Ilmu Tasawuf PENDAHULUAN Sejak empat belas abad yang silam, al-Qur’an telah menginformasikan bahwa ajaran Islam

yang di bawa oleh Nabi Muhammad saw. adalah sebagai rahmat bagi semesta alam (lihat al-Qur’an surat al-An’am ayat: 107). Sayyid Qutb, Ibn Jarir al-Thabary dan Ahmad Mustafa al-Maraghy, sebagai mufassir berpendapat bahwa maksud rahmat ini adalah dapat di terima oleh seluruh umat manusia, apakah mereka dari kalangan mukmin maupun mereka yang bukan mukmin. Dalam arti lain bahwa, rahmatan li al-‘alamin bisa bermakna bahwa ajaran Islam sejak diturunkannya telah memiliki karakteristik sebagai ajaran yang abadi, sempurna dan universal. Kebanyakan kalangan muslim percaya bahwa salah satu aspek penting untuk mengetahui keuniversalan ajaran Islam tersebut adalah adanya dorongan untuk senantiasa mencari ilmu pengetahuan dimana saja dan kapan saja umat Islam berada. Dengan adanya dorongan dari ayat-ayat alQur’an maupun dalam al-Hadits yang menganjurkan umat Islam agar mencari ilmu pengetahuan inilah yang menyebabkan lahirnya beberapa disiplin ilmu pengetahuan dalam Islam, dimana salah satu di antaranya adalah lahirnya ilmu tasawuf yang akan dibahas dalam isi makalah ini. Ilmu tasawuf sesungguhnya ialah salah satu cabang dari ilmu-ilmu Islam yang utama, selain ilmu Tauhid (Ushuluddin)dan ilmu Fiqih. Yang mana dalam ilmu Tauhid bertugas membahas tentang soal-soal I’tiqad (kepercayaan) seperti I’tiqad (kepercayaan) mengenai hal Ketuhanan, kerasulan, hari ahir, ketentuan qadla’ dan qadar Allah dan sebagainya. Kemudian dalam ilmu Fiqih adalah lebih membahas tentang hal-hal ibadah yang bersifat dhahir (lahir), seperti soal shalat, puasa, zakat, ibadah haji dan sebagainya. Sedangkan dalam ilmu Tasawuf lebih membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak, budi pekerti, amalan ibadah yang bertalian dengan masalah bathin (hati), seperti: cara-cara ihlash,khusu’, taubat, tawadhu’, sabar, redhla (kerelaan), tawakkal dan yang lainnya. Sesuai dengan beban tugas yang diberikan kepada penulis untuk membahas tentang Bidang Studi Ilmu Tasawuf, maka dalam makalah ini sengaja di batasi uraian pengembangnnya hanya sekitar : Sejarah perkembangan Tasawuf yang meliputi: Tentang pengertian tasawuf, asal usul tasawuf, tokoh-tokoh tasawuf dan pokok-pokok ajarannya. SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF Pada dasarnya sejarah awal perkembangan tasawuf, adalah sudah ada sejak zaman kehidupan Nabi saw. Hal ini dapat dilihat bagaimana peristiwa dan prilaku kehidupan Nabi saw. sebelum diangkat menjadi rasul. Beliau berhari-hari pernah berkhalwat di Gua Hira’, terutama pada bulan ramadlan.

Hal itu di kuatkan oleh salah satu do’a Nabi saw.) ialah periode tasawuf pada masa “Khulafaurrasyidin” yakni masa kehidupan empat sahabat besar setelah Nabi saw. Ibn Majah.Disana Nabi saw lebih banyak berdzikir dan bertafakkur dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dalam segala perbuatan dan ucapan mereka jelas senantiasa mengikuti tata cara kehidupan Nabi saw. pada periode ini munculah kelompok(gerakan) tasawuf yang memisahkan diri terhadap konflik-konflik politik yang di lancarkan oleh dinasti bani Umayyah yang sedang berkuasa guna menumpas lawan-lawan politiknya. ia terkenal kezuhudan dan kesederhanaannya. Abu Ubaidah bin Jarrah. Diriwayatkan pernah suatu ketika setelah ia menjabat sebagai khalifah (Amirul Mukminin). al-Tirmizi. Usman ibn Affan. adalah diyakini merupakan benih-benih timbulnya tasawuf. Diantara para Ahlus Suffah itu ialah. . ketaqwaannya.sahabat Abu Hurairah. Selain mengacu pada kehidupan keempat khalifah di atas. dimana dalam kehidupan sehari-hari Nabi saw. Salman al-Farisi. yaitu mereka yang membersihkan diri dari apa yang pernah mereka lakukan dan yang telah mereka dukung atas kasus terbunuhnya Imam Husain bin Ali di Karbala oleh pasukan Muawiyyah.Salah satu contoh sahabat yang dianggap mempunyai kemiripan hidup seperti Nabi saw. Kehidupan para khulafaurrasyidin tersebut selalu dijadikan acuan oleh para sufi. budi pekerti luhur dan yang lainnya. adalah sahabat Umar Ibn al-Khattab. Umar ibn al-Khattab. Gerakan tasawuf tersebut diberi nama “Tawwabun” (kaum Tawwabin). terutama yang bertalian dengan keteguhan imannya. (HR. Perkembangan tasawuf selanjutnya adalah masuk pada periode generasi setelah sahabat yakni pada masa kehidupan para “Tabi’in (sekitar abad ke-1 dan abad ke-2 Hijriyah). beliau terkenal dengan keheningan jiwa dan kebersihan kalbunya. yaitu pada masa Abu Bakar al-Siddiq. Dalam aspek lain dari sisi prikehidupan Nabi saw. dan masa Ali ibn Abi Thalib. Abu Zar al-Ghiffari. Imran bin Husain. Sejarah perkembangan tasawuf berikutnya (periode kedua setelah periode Nabi saw. di Gua Hira’ inilah yang merupakan acuan utama para sufi dalam melakukan khalwat. yang tinggal di masjid nabawi di Madinah dalam keadaan serba miskin namun senantiasa teguh dalam memegang akidah dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. Muadz bin Jabal. sangatlah sederhana. kezuhudan. dan mereka bertaubat dengan cara mengisi kehidupan sepenuhnya dengan . zuhud dan tak pernah terpesona oleh kemewahan duniawi. karena para sahabat diyakini sebagai murid langsung Nabi saw. dan al-Hakim). Abdullah bin Abbas dan Huzaifah bin Yaman dan lain-lain. para ahli sufi juga merujuk pada kehidupan para “Ahlus Suffah” yaitu para sahabat Nabi saw. hidupkanlah aku dalam kemiskinan dan matikanlah aku selaku orang miskin”. ia berpidato dengan memakai baju bertambal dua belas sobekan. Pengasingan diri Nabi saw. beliau pernah bermohon yang artinya: “Wahai Allah. Abdullah bin Mas’ud.

adalah pada masa Husain bin Mansur al-Hallaj (244-309 H ). . Sejarah perkembangan tasawuf selanjutnya adalah memasuki periode abad ke-7. yang ditandai lahirnya beberapa tokoh tarikat besar seperti: Tarikat Qadiriyah oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jailani di Bagdad (470-561 H. Dan sesudah abad ke-7 inilah tidak ada lagi tokoh-tokoh besar yang membawa ide tersendiri dalam hal pengetahuan tasawuf. serta “Ittihad” (Bersatunya hamba dengan Tuhan).beribadah. Kecuali itu pada abad ke-6 dan abad ke-7 ini pula muncul beberapa aliran tasawuf amali. Imam al-Ghazali.) dan sebagainya. Ibnu Arabi telah berhasil menemukan teori baru dalam bidang tasawuf filsafat yakni tenyang “Wahdatul Wujud”. Periode sejarah perkembangan tasawuf pada abad ke-5 Hijriyah terutama tasawuf filsafat telah mengalami kemunduran luar biasa. Sirri as-Saqafi.578 H. Adapun tokoh-tokoh tasawuf filsafat yang terkenal pada saat itu diantaranya: Abu Yazid al-Bustami (W. cenderung pada kajian tasawuf yang bersifat akhlak yang di dasarkan pada al-Qur’an dan al-Sunnah yang biasa di sebut dengan “Tasawuf Sunni” dengan tokoh-tokoh terkenalnya seperti : Haris al-Muhasibi (Basrah). Dan pada periode ini perkembangan sejarah tasawuf sunni mengalami kejayaan pesat.). yang banyak diikuti oleh tokoh-tokoh lainnya seperti Ibnu Sab’in. Pada masa ini terdapat dua kecenderungan para tokoh tasawuf. Abu Ali ar-Ruzbani dan lainlain. dimana tasawuf filsafat mengalami kemajuan kembali yang dimunculkan oleh tokoh terkenal yakni Ibnu Arabi.260 H. Pertama. Gerakan kaum Tawwabin ini dipimpin oleh Mukhtar bin Ubaid asSaqafi yang ahir kehidupannya terbunuh di Kuffah pada tahun 68 H. Adapun puncak perkembangan tasawuf filsafat pada abad ke-3 dan abad ke-4. dikatakan demikian karena tasawuf telah berbaur dengan kajian filsafat metafisika.). Abu Ismail Abdullah bin Muhammad al-Ansari al-Harawi (396-481 H. ia merupakan tokoh yang dianggap paling kontroversial dalam sejarah tasawuf.Kelompok kedua.) dengan konsep tasawuf filsafatnya yang terkenal yakni tentang “Fana dan Baqa” (peleburan diri untuk mencapai keabadian dalam diri Ilahi). sehingga ahirnya harus menemui ajalnya di taing gantungan. adalah yang cenderung pada kajian tasawuf filsafat. kalau toh ada hal itu hanyalah sebagai seorang pengembang ide para tokoh pendahulunya. Sejarah perkembangan tasawuf berikutnya adalah memasuki abad ke3 dan abad ke-4 Hijriyah. seorang penentang tasawuf filsafat yang paling keras yang telah disebarluaskan oleh al-Bustani dan al-Hallaj. Dan puncak kecemerlangan tasawuf suni ini adalah pada masa al-Ghazali. yang karena keluasan ilmu dan kedudukannya yang tinggi. hingga ia mendapatkan suatu gelar kehormatan sebagai “Hujjatul Islam”. hal itu ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh tasawuf sunni seperti. Jalaluddin ar-Rumi dan sebagainya. hal itu akibat meninggalnya al-Hallaj sebagai tokoh utamanya. Tarikat Rifa’iyah yang didirikan oleh Ahmad bin Ali Abul Abbas ar-Rifa’I di Irak (W.

PENGERTIAN TASAWUF Secara etimologi (dari segi bahasa). diantaranya: (1)Menurut Abu Yazid al-Bustami secara luas mendefinisikan bahwa. persembahan yang berhubungan langsung dengan Allah (sufi). (7) Dan Tasawuf juga berasal dari akar kata Suf. (3) Tasawuf berasal dari kata Suffah. yaitu sejenis buahbuahan kecil berbulu yang banyak tumbuh di gurun pasir Saudi Arabia. yang artinya barisan dalam shalat berjamaah. Alasannya adalah bahwa seorang sufi itu memiliki iman yang kuat dan selalu memilih sah terdepan dalam shalat berjamaah. (6) Tasawuf yang dalam bahasa Yunani berasal dari kata Theosophi (Theo=Tuhan.200 H. memberi istilah bahwa. artinya hikmat Ketuhanan. putus hubungan dengan manusia dalam menghadap Allah Swt. dengan alasan karena ajaran tasawuf banyak membicarakan masalah Ketuhanan. supaya dia mudah menuju pada Allah Swt. (4) Tasawuf (Sufi) adalah merujuk pada kata Safwah. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa yang di maksud dengan tasawuf ialah suatu ketekunan dalam beribadah. Dan baginya tiada beda antara harga emas dengan pasir. artinya bersih atau suci. dan Sophos=Hikmah). sedikitnya ada 7 macam asal kata Tasawuf. (5) Tasawuf juga berasal dari akar kata Safa atau Safw. Tasawuf ialah mengambil hakikat dan tidak tamak dari apa yang ada dalam genggaman tangan makhluk. maksudnya seorang sufi itu kehidupannya di arahkan pada pensucian batin untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. yakni melepaskan diri dari perangai yang tercela. berlaku zuhud terhadap yang di buru oleh kebanyakan . Karena diyakini bahwa seorang sufi itu biasa memandang dirinya sebagai orang pilihan atau oarang yang terbaik. terdapat beberapa pendapat dari para tokoh. menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan mendekatkan diri kepada Tuhan. sebagai lambang kemiskinan dan kesederhanaan yang biasa dilawankan dengan pakaian sutra yang biasa di pakai oleh orang-orang kaya. (3) Hamka. Adapun pengertian Tasawuf secara Terminologi (menurut arti istilah).) mendefinisikan bahwa. tasawuf itu mencakup tiga aspek penting. menurut Sahl at-Tustari ialah orang yang bersih dari kekeruhan . Disebut demikian . Pengambilan kata ini karena kebanyakan orang-orang sufi itu memakai pakaian berbulu dan hidup dalam kegersangan fisik. karena orang-orang sufi itu kebanyakan memakai pakaian yang terbuat dari bulu binatang. (2) Ma’ruf al-Karkhi (W. yang berarti sesuatu yang terpilih atau yang terbaik. penuh dengan renungan. artinya pelana kuda yang biasa digunakan oleh para sahabat Nabi saw. (2) Tasawuf berasal dari kata Saufanah. diantaranya: (1) Tasawuf berasal dari kata Saff. (4) Adapun yang dimaksud dengan istilah sufi. artinya Wol atau kain kasar dari bulu domba. Tasawuf adalah membersihkan jiwa dari pengaruh benda atau alam. yang miskin untuk bantal tidur diatas bangku batu yang terdapat di samping masjid nabawi (Madinah). menjauhkan diri dari hal kemewahan duniawi.

Teori-teori yang menyatakan bahwa ajaran tasawuf itu di pengaruhi oleh unsur-unsur asing.adalah sulit dibuktikan kebenarannya. kesenangan roh yang sebenarnya adalah di alam samawi. Dalam literatur Arab terdapat tulisan tentang “Rahib” yang mengasingkan diri di padang pasir Saudi Arabia. seperti kelezatan dan harta benda dan selalu menghindarkan diri dari makhluk di dalam berkhalwat (mengasingkan diri) untuk beribadah. Falsafah Emanasi Plotinus. Falsafah Emanasi Plotinus mengatakan bahwa. Pensucian roh ialah dengan meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan sedekat mungkin. Faham Fana’ yang terdapat dalam sufisme hampir serupa dengan faham nirwana. kalau bisa bersatu dengan Tuhan. dimana mereka meninggalkan dunia. Ajaran Pythagoras untuk meninggalkan dunia dan pergi berkontemplasi. Tetapi dengan masuknya kealam materi. untuk selanjutnya berkontemplasi. Manusia harus membersihkan roh dengan meninggalkan kehidupan materi yaitu dengan jalan Zuhud. bahwa roh manusia itu bersifat kekal dan berada di dunia sebagai orang asing. wujud ini memancar dari Zat Tuhan yang Maha Esa. Menurut Harun Nasution. roh menjadi kotor. inilah menurut sebagian orang yang mempengaruhi timbulnya zuhud dan sufisme dalam Islam. kemah mereka yang sederhana menjadi tempat berlindung bagi orang yang kemalaman dan kemurahan hati mereka menjadi tempat memperoleh makan bagi musafir yang kelaparan. Ajaran Hinduisme.manusia. Untuk mencapai nirwana. lampu yang mereka pasang di malam hari menjadi petunjuk jalan bagi kafilah yang berlalu. diantaranya: • • • • • • Adanya pengaruh Kristen. hal itu diyakini adalah atas pengaruh cara hidup para rahib Kristen tersebut. Roh berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Ajaran Hindu yang juga mendorong manusia untuk meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan untuk mencapai persatuan Atman dengan Brahman. sebagaimana uraian keterangan di atas. memilih hidup sederhana dan mengasingkan diri. ASAL-USUL TASAWUF Teori mengenai asal timbulnya tasawuf atau munculnya aliran sufisme dalam Islam terdapat beberapa perbedaan. Sebab dalam ajaran Islam sendiri terdapat ayat-ayat al-Qur’an dan al-Hadits yang . Pengaruh Falsafah Mistik Pythagoras. Badan jasmani merupakan penjara bagi roh. Falsafah Mistik Pythagoras berpendapat. yakni dengan faham menjahui dunia dan hidup mengasingkan diri dalam biara. dan untuk dapat kembali ketempat asalnya roh harus lebih dulu di bersihkan. Hampir ada kesamaan dengan Zahid dan Sufi dalam Islam. Ajaran Budha Dengan Faham Nirwananya. orang harus meninggalkan dunia dan memasuki hidup kontemplasi.

Termasuk didalamnya adalah teori-teori tasawuf menurut berbagai tokoh tasawuf dan tokoh luar tasawuf yang berwujud ungkapan sistematis dan filosofis. Tidak hanya sekedar teori belaka. Tasawuf amali adalah tasawuf yang membahas tentang bagaimana cara mendekatkan diri kepada Tuhan. dunia dan akhirat. yakni: Tasawuf akhlaki adalah ajaran tasawuf yang membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa yang diformulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku yang ketat. Orang yang menjalankan ajaran tasawuf ini akan mendapat keseimbangan dalam kehidupannya.menggambarkan tentang dekatnya manusia dengan Tuhannya. tahalli (menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji) dan tajalli (terungkap nur yang gaib bagi hati yang bersih sehingga mampu menangkap cahaya ketuhanan). yang dalam ilmu tasawuf terkenal dengan Takhalli (pengosongan diri dari sifat-sifat tercela). guna mencapai kebahagiaan yang optimal. PEMBAGIAN TASAWUF Secara keseluruhan ilmu tasawuf bisa dikelompokkan menjadi dua. Dalam ayat yang lain seperti al-Qur’an Surat Qaff ayat 16. tetapi menuntut adanya pengamalan dalam rangka mencapai tujuan tasawuf. Tasawuf yang tercakup dalam bagian ini ialah sejarah lahirnya tasawuf dan perkembangannya sehingga menjelma ilmu yang berdiri sendiri. Tasawuf amali berkonotasikan tarekat. yang artinya: “Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku. dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”. dan berakhlak mulia. juga menyebutkan yang artinya: “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya. Diantaranya terdapat dalam al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186 menunjukkan. Sementara ada lagi yang membagi tasawuf menjadi tiga bagian. manusia lebih dahulu mengindentifikasikan eksistensi dirinya dengan ciri-ciri ketuhanan melalui penyucian jiwa raga yang bermula dari pembentukan pribadi yang bermoral paripurna. Bagian kedua ialah tasawuf amali atau tathbiqi yaitu tasawuf terapan. antara material dan spritual. yakni ajaran tasawuf yang praktis. maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat”. Tasawuf falsafi . bagian pertama yakni tasawuf ilmi atau nadhari yaitu tasawuf bersifat teoritis.

tokoh yang menurut tasawuf kalasik. semisal Al-Qusyairi dan Al-Attar adalah peletak tasawuf dalam perkembangannya dari zuhud. karena ajaran dan metodenya didasarkan pada rasa (dauq) dan tidak pula bisa dikatagorikan tasawuf (yang murni) karena sering diuangkapkan dengan bahasa filsafat. yang dikenal dengan syathahat yaitu suatu ungkapa yang sulit dipahami. Tokoh-tokohnya ialah Abu Yazid Al-Busthami. Tasawuf falsafi . maka sembahlah aku”. Ibnu Arabi dan Syech Siti Jenar. alangkah Maha Agungnya keadaan-Ku”. dan berbicara dengan nama Tuhan. Walaupun demikian tasawuf filosofis tidak bisa dipandang sebagai filsafat. Tetapi sebenarnya ketiga tasawuf ini tidak bisa dipisahkan secara dikotomik. Imam Ja’far Al-Shadiq adalah peletak dasar-dasar al-muqomat wa al-ahwal. dan menimbulkan tragedi. Maha Suci Aku. Dalam upaya mengungkapkan pengalaman rohaninya. Dalam Al-Ittihad identitas telah menjadi satu. sebab dalam prakteknya ketiganya tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lainnya. “Maha suci Aku. yaitu: 1. Al-Hallaj. Abu Yazid Al-Busthami mempunyai teori Al-Ittihad. Diantara Syathatiyyat diungkapkan oleh al-Busthami ialah: “Tiada Tuhan selain dari Aku. Tasawuf sunni Tokoh yang paling menonjol dalam tasawuf sunni adalah Imam Al-Qusyairi (w. para sufi falsafi sering menggunakan ungkapan-ungkapan yang samar-samar.yaitu tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi intuitif dan visi rasional. bahkan menurut Al-Jauzi dan Al-Sulami. Kemenangan ini berpengaruh kepada sosok pelopor dakwah Islam di Indonesia yang ternyata mereka adalah anak cucu Imam Ahmad Ibn Isa Al-Muhajir yang garis keturunannya melacak kepada Imam Ja’far Al-Shadiq. yang sering mengakibatkan kesalahpahaman pihak luar. suatu tingkatan dimana yang mencintai dan dicintai telah menjadi satu. 2.465 H) yang berperan melapangkan jalan bagi Al-Ghazali untuk memenangkan tasawuf sunni di dunia Islam. “Tidak ada sesuatu dalam bajuku ini kecuali Allah”. yaitu suatu tingkatan tasawuf dimana di mana seorang sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan. Sufi yang bersangkutan dikarenakan fana-nya telah tak mempunyai kesadaran lagi. sehingga satu dari mereka dapat memanggil yang satu lagi dengan kata-kata: “Hai Aku”. Jadi secara garis besar ada dua model tasawuf yang berkembang di Indonesia pada saat itu.

) Hujatul Islam Abu Hamid al-Ghazali (wafat 505 H. ia juga seorang ahli kimia.Tasawuf falsafi di Indonesia tidak mencatat keberhasilan yang berkelanjutan karena para ulama terdahulu dalam dakwah berkiblat kepada tasawuf sunni. mereka diantaranya yang sangat terkenal ialah: • • • • • • • • • • • • • • • Syeikh Hasan Basri (wafat 110 H. Masa itu dianggap sebagai tahap pertama perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia yang dinamakan tahap pengenalan. Dalam tasawuf ia dikenal sebagai peletak dasar ajaran tentang “makrifat”. yaitu pengetahuan tentang Tuhan .) Syaikh Syaqiq al-Balakhi (wafat 195 H.) Syeikhah Rabiatul Adawiyah (wafat 135 H.) Syeikh Siri Siqthi (wafat 257 H.) Syeikh Abu Thalib al-Makki (wafat 386 H. Zuhud adalah keadaan meninggalkan dunia dan hidup kematerian. mendasarkan pokok ajaran tasawufnya berdasarkan zuhud dan wara’. menurutnya pengetahuan tentang Tuhan itu mempunyai tiga tingkatan.) Syeikh Abu Yazid al-Busthami (wafat…H. (2) Pengetahuan Ulama. dalam makalah ini hanya akan di kutip dari sebagaian pendapat saja.) Syeikh Ibrahim bin Adham (wafat 161 H. yaitu: (1) Pengetahauan awam. yaitu pengetahuan tentang Tuhan dengan perantaraan ucapan kalimat Syahadat. Adapun pokok-pokok ajaran dari para tokoh tersebut di atas.) Syeikh Juneid al-Bagdadi (wafat 297 H. Sedang Wara’ dalam konsep tasawuf artinya. selalu menjauhi hal-hal yang tidak baik (meninggalkan segala hal yang di dalamnya terdapat “Subhat” atau keragu-raguan). seorang tokoh sufi dari kalangan tabi’in yang terkenal kealimannya. TOKOH-TOKOH TASAWUF DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Dalam kajian ilmu tasawuf.) Syeikh al-Qusyairi (wafat 465 H. Dia benar-benar berdiri pada sisi-sisi yang berlawanan dengan wali songo. Tetapi tidak bisa menutup mata adanya aliran yang berlawanan yang dipelopori oleh seorang tokoh legendaris yaitu Siti Jenar yang diantara ajaran-ajarannya tercium penyimpangan yang bertujuan melepaskan kewajiban dan ketentuan syariat.) Syeikh Ma’ruf al-Kharkhi (wafat 200 H.) Syeikh Husain bin Mansur al-Hallaj (wafat 309 H. telah lahir beberapa ulama dalam bidang Tasawuf.) Syeikh Dzun Nun al-Mishri (wafat 245 H.) Syeikh Sufyan Tsuri (wafat 161 H. diantaranya: • • Sufyan as-Sauri.) 15.Syeikh Ibnu Arabi dan masih banyak yang lainnya. Dzun Nun al-Mishri. adalah disamping seorang sufi.

Dari sini kesimpilannya ialah bahwasanya janganlah terlena dengan kenikmatan dunia yang kenikmatannya semu dan sementara yang mana menjadikan kita terlena. kemudian menjalani hidup zuhud. serta berbagai hal yang mana mengarah lepada kebesaran nama beliau. yaitu pengetahuan tentang Tuhan dengan hati sanubari. dan “Raja’” yaitu senantiasa mengharapkan karunia Allah Swt. • Rabiatul Adawiyah. karena mempunyai keyakinan bahwa bersatunya hamba dengan Tuhannya adalah terletak pada “Mahabbah” atau rasa cinta yang benar kepada . seorang sufi yang pernah belajar tentang ilmu kerohanian kepada sahabat Ali Bin Abi Thalib. karena berpondasi ataupun berdasarkan Al-Quran dan Hadist Nabi. Oleh sebab itu al-Basri pernah mengatakan : Jauhilah dunia ini. licin pada perasaan tangan. tetapi racunnya mematikan. Hasan al-Basri. Yang mendorong Rabiah Adawiyah berlaku demikian. Dimana ia mendasarkan konsep zuhudnya itu dengan “Khauf” yaitu takut dengan kemurkaan Allah. dan beliau adalah anak dari Yasaar. seorang anak keluarga miskin yang hidup sebagai hamba sahaya. Tepat pada malam Juan`at di awal bulan Rajab sekitar tahun 110 H. Prinsip ajarannya hádala khauf dan raja`. Tokoh wanita yang satu ini lebih dikenal sebagai seorang pendiri “agama cinta” (mahabbah) dan ia pun dikenang sebagai “ibu para Sufi besar” (The Mother of the Grand Master). dengan pengertian merasa takut lepada siksa Allahkarena berbuat dosa dan sering melalaikan perintah Allah.• dengan alat logika dan akal. adalah seorang yang paling masyhur dalam konsep zuhudnya. Dasar pendirian yang paling utama hádala Zuhud terhadap kehidupan dunia. Hasan Al-Basri adalah Abu Sa'id Al Hasan bin Yasar. akan tetapi buat orng menanggis dan kita gembira kitika kita meninggal dunia karena amlamal sholeh kita. Kita harus banyak berbuat untuk kebaikan dan kemaslakhatan bersama . budak Zaid bin Tsabit pada tahun 21 H di kota Madinah. karena sebaik-baiknya orang ádalah yang bermanfaat bagi yang lain. Untuk karya-karya beliau yang berbentuk buku penulis belum bisa memaparkan akan tetapi banyak dari kitab ulama` yang membahas tentang kebijakkan. hari-harinya dihabiskan diatas tikar sajadah. Baliau dilahirkan oleh seorang perempuan yang bernama Khoiroh. Pengetahuan sufi ini di sebut juga dengan “makrifat”. yaitu kemampuan hati sanubari untuk melihat Tuhan. “Biarkan orang gembira dan kita menanggis ketika kita lahir di dunia. kezuhudan. Dan beliau termasuk golongan sunni. beliau kembali ke rahmatulloh pada usia yang ke 80 tahun. Dan ketika menginjak 14 tahun beliau pindah ke kota Basrah (Iraq). karena ia sebenarnya serupa dengan ular. (3) Pengetahuan sufi (‘arif).

Sehingga tak ada yang tersisa lagi waktu dan ruang hatinya selain rasa cinta kepada Allah Swt. Tetapi jika Engkau kupuja semata-mata karena Engkau. karena memanggil Tuhan dengan cara yang demikian berarti Tuhan itu jauh berada dibelakang tabir. “tauhid” . karena bersifat qadim. Bagi al-Hallaj bahwa. maka sembahlah Aku”. sehingga seorang akan sampai pada tingkatan “fana”. mereka tidaklah akan memanggil temannya itu. seorang yang mengembangkan konsep tasawuf dengan ajaran tentang “al-Hulul”. . jika ku puja Engkau karena takut pada neraka. “fana” dan “Baka” (peleburan diri untuk mencapai keabadian dalam diri Ilahi) dan konsep ajarannya tentang “Ittihad” (bersatunya dengan Tuhan).• • • Tuhan. Abu Yazid al-Bustami. Ia pernah mengucapkan katakata terkenal dalam dunia tasawuf seperti. mendasarkan pokok ajaran tasawufnya pada bentuk maqamat dan ahwal. maka jauhkanlah aku dari padanya. Konsep Mahabbah (cinta) Rabiah Adawiyah ini tergambar dalam salah satu syairnya yang terkenal. Teori lain yang di kembangkan al-Hallaj ialah teori tentang “Hakikat al-Muhammadiyah” (Nur Muhammad). Tiada Tuhan kecuali Aku. Dalam konsep makrifat. sebagaimana qadimnya Zat Tuhan. didalam diri manusia itu terdapat sifat-sifat kemanusiaan (an-nasut) dan sifat-sifat Ketuhanan (al-Lahut). Dan makrifat bagi al-Ghazali juga bisa sampai kepada memandang wajah Allah Swt. Dimana Nur Muhammad adalah tidak mengalami kematian. adalah “arif”. Ucapan demikian biasa di sebut “Syatahat” (bentuk tunggal dari kata. Abu Hamid al-Ghazali (Imam al-Ghazali). dimana mereka tidak akan mengatakan dalam ucapannya itu : “Ya Allah atau Yaa Rabb”. hal ini seperti tercermin dalam konsep ajarannya tentang “As-Sakr” (mabuk Ketuhanan). seorang tokoh sufi filsafat yang paling berani. bila manusia telah dapat menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan dari dirinya dengan jalan fana. yaitu faham yang menyebutkan bahwa Tuhan itu memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya. Dan jika ku puja Engkau karena mengharapkan surga. setelah sifat-sifat kemanusiaan yang ada di dalam tubuh itu di lenyapkan. : “Sesungguhnya Aku adalah Allah. Ketika itulah Tuhan akan masuk di dalam diri manusia yang di sebut “al-Hulul”. maka janganlah sembunyikan kecantikan-Mu yang kekal itu dari diriku”. “makrifat” dan “sa’adah” (kebahagiaan abadi). maka yang tinggal di dalam dirinya hanyalah sifat-sifat Ketuhanan. melalui tahapan-tahapan latihan jiwa dan rohaniah tertentu. Husain bin Mansur al-Hallaj. al-Ghazali menjelaskan bahwa orang yang yang mempunyai makrifat tentang Tuhan. Syatah) yaitu ucapan seorang sufi ketika ia dalam keadaan “Ekstase” (mabuk Ketuhanan). pada hal seorang yang sedang duduk berhadapan dengan temannya. seorang yang mendapatkan gelar “Hujjatul Islam” karena keluasan ilmunya. seperti: “Tuhanku. maka bakarlah aku di dalamnya.

21 H w. Hasan al-Basri (L. 6. Aurad al Jilani. padahal yang umum dipakai adalah Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah). 261 H) Terkenal sebagai Sufi yang mabuk. Abdul Qasim Al-Qusyairi (376 H . Ketiganya adalah satu. Rabiah Al Adawiyah (w. 3. Kesimpulan Perbedaan pemikiran para tasawuf: 1. . Betapa sungguh besar Aku (Arab. dan cinta itu sendiri. guru dari Al Junaed. Al Muhasibi (165H . Beliau menulis kitab tentang praktek kehidupan spiritual (Ri'ayah li Huquq Allah) 4. Subhani.561H) Umumnya disebut Sultan al Auliya.465H) Sufi Persia yang menulis kitab al Risalah dan beberapa kitab yang isinya tentang doktrin sufi. Zuhud menurut Hasan Al Basri adalah khauf wa arraja (takut dan penuh pengharapan). ucapannya "Bahwa telah terjadi kesatuan antara pecinta dan Yang Dicinta. Dengan demikian pada dasarnya wujud yang sebenarnya adalah satu. Kitab karangannya lebih dari 15 yang populer di Indonesia diantaranya : Futuh Al Ghaib.• Ibnu Arabi. Sedangkan wujud “ka’inat” (alam) ini hanyalah wujud “majazi” (kiasan)yang bergantung pada wujud Tuhan.110 H) Ajaran utamanya adalah tentang Kezuhudan. Beliau terkenal sebagai pendiri tharikat Qadiriyah. 185 H) Terkenal dengan acaran cinta.Fenomena alam yang serba ganda ini hanya merupakan wadah tajali (penampakan lahir dari) Allah Swt. al Hizb al Kabir. Syaikh Abdul Qadir al Jailani (470 . 2. 5. Abu Yazid Al Bistami (L. yaitu wujud Allah Swt. seorang tokoh tasawuf filsafat yang mendasarkan konsep tasawufnya tentang “Wahdatul Wujud”.243 H) Memadukan filsafat dan teologi. beliau adalah kakek moyang dari Imam Syazili. yakni suatu teori yang memandamng bahwa wujud mutlak dan hakiki itu adalah Allah Swt.

Masa Pengembangan Pada abad 3 dan 4. Dari 8 ajaran Sufi di atas bisa kita bagi dalam beberapa masa atau periode. 8. tasawuf abad 3 dan 4 ada dua aliran : Pertama : Aliran Salafi.Al Ghazali adalah arsitek perkembangan Islam di masa belakangan. . Dalam kitab Tahafut al Falasifah (Sanggahan terhadap pemikiran kaum filsosof). karya beliau lebih dari 70 kitab. 560 H) Ibnu Arabi (L 560H) yang mengarang tak kurang dari 500 judul buku. Ibnu Arabi (l. Masa Pembentukan: Asketisme Islam pada abad I dan 2 H memiliki karakter: a.melaluinya lahirlah gerakan Sufi dengan guru pembimbing spiritual. Kitab karangan beliau banyak populer di Indonesia. diantaranya adalah : Ihya Ulum al Din (Menghidupkan kembali ilmu-ilmu Agama. Menurut Abu Al Wafa. Motive utama takut disusul cinta c. Ajaran Wahdat al-Wujud. Fusus Al Hikam dan sebagainya. diantaranya Futuhat al Makiyyah. Rabiyah al Adawiyah membuat analisis yang merupakan cikal bakal para filosof abad 3 dan 4 H. Ghazali menyangkal filosof yang mendasarkan pada pemikiran pribadi dalam rangka menjelaskan kebenaran. Ajaran Ibnu Arabi yang populer adalah wahdat al Wujud. II. dan ia berusaha mengembalikan filsafat dalam koridor teologi.505H) Seorang filosof. bentuk tasawufnya dipagari dengan bersumber al-Quran dan al-Hadits saja. Qadiriyah adalah tharekat yang pertama ada. Menjauhkan diri dari dunia b. menjadi kesatuan atas dasar keberagaman. Pada abad ke 2. Al-Ghazali (450 H. Al Munqid min Al Dzalal (Penyelamat dari kesesatan). Sepeninggal Al Ghazali perselisihan pandangan semenjak wafat Nabi Muhammad SAW agak berkurang. ajaran fana mulai diperbincangkan. teolog. dan Tasawuf Irfani. I. 7. ahli hukum da Sufi.

tapi juga tidak jufa disebut tasawuf murni karena selain term yang digunakan filsafat tapi juga ajaran umumnya bercorak pantheisme. IV. India. Kemudian muncul Ibnu Taimiyah yang dengan tegas menolak khurafat dan bentuk-bentuk bidah. dan Jalaluddin Rumi. ada istilah tasawuf irfani. V. Tasawuf Al Ghazali yang berdasarkan ahlu sunnah wal jamaah demikian populernya sehingga memperngaruhi filosof islam Syiah. tasawuf falsafi tenggelam kemudian muncul lagi abad 6H.309 H). Dimenangkan tasawuf sunni. Ibn Taimiyah berpendapat bahwa wali Allah adalah yang berlaku shalih dan konsisten dengan syariat. ABu Yazid al Bistami. azimat dan lainlain. Dengan hati yang suci seorang dapat berdialog dengan Tuhan secara bathiniah sehingga pengethauan makrifat disusupkan Allah ke dalam hatinya. Ibnu Arabi bisa dimasukkan ke Tasawuf . ikhwanu sofa dsb. Tokoh-tokohnya : Rabiah al Adawiyah. Persia. ajaran tasawufnya tercampur dengan ajaran filsafat. Tasawuf irfani berusaha menyingkap hakikat kebenaran atau makrifat dengan tidak menggunakan logika atau pemikiran tetapi melalui penyucian hati (tasfiat al qulb). Aliran Tasawuf Semi Falsafi. hakikat kebenarannya tersingkap melalui intuisi (ilham). Ajaran Tasawuf Falsafi ini tidak bisa dianggap sebagai filsafat karena berdasarkan pada dzauq (rasa). Masa Pemurnian Keruntuhan tasawuf mulai timbul akibat legenda tentang keajaiban dihubungkan dengan tokoh-tokoh tertentu. Dzunnun al Misri (180 H . 297 H). amalan.246 H). dimana pengikutnya cenderung pada ungkapan ganjil (syatahiyat) serta bertolak dari keadaan fana menuju penyatuan (hulul). Masa Falsafi Abad 6. Junail al Baghdadi (w. Akibatnya ajaran tasawuf ini bercampur dengan filsafat Yunani. yang lintas batasan periode. Ajaran tasawuf al Ghazali ini mengutamakan pendidikan moral (tasawuf akhlaki) hal ini dapat disimak dalam kitab ihya ulumuddin. AL Hallaj (244 H . Nasrani walau ajaran tasawufnya tidaklah hilang. Masa Konsolidasi Abad 5 H terjadi pertentangan antara tasawuf semi falsafi dan tasawuf Suni. Berbeda dengan pembagian secara dekade. III.Kedua. pembahasan term filsafat disubstitusikan pada ajaran tasawuf.

wordpress.com/2010/02/20/ilmu-tasawuf/) .Irfani. ada juga yang didapat dari Rosulullah yang didapat melalui pertemuan yang unik Sumber: (http://meetabied. selain tasawuf falsafi. Ajaran Ibn Arabi menurut pengakuannya merupakan perolehan dari Tuhan melalui intuisi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful