BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Penelitian Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan usaha di

antara perusahaan-perusahaan yang ada semakin ketat. Kondisi demikian menuntut perusahaan untuk selalu mengembangkan strategi perusahaan agar dapat bertahan atau bahkan lebih berkembang. Untuk itu perusahaan perlu mengembangkan suatu strategi agar perusahaan bisa mengembangkan eksistensinya dan memperbaiki kinerjanya. Salah satu strategi yang ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua perusahaan atau lebih. Penggabungan usaha dapat dilakukan dengan berbagai cara yang didasarkan pada pertimbangan hukum, perpajakan atau alasan lainnya. Di Indonesia didorong oleh semakin besarnya pasar modal, transaksi merger dan akuisisi semakin banyak dilakukan dan isu mengenai hal tersebut memang sudah hangat dibicarakan baik oleh para pengamat ekonomi, ilmuwan, maupun praktisi bisnis sejak tahun 1990 (Payamta dan Setiawan, 2004) Beams (2007) mengungkapkan beberapa alasan mengapa penggabungan usaha dapat menghasilkan nilai: 1. Cost Advantage 2. Lower Risk 3. Fewer Operating Delays 4. Avoidance of Takeover 5. Acquisition of Intangible Assets

Proposal Penelitian

1

Suta (2000) juga mengemukakan alasan-alasan perusahaan melakukan merger dan akuisisi yakni:
1. Keuntungan

dari

segi

operasi

(operating

advantage),

melalui

kemungkinan pencapaian skala ekonomis.
2. Keuntungan dari segi finansial (financial advantage), yang didapat melalui

manfaat di pasar uang ataupun pasar modal. 3. Kemungkinan untuk meningkatkan pertumbuhan usaha, yakni dengan mengakselerasi tingkat pertumbuhan dibandingkan dengan melalui ekspansi internal. 4. Diversifikasi atas usaha perusahaan, sehingga dengan demikian dapat menjaga agar perolehan tingkat keuntungan tidak mengalami fluktuasi. .Bapepam (2009) mengungkapkan bahwa akuisisi mulai ada di Indonesia sejak tahun 1990. Transaksi akuisisi pertama pada pasar modal Indonesia adalah transaksi akuisisi yang dilakukan oleh PT Jakarta International Hotel Development melalui pembelian 100% saham PT Danayasa Arthatama pada tahun 1990. Setahun setelah transaksi tersebut, Ketua Bapepam mengirimkan Surat dengan nomor S-456/PM/1991 kepada seluruh emiten yang berisi persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembelian saham atau penyertaan pada perusahaan lain. Harga yang dibayar perusahaan pengakuisisi atas perusahaan yang diakuisisi (perusahaan target) adalah didasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Hal ini diatur dalam Undang-undang nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Sebelum memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan, perusahaan pengakuisisi melihat bagaimana prospek perusahaan target ke depan. Dalam menentukan harga akuisisi, perusahaan pengakuisisi mempunyai banyak pertimbangan. Golrida (2003) meneliti pengaruh hasil penilaian independen dan nilai buku perusahaan target terhadap penentuan harga akuisisi. Hasilnya menunjukkan bahwa hasil penilaian independen dan nilai buku perusahaan target berpengaruh positif terhadap harga akuisisi. Hal ini menunjukkan pentingnya peran profesi
Proposal Penelitian 2

Sampel yang digunakan adalah 30 perusahaan yang tercatat di Bapepam yang melakukan transaksi akuisisi mulai tahun 2007 sampai dengan 2009. 1. ROE. size perusahaan dan nilai buku aktiva bersih (book value of net assets). Perusahaan yang dipilih adalah perusahaan target berada dalam satu grup dengan perusahaan pengakuisisi. maka penelitian ini dibatasi antara lain: 1. tetapi dengan variabel riset dan sampel yang berbeda. Proposal Penelitian 3 .2 Perumusan Masalah Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1.akuntan akuntan (auditor) sebagai pihak independen yang menilai laporan keuangan (nilai buku) dan profesi penilai. Penelitian ini pada dasarnya merupakan replikasi dari penelitian Golrida (2003) dengan menggunakan metode penelitian yang sama. sehingga diperlukan pengendalian mutu atas kedua profesi tersebut.3 Pembatasan Masalah Mengingat perlunya batasan masalah dalam penelitian ini. Apakah ROA perusahaan target mempengaruhi penetapan harga akuisisi? 2. Variabel riset yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROA. Apakah book value of net asset perusahaan target mempengaruhi penetapan harga akuisisi? 1. Apakah ROE perusahaan target mempengaruhi penetapan harga akuisisi? 3. Apakah size perusahaan target mempengaruhi penetapan harga akuisisi? 4.

Kedua perusahaan itu berharap bisa memperoleh pangsa pasar yang lebih besar dengan efisiensi biaya. Bagi dunia akademis Proposal Penelitian 4 . size perusahaan dan book value of net asset dari perusahaan target terhadap penetapan harga akuisisi oleh perusahaan pengakuisisi. 1.2 Tujuan Khusus Penelitian Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh ROA. ROE. 1.4. Alasan inilah yang mendasari pemilihan sampel menggunakan perusahaan yang melakukan integrasi horizontal. 2. Akuisisi terjadi pada tahun 2007-2009.1 Tujuan Penelitian Tujuan Umum Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menguji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penetapan harga akuisisi oleh perusahaan pengakuisisi.Menurut Sveiby (2001) analisis menggunakan ROA dan ROE hanya dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan yang berada pada industry yang sama. Perusahaan yang kuat cenderung membeli perusahaan lain untuk meningkatkan daya saing dan menghemat biaya. Krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 2008 mempunyai dampak negatif terhadap perusahan-perusahaan di Indonesia diantaranya melemahnya kondisi keuangan perusahaan.4 1. Alasan pemilihan periode ini adalah sekaligus untuk mengetahui pengaruh krisis keuangan global terhadap penentuan harga akuisisi. sehingga pada tahun 2008 ini banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan akuisisi demi keberlanjutan usahanya.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan memberi manfaat sebagai berikut: 1.4. 1.

Bagi perusahaan Menberi masukan mengenai penetapan harga akuisisi bagi perusahaanperusahaan yang ingin melakukan akuisisi.Untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan menambah literatur hasil penelitian di bidang ekonomi. 2. Proposal Penelitian 5 .

Atau Pemekaran Usaha. 43/PMK. Akuntan terlibat karena dalam proses akuisisi harus dilakukan terlebih dahulu penilaian terhadap kesehatan keuangan masing-masing perusahaan sehingga pada saat akuisisi dapat mencerminkan kondisi aktiva. Dalam PMK disebutkan. mengakui suatu kewajiban atau mengeluarkan saham. Menkeu menetapkan penggunaan nilai lain selain harga pasar. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan harga akuisisi yang layak. kewajiban dan modal masingmasing perusahaan secara wajar. Penggabungan usaha ini melalui proses yang tidak mudah dan melibatkan banyak profesi dalam berbagai bidang misal ahli hukum. Besarnya nilai investasi pada perusahaan target adalah Proposal Penelitian 6 . Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 22.1 Pengertian Akuisisi Akuisisi adalah salah satu bentuk penggabungan usaha. notaris dan akuntan.1 Landasan Teori 2. yaitu atas dasar nilai sisa buku (pooling of interest) terhadap perusahaan yang akan melakukan akuisisi. akuisisi adalah suatu bentuk penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan yaitu perusahaan pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi/perusahaan target (acquiree). dengan memberikan aktiva tertentu.BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2. Akuisisi juga diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.03/2008 tentang Penggunaan Nilai Buku Atas Pengalihan Harta Dalam Rangka Penggabungan.1. Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-52/PM/1997 mensyaratkan dilakukannya analisis atas kewajaran nilai saham dan aktiva tetap perusahaan yang melakukan penggabungan usaha. Peleburan.

Di sisi lain.3 Motif Melakukan Akuisisi Pada prinsipnya terdapat dua motif yang mendorong sebuah perusahaan melakukan akuisisi yaitu motif ekonomi dan motif non-ekonomi.1.1. Integrasi vertikal Integrasi vertikal adalah penggabungan dua/lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda. Integrasi konglomerasi Integrasi konglomerasi adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk dan/jasa yang tidak saling berhubungan dan bermacammacam. 2003) Proposal Penelitian 7 . Integrasi horizontal Integrasi horizontal adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama. tetapi didasarkan pada keinginan subjektif atau ambisi pribadi atau manajemen perusahaan (Moin. secara berturut-turut. tahapan produksi dan/atau distribusi. 2. Motif ekonomi berkaitan dengan esensi tujuan perusahaan yaitu meningkatkan nilai perusahaan atau memaksimalkan kemakmuran pemegang saham. 2.sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung/sebesar nilai buku perusahaan target. 3. 2007): 1.2 Tipe-tipe penggabungan usaha/akuisisi Akuisisi ada 3 macam (Beams. 2. motif nonekonomi adalah motif yang bukan didasarkan pada esensi tujuan tersebut.

Motif Non-ekonomi Aktivitas akuisisi terkadang dilakukan bukan untuk kepentingan ekonomi saja tetapi juga untuk kepentingan yang bersifat non-ekonomi seperti prestise dan ambisi. d. Proposal Penelitian 8 . yang berarti bahwa managemen salah satu perusahaan lebih efisien dan aktiva perusahaan yang lemah akan lebih produktif setelah merger dan (4) Peningkatan pangsa pasar akibat berkurangnya persaingan (Brigman. Pengaruh sinergi dapat timbul dari empat sumber yaitu (1) Penghematan operasi. (3) Perbedaan efisiensi. produksi atau distribusi. Motif sinergi Sinergi merupakan nilai keseluruhan perusahaan setelah melakukan akuisisi yang lebih besar daripada penjumlahan nilai masing-masing perusahaan sebelum akuisisi. Diversifikasi dimaksud untuk mendukung aktivitas bisnis dan operasi perusahaan untuk mengamankan posisi bersaing. (2) Penghematan keuangan. b. yang meliputi biaya transaksi yang lebih rendah dan evaluasi yang lebih baik oleh para analisis sekuritas. Motif ekonomi Esensi tujuan perusahaan dalam perspektif managemen keuangan adalah seberapa besar perusahaan mampu menciptakan nilai bagi perusahaan dan bagi pemegang saham. yang dihasilkan dari skala ekonomis dalam manajemen. 2001) c. Motif Diversifikasi Diversifikasi adalah strategi pemberagaman bisnis yang dilakukan melalui akuisisi. pemasaran. Akuisisi memiliki motif ekonomi yang tujuan jangka panjangnya adalah untuk mencapai peningkatan nilai tersebut.a.

Hanafi dan Halim (1996) mendefinisikan rasio profitabilitas sebagai rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan. terlalu rendah (undervalued). aset. Rasio profitabilitas dapat diukur dari beberapa indicator yaitu: (Subramanyam.4 Return on Assets dan Return on Equity Rasio profitabilitas merupakan aspek fundamental perusahaan.1.6 Nilai Buku Nilai buku dapat digunakan untuk mengidentifikasi saham mana yang harganya wajar.2. (Utama dan Santosa.1. dan terlalu tinggi (overvalued) sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi investasi. karena selain memberikan daya tarik yang besar bagi investor yang akan menanamkan dananya pada perusahaan juga sebagai alat ukur terhadap efektivitas dan efisiensi penggunaan semua sumber daya yang ada di dalam proses operasional perusahaan.1. dan modal saham tertentu. 1998) Proposal Penelitian 9 . 2000) 2. 2. 2008) • • • • • ROA ROE Profit margin ROI EPS Penelitian ini menggunakan ROA dan ROE sebagai variabel independen karena ROA dan ROE ini adalah rasio profitabilitas yang paling sering digunakan.5 Size Perusahaan Size perusahaan diukur dengan logaritma dari total assets (Hartono.

Hasilnya menunjukkan bahwa hasil penilaian independen dan nilai buku perusahaan target berpengaruh positif terhadap harga akuisisi.2. Bretten et all (2001) menyatakan. make judgements. the media and the court and the apparent lack of a coherent and consistent result from the valuation process has damaged the reputation of the valuation profession. “Valuers do not operate with perfect market knowledge. Proposal Penelitian 10 . analyze information and respond to different pressures when preparing a valuation and all these factors influence the final valuation figure. sehingga perlu dilakukan studi lanjut apakah rasio-rasio keuangan dan size perusahaan target juga berpengaruh terhadap harga akuisisi. Studi yang dilakukan oleh Golrida tidak mengeksplorasi faktor rasio keuangan dan ukuran perusahaan dalam penentuan harga akuisisi. 2. Value can be difficult to assess due to the heterogenity of property and the number of transactions occur at prices that do not represent market values.3 Pengembangan Hipotesis Hipotesis yang diturunkan adalah sebagai berikut: H1: ROA (Return On Assets) perusahaan target berpengaruh positif terhadap penetapan harga akuisisi oleh perusahaan pengakuisisi.2 Hasil penelitian lain yang relevan Penetapan harga akuisisi tidaklah mudah. they must follow client instructions. The ability of valuers to make effective estimations of value has been subjected to intense scrutiny by academia. Hal ini menunjukkan pentingnya peran profesi akuntan akuntan (auditor) sebagai pihak independen yang menilai laporan keuangan (nilai buku) dan profesi penilai. sehingga diperlukan pengendalian mutu atas kedua profesi tersebut. Ada banyak risiko yang menyebabkan penetapan harga akuisisi tidak akurat.” Golrida (2003) meneliti pengaruh hasil penilaian independen dan nilai buku perusahaan target terhadap penentuan harga akuisisi.

maka semakin banyak modal yang ditanam. Jika perusahaan target mempunyai ROA yang tinggi. H2: ROE (Return On Equity) perusahaan target berpengaruh positif terhadap penetapan harga akuisisi oleh perusahaan pengakuisisi. ROA adalah suatu rasio profitabilitas yang merepresentasikan kemampuan asset dalam menghasilkan net income. NetIncome NetIncome Proposal Penelitian 11 . Semakin banyak total aktiva perusahaan target. prospek ke depan dari perusahaan ini bagus sehingga perusahaan pengakuisisi bersedia untuk membayar lebih dalam penentuan harga akuisisinya. Jika perusahaan target mempunyai ROA yang tinggi. ROA= AverageTot alAsset Semakin tinggi ROA menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai kinerja yang bagus dalam menghasilkan profit. baik modal secara keseluruhan atau modal sendiri (Van Horn dan Machowicz 1997:148-149). Dengan demikian.Rasio profitabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba (profit) selama periode tertentu dengan menggunakan aktiva atau modal. ROE= AverageSto ckholders ' equity Semakin tinggi ROE menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai kinerja yang bagus dalam menghasilkan profit. semakin tinggi size perusahaan. semakin bagus sehingga perusahaan pengakuisisi bersedia untuk membayar lebih dalam penetapan harga akuisisi. prospek ke depan dari perusahaan ini bagus sehingga perusahaan pengakuisisi bersedia untuk membayar lebih dalam penentuan harga akuisisinya. H3: Size perusahaan perusahaan target berpengaruh positif terhadap penetapan harga akuisisi oleh perusahaan pengakuisisi. Size perusahaan diukur dari logaritma total assets.

H4: Book value of net asset perusahaan target berpengaruh positif terhadap penetapan harga akuisisi oleh perusahaan pengakuisisi. Jika perusahaan target mempunyai modal yang lebih besar. maka perusahaan pengakuisisi bersedia untuk membayar lebih dalam penetapan harga akuisisi. Book value diukur dengan mengurangi total aktiva denga total hutang. Book value merepresentasikan modal (equity) yang dimiliki perusahaan. Proposal Penelitian 12 .

sehingga pada tahun 2008 ini banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan akuisisi demi keberlanjutan usahanya. Alasan pemilihan periode ini adalah sekaligus untuk mengetahui pengaruh krisis keuangan global terhadap penentuan harga akuisisi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: 1. Kedua perusahaan itu berharap bisa memperoleh pangsa pasar yang lebih besar dengan efisiensi biaya.BAB III METODOLOGI RISET 3. Alasan inilah yang mendasari Proposal Penelitian 13 . Krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 2008 mempunyai dampak negatif terhadap perusahan-perusahaan di Indonesia diantaranya melemahnya kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan yang mengalami pengakuisisian pada antara tahun 2007-2009. Perusahaan yang kuat cenderung membeli perusahaan lain untuk meningkatkan daya saing dan menghemat biaya. Yang dimaksud integrasi atau penggabungan usaha secara horizontal adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha sejenis atau pasar yang sama. Menurut Sveiby (2001) analisis menggunakan ROA dan ROE hanya dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan yang berada pada industri yang sama. Pada umumnya dasar dibentuknya penggabungan ini adalah untuk menghindari adanya persaingan antara perusahaan yang sejenis dan meningkatkan efisiensi usaha di antara perusahaan-perusahaan sejenis yang bergabung itu. 2.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang mengalami pengakuisisian. Perusahaan yang melakukan integrasi horizontal.

pengaturan. total Proposal Penelitian 14 . dan pengawasan sehari-hari kegiatan pasar modal. 3. diperlukan data yang lengkap. Data mengenai net income. ROE. Annual report perusahaan target. sehingga perusahaan yang datanya tidak lengkap dikeluarkan dari sampel. Data mengenai perusahaan-perusahaan yang mengalami pengakuisisian pada tahun 2007-2009 dapat diperoleh dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Data yang digunakan yaitu: 1. 2. ada kemungkinan bahwa salah satu atau beberapa variabel penelitian tidak dapat diukur. Bapepam adalah badan yang melakukan pembinaan. Perusahaan yang datanya tidak lengkap dikeluarkan dari sampel. Daftar perusahaan-perusahaan yang mengalami pengakuisisian pada tahun 2007-2009. 3. ROE. Tanpa adanya data yang lengkap.pemilihan sampel menggunakan perusahaan yang melakukan integrasi horizontal. Untuk dapat mengukur ROA. Dalam menganalisis pengaruh ROA. size perusahaan dan book value of net asset dari perusahaan target dibutuhkan annual report dari perusahaan target. size perusahaan dan book value of net asset perusahaan target terhadap penentuan harga akuisisi. Daftar harga akuisisi.2 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. total asset. Data mengenai harga akuisisi perusahaan target oleh perusahaan pengakuisisi juga diperoleh dari Bapepam. 3.

Size perusahaan Menurut Lana (2007). 3.1 Variabel independen Variabel independen dari penelitian ini ada 4 yaitu: 1.stockholders’ equity. dan book value of net asset yang digunakan untuk pengukuran variabel semuanya terdapat di annual report. Return on Equity (ROE) ROE dapat diukur dengan membagi net income dengan average stockholders’ equity. penjualan dan kapitalisasi pasar. penjualan dan kapitalisasi pasar. Dari ketiga variabel ini. Annual report diperoleh dari situs perusahaan maupun dari BEI. Semakin besar total assets. total aktiva dipilih sebagai proxy atas ukuran perusahaan dengan Proposal Penelitian 15 . Ketiga variabel ini digunakan untuk menentukan ukuran perusahaan karena dapat mewakili seberapa besar perusahaan tersebut. maka semakin banyak modal yang ditanam. 2.3.3 Operasionalisasi Variabel 3. Average stockholders’ equity diukur dengan menambah jumlah stockholders’ equity pada tahun terjadinya akuisisi dengan stockholders’ equity tahun sebelumnya kemudian dibagi dua. 3. semakin banyak penjualan maka semakin banyak perputaran uang dan semakin banyak kapitalisasi pasar maka semakin besar pula perusahaan dikenal oleh masyarakat. ukuran perusahaan dapat dinyatakan dalam total assets. Return on Asset (ROA) ROA dapat diukur dengan membagi net income dengan average total assets. Semakin besar total assets. Average total assets diukur dengan menambah total asset pada tahun terjadinya akuisisi dengan total assets tahun sebelumnya kemudian dibagi dua. maka semakin besar pula ukuran perusahaan itu.

mempertimbangkan bahwa nilai aktiva relatif lebih stabil dibandingkan dengan nilai kapitalisasi pasar dan penjualan dalam mengukur ukuran perusahaan. 4. jumlah aktiva (log asset) yang dimiliki oleh perusahaan yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan untuk terjadinya akuisisi merupakan proksi dari ukuran perusahaan sebagai variabel independen. Size perusahaan diukur dengan logaritma dari total assets (Hartono.3. 3. Dalam penelitian ini. 2000). ROA ROE Size Perusahaan Book Value Harga Akuisisi Proposal Penelitian 16 . Book value of net assets Book value of net assets diukur dengan mengurangi total assets dengan total liabilities.2 Variabel Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga akuisisi.

4 Metode Analisis Data Penelitian ini akan menggunakan model regresi berganda untuk menentuka hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. sebagai berikut: Y= a + b1 ROA + b2 ROE + b3 FS + b4 BV + e Keterangan: Y b1 ROA b2 ROE b3 FS b4 BV : Harga akuisisi : Return on Assets perusahaan target : Return on Equity perusahaan target : Firm Size perusahaan target : Book Value of Net Assets perusahaan target Proposal Penelitian 17 .3.

2002.com/2008/05/Perusahaan Bangkalany. Eugene F and Gapensky. Pantja. Louis C. 1993. 1984. Journal of Property. 1997. Advanced Accounting Tenth Edition. Harahap. http://bambang77001. 2002. Bambang Budianto: Minggu 25 Mei 2008. Analisa Laporan Keuangan. Jurnal Ekonomi Volume 1. Floyd. Sofwan Safri. “Membangun Merek dengan Mengakuisisi Perusahaan: Realitas Merek-merek yang Berhasil (Studi Kasus Coca-Cola. Jakarta: Bina Aksara. 1996. USA: The Dryden Press. No. 2. 3 PP 236-282. Yogyakarta: Liberty.blogspot. Fourth Editions. Fadly. Brigham. Yogyakarta: UUP-AMP YKPN. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Akuntansi Lanjutan. James and Peter Wyatt. “Variance In Commercial Property Valuation for Lending Purposes: An Empirical Study”. Menilai Perusahaan dengan Pendapatan Negatif. Teori Akuntansi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Wachowicz. Investment & Finance Vol 19 No. Beams. Horn James C. Proposal Penelitian 18 . Intermediate Financial Management.DAFTAR PUSTAKA Arifin. 2004. Mahmud dan Abdul Halim. Starbuck & HM Sampoerna)”. 2007. Djati. dan John M. Hanafi. New Jersey: Prentice Hall. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan (Buku Satu: Alih Bahasa Heru Sutojo) Edisi Kesembilan. 2001. Pokok-pokok Akuntansi Lanjutan. Bretten. Juni 2005.

Mas’ud. 265. 1986. Peleburan. Merger. Yogyakarta: BPFE. “Analisis Pengaruh Akuisisi Internal Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur”. Financial Statement Analysis. Akuisisi dan Divestasi. 2004. Karyawati. Subramanyam. John. Yogyakarta: Ekonisia. Golrida. “Analisis Pengaruh Merger dan Akuisisi Terhadap Kinerja Perusahaan Publik di Indonesia. New York: McGraw-Hill. 2007.Ikatan Akuntan Indonesia. Boston: Mc. hlm. Moin. 3. Larsen. Proposal Penelitian 19 . Jilid 1. 43/PMK. K and John Wild. Menuju Pasar Modal Modern. 22. Atau Pemekaran Usaha Setiawan. 2002. 2000. Lindrianasari. Suta. Jakarta: Salemba Empat. Ikhtisar Teori & Soal Jawab Akuntansi Lanjutan 1. 2003. 2 Tahun 2003 Machfoeds. 7 no. “Hasil Penelitian Independen & Penentuan Harga Akuisisi”. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. Doddy dan Payamta. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.” Jurnal Riset Akuntansi Indonesia vol. 2003. Abdul. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume 8 No. GrawHill. Jakarta: Yayasan SAD Satria Bhakti.03/2008 tentang Penggunaan Nilai Buku Atas Pengalihan Harta Dalam Rangka Penggabungan. Akuntan Indonesia edisi no. 13 Tahun II/Desember 2008 Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-06/PM/1997 Tentang Penggabungan Usaha atau Peleburan Usaha Perusahaan Publik atau Emiten. Modern Advanced Accounting. (2003).

1.AYB. 2001. Utama.Sveiby.127-140. S dan Santosa. 1. “A knowledge-based theory of the firm to guide strategy formulation. Warren et all. Financial Accounting. K. 1998. 2007. 1997. h. Waldy.” Journal of Intellectual Capital 2(4): 344-358. Valuation Accuracy."JRAI. B. Kaitan antara Rasio Price/Book Value dan Imbal Hasil Saham pada BEJ. Ohio: Thomson Higher Education. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.No. Vol. Proposal Penelitian 20 . 64th FIG Permanent Committee Meeting & International Symposium. Singapore.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.