DEFINISI Pleural Fluida cairan pleura adalah cairan yang mengisi daerah di sekitar paru-paru.

Secara khusus, ini mengisi ruang antara lapisan rongga dada (pleura visceral) dan selaput paru-paru (pleura parietalis). Ruang ini dikenal sebagai ruang pleura. meminyaki cairan pleura daerah untuk memungkinkan gerakan halus dari paru-paru dalam dada (1). Dalam kasus mesothelioma pleura ganas, cairan pleura abnormal dapat terakumulasi dalam jumlah besar dalam kondisi yang dikenal sebagai efusi pleura (2). cairan pleura serosa adalah cairan yang dihasilkan oleh pleurae normal. Sebagian besar cairan yang dihasilkan oleh sirkulasi parietalis (arteri interkostalis) melalui aliran massal dan diserap oleh sistem limfatik. Dengan demikian, cairan pleura yang diproduksi dan diserap kembali secara terus menerus. Dalam 70 kg normal manusia, beberapa mililiter cairan pleura selalu hadir dalam ruang intrapleural. [2] besar jumlah cairan dapat menumpuk dalam ruang pleura hanya ketika tingkat produksi melebihi tingkat reabsorpsi. Biasanya, tingkat reabsorpsi meningkat sebagai respon fisiologis untuk mengumpulkan cairan, dengan tingkat reabsorpsi meningkat hingga 40 kali tingkat normal sebelum signifikan jumlah cairan menumpuk di dalam rongga pleura. Dengan demikian, peningkatan yang mendalam dalam produksi cairan pleura atau memblokir dari sistem limfatik penyerapan diperlukan untuk cairan terakumulasi di dalam ruang pleura.

FISIOLOGI Pleura adalah suatu lapisan ganda jaringan tipis yang terdiri dari; sel-sel mesotelial, jaringan ikat, pembuluh pembuluh darah kapiler, dan pembuluh pembuluh getah bening. Seluruh jaringan tersebut memisahkan paru paru dari dinding dada dan mediastinum. Pleura terdiri dari 2 lapisan yang berbeda yakni pleura viseralis dan pleura parietalis. Kedua lapisan pleura ini bersatu pada hilus paru. Dalam beberapa hal terdapat perbedaan antara kedua pleura ini yakni: a. Pleura viseralis, bagian permukaan luarnya terdiri dari selapis sel mesotelial yang tipis (tebalnya tidak lebih dari 30 um). Diantara celah celah sel ini terdapat beberapa sel limfosit. Dibawah sel sel mesotellial ini terdapat endopleura yang berisi fibrosit dan histiosit. Seterusnya dibawah ini (dinamakan lapisan tengah) terdapat jaringan kolagen dan serat serat elastik. Pada lapisan terbawah terdapat jaringan interstitial sebpleura yang sangat banyak mengandung pembuluh darah kapiler dari Arteri pulmonalis dan Arteri brakialis serta pembuluh getah bening. Keseluruhan jaringan pleura viseral ini menempel dengan kuat pada jaringan parenkim paru. b. Pleura parietalis, disini lapisan jaringan lebih tebal dan terdiri juga dari sel-sel mesotelial dan jaringan ikat (jaringan kolagen dan serat serat elastik). Dalam jaringan ikat ini terdapat pembuluh kapiler dari A. interkostalis dan A. mammaria interna, pembuluh getah bening dan banyak reseptor saraf saraf sensoris yang peka terhadap rasa sakit dan perbedaan temperatur. Sistem persarafan ini berasal dari nervus interkostalis dinding dada dan alirannya sesuai dengan dermatom dada. Keseluruhan jaringan pleura parietalis ini menempel dengan mudah, tapi juga mudah dilepaskan dari dinding dada diatasnya.

Paru-paru dibungkus oleh pleura. Pleura ada yang menempel langsung ke paru, disebut sebagai pleura visceral. Sedangkan pleura parietal menempel pada dinding rongga dada dalam. Diantara pleura visceral dan pleura parietal terdapat cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan pergerakan dan pengembangan paru secara bebas tanpa ada gesekan dengan dinding dada kANDUNGAN

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful