Ilmu Tasawuf PENDAHULUAN Sejak empat belas abad yang silam, al-Qur’an telah menginformasikan bahwa ajaran Islam

yang di bawa oleh Nabi Muhammad saw. adalah sebagai rahmat bagi semesta alam (lihat al-Qur’an surat al-An’am ayat: 107). Sayyid Qutb, Ibn Jarir al-Thabary dan Ahmad Mustafa al-Maraghy, sebagai mufassir berpendapat bahwa maksud rahmat ini adalah dapat di terima oleh seluruh umat manusia, apakah mereka dari kalangan mukmin maupun mereka yang bukan mukmin. Dalam arti lain bahwa, rahmatan li al-‘alamin bisa bermakna bahwa ajaran Islam sejak diturunkannya telah memiliki karakteristik sebagai ajaran yang abadi, sempurna dan universal. Kebanyakan kalangan muslim percaya bahwa salah satu aspek penting untuk mengetahui keuniversalan ajaran Islam tersebut adalah adanya dorongan untuk senantiasa mencari ilmu pengetahuan dimana saja dan kapan saja umat Islam berada. Dengan adanya dorongan dari ayat-ayat alQur’an maupun dalam al-Hadits yang menganjurkan umat Islam agar mencari ilmu pengetahuan inilah yang menyebabkan lahirnya beberapa disiplin ilmu pengetahuan dalam Islam, dimana salah satu di antaranya adalah lahirnya ilmu tasawuf yang akan dibahas dalam isi makalah ini. Ilmu tasawuf sesungguhnya ialah salah satu cabang dari ilmu-ilmu Islam yang utama, selain ilmu Tauhid (Ushuluddin)dan ilmu Fiqih. Yang mana dalam ilmu Tauhid bertugas membahas tentang soal-soal I’tiqad (kepercayaan) seperti I’tiqad (kepercayaan) mengenai hal Ketuhanan, kerasulan, hari ahir, ketentuan qadla’ dan qadar Allah dan sebagainya. Kemudian dalam ilmu Fiqih adalah lebih membahas tentang hal-hal ibadah yang bersifat dhahir (lahir), seperti soal shalat, puasa, zakat, ibadah haji dan sebagainya. Sedangkan dalam ilmu Tasawuf lebih membahas soal-soal yang bertalian dengan akhlak, budi pekerti, amalan ibadah yang bertalian dengan masalah bathin (hati), seperti: cara-cara ihlash,khusu’, taubat, tawadhu’, sabar, redhla (kerelaan), tawakkal dan yang lainnya. Sesuai dengan beban tugas yang diberikan kepada penulis untuk membahas tentang Bidang Studi Ilmu Tasawuf, maka dalam makalah ini sengaja di batasi uraian pengembangnnya hanya sekitar : Sejarah perkembangan Tasawuf yang meliputi: Tentang pengertian tasawuf, asal usul tasawuf, tokoh-tokoh tasawuf dan pokok-pokok ajarannya. SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF Pada dasarnya sejarah awal perkembangan tasawuf, adalah sudah ada sejak zaman kehidupan Nabi saw. Hal ini dapat dilihat bagaimana peristiwa dan prilaku kehidupan Nabi saw. sebelum diangkat menjadi rasul. Beliau berhari-hari pernah berkhalwat di Gua Hira’, terutama pada bulan ramadlan.

sangatlah sederhana. Diriwayatkan pernah suatu ketika setelah ia menjabat sebagai khalifah (Amirul Mukminin).) ialah periode tasawuf pada masa “Khulafaurrasyidin” yakni masa kehidupan empat sahabat besar setelah Nabi saw. Selain mengacu pada kehidupan keempat khalifah di atas. adalah diyakini merupakan benih-benih timbulnya tasawuf.sahabat Abu Hurairah. Hal itu di kuatkan oleh salah satu do’a Nabi saw. yang tinggal di masjid nabawi di Madinah dalam keadaan serba miskin namun senantiasa teguh dalam memegang akidah dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. al-Tirmizi. yaitu pada masa Abu Bakar al-Siddiq. adalah sahabat Umar Ibn al-Khattab. Pengasingan diri Nabi saw. pada periode ini munculah kelompok(gerakan) tasawuf yang memisahkan diri terhadap konflik-konflik politik yang di lancarkan oleh dinasti bani Umayyah yang sedang berkuasa guna menumpas lawan-lawan politiknya. beliau terkenal dengan keheningan jiwa dan kebersihan kalbunya. para ahli sufi juga merujuk pada kehidupan para “Ahlus Suffah” yaitu para sahabat Nabi saw. . beliau pernah bermohon yang artinya: “Wahai Allah. Kehidupan para khulafaurrasyidin tersebut selalu dijadikan acuan oleh para sufi. Abdullah bin Mas’ud. karena para sahabat diyakini sebagai murid langsung Nabi saw. ia berpidato dengan memakai baju bertambal dua belas sobekan. Muadz bin Jabal. dimana dalam kehidupan sehari-hari Nabi saw. dan mereka bertaubat dengan cara mengisi kehidupan sepenuhnya dengan . Sejarah perkembangan tasawuf berikutnya (periode kedua setelah periode Nabi saw. Diantara para Ahlus Suffah itu ialah. terutama yang bertalian dengan keteguhan imannya. dan masa Ali ibn Abi Thalib. Abu Zar al-Ghiffari. budi pekerti luhur dan yang lainnya. ia terkenal kezuhudan dan kesederhanaannya. (HR. Dalam aspek lain dari sisi prikehidupan Nabi saw. di Gua Hira’ inilah yang merupakan acuan utama para sufi dalam melakukan khalwat. Perkembangan tasawuf selanjutnya adalah masuk pada periode generasi setelah sahabat yakni pada masa kehidupan para “Tabi’in (sekitar abad ke-1 dan abad ke-2 Hijriyah). Gerakan tasawuf tersebut diberi nama “Tawwabun” (kaum Tawwabin). Usman ibn Affan. Salman al-Farisi. Abu Ubaidah bin Jarrah. dalam segala perbuatan dan ucapan mereka jelas senantiasa mengikuti tata cara kehidupan Nabi saw. Ibn Majah. Imran bin Husain. yaitu mereka yang membersihkan diri dari apa yang pernah mereka lakukan dan yang telah mereka dukung atas kasus terbunuhnya Imam Husain bin Ali di Karbala oleh pasukan Muawiyyah.Disana Nabi saw lebih banyak berdzikir dan bertafakkur dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Umar ibn al-Khattab.Salah satu contoh sahabat yang dianggap mempunyai kemiripan hidup seperti Nabi saw. kezuhudan. dan al-Hakim). ketaqwaannya. zuhud dan tak pernah terpesona oleh kemewahan duniawi. Abdullah bin Abbas dan Huzaifah bin Yaman dan lain-lain. hidupkanlah aku dalam kemiskinan dan matikanlah aku selaku orang miskin”.

kalau toh ada hal itu hanyalah sebagai seorang pengembang ide para tokoh pendahulunya. Sejarah perkembangan tasawuf berikutnya adalah memasuki abad ke3 dan abad ke-4 Hijriyah. yang karena keluasan ilmu dan kedudukannya yang tinggi. serta “Ittihad” (Bersatunya hamba dengan Tuhan). hal itu akibat meninggalnya al-Hallaj sebagai tokoh utamanya.Kelompok kedua.) dengan konsep tasawuf filsafatnya yang terkenal yakni tentang “Fana dan Baqa” (peleburan diri untuk mencapai keabadian dalam diri Ilahi). Pada masa ini terdapat dua kecenderungan para tokoh tasawuf. Adapun tokoh-tokoh tasawuf filsafat yang terkenal pada saat itu diantaranya: Abu Yazid al-Bustami (W. yang banyak diikuti oleh tokoh-tokoh lainnya seperti Ibnu Sab’in. yang ditandai lahirnya beberapa tokoh tarikat besar seperti: Tarikat Qadiriyah oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jailani di Bagdad (470-561 H.) dan sebagainya. adalah pada masa Husain bin Mansur al-Hallaj (244-309 H ).260 H. seorang penentang tasawuf filsafat yang paling keras yang telah disebarluaskan oleh al-Bustani dan al-Hallaj. Kecuali itu pada abad ke-6 dan abad ke-7 ini pula muncul beberapa aliran tasawuf amali.beribadah. Abu Ali ar-Ruzbani dan lainlain. dikatakan demikian karena tasawuf telah berbaur dengan kajian filsafat metafisika. Abu Ismail Abdullah bin Muhammad al-Ansari al-Harawi (396-481 H. Sejarah perkembangan tasawuf selanjutnya adalah memasuki periode abad ke-7. Gerakan kaum Tawwabin ini dipimpin oleh Mukhtar bin Ubaid asSaqafi yang ahir kehidupannya terbunuh di Kuffah pada tahun 68 H. Dan sesudah abad ke-7 inilah tidak ada lagi tokoh-tokoh besar yang membawa ide tersendiri dalam hal pengetahuan tasawuf. Jalaluddin ar-Rumi dan sebagainya. hingga ia mendapatkan suatu gelar kehormatan sebagai “Hujjatul Islam”.). Adapun puncak perkembangan tasawuf filsafat pada abad ke-3 dan abad ke-4. sehingga ahirnya harus menemui ajalnya di taing gantungan. Imam al-Ghazali. dimana tasawuf filsafat mengalami kemajuan kembali yang dimunculkan oleh tokoh terkenal yakni Ibnu Arabi. ia merupakan tokoh yang dianggap paling kontroversial dalam sejarah tasawuf. Tarikat Rifa’iyah yang didirikan oleh Ahmad bin Ali Abul Abbas ar-Rifa’I di Irak (W. Dan pada periode ini perkembangan sejarah tasawuf sunni mengalami kejayaan pesat. Ibnu Arabi telah berhasil menemukan teori baru dalam bidang tasawuf filsafat yakni tenyang “Wahdatul Wujud”. Dan puncak kecemerlangan tasawuf suni ini adalah pada masa al-Ghazali. .578 H. adalah yang cenderung pada kajian tasawuf filsafat.). cenderung pada kajian tasawuf yang bersifat akhlak yang di dasarkan pada al-Qur’an dan al-Sunnah yang biasa di sebut dengan “Tasawuf Sunni” dengan tokoh-tokoh terkenalnya seperti : Haris al-Muhasibi (Basrah). Pertama. Periode sejarah perkembangan tasawuf pada abad ke-5 Hijriyah terutama tasawuf filsafat telah mengalami kemunduran luar biasa. hal itu ditandai dengan munculnya tokoh-tokoh tasawuf sunni seperti. Sirri as-Saqafi.

Adapun pengertian Tasawuf secara Terminologi (menurut arti istilah). dengan alasan karena ajaran tasawuf banyak membicarakan masalah Ketuhanan. (7) Dan Tasawuf juga berasal dari akar kata Suf. yang miskin untuk bantal tidur diatas bangku batu yang terdapat di samping masjid nabawi (Madinah). artinya hikmat Ketuhanan. Alasannya adalah bahwa seorang sufi itu memiliki iman yang kuat dan selalu memilih sah terdepan dalam shalat berjamaah. sebagai lambang kemiskinan dan kesederhanaan yang biasa dilawankan dengan pakaian sutra yang biasa di pakai oleh orang-orang kaya. terdapat beberapa pendapat dari para tokoh. (4) Adapun yang dimaksud dengan istilah sufi. dan Sophos=Hikmah). Disebut demikian . menjauhkan diri dari hal kemewahan duniawi. yang berarti sesuatu yang terpilih atau yang terbaik. (2) Tasawuf berasal dari kata Saufanah. tasawuf itu mencakup tiga aspek penting. memberi istilah bahwa. Dan baginya tiada beda antara harga emas dengan pasir. supaya dia mudah menuju pada Allah Swt.200 H. yaitu sejenis buahbuahan kecil berbulu yang banyak tumbuh di gurun pasir Saudi Arabia. putus hubungan dengan manusia dalam menghadap Allah Swt. (3) Tasawuf berasal dari kata Suffah. (4) Tasawuf (Sufi) adalah merujuk pada kata Safwah. maksudnya seorang sufi itu kehidupannya di arahkan pada pensucian batin untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. penuh dengan renungan. artinya pelana kuda yang biasa digunakan oleh para sahabat Nabi saw. menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji dan mendekatkan diri kepada Tuhan. persembahan yang berhubungan langsung dengan Allah (sufi). artinya Wol atau kain kasar dari bulu domba. Karena diyakini bahwa seorang sufi itu biasa memandang dirinya sebagai orang pilihan atau oarang yang terbaik. (6) Tasawuf yang dalam bahasa Yunani berasal dari kata Theosophi (Theo=Tuhan. Pengambilan kata ini karena kebanyakan orang-orang sufi itu memakai pakaian berbulu dan hidup dalam kegersangan fisik. menurut Sahl at-Tustari ialah orang yang bersih dari kekeruhan . diantaranya: (1) Tasawuf berasal dari kata Saff. Tasawuf ialah mengambil hakikat dan tidak tamak dari apa yang ada dalam genggaman tangan makhluk. berlaku zuhud terhadap yang di buru oleh kebanyakan .) mendefinisikan bahwa. karena orang-orang sufi itu kebanyakan memakai pakaian yang terbuat dari bulu binatang. artinya bersih atau suci. (2) Ma’ruf al-Karkhi (W. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa yang di maksud dengan tasawuf ialah suatu ketekunan dalam beribadah. (3) Hamka. yang artinya barisan dalam shalat berjamaah. (5) Tasawuf juga berasal dari akar kata Safa atau Safw. diantaranya: (1)Menurut Abu Yazid al-Bustami secara luas mendefinisikan bahwa. yakni melepaskan diri dari perangai yang tercela. sedikitnya ada 7 macam asal kata Tasawuf. Tasawuf adalah membersihkan jiwa dari pengaruh benda atau alam.PENGERTIAN TASAWUF Secara etimologi (dari segi bahasa).

Tetapi dengan masuknya kealam materi. kemah mereka yang sederhana menjadi tempat berlindung bagi orang yang kemalaman dan kemurahan hati mereka menjadi tempat memperoleh makan bagi musafir yang kelaparan. Roh berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. diantaranya: • • • • • • Adanya pengaruh Kristen. ASAL-USUL TASAWUF Teori mengenai asal timbulnya tasawuf atau munculnya aliran sufisme dalam Islam terdapat beberapa perbedaan. Menurut Harun Nasution. wujud ini memancar dari Zat Tuhan yang Maha Esa. Ajaran Hinduisme. untuk selanjutnya berkontemplasi. Faham Fana’ yang terdapat dalam sufisme hampir serupa dengan faham nirwana. Hampir ada kesamaan dengan Zahid dan Sufi dalam Islam. hal itu diyakini adalah atas pengaruh cara hidup para rahib Kristen tersebut.adalah sulit dibuktikan kebenarannya. Manusia harus membersihkan roh dengan meninggalkan kehidupan materi yaitu dengan jalan Zuhud. Ajaran Pythagoras untuk meninggalkan dunia dan pergi berkontemplasi. seperti kelezatan dan harta benda dan selalu menghindarkan diri dari makhluk di dalam berkhalwat (mengasingkan diri) untuk beribadah. Untuk mencapai nirwana. Ajaran Budha Dengan Faham Nirwananya. yakni dengan faham menjahui dunia dan hidup mengasingkan diri dalam biara. Falsafah Emanasi Plotinus mengatakan bahwa. Pensucian roh ialah dengan meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan sedekat mungkin. Ajaran Hindu yang juga mendorong manusia untuk meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan untuk mencapai persatuan Atman dengan Brahman. orang harus meninggalkan dunia dan memasuki hidup kontemplasi. sebagaimana uraian keterangan di atas. Pengaruh Falsafah Mistik Pythagoras. roh menjadi kotor. Badan jasmani merupakan penjara bagi roh. memilih hidup sederhana dan mengasingkan diri. dan untuk dapat kembali ketempat asalnya roh harus lebih dulu di bersihkan. Falsafah Mistik Pythagoras berpendapat. inilah menurut sebagian orang yang mempengaruhi timbulnya zuhud dan sufisme dalam Islam. lampu yang mereka pasang di malam hari menjadi petunjuk jalan bagi kafilah yang berlalu.manusia. dimana mereka meninggalkan dunia. Teori-teori yang menyatakan bahwa ajaran tasawuf itu di pengaruhi oleh unsur-unsur asing. Sebab dalam ajaran Islam sendiri terdapat ayat-ayat al-Qur’an dan al-Hadits yang . bahwa roh manusia itu bersifat kekal dan berada di dunia sebagai orang asing. Falsafah Emanasi Plotinus. kalau bisa bersatu dengan Tuhan. kesenangan roh yang sebenarnya adalah di alam samawi. Dalam literatur Arab terdapat tulisan tentang “Rahib” yang mengasingkan diri di padang pasir Saudi Arabia.

tahalli (menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji) dan tajalli (terungkap nur yang gaib bagi hati yang bersih sehingga mampu menangkap cahaya ketuhanan). Orang yang menjalankan ajaran tasawuf ini akan mendapat keseimbangan dalam kehidupannya. yang artinya: “Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku. yakni: Tasawuf akhlaki adalah ajaran tasawuf yang membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa yang diformulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku yang ketat. PEMBAGIAN TASAWUF Secara keseluruhan ilmu tasawuf bisa dikelompokkan menjadi dua. antara material dan spritual. manusia lebih dahulu mengindentifikasikan eksistensi dirinya dengan ciri-ciri ketuhanan melalui penyucian jiwa raga yang bermula dari pembentukan pribadi yang bermoral paripurna. Tasawuf falsafi . juga menyebutkan yang artinya: “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya. Diantaranya terdapat dalam al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 186 menunjukkan. yakni ajaran tasawuf yang praktis. Tasawuf yang tercakup dalam bagian ini ialah sejarah lahirnya tasawuf dan perkembangannya sehingga menjelma ilmu yang berdiri sendiri. dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”.menggambarkan tentang dekatnya manusia dengan Tuhannya. Termasuk didalamnya adalah teori-teori tasawuf menurut berbagai tokoh tasawuf dan tokoh luar tasawuf yang berwujud ungkapan sistematis dan filosofis. Tasawuf amali adalah tasawuf yang membahas tentang bagaimana cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Tidak hanya sekedar teori belaka. dan berakhlak mulia. Sementara ada lagi yang membagi tasawuf menjadi tiga bagian. dunia dan akhirat. Tasawuf amali berkonotasikan tarekat. yang dalam ilmu tasawuf terkenal dengan Takhalli (pengosongan diri dari sifat-sifat tercela). tetapi menuntut adanya pengamalan dalam rangka mencapai tujuan tasawuf. Bagian kedua ialah tasawuf amali atau tathbiqi yaitu tasawuf terapan. maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat”. bagian pertama yakni tasawuf ilmi atau nadhari yaitu tasawuf bersifat teoritis. Dalam ayat yang lain seperti al-Qur’an Surat Qaff ayat 16. guna mencapai kebahagiaan yang optimal.

dan berbicara dengan nama Tuhan. Tetapi sebenarnya ketiga tasawuf ini tidak bisa dipisahkan secara dikotomik. semisal Al-Qusyairi dan Al-Attar adalah peletak tasawuf dalam perkembangannya dari zuhud. “Tidak ada sesuatu dalam bajuku ini kecuali Allah”. alangkah Maha Agungnya keadaan-Ku”. bahkan menurut Al-Jauzi dan Al-Sulami. Ibnu Arabi dan Syech Siti Jenar.465 H) yang berperan melapangkan jalan bagi Al-Ghazali untuk memenangkan tasawuf sunni di dunia Islam. yang dikenal dengan syathahat yaitu suatu ungkapa yang sulit dipahami. Kemenangan ini berpengaruh kepada sosok pelopor dakwah Islam di Indonesia yang ternyata mereka adalah anak cucu Imam Ahmad Ibn Isa Al-Muhajir yang garis keturunannya melacak kepada Imam Ja’far Al-Shadiq. Maha Suci Aku. karena ajaran dan metodenya didasarkan pada rasa (dauq) dan tidak pula bisa dikatagorikan tasawuf (yang murni) karena sering diuangkapkan dengan bahasa filsafat. Dalam Al-Ittihad identitas telah menjadi satu. Sufi yang bersangkutan dikarenakan fana-nya telah tak mempunyai kesadaran lagi. yaitu: 1. Tasawuf sunni Tokoh yang paling menonjol dalam tasawuf sunni adalah Imam Al-Qusyairi (w. Diantara Syathatiyyat diungkapkan oleh al-Busthami ialah: “Tiada Tuhan selain dari Aku. tokoh yang menurut tasawuf kalasik. Al-Hallaj. sehingga satu dari mereka dapat memanggil yang satu lagi dengan kata-kata: “Hai Aku”. Dalam upaya mengungkapkan pengalaman rohaninya. para sufi falsafi sering menggunakan ungkapan-ungkapan yang samar-samar. Imam Ja’far Al-Shadiq adalah peletak dasar-dasar al-muqomat wa al-ahwal. yang sering mengakibatkan kesalahpahaman pihak luar. Tokoh-tokohnya ialah Abu Yazid Al-Busthami. 2.yaitu tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi intuitif dan visi rasional. Abu Yazid Al-Busthami mempunyai teori Al-Ittihad. dan menimbulkan tragedi. suatu tingkatan dimana yang mencintai dan dicintai telah menjadi satu. Tasawuf falsafi . yaitu suatu tingkatan tasawuf dimana di mana seorang sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan. maka sembahlah aku”. Walaupun demikian tasawuf filosofis tidak bisa dipandang sebagai filsafat. Jadi secara garis besar ada dua model tasawuf yang berkembang di Indonesia pada saat itu. “Maha suci Aku. sebab dalam prakteknya ketiganya tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lainnya.

) Syeikh Husain bin Mansur al-Hallaj (wafat 309 H. yaitu: (1) Pengetahauan awam.) Syeikh Juneid al-Bagdadi (wafat 297 H. Dia benar-benar berdiri pada sisi-sisi yang berlawanan dengan wali songo. ia juga seorang ahli kimia.) 15.) Syeikh al-Qusyairi (wafat 465 H.) Syeikh Ibrahim bin Adham (wafat 161 H.) Syeikh Sufyan Tsuri (wafat 161 H. dalam makalah ini hanya akan di kutip dari sebagaian pendapat saja.) Syeikh Abu Yazid al-Busthami (wafat…H. Dalam tasawuf ia dikenal sebagai peletak dasar ajaran tentang “makrifat”. TOKOH-TOKOH TASAWUF DAN POKOK-POKOK AJARANNYA Dalam kajian ilmu tasawuf. selalu menjauhi hal-hal yang tidak baik (meninggalkan segala hal yang di dalamnya terdapat “Subhat” atau keragu-raguan). adalah disamping seorang sufi. Sedang Wara’ dalam konsep tasawuf artinya.Syeikh Ibnu Arabi dan masih banyak yang lainnya.) Syeikhah Rabiatul Adawiyah (wafat 135 H. Masa itu dianggap sebagai tahap pertama perkembangan tasawuf falsafi di Indonesia yang dinamakan tahap pengenalan. telah lahir beberapa ulama dalam bidang Tasawuf. yaitu pengetahuan tentang Tuhan .Tasawuf falsafi di Indonesia tidak mencatat keberhasilan yang berkelanjutan karena para ulama terdahulu dalam dakwah berkiblat kepada tasawuf sunni. Dzun Nun al-Mishri.) Syeikh Siri Siqthi (wafat 257 H. Adapun pokok-pokok ajaran dari para tokoh tersebut di atas.) Syeikh Abu Thalib al-Makki (wafat 386 H.) Syaikh Syaqiq al-Balakhi (wafat 195 H. Tetapi tidak bisa menutup mata adanya aliran yang berlawanan yang dipelopori oleh seorang tokoh legendaris yaitu Siti Jenar yang diantara ajaran-ajarannya tercium penyimpangan yang bertujuan melepaskan kewajiban dan ketentuan syariat. diantaranya: • • Sufyan as-Sauri. yaitu pengetahuan tentang Tuhan dengan perantaraan ucapan kalimat Syahadat. (2) Pengetahuan Ulama. Zuhud adalah keadaan meninggalkan dunia dan hidup kematerian.) Hujatul Islam Abu Hamid al-Ghazali (wafat 505 H.) Syeikh Ma’ruf al-Kharkhi (wafat 200 H.) Syeikh Dzun Nun al-Mishri (wafat 245 H. menurutnya pengetahuan tentang Tuhan itu mempunyai tiga tingkatan. seorang tokoh sufi dari kalangan tabi’in yang terkenal kealimannya. mendasarkan pokok ajaran tasawufnya berdasarkan zuhud dan wara’. mereka diantaranya yang sangat terkenal ialah: • • • • • • • • • • • • • • • Syeikh Hasan Basri (wafat 110 H.

dan beliau adalah anak dari Yasaar. serta berbagai hal yang mana mengarah lepada kebesaran nama beliau.• dengan alat logika dan akal. karena berpondasi ataupun berdasarkan Al-Quran dan Hadist Nabi. Hasan al-Basri. beliau kembali ke rahmatulloh pada usia yang ke 80 tahun. seorang sufi yang pernah belajar tentang ilmu kerohanian kepada sahabat Ali Bin Abi Thalib. Hasan Al-Basri adalah Abu Sa'id Al Hasan bin Yasar. “Biarkan orang gembira dan kita menanggis ketika kita lahir di dunia. Tokoh wanita yang satu ini lebih dikenal sebagai seorang pendiri “agama cinta” (mahabbah) dan ia pun dikenang sebagai “ibu para Sufi besar” (The Mother of the Grand Master). tetapi racunnya mematikan. karena sebaik-baiknya orang ádalah yang bermanfaat bagi yang lain. • Rabiatul Adawiyah. yaitu kemampuan hati sanubari untuk melihat Tuhan. Prinsip ajarannya hádala khauf dan raja`. dan “Raja’” yaitu senantiasa mengharapkan karunia Allah Swt. licin pada perasaan tangan. hari-harinya dihabiskan diatas tikar sajadah. Oleh sebab itu al-Basri pernah mengatakan : Jauhilah dunia ini. adalah seorang yang paling masyhur dalam konsep zuhudnya. karena ia sebenarnya serupa dengan ular. Yang mendorong Rabiah Adawiyah berlaku demikian. Untuk karya-karya beliau yang berbentuk buku penulis belum bisa memaparkan akan tetapi banyak dari kitab ulama` yang membahas tentang kebijakkan. karena mempunyai keyakinan bahwa bersatunya hamba dengan Tuhannya adalah terletak pada “Mahabbah” atau rasa cinta yang benar kepada . budak Zaid bin Tsabit pada tahun 21 H di kota Madinah. Dari sini kesimpilannya ialah bahwasanya janganlah terlena dengan kenikmatan dunia yang kenikmatannya semu dan sementara yang mana menjadikan kita terlena. (3) Pengetahuan sufi (‘arif). Dimana ia mendasarkan konsep zuhudnya itu dengan “Khauf” yaitu takut dengan kemurkaan Allah. yaitu pengetahuan tentang Tuhan dengan hati sanubari. Dan beliau termasuk golongan sunni. Kita harus banyak berbuat untuk kebaikan dan kemaslakhatan bersama . kezuhudan. Pengetahuan sufi ini di sebut juga dengan “makrifat”. kemudian menjalani hidup zuhud. Baliau dilahirkan oleh seorang perempuan yang bernama Khoiroh. Tepat pada malam Juan`at di awal bulan Rajab sekitar tahun 110 H. akan tetapi buat orng menanggis dan kita gembira kitika kita meninggal dunia karena amlamal sholeh kita. seorang anak keluarga miskin yang hidup sebagai hamba sahaya. Dasar pendirian yang paling utama hádala Zuhud terhadap kehidupan dunia. Dan ketika menginjak 14 tahun beliau pindah ke kota Basrah (Iraq). dengan pengertian merasa takut lepada siksa Allahkarena berbuat dosa dan sering melalaikan perintah Allah.

Dalam konsep makrifat. setelah sifat-sifat kemanusiaan yang ada di dalam tubuh itu di lenyapkan. Tetapi jika Engkau kupuja semata-mata karena Engkau. al-Ghazali menjelaskan bahwa orang yang yang mempunyai makrifat tentang Tuhan. sehingga seorang akan sampai pada tingkatan “fana”. maka janganlah sembunyikan kecantikan-Mu yang kekal itu dari diriku”. Teori lain yang di kembangkan al-Hallaj ialah teori tentang “Hakikat al-Muhammadiyah” (Nur Muhammad). seorang tokoh sufi filsafat yang paling berani. Dan makrifat bagi al-Ghazali juga bisa sampai kepada memandang wajah Allah Swt. mereka tidaklah akan memanggil temannya itu. Dan jika ku puja Engkau karena mengharapkan surga. mendasarkan pokok ajaran tasawufnya pada bentuk maqamat dan ahwal. jika ku puja Engkau karena takut pada neraka. “tauhid” . maka sembahlah Aku”. adalah “arif”. seorang yang mengembangkan konsep tasawuf dengan ajaran tentang “al-Hulul”. pada hal seorang yang sedang duduk berhadapan dengan temannya. didalam diri manusia itu terdapat sifat-sifat kemanusiaan (an-nasut) dan sifat-sifat Ketuhanan (al-Lahut). Sehingga tak ada yang tersisa lagi waktu dan ruang hatinya selain rasa cinta kepada Allah Swt. maka jauhkanlah aku dari padanya. karena bersifat qadim. : “Sesungguhnya Aku adalah Allah. Ucapan demikian biasa di sebut “Syatahat” (bentuk tunggal dari kata. Syatah) yaitu ucapan seorang sufi ketika ia dalam keadaan “Ekstase” (mabuk Ketuhanan). seperti: “Tuhanku. melalui tahapan-tahapan latihan jiwa dan rohaniah tertentu. dimana mereka tidak akan mengatakan dalam ucapannya itu : “Ya Allah atau Yaa Rabb”. Husain bin Mansur al-Hallaj. “makrifat” dan “sa’adah” (kebahagiaan abadi). “fana” dan “Baka” (peleburan diri untuk mencapai keabadian dalam diri Ilahi) dan konsep ajarannya tentang “Ittihad” (bersatunya dengan Tuhan). Dimana Nur Muhammad adalah tidak mengalami kematian. seorang yang mendapatkan gelar “Hujjatul Islam” karena keluasan ilmunya. Abu Hamid al-Ghazali (Imam al-Ghazali). yaitu faham yang menyebutkan bahwa Tuhan itu memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya. hal ini seperti tercermin dalam konsep ajarannya tentang “As-Sakr” (mabuk Ketuhanan). karena memanggil Tuhan dengan cara yang demikian berarti Tuhan itu jauh berada dibelakang tabir. sebagaimana qadimnya Zat Tuhan.• • • Tuhan. Ketika itulah Tuhan akan masuk di dalam diri manusia yang di sebut “al-Hulul”. Konsep Mahabbah (cinta) Rabiah Adawiyah ini tergambar dalam salah satu syairnya yang terkenal. Bagi al-Hallaj bahwa. . Ia pernah mengucapkan katakata terkenal dalam dunia tasawuf seperti. maka yang tinggal di dalam dirinya hanyalah sifat-sifat Ketuhanan. bila manusia telah dapat menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan dari dirinya dengan jalan fana. Tiada Tuhan kecuali Aku. Abu Yazid al-Bustami. maka bakarlah aku di dalamnya.

110 H) Ajaran utamanya adalah tentang Kezuhudan. dan cinta itu sendiri. Betapa sungguh besar Aku (Arab. padahal yang umum dipakai adalah Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah). 261 H) Terkenal sebagai Sufi yang mabuk. yakni suatu teori yang memandamng bahwa wujud mutlak dan hakiki itu adalah Allah Swt.• Ibnu Arabi. beliau adalah kakek moyang dari Imam Syazili. 21 H w. Aurad al Jilani. Al Muhasibi (165H . 5. Zuhud menurut Hasan Al Basri adalah khauf wa arraja (takut dan penuh pengharapan). Kitab karangannya lebih dari 15 yang populer di Indonesia diantaranya : Futuh Al Ghaib. 6. Abu Yazid Al Bistami (L. Ketiganya adalah satu.243 H) Memadukan filsafat dan teologi. Subhani. Kesimpulan Perbedaan pemikiran para tasawuf: 1. seorang tokoh tasawuf filsafat yang mendasarkan konsep tasawufnya tentang “Wahdatul Wujud”. Dengan demikian pada dasarnya wujud yang sebenarnya adalah satu. Abdul Qasim Al-Qusyairi (376 H . 3. ucapannya "Bahwa telah terjadi kesatuan antara pecinta dan Yang Dicinta. yaitu wujud Allah Swt.561H) Umumnya disebut Sultan al Auliya. 2. . al Hizb al Kabir. 185 H) Terkenal dengan acaran cinta. Beliau terkenal sebagai pendiri tharikat Qadiriyah. Sedangkan wujud “ka’inat” (alam) ini hanyalah wujud “majazi” (kiasan)yang bergantung pada wujud Tuhan. Beliau menulis kitab tentang praktek kehidupan spiritual (Ri'ayah li Huquq Allah) 4. Rabiah Al Adawiyah (w.Fenomena alam yang serba ganda ini hanya merupakan wadah tajali (penampakan lahir dari) Allah Swt. Hasan al-Basri (L.465H) Sufi Persia yang menulis kitab al Risalah dan beberapa kitab yang isinya tentang doktrin sufi. Syaikh Abdul Qadir al Jailani (470 . guru dari Al Junaed.

diantaranya adalah : Ihya Ulum al Din (Menghidupkan kembali ilmu-ilmu Agama. dan Tasawuf Irfani. Pada abad ke 2. II. Ibnu Arabi (l. diantaranya Futuhat al Makiyyah. 7. Rabiyah al Adawiyah membuat analisis yang merupakan cikal bakal para filosof abad 3 dan 4 H.505H) Seorang filosof. ajaran fana mulai diperbincangkan. Ajaran Ibnu Arabi yang populer adalah wahdat al Wujud. Motive utama takut disusul cinta c. Menurut Abu Al Wafa. Masa Pengembangan Pada abad 3 dan 4. teolog. Masa Pembentukan: Asketisme Islam pada abad I dan 2 H memiliki karakter: a. tasawuf abad 3 dan 4 ada dua aliran : Pertama : Aliran Salafi. Al-Ghazali (450 H. Dari 8 ajaran Sufi di atas bisa kita bagi dalam beberapa masa atau periode. 8. dan ia berusaha mengembalikan filsafat dalam koridor teologi. Kitab karangan beliau banyak populer di Indonesia. bentuk tasawufnya dipagari dengan bersumber al-Quran dan al-Hadits saja. Ghazali menyangkal filosof yang mendasarkan pada pemikiran pribadi dalam rangka menjelaskan kebenaran.Al Ghazali adalah arsitek perkembangan Islam di masa belakangan. Dalam kitab Tahafut al Falasifah (Sanggahan terhadap pemikiran kaum filsosof). I. . Fusus Al Hikam dan sebagainya. karya beliau lebih dari 70 kitab. Sepeninggal Al Ghazali perselisihan pandangan semenjak wafat Nabi Muhammad SAW agak berkurang.melaluinya lahirlah gerakan Sufi dengan guru pembimbing spiritual. Al Munqid min Al Dzalal (Penyelamat dari kesesatan). 560 H) Ibnu Arabi (L 560H) yang mengarang tak kurang dari 500 judul buku. Ajaran Wahdat al-Wujud. Menjauhkan diri dari dunia b. ahli hukum da Sufi. menjadi kesatuan atas dasar keberagaman. Qadiriyah adalah tharekat yang pertama ada.

AL Hallaj (244 H . Ajaran Tasawuf Falsafi ini tidak bisa dianggap sebagai filsafat karena berdasarkan pada dzauq (rasa). Tokoh-tokohnya : Rabiah al Adawiyah. Ibn Taimiyah berpendapat bahwa wali Allah adalah yang berlaku shalih dan konsisten dengan syariat. III. tasawuf falsafi tenggelam kemudian muncul lagi abad 6H. hakikat kebenarannya tersingkap melalui intuisi (ilham). Dengan hati yang suci seorang dapat berdialog dengan Tuhan secara bathiniah sehingga pengethauan makrifat disusupkan Allah ke dalam hatinya. yang lintas batasan periode. tapi juga tidak jufa disebut tasawuf murni karena selain term yang digunakan filsafat tapi juga ajaran umumnya bercorak pantheisme. dan Jalaluddin Rumi.Kedua. Masa Konsolidasi Abad 5 H terjadi pertentangan antara tasawuf semi falsafi dan tasawuf Suni. Ibnu Arabi bisa dimasukkan ke Tasawuf . pembahasan term filsafat disubstitusikan pada ajaran tasawuf. Dzunnun al Misri (180 H . Masa Falsafi Abad 6. Tasawuf irfani berusaha menyingkap hakikat kebenaran atau makrifat dengan tidak menggunakan logika atau pemikiran tetapi melalui penyucian hati (tasfiat al qulb). Aliran Tasawuf Semi Falsafi. amalan. azimat dan lainlain. ABu Yazid al Bistami. dimana pengikutnya cenderung pada ungkapan ganjil (syatahiyat) serta bertolak dari keadaan fana menuju penyatuan (hulul). Persia. 297 H). ajaran tasawufnya tercampur dengan ajaran filsafat. V. ikhwanu sofa dsb. Dimenangkan tasawuf sunni. Ajaran tasawuf al Ghazali ini mengutamakan pendidikan moral (tasawuf akhlaki) hal ini dapat disimak dalam kitab ihya ulumuddin. Nasrani walau ajaran tasawufnya tidaklah hilang. ada istilah tasawuf irfani. India. IV. Masa Pemurnian Keruntuhan tasawuf mulai timbul akibat legenda tentang keajaiban dihubungkan dengan tokoh-tokoh tertentu. Akibatnya ajaran tasawuf ini bercampur dengan filsafat Yunani. Kemudian muncul Ibnu Taimiyah yang dengan tegas menolak khurafat dan bentuk-bentuk bidah. Tasawuf Al Ghazali yang berdasarkan ahlu sunnah wal jamaah demikian populernya sehingga memperngaruhi filosof islam Syiah.246 H). Junail al Baghdadi (w. Berbeda dengan pembagian secara dekade.309 H).

wordpress. Ajaran Ibn Arabi menurut pengakuannya merupakan perolehan dari Tuhan melalui intuisi. ada juga yang didapat dari Rosulullah yang didapat melalui pertemuan yang unik Sumber: (http://meetabied.com/2010/02/20/ilmu-tasawuf/) .Irfani. selain tasawuf falsafi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful