”ANALISA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA” Mexi Stefly Perutu D 111 07 907 Fakultas

Teknik Jurusan Sipil Universitas Hasanuddin Ir. Johannes Patanduk, MS. Pembimbing I Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Hasanuddin Miranda R. Malamassam, ME.
ABSTRAK
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia, hewan, maupun tumbuhan. seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga kebutuhan air rata-rata dari setiap konsumen pun ikut bertambah, untuk mengantisipasi hal tersebut inventarisasi sumber-sumber air baku untuk penyediaan air minum yang berwawasan lingkungan yang dijadikan sebagai pedoman dalam membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk meninjau tingkat kebutuhan air bersih diwilayah perkotaan Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja pada masa sekarang dan masa yang akan datang Kesimpulan yang didapatkan adalah kebutuhan air bersih pada tahun 2008 masih mencukupi. Sedangkan kebutuhan air bersih pada tahun 2019 sudah tidak mencukupi. Sehingga diharapkan kepada Pemerintah setempat dapat memanfaatkan sumber-sumber air lain yang tersedia, dan menambah kapasitas produksi penyediaan air bersih untuk mencukupi perkiraan kebutuhan air bersih pada tahun 2019 Kata kunci: air, pertumbuhan penduduk, kebutuhan air bersih.

Pembimbing II Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Hasanuddin

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia, hewan, maupun tumbuhan. Agar dapat tersedia dalam jumlah yang aman baik kuantitas maupun kualitas dan bermanfaat secara optimal dalam kehidupan manusia serta menunjang pembangunan yang berkelanjutan pada masa kini dan masa depan, maka sistem penyediaan air yang mampu menyediakan air dalam jumlah yang cukup merupakan hal penting bagi suatu kota besar yang modern. Kecamatan Makale yang terletak di Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan merupakan daerah irigasi yang memiliki potensi air yang cukup namun dalam kenyataannya, pemanfaatannyapun belum optimal. Bila dikembangkan dengan benar, maka aset alam tersebut akan sangat mendukung penyediaan air minum dengan skala pelayanan yang cukup dapat berhasil guna, serta berfungsi ganda dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kelestarian lingkunan hidup. Permasalahan 1

1.2.

1.1.

1.1.

1.

2.1.

yang dihadapi pada saat ini adalah seiring dengan perkembangan pembangunan dan populasi penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga kebutuhan air rata-rata dari setiap konsumen pun ikut bertambah. Dengan demikian, kapasitas produksi jaringan pipa distribusi dan pelayanan tidak lagi memenuhi kebutuhan air bersih yang makin bertambah dari tahun ke tahun. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, maka diperlukan inventarisasi sumber-sumber air baku untuk penyediaan air minum yang berwawasan lingkungan yang dijadikan sebagai pedoman dalam membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kecamatan Makale. Dengan adanya permasalahan tersebut maka penulis tertarik untuk meninjau masalah dan metode yang digunakan agar didapat suatu parameter yang memenuhi dengan mengambil judul tugas akhir ”ANALISA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KECAMATAN MAKALE KABUPATEN TANA TORAJA”. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah : 1. Berapa tingkat pertumbuhan penduduk pada Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja dari tahun 2009 sampai 2019. 2. Berapa tingkat kebutuhan air bersih di Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja dari tahun 2009 sampai 2019. Maksud dan Tujuan Penulisan Maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk meninjau tingkat kebutuhan air bersih diwilayah perkotaan Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja pada masa sekarang dan masa yang akan datang, sedangkan tujuan dari penulisan ini adalah: 1. Untuk menganalisa tingkat pertumbuhan penduduk pada Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja dari tahun 2009 sampai 2019. 2. Untuk menganalisa tingkat kebutuhan air bersih di Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja dari tahun 2009 sampai 2019. Pokok Bahasan dan Batasan Masalah 1. Perkiraan penduduk yang akan dilayani pada Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja sampai tahun 2019. 2. Perkiraan tingkat kebutuhan air bersih di Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja sampai tahun 2019. GAMBARAN UMUM Lokasi Studi Kabupaten Tana Toraja yang beribukota di Makale merupakan salah Kabupaten yang terdapat pada Propinsi Sulawesi Selatan dengan luas wilayah tercatat 2.054,30 km2.yang terdiri atas 19 Kecamatan Secara administrasi, memiliki batas-batas sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Toraja Utara dan Propinsi Sulawesi Barat b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Luwu c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Pinrang d. Sebelah Barat berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Barat. 2

326% 1.425 30. 1 2 3 4 Uraian Jumlah Rumah Tangga Jumlah Penduduk Luas Wilayah Kepadatan Penduduk 2005 6.85397° BT.2 Distribusi penduduk Kecamatan Makale No.00 1. Demografi Penduduk merupakan sumber daya yang memegang peranan penting dalam perubahan suatu daerah. Topografi Kondisi topografi pada daerah Kecamatan Makale merupakan dataran kemiringan sedang sampai landai dan elevasi berkisar 760 m dari permukaan laut.3 Pertumbuhan penduduk Kecamatan Makale No. 2. Jumlah penduduk di Kecamatan Makale hingga tahun 2008 adalah sebesar 31.211.636 40 796 Sumber: Tana Toraja Dalam Angka 2009 Tabel 2.Secara geografis Kabupaten Tana Toraja terletak pada 2°– 3° LS dan 119° – 120° BT. Fasilitas Pendidikan 3 . sehingga dengan demikian.651 40 771 6. Lokasi studi ini berjarak ± 329 Km dari Kota Makassar. Secara geografis. Iklim Stasiun Klimatologi yang dapat mewakili pengukuran iklim daerah studi adalah Stasiun Klimatologi Nanggala yang terletak pada 02° 57’ 45” Lintang Selatan dan 119° 59’ 35” Bujur Timur di Kabupaten Tana Toraja Propinsi Sulawesi Selatan. lokasi Kecamatan Makale terletak pada 3.636 Pe rtumbuhan Penduduk Jiwa 226. diperlukan data masa lampau guna menaksir jumlah penduduk untuk masa yang akan datang.10329° LS dan 119. Untuk mengamati karakteristik dan tingkat perkembangan penduduk.063 jiwa. Hal ini ditimbulkan oleh adanya pendatang-pendatang dari daerah lain (migrasi). dan kelahiran di tiap tahunnya. Sarana Dan Prasarana a.00 % 0.292% Sumber: Tana Toraja Dalam Angka 2009 2. Daerah studi berada pada wilayah Kabupaten Tana Toraja yaitu di Kecamatan Makale.425 40 765 Tahun 2006 2007 6.063 31. 1 2 3 4 Tahun Jumlah Penduduk 30.737% 1. Tabel 2. dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.778 31..449 30.4.00 412.063 40 781 2008 6.671 31.00 573.2. 2.597 30.875% Pertumbuhan Rata-rata/Thn 2005 2006 2007 2008 Jumlah 1. penduduk sangat menentukan arah perkembangan daerah pada masa yang akan datang. 2.811% 3.651 31.3. Pertambahan jumlah penduduk yang begitu pesat berpengaruh terhadap kebutuhan akan sarana air bersih.1. merupakan salah satu diantara 19 kecamatan yang terdapat pada Kabupaten Tana Toraja.84 Jiwa/km2.

perkantoran dan babgunan umum di Makale pada umumnya diwujudkan dalam bentuk fasilitas-fasilitas perkantoran yang sesuai dengan fungsi kotanya.5 berikut : Tabel 2. Untuk lebih jelasnya jumlah fasilitas kesehatan yang berada di wilayah perkotaan beserta jumlah tempat tidurnya dapat dilihat pada tabel 2. Daerah perkantoran di Makale sampai saat ini rata-rata berada di pusat kota. sekitar 75% dari total fasilitas kesehatan yang terdapat di wilayah Kota Makale seperti rumah sakit dan puskesmas. 1 2 3 4 5 Tingkat sekolah Sekolah TK 16 SD / sederajat 19 SMP / sederajat 5 SMA / sederajat 11 Perguruan Tinggi 2 Jumlah 53 Jumlah Murid dan guru Murid 621 4533 2669 4762 676 13261 Guru / dosen 50 304 118 319 84 875 14136 Sumber: Tana Toraja Dalam Angka 2009 b. Banyaknya sekolah. SMP/sederajat 533.81 murid persekolahan. Fasilitas Kesehatan Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kecamatan Makale. Guru Dan Murid Kota Makale No.91 murid persekolahan. Fasilitas Ibadah Salah satu yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia khususnya mengenai masalah keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa maka perlu diadakan tempat peribadatan sesuai kepercayaan masing-masing. Pertambahan tempat tidur rata-rata tiap tahun di rumah sakit di Makale sebesar 4 kamar tidur/tahun.80 murid persekolahan. 1 2 3 4 5 Jenis Polindes Praktek Dokter Peskesm Pem as bantu Puskesm as Rum Sakit ah Total Ju lah m 2 20 1 1 1 25 Jum Tem Tidur lah pat 50 50 Sumber: Tana Toraja Dalam Angka 2009 c. dan Perguruan Tinggi 338 mahasiswa/persekolahan. Rasio Murid Sekolah (RMS) menggambarkan rata-rata banyaknya murid pada setiap sekolah menurut jenjang pendidikan adalah TK 38. Fasilitas Perkantoran Wilayah pemerintahan.Dalam hal pendidikan Kecamatan Makale memiliki fasilitas mulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi. murid dan guru masing-masing tingkat pendidikandapat dirinci seperti pada tabel 2.4 Banyaknya Sekolah. Untuk Kota Makale keberagaman 4 .5 Jumlah Fasilitas Kesehatan Kota Makale No. Jumlah pegawai yang ada di Tator pada tahun 2008 adalah 993 jiwa.4 sebagai berikut : Tabel 2. d. SD 238. SMU/sederajat 432.58 murid persekolahan.

2.6 dibawah ini : Tabel 2.85 4.00 10.60 Waktu Operasi (Jam) 18 24 24 24 24 I. b. Sistem Pengolahan Pompanisasi Penyediaan air minum dengan menggunakan sistem pengolahan pompanisasi pada kecamatan Makale terletak pada Kia’tang.1.20 0. Sistem Grafitasi Penyediaan air minum dengan menggunakan sistem grafitasi pada kecamatan Makale terletak pada 4 lokasi yaitu Burake.00 22. Fasilitas Industri dan Komersil Sektor yang mempunyai prospek baik dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian daerah adalah sektor perdagangan dan hotel/penginapan.Makale s/d Tahun 2009 No.00 8.00 43. restoran .00 32. dan Tiromanda Tabel 2.20 Rata-rata 20. Jenis Sumber Lokasi Kapasitas Terpasang (Ltr/ Dtk) 20.6 Jumlah Fasilitas Ibadah Kota Makale No.00 5.00 5.7 Produksi PDAM Kec.2.beragama dapat dilihat dari adanya beberapa tempat ibadah yang perinciannya dapat dilihat dari tabel 2. 1 2 3 Jenis Mesjid / mushollah Langgar Gereja Jumlah Jumlah (buah) 11 52 63 Sumber: Tana Toraja Dalam Angka 2009 e. Existing PDAM Penyediaan air minum yang terdapat pada Kecamatan Makale menggunakan dua sistem yaitu sistem pengolahan pompanisasi. Potensi Sumber Air Di Kabupaten Tana Toraja.00 0.55 0. Sarira.00 4. a. Sungai ini sangat berpotensi untuk penyedian air bersih dimana sungai ini mempunyai kapasitas sebesar 3000 Ltr/dtk.60 0.00 1. pertokoan.50 Sumber: Data Teknik PDAM Tana Toraja c. Air Pemukaan dengan sistem pengolahan pompanisasi 1 1 2 3 4 IPA Mata Air Mata Air Mata Air Mata Air Kia'tang Burake Kombong Sarira Tiromanda II.00 4.00 Kemarau 20.50 2.50 8.00 Kapasitas Produksi (Ltr/Dtk) Hujan 20. koperasi dan hotel yang tersebar di wilayah perkotaannya.50 1. 2. terdapat sebuah sungai yang melewati beberapa kecamatan termasuk lokasi studi yang ditinjau yaitu Sungai Saddang.00 10. Reservoir 5 . Kombong. Mata air dengan sistem grafitasi Jumlah 49. Fasilitas perdagangan yang ada di Kecamatan Makale meliputi pasar umum. dan sistem grafitasi.

Dalam suatu instalasi pengolahan air bersih. fungsi air mencakup tiga hal yang berkaitan dengan kesehatan manusia.00 50. Pengertian Air Air merupakan senyawa yang dibutuhkan oleh setiap biota. Sumber: Data Teknik PDAM Tana Toraja Jumlah Penduduk Terlayani Standar Kebutuhan air untuk rumah tangga untuk kecamatan Makale adalah sebesar 135 Ltr/orang/hari.00 35. Tabel 2. Air diperlukan untuk mengangkut zat makanan dari organ tubuh satu ke organ tubuh lainnya.00 200. KAJIAN PUSTAKA 3. 6 . Ini dikarenakan minimnya jumlah sarana dan prasarana didalam mensuplai kebutuhan air bersih kepada penduduk Kecamatan Makale.970.00 31.636. maupun untuk keperluan produksi. hewan. 1 2 3 4 5 Lokasi Burake Kia'tang Manggasa' Tiromanda Kombong Kapasitas (m ) 100.31 Sumber: Data Teknik PDAM Tana Toraja Kecilnya tingkat persentase pelayanan air bersih kepada penduduk Kecamata Makale adalah sebesar 35. Fungsi Air Air memiliki beberapa fungsi yang berhubungan dengan kebutuhan manusia. Dengan demikian air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting untuk manusia setelah udara untuk keperluan hidup.00 10. Reservoir yang terdapat pada Kecamatan Makale dapat dilihat pada table berikut.9 Data Cakupan Pelayanan PDAM Kecamatan Makale No.8 Data Reservoir Kec. Untuk kebutuhan domestik. reservoir sangat berperan dalam hal menampung air pada saat perbaikan jaringan distribusi atau digunakan untuk menampung air yang tidak digunakan pada jam puncak.31 %.170. 1 Pengertian dan Fungsi Air a. mengatur suhu tubuh dan metabolisme maupun fungsi lainnya.00 200.00 100. 1. baik untuk keperluan sehari-hari.00 3 Jenis Tahun Pembuatan Kondisi Beton 1977 1992 1999 Berfungsi 1992 2000 d. Dalam setiap aktifitasnya. manusia senantiasa memerlukan air bersih yang layak untuk dikonsumsi.32 35. maupun manusia. yaitu rumah tangga. b.063. Uraian 1 Jumlah Penduduk 2 Penduduk Terlayani 3 Cakupan Pelayanan Satuan Jiwa Jiwa % Tahun 2008 2009 31. baik tumbuhan. Tabel 2. Manusia sebagai mahluk hayati dan budaya memerlukan air untuk kehidupan sehari-hari. Makale No.00 11.

Penggunaan Air Penggunaan air bersih dapat dibagi atas beberapa kategori antara lain : 1. jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang dinamakan cyclus hidrologie. dimana tingkat kebutuhan air tersebut akan berubah seiring dengan perubahan kondisi ekonomi dan sosial yang cepat serta sangat dipengaruhi oleh jenis dan jumlah pemakaian air serta jumlah kebutuhan tiap pelanggan. dan faktorfaktor lainnya. Komposisi air tanah dapat juga menjadi petunjuk tentang asal dan sejarah air tanah tersebut. diharapkan akan menjamin jumlah kebutuhan air pada hari-hari puncak (hari maksimum) sepanjang musim. Penggunaan umum Penggunaan air berbeda dari kota satu ke kota lainnya. lingkungan hidup. Debit Sumber Air Faktor debit air yang diperuntukkan bagi pemenuhan akan air bersih. pendinginan. b. a. industrialisasi. 1 Kebutuhan Air Kebutuhan air yang dimaksud adalah kebutuhan air yang digunakan untuk menunjang segala kegiatan manusia. yaitu jenis sumber air. a. Air Hujan a. serta temperaturnya dimana air tanah itu berada. Air Tanah 3. Air Permukaan 2.yaitu konsumsi untuk kelangsungan konsumsi secara fisik. Dengan demikian. Jenis Sumber Air Ada beberapa sumber air yang kita kenal antara lain : 1. Untuk kebutuhan air bersih. Kualitas air tanah sangat penting dalam kecocokan air tanah untuk kepentingan tertentu (air bersih. maupun jam ke jam. tergantung pada iklim. sumber air baku yang dapat dimanfaatkan oleh manusia meliputi tiga unsur. pembilasan maupun dijadikan bahan baku untuk mineral. 3. 1 Sumber Air Pada prinsipnya. Penggunaan komersial dan industri 3. dalam merencanakan 7 . dan kualitas sumber air. Kualitas air ditentukan oleh zat-zat kimia dan biologis. kualitas air tanah merupakan akibat dari segala proses reaksi sejak air mengalami pembekuan melalui udara hingga saat dialirkannya pada sumur atau air terjun. Fungsi air untuk kebutuhan non domestik secara garis besar air dibutuhkan oleh industri untuk proses produksi. 3. . kesehatan dan kenyamanan. Penggunaan rumah tangga 2. Kualitas Sumber Air Kualitas sumber air sedapat mungkin diusahakan memenuhi standar kualitas air baku dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. debit sumber air sumber. penduduk. hari ke hari. kandungan sedimen dan temperaturnya. irigasi dan industri). Penggunaan air juga berubah dari musim ke musim.

Kebutuhan Air Untuk Institusi Kebutuhan air untuk kepentingan institusi misalnya kebutuhan-kebutuhan air untuk sekolah. rumah tempat ibadah serta fasilitas kesehatan. mencuci. tempat ibadah.000 – 500. Secara garis besar penggunaan air dapat digolongkan kedalam beberapa kategori antara lain : 1. masak. dan pengaruhnya akan sangat besar terhadap perhitungan kebutuhan air secara keseluruhan. a. b. Kebutuhan air untuk rumah tangga biasanya digunakan untuk mandi. Kebutuhan Air Komersial Kebutuhan air umtuk komkersial meliputi kebutuhankebutuhan air untuk restoran. Pertumbuhan ini juga tergantung dari rencana pengembangan dari tata ruang kota. hotel.000 – 20.000 3.000. e.000 100. membilas. rumah sakit. Tabel 3. 1 2 3 4 5 6 Kategori Kota I II III IV V VI Status Kota Metropolitan Besar Sedang Kecil Ibukota Kecamatan Desa Jumlah penduduk > 1. Laju pertumbuhan penduduk dapat dipakai untuk analisis kebutuhan. dan sebagainya.000 – 100. Perkiraan Jumlah Penduduk Pertambahan jumlah penduduk yang akan dilayani dalam pemenuhan akan sarana air bersih disesuaikan dengan tenggang waktu 8 . Sumber : NSPM kimpraswil Penggunaan air non domestik a. asrama dan lain-lain. Kebutuhan Air Untuk Fasilitas Sosial Kebutuhan air untuk fasilitas sosisl pada umumnya dihitung berdasarkan jumlah orang serta tempat dari jenis fasilitas yang ada. perkantoran. gedunggedung pemerintah. menyiram.000 – 1.gedung bioskop.000 20. pasar.000 < 3. tergantung dari jenis industri itu sendiri.000. d. Kebutuhan Air Industri Jumlah kebutuhan air untuk industri.000 Konsumsi 190 170 150 135 100 60 1. Kebutuhan Konsumen Air Bersih Domestik No.1. Kebutuhan Air Umum Kebutuhan air yang dikategorikan sebagai kebutuhan air umum antara lain untuk menyiram jalur hijau. dan lain-lain.suatu sistem penyedian air. Jenis pelayanan yang meliputi kebutuhan untuk pendidikan. penyiramn jalanan. Penggunaan Air Domestik Kebutuhan air domestik sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan konsumsi perkapita. c.000 500. kemungkinan penggunaan air dan variasinya harus diperhitungkan secermat mungkin.

....... 9 ............ (3 – 2) Dimana : P2 = Jumlah yang diketahui pada tahun terakhir (jiwa) P1 = Jumlah yang diketahui pada tahun awal (jiwa) T2 = Tahun terakhir yang diketahui T1 = Tahun awal yang diketahui b........ Rumus Metode Geometrik adalah : Pn= Po ( 1 + r )n ............. Metode Arithmatik digunakan apabila data berkala menunjukkan jumlah penambahan (absolute number) yang relatif sama tiap tahunnya................................1 .... Rumus Metode Arithmatik adalah : Pn= Po+ n ................... Metode Geometrik Pelaksanaan Metode Geometrik adalah suatu komponen eksponensial treneksponensial sering digunakan untuk meramalkan data atau kejadian lain yang perkembangan atau pertumbuhannya sangat cepat................ (3 – 3) Dimana : Pn = Jumlah penduduk yang akan datang (jiwa) Po = Jumlah penduduk pada tahun dasar proyeksi (jiwa) r = Tingkat pertumbuhan r = P0P11/n...... Metode Arithmatik Metode ini biasa juga disebut metode rata-rata hitung....... serta perkembangan sosial ekonomi........................... Beberapa metode untuk memperkirakan pertambahan penduduk yang akan dikemukakan dalam perencanaan ini yaitu : a................... (3 – 1) Dimana : Pn = Jumlah penduduk pada tahun ke-n (jiwa) Po = Jumlah penduduk pada tahun awal (jiwa) q = Pertambahan penduduk rata-rata setiap tahun (jiwa) n = Tenggang waktu proyeksi (tahun) q = P2 ...... (3 – 4) Dimana : P0 = Jumlah penduduk pada tahun awal (jiwa) P1 = Jumlah penduduk pada tahun sebelum dasar proyeksi (jiwa) n = Tenggang waktu proyeksi (tahun) Metode ini tepat diterapkan pada kasus pertumbuhan ekonominya tinggi dan perkembangan kotanya pesat................................................ metode ini digunakan bila data jumlah penduduk menunjukkan peningkatan yang pesat dari waktu ke waktu.P1T2 ...........yang ditetapkan...T1 .. mengingat untuk jangka waktu tertentu kebutuhan akan berubah............. dengan demikian keseluruhan sistem dapat pula berubah akibat pertambahan penduduk............... Selain itu akan dipertimbangkan pula faktor-faktor lain misalnya migrasi. adanya perkembangan industriindustri baru....... Untuk keperluan proyeksi penduduk.....q ...

.... Faktor ekonomi.... Adapun rumus yang digunakan dalam menghitung koefisien korelasi adalah sebagai berikut : r = n ..X2 ..... Koefisien Korelasi Untuk menentukan rumus yang akan dipakai dalam perhitungan jumlah penduduk dari beberapa metode..............b = koefisien yang konstan adapun persamaan a dan b adalah sebagai berikut : a = n .... Angka korelasi yang paling besar (lebih positif) atau yang paling kecil (lebih negatif) akan menetapkan mana dari keduanya yang akan digunakan.. XY – X .... Metode Least Square Salah satu metode peramalan dengan garis regresi sederhana adalah dengan menggunakan Metode Least Square...... Perkembangan Jumlah Penduduk Perkembangan jumlah penduduk pada dasarnya mencakup jumlah total penduduk pada masa mendatang.... Yn .. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk ialah: 1. interelasi dengan pertumbuhan penduduk 10 .. Hubungan komunikasi....... Koefisien relasi digunakan untuk mengukur keeratan hubungan antara dua variabel...... dan fasilitas-fasiltas sosial lainnya. 4... (3 – 5) Dimana : Y = Jumlah penduduk yang akan dihitung (jiwa) n = Jangka waktu tahunan (selisih tahun rencana dengan tahun dasar yang memiliki nilai X = 0) a..... ataupun akibat adanya kebijaksanaan penetapan pemerintah setempat....X2........ hubungan antara kota-kota besar akan mempengaruhi pertambahan atau pengurangan penduduk suatu kota.. Y X2-X2n ......... (3 – 8) Dimana : Y = Jumlah penduduk yang akan dihitung (jiwa) X = Jangka waktu tahunan (selisih tahun dengan tahun dasar) e......... fasilitas wisata akan memperbesar penduduk suatu daerah pemukiman..... 5.. Nilai dari koefisien relasi (r) terletak antara -1 dan +1........ (3 – 7) d...c. n + b .. Y2-Y212 ........ rekreasi.. Fasilitas sosial. XYn .. (3 – 6) b = Y ............X2.... baik yang diakibatkan oleh kecenderungan pertumbuhan penduduk pada masa kini......... 3......... Persamaan yang digunakan adalah : Y = a ........X2 ..... misalnya pembangunan industri......... 2...... Wisata....... antara lain pendidikan. kesehatan.... X2-X ... Rencana pembangunan suatu daerah misalnya lembah atau sungai....... XY-X ......... maka perlu dibuat koefisien relasinya..

Kehilangan air dapat disebabkan oleh : a. b. budaya dan pendidikan umum di dalam suatu masyarakat akan menambah jumlah penduduk sesuai dengan tingkat sosial penduduk tersebut. Kebocoran tingkat rumah bila menggunakan air tanpa meteran. b. 1 2 3 4 5 Jenis kebocoran Pada sistem jaringan distribusi Pada pipa konsumen Pada meter pipa Pada operasi dan pemeliharaan Pada administrasi jumlah Besar kebocoran (%) 5 5 3 -5 3 2 20 Sumber : Direktorat Jendral Cipta Karya dinas PU 3. Menurut SUDP (Second Sulawesi Urban Development Project II) 2001 disebutkan bahwa angka kebocoran/kehilangan air pada suatu sistem air bersih mulai kota kecil sampai kota metropolitan di Indonesia adalah sebesar 20%. Rincian Kebocoran / Kehilangan Air No. Kehidupan sosial. 11 . Besarnya jumlah kebutuhan air c. kebiasaan hidup. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja. 3. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Mei 2009 sampai bulan Juli 2009. Kebocoran dan melimpahnya reservoir. Kebocoran dalam pipa c. Beberapa faktor yang sangat menentukan dalam perencanaan sistem distribusi antara lain : a.1. Rincian kehilanganair yang diizinkan di Indonesia dapat dilihat pada tabel 3. 1 Sistem Distribusi Air Bersih Sistem distribusi air bertujuan untuk menyalurkan air bersih secara merata ke seluruh daerah pelayanan. Rencana induk pembangunan kota dengan perkiraan jumlah penduduk di masa yang akan datang. 1 METODOLOGI PENELITIAN a.yang bisa didapatkan. d. Kehilangan air dapat menyebabkan penurunan tekanan. Kehilangan air juga dapat disebabkan antara lain pencucian bangunan pengolahan dan melimpahnya reservoir. Lokasi sumber air 3. kongtaminasi air yang didistribusikan pada konsumen kemudian juga dapat mengurangi jumlah kualitas air berakibat pada tidak meratanya pengaliran air. Kondisi jaringan air d. 1 Kehilangan Air Kehilangan air dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara jumlah air yang diproduksi oleh produsen air dan jumlah air yang terjual kepada konsumen.1 dibawah ini : Tabel 3. sesuai yang tercatat pada meteran-meteran air pelanggan. Sedangkan pada jarinagan distribusi dapat diakibatkan oleh rusaknya sambungan kebocoran pada pipapipa distribusi. Pemakaiaan air yang berlebihan pada kran umum.

a. Kapasitas tersedia :air bersih : dan tujuan AnalisisSelesai BatasanKesimpulan Dasar bahasan : : Pokokteori Identifikasi saran Pengumpulan data danmasalah masalah kebutuhan : Mulai Kebutuhan penduduk hingga tahun Jumlah penduduk di wilayah perkotaan Perkiraan penduduk hingga tahun 2019 Kabupaten Data penduduk Tana 2019 Toraja perkotaan Kebutuhan air domestik Perkiraan kebutuhan air domestik Infrastrukturhingga tahun 2019 Kebutuhan air non air Perkiraan pendudukdomestik air bersih Kondisi eksiting PDAM non domesrik tingkat kebutuhan domestik Kebutuhan air hingga tahun non Kehilangan air2019 domesrik Besarnya kehilangan air 12 . yaitu dengan melihat atau mengamati secara langsung lokasi penelitian. Metode survey. Meninjau tingkat kebutuhan air bersih dengan kapasitas yang ada. 3. yaitu mengumpulkan informasi atau data melalui arsip yang dimiliki oleh instansi yang terkait. Metode Pengumpulan Data Data yang diperoleh pada penelitian ini diperoleh dengan cara : 1. Menghitung kapasitas pelayanan PDAM. Jenis Data Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari beberapa instansi terkait seperti PDAM dan Badan Pusat Statistik. Data jumlah air yang dikonsumsi 3. a. 2. Menghitung tingkat kebutuhan air bersih hingga tahun 2019. 6. 4. 4. 5. Metode internal. Studi pustaka terhadap literatur-literatur yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. Menyiapkan data-data yang diperlukan. Pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Mengadakan survey pendahuluan mengenai tingkat kebutuhan air pada PDAM Kabupaten Tana Toraja. Data sistem distribusi 4. a. Mengidentifikasi tingkat kehilangan air baik secara teknis maupun non teknis. 3. Sistem Pengolahan dan Analisis Data 1. Tahap Penelitian Adapun tahap penelitian yang akan dilakukan oleh penulis dalam rangka mengumpulkan data hingga proses penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Data jumlah pelanggan PDAM Kota Makale 2. Identifikasi permasalahan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan penelitian. 3. Memproyeksi pertambahan penduduk dari tahun 2009 sampai tahun 2019.b. Metode wawancara. Data infrastruktur yang ada di wilayah Kecamatan Makale. yaitu pengumpulan data dengan cara menanyakan langsung dengan pihak-pihak yang bersangkutan. 2. 2. Adapun data-data tersebut meliputi : 1.

dalam hal ini fasilitas kebutuhan air bersih.425 jiwa sedangkan pada tahun 2008 adalah sebesar 31.292%. metode geometric. menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kecamatan Makale mengalami pertambahan rata-rata per tahun sebesar 1. perhitungan akan dilakukan atas dasar data-data yang telah ada. Untuk memperkirakan besarnya pertambahan jumlah penduduk dimasa yang akan datang sesuai dengan tahun perencanaan. Oleh karena itu di dalam menganalisis kebutuhan air bersih suatu daerah yang paling berpengaruh adalah prediksi jumlah penduduk. Dengan demikian dapat menentukan besar kebutuhan fasilitas yang diharapkan.636 jiwa. Perkiraan Jumlah Penduduk Peningkatan jumlah penduduk berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat akan fasilitas air bersih. angka kelahiran dan urbanisasi. ANALISA KEBUTUHAN AIR a.1. Metode arithmatik Untuk menghitung jumlah penduduk metode arithmatik menggunakan rumus : 13 . sebagai berikut : b. Bila diamati.1. metode least square.2 dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Kecamatan Makale pada tahun 2005 adalah sebesar 30. perkembangan penduduk Kecamatan Makale. Adapun metodemetode perhitungan jumlah penduduk untuk masa yang akan datang seperti yang telah dibahas pada bab sebelumnya yaitu metode arithmatik. Pada tabel 2. ANALISIS TINGKAT KEBUTUHAN AIR BERSIH 4. Perkiraan penduduk dibuat untuk mengetahui jumlah dan perkembangan penduduk tiap tahun hingga akhir tahun perencanaan yang diinginkan (dalam perencanaan ini sampai tahun 2019). Adapun hal-hal yang mempengaruhi jumlah penduduk adalah laju pertumbuhan penduduk.

480 jiwa. perkiraan jumlah penduduk Kecamatan Makale hingga tahun 2019 dengan metode arithmatik adalah sebagai berikut : P2019 = P2008 + n .2005 = 403.058 34.T1 = 31. Untuk lebih jelas mengenai proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Makale mulai dari awal tahun perencanaan yaitu 2009 sampai dengan tahun akhir perencanaan yaitu tahun 2019 dengan menggunakan metode arithmatik secara rinci dapat kita lihat pada tabel 4.251 33.480 14 .Pn= Po+ n .1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Penduduk (Jiwa) 31.636 – 30.462 34. jumlah penduduk Kecamatan Makale pada tahun 2008 adalah 31.636 + (12) .636 jiwa (jumlah penduduk tahun 2008) P1 = 30.269 35.4252008 .847 33.076 36.667 P2019 = 36. 403.1 sebagai berikut : Tabel 4. Proyeksi Jumlah Penduduk Kec.443 32.480 Sumber : Hasil Perhitungan Berdasarkan tabel diatas.425 jiwa (jumlah penduduk tahun 2005) n = 12 tahun maka : q = P2 .636 jiwa dan pada tahun 2019 adalah 36.480 jiwa Berdasarkan hasil perhitungan diatas.636 32. Makale Dengan Metode Arithmatik No.P1T2 . diketahui bahwa proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Makale dengan menggunakan metode arithmatik pada akhir tahun perencanaan yaitu tahun 2019 adalah sebesar 36.q Dari data penduduk diperoleh : P2 = 31.654 34.673 36. q P2019 = 31.667 Sehingga.865 35.

205 34.2 sebagai berikut : Tabel 4.636 + (1 + (0.576 32.566 jiwa Berdasarkan hasil perhitungan diatas.844 jiwa.98 % Sehingga.a. diketahui bahwa proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Makale dengan menggunakan metode geometrik pada akhir tahun perencanaan yaitu tahun 2019 adalah sebesar 35. perkiraan jumlah penduduk Kecamatan Makale hingga tahun 2019 dengan metode geometrik adalah sebagai berikut : P2019 = P2008 (1 + r )n P2019 = 31.1.540 34.0098 = 0. Jadi. Metode geometrik Untuk menghitung jumlah penduduk metode geometrik menggunakan rumus : Pn= Po ( 1 + r )n Dari data penduduk diperoleh : P0 = 31.872 34. Proyeksi Jumlah Penduduk Kecamatan Makale Dengan Metode Geometrik No.1 = 0.4251/4. Untuk lebih jelas mengenai proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Makale mulai dari awal tahun perencanaan yaitu 2009 sampai dengan tahun akhir perencanaan yaitu tahun 2019 dengan menggunakan metode geometrik secara rinci dapat kita lihat pada tabel 4.879 35.566 jiwa. jiwa.895 33.1 = 31. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Penduduk (Jiwa) 31. Kecamatan Makale mengalami perkiraan pertambahan jumlah penduduk dari tahun 2008 sampai tahun 2019 sebasar 4.636 jiwa (jumlah penduduk tahun 2008) P1 = 30.63630.221 35.636 32.566 Sumber : Hasil Perhitungan 15 .543 33.259 32.425 jiwa (jumlah penduduk tahun 2005) n = 4 tahun maka r =P0P11/n.0098))12 P2019 = 35.218 33.

63. diketahui bahwa proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Makale dengan menggunakan metode least square pada akhir tahun perencanaan yaitu tahun 2019 adalah sebesar 35.50 Sehingga.651 31.063 31.2 .X2 = 123.4 sebagai berikut : Tabel 4.X2 = 4 .50 P2019 = 35. 123.22 = 405 b = Y . 6. Metode least square Untuk menghitung jumlah penduduk Kecamatan Makale sampai akhir tahun perencanaan yaitu tahun 2019 dengan menggunakan metode least squaredapat dilihat pada tabel 4.272 63. 6 . XY-X .1.636 123.9104 . Data Penduduk Kecamatan Makale 4 Tahun Sebelumnya No. 63.596 jiwa. Yn .a. 1 2 3 4 Tahun 2005 2006 2007 2008 Jumlah Jumlah Penduduk (Y) 30.Y (30.741. jumlah penduduk Kecamatan Makale pada tahun 2008 adalah 31.910 Sumber : Hasil Perhitungan a = n . XYn . n + b P2019 = 405 .063 63.3 sebagai berikut : Tabel 4. Proyeksi Jumlah Penduduk Kecamatan Makale Dengan Metode Least Square 16 .2. 12 + 30.636 jiwa dan pada tahun 2019 adalah 35.775 . perkiraan jumlah penduduk Kecamatan Makale hingga tahun 2019 dengan metode least square adalah sebagai berikut : Pn = a .910-2 .X2.741.425) 31.775 X -1 0 1 2 2 X2 1 0 1 4 6 X.930 jiwa.X2.566 jiwa. Berdasarkan tabel diatas.7754 .22 = 30. 6. Untuk lebih jelas mengenai proyeksi jumlah penduduk Kecamatan Makale mulai dari awal tahun perencanaan yaitu 2008 sampai dengan tahun akhir perencanaan yaitu tahun 2019 dengan menggunakan metode least square secara rinci dapat kita lihat pada tabel 4.425 30. Jadi.596 jiwa Berdasarkan hasil perhitungan diatas. X2-X . Kecamatan Makale mengalami pertambahan jumlah penduduk dari tahun 2008 sampai tahun 2019 sebasar 3.

No.636 31.596 jiwa.360 32.960 jiwa.551 31.955 32. Kecamatan Makale mengalami pertambahan jumlah penduduk dari tahun 2008 sampai tahun 2019 sebasar 3. jumlah penduduk Kecamatan Makale pada tahun 2008 adalah 31.764 33. metode geometrik.636 jiwa dan pada tahun 2019 adalah 35.787 35. Prediksi Jumlah Penduduk Kecamatan Makale Berdasarkan Metode Yang Digunakan 17 .191 35.3.169 33. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Penduduk (Jiwa) 31. dan metode least square secara dapat dilihat pada tabel 4.573 33.596 Sumber : Hasil Perhitungan Berdasarkan tabel diatas. Untuk melihat lebih jelas mengenai perbandingan hasil perhitungan jumlah penduduk Kecamatan Makale dari awal tahun perencanaan yaitu 2008 sampai dengan tahun akhir perencanaan yaitu tahun 2019 dengan menggunakan ketiga metode tersebut yaitu metode arithmatik. Jadi.978 34.382 34.5 sebagai berikut : Tabel 4.

Untuk menentukan metode mana yang akan dipakai dalam menganalisis tingkat kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan.382 34. Proyeksi Jumlah Penduduk a.596 Sumber : Hasil Perhitungan Grafik 4. Y2-Y212 = 11 .234.865 35.636 31.405.205 33.251 33.dimana perbedaannya terdapat pada rumus yang digunakan.058 34.462 34.67-66.673 36.978 34. dapat dilihat perbedaan hasil perhitungan dari ketiga metode.218 32.480 Geometrik Least Square 31.33)506-662(11 12.169 33.576 31.847 33. = 0. Koefisien korelasi : R = n .No.551 32.1.879 34. Y2-Y212 Dimana : R = Koefisien korelasi Y = Jumlah penduduk yang diprediksi (jiwa) X = Variable independen X n = Jumlah data yang digunakan hasil perhitungan koefisien korelasi dari ketiga metode diatas dapat dilihat sebagai berikut : • Koefisien Korelasi Metode Aritmatika r = n .1.33)2)12 .291.443 32.(374.654 34. ( Y )X2-X2n .44-(374.234. XY – X .566 35.221 35.751641.787 35.360 33.573 34.955 32.872 33. Perhitungan Kerelasi Metode Arithmatik 18 .269 35. maka hasil perhitungan tersebut di atas dianalisis dengan cara menghitung koefisien korelasi masing-masing metode. Metode korelasi Dari tabel di atas.076 36.191 35. ( Y )X2-X2n .636 32.636 32. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Pe nduduk (Jiwa) Arithmatik 31.895 32.543 33.259 31.540 34.997176 Tabel 4.827.764 33. 2. XY – X .

627.636 32.Y 31.319.78 1.65 X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 78.672. ( Y )X2-X2n .38-66 .636 64.51 1.791 2.614.46 1.44 1.147.103.0 0 Y 2 X 2 X.879 35.260.380.99 7 72 2 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah R Jumlah Pe nduduk (Y) 31.No .727 396.727 131.421 356.418.63 1.040.003 168.089 201.91 X2 1 4 9 16 25 36 49 64 81 100 121 144 650.342.105.78 1.216.887 98.232 278.997939 Tabel 4.164.4 4 1 4 9 16 25 36 49 64 81 100 121 144 6 50.998404 • Sumber : Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Metode Least Square r = n .259 32.269 35.181.000.895 33.872 34.261 237. Y2-Y212 = 11 .937.645.00 1.187.215.923 317.731.361. 2.490.240.69212 .01 1.7 29 .53 1.669.409.44 1.539.606.496.881.67 0 .606.539. 365.243.337.343.636 64. = 0.234106 -66 .169.496.636 310.5 87 .654 34.301.760 2.00 1.859 348.78 1.11 1.052.847 33.519 97.08 2.00 1.501.404.330.902.45 1.576 32.00 Y2 1.147. XY – X .606.082.221 35.516.543 33.419.00 1.468.338.409.1.250.89 1.078.107 273.826.150.272.50212 .462 34.11 1.00 14.264.400. ( Y )X2-X2n .1.125.061. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 J umlah R J umlah Pe nduduk (Y) 31. Perhitungan Kerelasi Metode Geometrik No.480 4 1 0.076 36.005.094.636 32. 368.58 1.768.427 426.635.159.364.583.79-368.343. Perhitungan Kerelasi Metode Least Square 19 .677.540 34.541 133.7 14 .00 X.947.132.491.843.8 05.205 34.058 34.69506-66211 12.949.25-365.193.348 241.843.566 404.786 387.673 36.840 437.925.584.877.251 33.833.152.994945 Tabel 4.569. Y2-Y212 = 11 .591.87 0.00 • Sumber : Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Metode Geometrik r = n .443 32.836.469.836.218 33.12 13.865 35.Y 31. = 0.50506-66211 12.331.00 1.13 1.272 204.722.33 X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 78.000.581 166. 2. XY – X .43 1.61 1.790.

696.146.978 34.836.101 427.321. 1 2 3 Metode Arithmatika Geometrik Least Square Koefisien Korelasi 0.787 35. Perkiraan Kebutuhan Air Bersih Dalam menganalisis kebutuhan air bersih suatu daerah yang paling berpengaruh adalah jumlah penduduk yang akan dilayani dan angka standar kebutuhan air.154.609 18.259 32.970 jiwa pelanggan (35 %).820 309.438 163.25 1.480.540 34.25 1.392.924.490.996043 Sumber : Hasil Perhitungan Tabel 4.636 jiwa.323 22.596 400.159 28. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah R Jumlah Penduduk (Y) 31.470.865 387. dengan jumlah konsumen rumah tangga 5 jiwa.242.551 31.025.46 3.01 m3/hr 1.573 33.406.507.00 1. Kebutuhan air bersih rumah tangga Pada tahun 2008 jumlah penduduk Kecamatan Makale mencapai 31.95 1.759.100.87 44.74 37.50 X2 1 4 9 16 25 36 49 64 81 100 121 144 650.009 Jatah Pemakaian Air (Ltr/Org/Hari) 135 135 135 135 135 135 135 135 135 135 135 135 Kebutuhan Air Ltr/dtk 17.939.122.66 3.2.506.78 40.582.998. maka konsumen rumah tangga 10.9984 0.872 34.820 199.83 31.25 1.9977 0. Perkiraan jumlah penduduk yang akan mendapat pelayanan air bersih No.25 1.00 0.00 X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 78.09 1.95 1.531.60 2.496.021.137.14 17.543 33.20 2.449 20.252.191 35.233 24.25 1.149.82 4.322 unit rumah tangga.182.25 13.170 13.661.011 235.36 23.865 129.438 347.743.00 Y2 1.101 95.000.45 20.073.576 32.895 33.267.00 1.218 33.636 32.02 3.178 26.329.205 34.26 Sumber : Hasil Perhitungan Dari tabel 4.417.264.146 2.240.03 50.221 35.169 33.481.970 11.444.955 32.050.13 25.620. 1.9960 Keterangan Terdekat 1 a.10 dapat dilihat bahwa akhir perencanaan yaitu pada tahun 2019. Sumber : Hasil Perhitungan Oleh karena koefisien korelasi metode geometrik lebih besar dari koefisien korelasi metode arithmatik dan least square maka kecenderungan pertumbuhan penduduk dianggap mengikuti kecenderungan geometrik.636 31.00 1.00 995. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Penduduk (Jiwa) 31.00 X.38 2.45 3.1. Tabel 4.No.001.127.039.00 1.176 32.434.210.121. diupayakan tingkat pelayanan air bersih (sambungan 20 .00 1.479. Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi No.95 28.764 33. Jika jumlah pelanggan rumah tangga (sambungan langsung) mencapai 6.011 271.100.342.636 63.382 34.360 32.803 16.879 35.803.Y 31.047.566 Penduduk yang terlayani % 35% 35% 40% 45% 50% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 90% Jumlah 10.76 34.238.030 14.

Standar kebutuhan air untuk fasilitas kesehatan adalah 200 liter/t. Dengan jatah pemakaiaan air sebesar 10 liter/orang/hari.543 16.50 155.259 32.63 119.54 170. Kebutuhan air bersih untuk fasilitas kesehatan Proyeksi kebutuhan air bersih untuk fasilitas kesehatan dihitung berdasarkan pada sistem pelayanan terhadap banyaknya jumlah tempat tidur pada rumah sakit dan puskesmas serta BKIA Kecamatan Makale pada tahun 2008 sebanyak 50 buah.98 liter/detik atau 170.540 34.050 15.80 1. Jika persentase jumlah murid dan duru dianggap tetap.52 1. jumlah murid dan guru yang ada di Kecamatan Makale sebesar 11. maka proyeksi kebutuhan air bersih untuk fasilitas pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.480.95 m3/hari. Dengan jatah pemakaiaan air sebesar 135 liter/orang/hari. Prediksi kebutuhan air bersih untuk fasilitas kesehatan 21 .69 1.088 14.65 150.43 1.tidir/hari.72 3 Sumber : Hasil Perhitungan Pada tahun 2008.38 1.63 m3/hari. jumlah murid dan guru mengalami peningkatan menjadi 17. kebutuhan air bersihnya sebesar 1. maka kebutuhan air bersihnya sebesar 17.79 131.554 17. Dengan jatah pemakaiaan air sebesar 10 liter/orang/hari.136 jiwa atau sebesar 36% dari jumlah penduduk pada tahun tersebut.92 1.98 m /hr 114.rumah tangga) dapat mencapai 90% dari total jumlah penduduk. maka kebutuhan air bersihnya juga meningkat sebesar 1.636 32.895 33.158 13.044 16. Pada tahun 2019. sebagai berikut : Tabel 4. Prediksi kebutuhan air bersih untuk fasilitas pendidikan No. 1. Pada tahun 2008.009 jiwa.218 33. Kebutuhan air bersih untuk fasilitas pendidikan Fasilitas pendidikan di Kecamatan Makale pada tahun 2008 sebanyak 53 buah dengan perincian yang dapat dilihat pada bab II.072 jiwa atau 48% dari jumlah penduduk yang terlayani pada tahun tersebut.463 11.72 m3/hari.879 35.44 165.33 1.543 33.11 sebagai berikut : Tabel 4.565 15.463 jiwa atau sebesar 36% dari jumlah penduduk yang terlayani pada tahun tersebut.33 liter/detik atau 114.221 35.19 140. 1.1.872 34. Jatah pemakaian air menurut standar yang telah ditentukan sebesar 10 – 20 liter/orang/hari. dapat dilihat pada tabel 4.12.619 14.74 1.205 34.1.58 1.576 32.566 Jumlah Murid dan Guru % 36% 37% 38% 40% 41% 42% 43% 44% 45% 46% 47% 48% Jumlah 11. Jumlah murid dan guru sebesar 14.88 145.072 Jatah Pemakaian Air (Ltr/Org/Hari ) 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 Kebutuhan Air Ltr/dtk 1.14 liter/detik atau 1.36 123. atau sebesar 32. untuk lebih jelas.936 12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Penduduk (Jiwa) 31.86 1.58 136.43 160.379 13.970 jiwa atau sekitar 35% dari jumlah penduduk yang terlayani pada tahun tersebut.63 1. penduduk yang dilayani oleh PDAM Kecamatan Makale adalah sebesar 10.

1.221 35.67 10. maka kebutuhan air bersihnya juga meningkat sebesar 0.77 10.20 0.97 20.13 10.20 m3/hari.99 11.30 m3/hr 10.36 26. Prediksi kebutuhan air bersih untuk fasilitas ibadah 22 . jumlah pegawai yang ada di Kecamatan Makale sebanyak 993 jiwa atau sebesar 3.576 32.12 0.22 0.023 1.00 11.09 11.033 1.15 0. Kebutuhan air bersih untuk fasilitas perkantoran Pada tahun 2008.14% 3.14% dari jumlah penduduk Kecamatan Makale.47 15.15% 3.15% Jatah Pemakaian Air Jumlah (Ltr/Org/Hari) 993 1.26 0.57 10.93 10.043 1.088 1.13 0. Prediksi kebutuhan air bersih untuk fasilitas perkantoran No.13 0.23 10.15% 3.218 33.109 1.15% 3.067 1.12 0.15% 3.13 0.12 0.12 0. dan gereja.00 Sumber : Hasil Perhitungan 1.636 32.15% 3. jumlah pegawai mengalami peningkatan sekitar 3.43 10.17 0.12 0.14 sebagai berikut : Tabel 4. Proyeksi kebutuhan air bersih untuk fasilitas pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.13 0. Standar kebutuhan air untuk fasilitas perkantoran sebesar 10 liter/orang/hari.Tidur/Ha ri) 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 Kebutuhan Air Ltr/dtk 0.29 0.1.013 1.12 0. Proyeksi kebutuhan air bersih untuk fasilitas ibadah dapat dilihat pada tabel 4.13 liter/detik atau 11.14% 3.61 13.72 25.540 34.94 17.18 0.205 34.33 10.259 32.14% 3.03 14.44 18.077 1. Dengan jatah pemakaiaan air sebesar 10 liter/orang/hari.872 34.15% 3. 1.879 35.52 22.895 33. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Penduduk (Jiwa) 31. Kebutuhan air untuk fasilitas ibadah adalah sebesar 1-3 m3/bangunan /hari.12 0.27 0.13 m3/hr 9.14% 3.24 0.543 33.566 Jumlah Pegawai % 3.20 Sumber : Hasil Perhitungan Pada tahun 2019.13 sebagai berikut : Tabel 4.120 jiwa.88 10.12 0.14% 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Tempat Tidur 50 58 65 72 80 87 95 103 111 119 127 130 Jatah Pemakaian Air (Ltr/T.120 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 Kebutuhan Air Ltr/dtk 0.11 23.057 1.11 0.099 1.15% dari jumlah penduduk Kecamatan Makale pada tahun tersebut menjadi 1.No. Kebutuhan air bersih untuk fasilitas ibadah Fasilitas ibadah yang tersedia di Kecamatan Makale pada tahun 2008 sebanyak 63 buah yang terdiri dari mesjid.

46 771.62 liter/detik atau 140.74 10.60 1.00 20.50 9.00 Kehilangan dalam Distribusi Tingkat Kebocoran % 44.88% pada proses distribusinya.33 927.55 1.51 891.93 9. maka kebutuhan air bersihnya adalah 1.00 128.00 38.00 34.83 914.59 1.35 932.00 30.00 38. dari total kebutuhan air rata-rata sehari-hari.72 10.84 926.00 28.30 910.00 Kehilangan Air Ltr/dtk 9.58 10.00 m3/hari.00 28.96 10.53 1. jumlah tempat ibadah yang ada di Kecamatan Makale sebanyak 63 buah.No. KEHILANGAN AIR Berdasarkan data dari PDAM Kecamatan Makale. Diharapkan pada akhir perencanaan tingkat kehilangan air akan turun mencapai 20%.00 32.00 26.00 24.30 133. Tahun Total kehilangan Air (%) 44.23 820.74 131.91 138.00 22.57 138. sesuai dengan angka kehilangan air yang diijinkan oleh Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan umum.50 1.79 10.61 1.00 36.46 liter/detik atau 126 m3/hari.60 134.67 3 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Sumber : Hasil Perhitungan 23 .79 m /hr 778.00 20.01 8.00 36.00 22.00 24.48 129. Analisis kehilangan air No. kehilangan air sekarang ini mencapai 44.88 40. jumlah tempat ibadah di Kecamatan Makale mengalami peningkatan menjadi 70 buah.52 1. Dengan pemakaian air bersih sebesar 2 m3/bangunan/hari.00 30.00 140.00 26.15 sebagai berikut : Tabel 4.00 34.76 931.02 132. maka kebutuhan air bersihnya juga meningkat menjadi 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. 4.1.54 10.91 136.75 708.20 8.23 137.56 1.49 1.62 m3/hr 126.46 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Tempat Ibadah 63 64 65 66 66 67 67 68 69 69 69 70 Jatah Pemakaian Air (m3/Bangunan/Hari) 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Kebutuhan Air Ltr/dtk 1.88 40.00 32.58 1. Pada tahun 2019.00 Sumber : Hasil Perhitungan Pada tahun 2008.1.32 10.65 860.

59 67 2 1.01 4.50 129.88 87 200 0.233 135 34.609 135 25.01 1.15 44.353.97 3.26 B Kebutuhan Air Non Domestik III Pendidikan a.38 70 2 1.99 1.00 0.06 5.00 0.15 40.48 8508.15% 521 10 0.08 32. Kebutuhan Air % Jiwa (Ltr/Org/Hari) Ltr/dtk m /hr 3 35% 10.43 111 200 0.00 0.33 114.58 35.88 9.04 3.803. Kebutuhan Air IV Kes ehatan a. Tingkat Pelayanan b.81 8105.21 1. angka-angka tersebut adalah kebutuhan harian maksimum ditetapkan sebesar 1.63 140. Koms umsi d.998.05 4.44 25.72 4468. Cakupan Pelayanan c.00 0.862.15 48.62 3.540 2017 34.584.45 70% 24.636 Tahun Proyeksi 2014 2015 33.69 145.15 55.61 3. Pertumbuhan penduduk di wilayah Kecamatan Makale dari tahun 20052008 ke tahun 2009-2019 tidak banyak mengalami perubahan yaitu dari 32.05 4.70 838. Koms umsi d.00 0.02 75% 26.75 29.00 0.50 9.82 90% 32.56 134.24 46% 16. Cakupan Pelayanan c.63 48% 17.23 797.859. Harian Maks imum Ltr/dtk m3/hr Ltr/dtk m3/hr Ltr/dtk m /hr 3 b.38 6167.00 30.00 9.52 41% 13.58 136.221 2019 35.00 0.28 66 2 1.259 2010 32.34 43% 14.14 1.24 20.808 m3/hari).11 3.91 32.14 56.93 m3/hari).00 9.50 62.872 34.94 3.176 135 44.1.13 47% 16.95 40% 13.93 3.009 135 50.36 47.75 83.00 53.543 2016 34.62 9385.00 0.885.00 0.00 2851.75 88.36 15.030 135 20.60 32.38 50% 16.15 51.23 1.93 7683.54 127 200 0.00 15.54 37. Kebutuhan Air VI Tempat Ibadah a.74 23.82 4.93 17.279. maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut : 1.786.029.50 0.59 137.58 40% 13.27 4.259 menjadi 35. Kehilangan dalam produksi % Jiwa (Ltr/Org/Hari) Ltr/dtk m /hr buah (Ltr/Org/Hari) Ltr/dtk m /hr % Jiwa (Ltr/Org/Hari) Ltr/dtk m /hr buah (Ltr/Org/Hari) Ltr/dtk m /hr 3 3 3 3 36% 11.313.490.14 44.00 0.15 37. Jam Puncak Ltr/dtk m3/hr Sumber : Hasil Perhitungan 1.14% 389 10 0.75 93.46 2891.80 155.07 5.89 65 2 1.566 Kebutuhan Air Domes tik I Jumlah Penduduk II Cakupan Pelayanan . Koms umsi d.19 80 200 0.68 836.323 135 31.50 8.76 2.00 0.01 C D Ltr/dtk m /hr 3 % % Ltr/dtk m3/hr % b.321.390.97 4.00 20.38 724. Jumlah Tempat Ibadah c. Kesimpulan Dari hasil analisis kebutuhan air bersih pada wilayah perkotaan Kecamatan Makale.001.15% 474 10 0.28 3.89 4.14 3209.29 25.790. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.58 136.70 2.66 65% 22.554 10 1.38 2.75 73. Hal 24 .61 138. Kebutuhan Air V Perkantoran a.08 1.17 14.00 37.67 3.00 0.52 4883.22 4166.242.49 128.75 78.33 806.88 0.50 1.631. Koms umsi d.Sambungan Rumah a.00 8.619 10 1.03 3.566 jiwa.91 35.57 41.72 5591.623.23 38.33 5385.75 62.91 44.00 0.050 10 1.00 8.07 1.15% 490 10 0.72 3.12 10.61 4.06 5.45 1.05 1.20 17.1.379 10 1.06 1.75 56.75 98.00 40.75 50.44 67 2 1.74 150.18 44.13 11.78 27.00 0.159 135 40.00 0.20 708.047.09 41.74 3.63 50 200 0.175 dari kebutuhan harian ratarata.15% 505 10 0.96 3539.26 22.00 0.10 liter/detik (2.81 3.205 2009 32.38 6340.879 2018 35.463 10 1.507.18 15.07 1.00 0.86 160.00 0.00 0.40 50.44 1.92 5868.95 2.35 3.Kimpraswil tahun 2002.75 108.80 1.60 138.00 32.15 45% 15.93 1.44 119 200 0. A Uraian Satuan Aktual 2008 31.65 5326.42 1.30 29.60 60% 20.141.4.15 61.47 3.02 22.90 69 2 1.576 2011 32.00 0.14% 413 10 0.50 103 200 0.00 0. Kebutuhan Air Kebutuhan Domestik + Kebutuhan Non Domestik Tingkat kebocoran a.48 1.55 133.93 771. Koms umsi d.00 0.530.15 71.92 4399.00 0.62 1.52 131.137.46 1.15 33.15% 459 10 0.21 69 2 1.15 13.362.00 3. Cakupan Pelayanan c.75 64 2 1.50 liter/detik (2.044 10 1.98 3.75 50.30 2.29 2.59 828.98 170.55 38.94 4. PENUTUP 5.088 10 1.85 35.33 38% 12.36 58 200 0.60 63 2 1. FLUKTUASI PEMAKAIAN AIR Berdasarkan Pedoman / Petunjuk dan Manajemen Air Minum Perkotaan Dep.895 2012 33.26 2.10 2.50 0.06 4.00 17.513.22 4339.00 0.36 3.531.15% 538 10 0.15 dan kebutuhan pada jam puncak ditetapkan sebesar 1. Tingkat Pelayanan b.072 10 1.13 1.22 18.735.00 20.58 72 200 0.52 3.970 135 17.449 135 28.92 1.771.62 1.50 0.35 44% 15.56 1.74 68 2 1.03 3.00 0.743.05 4.14% 375 10 0.52 822.00 3.05 4.79 65 200 0.87 3.78 3.14% 428 10 0.00 9.96 30.00 27. Tingkat Pelayanan b.00 22.37 37% 11.02 26.13 sebagai berikut : Tabel 4.09 45% 14.479.20 55% 18.71 6800.75 67.00 0.13 66 2 1.30 26.170 135 17.95 35% 11.46 80% 28.46 28.01 778.59 20.178 135 37.15 40.83 2.50 9.513.00 44.50 0.80 1.86 1.48 20.50 8.29 1.36 1.38 119. Pada tahun 2008 total kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan Kecamatan Makale sebesar 29.27 23.55 42% 14.51 1.62 140.50 9.52 131.158 10 1.65-1.15 64.14% 360 10 0.15% 444 10 0.1-1.480. Dengan kapasitas rata-rata produksi sebesar 32.04 3. Proyeksi Kebutuhan Air Kecamatan Makale No.565 10 1.49 2.264.06 5.543 10 1.53 132.00 0.00 0.38 1.00 47.936 10 1.65 95 200 0. 2.92 53.44 3.15 33.72 130 200 0.89 7248.00 25.44 5048.10 699.759.92 165.64 3856.218 2013 33.50 0.00 35.04 3.00 0.663.00 8.05 69 2 1.48 3. Kehilangan dalam distribusi E F Total Kebutuhan Kebutuhan maks imum a.43 123.16.81 761.46 126.15 58.803 135 23. Jumlah Tempat Tidur c.13 4763.00 0.077.05 4.50 1.

Pengetahuan Umum Instalasi Air Bersih. 1996. Jozep B. Bandung. Hal tersebut dapat dilakukan baik itu menambah kapasitas Pompa pada IPA Kia’tang dari 20 ltr/dtk menjadi 40 ltr/dtk. Suciastuti. Instalasi Pengolahan Air Bersih. Bidang Pengairan. Anonymous.. Departemen Pekerjaan Umum. 2009. Daftar Pustaka Anonymous. Jakarta. maka hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih pada tahun 2019 sudah tidak mencukupi. Direktorat Jenderal Cipta Karya. 1980. ataupun membuat IPA yang baru dengan kapasitas pompa yang lebih besar dari IPA yang ada pada saat ini. Diterjemahkan oleh Djoko Sasongko Teknik Sumber Daya Air Jilid 1 Edisi 3. 1996. Jakarta..50 liter/detik (2.Totok. Direktorat Teknik Penyehatan. Departemen Pekerjaan Umum.808 m3/hari). Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja Perusahaan Daerah Air Minum. sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara maksimal.86 m3/hari).. Erlangga.. Sutrisno. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tana Toraja. Linsley. Franzini. 2010.1. Ray K.. Jakarta. Franzini. 25 . Distribusi. Ray K. Dinas Pekerja Umum. Erlangga. Tana Toraja Dalam Angka 2009. DPMB. Dengan kapasitas ratarata produksi yang ada saai ini sebesar 32. Pada tahun 2019 total kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Makale sebesar 62. Departemen Pekerjaan Umum. Diterjemahkan oleh Djoko Sasongko Teknik Sumber Daya Air Jilid 2 Edisi 3.. Linsley. Propinsi Sulawesi Selatan. Haryono. dan menambah kapasitas produksi penyediaan air bersih untuk mencukupi perkiraan kebutuhan air bersih pada tahun 2019. Disamping itu untuk mengoptimalkan pelayanan air bersih di wilayah Kota Makale pada masa mendatang maka diharapkan kepada Pemerintah setempat dapat memanfaatkan sumber-sumber air lain yang tersedia. Jakarta. 1984. Rineka Cipta. A.07 liter/ detik (5. Ir. kami menyampaikan saran kepada penduduk Kota Makale agar hemat dalam menggunakan air bersih . Teknologi Penyediaan Air Bersih.ini menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih pada tahun 2008 masih mencukupi. 1984. PT. Eni. Jozep B.362. 5. Jakarta.. Kabupaten Tana Toraja. Sub Bidang Penyelidikan Masalah Air. 1986. Saran Sebagai akhir dari penulisan ini.. C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful