You are on page 1of 290
a. eae > a - Sat rs ae —= i sty (TNR —- : ig oA j ¥ WAR tha? : Edisi Kevaa\ | Ki m ia Dasa r Edisi Ketiga Konsep-konsep Inti Jilid 2 Raymond Chang Williams College Pn 07QU-TSY-E3N9 > PENERBIT ERLANGGA hutp://www.erlangga.co.id e-mail: editor@erlangga.net (Anggota TKAPD) 22-00-025-3 Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jilid 2 / Eaisi Ketiga Raymond Chang Judtut ast Generat Chemistry: The Essential Concepts Third Edition Raymond Chang Copyright © 2003 by The McGraw-Hill Companies. Translation copyright © 2005 by Penerbit Erlangga. All rights reserved. Authorized translation from English language edition published by McGraw-Hill. Hak terjemahan dalam bahasa Indonesia pada Penerbit Erlangga bbendasarkan perjanjian resmi tanggal 30 Januari 2008, Alih Bahasa: ‘Suminar Setiati Achmadi, Ph.D. Editor: Lemeda Simarmata, $.7. Buku ini diset dan dilay-out oleh Bagian Produksi Penerbit Erlangga dengan Macintosh GS, dengan menggunakan huruf Times 10. Setting oleh : Divisi Perti Dep. Setting Percetakan : PE. Gelora Aksara Pratama 0 09 8 O76 OS ANTE Dilarang keras mengutip, menjiplak, memfotokopi atau memperbanyak dalam bentuk apa pun, baik sebagian atau keseturuhan isi buku ini seria memperjualbelikannya tanpa izin tertulis dari Penerbit Erlangga. (© HAK CIPTA DILINDUNGI OLEH UNDANG-UNDANG Daftar Isi Tentang Penulis v Prakata vi Daftar isi xi Bab 13. Sifat Fisis Larutan 3 13.1. Jenis Larutan 4 13.2. Proses Pelarutan dari Sudut Pandang Molekul 4 13.3. Satuan Konsentrasi 6 Jenis Satuan Konsentrasi 7» Perbandingan Satuan-satuan Konsentrasi 8 13.4 Pengaruh Suhu terhadap Kelarutan 9 Kelarutan Padatan dan Suhu 9 + Kelarutan Gas dan Suhu 9 13.5. Pengaruh Tekanan terhadap Kelarutan Gas 10 13.6 Sifatsifat Koligatif 12 Penurunan Tekanan Uap 12 + Kenaikan Titik Didih 14 « Penurunan Titik Beku 15 Tekanan Osmotik 16 » Penggunaan Sifat Koligatif untuk Menentukan Massa Molar 18 + Sifat Koligatif Elektrolit 20 Ringkasan 21 Kata Kunci 22 Pertanyaan dan Soal 22 Bab 14 Kinetika Kimia 29 14.1 Laju Reaksi 30 14.2) Hukum Laju 33 Penentuan Hukum Laju secara Percobaan 35 14.3 Hubungan Antara Konsentrasi Reaktan dan Waktu 36 Reaksi Orde-Pertame 36 + Reaksi OrdeKedue 41 14.4 Energi Aktivasi_ dan Ketergantungan Tetapan Laju terhadap Suhu 43 Teori Tumbukan pada Kinetta Kimia 43» Persamaan Avhenius 45 14.5 Mekanisme Reaksi dan Hukum Laju 48 14.6__Katalisis _52 Katalisis Heterogen 53 + Katalsis Homogen 54 + Katalss Enzim 55 Ringkasan 57 Kata Kuncl 57 Pertanyaan dan Soal 57 xi Daftar Isi Bab 15 Kesetimbangan Kimia 65 152 153 15.1__Konsep Kesetimbangan _66 ints Kesetimbangan, Beberapa Cara untuk Menyatakan Konstanta Kesetimbangan 68 esetimbangan Homogen 69 + Kesetimbangan Heterogen 72 + Bentuk K dan Konstanta Kesetimbangan 74 » Ringkasan tentang Aturamaturan Penulisan Persamaan onstanta Kesetimbangan 74 ‘Apa yang Dapat Kita Ketahui dari Konstanta Kesetimbangan? 75 ‘Memprediksi Arah Reaksi 75 + Menghitung Konsentrasi Kesetimbangan 76 15.4 _ Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia__79 “Asa Le Chitelier 79 + Becuhahan Konsentrasi 80 + Pecubahan Tekanan dan Volume 81 + Perubahan Suhu 83 + Pengaruh Katalis 83 - Ringkasan Faktor-faktor yang ‘Dapat Mempengaruhi Posisi Kesetimbangan 84 Ringkasan 85 Kata Kunci 86 Pertanyaan dan Soal__ 86 Bab 16 Asam dan Basa 95 16.1 16.2 16.3 16.4 165 16.6 16.7 16.8 16.9 16.10 ‘Asam dan Basa Bronsted 96 Pasangan Asam-Basa Konjugat 96 Sifat Asam-Basa dari Air 97 Hasilkali lon dari Air 98 pH-Suatu Ukuran Keasaman 99 Kekuatan Asam dan Basa 101 Asam Lemah dan Konstanta lonisasi Asam 105 Persen Jonisasi 109 + Asam Diprotik dan Poliprotk 110 Basa Lemah dan Konstanta lonisasi Basa 113 Hubungan Antara Konstanta-konstanta lonisasi Asam-Basa Konjugat 115 Sifat Asam-Basa dari Garam 116 Garam yang Menghasilkan Larutan Netral 116 + Garam yang Menghasiikan Larutan Basa 116 =Garam yang Menghasikan Larutan Asam 117 + Hidroks lon Logam 118 + Garam yang Kation dan Anionnya Terhidrolisis 119 Oksida Asam, Basa, dan Amfoterik 120 ‘Asam dan Basa Lewis 122 Ringkasan 124 kata Kunci 124 Pertanyaan dan Soal 125 Bab 17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan 131 WA 172 173 Kesetimbangan Larutan Homogen Versus Heterogen 132 Larutan Bufer 132 ‘Membuat Larutan Bufer dengan pH Spesifik 134 Lebih Dekat dengan Titrasi Asam-Basa 136 Bab 18 Bab 19 174 175 176 77 178 Daftar Isi xill Titrasi Asam Kuat-Basa Kuat 137 + Titrasi Asam Lemah-Basa Kuat 138 + Titrasi Asam Kuat-Basa Leah 141 Indikator AsamBasa 142 Kesetimbangan Kelarutan 145 Hasilkal Kelorutan 145 + Kelarutan Molar dan Kelarutan 147 + Memprediksi Reaksi Pengendepan 149 Efek lon Senama dan Kelarutan 150 Kesetimbangan lon Kompleks dan Kelarutan 152 Penerapan Prinsip Hasilkali Kelarutan pada Analisis Kualitatif 155 Ringkasan 157 Kata Kunci 158 Pertanyaan dan Soal_ 158 Termodinamika 165 18. 2 18.4 Ketiga Hukum Termodinamika 166 Proses Spontan dan Entropi 166 Entropi 167 Hukum Kedua Termodinamika 170 Perubahan Entropi delam Sistem 171 » Perubahan Entropi dalam tingkungan 172 + Hukum Ketiga Termodinamika dan Entropi Mutlak 174 Energi Bebas Gibbs 175 Perubahan Energi-Bebas Standar 176 » Penerapan Persamaan (18.7) 177 Energi Bebas dan Kesetimbangan Kimia 180 Termodinamika dalam Sistem Biologis 184 Ringkasan 186 Kata Kunci 186 Pertanyaan dan Soal 186 Reaksi Redoks dan Elektrokimia 193 19.1 19.2 19.3 19.4 19.5 19.7 19.8 Reaksi Redoks 194 ‘Menyetarakan Persamaan Redoks 194 Sel Galvanik 197 Potensial Reduksi Standar 199 Kespontanan Reaksi Redoks 204 Efek Konsentrasi pada Emf Sel 207 Persamaan Nernst 207 + Sel Konsentrasi 210 Baterai 211 Baterai Sel Kering 211 + Baterai Merkuri 211 + Baterai Bertimbal (Aki) 212 = Baterai Utium Keadaan-Padat 213 + Sel Bahan Bakar 213 Korosi 215 Elektrolisis 219 Elektrolisis Lelehan Natrium Klorida 219 + Elektrolisis Air 220 + Elektrolisis Larutan Berair Natrium Klorida 221 + Aspek Kuantitatif dari Elektrolisis 222 xiv Bab 20 Bab 21 Daftar Isi 19.7 Elektrometalurgi 224 Produksi Logam Aluminium 224 » Pemurnian Logam Tembaga 225 Ringkasan 225 Kata Kuncl 226 Pertanyaan dan Soal 226 Kimia Senyawa Koordinasi 235 20.1 20.2 20.3 20.4 20.5 Sifatsifat Logam Transisi_ 236 Konfigurasi Elektron 236 + Keadaan Oksidasi 237 Senyawa Koordinasi 238 Bilangan Oksidasi Logam dalam Senyawa Koordinasi 240 » Penamaan Senyawa Koordinasi 241 Geometri Senyawa Koordinasi 242 Bilangan Koordinasi = 2 243 + Bilangan Koordinasi = 4 243 + Bilangan Koordinasi = 6 243 Ikatan dalam Senyawa Koordinasi: Teori Medan Kristal 244 Pembelahan Medan Kristal dalam Kompleks Oktahedral 245 + Warna 245 + Sifat Magnetik 248 + Kompleks Tetrahedral dan SegrEmpat Planar 249 Reaksi-reaksi Senyawa Koordinasi 250 Ringkasan 251 Kata Kunci 251 Pertanyaan dan Soal 252 Kimia Inti 257 24 212 213 214 21.8 Sifat Reaksi inti 258 ‘Menyetarakan Persamaan Inti 258 Stabilitas Inti 259 Energi ikatan Inti 262 Radioaktivitas Alami 265 Kinetika Peluruhan Radioaktif 265 + Penarikhan Berdasarkan Peluruhan Radioaktif 266 Transmutasi Inti 268 Unsur Transuranium 270 Fisi Inti 270 Bom Atom 272 + Reaktor Nuklir 272 Fusi Inti 275 Reaktor Fusi 276 » Bom Hidrogen 276 Penggunaan Isotop 278 Penetapan Struktur 278 + Pengkajian Fotosintesis 279 + (sotop dalam Kedokteran 279 Dampak Biologis dari Radiasi 280. Ringkasan 282 Kata Kunci 282 Pertanyaan dan Soal 283 Daftar isi xv Bab 22 Polimer Organik—Sintetik dan Alami 289 22.1 Sifat-sifat Polimer 290 22.2 Polimer Organik Sintetik 290 feaksi Adlsi 290 + Reaksi Kondensasi 292 22.3. Protein 295 ‘Asam Amino 295 + Struktur Protein 298 22.4 Asam Nukleat 302 Ringkasan 304 Kata Kunci 305 Pertanyaan dan Soal 305 Lampiran 1 Satuan-satuan untuk Konstanta Gas 307 Lampiran 2 Beberapa Data Termodinamika pada 1 atm dan 25°C 308 Lampiran 3. Operasi-operasi Matematis 312 Lampiran 4 Unsur-unsur dan Asal-usul Nama serta Lambangnya 314 Glosarium 319 Jawaban Soalsoal Bernomor Genap 322 Indeks _325 a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. é a] PEASY 00 02 04 06 08 10 Kens Gambar 13.6 Ketergantungan tekanan parsial benzena dan foluena terhadap fraksi molnya dalam laruan bencena- toluena (Xggng = 1 Xvyuyn) Pada 80°C, Larutan ini dikatakan ideal karena {tekanan wapnya mematuhi ‘mukm Raoult Gambar 13.7 Diagram ‘fasa yang mengilustrasikan ‘kenaikan ttik didih dan ppenurunan tit bekw Taruan berair. Kurva pputus-putus adalah wntuk Tarun, dan kurva biasa untuk pelarus murni. Seperti yang dapat Anda Uihat,ttik didi larutan lebih tinggi dibandinghan tii didih air, dan vk beku larutan lebih rendah dibandingkan rit beku air Bab 13 Sifat Fisis Larutan Benzena dan toluena memiliki struktur yang mirip dan dengan demikian mempunyai gaya antarmolekul yang mirip pula: CHy brenzena ——_toluens Dalam larutan benzena dan tolvena, tekanan vap setiap komponen mematuhi hukum Raoult. Gambar 13,6 menunjukkan ketergantungan tekanan wap total (P,) dalam larutan benzena- tolvena pada komposisilarutannya. Perhatikan bahwa kita hanya perlu menyatakan komposisi Jarutan dalam fraksi mol dari satu Komponen saja. Untuk setiap nilai Xyeapeqys fraksi mol toluena adalah (1 ~ Xjeqsem Larutan benzena-toluena merupakan salah satu dari sedikit contoh Jarutan ideal (ideal solution), yaitu setiap Jaruzan yang mematuhi hukum Raoult Salah satu ciri Jarutan ideal ialah kalor pelarutannya, AM Selalu nol. Kenaikan Titik Didih Karena keberadaan zat terlarut yang tidak mudah menguap menurunkan tekanan wap larutan, ‘maka titik didih larutan pasti juga terpengaruh karenanya. Titik didib larutan ialah suhu pada saat tekanan uap larutan sama dengan tekanan atmosfer luar (lihat Subbab 12.6). Gambar 13.7 memperlihatkan diagram fasa dari air dan perubahan yang terjadi dalam Jarutan berair. Karena pada suhu berapa pun tekanan vap larutan lebih rendah daripada tekanan wap pelarut murninya, kurva cairan-uap untuk larutan akan terletak di bawah kurva untuk pelarut muri. Akibatnya, kurva larutan (garis putus-putus) memotong garis horizon- tal yang bertanda P= 1 atm pada suhu yang lebih tinggi daripada titik didih normal pelarut muri. Analisis grafis ini menunjukkan bahwa titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih air, Kenaikan titik didih, AT,, didefinisikan sebagai ATy=T,-T3 di mana T, adalah titik didih larutan dan T3 adalah titik didih pelarut muri. Karena AT, berbanding lurus dengan penurunan tekanan wap, maka juga berbanding lurus dengan konsentrasi (molalitas) larutan. Dengan kata lain, AT, = m AT, = Kym 03.8) OE NR Tuk Titik Twik Titik Kimia Dasar Tabel 13.2 | Konstanta Kenaikan Titik Didih Molal dan Konstanta Penurunan Titik Beku Molal untuk Beberapa Cairan yang Umum Titik Bekw Kp Titik Didih Ka Pelarut NormaliC*)* Cm) Normal (°C)* Cm) Air 0 1.86 100 052 Benzena 35 52 80.1 253 Btanol -173 1.99 784 122 ‘Asam asetat 166 3.90 1179 293 Siklobeksana 66 20.0 80,7 279 * Dikur pada 1 atm di mana m adalah molalitas larutan dan K, adalah konstanta kenaikan titik didik molal. Satuan K, ialah Cm. Perlu dipahami pemilihan satuan konsentrasi yang digunakan di sini. Kita menghadapi sistem (larutan) yang suhunya ridak dijaga tetap, schingga kita tidak dapat menyatakan satuan konsentrasi dalam molaritas sebab molaritas berubah jika suhu berubah. Tabel 13.2 mencantumkan nilai X, untuk beberapa pelarut yang umum digunakan. Dengan menggunakan konstanta kenaikan titik didih untuk air dan Persamaan (13.8), Anda dapat melihat bahwa jika molalitas larutan berair adalah 1,00 m, titik didihnya adalah 100,52°C. Penurunan Titik-Beku Seseorang yang bukan ilmuwan mungkin tidak akan permah menyadari fenomena kenaikan titik didih, tetapi seorang pengamat yang jeli yang hidup di iklim dingin terbiasa dengan penurunan titik beku. Es di jalanan dan trotoar yang beku akan meleleh bila ditaburi garam seperti NaCI atau CaCl,. Cara pelelehan semacam ini berhasil karena dapat menurunkan titik beku air. Gambar 13.7 menunjukkan bahwa penurunan tekanan wap larutan menggeser kurva padatan-cairan ke arah kiri, Akibatnya, garis ini memotong garis horizontal pada suhu yang lebih rendah davipada titik beku air. Penurunan titik beku, AT,, didefinisikan sebagai AT, = T2- i mana 7? adalah titik beku pelarut murni, dan 7), adalah titik beku larutan, Sekali lagi, AT, berbanding lurus dengan konsentrasi larutan: AT, < m AT, = Kym 3.9) mana dalam persamaan ini m adalah konsentrasi dari zat terlarut dalam satuan molalitas, dan Ky, ialah konstanta penurunan ritik beku molal (lihat Tabe! 13.2). Seperti halnya Ky. Ky mempunyai satuan ‘C/m. Penjelasan kualitatif untuk fenomena penurunan titik beku ialah sebagai berikut. Pembekuan melibatkan transisi dari keadaan tidak teratur ke keadaan teratur. Agar proses itu terjadi, energi harus diambil dari sistem. Karena larutan lebih tidak teratur dibandingkan pelarut, maka lebih banyak energi yang harus diambil darinya untuk menciptakan keteraturan dibandingkan dalam kasus pelarut murni. Jadi, larutan memiliki titik beku lebih rendah dibandingkan pelarut. Perhatikan bahwa bila larutan membeku, padatan yang memisah ialah komponen pelarutnya. 15 Peletehan es pada pesawat terbang didasarkan pada penurunan ttik bekw. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. 13.101 hukum Raoult, Hal sebaliknya berlaku untuk pe- nyimpangan posi. Gaya Penyimpangan dari Tarik-Menarik | Hukum Raoult | Affine AA As+B> AaB Negat Nol ‘Campuran etano! dan |-propanol berperilaku ideal pada 36°C dan berada dalam kesetimbangan dengan uapnya Jka fraksi mol etanol dalam larutan adalah 0,62, hitunglah fraksi molnya dalam fasa uap pada sub ii. Soal Khusus 13,102 13,103 Kimia Dasar 27 (Tekanan wap etanol muri dan {-propanol pada 36°C ‘masing-masing adalah 108 mmHg dan 40.0 mmHg.) Untuk Jarutan ideal, volumenya saling menjumlahkan (aditif). Ini berarti bahwa jika $ mL A dan $ mL B ‘membentuk larutan ideal, maka volume larutannya ‘menjadi 10 mL. Berikan penafsiran molekul atas hasil ‘engamatan ini, Bila S00 ml. etanol (C,H,OH) dicampur dengan 500 mL air, volume akhimya kurang dari 1000 mL, Mengapa? Asam asetat ialah molekul polar dan dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Jadi, asam ini ‘memiliki kelarutan tinggi dalam air. Namun, asam asetat juga larut dalam benzena (C,H) yaitu pelarut nonpolar ‘yang tidak mampu membentuk ikatan hidrogen, Larutan Yang mengandung 3,8 g CH,COOH dalam 80 g C,H, ‘menunjukkan titik beku 3,$°C. Hitunglah massa molar zat terlarut dan jelaskan hasil Anda. 13.104 Desalinasi ialah proses pemisahan ‘garam dari air laut. Ada tiga cara utama untuk melakukan desalinasi yaitu penyulingan, pembekuan, dan osmosis balik. Metode pembekuan didasarkan pada fakta bahwa, bila larutan berair membeku, maka padatan yang ‘memisah dari larutan ialah air murni. Osmosis balik ‘memanfaatkan gerakan air dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang kurang pekat melalui membran ‘semipermeabel. Jawaban Latihan (a) Dengan merujuk pada Gambar 13.8, gambarlah di ‘gram yang menunjukkan bagaimana osmosis balik dapat dilakukan, (b) Apa keuntungan dan kelemahan osmosis balik di- bbandingkan metode pembekuan dan metode pen- didihan? (©) Berapa tekanan minimum (dalam atm) yang harus diberikan pada air laut pada 25°C agar osmosis balik dapat berlangsung? (Perlakukan air laut sebagai larutan 0.70 Af NaCl.) 13.1 Karbon disulfida, 13.2 0,638 m. 13.3 1,22 Mt 134 8.92 m. 135 13,8 m. 136 2.9 x 10 M. 13.7 0.78 m. 138 101,3°C: 448°C. 139 0,066 m; 1.3% 10° fmol, 13.10 2,60 x 10 pmol 1A 121 a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. 32 Gambar 14.3 Menurw- nya Konsentrasi bromin seiring dengan wakiu terlihat dengan memudar- nya warna (dari kiri ke aman). Gambar 14.4 Laju sesoat ‘pada reotsi antara ‘molekul bromin dan asam format pada t = 100 detik 200 detik, dan 300 derik diberikan oleh kemiringan saris singgung pada waku sang bersanghutan. Bab 14 Kinetka Kimia Molekul bromin berwarna cokelat kemerahan. Semua spesi lain dalam reaksi ini tidak berwama, Seiring berjalannya reaksi, konsentrasi Br, terus menurun dan warnanya memudar (Gambar 14,3). Jadi, perubahan konsentrasi (yang terlihat dari intensitas warnanya) terhadap waktu dapat diamati dengan spektrometer. Kita dapat menentukan laju reaksi secara grafis dengan memplot konsentrasi bromin versus waktu, seperti ditunjukkan pada Gambar 14.4 Laju reaksi pada waktu tertentu ditunjukkan oleh kemiringan (slope) garis singgung (yaitu A(Br,V/Af) pada saat itu, Dalam satu percobaan tertentu kita ketahui bahwa lajunya ialah 2,96 x 10° MAlet pada waktu 100 detik sesudah reaksi dimulai, 2,09 x 10° M/let pada waktu 200 detik, dan seterusnya. Oleh karena umumnya laju berbanding lurus dengan Konsentrasi reaktan, tidak mengherankan jika nilai lajunya mengecil seiring dengan ‘menurunnya konsentrasi bromin. Jika salah satu dari antara produk atau reaktan dari reaksi adalah gas, kita dapat ‘menggunakan manometer untuk mengetahui laju reaksinya. Sebagai ilustrasi metode ini, ‘mari kita pethatikan dekomposisi hidrogen peroksida: 2H,0() —> 2H,0() + Ox(g) Dalam kasus ini, laju dekomposisi dapat dengan mudah ditentukan dengan mengukur laju terbentuknya oksigen dengan manometer (Gambar 14.5). Tekanan oksizen dapat dengan B09 Hs) a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. Kimia Dasar Contoh 14.3 Perubahan siklopropana menjadi propena dalam fasa gas adalah reaksi onde pertama dengan konstanta laju 6.7 x 10 detik"' pada 500°C. sikopropane ropes (@) Jika konsentrasi awal siklopropana adalah 0.25 M, berapa konsentrasinya setelah 8,8 menit? (b) Berapa lama diperlukan agar konsentrasi siklopropana turun dari 0,25 M menjadi 0,15 9? (©) Berapa lama diperlukan untuk mengubah 74 persen dari bahan awalnya? Penjelasan dan Penyelesaian (2) Diketahui konsentrasi awal senyawa dan ditanyakan konsentrasinya setelah beberapa saat, schingga diperlukan Persamaan (14.3). Karena diketahui dalam satuan detik", kita harus mengkonversi 8,8 menit menjadi detik. in HAL 2 [Aly tn IAL = 67 1! h(a minx 9) ons Te Degen yor fee dpi Jal = 0,354 (AL _ 03s asm TA] = 018 M (b) Sekali lagi, dengan menggunakan Persamaan (14.3), kita dapatkan O15 M 4 Ie ag OT X 10% det t= 7,6 x 10? detik = 13 menit (©) Dalam perhitangan seperti ini kita tidak perlu men, sebenarya, Jika 74 persen bahan awal telah bereaksi, maka jumlah yang terssa setelah ‘wakru ¢ialah (100% ~ 74%), atau 26%. Jadi. [AVAlp = 26%/100%, atau 0.26. Persamaan (143) dapat disusun-ulang menjadi Jin Ab ko Tal 67 x 10% der 2.0 x 10° detik 33 menit Latihan Reaksi 2A —» B adalah reaksi onde pertama dalam A dengan konstanta laju 2,8 x 10 detik"' pada 80°C. Berapa ama (dalam detik) diperlukan agar A turun dari 0,88 M menjadi 0.14 M? Waktu-parwth (half-life) suatu reaksi, t4. ialah waktw yang diperlukan agar konsentrasi reaktan turun menjadi setengah dari konsentrasi awalnya. Kita dapat memperoleh persamaan untuk fy untuk reaksi orde pertama seperti berikut. Dengan menata-ulang Persamaan (14.3) diperoleh Jy Abo mal te ‘Soal serupa: 1424(b), 14.2500), 39 a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. kimia Dasar Tabel 14.2 | Ringkasan dari Kinetika Reaksi Orde Pertama dan Kedua Persamaan Waktu Orde Hukum Laju Konsentrasi-Waktu Paruh 1 Laju = KA] in FA) ge De (Ab k > 1 | 2 Laju = AAP = | ara Ab | A—> produk hukum lajunya ialah laju = KIA? ak (48) Jadi, laju reaksi orde ke-nol ialah suatu konstanta, tidak bergantung pada konsentrasi reaktan, Reaksi orde ketiga dan reaksi orde yang lebih tinggi sangat rumit sehingga tidak akan dibahas dalam buku ini, Tabel 14.2 meringkas kinetika untuk reaksi orde pertama dan reaksi orde kedua dari jenis A —+ produk. 14.4 Energi Aktivasi dan Ketergantungan Konstanta Laju terhadap Suhu Walau ada sedikit pengecualian, laju reaksi meningkat dengan meningkatnya suhu. Sebagai contoh, waktu yang diperlukan untuk merebus telur pada 100°C (sekitar 10 menit) lebih singkat dibandingkan pada 80°C (sekitar 30 menit). Sebaliknya, cara yang efektif untuk ‘mengawetkan makanan ialah dengan menyimpannya pada suhu di bawah nol, yang akan ‘memperlambat laju pembusukan oleh bakteri. Gambar 14.9 menunjukkan contoh khas. hubungan antara konstanta laju reaksi dan suhu. Untuk menjelaskan perilaku ini, kita harus ‘mengetahui bagaimana reaksi dimulai pada awalnya. Teori Tumbukan pada Kinetika Kimia Teori kinetik molekul gas (buku jilid 1, him, 142) menyatakan bahwa molekul gas sering bertumbukan satu dengan lainnya. Jadi, sangat masuk akal jika kita menganggap, dan biasanya benar, bahwa reaksi kimia berlangsung sebagai akibat dari tumbukan antara molekul- molekul yang bereaksi. Dari segi feori sumbukan dari kinetika kimia, maka, kita perkirakan Jaju reaksi akan berbanding lurus dengan banyaknya tumbukan molekul per detik, atau berbanding lurus dengan frekvensi tumbukan molekul: banyaknya tumbukan jv « 7 detik Hubungan yang sederhana ini menjelaskan ketergantungan laju reaksi terhadap konsentrasi Kita asumsikan reaksi molekul A dengan molekul B membentuk suatu produk. Misalkan setiap molekul produk terbentuk lewat penggabungan langsung satu molekul A dan satu ‘molekul B. Jika kita lipatduakan konsentrasi A, misalnya, jumlah tumbukan A-B juga akan berlipat dua, sebab, dalam volume berapa pun, akan ada dua kali lebih banyak molekul A ‘yang dapat bertumbukan dengan molekul B (Gambar 14.10). Akibatnya, laju akan meningkat 43 Subs Gambar 14.9 Ketergantungan konstanta aj pada suhu, Konssania Iaju dari sebagian besar reaksi meningkat dengan ‘meningkatmya sub. = FR Gambar 14.10 Keter srantungan banyaknya ‘tunbukan terhadap kon- sentrasi. Di sini kita hanya ‘memperhatikan tumbukan A- B, yang akan membentuk produk. (a) Terdapat empat ‘tumbukan yang mungkin ‘antara dua molekul A dan ‘dua molekul B. (b) Melipat- dduakan jumlah salah satu dari kedua jenis molekul (tetapi tidak kedwanya sekaligus) akan meningkat- kan jumlah tumbukan ‘menjadi delapan. (c) ‘Melipatduakan jumlah ‘motekul A dan B akan ‘meningkatkan jumiah ‘umbukan menjadi enam betas. oo Energi aktivasi Bab 14 Kinetika Kimia 2 kali, Sama balnya, melipatduakan konsentrasi molekul B akan meningkatkan laju menjadi dua kali. Jadi, kita dapat menyatakan hukum laju dengan laju = AA][B] Reaksi ini ialah reaksi orde pertama dalam A maupun B dan mematuhi kinetika orde kedua. ‘Teori tumbukan secara intuitif cukup menarik, tetapi hubungan antara laju dan tumbukan molekul jauh lebih rumit dibandingkan yang Anda duga. Implikasi dari teori tumbukan ialah bahwa suatu reaksi selalu terjadi bila satu molekul A dan satu molekul B bertumbukan, Namun demikian, tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi. Perhitungan berdasarkan teori kinetik molekul menunjukkan bahwa pada tekanan biasa (misalnya, | atm) dan suhu. biasa (misalnya, 298 K), terdapat sekitar 1 x 10°” tumbukan biner (tumbukan antara dua ‘molekul) dalam volume 1 mL. setiap detik, dalam fasa gas. Jumlah tumbukan per detik yang, terjadi dalam cairan lebih banyak lagi. Jika setiap tumbukan biner menghasilkan produk, ‘maka sebagian besar reaksi akan selesai dalam sekejap saja. Pada praktiknya, kita temukan ‘bahwa laju reaksi sangat beragam. Ini berarti bahwa dalam banyak hal, tumbukan saja tidak menjamin bahwa suatu reaksi akan berlangsung. Setiap molekul yang bergerak memiliki energi kinetik; semakin cepat gerakannya, semakin besar energi kinetiknya. Ketika molekul-moleku! bertumbukan, sebagian dari energi kinetiknya diubah menjadi energi vibrasi. Jika energi kinetik awalnya besar, molekul yang bertumbukan akan bergetar kuat schingga memutuskan beberapa ikatan kimianya. Putusnya ikatan merupakan langkah pertama ke pembentukan produk. Jika energi kinetik awalnya kecil, molekul hanya akan terpental tetapi masih utuh. Dari segi energi, ada semacam energi tumbukan minimum yang harus tercapai agar ceaksi terjadi. Kita postulatkan bahwa, untuk bereaksi, molekul yang bertumbukan harus memili energi kinetik total sama dengan atau lebih besar daripada energi aktivasi (activation en- ergy) (Eq). yaitu jumlah minimum energi yang diperlukan untuk mengawali reaksi kimia. Apabila energinya lebih kecil daripada energi aktivasi, molekul tetap utuh, dan tidak ada perubahan akibat tumbukan. Spesi yang terbentuk sementara oleh molekul reaktan sebagai akibat tumbukan sebelum membentuk produk dinamakan kompleks teraktifkan (activated complex) (juga dinamakan keadaan transisi). Gambar 14.11 menunjukkan dua profil energi potensial yang berbeda untuk reaksi cmp Kempe an cua 1 Ti i I f aoe Tp ms ‘aap as “haan ats ® o Gambar 14.11 Profil energi potensial untuk reaksi (a) eksotermik dan (b) endotermik. Kedua plot ‘memperlihatkan perubahan energi potensial sewaktu reakian A dan B diubah menjadi produk C dan D. Kompleks terakrifian merupatan spesi yang sangat tidak stabil dengan energi potensial yang tinggi. Energi aktivasi didefinsikan untuk reaksi ke kanan dalam (a) dan (b). Perhatikan bahwa produk C dan D lebih stabil dibandinghan reakian dalam (a) dan kurang stabil dibandinghan reakian dalam (b). Kimia Dasar A+B—+C+D Jika produk lebih stabil dibandingkan reaktan, maka reaksi akan diiringi dengan pelepasan kalor; dengan kata lain, reaksinya eksotermik [Gambar 14.11 (a)]. Sebaliknya, jika produk kurang stabil dibandingkan reaktan, maka kalor akan diserap dari lingkunganya oleh campuran yang bereaksi dan reaksinya bersifat endotermik {Gambar $4.11(b)]. Dalam kedua kasus kita memplotkan energi potensial dari sistem yang bereaksi tethadap tahapan reaksi. Secara kualitatif, kedua plot ini menunjukkan perubahan energi potensial sewaktw reaktan diubah ‘menjadi produk. Kita dapat membayangkan energi aktivasi sebagai penghalang yang mencegah molekul yang kurang berenergi untuk bereaksi. Karena jamlah molekul reaktan dalam reaksi biasa sangat banyak, maka kecepatan, dan dengan demikian juga energi kinetik molekul, juga sangat beragam, Umumnya, hanya sebagian kecil molekul yang bertumbukan, yaitu molekul dengan gerakan yang paling cepat, yang memiliki energi kinetik yang cukup untuk me- lampaui energi aktivasi, Dengan demikian, molekul-molekul ini dapat terlibat dalam reaksi. ‘Meningkatnya laju (atau konstanta laju) karena meningkatnya suhu sekarang dapat dijelaskan: Kecepatan molekul mematuhi hukum distribusi Maxwell yang ditunjukkan pada Gambar 5.14, Bandingkan distribusi kecepatan pada dua suhu yang berbeda. Karena molekul yang berenergi lebih tinggi terdapat pada suhu yang lebih tinggi, maka laju pembentukan produk juga lebih besar pada suhu yang lebih tinggi. Persamaan Arrhenius Ketergantungan konstanta laju reaksi terhadap suhu dapat dinyatakan dengan persamaan berikut, dikenal sekarang sebagai persamaan Arrhenius: k= Ae tiX 149) i mana E, adalah energi aktivasi dari reaksi (dalam kilojoule pet mol), R adalah konstanta gas (8.314 J/K - mol), T adalah suhu mutlak, dan ¢ adalah basis dari skala logaritma natural (lihat Lampiran 3). Besaran A menyatakan frekuensi tumbukan dan dinamakan faktor Jrekuensi. Faktor ini dapat dianggap sebagai Konstanta untuk sistem reaksi tertenta dalam kKisaran suhu yang cukup lebar. Persemaan (14.9) menunjukkan bahwa konstanta laju ber- banding jurus dengan A dan, dengan begitu, berbanding lurus dengan frekuensi tumbukan, Selain itu, karena tanda minus untuk eksponen E/RT, maka konstanta laju menurun dengan ‘meningkatnya energi aktivasi dan meningkat dengan meningkatnya suhu. Persamaan ini dapat dinyatakan dalam bentuk yang lebih baik dengan menghitung Jogaritma natural di kedua sisi: In k= In Aets®? =ina~ Fa (14.10) RT Persamaan (14.10) dapat diubah ke bentuk persamaan linear: ine =(-BY1) sina aay RAT. Poiid Jadi, plot In k terhadap 1/7 menghasilkan garis lurus yang kemiringannya m sama dengan -EJR dan titik potong b dengan sumbu y adalah In A. 45 46 Bab 14 Kinetika Kimia mo e* Gambar 14.12 Plot in k terhadap UT. Soal serupa: 1433. Contoh 14.6 Konstanta laju untuk penguraian asetaldehida CH,CHOLg) —> CHa(g) + COXg) diokur pada lima subw yang berbeda. Data ditampitkan pada tabel, Plotkan In & trhadap 1/7, dan tentukan energi aktivasi (dalam kJ/mol) untuk reaks ‘Perhatikan bahwa reaksi ini imemiliki orde “ }” untuk CHCHO, sehingga k memiliki satuan 1/M! = dtik acum - det) 1K) 011 700 os 730 10s 760 oss 750 0789 810 Penjelasan dan Penyelesaian Berdasarkan Persamaan (14.11), plot In & terhadap 1/7 menghasilkan garis lurus yang kemiringannys adalah ~E/R. Jadi, mula-mola kita konversikan datanya ke tabel berikut: Ink WK") 451 143 x 107 3.35 137 x 10? 2254 132 x 107 070 127 x 103 027 123 x 107 Pot dari data ini menghasilkan grafik pada Gambar 14.12. Kemiringan garis dihitung dari dua pasang koondinat: . 400 - (045) Kemiringan = 400 OAS) 5 2.09 x 108 K wn * (al 12) x10 ‘Dati bentuk linear Persamaan (14.11) kemiringan = -4 =-2,09 x 10° K = (8.314 JK - mol)(2,09 x 10" K) = 1,74 x 10° Jmol = 1,74 10° ki/mot om 4 =1.00 = 200 = Ink 300 = 4.00 ~ -s00 ' ‘ 120% 10 130109 140 10 vr Komentar Peri diingat bahwa meskipun konstanta laju itu sendiri mempunyai satuan 1/3 etik, besaran In k tidak memiliki satuan (kita tidak dapat menghitung logaritma dari suatu satuan). a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. g x atalis menurunkan energt aktivas! untuk reaks! ke teanan dan reaksl ke Kid, Gambar 14. Perbandingan antara penghalang energi aktivasi dari (a) reaksi tanpa kaualis dan (b) reaksi yang sama dengan kehadiran katalis. Karalis menurunkan enghalang energi tetapi tidak mempengarahi energi ‘aktwal dari reakean maupun ‘produk. Meskipun reaktan ddan produknya sama dalam ‘edua kasus ini, mekanisme ddan hukwn lajunya berbeda tuntuk (a) dan (b). Bab 14 Kinetika kimia 14.6 Katalisis Kita telah melihat dalam penguraian hidrogen peroksida bahwa laju reaksi bergantung pada Konsentrasi ion iodida meskipun I tidak muncul dalam persamaan keseluruhan. Kita pethatikan bahwa I” bertindak sebagai katalis untuk reaksi itu. Katalis (catalyst) ialah zat yang meningkatkan laju reaksi kimia tanpa ikut terpakai. Katalis dapat bereaksi membentuk at antara, tetapi akan diperoleh Kembali dalam tahap reaksi berikutnya. Dalam pembuatan molekul oksigen di laboratorium, sampel kalium klorat dipanaskan; reaksinya adalah (lihat buku jilid 1, hlm. 140). 2KCIO4(s) —+ 2KCK(s) + 302) Namun, penguraian termal ini sangat lambat tanpa adanya katalis. Laju penguraian dapat ditingkatkan secara drastis dengan menambahkan sedikit katalis mangan dioksida (MnO;), yyaitu suatu zat berwujud serbuk hitam. Semua MnO; dapat diperoleh kembali pada akhir reaksi, sama seperti semua ion I” yang tetap ada setelah penguraian H;03. Katalis mempercepat reaksi dengan menyediakan serangkaian tahapan elementer dengan kinetika yang lebih baik dibandingkan jika tanpa katalis. Dari Persamaan (14.9) kita ketaui ‘bahwa konstanta laju & (dan dengan demikian lajunya) reaksi bergantung pada faktor frekuensi ‘A dan energi aktivasi £,—semakin besar A atau semakin kecil £,, semakin tinggi lajuny: Dalam banyak kasus, katalis meningkatkan laju dengan cara menurunkan energi aktivasi reaksinya. Mari kita anggap bahwa reaksi berikut memil aktivasi konstanta laju & tertentu dan energi A+B—+4C+D Namun demikian, dengan kehadiran katalis, Konstanta lajunya ialah A. (disebut konstanta laju katalitik): A+B—%4C+D Berdasarkan definisi katalis, Tajpetsats > 1aiUabtertalis Gambar 14.16 menunjukkan profil energi potensial untuk kedua reaksi. Perhatikan bahwa energi total dari reaktan (A dan B) dan energi total dari produk (C dan D) tidak dipengaruhi oleh katalis: satu-satunya perbedaan di antara keduanya ialah penurunan energi aktivasi dari E, menjadi E,’. Karena energi aktivasi untuk reaksi ke kiri juga turun, katalis meningkatkan laju reaksi ke kiri sama besarnya dengan laju reaksi ke kanan, Energi potensial Energi potensial > cep C+D Jalannya reaksi Jalannya reaksi @ ©) Kimia Dasar ‘Terdapat tiga jenis katalisis yang umum, tergantung jenis zat yang menaikkan lajunya: katalisis heterogen, katalisis homogen, dan katalisis enzim. Katalisis Heterogen Dalam katalisis heterogen, reaktan dan katalis berbeda fasa. Biasanya katalis berupa padatan dan reaktan berwujud gas atau cairan, Katalisis heterogen sejauh ini adalah jenis Katalisis ‘yang paling penting dalam kimia industri, terutama dalam sintesis berbagai bahan kimia penting. Di sini dijelaskan dua contoh katalisis heterogen yang spesifik. Pembuatan Asam Nitrat ‘Asam nitrat ialah salah satu asam anorganik yang paling penting. Asam ini digunakan dalam produksi pupuk, zat warna, obat-obatan, dan bahan peledak. Metode industri yang, ‘utama dalam memproduksi asam nitratialah proses Ostwald. Bahan awalnya, yaitu amonia dan molekul oksigen, dipanaskan dengan tambahan adanya katalis platina-rodium (Gambar 14.17) sampai sekitar 800°C: 4NH\(g) + 50;(g) —> 4NO(g) + 6H,0(2) Nitrat oksida yang terbentuk mudah teroksidasi (tanpa katalisis) menjadi nitrogen dioksi 2NOLg) + Ox(g) —> NOx) Ketika dilarutkan di dalam air, NO2 membentuk asam nitrit dan asam nitrat: 2NOx(¢) + H,0() —+ HNOx(aq) + HNO\(ag) Jika dipanaskan, asam nitrit berubah menjadi asam nitrat sebagai berikut: 3HNO (aq) —+ HNOx(ag) + Hz0() + 2NO(8) NO yang dihasilkan dapat didaur-ulang untuk menghasilkan NO» pada tahap kedua. Konverter Katalitik Pada suhu tinggi di dalam mesin mobil yang sedang berjalan, gas nitrogen dan oksigen bereaksi membentuk nitrat oksida: Gambar 14.17 Katalis platina-rotium dalam proses Ostwald, 53 Logam dan senyawa logam sang paling banyak ddigunakan dalam kaalisis hheterogen. Untuk sandi warna, lihat Gambar 8.2 di buku jilid 1, him. 232. Kawat platina panas berpijar bila digantung di ‘aras laruan amonia peat Oksidasi amonia rmenghasilkan nitrat oksida, dikatalisasi oleh plarina bersifar sangat eksotermik 54 Gambar 14.18 Konverter hatalitit dua tahap untuk mobil, penampang melintang konverter katalitk. Manik ‘manik berisi platina, paladium, dan rodium, yang mengkatalisis pembakaran CO dan hidrokarbon. Bab 14 Kinetika Kimia Ni(g) + 0x(g) == 2NO(g) Ketika lepas ke atmosfer, NO segera bergabung dengan ©; membentuk NO. Nitrogen dioksida dan gas lain yang diemisikan oleh mobil, seperti karbon monoksida (CO) dan berbagai hidrokarbon yang tidak terbakar, menjadikan mobil sebagai sumber pencemar vudara yang utama, ‘Sebagian besar mobil baru dilengkapi dengan konverter katalitik (Gambar 14.18). Konverter katalitik yang efisien memiliki dua tujuan: Mengoksidasi CO dan hidrokarbon- hhidrokarbon yang tidak terbakar menjadi CO> dan HO, dan mereduksi NO dan NO» menjadi Nz dan O;. Gas buang panas yang telah diinjeksi dengan udara dilewatkan ke bilik pertama dari salah satu konverter untuk mempercepat pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan untuk menurunkan emisi CO. (Satu penampang melintang dari konverter katalitik, mengandung Pt atau Pd atau oksida logam transisi seperti CuO atau Cr,O;, ditunjukkan pada Gambar 14.19). Namun, karena suhu tinggi meningkatkan produksi NO, diperlukan satu lagi bilik kedua yang berisi katalis berbeda (logam transisi atau oksida logam transisi) dan bekerja pada suhu yang lebih rendah untuk menguraikan NO menjadi N; dan O sebelum gas dibuang lewat knalpot. Katalisis Homogen Dalam katalisis homogen, reaktan dan katalisterdispersi dalam satu fasa, biasanya fasa cai. Katalisis asam dan basa adalah jenis katalisis homogen yang paling penting dalam larutan cairan. Contohnya, reaksi etil asetat dengan air yang menghasilkan asam asetat dan etanol biasanya berlangsung sangat lambat sehingga sukar diukur. a Manifold pembuang Pipa pembuang | Za Reins nm dara sekunder Kenvener hast \ a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. 1426 Konstanta laju untuk reaksi orde kedua 2NOx(¢) —> 2NO(e) + Ox(9) {alah 0,54/M - detik pada 300°C. (a) Berapa lama (dalam detik) yang diperlukan agar konsentrasi NO» turun dari 0,62 M menjadi 0.28 M? (b) Hitunglah waktu-paruh pada kedua konsentrasi itu Energi Aktivasi Pertanyaan Ulangan 1427 1428 1429 1430 1431 Definisikan energi aktivasi. Apa peran energi aktivasi dalam kinetika kimia? Talislah persamaan Arrhenius dan definisikan semua sukunya, Gunakan persamaan Arrhenius untuk menunjukkan ‘mengapa Konstanta laju reaksi (a) menurun dengan ‘meningkatnya energi aktivasi dan (b) meningkat dengan ‘meningkatnya sub. Seperti kita ketahui, metan mudah terbakar dalam ‘oksigen dalam reaksi yang sangat eksotermik. Namun, ‘eampuran metana dan gas oksigen dapat disimpan dalam ‘waktu lama tanpa ada perubahan yang berarti.Jelaskan. ‘Sketsalah plot energi potensial terhadap langkah reaksi ‘untuk reaksi berikut: (a) S(s) + Og) —> SOY) AH® = -296,06 45 (b) Clg) —> Clg) + Clg) AH? = 242.7 Reaksi H+ Hj —> H, + H telah dikaji selama ber- tahun-tahun, Sketsalah diagram energi potensial {erhadap tahapan reaksi untuk reaksi Soatsoal M34 1435 Perubaban Konstana lj dengan sub untuk reaksi onde pertama 2N;Os(g) —> 2N,0,(g) + Oe) diberikan dalam tabel berkut, Tentukan secara gratis energiaktvas! untuk reaksi in T(K) k(detik™") 273 7.87 x 10° 28 3a x 108 318 a8 x 338 4.87 x 107 Dengan konsentrast yang sama, reaksi CO(g) + Clg) —>+ COCI() pada 250°C ialah 1,50 x 10 kali lebih cepa dibanding- tan reaksi yang sama pada 150°C. Hitunglah energi aktivasi untuk reaksi ini. Anggaplah faktor frekuensinya Konstan, ‘Untuk reaksi NO(2) + Ox(g) —> NOx) + 0; faktor frekuensi A ialah 8,7 x 10! detik"' dan energi 14.36 1437 1438 Kimia Dasar 59 aktivasinya ialah 63 kJ/mol. Bagaimana konstanta laju reaksi ini pada 75°C? Konstantalaju untuk reaksi orde pertama ialah 4,60 % 10 detik~' pada 350°C. Jika energi aktivasinya ialah 104 ki/mol, hitunglah ialah suhu ketika Konstanta lajunya 8,80 x 10 detik-'. Konstanta laju beberapa reaksi berlipat dua dengan ‘setiap kenaikan suhu 10°, Anggaplah reaksi berlangsung pada 295 K dan 305 K. Berapa energi aktivasi seharus- nya untuk konstanta laju agar berlipat dua seperti dijelaskan tadi? Laju_suara jangkrik ialah 2,0 x 10? per menit pada 27°C tetapi hanya 39,6 per menit pada 5°C. Dari data ini, hitunglah “energi aktivasi” untuk proses suara tersebut, (Petunjuk: Perbandingan laju sama dengan per- bandingan konstanta laju.) Mekanisme Reaksi Pertanyaan Ulangan 1439 1440 144 1442 14.46 ‘Apa yang dimaksud dengan mekanisme reaksi? ‘Apa yang dimaksud dengan tahap elementer? ‘Apakah yang dimaksud dengan molekularitas reaksi? Reaksi dapat digolongkan sebagai unimolekulat bbimolekular, dan seterusnya, Mengapa tidak ada reaksi nolmolekular? Jelaskan mengapa reaksi termolekularjarang dijumpai, Apakah tahap penentyIaju suatu reaksi? Berikan analogi sehari-hari untuk menggambarkan makna istilah penentu Lau” Persamaan untuk pembakaran etana (CH) ialah 2C:Hy + 70; —> 4CO; + 6H, Jelaskan mengapa tidak mungkin bahwa persamaan ini {juga menyatakan tahap elementer untuk reaksi tersebut, Mana dari spesi-spesi berikut ini yang tidak dapat di- isolasi dari reaksi: Kompleks teraktifkan, produk, zat antara? Soalsoal 1447 14.48 Hukum laju untuk reaksi 2NO() + Clg) —>+ 2NOCK) diberikan oleh laju = k(NO|[Cl]. (a) Apa orde reaksi nya? (b) Mekanisme yang melibatkan tahap-tahap berikut telah digjukan untuk reaksi di atas. NO(g) + Clg) —> NOCI(s) NOCIg) + NO(g) —> 2NOCK(g) Jika mekanisme ini benar, apa yang tersirat mengenai laju relatif kedua tahap tersebut? Untuk reaksi X; + ¥ + Z —+ XY + XZ diketahui bahwa dengan melipatduakan Konsentrasi X3 akan ‘melipatduakan laju reaksi, dengan melipatt Bab 14 Kinetika Kimia konsentrasi Y akan melipattigakan laju, dan dengan ‘melipatduakan konsentrasi Z tidak berpengaruh. (a) Bagaimana hukum laju untuk reaksi ini? (b) Mengapa perubahan konsentrasi Z tidak mempengaruhi laju? (c) Sarankan mekanisme untuk reaksi ini yang konsisten dengan hukum lajunya, Katalisis Pertanyaan Ulangan 449 1450 1451 1482 14583 1454 Bagaimana katalis meningkatkan laju reaksi? ‘Apa cit katalis? ‘Suatu reaksi tertentu diketahui berlangsung lambat pada ‘uhu ruang. Mungkinkah membuat reaksi berlangsung lebih cepat tanpa mengubah suhu? Bedakan antara katalisis homogen dan kataliss hetero- ‘gen, Jelaskan beberapa proses industri yang penting ‘yang menggunakan kataisis heterogen, ‘Apakah reaksi yang berkataliskan enzim merupakan ccontoh katalisis homogen atau heterogen? Konsentrasi enzim dalam sel biasanya sangat rendah, ‘Apa makna biologis dari fakta ini? Soatsoal 1455 14.56 Kebanyakan reaksi, termasuk reaksi berkataliskan enzim berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi. Namun, untuk enzim tertentu, lajunya merosot tajam pada subu tertentu, Jelaskan perilaky ini Perhatikan mekanisme untuk reaksi berkataliskan enzim E+s <= Es : ‘(kesetimbangan cepat) es —24 ES (lambat) ‘Turunkan rumus untuk hukum taju reaksi ini dalam konsentrasi E dan S, (Petunjuk: Untuk menyelesaikan {ES}, gunakan fakta bahwa pada kesetimbangan, laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi kebalikannya.) Soal-soal Tambahan 1457 14.58 1459 14.60 Sarankan percobaan agar laju reaksi berikut dapat dipelajari (a) CaCOy(s) —> CaO(s) + COs) (©) Chg) + 2Br(aq) —> Brag) + 2Cr(aq) (©) CiH(g) —9 CHa) + HG) Sebutkan empat faktor yang mempengaruhi aj reaksi “KonstantaIaju untuk reaksi NOX g) + CO(g) —+ NO(g) + COX) ialah 1,64 10 7M - dik. "Apa yang belum lengkap dalam peryataan ini? Dalam satu proses industri tertent yang menggunakan 14.62 14.63 14.64 ‘atalis heterogen, volume katalis (dalam bentuk bulatan) iafah 10,0 cm’, Hitunglah luas permukaan katalis. Jika bulatan dipecah menjadi delapan bulatan, masing- ‘masing dengan volume 1,25 em’, berapa luas permukaan total bulatan-bulatan tersebut? Mana dari kedua konfigurasi geometri katalis yang lebih efektif? Jelas- kan, (Luas permukaan bulatan ialah 47, dengan r ‘adalah jarijari bulatan,) Bila metil fosfat dipanaskan dalam larutan asam, akan bereaksi dengan air: CHROPOsHs+ HO —+ CHAOH + HPO, Jka reaksi dilakukan dalam air yang diperkaya dengan MQ, isotop oksigen-18 ditemukan dalam produk asam fosfat tetapi tidak dalam metanol. Apa yang dapat diketahui tentang skema pemutusan ikatan dalam reaksi Laju reaksi CH,COOC3Hy(ag) + 1:00) —> CH;COOH(ag) + CsHsOH(ag) menunjukkan ciri orde pertama—artinya laju = KICHsCOOC3Hs). meskipun ini adalah reaksi orde kedua (onde pertama dalam CH;COOC;Hs dan orde pertama dalam HO). Jelaskan, Jelaskan mengapa kebanyakan Jogam yang digunakan ‘dalam katalisis adalah Jogam-logam transisi Brominasi ascton menggunakan katalis asam: CH,COCH, + Bry _1_, CH,COCH,Br + Ht + Br 1465 14.66 1467 Katalis Laju hilangnya bromin diukur pada beberapa konseatrasi aseton, bromin dan ion H* yang berbeda, pada suhu tertentu. Laju Hilangnya [CH\COCHs_U (H]__ Br: (M/detik) @ 0.300050 0,080. 5.7.x 10° ©) 0300100050 5.7.x 10 © 030-0050 0.10 1.2.x 10% @ 0,40 0,050 0,20 3x 104 ©) 040 0,050 0,050 7.6.x 10% (a) Bagaimana hukum laju reaksi ini? (b) Tentukan ‘onstanta lajunya, Reaksi 2A + 3B —> C iialah orde pertama dalam A dan B. Bila konsentrasi awal [A] = 1,6 x 107 M dan {B] = 2,4 x 10° M, lajunya ialah 4,1 x 10-* M/det. Hitung konstanta laju reaksi. Penguraian N;O menjadi N> dan Q, ialah reaksi orde pertama, Pada 730°C, waktu paruh reaksi ialah 3.58 x 10° menit.Jika tekanan awal NzO ialah 2,10 atm pada 730°C, hitunglah tekanan gas total setelah satu waktu paruh. Anggaplah bahwa yolumenya tetap sama, Reaksi $03" + 2" —+2S02° + 1; berlangsung lambat dalam larutan bear, tetapi reaksi ini dapat dikatalisis oleh ion Fe. Diketahui bahwa Fe™ dapat mengoksidasi 1468 1469 14.70 1471 14.72 14.73 14.74 1475 14.76 1477 1 dan Fe®* dapat mereduksi S,0¥, tulislah mekanisme dua tahap yang mungkin untuk reaksi ini. Jelaskan rmengapa reaksi yang tidak berkatalis berjlan lambat. ‘Apa satuan dari konstantaIaju untuk reaksi orde ketiga? Perhatikan reaksi orde ke-nol A—»B. Sketsalah plot berikut: (a) lau terhadap [A] dan (b) [A] terhadap 1. Sebuah labu berisi campuran senyawa A dan B. Kedua senyawa mengurai dengan kinetika orde pertama, Waktu paruhnya ialah 50,0 menit untuk A dan 18,0 menit untuk B. Jka konsentrasi A dan B sama pada awalnya, berapa waktu yang diperlukan agar konsentrasi A’ menjadi ‘empat kali dari konsentrasi B? Merujuk pada penguraian N;Os di him. 37, jelaskan bagaimana Anda mengukur secara percobsan tekanan parsial N;Os sebagai fungsi waktu. Hukum Iaju untuk reaksi 2NOs(g) —+ N:Ou(¢) ialah laju = K[NO3P Mana di antara perubahan berikut yang ‘akan mengubah nila? (a) Tekanan NO; dilipatduaksn, (b) Reaksi berlangsung dalam pelarut onganik, (c) Vol- lume wadah dilipatduakan, (4) Suhu diturunkan. (e) Katalis ditambahkan ke dalam wadah. Reaksi Gz dengan E> membentuk 2EG termasuk eksotermik, dan reaksi G, dengan X, membentuk 2XG adalah endotermik. Energi aktivasi reaksi eksotermik lebih besar daripada reaksi endotermik, Sketsalah dia- ‘gram profil energi potensial untuk kedua reaksi ini pada gvafik yang sama, Dalam industri nuklir, para pekerja menggunakan pengetahuan umum bahwa radioaktivitas dari sampel ‘manapun akan relatif tidak berbahaya sesudah 10 waktu paruh. Hitunglah fraksi sampel radioakti yang tersisa setelah waktu tersebut. (Perunjut: Peluruhan radioaktit ‘mengikuti kinetika orde pertama.) Secara singkat, berilah komentar tentang pengaruh Kkatalis pada (a) energi aktivasi (b) mekanisme reaksi, (€)entalpi reaksi, (4) Iaju pada langkah reaksi ke depan, () laju pada langkah kebalikan, ‘Sebanyak 6 g granula Zn ditambahkan ke dalam larutan 2M HCI dalam gelas piala pada suhu kamar. Gas hhidrogen dihasilkan. Untuk setiap perubahan berikut (pada volume asam yang tetap) nyatakan apakah laju pembentukan gas hidrogen akan meningkat, menurun, atau tidak berubah: (a) 6 g serbuk Zn digunakan; (b) 4 ¢ gramula Zn digunakan; (c) 2M asam asetat digunakan, dan bukannya 2-M HCI; (4) suhu dinaikkan menjadi 40°C ‘Data berikut dikumpulkan untuk reaksi antara hidrogen dan nitrat oksida pada 700°C: 2HAg) + 2NO(g) —> 2H,0(g) + Nag) Percobaan —{H;) [NO] _Laju Awal (M/detik) 1 0.010 0,025 x 10% 2 0.0050 0,025 12x 10% 3 0.010 00125 0.60 x 10% 14.78 14.79 14.80 1482 14.83 14.84 1485 Kimia Dasar 61 (@) Tentukan orde reaksinya. (b) Hitunglah Konstanta lajunya, (c) Sarankan mekanisme yang mungkin dari konsisten dengan hukum laju. (Petunjuk> Anggaplah atom oksigen merupakan zat antara.) Sebanyak 35,5 persen suatu reaksi orde pertama selesa dalam 4,90 menit pada 25°C, Bagaimana konstanta Iajunya’ Penguraian dinitrogen pentoksida telah dikaji dalam pelarut karbon tetraklorida (CCL) pada subu terent: x0; —+4NO; +O, [N:Os] (MM) —__Laju Awal (M/detik) 092 (0.95 x 10° 1.23 1,20 x 10 1.79 1,93 x 10% 2.00 2.10 x 10° 221 2.26 x 10° Tentukan secara grafis hukum laju untuk reakst ini dan hitunglah konstanta tajunya. Penguraian termal N.Os mengikuti kinetika orde pertama, Pada 45°C, plot In [NsOx] terhadap ¢ meng- hasitkan kemiringan ~6,18 x 10 meni. Berapa waktu pparuh reaksi ini? Bila campuran metana dan bromin dipaparkan ke cahaya, reaksi berikut terjadi dengan lambat: CHa(e) + Brig) —> CHsBr(e) + HBr) Sarankan mekanisme yang masuk akal untuk reaks! ini (Petunjuk: Uap bromin berwara merah tua; metana tidak berwarna.) PPerhatikan tahap elementer berikut: X+2Y¥—> XY: (a) Tulislah hukum taju untuk reaksi ini. (b) Jika taj awal pembentukan XY adalah 3,8 x 10" M/det dan konsentrasi awal X dan Y masing-masing adalah 0.26 ‘M dan 0,88 M, berapa konstanta laju reaksi ini? Perhatikan reaksi C3Hillag) + 1:00 > CH.OH(ag) + Hag) + Vag) Biagaimana Anda dapat mengetahui jalannya reaksi dengan mengukur hantaranlistrik larotan? Senyawa X menjalani dua reaksi onde pertama secara serentak sebogai beriku: X —> Y dengan konstanta laju ky dan X —+ Z dengan konstanta laju dy. Per- bbandingan ky/k; pada 40°C ialah 8,0. Berapa per- handingannya pada 300°C? Anggaplah bahwa faktor frekuensi kedua reaksi adalah sama. Beberapa tahun terakhir ini, ozon di stratosfer telah berkurang dengan laju yang mencolok yang disebabkan oleh reaksi dengan klorofluorokarbon (CFCs). Molekul CCFC seperti CFCIs pertama-tama diuraikan oleh radiasi uv: 62 Bab 14 Kinetika Kimia CFC —> CFCI, + Cl Radikal Klor kemudian bereaksi dengan o200 sebagai benikut cl+0, —+ clo+0; ClO+0 — C140, (a) Tulislah reaksi keseluruhan untuk dua tahap ter akhit () Apa peran Cl dan C10? (¢) Mengapa radikal flvorin tidak penting dalam mekanisme ini? (d) Salah satu saran uotok mengurangi Konsentras radikal Klorin jalan dengan menambahkan hidrokarbon seperti tana (CoH) ke stratosfer. Apakal hal ini akan berhasil? 1436. Perhatikan sebuah mobil yang dilengkapi dengan konverter kitalik. Pada 10 ment prtam atau sektar itu adalah waktu yang paling mencemari udara Mengapa’? 1487 Reaksi 2A + 38 —+ C fala orde pertama dalam A ddan B. Bila onsentrasi awal [A} = 1,6 x 107 M and {B} = 244 x 10° Bf lajunya ialah 4,1 10 Malet Hitungiah Konstam la reaksinya. 14.88 Mekanisme berikut telah diajukan untuk reaksi yang dijetaskan poda Soal 14.68 Q "en CH, —C—CH, + 1,0" => CH,—C— CH, + H,0 (kesetimbangan cept) “on ou CH,—C—CH, + H,0 —> CH,—C = CH, + H,0° (ambat) e i CH,-C=CH, + Br, —> CHC —CH,Br + HBr (cepa) ‘Tunjukkan babwa bukum laju yang ditentukan dari ‘mekanisme ini konsisen dengan yang ditunjokkan pada (a) di Soal 14.54, 1489 Haku aja teqpady untuk reaksi onde e-nol A —> B alah [A] = [Alp - k.(a) Sketsalah plot berikut:() laju terhadap [A] dan i) [A] terhadap ¢,(b) Turunkan rumos untuk wakta paruh dai reaks ni (e) Hitunglah ‘waktu dalam wakto paruh bila bila buku lj terpada tidak berlaku lagi, arinya bia {A} = 0 1490 Hokum Iaja yang diturunkan untuk reaks! pada Sosl 14:77 berlaku hanya watuk konsestrasi Hy tertenta. Hiukum laja yang umum untuk reaksi adalah berbentsk Iaju = S!NOFIHS) V+ ky(Hg] dengan kj dan k; adalah konstanta. Turunkan rumus thokum laju pada Kondisi Konsentrasi hidrogen yang ‘sangat tinggi dan sangst rendah. Apakah hasil dati Soal 14.77 sama dengan hasil dari rumus laju di sini? 1491 (a) Apa yang dapat Ando simputkan tentang enerei aksivasi dari suatu eakst jk kopstanta ajunya berubah 1492 1493 14.94 1495 14.96 1497 nyata dengan perubehan subu yang keil?(b) Jka resi bimolekular terjadisetiap kali satu molekul A dan satu ‘molekal B hertumbukan, apa yang dapat Anda katakan tentang faktor orientasi dan energi aktivasi reaksinya’? Hukum Jaju untuk reakst ini COLg) + NOsig) —+ CO-(g) + OKs) ialah laju = K{NO3]?, Sarankan mekanisme yang ‘mungkin untuk reaksi ini, jika diketahui bahwa spesi NO, yang tidak stabil adalah suata zat antara, Radioaktif plutonium-239 (1) = 244 x 10° tha) diguna- kan dalam reaktor naklir dan bom: atom. Jika ada 5,0 x 10? g isotop ia dalam sebuah bom atom kecil, berapa Jama yang dipertukan zat ino untuk meluruk menjadi 1,0. 10? g, jummlah yang terlatu kecid untuk bom yang. efektif? (Perunjuk: Peloruhan radioaktif mengikuti Kkinetika orde pertama.) Banyak reaksi yang melibatkan katatis beterogen ber- forde ke-nol: artinya, lj = & Satu contoh ialab peng- ‘uraian fosfina (PH) pada wolfram (W): APHs(g) —> Pag) + 6H(8) Diketahui bahwa reaksi ini tidak bergantung pada (PH) asalkan tekanan fosfina cukup tinggi (2 1 aim), Jelaskan, Taliem() dioksidasi oleh serium(IV) sebagai berikur: ‘TH + 2Ce* —+ TI + 20 ‘Tahap clementer, dengan kehadiran Ma(I) ialah sebagai bert: Ce!* + Mn? —> Ce + Mn’* Ce! + Mn? 5 Ce + Mat? TH + Mn'* —> TP + Mn (a) Identifikasi katalis, zat antara, dan langkab penenta laju jika hukum Iajunya ialah laju = A{Ce™ ][Mo?". (6) Jelaskan mengapa reaksinya lambat tanpa katalis. (c) Nua) + CiHlelg) Data yang diperoleh pada 300°C ditunjukkan dalam tabel berikut: ‘Tekanan Parsial dari Waktu (s) Azometana (mmbig) 0 284 100 220 150 193 200 170 250 150 300 132 Apakah nilai ini konsisten dengan kinetika orde per- tama? Jika ya, tentukan konstanta laju dengan mem- plotkan data seperti ditunjukkan pada Gambar 14.6(b). (©) Tentukan konstantalaju dengan metode waktu paruh, Soal-soal Khusus Kimia Dasar 63 14.98 — Hidrolisis metil asetat t 1 cit,-€—0-cii,+ 140 —+cH,-C— 0H + cH,OH tl wet meme ‘melibatkan pemutusan ikatan C-O. Dua kemungkinan- nya ialah i i CH,—C+O-CH, CH,—C—0+CH, Sarankan percobaan yang memungkinkan Anda dapat membedakan kedua kemungkinan tersebut, 14,99 Polietilena digunakan dalam banyak barang seperti pipa air, botol, isolator listrik, mainan anak, dan amplop surat. Polietilena adalah potimer. yaitu molekul dengan massa molar yang sangat besar. yang dibuat dengan menggabungkan banyak molekul eilena (satuan dasamnya disebut monomer) (lihat buku jilid 1, hm, 344). Tahap inisiasinya ialah R, As 2R. Spesi R: (disebut radikal) bereaksi dengan satu molekul etilena (M) menghasitkan radikal lain R+M—3 Mp Reaksi My- dengan monomer lain lagi menghasitkan Pertumbuhan atau propagasi rantai polimer: My +M E> My propagasi Tahap ini dapat diulang dengan beratus-ratus satuan ‘monomer. Propagasi berakhir bila dua radikal bergabung inisiasi Mi 4M” ty M’—M" Terminasi {a) Inisiator yang digunakan dalam polimerisasi etilena ialah benzoil peroksida [(CyHsCOO):I: (CAH,COO), —+ 2C,HsCOO, Ini adalah reaksi orde pertama, Waktu paruh benzoil pperoksida pada 100°C ialah 19,8 menit. (a) Hitunglah konstanta laju (dalam menit") reaksi ini, (b) Jika waktw paruh benzoil peroksida adalah 7,30 jam atau 438 menit, pada 70°C, berapa energi aktivasi (dalam ki/mol) untuk penguraian benzoil peroksida? (c) Tulislah hukum laju untuk tahap elementer dalam proses polimerisasi di atas ddan identifikasi reaktan, produk, dan zat antaranya. (4) Bagaimana kondisi yang baik untuk pertumbuhan Polietilena dengan massa molar yang besar? anol ialah zat beracun yang bila dikonsumsi berlebihan dapat merusak fungsi pemnafasan dan jantung karena ‘mengganggu neurotransmiter dar sistem syaraf, Dalam tubuh manusia, etanol dimetabolisme oleh enzim alkohol “dchidrogenase menjadi asctaldchida, yang menyebabkan “hangover.” (a) Berdasarkan pengetahuan Anda tentang kinetika enzim, jelaskan mengapa meminum terlalu banyak alkohol terlalu cepat terbukti mematikan. (b) Metanol bahkan lebih beracun dibandingkan etanol. Metanol juga dimetabolisme oleh alkohol dehidro- genase, dan produknya, yaitu formaldehida, dapat me- nyebabkan Kebutaan atau kematian. Antidot untuk ke- racunan metanol alah etanol. Jelaskan bagaimana prosedur ini bekerja 14.100 144 1,2 « 10° detik. 14.5 (a) 3,2 menit, (b) 2,1 menit. 14.6 240 ki/mol. 14.7 3,13 x 10 detik'. 14,8 (a) NO; + CO—+ NO + COs, (b) NOs, (¢) tahap pertama adalah penentu Iaju. terjadi kekurangan pa sokan senyawa nitrogen, & yang pada saat itu digunakan sebagai pupuk pertanian dan bahan peledak. Kimiawan saat itu tertarik untuk mengubah nitrogen di atmosfer menjadi senyawa yang berguna (proses yang dinamakan iksasi nitro- gen), seperti amonia. Pada tahun 1912 Fritz Haber, seorang kimiawan Jerman, mengem- bangkan sebuah metode yang sekarang dinamakan sesuai namanya, untuk mensintesis amonia langsung dari nitrogen ddan hidrogen |» eoirnintong s ’ a ‘meninggalkan permukaan. Ng) + 3H2(g) == 2NHx(9) Proses ini kadang-kadang disebut proses Haber Bosch untuk rmemberi penghargaan juga kepada Karl Bosch seorang insinyur yang telah mengembang- kan peralatan untuk mem- ‘produksi amonia secarain- dustri, yang harus dilaku- kan pada suhu S00°C dan tekanan 500 atm. Keber- hasilan Haber didasarkan pada_pengetahuannya tentang faktorfaktor yang mempengaruhi kesetim- bangan gas dan pemilihan katalis yang tepat (besi dan oksida-oksida alu- minium dan kalium), Upayanya ini dipercaya e@ CE. CBI. CL Kerja katalitik dalam sintsis amonia. Mula-mula molekul Hy dan N; terkat pada permukaan katais. Interaks ini melemahkan ikatan kovalen dan mengatibatkan molekul trurai Azom-atom yang sangat reaktifpindah ke permukaan dan athirnya bergabung membentuk molekul NH yang kemudlan telah memperpanjang Perang Dunia | selama beberapa tahun sebab ini dapat membuat bangsa Jerman terus membuat bahan ppeledak setelah pasokan natrium nitrat dari Gili terhenti akibat blokade oleh angkatan laut pasukan sekutu, Pada tahun 2001 sekitar 16 juta kilogram amonia diproduksi di Amerika Serikat melalui proses Haber; kebanyakan digunakan untuk pupuk. Fritz Haber dilahirkan di Prussia pada tahun 1868. Di samping sintesis amonia, ia juga melakukan peneltian penting dalam elektrokimia dan kimia pembakaran, dan ia adalah direktur Institut Kaiser Wilhelm yang bergengsi. Kegagalan limiah Haber yang menonjol alah usaharwa untuk mengekstraksi ‘emas dari air laut, ia menduga konsentrasi emas dalam air laut lebih dari seribu kali! Namun, kegiatan yang paling mencoreng amanya ialah keterlibatannya dalam memperkenalkan gas beracun (klorin) di medan perang. Keputusan untuk menganugerahi Haber Hadiah Nobel dalam bidang kimia pada tahun 1918 menimbulkan kontroversi dan keitikan yang luar biasa, satu hal yang jarang terjadi dalam penganugerahan Hadiah Nobel dalam bidang ilmu fisika. Sewaktu Nazi berkuasa pada tahun 1933, Haber diusir dari Jerman sebab ia adalah seorang Yahudi. ia meninggal arena serangan jantung di Swiss pada tahun berkutrya. Kesetimbangan Kimia 15.4 152 153 154 KONSEP PENTING Konsep Kesetimbangan 66 Konstanta Kesetimbangan Beberapa Cara untuk Menyatakan Konstanta Kesetimbangan 68 Kesetinbongan Homogen + Kesetimbangan Heterogen + Bentuk K dan Persamaan Kesetimbangan + Ringkasan tentang Aturanaturan Penulsan Persamaan Konstanta Kesetmbangan ‘Apa yang Dapat Kita Ketahui dari Konstanta Kesetimbangan? 75 ‘Mempreditsi Arah Reoksi ~ Menghitung Konsentrai Kesetimbangan Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia 79 ‘Asas Le Chiteller » Perubahan Konsentrasi » Perubahan Tekanan dan Volume + Rerubahan Suu + Pengaruh Katals - Ringkasan Faktor-faktor yang Dapat Mempengaruhi Posisi Kesetimbangan © esetinnangan Kimia kesetibangan Kania menelskan keadsan db mana lay reals ‘maju dan laju reaksi balik sama besar dan di mana konsentrasi reaktan dan produk tetap tidak berubah seiring berjalannya waktu. Keadaan kesetimbangan dinamik ini ditandai dari hanya adanya satu konstanta kesetimbangan. Bergantung pada jenis spesi yang bereaksi, onstanta kesetimbangan dapat dinyatakan dalam molaritas (untuk larutan) atau tekanan pparsial (untuk gas). Konstanta kesetimbangan memberi informasi tentang arah akhir dari suatuy reaksi reversibel dan Konsentrasikonsentrasi dari campuran kesetimbangannya. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia Perubshan konsentrasi dapat mempengaruhi posisi keadaan kesetimbangan; atau lebih tepatnya, jumlah relatif reaktan dan produk. Perubahan tekanan dan volume mungkin dapat memberikan pengaruh yang sama terhadap sistem gas pada kesetimbangan. Hanya perubahan suhu yang dapat mengubah nilai konstanta kesetimbangan. Katalis dapat mempercepat tercapainya keadaan kesetimbangan dengan mempercepat reaksi maju dan reaksi bali, tetapi katalis tidak dapat mengubah posisi kesetimbangan atau konstanta kesetimbangan. Bab 15 65 66 I Gas NO; dan gas N;O, ada kesetimbangan. Bab 15 Kesetimbangan Kimia 15.1 Konsep Kesetimbangan Hanya sedikit reaksi kimia yang berlangsung satu arah. Kebanyakan merupakan reaksi reversibel. Pada awal proses reversibel, reaksi berlangsung maju ke arah pembentukan produk. Segera setelah beberapa molekul produk terbentuk, proses balik mulai berlangsung— yyaitu pembentukan molekul reaktan dari molekul produk. Bila laju reaksi maju dan reaksi bbalik sama besar dan konsentrasi reaktan dan produk tidak lagi berubah seiring berjalannya waktu, maka tercapailah kesetimbangan kimia (chemical equilibrium). Kesetimbangan kimia merupakan proses dinamik. Ini dapat diibaratkan dengan gerakan para pemain ski di suatu resor ski yang ramai, di mana jumlah pemain ski yang dibawa ke alas gunung dengan menggunakan lift kursi sama dengan jumlah pemain ski yang turun berseluncur, Jadi, meskipun ada perpindahan pemain ski terus terjadi, jumlah orang di atas dan jumlah orang di bawah gunung tidak berubah Perhatikan bahwa reaksi kesetimbangan kimia melibatkan zat-zat yang berbeda untuk reaktan dan produknya. Kesetimbangan antara dua fasa dari zat yang sama dinamakan kesetimbangan fisis (physical equilibrium) karena perubahan yang terjadi hanyalah proses isis. Penguapan air dalam wadah tertutup pada subu tertentu merupakan contoh kesetimban Dalam kasus ini, molekul H;O yang meninggalkan dan yang kembali ke fasa cair H,0(0) == H,0(g) (Ingat kembali dari Bab 4 bahwa panah ganda berarti reaksi reversibel.) Kajian mengenai kesetimbangan fisis menghasilkan informasi yang berguna, misalnya tekanan uap kesetim- ‘bangan (lihat Subbab 12,6). Namun, kimiawan sangat tertarik pada proses-proses kesetim- bangan kimia, seperti reaksi reversibel yang melibatkan nitrogen dioksida (NO.) dan dinitrogen tetroksida (N,O,). Tahapan reaksinya: N,O((g) === 2NOXg) dapat dipantau dengan mudah sebab NO, adalah gas tak berwarna, sementara NO; berwamna cokelat gelap yang membuatnya kadang-kadang tampak jelas di udara yang tercemar. Kita misalkan sejumlah tertentu N;O, diinjeksikan ke dalam labu kosong. Warna cokelat muda akan segera terlihat, yang mengindikasikan pembentukan molekul NOs. Warna akan semakin tua dengan terus berlangsungnya penguraian NO, sampai akhimnya tercapai kesetimbangan. Setelah itu, tidak terlihat lagi perubahan warna. Dengan percobaan kita juga dapat mencapai keadaan kesetimbangan dengan memulainya dari NO; murni atau dengan campuran NO; dan N,O,. Pada masing-masing kasus tersebut, terlihat perubahan wana pada awalnya, ‘yang disebabkan oleh pembentukan NO; (jika warna semakin tua) atau oleh berkurangnya NO, Gika warna memudar), dan kemudian keadaan akhimya di mana tidak ada lagi perubahan warna NO>. Bergantung pada suhu sistem yang bereaksi dan pada jumlah awal NO; dan N,0,, konsentrasi NO dan N20, pada kesetimbangan berbeda dari satu sistem dengan sistem lainnya (Gambar 15.1). Konstanta Kesetimbangan ‘Tabel 15.1 menunjukkan beberapa data percobaan untuk reaksi ini pada 25°C. Konsentrasi gas dinyatakan dalam molaritas, yang dapat dihitung dari jumlah mol dari gas-gas yang semula ada dan pada kesetimbangan dan volume labu dalam liter. Analisis data pada kesetimbangan menunjukkan bahwa meskipun perbandingan [NO;/[NzO4) memberikan nilai-nilai yang beragam, perbandingan [NO2}*/[N2O4] memberikan nilai yang hampir tetap yakni rata-rata 4,63 x 10™. Nilai ini dinamakan konstanta kesetimbangan, K, untuk reaksi pada 25°C. Secara matematis, konstanta kesetimbangan untuk kesetimbang- an NOz-N,0, ialah a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. 2 Soal serupa: 15.16 Soa! serupa: 15.13 Mineral kalsit serbuat dari Aalsium karbonat, demikian ‘pula kapur dan marmer Bab 15 Kesetimbangan Kimia Komentar Peshatikan bahwa kita telah menambahkan atm sebagai satuan untuk Poy, Latihan Konstanta kesetimbangan Kip untuk reaksi 2NOx(g) = 2NO() + 0568) adalah 158 pada 1000 K. Hitunglah Po, jika Pyo, = 0,400 atm dan Pyo = 0.270 atm. Contoh 15.3 Untuk reaksi Nig) + 3H) == INH) Kp ialah 4.3 x 10 pada 375°C. Hitunglah K. untuk reaksi ini, Penjelasan dan Penyelesaian Dari Persamaan (15.5) kt peroleh Kp * (oos2iTy* Karena T= 375 + 273 = 648 K dan An = 2-4 = -2, maka _ _43x104 (0821 x 648) Komentar Perhatikan bahwa K., seperti halnya Kp, adalah kuantitas yang tidak herdimensi, ‘Contoh int menunjukkan bahwa kita bisa memperoleh nilai yang sangat berbeda untuk konstanta kesctimbangan untuk reaksi yang sama, tegantung pada apakah kita menyatakan konsentrasinya dalam mol per liter atau dalam atmosfer, Latihan Konstanta kesetimbangan (K,) untuk reaksi NOs) == 2NOxe) adalah 4,63 x 10° pada 25°C. Berapa nilai Kp pada sub ini Kesetimbangan Heterogen Reaksi reversibel yang melibatkan reaktan dan produk yang fasanya berbeda menghasilkan Kesetimbangan heterogen (heterogeneous equilibrium). Sebagai conto, ketika kalsium ‘arbonat dipanaskan dalam wadah tertutup, kesetimbangan berikut akan tereapai: CaCO,(s) = CaO{s) + CO2(g) Dua padatan dan satu gas ini membentuk tiga fasa yang terpisah, Pada kesetimbangan, kita dapat menuliskan konstanta kesetimbangan sebagai ke = [CAONICOs) 4 156) [CaCOs] ‘Akan tetapi, “konsentrasi” suatu padatan, seperti halnya kerapatannya, merupakan sifat intensif dan tidak bergantung pada banyaknya zat yang ada, [Perhatikan bahwa satuan Konsentrasi (mol per liter) dapat diubah menjadi satuan kerapatan (gram per cm’) dan sebaliknya.] Berdasarkan alasan ini, suku (CaCOs] dan [CaO] dengan sendirinya adalah Konstanta sehingga dapat digabungkan dengan konstanta kesetimbangan. Kita dapat menyederhanakan persamaan kesetimbangan dengan menuliskan [CaCOs} xr = K, = [COs] (15.7) {CaO} Kimia Dasar 73 di mana K., konstanta kesetimbangan “baru”, sekarang dengan mudah satu konsentrasi, yaitu CO). Perlu diingat bahwa nilai K. tidak bergantung pada banyaknya CaCO; dan CaO yang ada, sepanjang ada sedikit dari masing-masing yang berada dalam kondisi kesetimbangan (Gambar 15.2). ta dapat menyatakan konstanta kesetimbangan sebagai Kp = Peo, (158) Konstanta kesetimbangan dalam hal ini memilil gas CO>, suatu kuantitas yang mudah diukur, Informasi yang telah kita peroleh tentang padatan juga berlaku untuk cairan. Jad, jika reaktan atau produknya berupa cairan, kita dapat memperlakukan konsentrasinya sebagai onstanta dan kita dapat menghilangkannya dari persamaan konstanta kesetimbangan. nilai numerik yang sama dengan tekanan Contoh 15.4 Perhatikan kesetimbangan heterogen berikut CaCO\(s) == CaOls) + COX) Pada 800°C, tekanan COs adalah 0,236 atm. Hitunglah (a) Kp dan (b) K. untuk reaksi tersebut pada suhu ini. Penjelasan dan Penyelesaian (a) Karena konsentrasi padatan tidak muncul dalam persamaan kkonstanta kesetimbangan, maka, dengan menggunakan Persamaan (15.8), kita peroleh Kr (b) Dari Persamaan (15.5), kita mengetahui Kp = K0,0821T)™ Dalam kasus ini, 7 = 800 + 273 = 1073 K dan An = 1, kemudian kita substitusikan nilai ini semua ke dalam persamaan dan memperolch 0,236 = K.(0,0821 x 1073) K, = 2.68 x 10% Soal serupa: 15.18. Latihan Perhatikan kesetimbangan berikut pada 29 K: NHGHS(s) = NHi(g) + H3S(@) ‘Tekanan parsial setiap gas adalah 0.268 atm. Hitunglah Kp dan K. untuk reaksi tersebut. Gambar 15.2 Dalam (a) dan (b) tekanan kesetimbangan dari CO, ‘akan sama pada suhu yang ‘sama, walaypun jumlah CaCO, dan CaO yang ada berbeda. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. 78 Bab 15 Kesetimbangan kimia H+ : == mM ‘Awal (HM 0.500 0.500 0.000 Perubahan (M) = = +2 Kesetimbangan (Mf) (0,500 ~ x) (0500-3) 2 Tahap 2. Konstanta kesetimbangannya adalah ta ‘> Till Dengan substitusi, kita peroleh xy See = (500 =K0500— =) Dengan menghitung akar pada kedua sisi, diperoleh 13 = ‘Tahap 3. Pada kesetimbangan, konsentrasinya adalah TH] = (0.500 - 0393) M = 0,107 M Ua] = (0,500 ~ 0393) M = 0.107 M [HI] = 2 0393 M = 0,786 M Latihan Pethatikan reaksi pada Contoh 15.6. Dengan konsentrasi awal 0,040 Mf untuk HI, ‘hitunglah konsentrasi HI, H», dan 1; pada kesetimbangan, Contoh 15.7 Untuk reaksi dan suhu yang sama seperti pada Contoh 15.6, misalkan konsentrasi awal Hs, Is, dan HI berturut-turut adalah 0,00623 M, 0.00414 M, dan 0.0224 af. Hitunglah konsentrasi spesi-spesi tersebut pada kesetimbangan, Penjelasan dan Penyelesaian kuti prosedur pada Contoh 15.6. Tahap 1. Misalkan x adalah pengurangan konsentrasi (moV/L.) untuk H dan 1 pada kesetimbangan. Dari stoikiometri reaksi, peningkatan konsentrasi HI haruslah 2x. Kita tuliskan Bo + bf == mH Awal (M): 0.00623, 0.00814 0.0224 Perubahan (My: re a Ee Kesetimbangan (M): —(0,00623- x) (0,00414 ~ x) (0,0224 + 2x) ‘Tahap 2. Konstanta kesetimbangannya adalah (HIP SI) Dengan substtusi, kita peroleh (0.0224 + 247° (0.00623 — x)(0,00414 ~ x) ‘Tidak mungkin kita menyelesaikan persamaan ini dengan langsung menghitung akamya, sebab konsentrasi awal [Hz] dan [Ih] tidak sama. Jad kita anus melakukan perkalian terlebih dahulu S43 = Kimia Dasar 54,3(2,58 x 10° - 0,0104x + 2°) = 5,02 x 10 + 0,0896x + 4° Dengan meagumputkan sukusukunya, diperolh 50,37 - 0,654x + 8,98 x 10 = 0 Ini merupakan persamaan kuadrat yang berbentuk ax’ + bx + ¢ = 0. | Peayelessian statu persamaan kuadeat (iat Lampiran 3) adalah | 3 = 4ac | | Di sini kita mendapatkan a = 50,3, b = -0,654, dan c = 8,98 x 10-4, schingga | | 00114 M Penyelesaian yang pertama secara fiss tidak mungkin Karena jumlah Hp dan Is | | ‘yang bereaksi akan lebih besar daripada jumlah yang semula ada. Penyelesaian | ‘yang kedua adalah jawaban yang benar. Perhatikan bahwa dalam menyelesaikan persamaan Kuadrat seperti ini, salah satu jawaban secara fisis selalu tidak rmungkin, jai memilih nila x akan mudab Tahap 3. Pada kesetimbangan, konsentrasinya ialah tH) 3) (HI) = (0.0224 + 2 x 0,00156) Mf = 0,0255 Mt 0,00623 — 0,00156) M = 0,00467 Mf (0,00414 ~ 0,00156) M = 0,00258 A Latihan Pada 1280°C, konstanta kesetimbangan (K,) untuk reaksi Brg) === 2Brig) adalah 1,1 x 10°, Jika konsentrasi awalnya adalah [Brz] = 6,3 x 107 M dan [Br] = 1,2 x 10 M, hitunglah Konsentrasi kedua spesi tersebut pada kesetimbangan, 15.4 Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia Kesetimbangan kimia merepresentasikan suatu kesetaraan antara reaksi maju dan reaksi balik. Dalam kebanyakan kasus, kesetaraan ini sangat rentan. Perubahan kondisi percobaan dapat mengganggu kesetaraan dan menggeser posisi kesetimbangan schingga produk yang diinginkan bisa terbentuk lebih banyak atau kurang. Bila kita katakan bahwa posisi kese- ‘timbangan bergeser ke kanan, misalnya, yang kita maksudkan ialah bahwa reaksi bersih sekarang adalah dari kiri ke kanan, Berikut ini adalah variabel-variabel percobaan yang dapat diatur: konsentrasi, tekanan, volume, dan suhu. Di sini kita akan melihat bagaimana variabel-variabel ini mempengaruhi sistem reaksi pada kesetimbangan. Selain itu, kita akan ‘menguji pengaruh katalis pada kesetimbangan. Asas Le Chatelier ‘Ada satu aturan umum yang membantu kita memprediksi ke arah mana reaksi kesetimbang- an akan bergeser bila terjadi perubahan konsentrasi, tekanan, volume, atau suhu. Aturan ini, dikenal sebagai asas Le Chdtelier (Le Chételier's principle) (diambil dari nama kimiawan Prancis Henri Le Chatelier), menyatakan bahwa jika suatu tekanan eksternal diberikan Untuk memeriksa jawaban ‘Anda, hitunglah konstanta leesetimbangan dengan ‘menggunakan konsentrasi keesetimbangan. ‘Soal serupa: 15.76. oO Asas Le Chitetier Bab 15. Kesetimbangan Kimia kepada suatu sistem yang setimbangan, sistem ini akan menyesuaikan diri sedemikian rupa untuk mengimbangi sebagian tekanan ini pada saat sistem mencoba setimbang kembali. Kata “tekanan” (stress) di sini berarti perubahan konsentrasi, tekanan, volume, atau subu yang menggeser sistem dari keadaan setimbangnya, Kita akan menggunakan asas Le Chitelier ‘untuk menilai pengaruh dari perubahan tersebut. Perubahan Konsentrasi Besi(IIl) tiosianat [Fe(SCN)s} mudah larut dalam air dan menghasilkan larutan berwarna ‘merah. Warna merah ini disebabkan oleh adanya ion terhidrasi FeSCN?*. Kesetimbangan antara ion-ion FeSCN** yang tidak terurai dan Fe** dan SCN™ dituliskan sebagai FeSCN**(aq) === Fe™(ag) + SCN"(aq) merah kuning pucat tak berwarna ‘Apa yang terjadi jika kita tambahkan sedikit natrium tiosianat (NaSCN) ke dalam farutan ini? Dalam hal ini, tekanan yang diberikan pada kesetimbangan sistem ialah penambahan konsentrasi SCN” (berasal dari penguraian NaSCN), Untuk mengkompensasi tekanan ini, beberapa ion Fe** bereaksi dengan ion SCN™ yang ditambahkan, sehingga kesetimbangannya bergeser dari kanan ke kiri: FeSCN**(aq) <— Fe™(ag) + SCN“(aq) Akibatnya, warna merah larutan bertambah tua (Gambar 15.5). Demikian juga, jika kita tambahkan besi(I} nitrat [Fe(NO})s) ke dalam larutan asal, warna merah juga akan bertambah tua karena ion Fe** tambahan dari (Fe(NOs)3] akan menggeser kesetimbangan dari kanan ke kiri. Baik Na* maupun NO} ialah ion-ion pendamping yang tak berwarna. ‘Sekarang kita coba tambahkan sedikit asam oksalat (H3C,0,) ke dalam larutan asal, ‘Astra olsalat terionisasi dalasn air membentuk fon oksalat, C,O, yang terikat lust dengan jion-ion Fe™*. Pembentukan ion stabil berwarna kuning Fe(C,0,)} mengambil ion Fe** dari Jarutan. Akibatnya, lebih banyak satuan FeSCN* yang terurai dan kesetimbangan bergeser dari Kiri ke kanan: FeSCN**(ag) <— Fe**(aq) + SCN(aq) Larutan merah akan berubah menjadi kuning karena terbentuknya ion F(C,0,)}. « o © o Gambar 15.5 Pengaruh perubahan konsentrai pada posisi kesetinbangan. (a) Laratan berair Fe(SCN) Warns larutan timbul harena spesi FeSC**yang merah dan spesi Fe" yang kuning. (6) Sesudah dtambahkan sediit NaSCN ke dalam laraan (a), hesetimbangan bergeser ke ki () Sesudah dltambahan seit Fe(NO;), ke dalam laraan (a), kestimbangan bergeser ke kirk (d) Sesudah dan N;O naik. Karena konsentrasi NO, dikuadratkan, naiknya tekanan membuat pembilangnya lebih besar daripada penyebut Sistem tidak lagi pada kesetimbangan, maka kita tuliskan = (NOK IN20.1 Jadi Q. > K dan reaksi bersihnya akan bergeser ke kiri sampai Q. = K.. Sebaliknya, Penurunan tekanan (peningkatan volume) akan menghasilkan Q, < K,; reaksi bersihnys akan bergeser ke kanan sampai Q. = Ke. Pada umumnya, peningkatan tekanan (penurunan volume) menghasilkan reaksi bersih yang menurunkan jumlah total mol gas (reaksi balik, pada kasus yang baru dibahas), dan Penurunan tekanan (peningkatan volume) menghasilkan reaksi bersih yang meningkatkan jumlah total mo! gas (di sini, reaksi maju). Untuk reaksi yang tidak menghasilkan perubahan {jumlah mol gas, perubahan tekanan (atau volume) tidak mempengaruhi posisi kesetimbanga Kita dapat mengubah tekanan suatu sistem tanpa mengubah volumenya. Kita asumsikan sistem NO;-N,0, berada dalam wadah baja anti karat yang volumenya tetap. Kita dapat meningkatkan tekanan total dalam wadah dengan menambahkan gas inert (helium, misalnya) ke dalam sistem yang berada dalam kesetimbangan ini. Penambahan helium ke di campuran kesetimbangan pada volume tetap akan meningkatkan tekanan gas {otal dan ‘menurunkan fraksi mol NO, maupun N2O,; tetapi tekanan parsial setiap gas, yaitu hasilkali fraksi molnya dan tekanan totalnya (lihat Subbab 5.5), tidak berubah. Jaci, keberadaan gas inert dalam hal ini tidak mempengaruhi kesetimbangan. Contoh 15.9. Perhatikan sistem kesetimbangan berikut; (a) 2PdS(s) + 301g) = 2PHO(s) + 280,48) (b) PCkig) == PCIg) + Chie) (©) Hug) + COs) == 1,06) + COL) Prediksiarah reaksi bersih dalam setiap soa! schegai akibat dari peningkatan tekanan (penarunan volume) sistem pada suhu tetap. Penjelasan dan Penyelesalan Perubahan tekanan berpengaruh hanya pada komponen= komponen gas saja dalam campuran reaksi pada kesetimbangan. (a) Perhatikan molekul gas saja. Pada persamaan yang setara, ada 3 mol reaktan gas dan 2 mol produk gas. Jai, reaksi bersih akan bergeser Ke arah produk (ke ksnan) untuk menurunkan Jjumlah mot gas ketika tekanan dinaikkan. (b) Banyaknya mo! produk adalah 2 dan mol reaktan adalah 1 ke kiri, ke arah reaktan: (©) Banyaknya mol produk sama dengan banyaknya mol reaktan, schingga perubahan tekanan tidak mempengaruhi posisi kesetimbangan, Komentar Dalam setiap kasus, prediksinya konsisten dengan asss Le Chiteier. Latihan Perbatikan reaksi kesetimbangan yang melibatkan nitrosit klorda,nitrat oksida, dan rmolekul Klorin |, reaksi bersih akan bergeser 2NOCI(g) = 2NOG) + Clg) Prediksikan arah reaksi bersih sebagai akibat dari penurunan tekanan (peningkatan volume) peda sistem pada suba.tetap Kimia Dasar @ o Perubahan Suhu Perubahan konsentrasi, tekanan, atau volume dapat mengubah posisi kesetimbangan, tetapi tidak mengubah nilai konstanta kesetimbangan, Hanya perubahan subu yang dapat mengubah konstanta kesetimbangan. Pembentukan NO; dari NO, adalah proses endotermik: N;04(¢) —> 2NOx18) AH? = 58,0 kI ddan reaksi baliknya adalah proses eksotermi 2NO2(g) —> N:0«() AM? = -58.0 J Pada kesetimbangan, pengaruh kalor adalah nol Karena tidak ada reaksi bersih. Apa yang terjadi jika sistem kesetimbangan N,O,(g) = 2NO,(g) dipanaskan pada volume tetap? Karena proses endotermik menyerap kalor dari lingkungan, proses pemanasan akan menyebabkan terurainya molekul NO, menjadi NO2, Akibatnya, onstanta kesetimbangan, yaitu meningkat dengan meningkatnya suhu (Gambar 15.7). Contoh lain, perhatikan kesetimbangan antara ion-ion berikut: CoCl} + 6H,0 == Co(H,0) + 4c biru merah muda Pembentukan CoCIZ” adalah proses endotermik. Jika dipanaskan, kesetimbangan bergeser ke kiri dan larutan menjadi biru. Pendinginan menghasilkan reaksi eksotermik {pembentukan ‘Co(H;0)*] dan larutan menjadi merah muda (Gambar 15.8). Ringkasnya, peningkatan suhu menghasilkan reaksi endotermik dan penurunan subw menghasilkan reaksi eksotermik. Pengaruh Katalis Katalis meningkatkan laju terjadinya reaksi (lihat Bab 14). Untuk reaksi reversibel, katalis mempengaruhi laju reaksi maju sama besar dengan reaksi balik. Jadi, keberadaan katalis, tidak mengubah konstanta kesetimbangan, dan tidak menggeser posisi sistem kesetimbangan, 83 Gambar 15.7 (a) Dua bola mengandung ‘campuran gas NOs dan N04 pada kesetimbangan. (b) Bila satu bola direndam dalam air es (kri), warmanya akan menjadi lebih muda, yang ‘menunjukkan pembentukan gas NOx yang tak berwarna, Bita bola lainnya direndam dalam air panas (hanan), waranya ‘akan menjadi lebih twa, yang menunjukkan ‘peningkatan NO». Gambar 15.8. (Kiri) Permanasan mengakibathan pembentikan ion CoC dang berwara bins (Kanan) Pendinginan menyebablan pembentukan fom CovH208* yang berwarna merah mud. Bab 15 Kesetimbangan Kimia Penambahan katalis pada campuran reaksi yang tidak berada pada kesetimbangan akan ‘mempercepat laju reaksi maju dan reaksi balik schingga campuran kesetimbangan tercapai lebih cepat. Campuran kesetimbangan yang sama dapat diperoleh tanpa katalis, tetapi kita mungkin harus menunggu lebih lama agar kesetimbangan terjadi. ‘Asas Le Chitelier banyak diterapkan dalam proses industri. Perhatikan proses Haber dalam sintesis amonia di him. 64: Ni(g) + 3Ha(g) <= 2NHg) AH? = -92,6 KI Karena reaksi maju mengakibatkan penurunan jumlah mol gas, reaksi ini dilangsungkan pada tekanan yang sangat tinggi, antara 500 atm dan 1000 atm, untuk memaksimumkan perolchan. Sifat eksotermik dari pembentukan amonia menyiratkan bahwa proses sebaiknya dilakukan pada suhu yang rendah. Namun, proses ini ternyata dilakukan pada sekitar 500°C, dengan katalis, untuk meningkatkan laju reaksi meskipun konstanta kesetimbangannya akan lebih kecil pada suhu tinggi. Dalam praktiknya, reaksi tidak dapat mencapai kesetimbangan Karena amonia terus-menerus dipindahkan dari campuran reaksi sehingga reaksi bersih selalu bergeser dari kiri ke kanan. Ringkasan Faktor-faktor yang dapat Mempengaruhi Posisi Kesetimbangan Kita telah membahas empat cara untuk mempengaruhi sistem reaksi pada kesetimbangan. Perlu diingat bahwa dari keempatnya, hanya perubahan suhu yang mengubah nilai konstanta Kesetimbangan. Perubahan konsentrasi, tekanan, dan volume dapat mengubah konsentrasi- konsentrasi kesetimbangan dari campuran yang bereaksi, tetapi ketiga faktor ini tidak dapat ‘mengubah konstanta kesetimbangan apabila suhunya tidak berubah. Katalis dapat membantu mencapai kesetimbangan lebih cepat, tetapi tidak mempunyai pengaruh apa-apa terhadap konstanta kesetimbangan atau tethadap konsentrasi kesetimbangan dari spesi-spesi yang bereaksi. | Contoh 15.10 Perhatikan proses kesetimbangan antara dinitrogen tetrafluorida (N:F,) dan nitrogen difluorida (NF,) NiFug) > 2NFxe) AP = 385 Prediksikan perubahan kesetimbangan jika (a) campuran reaksi dipanaskan pada volume fetap; (b) gas NF; dipindahkan dari campuran reaksi pada subu dan volume tetap;(c) tekaman pada ccamipuran reaksi mengalami,penurunan pada subu tetap; dan (d) gas inert, seperti helium, | ditambahkan ke dalam campuran reaksi pada volume dan suhu tetap. Penjelasan dan Penyelesaian (a) Karena eaksi maju bersifatendotermik, peningkatan suhu menyebabkan pembentukan NF. Konstanta Kesetimbangan IN INF dengan demikian akan meningkat dengan meningkatnya.suhu (b) Tekanan di sii ialah pemindahan gas NF. Untuk mengkompensasi tekanan ini akan lebih | banyak jumlah NoF, yang terurai membentuk NF. Namun, Konstanta kesetimbangan K. tidak akan berubah. | (©) Penurunan tekanan (yang disertai dengan meningkatnya volume gas) akan menyebsbkan embentukan molekul gas lebih banyak, artinya reaksi maju. Jadi, lebih banyak gas NF; ‘Yang akan terbentuk. Konstanta kesetimbangan tidak akan berubah, (@) Penambahan helium ke dalam campuran kesetimbangan pada volume tetap tidak akan ‘menggeser posisi kesetimbangan. Ke Latihan Perhatikan kesetimbangan antara moleku! oksigen dan ozon (s) = 20.9) AH? = 284 kd ‘Apa pengaruh dari (a) peningkatan tekanan pada sistem dengan menurunkan volume, (b) peningkatan tekanan dengan menambahkan ©; pada sistem, (c) penurunan suhu, dan (@) penambahan katalis? Ringkasan Soal serupa: 15.45, 15.46. Kimiawan menaruh pethatian pada kesetimbangan dinamik antara fasa-fasa (kesetimbang- an fisis) dan antara zat-zat yang bereaksi (kesetimbangan kimia). Untuk reaksi kimia yang ‘umum A + bB == C+ dD Konsentrasi reaktan dan produk pada kesetimbangan (dalam mol per liter) dihubungkan oleh rumus konstanta kesetimbangan x = err’ rer Konstanta kesetimbangan dapat juga dinyatakan dalam tekanan-tekanan tekanan parsial kesetimbangan (dalam atmosfer) dari gas, sebagai Kp. Kesetimbangan yang semua reaktan dan produknya berada dalam fasa yang sama disebut kesetimbangan homogen. Jika reaktan dan produk tidak berada dalam fasa yang ‘sama, kesetimbangannya disebut kesetimbangan heterogen. Konsentrasi padatan murni, cairan muri, dan pelarut sclalu tetap dan tidak muncul dalam persamaan konstanta kesetimbangan reaksi. Nilai K bergantung pada bagaimana persamaan kimia disetarakan, dan konstanta kesetimbangan untuk reaksi balik tertentu adalah kebalikan dari konstanta kesetimbangan reaksi itu. Hasilbagi reaksi Q memiliki bentuk yang sama dengan persamaan konstanta kese- timbangan, tetapi persamaan ini berlaku pada reaksi yang tidak berada pada kesetimbangan, Jika Q > X, reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri untuk mencapai kesetimbangan, Jika Q , O;, dan NO berturut-turut adalah 0,15 atm, 0,33 atm, dan 0,090 atm pada 2200°C, berapa Kp? 15.16 Sebuah wadah reaksi mengandung NH, Ns, dan H; pada kesetimbangan pada suhu tertentu, Konsentrasi kesetimbangan adalah [NHy] = 0,25 M, [No] = 0,11 M, dan [Hs] = 1,91 M. Hitunglah konstanta kesetimbangan K- untuk sintesis amonia jika reaksinya dinyatakan sebagai (a) Nag) + 3H) == 2NHg) (©) $N4a) + }He) == NH) Konstanta kesetimbangan K, untuk reaksi 1g) == 2) ialah 3,8 x 10° pada 727°C. Hitunglah K, dan Kp untuk kesetimbangan 2g) = 1x) pada subu yang sama. 18.18 Tekanan pada campuran reaksi CaCO\(s) = CaO(s) + COx2) pada kesetimbangan ialah 0,105 atm pada 350°C. Hitunglah Kp dan K, untuk reaksi ini. 15.19 Konstanta kesetimbangan Ky untuk reaksi PCI(g) = PCI(g) + Clie) ialah 1,05 pada 250°C. Reaksi dimulai dengan campuran PCis, PCls, dan Cl masing-masing pada tekanan 0,177 ‘atm, 0,223 atm, dan 0,111 atm pada 250°C. Bila campuran ‘mencapai kesetimbangan pada suhu itu, tekanan gas mana yang akan turun dan tekanan gas mana yang akan naik? Jelaskan alasannya, 15.20 Amonium karbamat, NH,CONH;, mengurai sebagai: NH,CO;NH4s) == 2NHy(g) + COM) Dimutai dengan padatan saja,diketahui bahwa pada 40°C tekanan gas total (NH; dan CO;)ialah 0,363 atm. Hitung- Jah tetapan kesetimbangan Kp. 15.21 Perhatikan reaksi berikut pada 1600°C: Brig) = 2Brg) Kimia Dasar 87 Bila 1,05 mol Br; dimasukkan ke dalam labu 0,980 L, 1,20 persen Br: mengalami penguraian. Hitunglah konstanta kesetimbangan K. untuk reaksi ini 15.22 Gas fosgen mumi (COCI,) sebanyak 3,00 x 107 mol, ddimasukkan ke dalam wadah 1,50 L. Gas ini dipanaskan pada 800 K, dan pada kesetimbangan tekanan CO diketahui 0,497 atm. Hitunglah konstanta kesctimbangan Kp untuk reaksi CO(g) + Ch{g) == COCs) 15.23 Perhatikan kesetimbangan 2NOBr(g) = 2NOKe) + Brig) Jika nitrosil bromida, NOBr, adalah 34 persen terurai pada 25°C dan tekanan totalnya adalah 0,25 atm, hitunglah Kp dan K, untuk penguraian pada sub ini. 15.24 Sebanyak 2,50 mol NOCI mula-mula ditempatkan di dalam wadah reaksi 1,50 L pada 400°C. Setelah kesetim- ‘bangan tercapai, diketahui 28,0 persen NOC! terurai 2NOCKg) = 2NO(g) + Clg) Hitunglah konstanta kesetimbangan K. untuk reaks! ini Menghitung Konsentrasi Kesetimbangan Pertanyaan Ulangan 15.25 Berikan definisi kuosien reaksi. Apa bedonya dengan konstanta kesetimbangan? 15.26 Buatlah garisbesar tahapan dalam menghitung konsentrasi spesi-spesi yang bereaksi dalam reaksi kesetimbangan. Soalsoal 18.27 Konstanta kesetimbangan Ky untuk reaksi 280s) + Og) = 2804) ialah 5,60 10° pada 350°C. Mula-mula SO; dan O; ddicampur masing-masing pada 0,350 atm dan 0,762 atm pada 350°C. Bila campuran berkesetimbangan, apakah tekanan totalnya lebih kecil atau lebih besar daripada jumlah tekanan semula, yaitu 1,112 atm? 15.28 Untuk sintesis amonia Nag) + 3H) == 2NHVg) konstanta kesetimbangan K- pada 375°C ialah 1,2. Dimulai dengan [H3lo = 0.76 M, [Nolo = 0,60 M, dan [NH = (0.48 M, bila campuran ini mencapai kesetimbangan, gas apa yang akan meningkat konsentrasinya dan gas apa yang akan menurun konsentrasinya? 15.29 Untuk reaksi Hy(g) + COXg) === H,0(g) + COR) pada 700°C, K, = 0,534. Hitunglah banyaknya mol Hy yang terbentuk pada kesetimbangan jika campuran 0,300 ‘mol CO dan 0,300 mol HO dipanaskan sampai 700°C dalam wadah 10.0 L. 88 Bab 15 Kesetimbangan Kimia 15.30 Sampel gas NO; muri dipanaskan hingga 1000 K dan ‘mengurai 2NOxg) = 2NO(s) + Ox) Konstanta kesetimbangan Ky ialah 158. Hasill analisis ‘menunjukkan bahwa tekanan parsial Os adalah 0,25 atm pada kesetimbangan. Hitunglah tekanan NO dan NO dalam campuran ini. Konstanta kesetimbangan K untuk reaksi Hyg) + Bes) = 2HBrig) ialah 2,18 10° pada 730°C. Dimulai dengan 3,20 mot HBr dalam wadah reaksi 12,0 L, hitunglah konsentrasi Hi, Bra, dan HBr pada kesetimbangan, Disosiasi/penguraian molekul iodin menjadi atom iodin dlinyatakan dengan 1g) = 2K) Pada 1000 K, konstanta kesetimbangan K. untuk reakst adalah 3,80 x 10°. Jika Anda mulai dengan 0,0456 mol 1h dalam labu 2,30 L pada 1000 K, berapa konsentrasi ‘gas-gas pada kesetimbangan? Konstanta kesetimbangan K_ untuk penguraian fosgen, COCI; ialah 4,63 x 10° pada 527°C: COCs) = CO) + Clie) 15.32 Hitunglah tekanan parsial kesetimbangan semua kom- Ponen, dimulai dengan fosgen murni pada 0.760 atm. Perhatikan proses kesetimbangan pada 686°C: COA(g) + Hg) == COfg) + H,0%@) Konscntrasi kesetimbangan spesi-spesi yang hereaksi adalah (CO} = 0,050 M, [I 1,045 M, [COs] = 0,086 M, dan (H,O} = 0,040 M. (a) Hitunglah K, untuk reaksi pada 686°C. (bJika Konsenirasi CO; tingkatkan menjadi 10.50 mol/L dengan menambahkan CO>,berapa konsentasi semua gas ketika kesetimbangan tercapai kembsli Pethatikan proses Kesctimbangan heterogen berikut Cis) + COXg) == 20048) Pada 700°C, tekanan total sistem diketai 450 atm. ka konstanta kesetimbangan Kp adalah 1,52, hitunglah tekanan parsial kesetimbangan CO, dan CO. Konstanta kesetimbangan K, untuk reaksi Hig) + COXg) = 1,044) + CO%s) adalah 4.2 pada 1650°C, Mula-mula 0,80 mol Hy dan 0,80 mol CO: diinjeksikan ke dalam labu 5.0 L, Hitunglah Konsentrasi setiap spesi pada kesetimbangan. 15.34 18.38 1836 Asas Le Chatelier Pertanyaan Ulangan 15.37 Jelaskan yang dimaksud dengan asas Le Chitelier. Bagai- ‘mana asas in dapat membantu kita memaksimumkan per- clehan reaksi? 15.38 Gunakan asas Le Chitelier untuk menjelaskan mengapa {ckanan uap kesetimbangan suatu cairan meningkat dengan meningkatnya subu, 15.39 Sebutkan empat faktor yang dapat menggeser posisi ke setimbangan. Faktor apa yang dapat mengubah nilai onstanta kesetimbangan? 415.40 Apa yang dimaksud dengan “possi kesctimbangan”? Apa- ah penambahan Katalis mempengaruhi posisi kesetim- bangan? Soatsoal SAL Perhatikan sistem kesetimbangan berikut SOxg) + Cl) = SO:C1Xe) Prediksi bagaimana posisi kesetimbangan akan berubah jika (a) gas Cl ditambahkan ke dalam sistem, (b) SO;C dlipindahkan dari sistem, (c) SO dipindahkan dari sistem. ‘Suhu dipertahankan tetap, Pemanasan padatan natrium bikarbonat dalam wadah tertutup mencapai kesetimbangan berikut: 2NaHCOs(s) = NaCO\6s) + HyO(g) + COx(e) ‘Apa yang akan terjadi pada posisi kesetimbangan jika (a) sedikit CO, dipindahkan dari sistem, (b) sedikit padatan [Na,CO, ditambahkan ke dalam sistem, (c) sedikit padatan NaHCO, dipindahkan dari sistem? Suu dipertahankan tetap. Perhatikan sistem kesetimbangan berikut: @aA=—=2B (by) A+B===C oa. 1842 1843 Prediksi perubahan Konstanta kesctimbangan K. yang akan terjadi dalam setiap kasus jk suhu sistem yang bereaksi sitingkatkan, Bagaimana pengaruh peningkatan tekanan pada sistem herikut yang berada pada kesetimbungannya? (@) A(s) > 281s) (6) 2K) = BO, (©) As) == Bee) (@ Ag) = Bee) (©) Atg) == 2B) SSuhu dipertahankan tetap. Dalam setiap kasus, campuran yang bereaksi berads dalam silinder yang dilengkapi dengan piston yang dapat bergerak. Pethatikan kesetimbangan 2g) = 1) Bagaimana pengaruhnya pada posisi kesetimbangan jika (a) tekanan total sistem ditingkatkan dengan menurunkan ‘volumenya, (b) I> ditambahkan ke dalam campuran reaksi, (©) suhu diturunkan? 15.46 Perhatikan proses kesetimbangan berikut: 1844 18.45 a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. a You have either reached 2 page thts unevalale fer vowing or reached your ievina tit for his book. Indeks Simbol | faraday 204 A ‘agen pengelat 239 air sadah 162 anak 265 analisis kualitatif 15S anoda 197 Arthenias, Svante A. 2 sam amino 295 asam Bronsted 96 asain dan basa 95 sam dan basa Bronsted 96 sam dcoksiribonukleat (DNA) 302 sam diprotik 110 sam kuat 10 ‘sam lemah 101 sam lemah dan Konstants lonisasi asam 10S asam lewis 123 ‘sam Nokleat 302 sam poliprotik 110 ‘asam ribonukleat (RNA) 302 ‘sas Le Chitelier 22 aspek kuanttatif dari elektolisis. 222 ‘kik 291 atom donor 239 aturan Chargaff_ 302 aturan diagonal 203 autoionisasi 97 bbahaya enerpi nuklir 275 basa Bronsted. 96 tbasa kuat 101, ‘basa lemah 102 ‘basa Jemah dan konstanta jonisasi basa 113 basa Lewis 123) baterai 211 baterai bertimbal (aki). 212 tbaterai ium Keadaan-padat 213 baterai merkuri 211 baer sel kering 211 bidentat 239 bilangan ajaib, 260 bilangan Koordinasi 239 bilangan oksidasilogam dalam senyawa, Koordinasi 240 bom atom 272 bom hikrogen 276 Bosch, Karl 64 Bragg, Lawrence 192 c cencat massa 262 Carnot, Sadi 164 Carothers, Wallace 292 Chargaf, Erwin 302 cis 43 Crick, Francis 302 cutie’ 280 ‘dampak biologis dari radiasi 280 Davy, Humphry 192 denaturan 301 deret peluruhan radioaktif. 265 ‘deret peluruhan uranium 265 det spekirokimia 247 diagram sel 198 ipeptida 295) E efek ion senama dan kelarutan 150 efek konsentrasi pada emf sel 207 elastomer 292 elekiroda 197 clektrods hidrogen standar 199 clektrokatalis 215 clektrokimia 198 elektolisis 219 elektolisis air 220 cleksolisislaratan beraie natriom Mork 221 ‘lektolisislelehan atrium Morida 219 ‘elekwrolit lemah 102 clekicometalurgi 228 ‘emf (E) 198 ‘emt standar 200 a ddan ketergantungan konstanta ‘encepi bebas 175, ‘enorpi bebas dan kesctimbangan kimia 180 ‘enerpi bebas Gibbs (G) 175, ‘energikatan inti 262 ‘energtkatan int} per nukleon 263 ‘energ-bebas pembentukan standar 176 ‘enerp-bebas reaksi standar (AGS,,) 176 cenropi (S)_ 167 centropi mutlak 168, cnuropi reaksi standar 171 centropi standar 168 cenzim $5 F faktor frekvensi 45 faktor van't Hoff 20 faktorfaktor yang mempengaruhi ‘esetimbangan kimia 79 Faraday, Michel 192 fist ini 270 Francois Raoult 12 fusi imi 295 G gaya clektromotif 198 ‘geometri senyawa Koordinasi 242 Gibbs, Josiah W. 164 Goodyear, Charles 292 rugus amida 298 Haber, Frit 6 Haha, Ono 286 has reaksi 75, hasikal ton 146 nasil ion dari ait 98 hnasitkali Kelantan 145 Hawonh, W. 96 hevea brasiliensis 291 hidrasi 6 hidroksida amfoter_ 154 hidrotsis garam 116 hhdrotisis ton logam 118 hipertonik 18 hipotooik 18 hhomopotimer 290 Inubungan antara konsentrasireaktan dan waktu 36 hnubungan antara konstanta-konstanta ionisasi ssam-basa Konjugat 115 ‘nubungan kesetaraan massa-cnergi Einstein 262 hhokum Henry 10 haku Ketiga termodinamika 174 fhokum ketiga termodinamika dan entropi rmutlak 174 hhokum tau 33) hhokum raoult 12 ‘katan dalam senyawa koondinai: Teor Medan Kristal 244 ikatan peptida 295 implost 276 indikator asam-basa 142 induk 265 jon dipot 295 jon kompleks. 152 jonisasi basa 113, isotaktik 291 isotonik 18 isotop dalam Kedokteran 279 J jembatan garam 197 325 326 Indeks jenis arutan 4 K Aapasitas bufer 132 atalis 2 Keatais biologis $3 eatalisis $2 atalisis enzim 55 Katalisisheterogen $3, Seatalisis homogen $4 atoda 197 Kadam oksidasi 237 Kekuatan asam dan hast 101 Kelabilan kinetik 250 eenaikan ttk didih Ls Kesetimhangan asam-basa dan kesetimbangan ‘elaruta 131 kesetimbangan fisis 66 Kesetimbangan heterogen 72 kesetimbangan homogen 69 kKesetimbangan ion kompleks dan kelarutan 132 kesetimbangan kelarutan 145 kesetimbangan kimia 65, 6 kespontanan reaksi redoks. 204 ketiga hukum ermodinamika 166 imia inti 257 kimia senyawa koordinasi kinetka kimia 29, 30 kinetka peluruhan radioaktif 265 kompleks inert 251 Kompleks lbil 250 Kompleks teraktifkan 4 onfiguras!elektron 236 Konsep kesetimbangan 6&8 onstanta 3 onstanta hasilkali ton 98 onstantaionisasi asam 10S onstantaionisasi basa 113 onstanta Kenaikan titk didih molal 1S, Konstanta kesetimbangan 66 Konstanta taj 34 Konstan laju katalitik $2 onstanta pembentukan 153 Konstanta penurunan tit beku molal LS onverter kataltik 53 Kooperativitas 300 Kopolimer 292 korosi 215) renasi 18 kristalisasi 4 L Iaju reaksi 20 larutan bufer 132 larutan ideal Ld larutan jeoub 4 Jarutan Fewat jens 4 Jarutan takjenut) 4 Le Chitelier, Henry 22 35 Lewis, GN. 123 ligan 239 ligan medan-kuat 247 ligan medan-lemah 247 M smampu bercampur 6 ‘massa kets 271 ‘massa subhriis. 271 Maxwell, James. 164 imekanisme reaksi 48 mekanisme reaksi dan hukum laju 48 ‘membran semipermeabel 16 ‘membuat laruian bafer dengan pH spesifik Bt ‘memprediksi arah reaksi 75 memprediksi reaksi pengendapan 149 ‘menghitung konsentrasi kesetimbangan 76 menyetarakan persamaan inti 258 rmenyetarakan persamaan redoks 194 metode ion-lcktron 194 metode isolasi 35 Miller, Sunley 288 moderator 272 ‘molal 7 ‘molalitas 7 ‘molaritas 7 ‘molekularitas eaksi 49 ‘monodentat 239 ‘monomer 290 N ‘eoprena 292 ‘neutron 288 ‘sukleon 262 ‘aukleotida 302 o ‘oksida amfoterik 120 ‘oksida asam 120 ‘oksida basa 120 ‘orde reaksi 34 ‘osmosis. 16 overvoltase 221 ‘pasangan asar-basa konjugat 96 ppasangan basa 302 ‘pasangan jon 20 pasivasi 218 Pauling, Linus 94 ppembelahan medan kristal 245 ‘pemancarandemisi partkel 6 260 ‘pembelahan medan Kristal dalam kompleks ‘oktahedral 245 ‘pemercepat partikel 269 ‘pemumian logam tembaga 225 ‘penamaan senyawa Koondinasi 241 penangkapan elektron 262 Peveccan mengpsctan top Ilion penarithan meaggunakan ict wraniam.234 267 penarikan radiokarbon 266 encacah 280 ppencacah Geiger 280 pendekatan berjenjang 108 ‘Pengaruh subw terhadap Kelarutan 9 ‘Pengarub tckanan terhadap Kelarutan gas 10 [penggunaan isowop 278 ‘emurunan tik beku LS Pethndingan nern-tada- pte (np) perlindungan katodik 218 persamaan Artbenivs 45 persamaan Henderson-Hasselhalch 135 persamaan kuadrat 108 persamaan Nernst 207 persen berdasar massa 7 Persen ionisasi 109 Perubahan entropi dalam lingkungan 172 Perubahan entropi dalam sistem 171 perunut (tracer) 279 pH 99 pita stabiltas 260 plasina 276 polidentat 239 polimer 290 Polimer organik 289 polimer organik sinietik 290 polusi termal 10 Positron 259) potensial membean 210 Potensial eduksi standar 199 Potensial sel 198 Produksi logam aluminium 224 proses Haber proses Ostwald $3 ‘roses pelarutan dari sudut pandang molekul 4 roses spontan dan entropi 166 protein 295 Protein tedenarucasi 301 proton 258 rad 280 radiasi genet 282 ‘ainsi somatik 282 radioaktvitas 258 ‘ndioaktivitas alami 265 RBE (Relative Biological Effectiveness). 280 reaksi adisi 290 reaksi bimolekular 49 ‘eaksi gandeng (coupled reaction) 184 reaksi Kondensasi 292 reaksi orde-kedua $1 reaksi orde-pertama 36 reaksi rantai inti 271 reaksi redoks 194 reaksi redoks dan elektrokimia 193, reaksi spontan 166 reaksi termolekular 49 reaksitermoouklie 278 reaksi unimolekular 49 reaksi-reaksi seayawa koordinasi 250 reaksi-reaksi setengah-sel 197 reaktor ai-berat 273, reaktor airringan 272 reaktor fusi 276 reaktor nuklir 272 reaktor pembiak 274 rem (Roentgen Equivalent for Man) 280 resid 298 Rosenberg, Barnett 234 s sel bahan bakar 213, sel Downs. 219 sel elektrolitik 219 sel galvanik 197 scl Konsentrasi 210 sel Leclanché 211 sel volta 197 senyawa koordinasi 234, 238 sifat asamm-basa dari air 97 ‘fat asam-basa dari garam 116 sifat fini lawton 3 sifat Koligatif 12 sifat koligatifelektrlit 20 sifatreaksi inti 288 sifotsifatlogam transisi 236 sifatsifat polimer 290 sindiotaktik 291 sisplatin 234 solvast 6 sotensen, Soren 99 stabiltas in 259 Staudinger, Hermann 2%0 Surassman, Frit? 256 struktur kuaterer 299 struktur primer 209 saruktur protein 298 struktue sekunder 299 ssruktur tersier 299 substrat 55 subunit 299 Szent-Gorg Albert 94 % tahap clementer 48, 68 tahap penentu lau 50 tapak aktit $$ tekanan osmotik 16 teori koordinasi Werner 239 teori medan Kristal 244 teori tumbukan 3 termodinamika 165 termodinamika dalam sistem biologis. 184 sik akhir 142 Indeks 327 titasi asum kuat-basa kuat_ 137 titasiasaum kuat-base lemah 141 titast sam lemab-basa ust 138 trans 243, ‘wansmutasi inti 258, 268 ‘ranspirasi 18 u ‘uosur tansuraniuen 270 v valemsi primer 239 valensi sekunder 239 voltae set 198 wulkanisasi 292 w wadah magnetik 276 waktu penggandaan 274 Waktu-paruh 32 wama komplementer 246 ‘Watson, James 302 z zat antara 49 KIMIA DASAR KONSEP-KONSEP INTI Edisi ketiga dari General Chemistry: The Essential Concepts (terbit di Indonesia ere MNO ea Cun auc a Ree Ree eke en ine Wu Rani Ce ee Cun un ae ee Me Rn ren a ec memperoleh dasar ilmu kimia yang mantap. Walaupun buku ini lebih tipis (total jlid eee eC cunt em any (lebih dari 1000 halaman), namun topik-topik inti di atas dibahas dengan tingkat Peer Ne ue WC a en a eee | Dee aN eae ue ci) Seo ee eC OM Ma USE WM ae See ne Cine Cm tae Rec Daftar isi Ringkas (Jilid 2): CoS ee Perce tar) Coser accu Ceres Bab 17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan ee Ree! Cece aera Cee ene ceria) Col Cer ae Cea aa) ecu ir CC eu A Rae era a a ec uneean eg eae en ee Oh eas eR ner Ce cur MCR Cale MERC CCR etc ke neue’ ‘American Chemical Society Examination Committee, the National Chemistry Olympiad SU eee URL Ree CMa eMC ua eam el Seo IA Boliau juga merupakan salah seorang editor dari The Chemical Educator, Beliau telah PSC enn CCL Me Gaeca pc! ‘5 PENERBIT ERLANGGA Kami Melayani mu Pengetahuar 4. H. Baping Raya No.100 Ciracas, Jakarta 13740 E-mail: editor@erlangga.net Website: http:/www.ertangga.co.id