Sifat-sifat Kimia Halogen Semua unsur halogen ada dalam bentuk molekul diatomik, yang berwujud gas

, cair, dan padat. F berwujud gas dan berwarna kuning pucat, Cl berwujud gas dan berwarna hijau kekuningan, B r berwujud cair dan berwarna merah coklat dan I berwujud padat dan berwarna ungu hitam. Tapi I dapat berubah wujud pada suhu kamar menjadi gas berwarna ungu-biru. 1. Semua unsur halogen dapat membentuk senyawa dengan penarikan satu elektron dari luar, maupun secara kovalen. 2. Umumnya unsur-unsur halogen memiliki tingkat oksidasi -1, namun demikian halogen dapat pula memiliki tingkat oksidasi +1, +3, +5 dan +7, kecuali flourin. 3. Semua unsur halogen merupakan oksidator yang sangat kuat. Kekuatan oksidator ini berkurang dari fluorin ke iodin. 4. Semua unsur halogen dapat bereaksi dengan semua unsur logam dan beberapa unsur non logam. Fluorin merupakan unsur yang paling reaktif dan kereaktifannya berkurang untuk unsur-unsur halogen yang lain sesuai dengan kenaikan nomor atom. 5. Semua unsur halogen dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk asam halida (HX). 6. Kecuali fluorin, semua unsur halogen dapat membentuk asam oksi dengan rumus HXO, HXO , HXO dan HXO4 yang disebut sebagai asam hipohalit, asam halit, asam halat, dan asam perhalat. 7. Unsur-unsur halogen dapat pula bergabung dengan sesama unsur halogen membenuk senyawa antar halogen. Senyawa-senyawa ini dapat dibedakan ke dalam empat kelompok senyawa yaitu : 1. Kelompok AX, contoh : ClF, BrCl, ICl 2. Kelompok AX3, contoh : ClF3, BrF3, IF3 3. Kelompok AX5, contoh : BrF5, IF5 4. Kelompok AX7, contoh : IF7

Sifat Kimia Fluor dan klor membantu reaksi pembakaran dengan cara seperti oksigen. Brom berupa cairan merah tua pada suhu kamar mempunyai tekanan uap yang tinggi. Fluor dan klor biasanya berupa gas. Reaksi-reaksi halogen antara lain seperti berikut. 1) Reaksi Halogen dengan Air Semua unsur halogen kecuali fluor berdisproporsionasi dalam air, artinya dalam reaksi halogen dengan air maka sebagian zat teroksidasi dan sebagian lain tereduksi. Fluorin bereaksi sempurna dengan air menghasilkan asam fluorida dan oksigen. Reaksi yang terjadi seperti berikut.

pulp. Reaksi F2 dan Cl2 dengan hidrogen disertai ledakan tetapi bromin dan iodin bereaksi dengan lambat. Perhatikan contoh reaksi fluorin dengan tembaga berikut. . dan bahan pakaian. Bromin dan iodin tidak bereaksi dengan emas. 2) Reaksi Halogen dengan Hidrogen Halogen bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen halida. 6) Reaksi Halogen dengan Nonlogam dan Metaloid Tertentu Halogen bereaksi secara langsung dengan sejumlah nonlogam dan metaloid. Perhatikan contoh reaksi berikut ini. Unsur yang lebih elektronegatif sebagai zat oksidator dan diberi bilangan oksidasi negatif dalam senyawaannya. Secara umum reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut. Perhatikan reaksi berikut. Adapun nitrogen tidak langsung bersatu dengan halogen karena ketidakaktifannya. reaksi yang terjadi seperti berikut. 4) Reaksi Halogen dengan Logam Halogen bereaksi dengan kebanyakan logam. dan stirium (misal Y) bereaksi dengan unsur halogen (X). 5) Reaksi Halogen dengan Hidrokarbon Halogen umumnya bereaksi dengan hidrokarbon dengan cara menggantikan atom-atom hidrogen. platinum atau beberapa logam mulia lainnya. Fluorin mudah bereaksi tetapi iodin sukar bereaksi. Senyawa antarhalogen dapat mengalami reaksi hidrolisis. 3) Reaksi Halogen dengan Halogen Reaksi halogen dengan halogen menghasilkan senyawa yang dinamakan senyawa antarhalogen. Senyawa-senyawa antarhalogen bersifat diamagnetik dan merupakan oksidator kuat. tekstil. arsen. Senyawa NaClO digunakan sebagai zat pemutih kertas. Perhatikan contoh reaksi metana dengan klorin berikut ini. Unsur nonlogam fosfor dan metaloid boron.Ion ClO¯ merupakan bahan aktif zat pemutih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful