146 views

Uploaded by touwil

save

You are on page 1of 70

Tanah merupakan tempat hidup dari tanaman yang menjadikanya bagian

yang penting bagi pertumbuhan tanaman tersebut. Tanah yang baik adalah tanah

yang mampu menyediakan unsur-unsur hara secara lengkap. Namun,

pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi faktor-faktor penunjang kesuburan tanah.

Selain harus mengandung zat organik dan anorganik, air dan udara yang tidak

kalah penting adalah pengolahan tanah yang bertujuan memperbaiki struktur

tanah.

Pengolahan tanah akan memberikan dampak perubahan terhadap tanah itu

sendiri yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan

tanaman. Hasil pengolahan yang maksimal harus dilakukan dengan suatu sistem

pengolahan yang tepat sesuai dengan keadaan yang akan diolah. Dengan hasil

pengolahan maksimal merupakan salah satu cara untuk menghasilkan produk dari

sector pertanian dengan pengolahan tanah yang tepat lebih tinggi dibandingkan

dengan tanpa pengolahan tanah. Dampaknya petani dapat meperoleh keuntungan

yang lebih baik.

Tujuan praktikum ³Pengolahan Tanah´ adalah membajak tanah dan

mengendalikan gulma yang tumbuh serta menggemburkan dan menghaluskan

tanah sehingga tanah menjadi gembur dan rata.

c

ÊÊ Ê

Pengolahan tanah merupakan setiap manipulasi mekanik terhadap tanah

yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan

tanaman. Tujuan pengolahan tanah adalah untuk menyiapkan tempat pesemaian,

tempat bertanam, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa

tanaman, dan memberantas gulma. Menurut Soepardi (1979), mengatakan bahwa

mengolah tanah adalah untuk menciptakan sifat olah yang baik, dan sifat ini

mencerminkan keadaan fisik tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Cara

pengolahan tanah sangat mempengaruhi struktur tanah alami yang baik yang

terbentuk karena penetrasi akar atau fauna tauna, apabila pengolahan tanah terlalu

intensif maka struktur tanah akan rusak (Ibnu, 2008).

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengolah tanah, antara lain:

(Anonim, 2009)

1. Jenis Tanaman

Setiap jenis tanaman mempunyai toleransi yang berbeda terhadap media

tanamnya. Tanaman yang dipanen pada bagian akar (seperti umbi-umbian)

memerlukan media tanah yang gembur dan dalam agar pertumbuhan umbinya

lebih besar. Demikian juga jika tanaman tersebut tidak tahan terhadap

genangan air, maka drainase harus lebih baik.

2. Jenis Tanah

Jenis tanah yang bengandung lempung cenderung lebih sulit dalam

pengolahan tanah, karena jika terlalu kering atau terlalu basah akan mengeras.

Tanah berlempung diusahakan diolah pada saat air kapasitas lapang (air tidak

tergenang dan tidak meresap). Untuk tanah berpasir mengolah pada waktu

basah akan lebih mudah.

3. Kemiringan lahan

Kemiringan lahan diperhatikan untuk mengatur jalannya air. Prinsipnya

adalah pada waktu mengairi, lahan dapat cepat mendapatkan air secara merata

(hemat air). Begitu juga jika mengeluarkan air, tidak ada air yang tergenang

ë

4. 5. (adanya kubangan pada lahan). jenis tanah. lebar got/bedengan. Jenis Alat Jenis alat seperti bajak singkal. Pada saat lahan terlalu basah atau terlalu kering mutu pengolahan tanah tidak sesuai harapan. tanah akan menempel pada rotary dan hasilnya sangat minim. Pada waktu air keluar juga jangan sampai merusak tanaman karena terlalu deras. Sedangkan tanaman yang membutuhkan gembur dapat mengunakan rotary. bahkan kadang-kadang pengolahan tanah tidak berguna. - . sehingga hasil tidak maksimal. contohnya pada tanah lempung basah kita lakukan rotary. garu. Musim Musim pada saat mengolah tanah mempengaruhi biaya dan mutu pengolahan tanah. Tanaman yang membutuhkan perakaran dalam membutuhkan bajak. Kemiringan got atau bedengan tanaman yang baik adalah 2% sampai 7% tergantung curah hujan. Vegetasi Lahan Vegetasi lahan adalah tumbuhan di lahan pada saat pengolahan tanah. 6. rotary harus disesuaikan dengan jenis tanaman dan jenis tanah. Alat pengolahan tanah bisa terhambat jika banyak vegetasi/tumbuhan pada lahan. Idealnya pengolahan tanah dilakukan pada saat tidak ada tumbuhan diatasnya. Prinsip tersebut dipakai untuk membuat got ataupun bedengan tanaman.

Tali raffia 3. ÊÊÊ Bahan yang digunakan dalam praktikum ³Pengolahan Tanah´ adalah 1. Sebidang tanah yang akan diolah. Roll meter r . Cangkul 2. Bambu Alat yang digunakan dalam praktikum ³Pengolahan Tanah´ adalah 1. 2.

Bagian parit dicangkul sedalam kurang lebih 30 cm. Bersihkan permukaan petakan dari gulma dan bebatuan yang ada. 3. tanah pada petakan dicangkul hingga gembur.2 x 4 m2 dibuat dengan membuat batas dengan tali raffia dan selain petakan buat juga batasan parit diantara petakan yang dibuat. 2. . Permukaan tanah yang telah dicangkul diratakan. Petakan berukuran 3. Ê 1. 4. 5. Setelah bersih.

Ê .

Perbedaan Lahan Sebelum dan Sesudah Pengolahan NO Sebelum Sesudah 1 Banyak terdapat bebatuan. sisa panen dan gulma yang tumbuh panen dan gulma 2 Tanahnya padat Tanahnya menjadi gembur dan remah 3 Aerasinya buruk Aerasinya baik 4 Tidak terdapat saluran drainase Terdapat saluran drainase berbetuk parit disekeliling bedengan. Tabel. sisa Lahan bersih dari bebatuan. 5 Lahanya rata Lahanya berbentuk bedengan .

gulma dan bebetuan dilakukan secara manual. 2. Pada saaat paktikum dilakukan beberapa kegiatan pengolahan antara lain: 1. semakin gembur tanah akan mendukung pertumbuhan awal Î . Pembuatan bedengan Pembuatan bedengan bertujuan sebagai tempat tumbuh tanaman dan mengatur jalannya air. Praktikum pengolahan tanah menggunkan cangkul sebagai alat utama. Penggemburan tanah Penggemburan bertujuan meremahkan tanah supaya akar berkembang maksimal. Lahan dibersihkan dari sisa panen. Penyiapan dan pembersihan lahan Penyiapan lahan dengan membuat pola bedengan pada lahan mengunakan tali raffia. Pembuatan bedengan dilakukan secara manual mengunakan cangkul dengan membuat parit disekeliling bedengan. 3.

Mempermudah penggunaan pupuk dan obat-obatan di dalam tanah. Pencapaian tujuan dari pengolahan tanah terlihat dari kondisi tanah yang berubah setelah dilakukan pengolahan pada saat prkatikum. Setiap pengolahan tanah perlu untuk mempersiapkan fisik tanah. Pertumbuhan tanaman menjadi baik. pengolahan tanah cenderung mempercepat kerusakan u . 3. Alat yang digunakan adalah cangkul. Jumlah dan panjang akar tanaman yang tumbuh pada tanah remah umumnya lebih banyak dibandingkan dengan akar tanaman yang tumbuh pada tanah berstruktur berat. sisa panen dan batuan serta memiliki aerasi dan drainase yang baik. Perubahan yang terjadi antara lain tanah yang menjadi gembur dan remah. Begitu pula peredaran udara menjadi optimal yang berarti akan menjamin aktivitas biologis menjadi optimal pula. dibandingkan tanah yang padat (Anonim. Pengaruh struktur dan tektur tanah terhadap pertumbuhan tanaman terjadi secara langsung. sehingga antara pemasukan air dan pengeluarannya menjadi seimbang yang berarti cepat basah dan cepat mengering dalam artian untuk kehidupan tanaman. Tujuan pengolahan tanah. Tujuan pengolahan salah satunya adalah memperbaiki struktur dan tekstur tanah. 2008). karena dengan adanya pengolahan tanah memungkinkan peredaran air. antara lain: (Soedyanto. lahan bersih dari gulma. 1988) 1. Pada jangka panjang. Selain itu akar memiliki kesempatan untuk bernafas secara maksimal pada tanah berpori. memperbaiki struktur dan porositas tanah. Kondisi seperti ini diharapkan dapat menunjang pertumbuhan tanaman. Struktur tanah yang remah pada umumnya menghasilkan laju pertumbuhan tanaman dan produksi persatuan waktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan stuktur tanah yang padat. udara dan suhu di dalam tanah menjadi lebih baik. Meningkatkan sifat-sifat tanah. tanaman (perkecambahan ataupun pertumbuhan tanaman muda). Hal ini disebabkan perkembangan akar tanaman pada tanah padat. 2. sebagai akibat mudahnya intersepsi akar pada setiap pori-pori tanah yang memang tersedia banyak pada tanah remah.

Pengolahan tanah terus menerus mempercepat oksidasi bahan organik tanah. sedangkan pengolahan pada kondisi terlalu lembab menyebabkan efek smearing. Pengaruh ini lebih nyata kalau operasi pengolahan dilaukan dibawah kondisi yang kurang tepat. Memadatkan tanah.tanah. Cacing tanah merupakan biota tanah penting untuk indikator kesehatan tanah. è . dan pembentukan sistem dispersi akibat irigasi atau hujan setelah pengolahan. dan laju infiltrasi 2. antara laian: (So dkk. Mengurangi kandungan bahan organik tanah. Mengurangi mikrobia tanah. 3. infiltrasi dan erosi.5 sampai 6 kali akibat pengolahan tanah. kestabilan agregat. Meningkatkan emisi CO2. 4. Beberapa dampak jangka panjang pengolahan tanah yang merugikan. Pemadatan tanah secara langsung terjadi akibat beban alat pengolah tanah. sehingga mengurangi kandungan bahan organik. Pengurangan populasi cacing tanah dapat mencapai 2. Pengolahan pada kondisi terlalu kering akan menyebabkan hasil olah terlalu halus sehingga mendorong terbentuknya sistem terdispersi. 2000) 1. Kehilangan CO2 selama 4 hari pada awal musim pertanaman pada tanah yang selalu lembab. baik oleh selip roda traktor maupun oleh geseran alat pengolah. setara dengan 90 kg dan 950 kg per hektar bahan organik berturut-turut untuk tanah bertekstur liat dan lempung berpasir.

sisa panendan bebatuan serta memiliki aerasi dan drainase yang baik. 2. Ê Ê Berdasarkan praktikum ³Pengolahan Tanah´ yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa 1. bersih dari gulma. ^ . Tanah setelah diolah menjadi gembur. Pengolahan tanah yang dilakukan dengan menggunakan cangkul dapat memberikan dampak positif terhahap sifat fisik. kimia dan biologi tanah.

http://agricoach- inc. . 1988.81. Diakses pada tanggal 20 Juni 2010.86. dkk.180/inovasi/kl070504. Diakses pada tanggal 20 Juni 2010.com/?page_id=136. .pdf . 2009. . Anonim. 2009. Soeyanto. Anonim. http://124.

Purdue University. D. HB.rudyct. Jakarta. R. Indiana. c . . K. So. N. 2000 . Menzies. Freebairn.com/PPS702-ipb/09145/ibnu_umar. Dalal. Diakses pada tanggal 20 Juni 2010. Y. Konservasi. M. CV Yasaguna.pdf. 2008. Umar. Chan. Ibnu. http://www.

Ê .

Usaha penanaman benih harus dilakukan dengan benar dan tepat agar tanaman tumbuh baik. Oleh karena itu dalam proses penanaman harus benar-benar diperhatikan langkah-langkahnya agar tanaman dapat tumbuh sebagai mana mestinya. Dalam penanaman ada dua macam cara. Tanaman yang ditanam dengan cara yang benar akan dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Seringkali terjadi para petani melakukan penanaman akan tetapi hanya dengan asal tanam saja tanpa memperhatikan langkah-langkahnya secara baik. yaitu langsung ditanam pada media tanam dan melalui pesemaian terlebih dahulu. sehingga produksi yang dihasilkan rendah. Kekeliruan pada tahap ini bukan saja dapat menurunkan produksi. cc . Menanam merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam usaha produksi tanam. melainkan juga dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau mati sebelum menghasilkan. Kegiatan penanaman merupakan salah satu langkah dalam budidaya tanaman. Dalam penanaman yang paling penting adalah waktu tanam dan persiapan tanah. Tujuan prkatikum ³Penanaman´ adalah mempelajari dan mempraktekkan cara menanam tanaman semusim. produksinya maksimal dan pada akhirnya tujuan untuk dapat memperoleh keuntungan dapat tercapai.

pada tanah dengan topografi berbukit miring. Tiap tanaman memiliki waktu tanam yang berbeda. agar kegagalan dapat dihindari. Sistem Tanam Mengacu pada usaha konservasi lahan terdapat 2 pola tanam yaitu untuk lahan dataran tinggi ditanam dengan pola monokultur. kemarau dan akhir musim hujan. jenis. Penentuan Jarak Tanam Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan jarak tanam yakni singkat kesuburan tanah. 2. melainkan juga dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau mati sebelum menghasilkan. Pada tanah yang subur. 1988) Hal yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan penanaman adalah (Anonim. Tanaman harus ditanam di musim yang tepat. ada tanaman yang baik ditanam pada musim hujan. Karena kesalahan dalam bercocok tanam hanya akan membuang biaya. Jenis atau klon tanaman yang berkanopi lebar di tanam dengan jarak yang lebih besar di bandingkan dengan berkanopi kecil. tenaga dan waktu (Soeyanto. atau akhir musim kemarau. Tanaman yang tidak ditanam pada musim yang tepat pertumbuhannya akan lambat. biasanya jarak tanaman lebih besar karena harus mengikuti arah garis kontour. ÊÊ Ê Menanam merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam usaha produksi tanam. Sehingga cara menanam perlu dipelajari dengan baik. jarak tanam biasanya lebih besar jika di bandingkan pada tanah yang kurang subur. cë . atau mudah terserang serangan hama/ penyakit sehingga produksinya akan berkurang. Kekeliruan yang terjadi pada tahap ini tidak saja dapat menurunkan produksi. dan untuk dataran rendah dengan pola tumpang sari. Sedangkan. atau klon tanaman dan tingkat kemiringan lahan. 3. Saat dan Waktu Tanam Penentuan waktu tanam berkaitan erat dengan kesediaan air di lokasi yang bersangkutan. 2007) 1.

**a. Penanaman dengan pola monokultur untuk dataran rendah yakni
**

penanaman satu jenis tanaman.

b. Penanaman tumpang sari. Penanaman tanaman pokok dan diantara

tanaman pokok juga ditanam satu jenis tanaman lain misalnya

c-

ÊÊÊ

Bahan yang digunakan dalam praktikum ³Penanaman´ adalah

1. Benih jagung

2. Benih kacang hijau

3. Furadan

4. Pupuk Urea

5. Pupuk SP-20

6. Pupuk KCl

Alat yang digunakan dalam praktikum ³Penanaman´ adalah

1. Tujal

2. Penggaris

3. Roll meter

4. Tali raffia

cr

Ê

1. Pola jarak tanam diukur dan dibuat pola menggunakan tali raffia agar lebih

mudah. Jarak tanam untuk jagung 160cm x 40cm dan kacang hijau 40cm x

20cm.

2. Lubangi setiap lubang tanam yang telah dibuat polanya dengan menggunakan

tugal. Tiga lubang lagi dibuat disekitar lubang tanam untuk lubang pupuk.

3. Furadan dimasukkan lebih dahulu dilubang tanam kacang hijau kemudian dua

buah benih kacang hijau dimasukkan kedalam tanah.

4. Pada lubang tanaman jagung masukkan dua buah benih jagung.

5. Pupuk dimasukkan kedalam masing-masing lubang pupuk. Satu lubang untuk

Urea, satu lubang untuk SP-20 dan sisanya KCl.

6. Tutup semua lubang dengan tanah.

c

Ê .

Pupuk SP-20 ݏ݅ݏܦ íൌ ൈ ݇ܽݐ݁ݏܽݑܮ ͳ݄ܽ ͷ݇݃ ൌ ൈ ሺͶ ൈ ͵Ǥʹ݉ଶ ሻ ͳͲͲͲͲ݉ ଶ ൌ ͻ݃݉ܽݎ c. Pupuk Urea ݏ݅ݏܦ ൌ ൈ ݇ܽݐ݁ݏܽݑܮ ͳ݄ܽ ͷͲ݇݃ ൌ ൈ ሺͶ ൈ ͵Ǥʹ݉ଶ ሻ ͳͲͲͲͲ݉ଶ ൌ Ͷ݃݉ܽݎ b. maka Kebutuhan benih = 2 × 160 lubang tanam = 320 benih Kacang Hijau 2. Pupuk KCl ݏ݅ݏܦ 2ൌ ൈ ݇ܽݐ݁ݏܽݑܮ ͳ݄ܽ cÎ . Kebutuhan benih Kacang Hijau ݇ܽݐ݁ݏܽݑܮ σ ݇ܽݐ݁ݎ݁݉ܽ݊ܽݐ ܾ݃݊ܽݑܮൌ ݉ܽ݊ܽݐ݇ܽݎܽܬ ሺͶ ൈ ͵ǡʹሻ ݉ଶ ൌ ሺͶͲ ൈ ʹͲሻܿ݉ ଶ ଵଶ଼ మ = ଼ మ = 160 lubang tanam Jika satu lubang tanam 2 benih. Kebutuhan pupuk Kacang Hijau a. 1.

ͷͲ݇݃ ൌ ൈ ሺͶ ൈ ͵Ǥʹ݉ଶ ሻ ͳͲͲͲͲ݉ଶ ൌ Ͷ݃݉ܽݎ .

vitamin (B1. belerang.) merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia. terkilir. niasin. dan kepala pusing (Achyad dan Rasyidah. sedangkan sistem tanam tumpang sari dengan jagung dilakukan oleh kelompok lainnya. 2007).2000). dan E). minyak lemak. 2006). Sedangkan dilahan tegalan dilakukan pada awal musim hujan (Anonim. Dapat dipanen pada umur 55-60 hari 4. Dapat ditanam pada tanah yang kurang subur 5. Selain itu juga dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis. antara lain: amylum. magnesium. mangan. Kacang hijau memiliki kelebihan ditinjau dari segi agronomi dan ekonomis. beri-beri. Kelompok kami menanam kacang hijau dengan sistem tanam monokultur. 1. kepala pusing/vertigo. Manfaat lain dari tanaman ini adalah dapat melancarkan buang air besar dan menambah semangat hidup. seperti: bubur kacang hijau dan isi onde-onde. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan praktikum. protein. Cara budidayanya mudah Tanaman kacang hijau pada lahan sawah tanaman kacang hijau ditanam pada musim kemarau setelah padi. cu . kurang darah. Praktikum dilaksanakan pada lahan tegalan dan pada saat itu hujan masih turun. Kecambahnya dikenal sebagai tauge. dan lain-lain. jantung mengipas. Lebih tahan kekeringan 2. Praktikum ini terbagai atas banyak petak yang setiap petaknya ditanam dengan pola tanam yang berbeda-beda. A. Serangan hama dan penyakit lebih sedikit 3. demam nifas. seperti: (Sunantara. Tanaman ini mengandung zat-zat gizi. kalsium. memulihkan kesehatan. Kacang hijau ( L. kencing kurang lancar. besi.

Jarak tanam yang optimum dipengaruhi oleh factor tipe varietas dan musim tanam (Suprapto dan Tateng. Dalam praktikum yang dilakukan menggunakan pupuk Urea. terlebih pada saat tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pemberian unsur nitrogen tidak perlu menunggu sampai menjelang unsur tersebut diperlukan tanaman karena biasanya tanaman dapatn menyimpan sendiri unsur nitrogen. Jarak tanam yang tepat adalah penting dalam pemanfaatan sinar secra optimal untuk proses fotosintesisnya. Benih kacang hijau ditanam dengan cara tugal. Furadan adalah insektisida atau nematisida sistemik berbentuk butiran warna ungu. Menurut Cagampang (1975) populasi tanaman pun besar pengarunya dalam produksi tanaman. Pupuk tersebut mengandung unsur-unsur antara lain : (Novizan. jarak tanam 40 cm x 20 cm. jenis-jenis tanah. dan SP36. kandungan bahan organik. batang sampai daun. banyaknya curah hujan. Jadi tujuan dari pemberian furadan adalah untuk mencegah serangan hama dini pada benih yang baru ditanam. Peranan unsur phosphor di dalam dunia pertanian amat penting sekali hingga phosphor kerap disebut sebagai The masterkey of agriculture (kunci utama dalam pertanian). Pemberian pupuk yang mengandung nitrogen harus memperhatikan faktor- faktor seperti umur tanaman. 2007). untuk mengendalikan hama- hama pada tanaman. b. Penggunaan unsur cè . Jumlah benih yang dibutuhkan dalam penanaman kacang hijau monokultur adalah 320 benih. Benih sebelum ditanam di beri Furadan. Nitrogen (N) Unsur ini punya pengaruh besar terhadap pertumbuhan batang dan daun. dengan jarak 40 cm x 10 cm atau 40 cm x 15 cm. KCl. Phosphor(P) Unsur ini penting sekali sekali untuk pertumbuhan tanaman. Jarak tanam dan luas tanaman menentukan jumlah populasi dalam petak tersebut. tiap lubang diisi 2 biji (Anonim. mulai dari perakaran.Menurut Suprapto dan Tateng (1988) menanam pada musim hujan terdapat resiko besar serangan penyakit dan waktu panen. 2002) a. 1988). Penanaman kacang hijau pada saat praktikum adalah dengan cara tugal.

diajurkan memberikan pupuk 50 kg Urea. Pemupukan juga dilakukan pada tahap penanaman. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan praktikum yaitu Urea 50 kg/ha. Kekurangan unsur kalium pada tingkat yang berat menyebabkan warna daun nampak menguning hingga keabu-abuan dan di bagian dekat pokok tulang daun tampak kering. c. pupuk SP-20 96 gram dan KCl 64 gram. Berdasarkan kebutuhan itu dapat dihitung kebutuhan pupuk per petaknya. c^ . Guna mempertahan hara. Kalium (K) Peranan unsur kalium bagi tanaman tidak kalah penting dengan unsur yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa unsur kalium mempunyai hubungan erat dengan sistem penghisapan dan penyimpanan air di seluruh bagian tanaman. phosphor haruslah hati-hati karena senyawa unsur phosphor yang diberikan dalam bentuk senyawa DS atau super phosphat dan triple phosphat tidak mudah meresap dalam tanah. sehingga tanaman tidak tahan terhadap kekeringan. 75 kg SP36 dan 50 kg KCI per hektar Suprapto dan Tateng (1988). Peresapan unsur phosphor ini dapat berjalan dengan cepat. Maka dari itu penggunaan phosphor ini sebaiknya dicampur dengan pupuk kandang. SP-20 75kg/ha dan KCl 50kg/ha. Tanaman yang kekurangan zat kalium dapat berakibat menipisnya zat pati (hidrat arang). kemudian dimasukkan agak dalam ke tanah. jika tanah cukup banyak mengandung humus. Pupuk perpetaknya adalah pupuk urea 64 gram. Pupuk ini ditempatkan pada lubang yang berbeda untuk mneghindari reaksi antar pupuk.

Benih yang dibutuhkan untuk penanaman ber gantung dari luas petak. Kacang hijau yang ditanam adalah dengan sistem monokultur. ë . jarak tanam dan jumlah benih per lubang. cara tanam dan jarak tanam. 2. Ê Ê Berdasarkan praktikum ³Penanaman´ yang telah dilakukan . jarak tanam 40cm x 20cm. dapat disimpulkan bahwa 1. Hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman kacang hijau adalah waktu tanam.

. http://www. . 2007.go. 2007.bi. Anonim. Diakses pada tanggal 15 juni 2010.id/sipuk/id/?id=4&no=20117&idrb=41601 . Anonim.

Taiwan. % & ' ( $ .php?option=com_content&view=ar ticle&id=143:budidaya-kacang-hijau&catid=48:panduanpetunjuk-teknis- leaflet&Itemid=53 . 1988. !" # $. 1975. Soeyanto. C. " $)# Agromedia Pustaka. Cagampang. M. Anwari.id/index. Jakarta. . 2004. dan R. Iswanto.litbang. April 2004.go. dkk. Annual Report. 2002. Berita Puslitbangtan No.deptan. !" http://sulsel. Novizan. Diakses pada tanggal 20 Juni 2010. 16 hlm. 29.

I. CV Yasaguna. 2000 .M. Jakarta. .M. Sunantara.

No. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Denpasar. Agdex: 142/35. !" No. Bali. Seri: 03/Tanaman/2000/September 2000.

. 1988. Suprapto dan Tateng.

Jakarta. !". PT Penebar Swadaya. ëc .

Ê .

Semakin baik cara pemeliharaan tanamannya. pemeliharaan sangatlah penting dalam proses budidaya tanaman karena merupakan salah satu faktor utama. Tujuan praktikum ³Pemeliharaan´ adalah melakukan pemeliharaan tanaman dengan baik selama pertumbuhan tanaman tersebut. Pemeliharaan tanaman disini dimaksudkan dengan semua tindakan manusia yang bertujuan untuk memberi kondisi lingkungan yang menguntungkan sehingga tanaman tetap tumbuh dengan baik dan mampu memberikan hasil atau produksi yang maksimal. gulma. gangguan alam dan lain sebagainya yang merupakan penghambat pertumbuhan bagi tanaman. sehingga produksi tanaman menjadi menurun. Maka tanaman perlu dipelihara agar tumbuh dengan baik dan terhindar dari berbagai keadaan yang tidak menguntungkan seperti gangguan hama penyakit. Oleh karena itu. untuk memperoleh produksi yang maksimal maka faktor-faktor penghambat tersebut harus ditekan serendah-rendahnya. kekurangan air. karena merupakan salah satu faktor penentu dalam produktivitas tanaman dan merupakan salah stu cara untuk menekan factor penghambat pertumbuhan tanaman. ëë . Pemeliharaan tanaman sangatlah penting. Tanaman yang dibudidayakan tidak dapat dibiarkan begitu saja untuk dapat hidup dengan baik. Jika produksi tanaman menurun maka tentunya akan sangat merugikan bagi para petani. maka semakin tinggi pula produktivitas tanaman dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu.

Melakukan pemeliharaan berarti harus mengetahui akan kebutuhan tanaman. pemupukan. ÊÊ Ê Pemeliharaan tanaman adalah semua tindakan manusia yang bertujuan untuk memberi kondisi lingkungan yang menguntungkan. pemberantasan hama dan penyebab penyakit. sehingga diperlukan suatu tata air agar kebutuhan air dapat terjamin. sehingga tanaman tetap tumbuh dengan baik dan mampu memberikan hasil yang maksimum.1984 ). Pada prisipnya pemeliharaan tanaman menyangkut tindakan : (Soedyanto. irigasi dan drainase. pembumbunan. tanaman membutuhkan unsur ± unsur hara atau mineral yang ada di dalam tanah (Hendro. Bersifat khusus. karena dalam pertumbuhannya. antara lain : penyiangan. air. Soil management 3. baik pupuk. peptisida. Crop management 2. Bersifat umum. ë- . Penggunaan bibit unggul. yaitu : (Soedyanto. dan pemberian seresah. tata air yang baik. Water management Menurut sifatnya pemeliharaan tanaman dibedakan menjadi 2 macam. antara lain : pemangkasan. dan unsur hara yang lain. Pupuk diperlukan oleh semua tanaman budidaya untuk pertumbuhannya. Maksud dari tata air adalah memberikan air atau irigasi pada tanaman. 2. apabila tanaman kekurangan dan membuangnya apabila kelebihan atau mengalami drainase. serta pemberantasan hama dan penyakit. pemupukan dengan macam dan dosis yang tepat. Semua itu adalah cara ± cara pemeliharaan tanaman yang sering disebut dengan panca usaha tani ( Hendro Sunaryono. 1988) 1. bercocok tanam yang baik. Pest management 4. 1988) 1. 1984) Tanaman membutuhkan air yang cukup.

Tugal 2. Pupuk Urea 2. Pancong ër . ÊÊÊ Bahan yang digunkan dalam praktikum ³Pemeliharaan´ adalah 1. Benih kacang hijau Alat yang digunkan dalam praktikum ³Pemeliharaan´ adalah 1.

2. Pupuk urea dimasukkan kedalam lubang tersebut kemudian tutup lubangnya dengan tanah. ë . Ini dilakukan pada saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam. 3. 4. Jumlah benih yang tidak tumbuh atau rusak diganti dengan benih tanaman yang baru pada saat tanaman berumur 1 minggu setelah tanam. Ê 1. Satu lubang dibuat dengan tugal disekitar tanaman. Lahan pertanamanya dibersihkan dari gulma.

Ê .

Benih kacang hijau yang ditanam tidak semuanya tumbuh dan ada juga yang rusak. . Benih yanga dibutuhkan untuk menggantinya adalah 46 benih.

Pemupukan yang teratur akan menghasilkan tanah yang subur. Praktikum pemeliharaan yang dilakukan adalah pemupukan. Cara manual dilakukan dengan mencabuti langsung gulma-gulma tersebut sampai akar-akarnya dengan menggunakan tangan. 1984) 1. penyiangan dan penyulaman. Penyiangan Penyiangan merupakan kegiatan pemeliharaan tanaman yang bertujuan untuk membersihkan gulma-gulma yang ada di sekitar tanaman yang mengganggu 9 9 9 9 99 Penyiangan dilakukan seawal mungkin karena kacang hijau tidak tahan bersaing dengan gulma. Pemupukan juga harus sesuai dengan dosis. pada saat penanaman telah dipupuk dari separuh kebutuhan. Penyiangan dilakukan dua minggu sekali. Pemupukan Tujuan dari pemupukan adalah membuat tanah menjadi subur dan mensuplai unsur-unsur hara yang kurang di dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. Pelaksanan pemupukan pada saat pemeliharaan hanya diberikan pupuk urea saja. apabila terlalu banyak akan membuat tanah menjadi padat sehingga tanaman menjadi layu dan pada akhirnya dapat menimbulkan kematian. Berikut adalah penjelasan masing-masing dari tindakan pemeliharaan: (AAK. 2. Penyiangan dilakukan 2 kali pada umur 2 dan 4 minggu (Anonim. 2007) Pelaksanaan praktikum mencabuti gulma dilakukan dengan cara manual. Hal ini disebabkan karena urea merupakan pupuk yang gampang larut dan mudah ëÎ .

2002). pada saat penanaman masih terjadi hujan secara intensif setiap harinya hingga panen. Penyiraman tidak dilakukan pada saat praktikum. mengalami pencucian sehingga jika dilakukan sekaligus menjadi boros karena pencucian tersebut (Novizan. Penyulaman Penyulaman merupakan tindakan untuk mengganti tanaman yang rusak dan benih yang tidak tumbuh. Sebab. Penyiraman bertujuan untuk menjaga kondisi tanah tetap lembab atau menjaga dari kekeringan tanaman yang tidak dapat balik (irreversible) dan mengakibatkan kematian. ëu . Benih yang ditambahkan sebanyak 46 benih. Penyulaman dilakuakan pada saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam. 3. Benih kacang hijau yang ditanam tidak semuanya tumbuh.

2. Pemeliharaan tanaman bertujuan untuk memelihara tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Ê Ê Berdasarkan praktikum ³Pemeliharaan´ yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa 1. dan penyiangan. ëè . pemupukan. Tindakan pemeliharaan pada kacang hijau yang telah dilakukan adalah penyulaman.

(*(. 1984. AAK.

. Jakarta : Kanisus Anonim. 2007. .

" $)# Agromedia Pustaka. 1988.php?option=com_content&view=ar ticle&id=143:budidaya-kacang-hijau&catid=48:panduanpetunjuk-teknis- leaflet&Itemid=53 .id/index. Soeyanto. dkk. 2002. .litbang.deptan. Diakses pada tanggal 20 Juni 2010 Novizan. !" http://sulsel. Jakarta.go.

Jakarta. (! . ë^ . Bandung. Sunarjono. C. Hendro. 1984. . Sinar Baru. CV Yasaguna.V.

Ê .

Tujuan praktikum ³Pengamatan dan Panen´ adalah mengamati. menganalisis variable yang ada pada tanaman dan melakukan pemanenan. - . penanganan atau pengelolaan lepas panen. Ticakan yang salah dari panen maka dapat mengakibatkan kehilangan hasil dak dampaknya adalah mengalami kerugian. Penanganan meliputi penanganan atau pengelolaan sebelum panen. Usaha-usaha di bidang pertanian kegiatan penanganan dan pengelolaan tanaman penting sekali untuk diperhatikan dari sejak penyiapan lahan penanamannya sampai kepada penyimpanan hasil-hasil tanamannya. penanganan atau pengelolaan menjelang panen. Tanpa memperhatikan kegiatan penanganan atau pengelolaan tersebut sudah dapat dipastikan usaha pertanaman akan mengalami kegagalan atau kalau menghasilkan maka hasilnya akan kurang memuaskan baik dalam kuantitas maupun dalam kualitas. Panen merupakan salah satu tindakan yang penting dalam uasaha budidaya tanaman. penanganan atau pengelolaan saat panen. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan panen yang tepat sesuai dengan jenis tanamannya untuk menurunkan kehilangan hasil.

berurutan ( + $$). 2002). diolah. Panen adalah proses pengambilan komponen-komponen produksi dari tanaman yang dibudidayakan dengan tujuan untuk dikonsumsi. 3. Penanganan atau pengelolaan sebelum panen. Tujuan penanganan saat panen yaitu agar diperoleh hasil yang memuaskan. 2. 1996) -c . 4. dipasarkan atau digunakan untuk keperluan lainnya (Tim Penulis PS. baik kualitas maupun kuantitas (sesuai dengan yang diharapkan pasar atau konsumen) yang kesemuanya itu akan lebih menguntungkan petani penanamnya. 1996) Kegiatan penanganan atau pengelolaan penting sekali dilakukan sejak penyiapan lahan penanamannya sampai kepada penyimpanan dan penyiapan hasil tanaman untuk dipasarkan. 1988) 1. Berikut adalah penanganan panen: (Soedyanto. Dengan adanya penanganan dan pengelolaan saat panen diharapkan nantinya adalah tidak banyak hasil yang terbuang dan tidak banyak hasil yang rusak (Tim Penyusun PS. Penanganan atau pengelolaan lepas panen. ÊÊ Ê Sistem pertanaman ganda adalah suatu strategi produksi tanaman terdiri atas berbagai kegiatan menigkatkan hasil tanaman per satuan luas lahan per satuan waktu melalui penanaman beberapa jenis tanaman secara bersamaan ( $$). atau kombinasi antara tanaman tunggal dan tanaman campuran secara berurutan pada petak lahan sama selama setahun (Tohari. Penanganan atau pengelolaan saat panen. Penanganan atau pengelolaan menjelang panen.

Kertas Koran -ë . Alat tulis 4. Data hasil pengamatan tanaman jagung tumpang sari dari kelompok lain. ÊÊÊ Bahan yang digunakan dalam praktikum ³Pengamatan dan Panen´ adalah 1. Timbangan analitik 2. Buku catatan 5. Oven 6. 3. Mistas 3. Data hasil pengamatan kelas E dan F Alat yang digunkan dalm praktium ³Pengamatan dan Panen´ adalah 1. Tanaman kacang hijau 2.

Timbanglah bobot total biji yang diperoleh dari panen petak efektif. kemudian tanaman sample tersebut dioven hingga kering dan timbang bobot keringnya. 5. Pada saat panen ambil dua sampel tanaman dari setiap sudut dan di tengah 3. 4. dipanen pada bagian petak efektifnya saja dan sisakan tanaman bordernya. dan jumlah daun tripoliat yang dilakukan setiap dua minggu sekali 2. 6. Pengamatan yang dilakukan adalah tinggi tanaman. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis DMRT. Ê 1. Sisa tanaman dilahan. Hitung jumlah cabang produktif dan bobot bijinya dari sample. -- . luas daun.

Ê .

08 118.65 2.84 9.138 J. Hibrida c.68 134. Pengamatan Ke-1 (12 April 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 25.54 2.468 26.39 2. Manis KH Tumpang Sari 40.825 J.60 23.92 23.887 28.11 32.1 43. Hibrida b.532 2.25 22. Manis KH Tumpang Sari 22.572 KH Tumpangsari 11 2.83 J.8 17. Pengamatan Ke-3 (10 Mei 2010) B I II III IV Ó P -r .49 3.25 10.96 40.46 10. Pengamatan Ke-2 (26 April 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 43.4 44.667 8.137 KH Tumpangsari 38. a.807 J.33 122.725 42.

55 22.63 99.4 39.12 126.11 30. Pengamatan Ke-1 (12 April 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 50.83 73.63 337.61 265.22 J.144 Jagung Manis Monokultur 28.36 314.24 26.27 276.336 66.53 10.45 187.86 45.74 74.38 74.46 426.25 30.14 75.46 Jagung Hibrida a.38 64.97 17.61 132.9 73.0 57. Pengamatan Ke-4 (24 Mei 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 111.776 28.512 115. Monokultur 97. Manis KH Tumpang Sari 73.64 133.742 J.556 KH Tumpangsari 83.27 Jagung Hibrida Tumpangsari 80.49 144.4 Jagung Manis Tumpang Sari 136.87 323.37 60.014 26.92 11.676 Jagung Hibrida - .37 211.8 24. Hibrida d.58 86.39 Jagung Manis KH Tumpang Sari 75.22 133.76 KH Tumpangsari 110.48 76.15 532.64 99.

36 681. Pengamatan Ke-2 (26 April 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 290.6 919.09 543 2292.9 370.b.53 259.816 2101.96 170.367 435.25 Jagung Manis Tumpang Sari 673.1 628.36 2208.4 1993.149 595.08 142. Pengamatan Ke-4 (24 Mei 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 506.82 656.30 708. Pengamatan Ke-3 (10 Mei 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 528.405 434.88 435.627 Jagung Manis Monokultur 218.834 Jagung Manis Monokultur 648.573 Jagung Hibrida d.6238 Jagung Hibrida Tumpangsari 198.072 Jagung Hibrida c.898 736.58 125.03 311.337 172.72 1569.48 Jagung Manis Tumpang Sari 280.4638 160.1774 Jagung Hibrida Tumpangsari 495.85 360.335 Jagung Manis -Î .16 148.7874 392.57 106.73 678.835 488.444 200.04 585.16 197.0 190.78 341.47 128.

Hibrida b. Manis KH Tumpang Sari 31. Pengamatan Ke-1 (12 April 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 21.35 34.5 73.54 793.63 13.93 Jagung Hibrida Tumpangsari 506.21 461. Pengamatan Ke-2 (26 April 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 40.904 2998.55 KH Tumpangsari 36.55 33.02 1151.038 489.67 942.1 426.88 J. Monokultur 681.84 31.04 J.6 32.1 11.38 36. Manis KH Tumpang Sari 35.86 15.03 13.0 27.965 Jagung Hibrida ) a.35 21.38 14.84 129.14 Jagung Manis Tumpang Sari 716.93 2722.07 2873.09 9.83 J.8 26.8 61. Hibrida -u .28 J.5 55.25 786.74 15.01 KH Tumpangsari 17.3 998.73 111.65 12.003 642.52 22.8 138.6 13.

43 55.67 71.45 77.36 19.9 43.3 291. Hibrida d.46 243.14 60.6 44.48 -è . Pengamatan Ke-1 (12 April 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 37.85 Jagung Hibrida a.03 20.33 58.9 79.8 26.3 18.79 26. Pengamatan Ke-4 (24 Mei 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 89.7 258.03 84.45 67.2 76.80 291.3 116.15 19.c.85 J.1 26.3 57.33 KH Tumpangsari 53.4 83.47 64.58 195. Manis KH Tumpang Sari 53.34 67.1 68.48 J.77 19.68 287.4 53.35 Jagung Manis KH Tumpang Sari 54.75 64.7 27.78 KH Tumpangsari 62.0 51.46 Hibrida Tumpangsari 28.99 Jagung Manis Monokultur Jagung 27. Pengamatan Ke-3 (10 Mei 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 70.6 95.

2 Jagung Hibrida Tumpangsari 79.15 Jagung Manis Tumpang Sari 197.02 71.1 Jagung Hibrida Tumpangsari 173. Jagung Manis Tumpang Sari 79.8 230.33 Jagung Hibrida b.95 69.4 62.6 130.45 130.72 Jagung Hibrida -^ .1 160.25 Jagung Hibrida c.8 68.5 144.93 645.0 157.7 64.1 113.16 269.74 607.74 85.45 34.1 129.3 580.8 132.13 18.1 23.6 138.0 150. Pengamatan Ke-3 (10 Mei 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 178.3 78.89 Jagung Manis Monokultur 86.55 42.02 66.25 Jagung Manis Tumpang Sari 89.9 170.6 23.18 127.3 595.6 286. Pengamatan Ke-2 (26 April 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 93.73 322.4 72.93 42.3 162.43 Jagung Manis Monokultur 176.

7 191.3 231.98 Jagung Hibrida !.16 252.0 171.6 201.3 159.8 804.95 219.25 190.6 225.0 862.71 Jagung Hibrida Tumpangsari 228.93 869.3 Jagung Manis Tumpang Sari 231.d. Pengamatan Ke-4 (24 Mei 2010) B I II III IV Ó P Monokultur 228.03 241.6 901.63 Jagung Manis Monokultur 267.8 207.6 190.

5 154. .2 397. 471. 106.32 Jagung Hibrida Tumpangsari 31. . 40.35 Jagung Manis Monokultur 71.1 195.5 Jagung Hibrida r .4 .5 Jagung Manis Tumpang Sari 40.95 192 344.7 312.75 204.5 . Bobot Kering Tanaman (G) Bobot Kering I II III IV Ó Tanaman Monokultur 45.5 .1 895.

!.

!.

70 5.H 3.00 84.40 3.00 139.2 23.80 4.24 2.15 39.M 3. J.59 T.4 23.00 151.00 143.01 5.5 93.10 Bobot kering tanaman (g) U I II III IV P Monokultur 14.80 3.92 T.12 3.S.S. J.00 608.00 T.65 rc .0 T.00 220.70 13.S.9 22.S. J.S.M 27.77 4.32 3. J.30 17.00 132.7 101.30 3.50 6.13 Bobot petak efektif (g) U I II III IV P Monokultur 172.S.75 18.40 3.3 T.65 24.0 Bobot biji sampel (g) U I II III IV P Monokultur 1.8 20.H 10.75 T.00 6. J.88 11.5 26.00 T.00 147.90 4.00 18. J.00 180.H 183.70 4." Cabang produktif U I II III IV P Monokultur 3.50 16. J.7 73.70 2.20 4.00 671. J.10 586.00 4.H 2.65 18.M 154.S.55 T.M 4.7 16.S.00 160.

TITLE : kacang hijau .

.

.

$ 23/1 ! ').. !" # $%&&'() %&&*(+#(.' LUAS DAUN (CM 2) $ -.00/.-/3./200/21 1./01/0.---/22 $0/$1$ -/0.2/21 3$/$1 3/221/-.$1/122 /00 $-1/311$./0 0/1/-$.' .

4 -$./$10/303 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 0-21/$$-3.02$2$/$$-2. $-/-31323/$$211 $/$) $0/. 670/$8 )")(&(9(6'" rë .

TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR luas daun (cm2) / 55555555555555555555555555555555555555 5555 .

555555555555555555555555555555555555555555 3/2 5 $-$/220/3) -$/-2-/$.) 555555555555555555555555555555555555555555 02/.- 555555555555555555555555555555555555555555 )")(&(9(6'" :'#()//.

/.

08 .

7.')/130/$00 0/$ TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR luas daun (cm2) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !" #3/2' %&&'()-$/220' %&&*(+#(."".(99.8 $5." )(&(9(6'"!=.+='6!.."'""*.')9!!<.'$-$/-2-' 555555555555555555555555555555555555555555 02/.- 55555555555555555555 5555555555555555555555 .#.08!.#'#.!+= .

/$ 2/-11 /0$-/331/. $0/$ 2/23$/$.0 $$/011/. / TINGGI TANAMAN (CM) $ 00/$/-3/3 -/-.112/303 /$3 /2.13/./-3 /313 r- .

ANALYSIS OF VARIANCE FOR tinggi tanaman .

0. 0$/.2-- 67$/-8 )")(&(9(6'" TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR tinggi tanaman (cm) / 555555555555555555555555555555555555555555 .0 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 555555 5555555555555555 33/0.) -3/.303$2/-0$3- 4 $0$/-$102-/1-3113 $/.221-01/03$.

555555555555555555555555555555555555555555 0/13 5 $3/3-0 5-/$03$) 2/$-0$/3) 555555555555555555555555555555555555555555 /2$. 555555555555555555555555555555555555555555 )")(&(9(6'" :'#()//.

/.

08 .

'2/$-0' 5555555555555555555555555555555 55555555555 /2$.1./0-3 /.8 $5. 555555555555555555555555555555555555555555 rr .- TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR tinggi tanaman (cm) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555 555555555555555555555555555555 !" #$0/13' %&&'()3/3-0' %&&*(+#(.')/.

')9!!<.""..!+= .+='6!. .#.#'#."'""*.(99.7." )(&(9(6'"!=.08!.

$ /03/32 /01 ANALYSIS OF VARIANCE FOR daun tripoliat . / DAUN TRIPOLIAT (BUAH) $ -/$01/0200/$11 0/1$0 $-/11/$010/$01 0/$11 /0$0/-01/111 /$0 2/120$/20/01 /01 0/-.

) $/$. /.30-2/$232$$ $/1.-2 67-/28 )")(&( 9(6'" TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR daun tripoliat (buah) / 555555555555555555555555555555555555555555 .--2/00-03 $/) -/3$1 31/--3100.2$. 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 1/.

555555555555555555555555555555555555555555 0/$-$0 5 $0/1111 51/$-$0) /1201 5/320) r .

$ 555555555555555555555555555555555555555555 )")(&(9(6'" :'#()//. 5555555555 55555555555555555555555555555555 /22.

/.

08 .

')1/0-/312 $/1.')9!!<.#.+='6!..(99."".8 $5.3 TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR daun tripoliat (buah) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !" #0/$-$0' %&&'()$0/1111' %&&*(+ #(.08!.!+= ."'""*.'/1201' 555555555555555555555555555555555555555555 /22.$ 55555555555555555555555555555555555555555 ." )(&(9(6'"!=.#'#.7.

/11 $3/$1 $$/31$/-31$$/1 $/221 $/0$1$/01$/$1 $/31 20/231 2$/12/.3 $/302 ANALYSIS OF VARIANCE FOR intensitas cahaya ./1$2/$31$.01 2/021 $0/$-1$/12$/. / INTENSITAS CAHAYA (LUX) $ $.

rÎ .

21/311.!?)")(&(9(6'" TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR intensitas cahaya (lux) / 555555555555555555555555555555555555555555 .2$ /. $/./20>> -$/-101/$$$$ 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 11/123.) $.7.0/$$--2 2/-0- 1.2 67$/28 >>)(&(9(6'"'"8!.1$.

! :'#()//. 555555555555555555555555555555555555555555 $3/-120 5 $$/3.7.20 5-/211>> $/320 5/2-11>> 555555555555555555555555555555555555555555 $/23$ 555555555555555555555555555555555555555555 >>)(&(9(6'"'"8!.

/.

08 .

!+= .')9!!<.7.'$$/320+ 555555555555555555555555555555555555555555 $/23$ 555555555555555555555555555555555555555555 .20' %&&*(+#(.08!."".#'#.8 $5.(99.')1/--1/1 /2$2 TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR intensitas cahaya (lu x) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !" #$3/-1206 %&&'()$/3..+='6!.#."'""*." )(&(9(6'"!=.

/ :'#()//.

/.

08 .

')1/--1/1 /2$2 ru .8 $5.

ANALYSIS OF VARIANCE FOR jumlah cabang produktif . JUMLAH CABANG PRODUKTIF (BUAH) $ $ $.03 - 30 2 $ 0 2 123 .

!?)")(&(9(6'" TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR jumlah cabang produktif (buah) / 5555555555555 55555555555555555555555555555 . 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 0-/------2 67/8 >>)(&(9(6'"'"8!.7. 2/0/2222223 /) $$./-----2 $/03 $-/->> -1/-----2/-.

! >)(&(9(6'"'"08!.! rè . 555555555555555555555555555555555555555555 / 5 $2/1/ 3>> 0/3$/0> 555555555555555555555555555555555555555555 3/2 555555555555555555555555555555555555555555 >>)(&(9(6'"'"8!.7.7.

:'#()//.

/.

08 .

')9!!<.$/ / TABLE OF PERLAKUAN (P ) MEANS FOR jumlah cabang produktif (buah) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !" #/' %&&'()2/16 %&&*(+#(.'$0/3+ 555555555555555555555555555555555555555555 3/2 555555555555555555555555555555555555555555 .+='6!.!+= .')1/." )(&(9(6'"!=..#'#."".8 $5.08!.7."'""*.(99. #.

3- 1$ -$.$ $- $3120-. / HASIL BIJI PERTANAMAN (BUAH) $ $0-$0. 3 $2$-3$2 $-2 11211$. 2 ANALYSIS OF VARIANCE FOR hasil biji pertanaman .

.-2$/10- /$0) $$. r^ ./---2-1./3>> -$1//333.2$/ 2. $-/.

-2 67/28 >>)(&(9(6'"'"8!.555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 $$$2/.!?)")(&(9(6'" TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR hasil biji pertanaman (buah) / 555555555555555555555555555555555555555555 .7.

7.7. 555555555555555555555555555555555555555555 $00/3 5 $2-/$$1/0>> $-. 555555555555555555555555555555555555555555 >>)(&(9(6'"'"8!./3 /1> 555555555555555555555555555555555555555555 /.! >)(&(9(6'"'"08!.! :'#()//.

/.

08 .

#'#."'""*.#..!+= .08!. 555555555555555555555555555555555555555555 ." )(&(9(6'"!=./3+ 555555555555555555555555555555555555555555 /.+='6!.8 $5.')9!!<."".')/1/ 0/ TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR hasil biji pertanaman (buah) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !" # $00/3' %&&'()2-/6 %&&*(+#(.'$$-.7.(99.

/ BOBOT BIJI SAMPLE (GRAM) $ /221/231/-.1 /201 $/11/11/.11 /011 .

312/3. $/11$/.11$/11 $/011 2/1312/.1 2/201 $/-1$/--1$/-1 $/03 ANALYSIS OF VARIANCE FOR bobot biji sampel .

1.7.2-01111/13$.-2 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 555555 5555555555555555 -/. 1/--11111/100 4 $-/$0$--2/$$-13 2/-0>> -1/.! TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR bobot biji sampel (gram) / 555555555555555555555555555555555555555555 .---2 67/8 >>)(&(9(6'"'"8!.

! >)(&(9(6'"'"08!.7. 555555555555555555555555555555555555555555 /220 5 $/0111/20$0>> $/$201/-311> 555555555555555555555555555555555555555555 $/003 555555555555555555555555555555555555555555 >>)(&(9(6'"'"8!.! :'#()//.7.

/.

08 .

8 $5. TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR bobot biji sampel (gram) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 c .3 1/20.')1/$1-1/.

"'""*.+='6!. !" #/220' %&&'()/01116 %&&*(+#(.#.' $$/$20+ 555555555555555555555555555555555555555555 $/003 555555555555555555555555555555555555555555 .7.08!.!+= . " )(&(9(6'"!=.#'#.(99.')9!!<.."".

-22/1-2-/- 2/111 ANALYSIS OF VARIANCE FOR hasil perpetak efektif .11 0/111 -/.11 2/$11 $0/110/110/111 0/011 3/113/0113/111 3/11 01/. / hasil perpetak efektif (gram) $ 2/$112/11-/.110/$11./.

! ë .>> -1/1031/11.-----2 671/-8 >>)(&(9(6'"'"8!.7.2$$$$ 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 3/.1/. 1/-----21/$$$$$$ /0>> $3/1----2./1013 .

TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR hasil perpetak efektif (gram) / 555555555555555555555555555555555555555555 .

! :'#()//.-2 5555555555555555 55555555555555555555555555 >>)(&(9(6'"'"8!. 555555555555555555555555555555555555555555 2/201 5 $0/111 5/3201>> 3/$201/111>> 555555555555555555555555555555555555555555 -/.7.

/.

08 .

#'#.+='6!.."'""*.08!.!+= .7.'3/$2016 555555555555555555555555555555555555555555 -/.#.(99.')1/1-.-2 5555555555555555555555555555555555555555 .8 $5.')9!!<."".21/21- 1/$030 TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR hasil perpetak efektif (gram) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555 555555 !" #$2/201+ %&&'()0/111' %&&*(+#(." )(&(9(6'"!=.

-30 2 $$1$1- $12 21 -3-. -. - $. / jumlah polong hampa (buah) $ 12. - .$ .03..

ANALYSIS OF VARIANCE FOR jumlah polong hampa .

! TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR jumlah polong hampa (buah) / 555555555555555555555555555555555555555555 . 4 $. 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 .7./11111 11/-->> -$ 2//0000.00/11111 67/8 >>)(&(9( 6'"'"8!. 3/----2$/3333.03/11111020.

555555555555555555555555555555555555555555 3/1 5 $./1 555555555555555555555555555555555555555555 >>)(&(9(6'"'"8!.7.! )")(&(9(6'" :'#()//.$/03/0>> -/0 5/0) 555555555555555555555555555555555555555555 -.

/.

08 .

/1 555555555555555555555555555555555555555555 .'-/0' 555555555555555555555555555555555555555555 -.(99.!+= r .+='6!.08!.."".8 $5." )(&(9(6'"!=.#.7.')9!!<.')/0/2 0/- TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR jumlah polong hampa (buah) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !" #$3/1' %&&'()."'""*.#'#.$/0+ %&&*(+#(.

.

/ bobot kering tanaman (gram) $ /2110/11/-11 0/$11 $$2/.11$2/311$2/011 $2/11 1/3111/111/-11 /111 0/110/1110$/211 0/011 2/3112/--22/0-2 2/3 ANALYSIS OF VARIANCE FOR bobot kering tanaman .

31/100.1>> -1/2.7.! TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR bobot kering tanaman (gram) / 555555555555555555555555555555555555555555 . 1/----21/10000- 4 $-$0/-1---2$/3113 $01/. 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 -$-/0----2 67$/8 >>)(&(9(6'"'"8!.

111 5 $$2/-$01$/2$01>> 1/-$01 5/$201>> 555555555555555555555555555555555555555555 2/2-2 555555555555555555555555555555555555555555 . 55555555555555555 5555555555555555555555555 /.

>>)(&(9(6'"'"8!.7.! :'#()//.

/.

08 .

#'#.(99.7.1/- 1/."'""*..08!.#."".+= '6!.8 $5.!+= .') 1/$02.'1/-$01' 555555555555555555555555555555555555555555 2/2-2 555555555555555555555555555555555555555555 ." )(&(9(6'"!=.')9!!<.0-$ TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR bobot kering tanaman (gram) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !" #$/.111+ %&&'()$2/-$016 %&&*(+#(.

/ Î .

%'& & .

.

.

!%&&) $!%&&*+#. 0/0 $-2/-0-$33/-0 . LUAS DAUN ( CM2) $ /20223/././020 ANALYSIS OF VARIANCE FOR luas daun .3/02 01.1/0.3 02/1 22/-01/113$.2/3. . %&&) %&&*+#./10 2/120 $1/$11$0/$$-/-01 ./21$1/20$0./3-1$1/11.3$31/1 /$01 $.

u .$3.2$2-. 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 02313/1-1.-22- 4 ..-/$-02 2 /) -0--/.1$2$33/.3. $133/2.$/-1102-/.

67$/18 )")(&(9(6'" TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR luas daun (cm2) / 555555555555555555555555555555555555555555 .

) /33/.) 2-/033/13) 555555555555555555555555555555555555555555 . 555555555555555555555555555555555555555555 $3/ 5 $ -$/1-/-$./2$ 555555555555555555555555555555555555555555 )")(&(9(6'" :'#()//.

/.

08 .

#'#.3 -3/2 TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR luas daun (cm2) / 555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 55555555555555555555555555 !%&&)$3/' !%&&*+#.08!.8 $5.#.')9!!<.!+= ." )(&(9(6'"!=.-$/1-' %&&)$/33' %&&*+#.(99..')0/3012/$.""./2$ 555555555555555555555555555555555555555555 .7.2-/0 3' 555555555555555555555555555555555555555555 .+='6!."'""*.

0/-3 .013/$1 ./.0/-3 $2/01./-1$/-33./$0 . / TINGGI TANAMAN (CM) $ /-3 $3/$10/301 1.0$/.-/$1 è .3/-33././-3 .2 $.

$/13 2/-23/$31$/.3 10/$21 ANALYSIS OF VARIANCE FOR tinggi tanaman ./0.01. 001/0332$/.

1./2.! TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR tinggi tanaman (cm) / 55555555555555 5555555555555555555555555555 .0-1/0.333 2/00>> 2/2.3/032321 671/8 >>)(&(9(6'"'"8!.$1/12$30-/-22- 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 5555555555555555 0-.7.00-$/0230 4 .

555555555555555555555555555555555555555555 $$/3 5 $$/$31 5./.1) 1/$ 5/.) 555555555555555555555555555555555555555555 0/333 5555555555555 55555555555555555555555555555 )")(&(9(6'" :'#()//.01) 3/300 5/$.

/.

08 .

8 $5.')3/$-23/21 $-/3-1 ^ .

(99.+=' 6!..7.08!.!+= .')9!!<.3/300' 555555555555555555555555555555555555555555 0/333 555555555555555555555555555555555555555555 ." )(&(9(6'"!=. TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR tinggi tanaman (cm) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !%&&)$$/3' !%&&*+#.#'#.#."".$$/$31' %&&)1/$' %&&*+#."'""*.

3$1$/01 $1$/0$0 ANALYSIS OF VARIANCE FOR intensitas cahaya ././011 3/11 2/$1$. / INTENSITAS CAHAYA (LUX) $ 10/-11-/0112/311 11/11 $2/11-/210/211 -1/11 0/-212/0$10.2/111 $$/11 1/111 3$./11 31/11 $12/21./3312-2/20131.

2$/3$./323 -2/$3>> ./0 555555555555555555555555555555555555555555555555555555555 555555 5555555555555555 00-02/0-0 Î . 0$/2.21/3$1 4 0$3/-031.

! TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR intensitas cahaya (lux) / 555555555555555555555555555555555555555555 . 67-/.7.8 >>)(&(9(6'"'"8!.

555555555555555555555555555555555555555555 3 0/11 5 $-/313 5$/.2>> 555555555555555555555555555555555555555555 $1/12 555555555555555555555555555555555555555555 >>)(&(9(6'"'"8!.! :'#()//.>> 2/22 52/0$3>> 1.7./1 520/3.

/.

08 .

') .$-/313' %&&)2/22' %&&*+#.8 $5.')9!!<..#.1.(99.+='6!."'""*." )(&(9(6'"!=.#'#.""./1+ 555555555555555555555555555555555555555555 $1/12 555555555555555555555 555555555555555555555 .!+= .08!./231$$/$- /223 TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR intensitas cahaya (lux) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !%&&)30/116 !%&&*+#.7.

0/011 .$/111 $2/201$1/11. / BOBOT KERING TANAMAN (GRAM) $ 0/11/111-/./11 /$11.01 .2/0110/211 $/11 1/0110/11/11 $/111 Îc .

3/01 2./$11 2/$2$/0$0$/-$ 3/311 ANALYSIS OF VARIANCE FOR bobot kering tanaman . 33/301-.1/11.

) .$0--.$ 5555555555555555555555555555555 55555555555555555555555555555555 5555555555555555 03$1$$/2$0 67-/-8 )")(&(9(6'" TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR bobot kering tanaman (gram) / 555555555555555555555555555555555555555555 .0./1- /2./$$00-/23 $/) 2002/133$0. --.200/./0.

/20) $$/320$-/.-/.3 5 $--/-.3) $/$$0 50/2) 5555555555555555555555 55555555555555555555 $/$33 555555555555555555555555555555555555555555 )")(&(9(6'" :'#()//. 555555555555555555555555555555555555555555 .

/.

08 .

8 $5.-/.3'+ Îë .')02/-21/ 32/$1 TABLE OF PERLAKUAN (P) MEANS FOR bobot kering tanaman (gram) / 555555555555555555555555555555555555555555 555555555555555555555555555555555555555555 !%&&)$.

08!.+='6!." )(&(9(6'"!=.$/$$0' 555555555555555555555555555555555555555555 $/$33 555555555555555555555555555555555555 555555 . !%&&*+#..7."".!+= ."'""*.')9!!<.(99.#'#.--/'+ %&&) $$/320+ %&&*+#.#.

/ .

jagung yang monokultur dan tumpangsari pun tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Sama halnya dengan jagung. Berdasarkan hasil analisis luas daun kacang hijau pada sistem monokultur dan tumpangsari tidak terdapat perbedaan yang signifikan. 3. Sama halnya dengan jagung. Jenis tanam monokultur dan tumpangsari di bandingkan dengan analisis DMRT. Jenis tanaman yang diusahakan adalah kacang hijau monokultur. Jumlah Daun Tripoliat Î- . Luas Daun (cm2) Luas daun diamati terhadap kacang hijau dan jagung. 2. Tinggi Tanaman (cm) Tinggi Tanaman diamati terhadap kacang hijau dan jagung. Berdasarkan hasil analisis tinggi tanaman kacang hijau pada sistem monokultur dan tumpangsari tidak terdapat perbedaan yang signifikan. kacang hijau tumpangsari dengan jagung manis. jagung yang monokultur dan tumpangsari pun tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Panen dilakukan terhadap kacang hijau dan jagung yang ditanam dengan sistem tanam tumpang sari dan monokultur. monokultur jagung hibrida dan monokultur jagung manis. Parameter yang dianalisis antara lain 1. kacang hijau tumpangsari jagung hibrida.

Bobot Biji Sample Bobot biji sample tanaman kacang hijau tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. terdapat perbedaan yang nyata pada level 1% terhadap monokultur jagung hibrida. 4. Namun. tumpangsari jagung manis dan tumapangsari jagung hibrida. Namun. Hal ini terjadi karena adanya naungan dari tajuk jagung. pada level 1% tumpangsari jagung masi sangat berbeda nyata dan pada level 5 % tumpangsari jagung menunjukan perbedaan nyata.7 lux). pada level 1% tumpangsari dengan jagung manis menunjukan perbedaan yang sangat nyata dan pada level 5% tumpangsari dengan jagung hibrida menunjukan perbedaan yang nyata. Namun. 5. Intensitas cahaya tanaman jagung monokultur dan tumpangsari tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Jumlah Cabang Produktif Jumlah cabang produktif kacang hijau tidak berbeda nyata pada sistem monokultur dan tumpangsari. Intensitas Cahaya Intensitas cahaya pada tanaman kacang hijau monokultur dan tumpangsari berdasarkan analisis menunjukan tidak ada perbedaan signifikan. Pengamatan jumlah daun tripoliat hanya dilakukan terhadap kacang hijau saja.3 lux) dan yang terendah diperoleh oleh tumpangsari jagung manis (47. Hasil biji pertanaman yang paling banyal adalah tumpangsari jagung manis 476 buah. pada level 1% terdapat perbedaan signifikan diantara tumpangsari dengan jagung hibrida dan manis. Intensitas cahaya yang paling tinggi diterima oleh kacang hijau monokultur selanjutnya tumpangsari jagung hibrida dan terkecil tumpangsari jagung manis. pada level 1 % tumpangsari jagung manis terlihat perbedaan Îr . Jumlah cabang produktif yang paling banyak ditemukan pada tumpangsari dengan jagung manis 47 buah 6. Hasil Biji Pertanaman Hasil biji pertanaman tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan pada pertanaman kacang hijau. Jumlah daun tripoliat kacang hijau monokultur dan tumpangsari tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Namun. Namun. 7. Intensitas cahaya yang tertinggi diperolah oleh daun jagung monokultur (385.

Berdasarkan hasil analisis terdapat perbedaan yang signifikan dan tidak signifikan. 9. Jumlah polong hampa yang paling banyak terhitung pada tumpangsari jagung manis yaitu sebanyak 193 polong hampa. Bobot kering tanaman yang terbesar adalah tanaman kacang hijau yang ditumpangsarikan dengan jagung manis yaitu 27. Ketidaksignifikanya hasil dapat disebabkan karena 1. Jika signifikan maka terdapat perbedaan antara sistem tanam monokultur dan tumpang sari. Oleh karena ini. Bobot Petak Efektif Hasil bobot panen pada petak efektif tidak berbeda secara signifikan antara tumpangsari dan monokultur tanaman kacang hijau. 10. Namun. tidak dapat dilihat hasil panen dari jagung manis dan hibrida Î . pada level 1% tupangsari baik jagung manis dan hibrida menunjukan adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena jagung yang belum dipanen sudah hilang sebelum dipanen. 6 gram. pada tingkat 1% terdapat perbedaan yang signifikan pada tumpang sari jagung manis dan hibrida. Pada saat proses budidaya terdapat gangguan dari luar yaitu hasil panen yang hilang sehingga hasilnya tidak dapat mewakilinya.yang sangat signifikan dan pada level 5 % tumpangsari jagung hibrida berbeda nyata dengan monokulturnya. Namun.Bobot Kering Tanaman Bobot kering tanaman kacang hijau monokultur dan tumpang sari tidak menunjukan perbedaan yang singnifikan. Namun. Bobot kering tanaman jagung yang ditumpangsarikan maupun monokultur tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan. Hasil panen yang diperoleh lebih tinggi pada sistem tanam tumpang sari dibandingkan dengan monokulur. Jumlah Polong Hampa Perbedaan yang tidak nyata juga terjadi pada jumlah polong hampa. Terjadi pula tidak signifikan. Adanya factor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. 2. 8. pada level 1% tumpangsari dengan jagung manis berbeda sangat nyata dengan monokultur. Acara praktikum ini tidak dilakukan terhadap tanaman jagung.

1979). 2007). sedang untuk masa pertumbuhan pertama hujan yang merata sangat diperlukan. Keadaan lembab terus menerus tidak menguntungkan. karena mengurangi pembuahan. sebab hingga panen masih terjadi hujan alhasil banyak polong yang busuk dan bunganya rontok. 4. Pola tanam yang rapat akan mencegah erosi tanah dan menekan pertumbuhan rerumputan. Mulai saat pergantian masa vegetative ke masa generative hingga masaknya buah diperlukan iklim kering. Hal ini terjadi pada saat panen kacang hijau. karena jika salah satu tanaman tidak memberikan hasil. 5.sehingga tidak terlihat produksifitas dari tanaman jagung hibrida dan jagung manis. Kelemahan monokultur yakni memberi peluang beradanya hama dan penyakit yang tidak pernah putus. ÎÎ . 3. terjadinya ledakan hama karena persediaan makan tercukupi dan ketidakseimbangan hara (Anonim. 2. Bertani secara tumpangsari adalah penanaman dua atau lebih jenis tanaman sekaligus pada sebidang tanah yang sama dan pada hakekatnya merupakan usaha tani yang intensif berdasarkan pemanfaatan waktu dan ruang tumbuh (Andrews dan Kassam. mengakibatkan berkecambahnya biji dalam polong serta seragan penyakit Suprapto dan Tateng (1988). masih ada kemungkinan tanaman kedua atau ketiga yang akan memberikan keuntungan. Keuntungan dari penggunaan sarana produksi dan tenaga kerja. Pemanfaatan tanah yang lebih baik pada satuan waktu yang sama. Sedangkan monokultur merupakan sistem bertanam yang hanyamengusahakan satu jenis tanaman saja. Mengurangi resiko kegagalan panen. Pola tanam ini mungkin dapat mempertahankan populasi serangga hama dan infeksi virus pada tingkat yang rendah tetapi hal ini belum jelas dibuktikan dalam percobaan. Umumnya kacang hijau ini membutuhkan tanah cukup lembab untuk perkecambahannya. kepenatan tanah. Menurut Sutarya Rahmad (1995) keuntungan yang didapat dari pola tanam tumpang sari antara lain sebagai berikut : 1.

Adapun penambahan beberapa pupuk berguna untuk mempercepat perkembangan bibit atau benih. maka penggunaan cahaya matahari. Dengan pola tanaman campuran dari beberapa jenis tanaman yang berbeda. air dan unsur hara menjadi maksimum. Penggunaan pestisida berguna agar benih tidak termakan oleh serangga atau hew Îu . Pengaruh naungan dari tanaman-tanaman yang tinggi dapat bermanfaat untuk pertumbuhan beberapa jenis tanaman.6. 7.

Variable pengamatan hasil dan pertumbuhan tanaman pada tumpangsari lebih besar dari monokultur. intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman dengan sistem monokultur lebih besar. dapat disimpulkan bahwa 1. 3. diolah. Îè . Panen adalah proses pengambilan komponen-komponen produksi dari tanaman yang dibudidayakan dengan tujuan untuk dikonsumsi. dipasarkan atau digunakan untuk keperluan lainnya 2. Sistem tumpangsari memberikan lebih banyak keuntungan dibandingkan dengan sistem tanam monokultur. Namun. Ê Ê Berdasarkan praktikum ³Pengamatan dan Panen´ yang telah dilaksanakan.

Multiple Cropping American Society of Agronomy. 1976. Anonim.The Importance of Multiple Cropping in Increasing World Food Supplies.H. Diakses pada tanggal 15 juni 2010. Visconsin. . Rahmat.id/sipuk/id/?id=4&no=20117&idrb=41601 .Crop Science Society of America and Soil Science of America Inc. 2007. . Matthias Satelly (ed).go. Kassam. Andrews. Sutarya. http://www. 1995. and A.J. D.bi. dkk.

Soeyanto. 1988. dkk. (' . . Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

. Suprapto dan Tateng. . Jakarta. 1988. CV Yasaguna.

!". . Tim Penulis PS. Jakarta. PT Penebar Swadaya. 1996.

( ' . Tohari. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. . Î^ .. 2002. Penebar Swadaya: Jakarta.

u .

- Laporan Praktikum - Uji Efek KontakUploaded byCahyo Citro Handoko
- LAPORAN PEPTISIDAUploaded byAfit Sidik
- Rancangan kelompok adalah2Uploaded byNur Triani
- Pestisida Fumigan Dan SistemikUploaded byAndrixinata B
- Acara 1 PrintUploaded byLafi Na'imatul Bayyinah
- Makalah Tpta Petak PercobaanUploaded byPinf Indah
- Interaksi Antar SpesiesUploaded byFajar Dhani Setyawan
- Lap. Pen Gen Alan FungisidaUploaded byFernando Iskandar Damanik
- TEKNOLOGI DAN PRODUKSI BENIH (Agrotek 2009 Unsoed)Uploaded byBintang22pencerahan
- Peran Mikroba Dlm Pertanian Organik1Uploaded byIkhtiar Delau
- LAPRAK 1_Menghitung Curah HujanUploaded byEvie Yulia Chayady
- Pemanfaatan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) Dalam Budidaya Cabai (Capsicum Annum L.)Uploaded byAmri Putra Sembiring Meliala
- ACARA I KTAUploaded byRudi Andrianto
- PESTISIDA DAN PENGGUNAANNYAUploaded byAchmad Hidayat
- INSEKTISIDA NABATIUploaded byRusyana (Anay)
- ACARA 1 kemurnian benihUploaded byAprilisia Dita Ardiati