TUGAS ETIKA BISNIS

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

STEVEN TALENTA EPAVRODITUS 0806305090

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA 2010

1

03 Maret 2010 2 . karena dengan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan paper ini. Jimbaran.Yang membedakan antara konsep tanggung jawab perusahaan dulu dengan sekarang. yang penulis harapkan dapat memberikan informasi kepada para pembaca. Sedangkan segala kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam paper ini sepenuhnya bersumber dan menjadi tanggung jawab penulis. penulis akan terima dengan senang hati.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Paper ini berisi beberapa informasi tentang konseptanggung jawab perusahaan. agar pembaca lebih memahami mengenai tanggung jawab perusahaan itu sendiri secara umum.Tujuan penulisan paper ini adalah untuk menambah pengetahuan kepada pembaca tentang tanggung jawab sosial perusahaan. oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca dan pemakai paper ini. Akhir kata. penulis menyadari paper ini jauh dari sempurna.

PENENTUAN BIDANG CSR DAN PELAKSANAANNYA BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 10 11 12 14 15 3 . SEJARAH CSR 2. CSR DAN KEUNTUNGANNYA BAGI PERUSAHAAN 5. RUMUSAN MASALAH BAB II ISI 1. HUBUNGAN CSR DENGAN PEMERINTAH 6. TUJUAN C. CSR SEBAGAI KEWAJIBAN PERUSAHAAN 4. LATAR BELAKANG B. PIHAK PEMANGKU KEPENTINGAN PROGRAM CSR 8. CSR DAN COMMUNITY DEVELOPMENT 7.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. FAKTOR PENDORONG PELAKSANAAN CSR 3.

Menguatnya terpaan prinsip good corporate governance seperti fairness. kelangsungan perusahaan bergantung dari dukungan banyak pihak. 4 . Ketika suatu perusahaan beroperasi. karyawan.Di tanah air.BAB I PENDAHULUAN A. maka melekatlah tuntutan dan tanggung jawab bagi perusahaan yang bersangkutan akan komunitas lokal yang ada di sekitarnya (stake holder). dan responsibility telah mendorong CSR semakin menyentuh ³jantung hati´ dunia bisnis. LATAR BELAKANG TANGGUNG jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility) kini jadi frasa yang semakin populer dan marak diterapkan perusahaan di berbagai belahan dunia. debut CSR semakin menguat terutama setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU PT No. perhatian pada masyarakat sekitar juga ternyata membawa dampak positif bagi perusahaan. accountability. 40 Tahun 2007 yang belum lama ini disahkan DPR. transparency.Selain komunitas internal seperti pemegang saham. Disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1). keluarga karyawan. Bagaimana pun.

faktor pendorong CSR.B. serta penentuan di dalam bidang-bidang CSR. kewajiban dan keuntungan perusahaan dari pelaksanaan CSR. perbedann CSR dengan community development. penentuan pihak yang menjadi prioritas keuntungan program CSR. 5 . hubungan pelaksanaan CSR dengan pemerintah. TUJUAN Tujuan dari penyusunan paper ini adalah untuk mengetahui dan memahami sejarah CSR.

Apa hubungan antara pelaksanaan CSR dengan kewajiban pihak lain. seperti pemerintah? 6. Bagaimana menentukan bidang-bidang program CSR yang akan dilaksanakan? Dan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perumusan masalah ini. 6 . RUMUSAN MASALAH Berdasarkan tujuan dari penulisan paper ini. Apakah CSR merupakan kewajiban bagi perusahaan? 4. Bagaimana sejarah CSR? 2. selanjutnya akan dijabarkan melalui isi dari paper ini. Apakah CSR sama dengan community development? 7. Faktor-faktor apa saja yang mendorong pelaksanaan CSR? 3. maka dapat dirumuskan permasalahannya: 1.C. Bagaimana menentukan pihak yang menjadi pemangku kepentingan program CSR? 8. Apa keuntungan yang didapat perusahaan dari pelaksanaan CSR? 5.

tetapi untuk pembangunan sosialekonomi kawasan secara holistik. dan people). dan berkelanjutan. Ditinjau dari motivasinya. Perusahaan yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit). dan social equity yang digagas the World Commission on Environment and Development (WCED) dalam Brundtland Report (1987). planet. Walaupun tidak menamainya sebagai CSR.Intinya.Kepedulian sosial perusahaan terutama didasari alasan 7 . Beberapa nama lain yang memiliki kemiripan dan bahkan sering diidentikkan dengan CSR adalah corporate giving. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan CSA (corporate social activity) atau aktivitas sosial perusahaan. environmental protection. istilah CSR semakin populer digunakan sejak tahun 1990-an. dan community development. Dalam konteks global. corporate community relations. corporate philanthropy bermotif kemanusiaan dan corporate community relations bernapaskan tebar pesona. Jika corporate giving bermotif amal atau charity.BAB II 1. Mengembangkan tiga komponen penting sustainable development. SEJARAH CSR Pengertian CSR sangat beragam. tetapi memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (people). keempat nama itu bisa dimaknai sebagai dimensi atau pendekatan CSR. istilah CSR mulai digunakan sejak tahun 1970-an dan semakin populer terutama setelah kehadiran buku Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line in 21st Century Business (1998) karya John Elkington. yakni economic growth. Elkington mengemas CSR ke dalam tiga fokus: 3P (profit. community development lebih bernuansa pemberdayaan. Di Indonesia. melembaga. secara faktual aksinya mendekati konsep CSR yang merepresentasikan bentuk ³peran serta´ dan ³kepedulian´ perusahaan terhadap aspek sosial dan lingkungan. CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial. Melalui konsep investasi sosial perusahaan seat belt. sejak tahun 2003 Departemen Sosial tercatat sebagai lembaga pemerintah yang aktif dalam mengembangkan konsep CSR dan melakukan advokasi kepada berbagai perusahaan nasional. corporate philanthropy.

Faktor internal.Terakhir. Institusi pembiayaan yang kian kritis menanamkan investasi memperkuat kecenderungan untuk produk- CSR. Gabungan faktor-faktor eksternal itu membuat perusahaan yang menjalankan CSR dengan sungguhsungguh lebih berkemungkinan bertahan di tengah kompetitifnya iklim dunia usaha.Organisasi masyarakat sipil memprotes kinerja yang buruk. Selain itu. bergantung pada core bisnis perusahaan yang bersangkutan (Supomo. Cukup banyak pengamat yang berpendapat bahwa faktor internal sebagai pendorong CSR semakin kuat berperan di masa datang. 3. pemilik perusahaan sejatinya bukan hanya shareholders atau para pemegang saham. pasar tenaga kerja yang menunjukkan adanya pergeseran pilihan dengan mempertimbangkan reputasi perusahaan. lembaga-lembaga swadaya masyarakat. 2. sedang yang positif menghasilkan perkembangan CSR. Literatur-literatur yang ada menyebutkan kedua kubu masing- 8 . khususnya di sekitar perusahaan beroperasi. pelanggan. CSR SEBAGAI KEWAJIBAN PERUSAHAAN Ada dua pendirian mengenai hal ini: kubu mandatori (yang mewajibkan) dan voluntari (yang menginginkan tetap bersifat sukarela).Tanggapan defensif serta kamuflase hijau memperumit masalah.Demikian pula konsumen yang juga bersedia membayar â¼ green premiumâ¼ produk tertentu yang dihasilkan perusahaan berkinerja sosial dan lingkungan baik.bahwasannya kegiatan perusahaan membawa dampak (baik maupun buruk) bagi kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat. kepemimpinan puncak manajemen perusahaan yang melihat CSR merupakan sumber peluang memperoleh keunggulan kompetitif (responsibility is opportunity). yang kemudian ditanggapi oleh perusahaan.Sejarah hubungan antara perusahaan dan masyarakat mencatat banyak peristiwa tragis yang disebabkan operasi perusahaan.Faktor eksternal terutama berkaitan dengan kritik organisasi masyarakat sipil terhadap kinerja sosial dan lingkungan perusahaan. melainkan pula stakeholders. FAKTOR PENDORONG PELAKSANAAN CSR Secara umum dibedakan menjadi faktor eksternal dan internal. masyarakat sekitar perusahaan. yakni pihak-pihak yang berkepentingan terhadap eksistensi perusahaan. 2004). misalnya. dan pemerintah selaku regulator. Stakeholders dapat mencakup karyawan dan keluarganya. Jenis dan prioritas stakeholders relatif berbeda antara satu perusahaan dan lainnya. pemasok. media massa.

merupakan bukti terkuat hingga saat ini.Kebijaksanaan universal menyetujui bahwa tanggung jawab membesar bersamaan dengan kekuasaannya.Namun. Tanggung jawab sendiri adalah konsep yang mandatori. Friedman dan Henderson berpendirian bahwa tanggung jawab berada di pundak individu. Sedang pendukung kubu mandatori kini memperjuangkan masuknya seluruh manajemen dampak dalam kerangka hukum dan menamakan perjuangannya sebagai corporate accountability movement 4. Pendapat tidak menguntungkan biasanya mengikuti pendirian Milton Friedman atau. perusahaan memperoleh banyak keuntungan bila 9 . yang berarti harus dilaksanakan. Sejumlah besar penelitian telah membuktikan kinerja sosial dan kinerja finansial perusahaan sungguh berkorelasi positif.Dan karenanya perdebatan mengenai keuntungan menjalankan CSR sesungguhnya dapat dianggap sudah berakhir. menggunakan data 52 penelitian sebelumnya dengan jumlah kasus 33. Telah ditunjukkan oleh banyak studi kasus. Perkembangan wacana terkini tampaknya tengah menempatkan kubu voluntari di posisi terdepan. maka yang dilakukan oleh perusahaan di dalam atau yang melampaui ketentuan hukum dapat didefinisikan sebagai CSR.masing memiliki kelebihan dan kekurangan. dan Sara Rynes pada 2003.Kalau konsep dan prakteknya diartikan sebagai manajemen dampak. tidak setuju perusahaan tak dapat dimintai pertanggungjawaban terhadap tindakan organisasinalnya. kesimpulannya hanya didasarkan pada kasus-kasus anekdotal berskala kecil. kubu voluntari berkeyakinan perusahaan wajib menjalankan ketetapan-ketetapan hukum yang berlaku di mana operasinya dijalankan. bukan perusahaan. dengan dikembangkannya berbagai standar yang bisa diadopsi secara sukarela atas basis kehendak menjadi lebih kompetitif. David Henderson. Penelitian Marc Orlitzky.Menyatakan tanggung jawab sebagai sukarela sebetulnya contadictio in terminis atau pertentangan istilah. yang melabel CSR sebagai misguided virtue atau kebaikan yang salah alamat. baru-baru ini.878 perusahaan yang merentang selama 30 tahun. Frank Schmidt. bahwa tidak ada kaitan erat antara kinerja sosial dengan kinerja finansial perusahaan. dan CSR merupakan kerangka aktivitas yang beyond compliance. sebab itu perusahaan tidak lagi dapat mengelak. Kalau pun ada yang membuktikan sebaliknya. CSR DAN KEUNTUNGANNYA BAGI PERUSAHAAN Masih berlangsung perdebatan antara yang menyatakan CSR hanya menambah beban perusahaan dan yang meyakini kinerja sosial penting dan berhubungan positif dengan keuntungan finansial.Sebaliknya kalangan yang melihat kekuasaan bisnis kini sudah sangat besar.

CSR dengan triple bottom line-nya tentu adalah investasi sangat berharga. Di era ini hampir mustahil perusahaan menggunakan perlindungan kekuatan-kekuatan represif tanpa mengorbankan reputasinya. disinsentif juga diterima disinsentif dari pemerintah.Dan karena CSR adalah manajemen dampak operasi.Implikasi berikut yang mengancam adalah keengganan investor membiayai proyek baru. CSR seyogyanya mendorong perwujudan kondisi tanpa korupsi (dan cici-ciri lain good governance. yang diperoleh melalui hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan. batasannya terlebih dulu harus didefinisikan agar perusahaan tidak memikul beban lebih berat dari yang seharusnya ditanggung. 6. itu dilakukan dengan transparansi maksimum. 5. Dari sudut pandang ini. Ketidakpedulian terhadap aspek sosial akan menuai protes masyarakat yang bisa mengganggu operasinya (semisal demonstrasi atau boikot).Apabila perusahaan hendak menjalankan program sosial. dan bukan hubungan dengan kekuatan represif. CSR harus berupaya meminimumkan dampak negatif keberadaan perusahaan.Akibatnya.CSR menjadi pilihan menjaga keberlanjutan eksistensi perusahaan melalui reputasi yang baik. reputasi perusahaan tercoreng dan pada gilirannya dicerminkan dengan turunnya nilai saham. Bayangkan bagaimana bila perusahaan hanya mementingkan keuntungan finansial jangka pendek dan mengorbankan aspek sosial dan lingkungan. Ruas jalan yang dibangun dengan sumberdaya dari perusahaan. Misalnya.Termasuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat dan perusahaan.Keberlangsungan perusahaan ini erat berkait dengan reputasi. selain reaksi masyarakat. Terhadap aspek lingkungan. pemerintah daerah setempat juga mengajukan anggaran untuk pekerjaan yang sama. CSR DAN COMMUNITY DEVELOPMENT 10 . Pelaksanaan CSR semesti tidak demikian.Bahkan. selain biaya operasi membengkak. nyatanya diakui sebagai proyek pembangunan pemerintah daerah.Yang juga penting adalah membuat kesepakatan dengan seluruh pemangku kepentingan berkenaan dengan tanggung jawab masing-masing pihak. HUBUNGAN CSR DENGAN PEMERINTAH Kasus-kasus yang ditemukan di Indonesia menunjukkan. ketika diketahui perusahaan tertentu hendak membangun jalan dari titik A hingga B. seperti transparansi) di tubuh perusahaan maupun pemerintahan dan masyarakat.keberadaan jangka panjangnya terjamin. curahan investasi sosial perusahaan dapat menimbulkan moral hazardberupa perilaku korup lembaga-lembaga pemerintah.

apa saja kepentingannya.Langkah awal adalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). hubungan CSR dan masyarakat terwujud dalam empat hal utama: Comdev. Alyson Warhurst berpendapat.Penelitian-penelitian tentang teori pemangku kepentingan menyediakan pedoman berharga bagi pekerjaan ini. 7. Masyarakat yang ada di wilayah dampak adalah pemangku kepentingan CSR yang dapat disebut terpenting.Di dalamnya terdapat kelompok-kelompok yang karena aspek struktural. walau keduanya tidaklah dapat disamakan. kemudian dibuat program khusus (Comdev) untuk mengurangi kerentanan tersebut. atau penyebab lain. Kalau Amdal dianggap belum memadai. tetapi benarbenar menjadi alat komprehensif mengetahui secara dampak operasi perusahaan. hingga pihak yang menjadi pemangku kepentingan utama adalah mereka yang berada di wilayah dampak.Para pihak ini menerima dampak-dampak (positif dan negatif) yang berbeda. universitas. Lewat pemetaan ini terekam pihak-pihak mana yang berkepentingan. dan bagaimana kepentingan itu diintegrasikan dalam operasi perusahaan. hingga perusahaan harus secara pasti mengetahui dan bagaimana tiap kelompok yang terkena. Untuk konteks Indonesia. melainkan dibantu fasilitator seperti Ornop. perusahaan perlu melakukan pemetaan pemangku kepentingan (stakeholder mapping).Karenanya menjadi penting memetakan kelompok masyarakat ini.Comdev didefinisikan sebagai upaya sistematik meningkatkan kemampuan masyarakat. atau lembaga konsultan yang kredibel. PIHAK PEMANGKU KEPENTINGAN PROGRAM CSR CSR adalah manajemen dampak. dan tanggapan atas harapan kelompok kepentingan. Secara umum 11 . Masyarakat yang sudah sangat terbuka biasanya dapat menyampaikan secara langsung dampak yang diterima dan menegosiasikan apa seharusnya dilakukan oleh perusahaan. pengikutsertaan (pemrioritasan) kesempatan kerja dan usaha. termasuk kemungkinan dampak negatif perusahaan. sebagai kewajiban yang tak sekadar administratif belaka. pembiayaan sesuai kerangka legal. dalam pemenuhan kebutuhan berdasar potensi seluruh sumberdaya yang dapat diaksesnya. Di kebanyakan kasus perusahaan tidak dapat melakukan pemetaan sendirian.Kelompok ini adalah yang paling rentan menghadapi berbagai kondisi. Pengkategorian Warhust memperjelas bahwa Comdev merupakan salah satu komponen sangat penting CSR. perusahaan masih dituntut berada di posisi lebih proaktif. terutama kelompokkelompok paling tidak beruntung. kultural. berada di posisi kurang beruntung.Praktik paling terkenal dari CSR adalah Comdev.

Langkah berikut. 12 . Artinya. program CSR perusahaan dibuat berdasar kepentingan sahih kelompok tertentu. tergantung kapasitas perusahaan dan seluruh pemangku kepentingannya: dikerjakan sendiri. perusahaan mungkin berpendapat tidak memiliki kompetensi melakukan kegiatan-kegiatan CSR sendiri. serta proximity (kedekatan geografis). Bila dikatakan kalau pelaksanaan CSR itu dilakukan langsung oleh perusahaan. Menjadi mudah apabila perusahaan telah melakukan pemetaan pemangku kepentingan terlebih dahulu. atau diserahkan ke pihak tertentu. yang bila tidak dipenuhi segera berdampak buruk). 8.Penyebabnya adalah sifat berbagi sumberdaya dari pendekatan ini serta dipersyaratkannya kontrol dan transparansi.Pendekatan ini dapat pula meminimumkan duplikasi dengan program pembangunan pemerintah atau pekerjaan dampingan organisasi masyarakat sipil.Namun di berbagai literatur pendekatan kemitraan (terutama kemitraan tiga sektor) digambarkan sebagai yang paling besar kemungkinan keberhasilannya. hingga lebih baik diserahkan (disubkontrakkan) ke pihak yang lebih mampu. dilakukan penyusunan program jangka panjang hingga pendek. urgency (dimensi waktu dari tuntutan. yang didekati (langsung atau melalui fasilitator) untuk mengetahui pandangannya tentang apa yang seharusnya dilakukan.Setelah prioritas dan ketersediaan sumberdaya diketahui. Di ekstrem lain. Pengkategorian ini lebih jauh diuraikan berdasar pemangku kepentingannya. untuk memastikan program yang disusun dilaksanakan sesuai rencana. serta merundingkan mekanisme berbagi sumberdaya (resource matching) antara semua pihak. Masing-masing pendekatan punya kekurangan dan kelebihan. maka jawaban yang paling tepat adalah kondisonal. Hasil pemetaaan menjadi urutan prioritas program CSR untuk tiap pemangku kepentingan.dinyatakan pemangku kepentingan adalah mereka yang memiliki power (kekuatan mempengaruhi jalannya operasi perusahaan). perusahaan melakukan penyesuaikan dengan kebijakan dan ketersediaan sumberdaya. dilaksanakan bersama mitra. Biasanya yang melakukan sendiri mendasarkan pertimbangan adanya kontrol penuh atau karena belum mamadainya kapasitas manajerial dan teknis para pemangku kepentingan. legitimacy (dukungan anggota kelompok atau norma tertentu). termasuk masyarakat. PENENTUAN BIDANG-BIDANG PROGRAM CSR DAN PELAKSANAANYA Program-program CSR akan jatuh pada salah satu kategori: meminimumkan dampak negatif (termasuk pengkompensasiannya) atau memaksimumkan dampak positif.Sedang organisasi pelaksananya dibuat dengan memasukkan masingmasing pemangku kepentingan.

Jika CSR dianggap penting karena UU. ekonomi. tidak cukup dijawab dengan menyatakan bahwa CSR telah diamanatkan UU. 40/2007 Tentang Perseroaan Terbatas. CSR harus merupakan komitmen dan kepedulian murni dari para pelaku bisnis untuk ambil bagian mengurangi nestapa kemanusiaan. UU No. kesehatan maupun lingkungan.Dilihat dari regulasi yang berlaku di Indonesia. pendidikan. UU No. 5/2007 Tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.Harus ada pemahaman filosofis dan komitmen etis tentang CSR. 25/2007 tentang Penanaman Modal. pada dasarnya telah tersirat berbagai upaya yang harus dilakukan baik oleh pemerintah maupun korporasi untuk melakukan pengembangan masyarakat dan lingkungan. baik pada aspek sosial.Oleh karena itu diwajibkan atau tidak. Dalam berbagai peraturan ini. perusahaan cenderung terpaksa dan setengah hati melaksanakan CSR. 23/1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. UU No. baik pada tataran global maupun nasional.Pentingnya CSR dilandasi oleh kesadaran perusahaan terhadap fakta tentang adanya jurang yang semakin menganga antara kemakmuran dan kemelaratan. UUD Pasal 33 UUD 1945. Pertanyaan mengenai mengapa CSR penting. saat ini sudah terdapat beberapa regulasi yang dapat dijadikan acuan pelaksanaan CSR antara lain . 22/2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi. UU No. Peraturan Mentri BUMN No. 13 .

Kalau pada prinsipnya dulu.Tanpa dukungan dan jalinan kemitraan dengan stakeholder lainnya. dipastikan dalam waktu dekat. disni pihak manajemen sebagai pemegang mandat berusaha untuk memperoleh keuntungan yang sebsar-besarnya demi kepuasan pemegang saham saja. dimana CEO berorientasi pada kepentingan pemegang saham. perusahaan mengalami kerugian secara sosial dan ekonomi. atau hal ini yang lebih dikenal dengan paradigma stakeholder perusahaan. dan dihargai. yaitu bahwa bisnis harus dijalankan sedemikian rupa agar hak dan kepentingan semua pihak yang terkait dengan suatu kegiatan bisnis dijamin. komunitas lokal dan masyarakat luas. CSR sendiri sangat penting untuk dilakukan. karena perusahaan merupakan suatu bagian dari komunitas masyarakat. Tetapi paradigma itu sudah beralih pada pendekatan stakeholder.CSR diperlukan untuk menciptakan keseimbangan dan keberlanjutan hidup dan hubungan kemitraan yang saling timbal balik antara perusahaan dan stakeholder. akibat berbagai tekanan dan claim yang menyudutkan keberadaan. yang pada dasarnya merupakan suatu sistem yang terdiri dari elemen-elemen yang menunjang sistem perusahaan terebut dalam lingkup internal. saat paradigmanya masih mengarah ke shareholder. seraya meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluargannya. keberlanjutan dan reputasi perusahaan. 14 . diperhatikan.BAB III KESIMPULAN Corporate Social Responsibility merupakan merupakan komitmen dari bisnis atau perusahaan untuk berprilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

tekmira. id.com 5.megawati-institute.id 4. www. www.DAFTAR PUSTAKA 1. www.wikipedia.esdm.go.org 6.kompas.csrindonesia.portalhr. www.com 2.com 3. www.org 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times