pelvik 2) Peritonitis 3) Syok septic 4) Dispareunia 5) Trombosis vena yang dalam 6) Emboli pulmonal 7) Infeksi pelvik yang menahun 8) Penyumbatan tuba dan infertilitas . sehingga gejala dan terapinya seperti endometritis.1 Infeksi Miometritis Definisi Miometritis / Metritis Metritis adalah radang miometrium. Kerokan pada wanita dengan endometrium yang meradang (endometritis) dapat menimbulkan metritis akut. Metritis akuta Metritis Akuta biasanya terdapat pada abortus septic atau infeksi postpartum. sedan ginfeksi puerperal kuman – kuman dari uterus melalui darah dan limfe menuju parametrium. Pada penyakit ini miometrium menunjukkan reaksi radang berupa pembengkakan dan infiltrasi sel-sel radang.

suku / bangsa 2. Sakit pinggang d. agama.Transfusi jika diperlukan 2. pendidikan.Infeksi abortus dan partus .Infeksi post curettage Gejala-gejala Gejala metristis dan pengobatannya sama dengan gejala dan penanganan endometritis yaitu : a. Antibiotika spektrum luas .Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim . Nyeri abdomen Diagnosa dan Terapi Diagnosa hanya dapat dibuat secara patolog anatomis.Antibiotik kombinasi . serta demam. Identitas Klien Meliputi nama. Riwayat Kesehatan .2 KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN PADA RANDANG GENETALIA INTERNA MIOMETRITIS 1. Profilaksi antitetanus c. pekerjaan. Keluar lochea berbau / purulent.Ampisilin 2 g iv / 6 jam .Gentamisin 5 mg kgbb . Evakuasi sisa hasil konsepsi Manajemen . Penatalaksanaan Terapi miometritis : a. Data Subjektif 1. Demam b. PENGKAJIAN A.Factor Presdiposisi . keputihan yang berbau c. Komplikasi Dapat terjadi penyebaran ke jaringan sekitarnya seperti: o Parametritis (infeksi sekitar rahim) o Salpingitis (infeksi saluran otot) o Ooforitis (infeksi indung telur) o Pembentukan pernanahan sehingga terjadi abses pada tuba atau indung telur. Keluhan Utama Ibu mengatakan nyeri abdomen. 3.Metronidasol 500 mg iv / 8 jam b. umur. keluar keputihan yang berbau tidak sedap.

• Keputihan : tidak / ya (normalnya : tidak gatal dan tidak berbau) b.a. apabila pernah keguguran dilakukan kuret atau tidak.5 tahun (Ssarwono R. bagaimana persalinannya. dimana dan apakah ada penyulit persalinan atau tidak. siapa yang menolong persalinannya. berapa umur kehamilanya. menyusui atau tidak. Pola Kebiasaan Seharí – hari a. . panjang badan dan apabila anak hidup berapa usianya Semarang. yaitu 12-16 tahun (Mochtar:1999). dan bila mati apa penyebabnya. 5. ditanyakan jenis persalinannya. 1994: 104).untuk riwayat persalinan. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menurun seperti darah tinggi. pola hygiene wanita kurang menjaga personal hygiene terutama daerah genetalia yang rentan terhadap infeksi d. c. Usia 10-16 tahun. Riwayat Kehamilan. Ibu mengatakan pernah mengalami keguguran dan kemudian di kuret. pola nutrisi wanita dengan status nutrisi yang buruk lebih rentan terhadap penyakit b. penyulit atau tidak. Ibu juga mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular seperti paru – paru dan hati. rata-rata 12. jantung. Riwayat Obstetri a. jenis kelaminnya. jantung dan kencing manis. pola aktivitas wanita dengan aktivitas yang berat dapat mempengaruhi kondisi tubuhnya c. Ibu juga mengatakan pernah menderita penyakit menular seperi paru – paru dan hati serta tidak pernah menderita penyakit tumor sebelumnya. 1998 : 86) • Siklus Haid : Siklus haid yang klasik adalah ± 28 hari. pola seksual ibu mengatakan sakit pada saat melakukan hubungan seksual pada daerah panggul B. Riwayat Menstruasi • Menarche : Terjadinya haid yang pertama kali. pernah keguguran atau tidak. menarche terjadi pada usia pubertas. normal atau operasi atau dengan alat. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti darah tinggi. apakah nifasnya berjalan normal ataukah ada kelainan.Untuk riwayat nifas. Ibu juga mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular seperti paru – paru dan hati b. Persalinan dan Nifas . • Dismenore : normalnya tidak ada. jantung dan kencing manis. Data Obkejtif 1. 4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti darah tinggi.untuk riwayat kehamilan ditanyakan hamil dan pernikaha yang ke berapa. kencing manis. sedangkan pola haid dan lamanya perdarahan tergantung pada tipe wanita dan biasanya 3-8 hari. juga ditanyakan berapa berat lahir bayi. Pemeriksaan Umum Keadaan umum : baik / cukup . dan ada atau tidak penyakit yang menyertai kehamilan . Usia 13-16 tahun (Manuaba.

50C N : >100x/menit .TTV : TD : 110/70 – 130/90 mmHg S : >37. rambut hitam Muka : pucat. conjungtiva anemis (pucat). pupil isokor Hidung : tidak ada polip. Abdomen : tidak ada pembesaran. tidak ada luka bekas operasi Genetalia : terdapat pengeluaran pervaginam berupa darah. terdapat fluor albus. tidak ada sekret Mulut & Gigi : bibir merah muda. puting susu menonjol.. Pemeriksaan Fisik Inspeksi Kepala : bersih. simetris Mata : simetris. CRT < 2 detik Ekstremitas Bawah : simetris. Pemeriksaan Penunjang Hb : 8 – 10 gr% 2. keluar keputihan yang berbau tidak sedap. .. P. tidak ada gangguan pergerakan. tidak oedem. tidak terdengar wheezing dan ronchi Perkusi Reflek Pattela : + / + 3. sklera tidak ikterik. Anus : tidak ada hemoroid Ekstremitas Atas : simetris.Kesadaran : Composmentis / somnolen / koma TB / BB : TTV : TD : 110 – 170 mmHg N : > 100 x / menit S : > 37. 50C RR : >24 x / menit 2. tidak ada varices Palpasi Kepala : tidak ada benjolan. Auskultasi Dada : tidak terdengar suara tambahan (jantung).. tidak ada serumen Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan bendungan vena jugularis Ketiak : tidak ada pembesaran kelenjar limfe Dada/Payudara : simetris. tidak ada ketombe. tidak ada nyeri tekan Abdomen : terdapat nyeri tekan dan terasa sakit pada perut. … usia . INTERPRETASI DATA DASAR. tidak ada caries dan tidak ada stomatitis Telinga : simetris. tidak adanyeri tekan Leher : tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid dan bendungan vena jugularis Payudara : tidak ada benjolan..A… dengan Miometritis Ds : Ibu mengatakan nyeri abdomen. DIAGNOSA DAN MASALAH Diagnosa : Ny. tidak ada gangguan pergerakan. Do : . kental dan berbau busuk. serta demam.

segera hubungi dokter apabila gejala gejala penyakit muncul 5. beritahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan R/ ibu mengerti tentang kondisi kesehatannya 2. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA Memberikan HE tentang : . Meminta persetujuan ibu dan keluarga untuk dilakukannya rujukan 7.ibu dapat menjaga personal hygiene Intervensi 1. Kriteria : . Memberikan ibu tablet penambah darah untuk memperbaiki kadar haemoglobinnya 5..personal hygiene . .rasa sakit berkurang . berikan dukungan emosional kepada ibu R/ ibu mendapat dukungan 4.. P.RR : >24x/menit . Memberitahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap dirinya 2. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Mengantisipasi terjadinya Parametritis 4.pemeriksaan Fisik abdomen : terdapat nyeri tekan dan sakit pada perut Mata : conjungtiva anemis 3. jelaskan kepada ibu tentang kemungkinan penyakit yang dideritanya R/ ibu mengerti tentang penyakit yang kemungkinan dideritanya 3.rutin memeriksakan diri dan pasangan ke dokter ahli kandungan . EVALUASI Tanggal : Jam : S : Ibu mengatakan telah mengerti tentang penjelasan yang telah diberikan oleh bidan. IMPLEMENTASI 1.pergunakan alat kontrasepsi ketika berhubungan seksual dengan suami seperti : kondom . Memberikan dukungan emosional kepada ibu agar ibu tenang dan dapat menerima dengan ikhlas segala sesuatu yang terjadi pada dirinya 4.. berikan ibu tablet penambah darah R/ memperbaiki kondisi umum ibu 5.setia pada pasangan . Menjelaskan kepada ibu tentang kemungkinan penyakit yang dideritanya 3. minta persetujuan ibu dan keluarga untuk dilakukannya rujukan R/ penanganan lebih lanjut 6.A… dengan Miometritis Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan keadaan umum ibu membaik.. … usia . INTERVENSI Diagnosa : Ny.

. Identitas/Biodata Identitas Pasien Identitas Penanggungjawab Nama : Ny. Alasan Datang Ibu datang hendak memeriksakan keadaan dirinya. M Nama : Tn. Campus no. c. Wigati Pukul : 10. jantung. Keluhan Utama Ibu mengeluh sakit pinggang. hipertensi. DM. PMS dan penyakit . dan mengalami keputihan yang berbau. umur …. Riwayat Kesehatan a. 4. PMS dan penyakit menular maupun menurun lainnya. sering mengalami perdarahan di luar siklus haid yang banyak. Data Subyektif 1. Ibu menganguk tanda mengerti. Riwayat Kesehatan Keluarga Keluarga tidak ada yang memiliki penyakit DM.Ibu telah mengerti tentang kondisi kesehatannya O : Ibu dapat mengulang kembali penjelasan. Campus no. tahun. PENGKAJIAN A. M. PMS dan penyakit menular dan menurun lainnya. b. 15 Oktober 2009 Tempat : BPS Bidan Ny. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu tidak sedang menderita penyakit DM. jantung. Riwayat Kesehatan Yang Lalu Ibu tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya (sebelum hamil anak ke-2). P…A…. Ibu tidak pernah menderita hipertensi. UMUR 29 TAHUN. dengan miometritis P : Mendampingi ibu saat dilakukannya rujukan BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. jantung.120 Alamat : Jl. hipertensi. 120 RT/RW : 02/05 RT/RW : 02/05 Purwokerto Purwokerto 2.00 WIB I. E Umur : 29 tahun Umur : 31 tahun Agama : Islam Agama : Islam Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta Suku/Bangsa : Jawa Suku/Bangsa : Jawa Alamat : Jl. A : Ny…. DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI MIOMETRITIS Hari/Tanggal : Kamis. 3.. P1A1.

persalinan. Pola Hygiene mandi : 2x/hari keramas : 3x/minggu gosok gigi : 2x/hari . Obgyn curettage 6. dan nifas yang lalu Perkw ke kehamilan Persalinan Anak Nifas Ke UK Jenis penolong tempat penyulit BBL Sex Hidup / Mati Usia Anak skr penyulit menyusui I I 37 Spontan Bidan BPS . 5. warna kuning jernih. mengepel.2900 Lk 3 tahun . air putih. tempe. 8. sayur. Pola Istirahat Tidur siang : 1 jam Tidur malam : 7 jam e. konsistensi cair BAB : 1x/hari. mencuci dan memasak. Pola Nutrisi Makan : 2x/hari. tahu. Pola Pemenuhan Kebutuhan sehari-hari a. telur Minum : 6 gelas/hari. Riwayat Obstetrik 1) Riwayat menstruasi Menarche : 14 tahun Siklus : tidak teratur Banyak : 3-4x ganti pembalut/hari Lama : tidak teratur Warna : merah segar Sifat : Encer Bau : khas Dismenorhea : tidak 2) Riwayat kehamilan. Pola Seksual : 1x/ minggu f. porsi sedang.+ / + II 12 ABORTUS Dr. d.menular maupun menurun lainnya. konsistensi lembek c. Riwayat Perkawinan Istri Suami Nikah berapa kali : 1x Nikah berapa kali : 1x Lamanya : 4 tahun Lamanya : 4 tahun Umur menikah : 25 tahun Umur menikah : 27 tahun 7. teh manis b. dengan nasi. Riwayat KB Post abortum ibu langsung menggunakan KB IUD dan sudah menggunakan KB IUD selama kurang lebih 3 bulan. Pola Aktivitas Ibu mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu. warna kuning kecoklatan. Pola Eliminasi BAK : 4x/hari.

tidak ada pengeluaran Abdomen : tidak ada pembesaran. Pola spiritual Ibu merasa aktivitas ibadahnya terganggu karena sering mengalami perdarahan di luar siklus haid. i. Hubungan ibu dengan keluarga dan tetangga terjalin baik. tidak ada serumen Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. tidak ada stomatitis. keriting. tidak ada tanda kemerahan Genetalia : tidak ada varises. . tidak ada nyeri tekan. INTERPRETASI DATA Diagnosa : Ny. Pola Hidup Sehat Ibu tidak mengonsumsi alkohol. Data Objektif 1. B. tidak ada sekret Mulut dan gigi : bibir merah muda. M. puting susu menonjol. tidak ada caries Telinga : simetris. tidak oedema. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Composmentis BB : 52 Kg TB : 156 cm TD : 100/70 mmHg Respirasi : 22x/menit Nadi : 82x/menit Suhu : 36. terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah Punggung : terdapat nyeri tekan pada pinggang Ekstremitas atas : akral hangat. dan mengalami keputihan yang berbau.ganti baju : 2x/hari g. h.5gr% II. jamu2an dan obat-obat terlarang. umur 29 tahun. tidak rontok. capilary refil kembali < 2 detik Ekstremitas Bawah : tidak ada varises. sering mengalami perdarahan di luar siklus haid yang banyak. suami selalu memberikan support kepada istrinya. kelenjar limfe. P1A1. terdapat perdarahan Pervaginam merah segar sedikit bau busuk konsistensi encer. bersih Mata : conjungtiva anemis. tidak ada benjolan. dengan suspect miometritis Data Dasar : DS : ibu mengeluh sakit pinggang. tidak ada pembengkakan dan nyeri tekan pada kelenjar skene dan kelenjar bartholini Anus : tidak hemoroid 3. dan vena jugularis Ketiak : tidak ada benjolan/ massa Dada/Payudara : simetris. Pola Psikososial hubungan ibu dengan suami harmonis. pupil isokor Hidung : tidak ada polip. sklera tidak ikterik. tidak ada oedema.90C 2. Pemeriksaan Fisik Kepala : rambut hitam. rokok. Pemeriksaan Laboratorium Hb : 10. tidak ada luka bekas operasi.

beritahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan R/ ibu mengerti tentang kondisi kesehatannya 2. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH 1. berikan dukungan emosional kepada ibu R/ ibu mendapat dukungan 4.DO : TTV : TD : 100/70 mmHg Respirasi : 22x/menit Nadi : 82x/menit Suhu : 36. PELAKSANAAN 1.5 gr% Masalah . berikan ibu tablet penambah darah R/ memperbaiki kondisi umum ibu 5. Memberikan dukungan emosional kepada ibu agar ibu tenang dan dapat menerima dengan ikhlas segala sesuatu yang terjadi pada dirinya 4.90C Pemeriksaan Fisik Mata : Conjungtiva anemis Abdomen : terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah Punggung : terdapat nyeri tekan pada pinggang Genetalia : terdapat perdarahan Pervaginam merah segar sedikit bau busuk konsistensi encer HB : 10. EVALUASI Tanggal : 15 Oktober 2009 . V.nyeri tekan perut bagian bawah . Meminta persetujuan ibu dan keluarga untuk dilakukannya rujukan VII. minta persetujuan ibu dan keluarga untuk dilakukannya rujukan R/ penanganan lebih lanjut VI. Menjelaskan kepada ibu tentang kemungkinan penyakit yang dideritanya 3. pengobatan serta penatalaksanaan lebih lanjut dengan spesialis Obgin. ANTISIPASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Potensial terjadi perluasan peradangan pada daerah sekitarnya yaitu parametritis. Memberikan ibu tablet penambah darah untuk memperbaiki kadar haemoglobinnya 5. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA ATAU KOLABORASI Kolaborasi : Pemeriksaan penunjang lain untuk menegakkan diagnosa secara patolog anatomis. jelaskan kepada ibu tentang kemungkinan penyakit yang dideritanya R/ ibu mengerti tentang penyakit yang kemungkinan dideritanya 3. Memberitahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap dirinya 2.sakit pinggang . IV.Pengeluaran pervaginam yang abnormal III.

eperti halnya luka bedah yang terinfeksi lainnya. Jika terjadi abses. parametritis dan bakteremia. dengan suspect miometritis P : Mendampingi ibu saat dilakukannya rujukan 0 komentar: Poskan Komentar CERVIKSITIS Infeksi serviks kemungkinan lebih sering terjadi daripada yang terlihat. pemasangan indwelling catheter harus dilakukan. hal inipatut dicurigai terhadap kemungkinanselulitis pelvika. Pada pemeriksaan dalam dapatdiraba tahanan padat dan nyeri di sebelah uterus dan tahanan ini yangberhubungan erat dengan tulang panggul. A : Ny. mengingatlaserasi serviks yang sering langsung meluas ke dalam jaringan di dasarligamentum kardinale. Pengobatan Luka yangterinfeksi. PARAMETRITIS (SELLULITIS PELVIKA) Sellulitis pelvika ringan dapat menyebabkan suhu yangmeninggi dalam nifas. Penderita nampak sakit. dapat meluas ke berbagai jurusan. Bila suhu tinggi menetap lebih dari satu minggu disertaidengan rasa nyeri di kiri atau kanan dan nyeri pada pemeriksaan dalam. P1A1. nanah harus dikeluarkan karena selaluada bahaya bahwa . Salah satu terapi kombinasi antibiotik berspektrumluas seperti dibicarakan diatas. Lagipula. harus diatasidengan pemasangan drainase.dan suhu menurun dalam beberapa minggu. Pada perkembangan proses peradangan lebih lanjutgejala-gejala sellulitis pelvika menjadi lebih jela. dan perut nyeri. Rasa nyeridiringankan dengan penggunaan preparat analgesik yang efektif dan bila terjadiretensi urin. Ibu telah mengerti tentang kondisi kesehatannya O : Ibu dapat mengulang kembali penjelasan. infeksi tersebut mudah menyebabkan limfangitis. Mengingat peristiwa laserasi umum dijumpai. umur 29 tahun. Ibu menganguk tanda mengerti.nadi cepat. 00 WIB S : Ibu mengatakan telah mengerti tentang penjelasan yang telah diberikan oleh bidan. dan servikssendiri biasanya ditempati kuman-kuman yang patogen. harus diberikan pada keadaan ini. Ditengah-tengan jaringan yang meradang itu bisa tumbuh abses. Dalam 2/3 kasus tidak terjadi pembentukan abses. dan akhirnya terdapat parametrium yang kaku. Dalam hal ini.Jam : 11. suhu yang mula-mula tinggi secaramenetap menjadi naik-turun disertai dengan menggigil. M. Tumor di sebelah uterus mengecilsedikit demi sedikit.

abses mencari jalan ke rongga perut yang menyebabkanperitonitis. Related Post . atau ke kandung kencing. ke rectum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful