Pembelajaran Tuntas (Mastery-Learning) dalam KTSP

2 November 2009 AKHMAD SUDRAJAT Tinggalkan komentar Go to comments A. Latar Belakang

Salah satu di antara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar, khususnya peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Masalah lain adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru (teacher centered). Guru lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai objek dan bukan sebagai subjek didik. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam berbagai mata pelajaran, untuk mengembangkan kemampuan berpikir holistik (menyeluruh), kreatif, objektif, dan logis, belum memanfaatkan quantum learning sebagai salah satu paradigma menarik dalam pembelajaran, serta kurang memperhatikan ketuntasan belajar secara individual. Demikian juga proses pendidikan dalam sistem persekolahan kita, umumnya belum menerapkan pembelajaran sampai peserta didik menguasai materi pembelajaran secara tuntas. Akibatnya, banyak peserta didik yang tidak menguasai materi pembelajaran meskipun sudah dinyatakan tamat dari sekolah. Tidak heran kalau mutu pendidikan secara nasional masih rendah. Penerapan Standar Isi yang berbasis pendekatan kompetensi sebagai upaya perbaikan kondisi pendidikan di tanah air ini memiliki beberapa alasan, di antaranya: 1. potensi peserta didik berbeda-beda, dan potensi tersebut akan berkembang jika stimulusnya tepat; 2. mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni & olah raga, serta kecakapan hidup (life skill); 3. persaingan global yang memungkinkan hanya mereka yang mampu akan berhasil; 4. 4. persaingan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) produk lembaga pendidikan; 5. persaingan yang terjadi pada lembaga pendidikan, sehingga perlu rumusan yang jelas mengenai standar kompetensi lulusan. Upaya-upaya dalam rangka perbaikan dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi meliputi: kewenangan pengembangan, pendekatan pembelajaran, penataan isi/konten, serta model sosialisasi, lebih disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi serta era yang terjadi saat ini. Pendekatan pembelajaran diarahkan pada upaya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengelola perolehan belajar (kompetensi) yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Dengan demikian proses pembelajaran lebih mengacu kepada bagaimana peserta didik belajar dan bukan lagi pada apa yang dipelajari. Sesuai dengan cita-cita dari tujuan pendidikan nasional, guru perlu memiliki beberapa prinsip mengajar yang mengacu pada peningkatan kemampuan internal peserta didik di dalam

merancang strategi dan melaksanakan pembelajaran. Peningkatan potensi internal itu misalnya dengan menerapkan jenis-jenis strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara penuh, utuh dan kontekstual. Berbicara tentang rendahnya daya serap atau prestasi belajar, atau belum terwujudnya keterampilan proses dan pembelajaran yang menekankan pada peran aktif peserta didik, inti persoalannya adalah pada masalah “ketuntasan belajar” yakni pencapaian taraf penguasaan minimal yang ditetapkan bagi setiap kompetensi secara perorangan. Masalah ketuntasan belajar merupakan masalah yang penting, sebab menyangkut masa depan peserta didik, terutama mereka yang mengalami kesulitan belajar. Pendekatan pembelajaran tuntas adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik mencapai penguasaan (mastery level) terhadap kompetensi tertentu. Dengan menempatkan pembelajaran tuntas (mastery learning) sebagai salah satu prinsip utama dalam mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, berarti pembelajaran tuntas merupakan sesuatu yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh warga sekolah. Untuk itu perlu adanya panduan yang memberikan arah serta petunjuk bagi guru dan warga sekolah tentang bagaimana pembelajaran tuntas seharusnya dilaksanakan. B. Asumsi Dasar Metode pembelajaran adalah cara untuk mempermudah peserta didik mencapai kompetensi tertentu. Hal ini berlaku baik bagi guru (dalam pemilihan metode mengajar) maupun bagi peserta didik (dalam memilih strategi belajar). Dengan demikian makin baik metode, akan makin efektif pula pencapaian tujuan belajar (Winarno Surahmad, 1982). Langkah metode pembelajaran yang dipilih memainkan peranan utama, yang berakhir pada semakin meningkatnya prestasi belajar peserta didik. Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran tertentu. Dalam model yang paling sederhana, dikemukakan bahwa jika setiap peserta didik diberikan waktu sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai suatu tingkat penguasaan, dan jika dia menghabiskan waktu yang diperlukan, maka besar kemungkinan peserta didik akan mencapai tingkat penguasaan kompetensi. Tetapi jika peserta didik tidak diberi cukup waktu atau dia tidak dapat menggunakan waktu yang diperlukan secara penuh, maka tingkat penguasaan kompetensi peserta didik tersebut belum optimal. Block (1971) menyatakan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik sebagai berikut :

Model ini menggambarkan bahwa tingkat penguasaan kompetensi (degree of learning) ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang benar-benar digunakan (time actually spent) untuk belajar dibagi dengan waktu yang diperlukan (time needed) untuk menguasai kompetensi tertentu. Dalam pembelajaran konvensional, bakat (aptitude) peserta didik tersebar secara normal. Jika kepada mereka diberikan pembelajaran yang sama dalam jumlah pembelajaran dan waktu yang tersedia untuk belajar, maka hasil belajar yang dicapai akan tersebar secara normal pula.

Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa hubungan antara bakat dan tingkat penguasaan adalah tinggi. Secara skematis konsep tentang prestasi belajar sebagai dampak pembelajaran dengan pendekatan konvensional dapat digambarkan sebagai berikut :

Sebaliknya, apabila bakat peserta didik tersebar secara normal, dan kepada mereka diberi kesempatan belajar yang sama untuk setiap peserta didik, tetapi diberikan perlakuan yang berbeda dalam kualitas pembelajarannya, maka besar kemungkinan bahwa peserta didik yang dapat mencapai penguasaan akan bertambah banyak. Dalam hal ini hubungan antara bakat dengan keberhasilan akan menjadi semakin kecil. Secara skematis konsep prestasi belajar sebagai dampak pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran tuntas, dapat digambarkan sebagai berikut:

Dari konsep-konsep di atas, kiranya cukup jelas bahwa harapan dari proses pembelajaran dengan pendekatan belajar tuntas adalah untuk mempertinggi rata-rata prestasi peserta didik dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai, bantuan, serta perhatian khusus bagi peserta didik yang lambat agar menguasai standar kompetensi atau kompetensi dasar. Dari konsep tersebut, dapat dikemukakan prinsip-prinsip utama pembelalaran tuntas adalah: 1. Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang hirarkis, 2. Evaluasi yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi harus diberikan feedback, 3. Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan, 4. Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal. (Gentile & Lalley: 2003) C. Perbedaan antara Pembelajaran Tuntas dengan Pembelajaran Konvensional Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual. Dalam hal pemberian kebebasan belajar, serta untuk mengurangi kegagalan peserta didik dalam belajar, strategi belajar tuntas menganut pendekatan individual, dalam arti meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada sekelompok peserta didik (klasikal), tetapi mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan perorangan peserta didik sedemikiah rupa, sehingga dengan penerapan pembelajaran tuntas memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing peserta didik secara optimal. Dasar pemikiran dari belajar tuntas dengan pendekatan individual ialah adanya pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing peserta didik. Untuk merealisasikan pengakuan dan pelayanan terhadap perbedaan individu, pembelajaran harus menggunakan strategi pembelajaran yang berasaskan maju berkelanjutan (continuous progress). Untuk itu, pendekatan sistem yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam

teknologi pembelajaran harus benar-benar dapat diimplementasikan. Salah satu caranya adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar harus dinyatakan secara jelas, dan pembelajaran dipecah-pecah ke dalam satuan-satuan (cremental units). Peserta didik belajar selangkah demi selangkah dan boleh mempelajari kompetensi dasar berikutnya setelah menguasai sejumlah kompetensi dasar yang ditetapkan menurut kriteria tertentu. Dalam pola ini, seorang peserta didik yang mempelajari unit satuan pembelajaran tertentu dapat berpindah ke unit satuan pembelajaran berikutnya jika peserta didik yang bersangkutan telah menguasai sekurang-kurangnya 75% dari kompetensi dasar yang ditetapkan. Sedangkan pembelajaran konvensional dalam kaitan ini diartikan sebagai pembelajaran dalam konteks klasikal yang sudah terbiasa dilakukan, sifatnya berpusat pada guru, sehingga pelaksanaannya kurang memperhatikan keseluruhan situasi belajar (non belajar tuntas). Dengan memperhatikan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa perbedaan antara pembelajaran tuntas dengan pembelajaran konvensional adalah bahwa pembelajaran tuntas dilakukan melalui asas-asas ketuntasan belajar, sedangkan pembelajaran konvensional pada umumnya kurang memperhatikan ketuntasan belajar khususnya ketuntasan peserta didik secara individual. Secara kualitatif perbandingan ke dua pola tersebut dapat dicermati pada Tabel berikut, Tabel 1: Perbandingan Kualitatif antara Pembelajaran Tuntas dengan Pembelajaran Konvensional Pembelajaran Pembelajaran Tuntas Konvensional A. Persiapan 1.Tingkat ketuntasan Diukur dariDiukur dari performance performance pesertapeserta didik yang didik dalam setiapdilakukan secara acak unit (satuan kompetensi atau kemampuan dasar). Setiap peserta didik harus mencapai nilai 75 2. Satuan AcaraDibuat untuk satuDibuat untuk satu minggu Pembelajaran minggu pembelajar-an, dan hanya pembelajaran, dandipakai sebagai pedoman dipakai sebagaiguru pedoman guru serta diberikan kepada peserta didik 3. Pandangan terhadapKemampuan hampirKemampuan peserta didik kemampuan pesertasama, namun tetapdianggap sama didik saat memasukiada variasi satuan pembelajaran tertentu B. Pelaksanaan4. BentukDilaksanakan melaluiDilaksanakan sepenuhnya pembelajaran pembelajaran dalampendekatan klasikal,melalui pendekatan satu unit kompetensikelompok danklasikal atau kemampuan dasar individual 5. Cara pembelajaranPembelajaran Dilakukan melalui Langkah Aspek Pembeda

. dan membaca kompetensi dasar (lecture). dalam arti meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada sekelompok peserta didik (klasikal).secara klasikal group learning activities) dan tutor yang dilakukan secara individual Langkah Aspek Pembeda D. Fokus kegiatanDitujukan kepadaDitujukan kepada peserta pembelajaran masing-masing didik dengan kemampuan peserta didik secaramenengah individual 9.Pembelajaran Pembelajaran Tuntas Konvensional dalam setiap standardilakukan melaluimendengarkan (lecture). Peranan guru Sebagai pengelolaSebagai pengelola pembelajaran untukpembelajaran untuk memenuhi kebutuhanmemenuhi kebutuhan peserta didik secaraseluruh peserta didik individual dalam kelas 8. Indikator Pelaksanaan Pembelajaran Tuntas 1. Umpan Balik 10. kompetensi ataupenjelasan gurutanya jawab. sehingga pembelajaran memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing peserta didik secara optimal. PenentuanDitentukan olehDitentukan sepenuhnya keputusan mengenaipeserta didik denganoleh guru satuan pembelajaran bantuan guru C. berdiskusi. Instrumen umpanMenggunakan Lebih mengandalkan pada balik berbagai jenis sertapenggunaan tes objektif bentuk tagihan secarauntuk penggalan waktu berkelanjutan tertentu 11. OrientasiPada terminalPada bahan pembelajaran pembelajaran performance peserta didik (kompetensi atau kemampuan dasar) secara individual 7. tetapi juga mengakui dan memberikan layanan sesuai dengan perbedaan-perbedaan individual peserta didik. membaca(tidak terkontrol) secara mandiri dan terkontrol. Metode Pembelajaran Strategi pembelajaran tuntas sebenarnya menganut pendekatan individual. dan belajar secara individual 6. Cara membantuMenggunakan sistemDilakukan oleh guru peserta didik tutor dalam diskusidalam bentuk tanya jawab kelompok (small.

Fokus program pembelajaran bukan pada “Guru dan yang akan dikerjakannya” melainkan pada ”Peserta didik dan yang akan dikerjakannya”. Artinya. Metode pembelajaran yang sangat ditekankan dalam pembelajaran tuntas adalah pembelajaran individual. Peran Guru Strategi pembelajaran tuntas menekankan pada peran atau tanggung jawab guru dalam mendorong keberhasilan peserta didik secara individual. 1996) 2. Oleh karena itu.Adapun langkah-langkahnya adalah : • • • mengidentifikasi prasyarat (prerequisite). Evaluasi Penting untuk dicatat bahwa ketuntasan belajar dalam KTSP ditetapkan dengan penilaian acuan patokan (criterion referenced) pada setiap kompetensi dasar dan tidak ditetapkan berdasarkan norma (norm referenced). yang lebih menekankan pada interaksi antara peserta didik dengan materi/objek belajar. mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk yang bervariasi Memonitor seluruh pekerjaan peserta didik Menilai perkembangan peserta didik dalam pencapaian kompetensi (kognitif. tutorial orang perorang. pembelajaran dengan teman atau sejawat (peer instruction). pembelajaran tuntas memungkinkan peserta didik lebih leluasa dalam menentukan jumlah waktu belajar yang diperlukan. buku-buku kerja. Kemajuan peserta didik sangat bertumpu pada usaha serta ketekunannya secara individual. membuat tes untuk mengukur perkembangan dan pencapaian kompetensi. Pendekatan yang digunakan mendekati model Personalized System of Instruction (PSI) seperti dikembangkan oleh Keller. 4. peserta didik diberi kebebasan dalam menetapkan kecepatan pencapaian kompetensinya. permainan dan pembelajaran berbasis komputer (Kindsvatter. dan bekerja dalam kelompok kecil. Berbagai jenis metode (multi metode) pembelajaran harus digunakan untuk kelas atau kelompok. psikomotor. dan afektif) Menggunakan teknik diagnostik Menyediakan sejumlah alternatif strategi pembelajaran bagi peserta didik yang mengalami kesulitan 3. Pembelajaran tuntas sangat mengandalkan pada pendekatan tutorial dengan sesion-sesion kelompok kecil. Peran Peserta didik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang memiliki pendekatan berbasis kompetensi sangat menjunjung tinggi dan menempatkan peran peserta didik sebagai subjek didik. Dalam hal ini batas ketuntasan belajar harus ditetapkan . Peran guru harus intensif dalam hal-hal berikut: • • • • • • • Menjabarkan/memecah KD (Kompetensi Dasar) ke dalam satuan-satuan (unit-unit) yang lebih kecil dengan memperhatikan pengetahuan prasyaratnya. pembelajaran terprogram. Mengembangkan indikator berdasarkan SK/KD.

atau sampai nilai berapa seorang peserta didik dinyatakatan mencapai ketuntasan dalam belajar. Sistem penilaian mencakup jenis tagihan serta bentuk instrumen/soal. sehingga memungkinkan adanya perbedaan dalam penentuan batas ketuntasan untuk setiap KD maupun pada setiap sekolah dan atau daerah.oleh guru. KTSP. meskipun umumnya disepakati pada skor/nilai 75 (75%) namun batas ketuntasan yang paling realistik atau paling sesuai adalah ditetapkan oleh guru mata pelajaran. 2008. peserta didik dimungkinkan dapat menilai sendiri hasil tesnya. . dsb. kuesioner. Dengan menggunakan tes diagnostik yang dirancang secara baik. pembelajaran. hanya waktu yang diperlukan berbeda. 65. dan hasil evaluasi adalah lulus atau tidak lulus. Asumsi dasarnya adalah: • • bahwa semua orang bisa belajar apa saja. standar harus ditetapkan terlebih dahulu. misalnya apakah peserta didik harus mencapai nilai 75. dengan yang kurang pandai dalam pencapaian kompetensi. (Gentile & Lalley: 2003) Sistem evaluasi menggunakan penilaian berkelanjutan. maka dalam pembelajaran terjadi perbedaan kecepatan belajar antara peserta didik yang sangat pandai dan pandai. termasuk mengenali di mana ia mengalami kesulitan dengan segera. Ulangan mencakup aspek kognitif dan psikomotor Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti pengamatan. Sumber: Diambil dan Adaptasi dari : Depdiknas. Sementara pembelajaran berbasis kompetensi mengharuskan pencapaian ketuntasan dalam pencapaian kompetensi untuk seluruh kompetensi dasar secara perorangan. berita. Sedangkan penentuan batas pencapaian ketuntasan belajar. Dalam pembelajaran tuntas tes diusahakan disusun berdasarkan indikator sebagai alat diagnosis terhadap program pembelajaran. Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tuntas (Mastery-Learning) Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. opini. umum Komentar (13) Lacak Balik (0) Tinggalkan komentar Lacak balik 1. Implikasi dari prinsip tersebut mengharuskan dilaksanakannya program-program remedial dan pengayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari penerapan sistem pembelajaran tuntas. kurikulum. Mengingat kecepatan tiap-tiap peserta didik dalam pencapaian KD tidak sama. yang ciri-cirinya adalah: • • • • • Ulangan dilaksanakan untuk melihat ketuntasan setiap Kompetensi Dasar Ulangan dapat dilaksanakan terdiri atas satu atau lebih Kompetensi Dasar (KD) Hasil ulangan dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial dan program pengayaan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Categories: kurikulum dan pembelajaran Tag:artikel. 55.

maka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Kemunculan KTSP merupakan suatu jawaban atas tuntutan masyarakat dan realita yang kini dihadapi pendidikan di Indonesia yang seolah mengalami masa suram akibat rendahnya mutu sistem pendidikan di Indonesia. tidak terciptanya kerjasama yang baik antara perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga guru. Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan berkesinambungan. Anggapan seperti itu telah mengabaikan faktor lain yang juga ikut mempengaruhi terjadinya kegagalan itu sendiri. sosial budaya masyarakat setempat dan karekteristik peserta didik. yaitu: (1)standar isi. (6)standar pengelolaan. PENDAHULUAN Perubahan kurikulum di Indonesia hingga sampai pada KTSP tahun 2006 menunjukkan kuatnya anggapan bahwa kegagalan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia hanyalah disebabkan oleh kesalahan rancangan kurikulum. KTSP singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan sebuah kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan. (3)standar kompetensi lulusan. olahpikir. sistem evaluasi dan standarisasi nasional dan daerah yang tidak akurat. Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. karakteristik sekolah/daerah. Dalam beberapa literatur dijelaskan beberapa faktor yang dimaksud adalah kompetensi guru dalam melaksanakan kurikulum. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana. olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan. serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. pemerintah. Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. terarah. peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan. yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. . isi. ketidaktersediaan sarana dan prasarana sekolah. (5)standar sarana dan prasarana. dan sekolah. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Menghadapi hal tersebut. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan. potensi sekolah/daerah. dan (7)standar penilaian pendidikan. dan ketidakjelasan arah serta model pendidikan yang diselenggarakan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. kurangnya keterlibatan stakeholder. dalam hal ini perlu adanya perubahan sosial yang memberi arah bahwa pendidikan merupakan pendekatan dasar dalam proses perubahan itu. (2)standar proses. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati. perlu dilakukan penataan terhadap sistem pendidikan secara kaffah (menyeluruh). standar pembiayaan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.ANALISIS KEBIJAKAN KTSP 2006 Oleh: Sri Hendrawati Ditulis pada tahun 2007 A.

dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1 ayat 15) dikemukakan bahwa : Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. yakni.24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas No. beban belajar.Permendiknas No. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan. pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada. kalender pendidikan. struktur dan muatan kurikulum.− Sumber belajar bukan hanya guru. bahan.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (1) dan (2) sebagai berikut: 1) Pengembangan kurikulum mengacu pada Standar Nasional pendidikan untuk mewujudkan . standar kompetensi. subjek akademik. Namun demikian.− Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.Secara substansial. B.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. humanistik.22 dan 23 . peralatan. dan lain-lain) untuk tercapainya tujuan-tujuan pengembangan kurikulum. KBK. . Dalam KTSP dapat digunakan model-model kurikulum. yaitu PP No. dan pengendalian serta evaluasi kurikulum yang masih tampak dominasi pemerintah pusat.− Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. rekonstruksi sosial. yaitu: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. mulai dari tujuan.PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar Nasional pendidikan. metode. maka pengelolaan KTSP tampaknya berada di antara sentralistik dan desentralistik. esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan berorientasi pada subject matter). Selayang Pandang KTSP KTSP adalah pengembangan kurikulum berbasis sekolah (PKBS) yang di Australia dikenal dengan school based curriculum development (SBCD). seperti. manakala kita melihat kerangka dasar dan struktur kurikulum. dan mengevaluasi kurikulum. yakni dekonsentratif.Permendiknas No. KTSP bersifat desentralistik. . mengimplementasikan. Jika konsisten dengan namanya. 19/2005. KTSP disusun dan dikembangkan berdasarkan Undang-Undang No. penggunaan model kurikulum yang mendasarkan pada pencapaian kompetensi (KBK) tidak dapat dielakkan.− − Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi sebelumnya (versi 2002 dan 2004). Penyususnan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan dilandasi oleh undang-undang dan peraturan pemerintah sebagai berikut : . uang. Pengembangan kurikulum mencakup kegiatan merencanakan. siswa harus menguasai sejumlah kompetensi manakala mereka menamatkan pendidikan dalam satuan pendidikan. Hakikat KTSP. hingga pengembangan silabusnya.22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Akan tetapi. dalam tataran praktis karena tuntutan pencapaian standar kompetensi. . KTSP merupakan model manajemen pengembangan kurikulum yang arahannya memberdayakan berbagai unsur manajemen (manusia. dan lain sebagainya.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.− Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. visi – misi. Namun. .Permendiknas No.

2. 1. STRUKTUR KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR/ MADRASAH IBTIDAIYAH Struktur Kurikulum SD/MI Komponen Kelas dan Alokasi Waktu I II III IV. 3. Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompentensi lulusan dan standar kompentensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut. Struktur kurikulum SD/MI Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai dengan kelas VI.keunggulan daerah. Kedalam muatan kurikulum setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituang kan dalam kompentensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan bahan belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. 2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. Pengembangan diri bertujuan mengembangkan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri dengan kebutuhan. dan peserta didik.d. potensi daerah. dan VI . Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus di asuh oleh guru. dan minat peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. 4. Struktur kurikulum Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah mencangkup struktur kurikulum pendidikan umum dan pendidikan khusus. 6. Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran. dan pengembangan diri. Kompentensi tersebut terdiri atas standar kompentensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompentensi lulusan. guru. muatan lokal. Alokasi waktu satu jam pembelajaran 35 menit. 7. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakulikuler. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. sedangkan pada kelas IV s.Tujuan Pendidikan Nasional. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompentesi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik. Muatan local dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Struktur kurikulum pendidikan umum Struktur kurikulum pendidikan umum terdiri dari struktur kurikulum SD/MI. struktur kurikulum SMP/MTs. Pembelajaran pada Kelas I s. Substansi muatan local ditentukan oleh satuan pendidikan. V. Kegiatan pengembangan diri di fasilitasi atau dibimbing oleh konselor. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. yang materinya tidak dapat dikelompokan kedalam mata pelajaran yang ada. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu. dan struktur kurikulum SMA/MA. VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran. bakat.d. 5. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD/MI merupakan “IPA terpadu” dan “IPS terpadu”.

Pengelolaan konseling dan pengembangan kurikulum. cara untuk mempelajari serta bagaimana cara untuk mengetahui pencapaiannya. Matematika 5 5. Pendidikan Jasmani. Dalam KTSP. Akibatnya. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 7. tidak pernah dijadikan sebagai sesuatu yang menantang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. tahun kedua kelas 1. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. karena memegang peranan yang sangat penting dan krusial sebagai berikut : Pengelolaan administrative . Berdasarkan pernyataan Hamalik tersebut di atas . Sedangkan yang belum melakukan uji coba KBK secara menyeluruh dapat melakukannya secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun. Meningkatkan keberhasilan sistem instruksional Pendekatan kurikulum. Misalnya banyak guru yang ketika mengajar hanya mengandalkan buku pegangan yang diterbitkan salah satu penerbit. Pendidikan Agama 3 2. Guru sebagai tenaga profesi kependidikan. ketika mereka dihadapkan pada ujian nasional. akan tetapi merupakan suatu beban yang sangat berat. Bahasa Indonesia 5 4. guru maupun kepala sekolah merupakan key person untuk mewujudkan keberhasilan pengembangan KTSP. seperti yang diangkapkan Hamalik (2007. sebab kurikulum merupakan alat pencapaian pendidikan yang didalamnya berisi tentang rumusan tujuan yang harus dicapai. Buku Materi Pokok: Kajian Kurikulum dan Pembelajaran. C. Halaman 259.5 dan tahun ketiga kelas 1. Dengan demikian maka sebenarnya sekolah diberi keleluasaan untuk melaksanakan KTSP secara bertahap sesuai dengan kemampuannya. Namun demikian opini yang kini berhembus menyatakan bahwa banyak praktisi pendidikan termasuk guru yang tidak memahami kurikulum secara benar. Wina. Memupuk hubungan timbal balik yang harmonis dengan siswa. Pengembangan Diri 2*) J u m l a h 26 27 28 32 *) ekuivalen 2 jam pembelajaran Sumber: Sanjaya. (2007). Berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. takut kalau-kalau peserta didik di sekolahnya tidak lulus ujian karena tidak bisa menyelesaikan soal dengan baik. Hal ini terbukti. tidak pernah menghayati kurikulum kemudian menjabarkannya dalam bentuk perencanaan pembelajaran.hal. Mata Pelajaran 1.4. Olahraga dan Kesehatan 4 B.4. idealnya. isi/materi pelajaran yang harus dipelajari siswa. mereka sering kelabakan.3. hal ini meliputi seluruh . jika setiap guru melaksanakan peran dan fungsinya secara baik. KONDISI RIIL PELAKSANAAN KTSP DI LAPANGAN Kurikulum merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan.6. Ilmu Pengetahuan Alam 4 6. Pendidikan Kewarganegaraan 2 3. Kekurangpahaman guru bisa berakibat fatal terhadap hasil belajar peserta didik.5.24 Tahun 2006 pasal 2 ayat (3) dan (4) bahwa jika satuan pendidikan tersebut telah melakukan uji coba KBK atau kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat melaksanakan KTSP secara menyeluruh untuk semua tingkatan kelas mulai tahun ajaran 2006/2007. setiap terjadi penyempurnaan kurikulum.2. maka pengembangan KTSP dapat dilaksanakan dengan baik. dan sering ketakutan. dengan tahapan tahun pertama kelas 1 dan 4. Meningkatkan pemahaman konsep diri. Seni Budaya dan Keterampilan 4 8.232-233). Muatan Lokal 2 C.A.2. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Yang perlu menjadi dasar pemikiran adalah bagaimana memotivasi para guru untuk mau menerima perubahan ini dengan sikap yang terbuka. Berbicara mengenai pelaksanaan kurikulum ditatanan yang paling bawah yaitu sekolah. dan tentunya guru pun melakukan hal yang sama yaitu meng-copy paste RPP. mau belajar. termasuk kesiapan guru. pelaporan. turut ambil bagian yang sangat menentukan arah pengembangan kurikulum. para guru serta orangtua murid melalui Dewan Sekolah. Opini yang kini berkembang dalam benak para guru. Dalam Peraturan Pemerintah RI No. Pemerintah sudah mengantisipasinya dengan memberikan jangka waktu agar sekolah dan komponennya dapat menerapkan KTSP secara maksimal. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa ini semua adalah tugas yang sangat berat bagi guru. Nah. apakah sudah tepat sasaran. bahwa kurikulum berubah-ubah padahal itu-itu saja . Dilanjutkan oleh Pasal 56 bahwa pemantauan dilakukan oleh pimpinan satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkesinambungan untuk menilai efisiensi. evaluasi pendidikan. Dinas Pendidikan setempat dapat mengkoordinasikan sekolah-sekolah yang belum mempunyai kemampuan mandiri untuk menyusun KTSP dan silabus. Kemudian pada tahap pembuatan dokumen KTSP tingkat sekolah. melainkan dibuat dengan sangat serius. apakah sudah menyentuh hingga lapisan yang paling bawah. Dalam kaitannya dengan perencanaan dan perumusan KTSP di tingkat sekolah. baik kepala sekolah. dalam hal ini tentang kurikulum sehingga guru tidak ketinggalan jaman. melainkan mau mengembangkan dirinya untuk meningkatkan kemampuan yang menunjang profesionalismenya. Sebenarnya dalam rangka sosialisasi KTSP . dengan demikian. jika suatu sekolah mengadopsi KTSP dari sekolah lain. kurikulum. supervisi. tidak terlepas dari peran supervisi dan pembinaan. hanya ganti cover saja. dimana didalamnya terlibat sebuah badan independen BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan).24 Tahun 2006 pasal 1 ayat (4) bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP. karena proses penyusunan kurikulum itu tidak mudah. (telaah berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan di beberapa sekolah). Jangan-jangan memang faktor pembinaan yang kurang baik dilaksanakan hingga akhirnya setiap penyempurnaan kurikulum dianggap sebagai tugas yang berat bagi guru . dan tindak lanjut hasil pengawasan. Sekolah yang mempunyai kemampuan mandiri dapat mengembangkan KTSP dan silabus yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya dengan pengawasan dari Dinas Pendidikan (provinsi. seperti penyusunan KTSP.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 55 dikatakan bahwa pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. banyak sekolah yang meng-copy paste isi KTSP. soal evaluasi dan sebagainya. dan akuntabilitas satuan pendidikan . Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. efektifitas. dan manajemen pendidikan yang memiliki wawasan. misalnya penerbit buku. Pandangan seperti itu tidak benar. haruslah diubah. dan ujung tombaknya adalah pelaksanaan di dalam kelas yang dilakukan oleh guru.komponen pendidikan yang terkait dengan satuan pendidikan tersebut. demikian pula dengan silabus dan perangkatnya. sehingga guru terutama guru senior. (UU Sisdiknas Tahun 2005 Pasal 74 ayat 2). bagaimana timbal baliknya. tidak hanya mengandalkan pengalamannya saja. evaluasi.kabupaten/kota). dan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. serta tujuan yang ingin di capai. maka para guru seyogyanyalah memaknai kurikulum yang disusunnya jauh lebih baik dari pada pihak lain. apakah sudah ada masukan yang berarti dari para praktisi termasuk guru tentang implementasi kurikulum yang berguna bagi perbaikan dan penyempurnaan kurikulum. Berikut adalah telaah faktor supervisi di dalam implementasi KTSP. Sampai sejauh mana sosialisasi KTSP dilakukan . mau mencari tahu/informasi tentang bidang yang digelutinya. pemikirannya selalu up to date sejalan dengan perkembangan kemajuan dunia pendidikan. pengalaman. hal tersebut sah-sah saja selama mekanismenya berjalan dengan benar. yang terdiri dari para ahli di bidang psikometri.

d. c. mulai dari pembuatan misi dan visi sekolah. b. Dalam kaitannya dengan kurikulum.2007). dan akuntabilitas satuan pendidikan.19 tahun 2005 tersebut. . PERMASALAHAN Secara umum kurikulum pendidikan dasar dan menengah menghadapi dua permasalahan pokok: “Pertama” yang berkaitan dengan materi/perangkat pengaturan yang ditetapkan oleh pusat (kurikulum tertulis). Permasalahan yang Berkaitan dengan Kurikulum Tertulis Yang dimaksud dengan kurikulum (tertulis) adalah dokumen KTSP yang disusun dan dikembangkan oleh sekolah yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah. mana yang harus ditingkatkan baik oleh guru maupun komponen sekolah lainnya. Ironisnya adalah komplek sekolah tersebut merupakan sekolah yang memang cukup diminati masyarakat. maka dapat mendeteksi sejak dini mana yang harus dibantu. pemilihan materi pelajaran. namun di dalamnya. menyatakan betapa besarnya peranan kepala satuan pendidikan dan pengawas/penilik dalam melakukan supervisi dan pembinaan. Berdasarkan PP No. guru-guru di sekolah tersebut mengalami kesulitan manakala harus menerapkan KTSP karena kurangnya pembinaan yang dilakukan kepala sekolah maupun pengawas. dan “Kedua” pelaksanaan dari kurikulum yang ditetapkan. Kenyataan di lapangan mengindikasikan banyaknya kepala sekolah maupun pengawas yang memang belum paham tentang KTSP. hingga penyusunan silabus. Guru-guru mengalami kebingungan kemana harus bertanya untuk memulai apa yang harus dipersiapkan dan langkah apa yang harus ditempuh dalam melaksanakan KTSP. mengadopsi mentah-mentah KTSP yang disusun oleh sekolah lain tanpa menyesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Masalah yang dihadapi adalah: a. Peran KKG dan MGMP dapat membantu guru agar lebih memahami dan memaknai kurikulum serta memberdayakan guru binaannya dalam penyusunan RPP (Rencana Pelaksanan Pengajaran). Kekurangpahaman pihak sekolah terhadap penyusunan KTSP mengakibatkan banyak sekolah membuat KTSP asal jadi saja. dsb. Hal ini disebabkan oleh banyak factor. Hal ini dikarenakan sumber daya manusianya kurang memadai. efektifitas. membuat RPP. Kesulitan dalam menyusun kurikulum yang sesuai dengan tuntutan pembangunan nasional (kebutuhan tenaga bidang industri dan bidang lainnya yang belum sinkron dengan perencanaan pendidikan sebagai penghasil lulusan / tenaga kerja). serta pemahaman terhadap peserta didik secara menyeluruh. Secara garis besar permasalahan kurikulum dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Sehingga sosialisasi KTSP dapat berjalan maksimal. Dan hal ini dirasakan pula oleh sekolah lain yang berada di lingkungan kecamatan tersebut. Sekolah mengalami kesulitan dalam menyusun isi dokumen KTSP. menyususn penilaian. Selain daripada itu pemberdayaan KKG atau MGMP yang kurang maksimal mengakibatkan terhambatnya pemahaman guru mengenai KTSP. penyusunan strategi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar meliputi metode dan evaluasinya. Sebagai contoh kasus yang terjadi di sebuah komplek sekolah dasar di kota Bandung. Tidak mudah memilih materi dan komposisi kurikulum yang tepat untuk mendukung berbagai tujuan yang telah ditetapkan sesuai kemampuan dan perkembangan jiwa anak. jika kepala sekolah maupun pengawas melakukan supervisi secara teratur dan berkesinambungan untuk menilai efisiensi. Mereka kesulitan dalam menyusun silabus. Pemberdayaan KKG dan MGMP jika ditingkatkan akan membantu program pembinaan yang dilakukan (Mulyasa.serta ditegaskan oleh pasal 57 bahwa : supervisi yang meliputi supervisi manajerial dan akademik dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. satu diantaranya adalah pengawas dan kepala sekolah yang kurang kualified. manajemennya sungguh berantakan dan memprihatinkan. D.

Tak jarang guru yang dikirimkan untuk mengikuti penataran adalah orang yang itu-itu saja dan hasilnya tidak disampaikan secara maksimal kepada guru lainnya. Pengembangan kurikulum tidak melibatkan tim kerja yang kompak dan transparan. sulit mendapatkan pembinaan yang intensif dan merata untuk dapat melaksanakan kurikulum pendidikan nasional dengan sebaik-baiknya. keterlambatan pencetakan buku rapor siswa berdampak pada kinerja guru di sekolah. Belum terciptanya kondisi yang kondusif yang memberikan kemungkinan para pelaksana pendidikan (Pembina. ANALISIS SWOT PELAKSANAAN KTSP Pada bagian ini khusus mengenai analisis pelaksanaan KTSP. Kepala Sekolah. kurikulum tersebut menjadi kurang operasional. tidak melihat kepada situasi riil di lapangan. b. Strength = kekuatan/kelebihan 2. Sebagai guru borongan. buku pelajaran. e. Besarnya sasaran pembinaan pendidikan dasar dan menengah tidak mudah mencukupi keperluan sarana/alat pendukung untuk melaksanakan kurikulum (antara lain: buku kurikulum. Dengan adanya penyeragaman ini. Treat = tantangan /ancaman A. g. dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. dan bertanggung jawab. keterlambatan pengesahan pedoman standar penilaian oleh BSNP. inovatif. alat peraga. Kurangnya sosialisasi KTSP. Untuk itulah kehadiran KTSP diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu dunia pendidikan di Indonesia. E. sekolah di daerah industri sama dengan di wilayah pariwisata. f. Kelebihan KTSP Kelebihan-kelebihan KTSP ini antara lain: 1. guru-guru SD mengalami kesulitan dalam menganalisis setiap mata pelajaran dalam kurikulum dan menentukan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik lingkungan serta peserta didik. Analisis ini menggunakan metode Analisis SWOT yang terdiri dari : 1. c. baik dari komponen guru maupun masyarakat. Mendorong terwujudnya otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia. sehingga tidak memberikan kompetensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan diri dan keunggulan khas yang ada di daerahnya. 2. alat praktek). sekolah di kota sama dengan sekolah di daerah pinggiran maupun di daerah pedesaan. mengakibatkan pelaksanaan supervisi tidak dapat dilakukan dengan baik. Sebagai implikasi dari penyeragaman ini akibatnya para lulusan tidak memiliki daya kompetitif di dunia kerja dan berimplikasi pula terhadap meningkatnya angka pengangguran. Peran KKG dan MGMP yang tidak maksimal menyebabkan terhambatnya sosialisasi KTSP. Permasalahan yang berkaitan dengan Pelaksanaan Kurikulum Dalam melaksanakan kurikulum nasional ditemukan berbagai permasalahan. Penyeragaman kurikulum ini juga berimplikasi pada beberapa kenyataan bahwa sekolah di daerah pertanian sama dengan sekolah yang daerah pesisir pantai. Kurangnya jumlah dan mutu tenaga supervisi serta fasilitas pendukungnya. dan Guru) untuk melaksanakan tugasnya secara kreatif. Opportunity = peluang 4. Sistem penataran guru dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan kurikulum pendidikan nasional belum mantap. Besarnya jumlah guru pendidikan dasar dan menengah yang tersebar diseluruh tanah air. Weakness = kelemahan 3. d.e. antara lain: a. Oleh karenanya. . f.

kualitas lulusan yang dihasilkan pada akhirnya menjadi tolak ukur masyarakat dalam penilaian kinerja sekolah. kerajinan. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. (6) Belajar sepanjang hayat. organisasi profesi. Sehingga kelak jika peserta didik di lingkungan ini telah menyelesaikan studinya bila mereka tidak berkeinginan untuk . Dengan berpijak pada panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang dibuat oleh BNSP. 2. Sebagai sesuatu yang baru. sekolah diwajibkan menyusun kurikulumnya sendiri. dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi. dan Departemen Pendidikan Nasional. prinsip pengembangan KTSP adalah (1) Berpusat pada potensi. Sekolah-sekolah tersebut tidak hanya menjadikan materi bahasa Inggris dan kepariwisataan sebagai mata pelajaran saja. (7) Dan seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Sesuai dengan kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang tertuang dalam Peraturan Mendiknas No. Pemerintah daerah dapat lebih leluasa berimprovisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Memberikan kesempatan bagi masyarakat dan orangtua untuk berpartisipasi dalam menentukan arah kebijakan pendidikan di sekolah Sebagaimana diketahui. Oleh karena itu. dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. nelayan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. kondisi. (5) Menyeluruh dan berkesinambungan. sekolah yang berada dalam kawasan pariwisata dapat lebih memfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran di bidang kepariwisataan lainnya. Sedangkan secara horizontal. bahwa hanya sekolah bermutulah yang akan bertahan dan diminati masyarakat. Dinas Pendidikan Provinsi. sekolah dapat berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten atau Kota. sedangkan sekolah dengan kinerja yang kurang baik akan tereleminasi. Hal ini dapat menyebabkan seleksi alam. dunia industri. 4. Keberadaan suatu sekolah pun. sekolah diberi keleluasaan untuk merancang. tetapi lebih dari itu menjadikan mata pelajaran tersebut sebagai sebuah keterampilan. sekolah bersama komite sekolah diberi otonomi menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan di lapangan. teknologi. mengembangkan. (2) Beragam dan terpadu. jika diperlukan. dan sebagainya agar kurikulum yang dibuat oleh sekolah benar-benar mampu menjawab kebutuhan di daerah di mana sekolah tersebut berada. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Mendorong para guru. Dengan demikian dapat terjadi persaingan yang cukup sehat diantara sekolah-sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu memungkinkan sekolah menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Peraturan Mendiknas No. sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersamasama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. Di samping itu. pencitraan sekolah. sekolah mungkin mengalami kesulitan dalam penyusunan KTSP. petani. (4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan. KTSP sangat relevan dengan konsep desentralisasi pendidikan sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) yang mencakup otonomi sekolah di dalamnya. (3) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Secara vertikal. dan kondisi lingkungan sekolah. sekolah dapat berkonsultasi baik secara vertikal maupun secara horizontal. Misalnya. Mau tak mau sekolah harus meningkatkan kualitasnya untuk mempertahankan eksistensinya. kebutuhan. Sekolah bisa mengembangkan standar yang lebih tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan. dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan. sekolah dapat bermitra dengan stakeholder pendidikan dalam merumuskan KTSP. 3. Berdasarkan prinsip-prinsip ini. Sebagai contoh misalnya.Dengan semangat otonomi itu. situasi. dan seni. kepala sekolah. Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi. perkembangan. pariwisata.

Jika biasanya satu jam pelajaran untuk siswa SD.200 jam pelajaran dalam setahun. Kehadiran KTSP ini bisa jadi merupakan kabar baik bagi sekolah-sekolah plus. Meski demikian. bahan ajar yang dianggap memberatkan siswa pun akan dikurangi. maka rekomendasi BNSP ini mengusulkan pengurangan untuk SD menjadi 35 menit setiap jam pelajaran. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20%. SMP dan SMA adalah 45 menit. Suasana formal yang diciptakan sekolah. 5. KTSP ini sesungguhnya lebih mudah. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. tentu akan memberikan dampak tersendiri pada psikologis anak. 6. atau menghilangkan titik kejenuhan siswa terhadap mata pelajaran dalam sehari akibat terlalu lama berkutat dengan pelajaran itu. Jam pelajaran yang biasa diterapkan kepada siswa sebelunya berkisar antara 1. mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk mengembangkan kepribadiannya. karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya. Di samping jam pelajaran akan dikurangi antara 100-200 jam per tahun. perngurangan itu tidak dilakukan secara ekstrim dengan memangkas sekian jam frekwensi siswa berhubungan dengan mata pelajaran di kelas. Total 1. tetapi guru dan sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya. Sehingga ketika pemerintah kemudian justru mewajibkan adanya pengayaan dari masing-masing sekolah. dan untuk SMA tidak berubah. Sebagian . Rekomendasi ini dapat dikatakan cukup unik. Meskipun terdapat pengurangan jam pelajaran dan bahan ajar. Sekolah-sekolah swasta yang kini marak bermunculan itu sejak beberapa tahun terakhir telah mengembangkan variasi atas kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Apalagi kegiatan belajar mengajar masih banyak yang terpaku pada kegiatan tatap muka di kelas. KTSP juga tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Pola kurikulum baru (KTSP) akan memberi angin segar pada sekolah-sekolah yang menyebut dirinya nasional plus. ditambah lagi standar jam pelajaran yang relatif lama.000 jam pelajaran dalam satu tahun ini dengan asumsi setahun terdapat 36-40 minggu efektif kegiatan belajar mengajar. sekolah-sekolah plus itu jelas akan menyambut gembira. Dampak yang mungkin tidak terlalu disadari adalah siswa terlalu terbebani dengan jam pelajaran tersebut. Sehingga suasana yang tercipta pun menjadi terkesan sangat formal. Pengurangan jam belajar siswa tersebut merupakan rekomendasi dari BNSP. dan biasanya yang berubah adalah metode pengajaran dan buku pelajaran semata. Banyak pakar yang menilai sekolah selama ini telah merampas hak anak untuk mengembangkan kepribadian secara alami.melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi mereka dapat langsung bekerja menerapkan ilmu dan ketrampilan yang telah diperoleh di bangku sekolah.dan dalam seminggu tersebut meliputi 36-38 jam pelajaran. Melainkan memotong sedikit. KTSP tetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa. KTSP dapat mengurangi beban belajar sebanyak 20% karena materi dalam KTSP disusun lebih sederhana. Persoalan ini lebih dirasakan untuk siswa SD dan SMP.000-1. untuk SMP menjadi 40 menit. Alasan diadakannya pengurangan jam pelajaran ini karena menurut pakar-pakar pendidikan anak bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah selama ini terlalu banyak. Dalam usia yang masih anak-anak. yakni tetap 45 menit setiap jam pelajaran. Akibat lebih jauh lagi adalah mempengaruhi perkembangan jiwa anak. karena selama bertahun-tahun beban belajar siswa tidak mengalami perubahan. Inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa jam pelajaran untuk siswa perlu dikurangi. Di samping itu yang harus digarisbawahi adalah bahwa yang akan dikeluarkan oleh BNSP tersebut bukanlah kurikulum tetapi tepatnya Pedoman Penyusunan Kurikulum 2006.

jika mengacu pada persyaratan yang ada. juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru. namun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. sebelumnya sejak awal berdiri pada 1990 telah menggunakan kombinasi kurikulum Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Sebagai contoh. B. namun secara optimal memberikan penekanan pada aspek-aspek tertentu yang tidak diatur oleh kurikulum. Banyaknya fasilitas sekolah yang rusak sampai bangunan yang roboh. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas pada tahun 2004. guru SMP 39. dapat diperoleh gambaran kondisi guru di lapangan. namun pihaknya tetap mematuhi kurikulum pemerintah.99% . menambah panjang daftar kelemahan implementasi KTSP di lapangan.2% guru di Indonesia mengajar bukan pada bidang keahliannya (Toharudin.7 juta guru menunjukkan bahwa ketidaksesuaian ijasah yang mengajar di jenjang pendidikan dasar dan menengah menunjukkan kecenderungan yang kurang mengembirakan. 2. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. Lebih mengkhawatirkan lagi bila 17. 43% guru SMA. maka pemberlakuan KTSP . Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap dan representatif merupakan salah satu syarat yang paling urgen bagi pelaksanaan KTSP. Guru SD tercatat 66. 2007) Dari data di atas. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik konsepnya. Hasil survey Human Development Indeks (HDI) sebanyak 60% guru SD.21% guru pada berbagai jenjang pendidikan dasar dan menengah yang mengajar tidak sesuai dengan kompetensinya. mengingat untuk memahami kurikulum yang begitu luas cakupannya. baik di atas kertas maupun di depan kelas. Misalnya tetap memberikan materi Bahasa Indonesia. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi. Oktober 2005 dalam Muhyi. Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP. dan guru SMA sebanyak 34. Masih rendahnya kuantitas guru yang diharapkan mampu memahami dan menguasai KTSP dapat disebabkan karena pelaksanaan sosialisasi masih belum terlaksana secara menyeluruh. laboratorium serta fasilitas penunjang yang menjadi syarat utama pemberlakuan KTSP. Sekolah High Scope Indonesia. penyusunannya maupun prakteknya di lapangan. Caranya dengan mematuhi batas minimal. Sebagai konsekuansi logis dari penerapan KTSP ini setidak-tidaknya terdapat beberapa kelemahan-kelamahan dalam KTSP maupun penerapannya. dan 34% guru SMK belum memenuhi standarisasi mutu pendidikan nasional.11% yang tidak memiliki ijasah sesuai ketentuan.Dindin MZ. Selain itu tercatat secara umum terdapat 15. Pola penerapan KTSP terbentur pada masih minimnya kualitas guru dan sekolah. di antaranya adalah sebagai berikut: 1. membutuhkan suatu keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh seorang guru yang sesuai dengan jenjang dan bidang keahliannya. Sementara kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak satuan pendidikan yang minim alat peraga. Jika tahapan sosialisasi tidak dapat tercapai secara menyeluruh. Kelemahan KTSP Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia di samping memiliki kelebihan-kelebihan juga memiliki kelemahan-kelamahannya. 40% guru SMP. bahwa dari 2. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP). Kendati mendapat lisensi dari AS.sekolah-sekolah plus tersebut ada yang khawatir ditegur karena memakai bilingual atau memakai istilah kurikulum yang bermacam-macam seperti yang ada sekarang. dengan keadaan yang demikian.08%. 3. Sekarang semua bentuk improvisasi dibebaskan asal tidak keluar panduan yang telah ditetapkan dalam KTSP. mampukah guru memaknai kurikulum dengan benar? Nampaknya hal ini sulit untuk dilakukan meskipun tidak mustahil.

rapor sementara dulu baru rapor asli. padahal di dalam KTSP telah menggunakan rentang nilai 1-100. Sementara itu masih banyak guru yang belum mengetahui tentang ketentuan baru kurikulum ini. Dengan demikian terjadi perubahan nilai rapor dari rentang 1-10 menjadi rentang nilai 1-100 dengan pembulatan yang berakibat pada kebingungan orangtua murid. Keterlambatan sosialisasi penilaian ini menyebabkan beberapa sekolah salah menuliskan nilai pada buku rapor. Sedangkan di kelas 2 SMA atau kelas 11 IPS. salah satunya adalah standar penilaian. jika jamnya dikurangi maka tidak akan bisa memperoleh tunjangan. pelajaran Sosiologi diajarkan untuk empat jam pelajaran tapi pada KTSP menjadi tiga jam pelajaran. Pada kurikulum lama. Sosiologi diajarkan selama lima jam pelajaran di kurikulum lama. timbul keresahan di sana-sini. Namun di KTSP Sosiologi hanya mendapat jatah tiga jam pelajaran. penerapan KTSP pun tidak maksimal.secara nasional yang targetnya hendak dicapai paling lambat tahun 2009 tidak memungkinkan untuk dapat dicapai. Akibatnya. Kurangnya pembinaan dan sosialisasi KTSP di tingkat kecamatan Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa sosialisasi KTSP yang kurang serta pembinaan yang kurang serius di tingkat cabang dinas pendidikan kecamatan. maka pemberlakuan KTSP hanya akan menambah . para guru sulit memenuhi ketentuan 24 jam mengajar agar bisa memperoleh tunjangan. Keterlambatan sosialisasi standar penilaian serta keterlambatan pencetakan buku rapor siswa berdampak pada kesalahan dalam penulisan laporan pendidikan siswa (rapor) Ketika pemerintah menurunkan kebijakan untuk melaksanakan KTSP. keterlambatan pencetakan rapor terutama di kota Bandung menyebabkan guru terutama guru kelas 1 harus ekstra menulis ulang nilai rapor. Bahkan masih banyak sekolah yang hingga hari ini dokumen KTSP-nya belum disahkan oleh pejabat yang berwenang di dinas pendidikan kota. menyebabkan terhambatnya pemahaman guru dalam implementasi KTSP di sekolah. Hal yang sama terjadi di kelas 3 IPS. Al hasil. Selain menghadapi ketidaksiapan sekolah berganti kurikulum. Di suatu sekolah terjadi kasus. Sebagaimana diketahui rekomendasi BSNP terkait pemberlakuan KTSP tersebut berimplikasi pada pengurangan jumlah jam mengajar. Jika KTSP telah benar-benar diberlakukan. pelajaran Sosiologi untuk kelas 1 SMA atau kelas 10 mendapat dua jam pelajaran di KTSP maupun kurikulum sebelumnya. Beberapa faktor kelemahan di atas harus menjadi perhatian bagi pemerintah agar pemberlakuan KTSP tidak hanya akan menambah daftar persoalan-persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan kita. Sebagian sekolah masih menggunakan rentang nilai 1-10. Untuk memperoleh tunjangan profesi dan fungsional semua guru harus mengajar 24 jam. Jika tidak. Hal ini disebabkan karena pedoman penyususnan dan pengembangan KTSP belum seluruhnya rampung disiapkan oleh pemerintah. Hal ini berdampak pula pada kepercayaan orangtua murid terhadap sekolah yang pada akhirnya kinerja sekolah dinilai kurang baik. KTSP juga mengancam pendapatan para guru. 5. khususnya para guru. 4. Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) akan menambah persoalan di dunia pendidikan. Kepemimpinan Kepala Sekolah yang kurang demokratis dan kurang profesional berdampak pada kurangnya peran serta masyarakat yang diwakilkan oleh Dewan/Komite sekolah dalam merumuskan KTSP Masih rendahnya keikutsertaan masyarakat dalam hal ini dewan/komite sekolah dalam penyusunan KTSP menyebabkan pengembangan kurikulum di sekolah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan hingga akhirnya sekolah meng-copy paste saja dokumen KTSP yang sudah jadi. guru terancam tidak memperoleh tunjangan profesi dan fungsional. Sebagai contoh. Hal ini berdampak pada berkurangnya jumlah jam mengajar para guru. Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurang pendapatan para guru. 7. bahwa rapor asli baru diterima pihak sekolah pada semester 2 dibarengi dengan pemberian foto copy buku pedoman penilaian. 6.

Pelaksanaan KTSP memerlukan sosok kepala sekolah yang professional. Tantangan yang dihadapi dalam penerapan KTSP ini sangat kompleks namun secara umum tantangan yang dihadapi antara lain : 1. dan terhadap pengembangan kurikulum. sarana prasarana. Pada umumnya kepala sekolah di negeri ini belum dapat dikatakan professional seperti yang diungkapkan oleh Bank Dunia (1999) bahwa salah satu penyebab makin menurunnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah kurang profesionalnya kepala sekolah sebagai manager . Dengan demikian. learning to do. dan dalam setiap inovasi selalu saja terdapat tantangan di dalamnya. Dengan demikian dapat mendorong mereka untuk mendayagunakan sumber daya yang ada seefisien mungkin untuk mencapai hasil yang optimal. tidak semudah membalikkan telapak tangan. Keterlibatan guru. 2. sesuai dengan prinsip kebersamaan dalam keberagaman. D. maju dan berkembang berdasarkan strategi kebijakan manajemen pendidikan yang ditetapkan pemerintah dengan penuh tanggungjawab. Hal ini memungkinkan terwujudnya sekolah-sekolah unggulan yang memiliki ciri khas dan keunikan sendiri yang memperkaya perkembangan dunia pendidikan negeri ini. C. serta monitoring dan tuntutan pertanggungjawaban yang relative tinggi untuk menjamin bahwa sekolah selain memiliki otonomi luas juga memiliki kewajiban melaksanakan kebijakan pemerintah dan memenuhi harapan masyarakat. Memang hal ini tidaklah mudah. peserta didik serta sosial budaya masyarakatnya. Suasana tersebut akan memupuk tumbuhnya kemandirian dan berkurangnya ketergantungan di kalangan warga sekolah tidak hanya bagi peserta didik. Iklim yang demikian akan mendorong pembelajaran yang menekankan pada learning to know. dalam hal ini tenaga pendidik dan kependidikan. 3. KTSP memberikan peluang kepada sekolah untuk mengoptimalkan kondisi lingkungannya dengan memperhatikan karakteristik sekolah. maka peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan bangkit dari keterpurukan. KTSP juga membuka peluang bagi sekolah untuk mandiri. dapat direalisasikan. Pengembangan KTSP perlu didukung oleh iklim pembelajaran yang kondusif bagi terciptanya suasana yang aman. Peluang Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. maka sekolah dapat menentukan arah pengembangan kurikulum dengan jelas sesuai dengan kebutuhan. learning to be dan learning to live together. Sekolah memiliki kewajiban untuk melaksanakan pelayanan prima yang berusaha untuk memuaskan pengguna jasa ( customer satisfaction) dalam hal ini peserta didik dan orangtua murid. sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang dan menyenangkan (enjoyable learning). melainkan bagi guru dan pimpinannya. Tantangan KTSP merupakan salah satu bentuk inovasi dalam pendidikan. masyarakat yang tergabung dalam komite sekolah dan dewan pendidikan dalam pengambilan keputusan akan membangkitkan rasa kepemilikan yang lebih tinggi terhadap sekolah. kepala sekolah. Dengan diberikannya otonomi luas kepada sekolah. memiliki kemampuan manajerial yang handal serta demokratis dalam setiap pengambilan keputusan. nyaman dan tertib. melainkan membutuhkan waktu dan proses.daftar makin carut marutnya pendidikan di Indonesia. KTSP yang memberikan otonomi luas kepada sekolah perlu disertai seperangkat kewajiban. kualitas pembelajaran serta peningkatan mutu lulusan yang dihasilkannya. sekolah dapat meningkatkan kualitasnya baik sumber daya. Konsep ini sesuai dengan konsep Self Determination Theory yang menyatakan bahwa jika seseorang memiliki kekuasaan dalam pengambilan suatu keputusan. maka akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan keputusan tersebut.

perlu diambil langkah-langkah kebijaksanaan baik mengenai kurikulum (tertulis) maupun kurikulum dalam pelaksanaannya. 4. Dakir. Rineka Cipta Depdiknas. Oleh sebab itu guru harus senantiasa mengembangkan kemampuan dan keterampilan profesionalismenya. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah sebaiknya melakukan perubahan dalam hal pengangkatan kepala sekolah. pengawas/ penilik. inovatif. Kekompakan guru sebagai tim pengembang kurikulum perlu ditingkatkan untuk memberdayakan KKG dan MGMP. Keberhasilan sekolah adalah kebanggaan bagi masyarakat. Standar Isi. merumuskan. Perlu diciptakan sistem informasi yang dapat mengkomunikasikan/memantau perkembangan pelaksanaan kurikulum pada berbagai daerah diseluruh tanah air. dari yang berorientasi pada pengalaman kerja ketika menjadi guru menjadi orientasi kemampuan dan keterampilan secara professional. Meningkatkan kesejahteraan bagi para pelaksana pendidikan agar berfungsi sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Ide. (2006). guru) agar kurikulum dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Rekomendasi Untuk menangani permasalahan tersebut. Standar Nasional Pendidikan. Muhammad. Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Jakarta : Permendiknas No 22 tahun 2006 ----------. Hal ini dapat juga dilakukan melalui KKG atau MGMP. 5. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: BNSP. 2006. Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap kondisi sekolah. kepal sekolah.Jakarta :Peraturan Pemerintah RI No. 3. Dalam pengembangan KTSP. 2004. dan bertanggung jawab. Daftar Referensi : Ali. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan profesionalisme (Pembina. 6. Jakarta : PT. gagasan dan pemikiran masyarakat sangat dibutuhkan untuk dapat menunjang keberhasilan sekolah. alat pendidikan. 2. dan sarana pendidikan lainnya) 4. KTSP menuntut kinerja sekolah terutama guru dalam implementasinya. Sekolah harus berupaya untuk menumbuhkan kesadaran pada masyarakat dan orangtua murid bahwa sekolah adalah lembaga yang harus didukung oleh semua pihak. 2006. wujud partisipasi masyarakat dan orang tua murid tidak hanya dalam bentuk financial. 2005. Langkah-langkah kebijaksanaan yang ditempuh antara lain sebagai berikut: 1.pendidikan di lapangan. Menciptakan kondisi yang kondusif yang dapat memberikan kemungkinan para pelaksana pendidikan menjalankan tugasnya secara kreatif. dan untuk mewujudkannya diperlukan kerjasama yang harmonis. 5.19 tahun 2005 ----------. Mencukupi fasilitas pendukung pelaksanaan kurikulum baik oleh masyarakat maupun pemerintah (buku. Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar Kompetensi Lulusan. melaksanakan. Bandung : Sinar Baru Badan Standar Nasional Pendidikan. Jakarta : Permendiknas No.1992. Pemberdayaan KKG dan MGMP dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi guru dalam menyususn.23 tahun 2006 . dan melakukan penilaian dalam pembelajaran.

2. bunglong bisa berubah warna. . . dan lain sebagainya. Kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan dari lingkungan disebut dengan istilah iritabilita.Ciri-Ciri Makhluk Hidup Seperti Manusia. makhluk hidup atau organisme bernyawa diperlukan pemenuhan ciri-ciri sebagai berikut di bawah ini : 1. dan sebagainya. Oleh sebab itu makhluk hidup memiliki cara masing-masing untuk dapat memperbanyak diri untuk mempertahankan keberadaan di dunia. Tengok saja antara pohon jamblang dengan pohon teh. berkedip. Melakukan Aktivitas-Aktifitas Kehidupan : . pasti terlihat jelas bedanya. habitat tempat tinggalnya untuk dapat bertahan hidup dengan lebih baik dan mudah.Berkembang Biak Makhluk hidup yang tidak mampu berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dan musnah di makan waktu. . Untuk tumbuhan tidak semuanya dapat melakukan pergerakan. Mempunyai Bentuk dan Ukuran Makhluk hidup dapat dikenali ciri khas yang menempel padanya dengan melihat bentuknya. makan. menggaruk. Lihat saja batu atau komputer yang tidak memiliki protoplasma atau sel. Protoplasma biasa dikenal dengan sebutan sel. Binatang dan Tumbuh-Tumbuhan ketika baru lahir atau tumbuh ukurannya akan lebih kecil dan biasanya akan berkembang menjadi lebih besar menyerupai induknya.Tumbuh Dan Berkembang Orang.Makan Semua benda hidup membutuhkan asupan bahan makanan yang berasal dari luar tubuh untuk kemudian diproses menjadi energi atau tenaga bagi tubuh. 3. Terdapat Protoplasma Protoplasma merupakan suatu bagian yang terdiri atas bahan yang kompleks dan terlindung dengan baik. .Melakukan Adaptasi Semua makhluk hidup perlu melakukan penyesuain diri dengan fungsi tubuh dan lingkungan sekitar ekosistem.Memiliki Sistem Transportasi Untuk menyampaikan zat ke bagian-bagian yang membutuhkan. 08/08/2007 .Syarat Mahluk / Benda Hidup Biologi Wed. . Antara jenis mahluk hidup yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan baik dalam ukuran maupun bentuknya.10:32am — godam64 Untuk dikatakan sebagai benda hidup. Hewan Dan Tumbuhan . Berbeda dengan benda tak hidup atau benda mati yang tidak memiliki protoplasma.Dapat Bergerak Manusia dan hewan memerlukan kegiatan dengan menggerakkan anggota tubuh untuk berbagai keperluan seperti jalan. Contohnya seperti hewan gurun yang tahan panas. sehingga disebut dengan benda mati. .

Spesies adalah kumpulan makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri umum dan dapat melakukan perkawinan dengan sesamanya serta menghasilkan keturunan yang subur (fertil). burung gereja dsb. Keanekaragaman Tingkat Gen Variasi susunan gen dalam suatu spesies. kuning♣ Keanekaragaman gen dapat terjadi secara alami akibat perkawinan seksual. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP Tingkat Keanekaragaman 1. 3. Keanekaragaman spesies ditemukan dihalaman rumah. Kombinasi faktor lingkungan abiotik membentuk lingkungan yang beraneka ragam. Contoh : • Ekosistem terumbu karang • Ekosistem hutan Kedua ekosistem memiliki jenis tumbuhan dan hewan yang berbeda. Inggris♣ Tanaman = Warna bunga Krisan ada yang putih. Misal : Persilangan anggrek untuk mendapatkan warna anggrek yang beraneka ragam. Keanekaragaman Ekosistem Makhluk hidup selalu berinteraksi antara makhluk hidup itu sendiri atau dengan faktor abiotik. 2. misal : Ada rumput. • Kucing dan anjing beda sifat lebih sedikit. Persebaran Organisme . Keanekaragaman gen dalam satu spesies variasi disebut Varietas.. . Misal : Spesies Kucing = Kucing Anggora. Interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotik menunjukkan adanya keanekaragaman ekosistem. maupun secara buatan dengan proses budidaya manusia. • Bunga krisan dan pohon kelapa perbedaan sifat sedikit.Sistem Regulasi Pengertian arti definisi sistem regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup seimbang. pohon mangga. • Bunga krisan dan melati beda sifat lebih sedikit. jeruk. Keanekaragaman Spesies (Jenis) • Kucing Spesies Hewan • Bunga Krisan Spesies Tumbuhan Keduanya punya sifat yang jauh berbeda Contoh : • Kucing dan monyet perbedaan sifat sedikit.Metabolisme Metabolisme adalah aktifitas fisika atau kimia yang terjadi di dalam tubuh baik secara anabolisme maupun katabolisme. Siam. bunga melati. Perbedaan-perbedaan itu disebut sebagai keanekaragaman spesies. serasi dan selaras.

ulat sutera yang dibutuhkan untuk bahan pembuatan kain. Beberapa jenis hewan berkantong misal : kanguru wallabi dan kanguru pohon. e. kambing dsb. Persebaran Fauna di Indonesia Menurut garis Wallace . tapir. mahoni. ♣ Padang rumput (stepa) Terdapat di Pulau Sumba. Cirinya padang rumput yang luas. Oriental : Asia. Kayu jati. heterogen dan lembab. bagian selatan. rami. Ciri hanya terdapat satu jenis tumbuhan (homogen). kerbau liar. flora Indonesia termasuk dalam kawasan Malesiana. berdasarkan adanya persamaan fauna di daerah-daerah tertentu di bumi. cendrawasih dan merpati berjambul. parkit. Eropa dan Afrika. gajah. Sementara itu. yute. Sumatera. nuri. Manfaat Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman tumbuhan dan hewan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. atau antara Oriental dan Australia terdapat zona peralihan. ahli botani Indonesia. ubi jalar dsb. Berikut ini akan diuraikan penyebaran flora di Indonesia. Ethiopia : Afrika f. contohnya hutan jati. Papua. Berbagai jenis kera. Berikut adalah persebaran fauna berdasarkan wilayah persebarannya : • Wilayah Indonesia Barat (Oriental). ♣ Daerah hutan hujan tropis Terdapat di Kalimantan. Ciri hutan lebat. d. Palearktik : Asia sebelah utara Himalaya.Persebaran organisme di muka bumi dipelajari dalam cabang biologi yang disebut biogeografi. badak. babi hutan. Flores dan Timor. Berbagai jenis burung misal :kasuari.singkong. persebaran fauna di Indonesia terbagi menjadi bagian barat (oriental) dan timur (Australia) yang masing-masing ditandai oleh fauna yang khas. c. ♣ Daerah sabana Terdapat di Madura dan dataran tinggi Gayo (Nanggroe Aceh Darussalam). menurut garis Webber. Ciri banyak ditemukan rumput yang diselingi semak atau rumpun pohon rendah. Gurun Sahara sebelah utara. diantara wilayah barat dan timur. Burung Hantu. maka dapat dibedakan 6 daerah biogeografi dunia. ♣ Sebagai sumber obat dan kosmetik . Sulawesi dan sedikit di Jawa Barat. bajing dan babi dan di Sulawesi terdapat hewan khas yaitu anoa dan di pulau Komodo terdapat komodo. Persebaran Flora di Indonesia Menurut Dr. Australia : Australia dan pulau – pulau sekitarnya. Neotropikal : Amerika Selatan bagian tengah. Menurut Alfred Russel Wallace. diantaranya : ♣ Sebagai sumber pangan Contohnya : beras. Sumbawa. lontar dibutuhkan sebagai bahan bangunan. yaitu sebagai berikut : a. b. Nearktik : Amerika Utara. harimau. serta rusa. Selain itu juga berasal dari hewan-hewan ternak seperti sapi. ♣ Sebagai sumber sandang dan papan Contoh : Kapas. ♣ Daerah hutan musim Terdapat di Pulau Jawa. Sampurno Kadarsan. • Wilayah zona peralihan (Oriental dan Australia). • Wilayah Indonesia Timur (Australia). ayam. Himalaya. musim kemarau yang panjang.

Dengan demikian. Lingkungan tempat hidup jenis itu beraneka ragam . ♣ Pelestarian ex situ. Penggunaan bunga-bungaan seperti cendana. yang tertidiri dari unsur-unsur biotik yaitu jenis-jenis makhluk hidup. Keanekaragaman Ekosistem Ekosistem merupakan suatu satuan lingkungan. jenis yang dihasilkannya akan beragam pula. sifat yang ada pada berbgai tingkatan mkhluk. tingkatan jenis. jahe dsb. Hal ini dapat dicegah dengan cara : ♣ Cagar budaya. dan menipisnya plasma nutfah. serta jenis-jenis makhluk hidup yang beragam .Yang digunakan sebagai bahan obat-obatan. Keanekaragaman Jenis Jenis (spesies) merupakan suatu satuan organisme yang dapat dikenal dari bentuk atau penampilannya dan terdiri atas pengelompokan populasi atau gabungan individu yang mampu kawin sesamanya secara bebas (tapi tidak dapat melakukannya dengan jenis lain).ekosistem yang dihasilkannya akan berbeda pula. dan unsur abiotik.turi. Keanekaragaman Makhluk Hidup Keanekaragaman makhluk hidup merupakan pernyataan terdapatnya berbagai macam keragaman bentuk. akan menyebabkan ekosistem yang terbentuk juga beraneka ragam. o Perubahan iklim global.Contoh : laos. jumlah. Jenis yang terjadi ini juga punya peluang menghasilkan jenis-jenis yang lain. Penyebab hilangnya keanekaragaman hayati antara lain sebagai berikut : o Fragmentasi dan hilangnya habitat. penampilan. air.dapat dimengerti jika perpaduan antara tanah dan iklim yang beraneka ragam. yaitu tingkatan ekosistem. letak geografi yng membentang luas. o Eksploitasi berlebihan pada spesies hewan dan tumbuhan. melalui proses evolusi telah terbentuk jutaan jenis berbeda-beda. melati. mawar. temulawak. . yaitu faktor-faktor fisik (iklim. Dengan berbagai macam kombinasi lingkungan fisik dan kimia yang beranekaragam maka jika susunan komponen jenis dan susunan faktor fisik serta kimianya berbeda. tanah) dan kimia (keasaman. o Industrialisasi kehutanan dan pertanian. inilah yang disebut dengan kekerabatan. dan udara. kemuning dsb digunakan sebagai bahan pembuatan kosmetik. ♣ Pelestarian in situ. o Introduksi spesies. rusaknya ekosistem. air. Hilangnya Keanekaragaman Hayati Berkurangnya keanekaragaman hayati menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan kapasitas alam. o Pencemaran tanah. untuk menghasilkan keturunan. Konservasi Keanekaragaman Hayati Pemanfaatan sumber daya hayati yang secara terus-terusan secara tidak seimbang dapat mengakibatkan hilangnya habitat. salinitas) yang berinteraksi satu sama lainnya.hal ini mengakibatkan keterkaitan antara jenis satu dengan yang lainnya. dan tingkatan genetik.

baronang. Dari segi kualitas dapat ditunjukkan . Kesimpulan Setelah kita mempelajari ciri-ciri keanekaragaman makhluk hidup ternyata di dalam negara kita ini terdapat banyak macam-macam tumbuhan dan hewan yang beraneka ragam. seperti kayu meranti. Untuk kayu-kayuan tidak kurang dari 1000 jenis. Keanekaragaman plasma nutfah yang terdapat di negara kita ini sungguh luar biasa sehingga mendapat julukan MEGA BIODIVERSITY. seperti bakteri ganggang biru) diwakili oleh sekitar 300 jenis misalnya (bakteri yang menyebabkan fermentasi. mahoni. ayam pelung. Mula-mula hewan dan . termasuk lumut kerak. Keanekaragaman Genetik Ternyata dalam jenis yang sama. Keanekaragaman ini memang dapat disimpulkan dari besarnya jumlah jenis makhluk yang kita miliki misalnya meranti merantian (Dipterocarpaceae) sekitar 70% ada di negara kita. kelompok serannga. dan badak jawa.dan banyak lagi jenis ikan yang menjadi komoditi ekspor. Untuk bambu bambuan tidak kurang dari 125 jenis seperti bambu tali. durian dsb. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Makhluk Hidup Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. cengkeh. ayam buras. dan jamur air. seperti biawak.Sedangkan mikrobiota yang ntergolong tumbuhan (plantae) diwakili oleh kelompok ganggang (algae) dan lumut (Bryopita). tenggiri. Ada juga kelompok lain yang merupakan populasi sisa. Masih tersimpan dalam jumlah besar plasma nutfah binatang yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan. karet . pringgondani. jamur lendir. yang menyebabkan makanan busuk).Keanekaragaman Mikrobiota Indonesia Berpegang pada hipotesis maka dunia monera (mikroba yang tidak memiliki inti sel sejati atau prokariota. bambu betung dsb. Keanekaragaman Tumbuhan Berpembuluh Indonesia Struktur vegetasi yang komplek. pinus. kakap. sesuai susnan genetik dan ekosistem. komodo. Ikan indonesia sudah dikenal dunia. fauna yang terdapat di negeri ini mencakup kelompok modern seperti burung dan mamalia. keanekaragaman ini dinamakan genetik atau keanekaragaman plasma nutfah. salam. kelompok binatang beruas (antropoda). Tentunya kepulauan yang berjumlah ribuan dengan ratusan gunung. tongkol. menunjukkan yang tinngi dan menarik. sangat kaya dengan dengan keanekaragaman hewannya. bandeng. Dugaan konservatifjumlah fungi jamur sekitar 12.000 Jenis. Kita memiliki banyak sekali tanaman budi daya seperti coklat. masih kita temukan banyak keragaman contoh (ayam bangkok. Keanekaragaman hewan indonesia juga terlihat dari persebaran geografi dan ekologinya. pohon-pohon yang tinggi sebagai kerangka menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi berbagai jenis tumbuhan lain hidup dibawahnya. ayam hutan). albasia. bawal. bambu. Keanekaragaman Hewan Indonesia Besarnya keanekaragaman fauna ini dimungkinkan karena posisi tanah air kita terletak di persimpangan utar selatan dan menjadi jembatan antara dua region fauna utama dunia. Kelompok invertebrata.

kalau diamati keadaan ketika bayi sangat berbeda dengan keadaan saat ini. dan berbuah lebat jika . Faktor Dalam (Internal) a. manusia dan hewan tidak tumbuh lagi. Meskipun peranan gen sangat penting. tinggi tubuh. Pada tingkat seluler. warna bulu. Manusia juga tumbuh dan berkembang. dan menjadi dewasa. Contohnya bayi yang baru lahir ukurannya + 45 cm dengan berat badan + 3 kg. 1. yang meliputi pertambahan volume dam pertambahan massa. Bertambahnya ukuran tubuh inilah yang disebut dengan pertumbuhan. Hewan. dan manusia yang memiliki gen tumbuh yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai dengan periode pertumbuhan dan perkembangannya. dan sebagainya. Bagaimanakah pertumbuhan pada makhluk hidup? Apakah ciri-ciri setiap tahap pertumbuhan manusia? Perubahan pada ukuran tubuh bersifat ireversibel (tidak dapat kembali seperti semula). berat. Jadi proses pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. tinggi badan dapat mencapai lebih dari 150 cm dan berat badan lebih dari 30 kg. Pada tumbuhan perkembangan ditandai dengan munculnya bunga atau buah. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan dan Pertumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan sejajar dan berdampingan. Selain disebabkan pertambahan ukuran sel. yaitu proses biologis makhluk hidup menuju tingkat kedewasaan atau kesempurnaan. tetapi pertumbuhan pada manusia hanya terbatas sampai dengan usia tertentu. Contoh perkembangan adalah perubahan susunan dan fungsi organ-organ tubuh. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup. Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup. Misalnya tanaman yang mempunyai sifat unggul dalam pertumbuhan dan perkembangannya. dan volume. pertumbuhan ditandai dengan bertambahnya ukuran dan jumlah sel. perkembangan dapat berupa diferensiasi sel-sel yang baru membelah membentuk jaringan yang menyusun organ tertentu. Misalnya yang terjadi pada diri kita. Ukuran tubuh meliputi tinggi. Pertumbuhan pada makhluk bersel satu ditandai dengan bertambahnya ukuran sel. Setelah mencapai usia tertentu. warna kulit. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran yang tidak dapat kembali ke asal (irreversibel). faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan pada manusia dan hewan ada batasnya. pertumbuhan juga terjadi karena pertambahan jumlah sel. lekas berbuah. karena juga dipengaruhi oleh faktor lainnya. anak-anak. Pertumbuhan diikuti dengan proses perkembangan. Perkembangan juga menyebabkan perkembangan psikis dari usia bayi. Setelah mengalami pertumbuhan. kemudian secara bertahap tumbuh menjadi besar. Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan pada makhluk bersel banyak. hanya akan tumbuh dengan cepat.tumbuhan itu berukuran kecil. warna bunga. Gen Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Sedang pada hewan dan manusia ditandai dengan kematangan organ reproduksi sehingga siap untuk menghasilkan keturunan. misalnya bentuk tubuh. tumbuhan. rasa buah. Sedangkan tumbuhan hampir selalu tumbuh sepanjang hidupnya.

Bila ditanam di lahan tandus dan kondisi lingkungannya tidak sesuai. Coba kamu amati. a. daun tanaman padi itu akan kembali berwarna hijau dan tumbuh dengan baik. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah sebagai berikut. fotosintesis. b. vitamin. Kualitas dan kuantitas makanan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Semua zat ini diperoleh dari makanan. penguapan. Hormon Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Cahaya Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Hal ini disebabkan karena semua proses dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air.ditanam di lahan subur dan kondisinya sesuai. Meskipun kadarnya sedikit. b. pertumbuhan dan perkembangannya menjadi kurang baik. c. air dan karbon dioksida (CO2) diubah menjadi zat makanan dengan bantuan sinar matahari. 2. Sedangkan bagi tumbuhan. Faktor Luar (External) Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor lingkungan. daunnya akan berwarna kekuningan. kamu harus cukup makan makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu. Suhu Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Bila kamu menyimpan kecambah di tempat gelap selama beberapa . lemak. dan mineral. nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Karena sedang dalam masa pertumbuhan. Demikian juga ternak unggul hanya akan berproduksi secara optimal bila diberi pakan yang baik dan dipelihara di lingkungan yang sesuai. Mengapa demikian? Di dalam pupuk terkandung zat hara yang penting sebagai nutrisi tanaman. dan pernapasan pada tumbuhan dipengaruhi oleh suhu. Tumbuhan menunjukkan pengaruh yang lebih nyata terhadap suhu. misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar 37°C. Jenis bunga mawar yang tumbuh dan berbunga dengan baik di pegunungan yang sejuk. Tumbuhan sangat membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. zat hara diperlukan agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang. protein. Meskipun tidak berperan langsung dalam fotosintesis. tanaman padi yang terlambat dipupuk. Melalui proses fotosintesis. ketika ditanam di daerah pantai yang panas pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak menghasilkan bunga yang seindah sebelumnya. Pada suhu optimum. Suhu ini disebut suhu optimum. Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya. hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. Hewan dan manusia memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dalam kisaran suhu lingkungan tertentu. Zat gizi yang diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat. Makanan atau Nutrisi Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Setelah dipupuk. Padi yang ditanam pada awal musim kemarau (suhu udara rata-rata tinggi) lebih cepat dipanen daripada padi yang ditanam pada musim penghujan (suhu udara rata-rata rendah).

Selain tumbuhan. Tanpa air. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Air dan Mineral ⇒ berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung. d. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum. kecambah itu akan tumbuh lebih cepat (lebih tinggi) dari seharusnya. Tanah yang lembab berpengarauh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Tanah Bagi tumbuhan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel. sehingga dapat mengakibatkan kematian.hari. Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan. Cahaya ⇒ mempengaruhi fotosintesis. namun tampak lemah dan pucat/kekuning-kuningan karena kekurangan klorofil. misalnya suhu. 4. Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain. Secara umum merupakan faktor penghambat. tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. e. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Biologi Kelas 2 > Pertumbuhan Dan Perkembangan 2 2 2 2 3 3 3 3 55 Sesudah > < Sebelum A. dan air. Faktor Luar 1. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit penguapan. makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Tanpa air. Air merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Suhu ⇒ di antaranya mempengaruhi kerja enzim. kandungan mineral. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal. Air dan Kelembapan Air dan kelembapan merupakan faktor penting untukpertumbuhan dan perkembangan. 2. 3. . Kelembaban. Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara. Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran. manusia juga membutuhkan cahaya matahari untuk membantu pembentukan vitamin D. Kelembapan juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.

B. Asam traumalin atau kambium luka Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka Gbr.membantu perkecambahan . d. Florigen g. a.berperan dalam partenokarpi c. Hormon ini merangsang pembelahan sel. Asam absiat f.Antokalin h.dominasi apikal b.pemanjangan tumbuhan .Kaulokali . Gas etilen Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua e. Giberelin Senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.Filokalin . Faktor hereditas.Rhizokalin . Kalin Hormon pertumbuhan organ. a. Pertumbuhan Ujung Akar dan Ujung Batang < Sebelum Sesudah > .W. Sitokinin Pertama kali ditemukan pada tembakau. . terdiri dari : . 2. Hormon. ditemukan oleh F. Fungsi giberelin : . Faktor Dalam 1. Auksin adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). Kurusawa. Distribusi Auksin pada Kecambah b. F.

yaitu dari telur ke janin. Perkembangan yang dialami manusia adalah perkembangan biologis.copyright® praweda internet solution division PT. Secara umum perkembangan manusia selalu dipengaruhi oleh fktor luar dan faktor dalam. flora. Dikatakan transisi sebab pubertas berada dalam peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa remaja. kanak-kanak. Terjadi pula perubahan sikap dan sifat yang menonjol. kemudian menjadi bayi dan seterusnya.id PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DALAM MASA PUBERTAS • • View clicks Posted April 28th. kemudian baru secara psikhis. fauna maupun benda-benda anorganing. Perubahan-perubahan biologis berupa mulai bekerjanya organ-organ reproduktif dan disertaipula oleh perubahanperubahan yang bersifat psikologis. b.Yang bermula dari sifatnya yang tidak berdaya. Praweda Ciptakarsa Informatika www. Tiada seorang ahlipun yang mampu menemukan sesuatu hukum tertentu. anak. Demikian pula halnya dengan manusia. sementara beberapa ciri remaja dimilikinyapula. tiada dua orang yang sama. adolesen. 2008 by MUHAMMAD SAUFI • Psikologi Umum PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DALAM MASA PUBERTAS HAKEKAT PERKEMBANGAN Kalau kita memperlihatkan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. permuda. Dikatakan tumpang tindih sebab beberapa ciri biologis-psikologis kanak-kanak masih dimiliknya. Pubertas merupakan periode transisi dan tumpang tindih. suatu periode dalam mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya atau berkembang biak.co. yang bermula telur.praweda. baik kehidupan manusia. 1. Perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya ke arah bentuk tubuh orang dewasa. terutama terhadap teman sebaya lawan jenis. tidak satupun yang abadi kecuali ketidak abadian itu sendiri. Dalam perkembangan hubungan keluarga juga sangat mendukung perkembangan anak. Ciri-ciri utama dan umum periode pubertas : a. terhadap permainan dan anggota keluarga. Tiada dua orang yang sama. . orang tua dan dengan segala variasinya sendiri. Menurut irama perkembangannya sendiri-sendiri. bayi. binatang. kemudian melalui gris pertumbuhan : janin. yaitu selalu adanya perubahan. Pubertas merupakan periode terjadinya perubahan yang sangat cepat. kita akan melihat satu hal yang abadi. Ciri-ciri Penting Periode Pubertas Kata pubertas berasal dari kata latin yang berarti usia menjadi orang. Semuanya berubah.

Pinggul yang membesar dan membulat .Perubahan suara dari suara kanak-kanak menjadi lebih merdu (melodius) . dan perbuatan-perbuatan. Pertumbuhan dan perkembangan badannya.Dada yang semakin nampak menonjol . Setelah menstruasi itu ia alami beberapa kali. Cukup mengejutkan dirinya saat ia mengalami menstruasi pertama. ia mulai bisa dan mengerti bahwa dirinya telah tumbuh menjadi seorang remaja.Kelenjar keringat lebih aktif dan sering tumbuh jerawat . Sebagian ciri pubertas yang dia miliki ditunjukkan dalam sikap. Sedikit demi sedikit dan perlahan demi perlahan ia mulai bisa meninggalkan kebiasaan sifat kekanak-kanakannya. Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan selama masa embrio. Ciri-ciri seks sekunder Gejala yang mulai ditunjukkan dari dirinya yaitu : . Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Secara umum terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang sangat pesat dalam masa pubertas. Sikapnya yang paling menonjol antara lain sikap tidak tenang dan tidak menentu. Pertumbuhan dan perkembangan Biologis – Psikologis Masa Pubertas a. b.2. Zigot selanjutnya . Berat badannya 40 kg. Pertumbuhan dan perkembangan embrionik diawali dengan pertemuan sel telur (ovum) dengan sperma sehingga menghasilkan sebuah sel yang disebut zigot. dan tinggi badannya. keinginan. Ciri-ciri seks primer Perkembangan organ-organ seks wanita ditandai dengan adanya haid pertama atau “menarche” yang disertai dengan berbagai perasaan tidak enak bagi yang mengalaminya.Kulit menjadi lebih besar dibanding kulit anak-anak. Tubuhnya mulai menunjukkan mekar-tubuh yang membedakannya dengan tubuh kanak-kanak. karena usia dan sifatnya yang masih kekanakkanakan. sesuai dengan usianya. lengan dan kaki . ia masih dalam masa kanak-kanak akhir. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA HEWAN Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama. Pertumbuhan dan perkembangan masa embrio melalui suatu tahap tertentu yang sistematik dan teratur. perasaan. tumbuh normal. yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik. Jika dilihat dari usianya saat ia mengalami menstruasi. ketiak. 3. Haid (menstruasi) yang pertama kali dia alami pada usia 9 tahun.Tumbuhnya rambuh di daerah kelamin.

Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot. Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan. tumbuh cambang. membantu pernapasan. ekskresi serta fungsi penting lainnya selama berada di rahim induknya. Organogenesis . Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit. sistem saraf. Lama pertumbuhan dan perkembangan embrio berbeda pada setiap jenis hewan. dan alat-alat pernapasan seperti paru-paru. Pada laki-laki sifatsifat seks sekunder seperti suara yang membesar. . dan alat-alat indra. Pada mamalia embrio memiliki selaput embrio. sakus vitelinus. Dalam pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. dua sel menjadi empat sel. korion. dan otot-otot tampak kekar. yaitu dari satu sel menjadi dua sel. tetapi membentuk ukuran tertentu yang proporsional. Pada manusia perkembangan kemampuan reproduksai ditandai dengan penampakan sifat-sifat seks sekunder. kumis. Sedangkan pada perempuan misalnya tumbuh payudara. membentuk tahap larva terlebih dahulu. organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak. dsb. hati. empat sel menjadi delapan sel. jantung. dst. Selain itu pada masa ini biasanya hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghsilkan selsel anak yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula. Pada bentuk gastrula ini. Selaput embrio melindungi embrio terhadap kekeringan . yaitu amnion.mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu pembelahan zigot. yaitu lapisan bagian luar (ektoderm). Organ-organ tersebut merupakan perkembangan lebih lanjut dari ketiga lapisan embrionik yang terbentuk saat gastrulasi. dan alat ekskresi seperti ginjal. Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan setelah masa embrio. Pada hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi hewan dewasa. embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik. Pembelahan zigot. Gastrulasi. Tetapi tidak semua bagian tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan kecepatan yang sama. rambut. dan organogenesis. paru-paru. gastrulasi. Pembelahan zigot menjadi sel-sel anak disebut cleavage. Dalam perkembangan berikutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh. alat peredaran darah. Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis. dan alantois. dan lapisan bagian dalam (endoderm). ginjal. Dalam pertumbuhan selanjutnya morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga. lapisan bagian tengah (mesoderm). goncangan. alat reproduksi (seperti testis dan ovarium). Pertumbuhan dan perkembangan pasca Embrionik. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi terutama penyempurnaan alatalat reproduksi (alat-alat kelamin). rangka. Embrio mendapat makan dari induknya dengan perantaraan plasenta. Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi. blastula akan menjadi gastrula. proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi.

Pada metamorfosis tidak sempurna tidak terbentuk tahap pupa (kepompong). Organ reproduksi pada nimpa belum berkembang. Pada metamorfosis sempurna. Metamorfosis tidak sempurna (heterometabola). lipas (kecoa) dan jangkrik.metamorfosis pada serangga dibedakan menjadi dua . Contoh hewan yang mengalami metamorfosis adalah: serangga dan katak. tetapi proses metabolisme tetap terus berlangsung. Pada tahap pupa tidak aktif makan (periode puasa). Bentuk larva dan dewasa serangga kelompok ini tidak ada kemiripannya. yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Pada metamorfosis tidak sempurna serangga mengalami bentuk dari telur menjadi dewasa yang tidak mencolok dalam daur hidupnya. nyamuk. nyamuk. kecuali organ reproduksi dan sayap. Metamorfosis pada Serangga Pada beberapa serangga seperti kupu-kupu. bentuk larva (nimfa) mirip bentuk dewasa. lalat. larva umumnya mengalami molting empat kali sehingga terbentuk larva stadium satu hingga larva stadium empat.Pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik yang melalui tahap larva dikenal dengan nama Metamorfosis. Setelah mengalami pertumbuhan dan pembelahan sel . pergantian kulit yang disebut molting. serangga dalam daur hidupnya mengalami perubahanperubahan yang mencolok pada bentuk luar dan organ-organ tubuh dari berbagai stadiumnya. Pada bentuk dewasa (imago) telah terjadi perkembangan organ reproduksi sehingga sudah mampu untuk bereproduksi. Lalat. Selama metamorfosis terjadi pengulangan proses seperti halnya pada pertumbuhan dan perkembangan embrionik hingga akhirnya larva berubah menjadi bentuk dewasa. larva stadium empat berubah menjadi pupa (kepompong). baru setelah dewasa organ reproduksinya berkembang dan serangga dapat bereproduksi. Pada metamorfosis sempurna perubahan bentuk yang terjadi adalah : Telur menetas menjadi larva . Pada proses ini terjadi pembentukan kulit baru dan membentuk alat-alat tubuh yang diperlukan menjelng dewasa. Berdasarkan kemiripan bentuk larva . Pada proses metamorfosis terjadi proses fisik. Nimfa memiliki kemiripan dengan bentuk dewasa (imago). METAMORFOSIS PADA SERANGGA DAN KATAK Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami oleh hewan (misalnya serangga dan katak) dari tahap larva hingga mencapai bentuk dewasa. . lebah. lebah. dan kumbang. Pada serangga biasanya mengalami empat kali molting. maka pupa akan berubah menjadi serangga dewasa (imago). Contoh serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu. Sedangkan pada beberapa serangga lainya seperti belalang. Pada tahap larva umumnya serangga sangat aktif makan . diferensiasi dan orgagenesis. Metamorfosis sempurna (holometabola). dan kumbang bentuk larva dan dewasa sering hampir tidaka ada kemiripan. Bentuk larva atau pra dewasanya disebut nimfa.

Pembuahan ini terjadi diluar tubuh betina (fertilisasi eksternal). insang mengalami kemunduran. embrio menetas menjadi larva yang disebut berudu (kecebong). usus menjadi lebih pendek. Pada katak dewasaa organ reproduksinya telah berkembang dan dapat bereproduksi. blastula. Metagenesis pada Tumbuhan Metagenesis pada tumbuhan dapat kita lihat pada tumbuhan lumut dan paku. Sesudah kurang lebih 12 hari terbentuk tutup insang dan tungkai belakang tampak setelah kurang lebih dua sampai tiga bulan. yaitu memiliki dua alam kehidupan di darat dan di air. Zigot berkembang menjadi embrio dalam beberapa tahap yaitu morula. Pertumbuhan dan perkembangan pada katak di awali dengan dengan pembuahan sel telur oleh sperma . Setelah kurang lebih 84 jam . Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan generasi gametofit. Metamorfosis pada katak Katak merupakan golongan hewan amfibi. dan gastrula terbentuk 34 jam setelah pembuahan. Lumut dan paku mempunyai generasi seksual (generatif) yang disebut generasi gametofit dan generasi aseksual (vegetatif) yang disebut generasi sporofit. blastula terbentuk 18 jam setelah pembuahan. sel telur yang dibuahi olehsperma akan membentuk zigot. Katak hidup di lingkungan darat dan bersifat insektivora. yaitu dilingkungan air. berudu mengalami metamorfosis. Perkembangan organ selanjutnya adalah paruparu mulai tumbuh dan berkembang. Morula terbentuk setelah 3 – 7 jam setelah pembuahan.Pada metamorfosis tidak sempurna perubahan bentuk yang terjadi adalah : contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna antara lain: belalang. dan gastrula. lipas (kecoa). Facebook © 2009 . katak berkembang menjadi dewasa. Beberapa hari kemudian kurang lebih enam hari . Berudu hidup di lingkungan air dan bersifat herbivora. Metagenesis pada Tumbuhan dan Hewan Metagenesis merupakan pergiliran daur hidup antara generasi yang bereproduksi secara seksual dan generasi lainnya yang bereproduksi secara aseksual. Semula berudu mempunyai tiga pasang insang luar. Sedangkan tumbuhan paku yang sering kita lihat merupakan generasi sporofit. Setelah berumur kurang lebih 3 bulan atau lebih (tergantung pada spesies dan suhu yang sesuai). dan jangkrik. Generasi gametofitnya yaitu protalium. dan akhirnya berudu berkembang menjadi katak. Dalam perkembangan selanjutnya setelah sembilan hari insang luar berganti dengan insang dalam. tampak adanya ekor. Generasi sporofitnya tergantung pada gametofit untuk memperoleh nutrisi. Setelah berumur satu tahun atau lebih .

karena tidak selamanya material itu kuantitatif. Dr. rambut dan lain-lain. Namun demikian. dan lain-lain. yaitu terjadinya perubahan dan pertambahan.[3] . Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Istilah pertumbuhan dan perkembangan sering digunakan secara bergantian atau secara bersama dalam arti yang sama. besar dan luas yang bersifat konkret. Material dapat terdiri dari bahan-bahan kuantitatif misalnya atom.[1] Drs. Kartini Kartono mengemukakan bahwa: Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat. Pertumbuhan itu tidak hanya berlaku pada hal-hal yang bersifat kuantitatif. Muhiddin Syah mengemukakan bahwa: “Pertumbuhan berarti perubahan-perubahan kualitatif yang mengacu pada jumlah.Menjadi abid sebenar-benarnya Abied • • • • • þÿ Beranda Artikel Buku Tamu Tentang Abied Beranda > Budaya. dapat pula material terdiri dari bahan-bahan kualitatif misalnya kesan. Cerita. sel. . ide. Abu Ahmadi. nilai. sebenarnya mempunyai pengertian yang berbeda. gagasan.”. . dalam passage (peredaran waktu) tertentu. . walaupun keduanya mempunyai aspek yang sama. Hidup > Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pertumbuhan dan Perkembangan Anak 30 Oktober 2009 Abied Tinggalkan komentar Go to comments A. mengemukakan bahwa: Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada material sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan . Untuk jelasnya dapat kita lihat beberapa definisi yang dikemukakan para ahli. pengetahuan. kromosan.[2] Drs. H. keinginan.

rambut. B. dapat kita lihat dari definisi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut: Drs. Begitu juga material pribadi seperti kesan. baik yang jasmaniah maupun yang rohaniah. nilai. Jadi kita dapat merumuskan pengertian perkembangan pribadi sebagai perubahan kualitatif dari setiap fungsi kepribadian akibat dari pertumbuhan dan belajar. Muhiddin Syam mengemukakan bahwa: Perkembangan ialah proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mutu fungsi organ-organ jasmaniah. antara lain: . baik yang pertumbuhan yang bersifat kuantitatif maupun yang bersifat kualitatif. Dalam pribadi manusia.[4] Sejalan dengan itu Drs. dapat kita simpulkan bahwa pertumbuhan mengandung arti yang berbeda dengan pribadi yang berkembang. Material pribadi seperti sel. ide. sedangkan pribadi fungsional yang kuantitatif mengalami perkembangan. melainkan bertumbuh. keinginan. kita akan membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Selanjutnya untuk pengertian perkembangan. adalah tidak dapat dikatakan berkembang. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Setelah membahas pengertian pertumbuhan dan perkembangan di atas. dapatlah kita rumuskan arti pertumbuhan sebagai perubahan kuantitatif pada material pribadi sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. perekanan arti perkembangan itu terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang disandang oleh organ-organ fisik. selama tidak dihubungkan dengan fungsinya.[5] Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perkembangan itu adalah perubahan dan pertambahan kualitatif daripada setiap fungsi disebabkan adanya proses pertumbuhan material yang memungkinkan adanya fungsi itu. Pribadi material yang kuantitatif mengalami pertumbuhan. Dua bagian yang kuantitatif dan bagian pribadi fungsional yang kualitatif. Dengan kata lain. kromoson. pengetahuan. Tadjad mengemukakan bahwa: “Perkembangan adalah perubahan dan pertambahan yang bersifat kualitatif dari setiap fungsifungsi kejiwaan dan kepribadian”. bukan organ-organ jasmaniahnya itu sendiri. butiran darah. di samping itu juga disebabkan oleh karena perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar. terdapat dua bagian yang berbeda sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju kesempurnaan. memang tidak dapat dihindari adanya beberapa faktor yang mempengaruhi organ tubuh anak. Jadi pertumbuhan meliputi pertambahan material. sepanjang tidak berhubungan dengan fungsinya. tulang. Dari beberapa pengertian pertumbuhan dan perkembangan yang telah dikemukakan di atas.Dari uraian di atas.

3. menurut Kartini Kartono. yaitu adanya kejadian-kejadian tertentu yang menghambat berfungsinya psikis terutama yang menyangkut perkembangan intelegensi dan emosi anak yang berdampak pada proses pertumbuhan anak. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi dan kurang sempurnanya perawatan kesehatan. ataupun pengalaman traumatik karena terjatuh. Kematangan fungsi-fungsi organis dan fungsi-fungsi psikis. Oleh karena itu bakat dan potensi anak patut diperhitungkan. dan lain-lain. kemampuan sosial. terkena infeksi oleh bakteri syphilis. kurangnya kasih sayang dan perhatian. Faktor sebelum lahir. Faktor psikologis. Aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan. misalnya: penampakantubuh. bawaan). Perkembangan setiap anak pada batas tertentu sangat ditentukan oleh bibit dari setiap potensi psiko-psiko anak. Contoh: Adanya gejala kurungan nutrisi pada ibu atau janin. Contoh: Kekurangan gizi atau vitamin. atau rohani. 4. Faktor herediter (warisan sejak lahir). kekurangan nutrisi pada ibu atau janin.[7] Setiap gejala perkembangan anak merupakan hasil kerjasama dan pengaruh timbal balik antara potensi hereditas dengan faktor-faktor lingkungan. dan lain-lain. misalnya: kecverdasan atau intelegensi. dapat menyebabkan pertumbuhan bayi dan anak menjadi terganggu. bentuk hidung. dan lain-lain. antara lain: 1. Faktor lingkungan. Sedangkan faktor yang mempengaruhi perkembangan seorang anak.[6] Jadi pada dasarnya peertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh keempat faktor di atas. Faktor pada waktu lahir. Contoh: Dinding rahim terlalu sempit hingga terjadi tekanan yang kuat dan mengakibatkan pendarahan pada kepala. 4. serta usaha membangun diri sendiri. . Dan kualitas alami tersebut mempengaruhi cara bereaksi atau respon anak terhadap segala pengaruh dari lingkungan. 3. yang menguntungkan atau yang merugikan. yaitu terjadinya gangguan pada saat anak dilahirkan. adanya benturan di kepala. perdarahan di bagian kepala yang disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim waktu dilahirkan. dan lain sebagainya. yaitu peristriwa-peristiwa tertentu yang terjadi setelah anak lahir. warna rambut. terkadang menimbulkan terhambatnya peertumbuhan anak. 2.1. Kualitas-kualitas bawaan akan tampak pada penampakan ciri-ciri fisik yang karaktereistik. minat. 2. bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu dari golongan sosial ekonomis yang rendah pada umumnya tumbuh lebih kecil daripada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu dari kelas menengah dan tinggi. bisa menolak atau menyetujui. yaitu adanya gejala-gejala tertentu yang terjadi sewaktu anak masih di dalam kandungan. dan lain-lain. punya emosi. ketekunan. dan lainlain. Di samping itu dapat kita lihat. Hal ini juga tampak pada ciri-ciri psikis yang ber-karakteristik. Contoh: Kurangnya perawatan jasmani. Faktor sesudah lahir.

Menurut Tadjad ada tiga teori tentang pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Sifat-sifat dan dasar-dasar tertentu inilah yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak sepenuhnya. yaitu: 1. Drs.[9] Selain dari teori yang telah disebutkan di atas. yaitu faktor yang berasal dari luar diri anak. Teori Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Suatu sistem pengertian atau konseptualisasi yang diorganisasikan secara logis. Oleh karena itulah maka anak disebut sebagai subyek yang aktif. Faktor intern. berpendapat bahwa anak dilahirkan tidak membawa apa-apa.[8] Pada dasarnya. Sedangkan pendidikan dan lingkungan boleh dikatakan tidak berarti. H. Teori Empirisme. dan diperoleh melalui jalan (pendekatan) yang sistematis. biasanya disebut sebagai teori. Dan setiap pengalaman anak sejak masa lahirnya akan cenderung mendorong maju perkembangannya. Seluruh pertumbuhan dan perkembangan semata ditentukan oleh faktor di luar. yaitu: 1. yang berasal dari keturunan dan pembawaan.Pertumbuhan dan perkembangan anak kemudian diikuti dengan usaha belajar. yang berasal dari pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan. 3. berpendapat bahwa sejak lahir anak telah memiliki sifat dan dasardasar tertentu. yaitu faktor yang berasal dari dalam diri anak. C. Jelaslah bahwa impuls untuk tumbuh dan berkembang pada anak itu sangat kuat. Menurut Tadjad pada garis besarnya ada dua faktor yang mempengaruhi terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak. Anak dilahirkan dengan membawa sifat-sifat dasar atau benih-benih tertentu yang berasal dari keturunan (herediter). yaitu bahwa faktor keturunan atau pembawaan dari anak dan juga faktor dari lingkungan sekitarnya sangan mempengaruhi proses pertumbuhandan perkembangannya. Teori Nativisme. Abu Ahmadi menuliskan dalam bukunya beberapa teori perkembangan anak sebagai berikut: . yang bersifat pembawaan atau keturunan. 2. pengalaman dan pendidikan yang diterimanya. kecuali sebagai wadah dan memberikan rangsangan saja. 2. tidak terlepas dari pembawaan dan lingkungannya. Implus ini dimanfaatkan oleh anak untuk mencoba setiap bakat dan kemampuannya. Adapun yang menyangkut teori-teori tentang pertumbuhan dan perkembangan anak dari para ahli sangat beragam. dengan caranya sendiri. Faktor ekstern. yaitu lingkungan. berpendapat bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak itu adalah sebagai akibat interaksi antara faktor intern dan ekstern. Teori Konvergensi. faktor-faktor tersebut di atas sama dengan yang dijelaskan sebelumnya. namun sifat dasar benih tersebut baru bisa tumbuh dan berkembang setelah mendapatkan pengaruh dari lingkungan dan pendidikan yang tepat.

Pengaruh lain dari luar tidak akan mampu merubah pemba2waan anak. 1. Teori Nativisme mengemukakan bahwa anak lahir telah dilengkapi pemba3. umur 10 – 12 tahun anak suka berkebun memelihara dan menanam tanaman. kambing dan lain-lain. berpendapat bahwa pada dasarnya anak lahir di dunia. Tokoh utamanya adalah Shopenhauer dari Jerman 4. Tokoh utama yang mempelajari teori ini adalah sepasang suami isteri Williams Stern dan clara Stern. 3. 2. ikan. yakni faktor bakat dan faktor pengaruh lingkungan. 3. 1. Teori Optimisme (paedagogik optimisme) dengan alasan karena teori ini sangat yakin dan optimis akan keberhasilan upaya pendidikan dalam membina kepribadian anak. Teori Konvergensi. Masa berburu (merampok) sampai umur kurang lebih 8 tahun. rasa. faktor keturunan (genetic) dan keadaan psikofisik yang dibawa sejak lahir. Disimpulkan bahwa seorang manusia akan mengalami tingkatan masa sebagai berikut: 1. karena lingkungan lebih banyak menentukan corak perkembangan anak. putih bersih seperti meja lilin (tabularasa). Keduanya tidak dapat dipisahkan. yang dimaksudkan di sini adalah bahwa perkembangan jiwa anak adalah merupakan hasil ulangan dari perkembangan seluruh jenis manusia. maka pengalaman (empiris) anaklah yang bakal menentukan corak dan bentuk perkembangan jiwa anak. karena teori ini menitikberatkan faktor biologis. seolah-olah memadu dan bertemu dalam satu titik (converge). perkembangannya ditentukan oleh adanya pengaruh dari luar. karena faham ini mengibaratkan anak lahir dalam kondisi putih bersih seperti meja lilin (tabula/table: meja.1. Di sini dapat dipahami bahwa kepribadian seorang anak akan terbentuk dengan baik apabila dibina oleh suatu pendidikan (pengalaman) yang baik serta ditopang oleh bakat yang merupakan pembawaan lahir. lilin). termasuk pendidikan dan pengajaran. 4. umur 8 – 10 tahun seorang anak senang memelihara binatang. Teori Empirisme Teori Empirisme. Masa bertani. 2. Teori Nativisme 2. Teori Passimisme (paedagogik passimisme). Teori Biologis. Teori Tabularasa. karena teori ini menolakdan pasimis terhadap pengaruh dari luar. bunga dan lain-lain… . pembawaan bakat alami (kodrat). 5. 2. Dengan demikian menurut teori ini. pendidikan atau pengajaran anak pasti berhasil membentuk perkembangan atau pengajaran anak pasti berhasil membentuk perkembangannya. Teori ini biasa juga dikenal sebagai: 1. Dengan demikian. 3. Dianggapnya anak lahir dalam kondisi kosong. Teori Rekapitulasi Rekapitulasi berarti ulangan. maka pendidikan bagi anak adalah sia-sia tidak perlu dihiraukan. Masa penggembala. rupa kegiatannya antara lain menangkap binatang. Teori yang berorientasi lingkungan. Teori ini berpendapat bahwa perkembangan jiwa anak lebih banyak ditentukan oleh dua faktor yang saling menopang. Dan pembawaan inilah yang akan menentukan wujud kepribadian seorang anak.

Waktu dilahirkan anak dalam kondisi tidak berdaya. 7. Teori Kemungkinan Berkembang 1. From dan juga Sigmund Freud. melainkan ditentukan oleh interaksi budaya. adalah bahwa perkembangan kognitif seorang anak bukan merupakan perkembanan yang wajar.14 tahun anak gemar bermain pasar-pasaran. dan lain-lain. 3.4. Pernyataan terkenal dari teori ini adalah onogenese recapitulatie philogenesa (perkembangan suatu jenis makhluk adalah mengulangi perkembangan seluruhnya). Langeveld. Atas dasar fitrah itulah manusia diciptakan (ditumbuh. 5. dan lain-lain. Teori Psikodinamika Teori ini berpendapat bahwa perkembangan jiwa atau kepribadian seseorang ditentukan oleh komponen dasar yang bersifat sosioafektif. anak melakukan kegiatan yang bersifat pasif (menerima) dan aktif (eksplorasi). Yang termasuk pendukung teori ini adalah K. Tokoh utama teori ini adalah Haekal yang kemudian diikuti oleh Stanley Hall. mendidik dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan potensi dari fitrah tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sempurna. E. sifat dasar yang berasal dari keturunan tersebut biasa disebut fitrah. 5. umur 14 tahun ke atas anak mulai mencoba berkarya sendiri. umur kurang lebih 12. Dalam perkembangannya. Maka teori ini pun menekankan pada peranan lingkungan di dalam perkembangan anak.[10] Dalam ajaran Islam. Anak adalah makhluk manusia yang hidup 2. M. tukar-menukar perangko. Maksudnya.kembangkan). Pengaruh yang datang dari pengalaman dalam berinteraksi budaya. yakni keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi pada diri anak. Masa industri. membuat mainan. . Yang menyampaikan teori ini adalah salah seorang ilmuan dari Belanda yaitu Dr. yakni ketegangan yang ada di dalam diri seseorang ikut menentukan dinamika di tengah-tengah lingkungannya. Masa berdagang.J. Teori Interaksionisme Menurut teori ini perkembangan jiwa atau perilaku anak banyak ditentukan oleh adanya dialektif dengan lingkungannya. 6. tukar gambar. sehingga membutuhkan perlindungan. membuat kandang merpati. serta dari penanaman nilai-nilai lewat pendidikan (disebut transmisial) itu diharapkan mencapai suatu stadium yang disebut ekulibrasi. Namun merupakan tugas pendidik dan orang tua untuk mengajar. Homey.

20-21. op. Munawar Sholeh. loc. 1995). Psikologi Anak Psikologi Perkembangan (Cet. 41. Kasi Urais Di Blora . 19. AGAMA 8.. NR 2. h. cit. h. Kode Fungsi : KUA Kec. h. [2]Muhiddin Syah. Psikologi Pengembangan (Cet. [8]Tadjad. Ilmu Jiwa Pendidikan (Cet. Abu Ahmadi. cit. Abu Ahmadi. Surabaya: Karya Abditama. [10]Disadur dari H. Kode Kegiatan : BLORA 9. [6]H. h. : Sambong 10. Departemen /Lembaga Peny. 5 Blora KEPADA Yth. 5.01 : Kantor Daerah : DEP. 1994). I. Tempat Pelaksana 6. [5]Muhiddin Syah. I. Sambong Sub Fungsi Prog. SURAT PERMINTAAN PEMBAYARAN Tanggal : Nomor : /DIPA/2009 Sifat Pembayaran : Pembayaran Uang Persediaan (UP) Jenis Pembyaran : 1. 20. Kantor/Satuan kerja 5. h. cit.. Lokasi 4. Kegiatan : Pengelolaan dan : 0118 : 09. Kewenangan : Jl. [9]Ibid. op. h. [4]Tadjad. [3]H. Bandung: Mandar Maju. 1995). Jakarta: Rineka Cipta. 21. cit. 31. V.01.. 20. Abu Ahmadi. 18. Kantor Departemen Agama Kabupaten Blora Cq..[1]Kartini Kartono. I. cit. Cepu Km. Alamat : AGAMA 7. 1991). Unit organisasi 3. op. [7]Kartini Kartono. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru (Cet. h. Bandung: Remaja Rosdakarya.. h. op. h.

600 1119 600 JUMLAH Hubungan Tingkat Kecerdasan. M. dan Kebiasaan Belajar Matematika Siswa dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa Semester 1 Kelas XI IPA A SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. 2.) 1 2 3 4 5 6 7 1.073. Sutomo No.01. bersama ini kami ajukan permintaan pembayaran sebagai berikut : 1. 2.) LALU INI (Rp. Rusdi. Untuk Keperluan :Biaya Pengolahan dan Penyelenggaraan NR di Kantor Departemen AgamaKabupaten Blora dan KUA Kecamatan Sambong 3.600. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecerdasan dengan prestasi belajar matematika (2) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar matematika (3) Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar matematika (4) Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecerdasan.--…………… 7.. Motivasi Berprestasi & Kebiasaan Belajar Matematika Siswa dg Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA • • View clicks Posted May 26th..) DGN SPP BERSANGKUTAN ( Rp.073.. Program studi Matematika-PMIPA-FKIP-UNIB.01.3315.--…………… No.Pd.SUB PAGU SPP SPP JUMLAH SISA UR KEGIATAN DAN DALAM SAMPAI INI SAMPAI DANA UT MAK DIPA DGN YG (Rp.00 2) dengan huruf ( Dua Juta Tujuh Puluh Tiga ribu Enam Ratus Rupiah ) 2. 09. Motivasi berprestasi.Berdasarkan DIPA Kantor DepartemenAgama Kabupaten Blora Nomor : 0018. Hubungan Antara Tingkat Kecerdasan. dan kebiasaan .Pd. 2008 by nedi • Pendidikan Matematika abstraks: Mulyani. Pembimbing (I) Drs.52 2. Pembimbing (II) Dra. Jenis Belanja : Belanja Barang Operasional Lainnya (521119) 4. M.0/2501/2/XIII/2009 tanggal 19 Agustus 2009. Mempunyai Rekening : Pada Bank ……………--…………… Nomor Rekening…….) (Rp. motivasi berprestasi. Atas Nama : Jl. Atas Nama : Bendahara Pengeluaran Kandepag Kabupaten Blora 5. 48 Blora 58211 6.0118. Sri Saparahayuningsih. Dengan Penjelasan : NPWP………………. Jumlah Pembayaran yangdiminta : 1) dengan angka Rp. KEGIATAN. Skripsi S1..073. Dr.

motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika siswa. dan dianalisa menggunakan regresi dan korelasi linier sederhana. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. masyarakat. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga. Sikap-sikap tersebut tentunya akan mempengaruhi hasil yang akan mereka capai dalam belajar.belajar matematika dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu. 2003: 3). kepribadian. maka individu tersebut akan bersikap pesimis dalam menyelesaikan masalah matematika dan kurang termotivasi untuk mempelajarinya. dan kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika siswa. Matematika disebut sebagai ratunya ilmu. Instrumen pengambilan data menggunakan dokumentasi dan angket. pengendalian diri. Penyempurnaan kurikulum harus mengacu pada undang-undang tersebut. (3) kebiasaan belajar dengan prestasi belajar matematika siswa (4) tingkat kecerdasan. bagi yang menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit. Faktor internal meliputi intelegensi. Tujuan dari pendidikan matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah menekankan pada penataan nalar dan pembentukan kepribadian (sikap) siswa agar dapat menerapkan atau menggunakan matematika dalam kehidupannya (Soedjadi. minat. motivasi berprestasi.1 Latar Belakang Berdasarkan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. lingkungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara : (1) tingkat kecerdasan dengan prestasi belajar matematika siswa. serta regresi dan korelasi linier berganda. kebiasaan. Kurikulum 2004 bertujuan untuk mewujudkan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan yang dilakukan secara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya. 2000: 42). BAB I PENDAHULUAN 1. kecemasan. keadaan sosial ekonomi. . dan sebagainya. akhlak mulia. Setiap individu mempunyai pandangan yang berbeda tentang pelajaran matematika. Ada yang memandang matematika sebagai mata pelajaran yang menyenangkan dan ada juga yang memandang matematika sebagai pelajaran yang sulit. 2003: 3). dan sebagainya (Ahmadi dan Supriyono. Dalam kurikulum ini diberlakukan standar nasional pendidikan yang berkenaan dengan standar isi. Sebaliknya. Dengan demikian matematika menjadi mata pelajaran yang sangat penting dalam pendidikan dan wajib dipelajari pada setiap jenjang pendidikan. bangsa dan negara (Anonim. proses dan kompetensi lulusan (Depdiknas. 2004: 138). Bagi yang menganggap matematika menyenangkan maka akan tumbuh motivasi dalam diri individu tersebut untuk mempelajari matematika dan optimis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat menantang dalam pelajaran matematika. Jadi matematika merupakan kunci utama dari pengetahuan-pengetahuan lain yang dipelajari di sekolah. lingkungan sekolah. pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual. motivasi. (2) motivasi berprestasi dengan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif sehingga data dianalisa untuk mendeskripsikan hubungan antara tingkat kecerdasan. kecerdasan. keagamaan. Jumlah sampel dalam penelitian ni sebanyak 40 orang siswa.

Serta membuat siswa tertuntut untuk mengubah kebiasaan belajarnya ke arah yang lebih baik. Namun demikian. sedangkan kriteria keberhasilan adalah 85 % siswa tuntas dalam belajar. Kebiasaan belajar merupakan pola belajar yang ada pada diri siswa yang bersifat teratur dan otomatis.Dalam penelitian ini. sebaliknya kebiasaan belajar yang tidak baik cenderung menyebabkan prestasi belajar siswa menjadi rendah. jika tidak ada konsekuensi tugas harus dikumpul maka hanya sebagian kecil saja siswa yang mengerjakan tugas tersebut. Kebiasaan bukanlah bawaan sejak lahir. maka permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah : 1. Faktor intelektif (kecerdasan) mempunyai pengaruh yang cukup jelas dalam hal pencapaian hasil belajar. hasil ujian blok bersama yang diadakan pada akhir tahun ajaran 2005/2006 menunjukkan tentang ketuntasan belajar matematika siswa yaitu 70% dari siswa kelas X tahun ajaran 2005/2006 tuntas dan 30% belum tuntas. Sementara itu. Motivasi merupakan faktor yang sangat penting dalam proses belajar guna mencapai prestasi yang diharapkan. Faktor-faktor internal tersebut diantaranya adalah faktor intelektif yaitu kecerdasan siswa dan faktor non intelektif yaitu motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar siswa. Ini dikarenakan motivasi merupakan pendorong dan penggerak individu yang dapat menimbulkan dan memberikan arah bagi individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk mencapai tujuannya. Standar nilai baik nilai ketuntasan belajar maupun kelulusan yang ditetapkan secara nasional yang harus dicapai oleh siswa dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan berprestasi. 1. melainkan kebiasaan itu dapat dibentuk oleh siswa sendiri serta lingkungan pendukungnya. Apakah ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan siswa dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu? . Keadaan tersebut menjadi kebiasaan yang kurang baik pada diri siswa dalam belajar. Kebiasaan belajar yang baik akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang guru bidang studi matematika. motivasi siswa kelas X pada tahun ajaran 2005/2006 yang sekarang menjadi kelas XI pada tahun ajaran 2006/2007 dalam belajar matematika secara umum relatif rendah. faktor kecerdasan bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan prestasi yang akan dicapai siswa. Adapun respon siswa dalam kegiatan belajar mengajar tergantung dengan metode yang digunakan oleh guru. Dari uraian di atas. namun akan terjadi hal sebaliknya bila tugas yang diberikan terasa sulit. Pada kegiatan proses belajar mengajar motivasi siswa cenderung meningkat apabila mereka diminta mengerjakan tugas yang mereka bisa.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut. Suatu tuntutan atau tekad serta cita-cita yang ingin dicapai dapat mendorong seseorang untuk membiasakan dirinya melakukan sesuatu agar apa yang diinginkannya tercapai dengan baik. Seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan yang relatif tinggi cenderung lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan yang relatif rendah. Motivasi Berprestasi dan Kebiasaan Belajar Matematika Siswa dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa Semester 1 Kelas XI IPA A SMA Negeri 6 Kota Bengkulu’. maka penulis tertarik mengadakan penelitian tentang ‘Hubungan Antara Tingkat Kecerdasan. Faktor non intelektif diantaranya adalah motivasi dan kebiasaan. peneliti memfokuskan tentang kaitan beberapa faktor internal pada diri siswa dengan hasil yang dicapai oleh siswa. Hal ini terlihat dalam hal pengerjaan tugas.

Sumbangan bagi guru matematika tentang hubungan tingkat kecerdasan. 3. Motivasi berprestasi adalah rangkaian dorongan yang menggerakkan seseorang untuk melakukan keinginan yang dilandasi adanya tujuan mencapai prestasi yang baik. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan. Dapat menambah pengetahuan peneliti tentang hubungan tingkat kecerdasan. 3. motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar matematika siswa dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu. • . motivasi berprestasi. Kebiasaan belajar matematika adalah cara belajar matematika yang telah dilakukan secara rutin dan berulang-ulang yang bersifat teratur dan seragam serta tetap dengan sendirinya. motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar matematika siswa dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu? 1. 2. 1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan siswa dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu. 1.5 Batasan Istilah 1. 4. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi siswa dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu. Memberikan masukan bagi siswa agar termotivasi untuk belajar matematika dan meningkatkan prestasinya serta mendorong siswa untuk membentuk kebiasaan belajar matematika yang lebih baik. Kecerdasan (intelegensi) adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika siswa. Prestasi belajar matematika adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah mengalami proses belajar mengajar matematika yang dinyatakan dalam hasil tes. motivasi berprestasi dan kebiasaan belajar matematika dengan prestasi belajar matematika. 3.2. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar matematika siswa dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu? 4. 2. 2. Apakah ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah : 1. berpikir secara rasional. Apakah ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi siswa dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu? 3. 4. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar matematika siswa dengan prestasi belajar matematika siswa semester 1 kelas XI IPA A SMA Negeri 6 kota Bengkulu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful