You are on page 1of 7

sudden sensory neural hearing loss

Dibuat oleh: Poldo Reinaldo,Modifikasi terakhir pada Mon 04 of Oct, 2010 [05:39 UTC]

sudden sensory neural hearing loss

Abstrak

tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba tiba, bersifat
sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui.1 beberapa ahli
mendefinisikan tuli mendadak sebagai penurunan pendengaran sensorineural 30 db atau
lebih paling sedikit pada tiga frekuensi berturut-turut yang berlangsung dalam waktu
kurang dari 3 hari. tuli mendadak bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari
banyak penyakit. pada kasus ini seorang wanita 50 tahun datang kepoli tht dengan surat
konsulan dari poli saraf, pasienmengeluh telinga kanan tidak bisa mendengar sejak luma
hari yang lalu, pasien didiagnosa mengalai tuli mendadak atau sudden deafness.

Kata kunci: tuli mendadak, sudden deafness

Isi

Pada kasus ini seorang wanita 50 tahun datang kepoli tht dengan surat konsulan
dari poli saraf, pasienmengeluh telinga kanan tidak bisa mendengar sejak luma hari yang
lalu, sebelumnya pasien berobat ke mantri tetapi keluhan belum berkurang. 1 hari yang
lalu, pasien mengeluhkan nyeri kepala berat, cekot-cekot, masih demam dan telinga
kanan masih dirasakan budeg. kemudian pasien dibawa ke igd rsud saras husada,nbab &
bak dalam batas normal. tidak ada riwayat trauma sebelumnya. dan pasien belum pernah
menderita keluhan serupa sebelumnya. dari pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum
baik, kesadaran compos mentis, tekanan darah120/70, nadi 84 x / menit, pernapasan 20
x / menit, suhu badan 37 0 c. pemeriksaan otoskopi pada kedua telinga menunjukkan tidak
ada kelainan, tes rinne menunjukkan hasil positif, tes webber menunjukkan adanya
lateralisasi ke telinga kiri, dan tes schawabach memendek dibanding pemeriksa.
sedangkan pemeriksaan laoboratorium darah rutin menunjukkan adanya lekositisis yaitu
sebesar14,36 103/mm3, hemoglobin 10,2 g/dl, hematokrit 31,0 platelet 394 103/mm3 dan
gula darah sewaktu sebesar 96.

Diagnosa

dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini didiagnosa dengan suddensensory
neural hearing loss

0%). penatalaksanaan tuli mendadak sampai saat ini masih menimbulkan perdebatan.5%).2% dan gangguan vestibuler sebelumnya(5. kerusakan membran telinga dalam dan gangguan vaskuler. diagnosis tuli mendadak ditegakkan berdasarkan anamnesis. banyak ahli berpendapat bahwa tuli mendadak bukanlah suatu penyakit melainkan suatu gejala dengan banyak faktor penyebab terdapat 4 teori utama penyebab tuli mendadak yang berkembang berdasarkan studi etiologi. pemberian piracetam didasarkan dari hasil lab yang menunjukkan pasien mengalami leukositosis yang menandakan adanya infeksi bakteri di tubuh pasien. belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa suatu obat secara bermakna dapat menyembuhkan tuli mendadak. adanya laporan perbaikan pendengaran secara spontan berkisar antara 47%-63% menyulitkan hasil evaluasi penatalaksanaan tuli mendadak. vasodilator. sebelumnya dianggap normal. vertigo (42. autoimun. biasanya keadaan ini disadari penderita ketika bangun tidur pagi hari ataupun setelah bekerja.Terapi terapi yang diberikan antara lain inj cefotaxime 2 x 1gr sebagai antibiotik untuk pasien. plasma ekspander. yaitu: infeksi virus. laboratorium serta pemeriksaan penunjang lain.7%). rasa penuh pada telinga yang sakit (40. penyebab spesifik tidak dapat diidentifikasi.paracetamol 3 x 500 mg sebagai anti piretik dan pemberian metil prednison 2 x 250mg untuk anti inflamasinya. parestesia (3.0%). etiologi tuli mendadak sampai sekarang belum diketahui secara pasti.2%).3%). pada sebagian besar kasus tuli mendadak. anamnesis yang teliti mengenai proses terjadinya ketulian. ketulian dapat mengenai semua frekuensi pendengaran. apabila penyebab tuli mendadak yang spesifik dapat diidentifikasi. penatalaksanaan yang rasional dapat diberikan. histamin. pada pemeriksaan otoskopi tidak dijumpai kelainan pada telinga yang sakit. diuretik. inj ranitidine 2 x 1ampul sebagai pengontrol produksi asam lambungagar tidak berlebihan selama pasien dirawat. inj ketorolac 3 x 30mg untuk mengurangi rasa sakit yang diderita pasien. tinitus sebelumnya (4. calsium channel blocker dsb . beberapa ahli mendefinisikan tuli mendadak sebagai penurunan pendengaran sensorineural 30 db atau lebih paling sedikit pada tiga frekuensi berturut-turut yang berlangsung dalam waktu kurang dari 3 hari. tetapi yang sering pada frekuensi tinggi. bersifat sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui.9 %). tuli mendadak biasanya disertai dengan tinitus (91. inj piracetam 2 x 3gr. inhalasi karbogen. tuli saraf sebelumnya(9. penatalaksanaan dengan memberikan paduan obat untuk semua kemungkinan patofisiologi tuli mendadak mencakup kortikosteroid. sehingga penatalaksanaan yang diberikan bersifat empiris. pemeriksaan fisik dan tht. pemeriksaan fisik termasuk tekanan darah sangat diperlukan. otalgia (6. Diskusi tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba tiba. tuli mendadak bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari banyak penyakit. umumnya penderita dapat mengatakan dengan pasti saat mulai timbulnya ketulian. audiologi. gejala yang menyertai serta faktor predisposisi penting untuk mengarahkan diagnosis.

inhalasi karbogen. Berg. Referensi Adour. Otolaryngology Head and Neck Surgery 1986. 104:181-18 Penulis .. Hammerschlag. pada kasus ini piagnosa pasien ditegakkan berdasarkan dari anamnesa yaitu adanya keluhan mendadak budeg pada telinga kanan sejak 5 hari yang lalu. Ann Otol Rhinol Laryngol 1995. seharusnya sebelum memutuskan memberikan terapi harus dicari tahu terlebih dahulu faktor penyebab yang menimbulkan tuli mendadak sehingga pemberian terapi dapat tepat sesuai etiologi dan tidak hanya secara empiris dengan memberikan paduan obat untuk semua kemungkinan patofisiologi tuli mendadak mencakup kortikosteroid. Ruboyianes J. selain itu dari pemeriksaan fisik yang mendukung kearah diagnosa adalah adanya lateralisasi ke kiri pada tes weber. J. Cohen. randomized. et al. K. E. Harris.: Acoustic neuroma presenting as sudden hearing loss with recovery. B. N. 105:371-8. S. K.. 94:15-2 Billings. Von doersten P.. seharusnya sebelum memutuskan memberikan terapi harus dicari tahu terlebih dahulu faktor penyebabnya sehingga pemberian terapi dapat sesuai etiologi dan tidak hanya secara empiris dengan memberikan paduan obat untuk semua kemungkinan patofisiologi tuli mendadak seperti yang terjadi pada pasien dalam kasus ini. P. P. Waltzman. plasma ekspander. P.. selain itu dari pemeriksaan fisik yang mendukung kearah diagnosa adalah adanya lateralisasi ke kiri pada tes weber. dan hasil dari tes schawabach yang menendek dibanding peneriksa. pada kasus ini piagnosa pasien ditegakkan berdasarkan dari anamnesa yaitu adanya keluhan mendadak budeg pada telinga kanan sejak 5 hari yang lalu. dan hasil dari tes schawabach yang menendek dibanding peneriksa.: Bell's palsy treatment with acyclovir and prednisone compared with prednisone alone: a double-blind.. bersifat sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui.: Evidence linking the 68 kilodalton antigen identified in progressive sensorineural hearing loss patient sear with heat shock protein 70.. keithley. M. vasodilator. M. M. calsium channel blocker dsb seperti yang terjadi pada pasien dalam kasus ini. diuretik. L.. Kesimpulan tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba tiba. H. G. E. B. sesuai dengan referensi yang didapat bahwa belum ada sebuah obat yang terbukti secara bermakna dapat menghentikan tuli mendadak sehingga seharusnya pasda pasien ini tidak perlu terlalu banyak diberi obat untuk menghindari terjadinya polofarmasi. Ann Otol Rhinol Larngol 1996. controlled trial. histamin.

sedangkan pemeriksaan laoboratorium darah rutin menunjukkan adanya lekositisis yaitu sebesar14. kemudian pasien dibawa ke igd rsud saras husada. 1 hari yang lalu. pasien mengeluh telinga kanan tidak bisa mendengar sejak luma hari yang lalu. masih demam dan telinga kanan masih dirasakan budeg. dari pemeriksaan fisik diperoleh keadaan umum baik. Pemeriksaan otoskopi pada kedua telinga menunjukkan tidak ada kelainan. tes rinne menunjukkan hasil positif. hemoglobin 10. pasien mengeluh telinga kanan tidak bisa mendengar sejak lima hari yang lalu. Beberapa ahli mendefinisikan tuli mendadak sebagai penurunan pendengaran sensorineural 30 db atau lebih paling sedikit pada tiga frekuensi berturut-turut yang berlangsung dalam waktu kurang dari 3 hari. pada kasus ini seorang wanita 41 tahun datang kepoli tht dengan surat konsulan dari poli saraf. 2010 [11:35 UTC] Abstrak Tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba tiba. dan tes schawabach memendek dibanding pemeriksa. pasien mengeluhkan nyeri kepala berat. bab & bak dalam batas normal. sudden deafness Isi Pada kasus ini seorang wanita 41 tahun datang kepoli tht dengan surat konsulan dari poli saraf. tekanan darah120/70. pernapasan 20 x / menit. bersifat sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui. suhu badan 37 0 C. tidak ada riwayat trauma sebelumnya.Modifikasi terakhir pada Sun 29 of Aug.2 g/dl.Poldo Reinaldo. tes webber menunjukkan adanya lateralisasi ke telinga kiri. cekot-cekot. bagian Telinga Hidung Tenggorokan. dan pasien belum pernah menderita keluhan serupa sebelumnya. Diagnosa Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik pasien ini didiagnosa dengan suddensensory neural hearing loss . kesadaran compos mentis. sebelumnya pasien berobat ke mantri tetapi keluhan belum berkurang. RSUD Temanggung Diagnosis Sudden Sensory Neural Hearing Loss dengan Tes Audiometri Dibuat oleh: Reza Saputra. nadi 84 x / menit.36 103/mm3.0 platelet 394 103/mm3 dan gula darah sewaktu sebesar 96. hematokrit 31. Kata kunci: tuli mendadak. Tuli mendadak bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari banyak penyakit. pasien didiagnosa mengalami tuli mendadak atau sudden deafness.

umumnya penderita dapat mengatakan dengan pasti saat mulai timbulnya ketulian. pada pemeriksaan otoskopi tidak dijumpai kelainan pada telinga yang sakit. diuretik. inhalasi karbogen. parestesia (3. autoimun. beberapa ahli mendefinisikan tuli mendadak sebagai penurunan pendengaran sensorineural 30 db atau lebih paling sedikit pada tiga frekuensi berturut-turut yang berlangsung dalam waktu kurang dari 3 hari. vasodilator. otalgia (6. penatalaksanaan tuli mendadak sampai saat ini masih menimbulkan perdebatan. inj piracetam 2 x 3gr. yaitu: infeksi virus. laboratorium serta pemeriksaan penunjang lain. sebelumnya dianggap normal. bersifat sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui.7%). ketulian dapat mengenai semua frekuensi pendengaran. pada sebagian besar kasus tuli mendadak.3%).2%). tinitus sebelumnya (4. apabila penyebab tuli mendadak yang spesifik dapat diidentifikasi. calsium channel blocker dsb . Diskusi Tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba tiba. rasa penuh pada telinga yang sakit (40.2% dan gangguan vestibuler sebelumnya(5. penatalaksanaan yang rasional dapat diberikan. tuli saraf sebelumnya(9. biasanya keadaan ini disadari penderita ketika bangun tidur pagi hari ataupun setelah bekerja. inj ranitidine 2 x 1ampul sebagai pengontrol produksi asam lambung agar tidak berlebihan selama pasien dirawat.0%). inj ketorolac 3 x 30mg untuk mengurangi rasa sakit yang diderita pasien. etiologi tuli mendadak sampai sekarang belum diketahui secara pasti.0%). kerusakan membran telinga dalam dan gangguan vaskuler. paracetamol 3 x 500 mg sebagai anti piretik dan pemberian metil prednison 2 x 250mg untuk anti inflamasinya.Terapi Terapi yang diberikan antara lain inj cefotaxime 2 x 1gr sebagai antibiotik untuk pasien. pemeriksaan fisik termasuk tekanan darah sangat diperlukan. gejala yang menyertai serta faktor predisposisi penting untuk mengarahkan diagnosis. pemeriksaan fisik dan tht. belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa suatu obat secara bermakna dapat menyembuhkan tuli mendadak. audiologi. sehingga penatalaksanaan yang diberikan bersifat empiris. tetapi yang sering pada frekuensi tinggi. tuli mendadak biasanya disertai dengan tinitus (91. histamin. vertigo (42. adanya laporan perbaikan pendengaran secara spontan berkisar antara 47%-63% menyulitkan hasil evaluasi penatalaksanaan tuli mendadak. penyebab spesifik tidak dapat diidentifikasi. tuli mendadak bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari banyak penyakit. pemberian cefotaxime didasarkan dari hasil lab yang menunjukkan pasien mengalami leukositosis yang menandakan adanya infeksi bakteri di tubuh pasien. diagnosis tuli mendadak ditegakkan berdasarkan anamnesis. penatalaksanaan dengan memberikan paduan obat untuk semua kemungkinan patofisiologi tuli mendadak mencakup kortikosteroid. anamnesis yang teliti mengenai proses terjadinya ketulian. banyak ahli berpendapat bahwa tuli mendadak bukanlah suatu penyakit melainkan suatu gejala dengan banyak faktor penyebab terdapat 4 teori utama penyebab tuli mendadak yang berkembang berdasarkan studi etiologi.5%).9 %). plasma ekspander.

seharusnya sebelum memutuskan memberikan terapi harus dicari tahu terlebih dahulu faktor penyebabnya sehingga pemberian terapi dapat sesuai etiologi dan tidak hanya secara empiris dengan memberikan paduan obat untuk semua kemungkinan patofisiologi tuli mendadak seperti yang terjadi pada pasien dalam kasus ini. Ann Otol Rhinol Larngol 1996. vasodilator. plasma ekspander. H. dan hasil dari tes schawabach yang menendek dibanding peneriksa. E. RSUD Saras Husada.. M. controlled trial. J. S.. N. E.. Von doersten P. Berg. G. diuretik. et al. histamin.: Bell's palsy treatment with acyclovir and prednisone compared with prednisone alone: a double-blind. P.. bagian Telinga Hidung Tenggorokan.: Acoustic neuroma presenting as sudden hearing loss with recovery. keithley. Harris. dan hasil dari tes schawabach yang memendek dibanding pemeriksa. Ann Otol Rhinol Laryngol 1995. selain itu dari pemeriksaan fisik yang mendukung kearah diagnosa adalah adanya lateralisasi ke kiri pada tes weber. Waltzman. M. Cohen. 105:371-8. Purworejo . B. seharusnya sebelum memutuskan memberikan terapi harus dicari tahu terlebih dahulu faktor penyebab yang menimbulkan tuli mendadak sehingga pemberian terapi dapat tepat sesuai etiologi dan tidak hanya secara empiris dengan memberikan paduan obat untuk semua kemungkinan patofisiologi tuli mendadak mencakup kortikosteroid. Hammerschlag. 94:15-2 Billings. calsium channel blocker dsb seperti yang terjadi pada pasien dalam kasus ini. K. 104:181-18 Penulis Reza Saputra. pada kasus ini piagnosa pasien ditegakkan berdasarkan dari anamnesa yaitu adanya keluhan mendadak budeg pada telinga kanan sejak 5 hari yang lalu. K.. Sesuai dengan referensi yang didapat bahwa belum ada sebuah obat yang terbukti secara bermakna dapat menghentikan tuli mendadak sehingga seharusnya pasda pasien ini tidak perlu terlalu banyak diberi obat untuk menghindari terjadinya polofarmasi.. Kesimpulan Tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba tiba.. Otolaryngology Head and Neck Surgery 1986. Referensi Adour. Ruboyianes J. randomized.: Evidence linking the 68 kilodalton antigen identified in progressive sensorineural hearing loss patient sear with heat shock protein 70. P.Pada kasus ini diagnosa pasien ditegakkan berdasarkan dari anamnesa yaitu adanya keluhan mendadak budeg pada telinga kanan sejak 5 hari yang lalu. inhalasi karbogen. M. bersifat sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui. B. selain itu dari pemeriksaan fisik yang mendukung kearah diagnosa adalah adanya lateralisasi ke kiri pada tes weber. P. L.