Koloid

Laporan Praktikum
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Kimia Semester Genap

To give the shape of being Religious, Excellence and Competitiveness Indonesians at the International level

Disusun oleh :
Dyna Purnama Alam Intania Nurul Huda Pilar Patria Wina Asterina

XI IPA 1

SMA NEGERI 1 CIBADAK

Jalan Perintis Kemerdekaan no. 72 Telepon (0266) 531001 Website: www.sman1cibadak.sch.id; sman1cibadak@yahoo.co.id
CIBADAK KABUPATEN SUKABUMI

I.

Tujuan
1. Membuat koloid dari larutan (kondensasi) dan suspensi (dispersi) 2. Membedakan antara campuran koloid dan larutan sejati melalui efek Tyndall

II.

Landasan Teori Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Koloid merupakan sistem heterogen, di mana suatu zat “didespersikan” ke dalam suatu media yang homogen. Ukuran zat yang didespersikan berkisar dari satu nanometer (nm) sampai satu mikrometer (μ). Koloid dapat dibuat melalui dua cara, yaitu kondesasi dan dispersi. Kondensasi adalah pembuatan sistem koloid dengan cara pengelompokkan (agregasi) partikel larutan sejati atau menghaluskan bahan dalam bentuk kasar kemudian didispersikan ke dalam medium dispersi. Kondensasi dapat dilakukan dengan cara : 1. Hidrolisis 2. Reaksi redoks, yaitu reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi. 3. Pertukaran ion, dan 4. Pergantian pelarut Sedangkan dispersi adalah campuran suatu zat dengan zat lain yang tersebar dengan rata. Dispersi dapat dilakukan melalui cara :

2 |Page

1. Cara mekanik, yaitu dengan cara penggerusan butir-butir kasar sampai sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi. 2. Cara peptisasi, yaitu pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemiptisasi (pemecah).
3. Cara busur Bredig, yaitu dengan cara meloncatkan bunga api listrik ke dalam

suatu larutan elektrolit atau air, sebagai elektrodanya digunakan yang akan dibuat sol.
4. Dispersi dalam gas, yaitu dengan cara menyemprotkan cairan (sprayer).

Sistem koloid pada umumnya keruh, namun tidak semua koloid selalu begitu. Beberapa sistem koloid tampak bening dan sukar dibedakan dengan larutan sejati. Salah satu cara sederhana untuk membedakannya yaitu dengan cara menjatuhkan seberkas cahaya kepadannya. Larutan sejati akan meneruskan cahaya (transparan), sedangkan pada koloid berkas cahaya akan dihamburkan di dalam sistem. Sifat koloid yang menghamburkan cahaya ini disebut hukum Tyndall.

III.

Alat dan Bahan
1. Sulfur / belerang

2. Gula pasir 3. Aquades
4. FeCl3

5. Agar-agar bubuk 6. Bunsen 7. Gelas kimia
3 |Page

8. Kertas 9. Tabung reaksi 10. Lumpang-Alu 11. Piper tetes 12. Pinset 13. Senter 14. Sample Larutan

IV.

Cara kerja a. Membuat koloid dari suspensi: 1. Tuangkan gula pada kertas yang telah disediakan, kemudian bagi kedalam 4 bagian sama rata. 2. Ambil satu bagian gula kemudian tumbuk bersama belarang, sampai halus. 3. Setelah halus, tuangkan tumbukan di atas kertas dan bagi kedalam 4 bagian. Ambil satu bagian tersebut, dan untuk sisanya letakkan ditempat lain. 4. Satu bagian hasil tumbukan tadi tambahkan kembali dengan gula bagian ke 2, tumbuk sampai halus. 5. Lakukan kegiatan 3 dan 4 sampai gula pada bagian akhir. 6. Setelah didapatkan gula dan belerang hasil tumbukan terakhir masukkan ke dalam gelas kimia yang berisi 150 ml aquades. 7. Aduk hingga jenuh, dan lihatlah apa yang terjadi. b. Membuat koloid dari larutan:

4 |Page

1. Nyalakan bunsen 2. Isi gelas kimia dengan aquades 50 ml. 3. Panaskan aquades hingga mendidih.
4. Setelah mendidih teteskan larutan FeCl3, pada aquades secara continue atau

terus menerus serta perlahan. 5. Lakuakan hingga 25 tetes. 6. Lihat perubahannya. c. Membuat agar-agar 1. Masukkan air pada tabung reaksi ± setengah ukuran tabung reaksi, setelah itu campurkan agar-agar bubuk.
2. Kocok hingga merata, setelah itu nyalakan bunsen dan panaskan larutan

campuran agar-agar bubuk tersebut di atas bunsen. 3. Lakukan hingga agar-agar mulai menjadi keras. 4. Lihat perubahannya.
d. Membedakan larutan dan koloid melalui efek Tyndall

1. Siapkan sample campuran koloid dan sample campuran larutan.
2. Sinari campuran dengan menggunakan senter satu per satu.

3. Lihat dan bedakan jalur cahaya pada campuran koloid dan larutan.

V.

Hasil Pengamatan

5 |Page

Sol Fe(OH)3 dan Sol Belerang

Sol agar-agar

Membedakan larutan dengan koloid (tengah) 6 |Page

VI.

Kesimpulan Pembuatan koloid dapat dibuat dengat dua cara, yaitu menggunakan cara kondesnsasi dari larutan dan dispersi dari suspensi. Cara kondensasi dapat dilakukan dengan cara memperbesar partikel contohnya sol belerang. Sedangkan cara dispersi dapat dilakukan dengan cara memperkecil parktikel, contohnya agar-agar. Campuran sistem koloid apabila dijatuhi seberkas sinar maka sinar tersebut akan dihamburkan, sedangkan larutan akan meneruskannya.

VII.

Daftar Pustaka Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

7 |Page