Pada peta penggunaan lahan (land use), secara umum, beberapa objek yang dapat terlihat (teridentifikasi) dapat

dibedakan menjadi objek luasan (area) dan juga objek linear (garis). Klasifikasi penggunaan lahan dapat berbeda-beda sesuai objek yang ditemukan dalam lokasi. Adapun klasifikasi penggunaan lahan untuk skala 1:10.000 menurut I Made Sandy, antara lain: 1. Perkampungan (Pemukiman) Perkampungan yang dapat terlihat dalam peta skala 1:10.000 dapat berupa kampung, atau pemukiman biasa, kuburan nyata, kuburan tidak nyata, emplasemen menetap dan emplasemen tidak menetap. Kampung merupakan kelompok bangunan tempat tinggal penduduk yang dimaksudkan untuk dijadikan tempat tinggal menetap. Sifat menetap tersebut dapat diketahui dari pengakuan penduduk (jika kampung sudah diberi nama tetap seperti babakan, empang, umbul, taratak, dan lain-lain), kondisi bangunan (jika konstruksinya dibuat untuk dapat dijadikan tempat tinggal selama lebih dari 3 tahun), dan intensitas hunian (jika selama lebih dari 3 tahun dihuni setiap tahun sedikitnya 6 bulan secara kumulatif). Sementara area perkuburan dapat dibagi menjadi kuburan nyata (perkuburan nyata dengan bentuk batu nisan dan gundukan yang jelas) serta kuburan tidak nyata (perkuburan yang sudah kuno, bentuk fisiknya tidak jelas terlihat, namun diketahui oleh penduduk. Selain itu, terdapat juga emplasemen, yakni komplek bangunan yang utamanya dimaksudkan sebagai tempat perusahaan (seperti pabrik, kilang, stasiun, dan sebagainya). Emplasemen dapat digolongkan sebagai emplasemen menetap dan sementara. Disebut emplasemen menetap jika dimaksudkan menetap dan biasanya sifat kegiatannya untuk eksploitasi, sebaliknya bila hanya bersifat sementara selama berlangsungnya kegiatan proyek atau memang dimaksudkan berpindah-pindah untuk kegiatan eksplorasi, disebut sebagai emplasement tidak menetap. 2. Persawahan Persawahan merupakan areal pertanian tanah basah atau yang sering digenangi air; fisiknya nampak seperti apa yang lazim di Indonesia di kenal sebagai tanah sawah. Termasuk didalamnya berbagai jenis sawah dan juga pertanian kering semusim. Sawah dapat terbagi menjadi sawah irigasi (dengan keterangan waktu panen dalam satu tahun

dan lain-lain) mesti dinyatakan sebagai tegalan. sawah rawa (satu kali panen padi dalam setahun). Perkebunan Perkebunan merupakan areal yang ditanami jenis tanaman keras dan jenis tanamannya hanya satu. Sama halnya seperti perkebunan biasa. 4. Jenis pengambilan hasilnya adalah bukan dengan cara menebang pohon. dan dapat dikatakan sebagai kebun ‘buah-buahan’ jika tanamannya khusus buah-buahan saja. Adapun pertanian kering semusim merupakan areal pertanian yang tidak pernah diairi. sawah irigasi dengan palawija (dengan keterangan waktu panen dalam satu tahun beserta jenis palawija). Maka berdasarkan definisi kebun campur tersebut. sawah yang ditanami tebu. semangka.000 dan 1:12. Kebun campur dapat dikatakan berupa ‘campuran’ bila tidak ada jenis tanaman yang dominan atau menonjol. tembakau. jenis tanaman dinyatakan berturut sesuai urutan dominasinya. Pada ladang dan tanaman. Pertanian kering semusim mencakup tegalan (dengan jenis tanaman). 3.500 menurut Sandy. kemudian diikuti jenis-jenis lainnya sesuai urutan dominasinya. sawah tadah hujan (biasanya satu kali panen dalam satu tahun). areal pertanaman berupa buah-buahan yang melulu dari jenis-jenis tanaman yang semusim (seperti nanas. dan juga Rosela. Suatu areal perkebunan dinyatakan “sudah berproduksi” jika 50 persen tanamannya sudah berproduksi. namun tanaman keras yang mungkin ada hanya terdapat pada pematang-pematang. Perkebunan dapat dibagi menjadi perkebunan (misalnya karet) yang sudah berproduksi dan belum berproduksi.yang bervariasi). seharusnya telah mencantumkan keterangan sudah atau . Sandy (1973) menyebutkan bahwa bila terdapat padi harus dinyatakan sebagai jenis pertama. yang ditanami dengan jenis tanaman umur pendek saja. dan bunga-bungaan dengan jenis tanaman. kebun campur dalam peta skala 1:25. sayuran dengan jenis tanaman. ladang digarap 0-1 tahun dan atau 1-3 tahun beserta jenis tanaman yang digarap. Sedangkan pada jenis sayuran dan bunga-bungaan. Kebun Campur Kebun campur merupakan areal yang ditanami rupa-rupa jenis tanaman keras atau kombinasi tanaman keras dan tanaman semusim dengan tidak jelas jenis mana yang menonjol.

Kolam Kolam mencakup penggunaan-penggunaan badan air yang dimaksudkan untuk kepentingan ekonomis penduduk setempat. terutama pada hutan lebah dan hutan rawa. Pada klasifikasi penggunaan lahan dengan skala 1:10. biasanya dari jenis pohon berbatang kecil seperti perdu. .belum berproduksi. Hutan lebat merupakan areal hutan yang ditumbuhi bermacam-macam jenis pepohonan besar dengan pertumbuhan yang maksimum. Sedangkan hutan belukar merupakan areal hutan alam yang ditumbuhi berjenis-jenis pepohonan yang terutama berbatang kecil. Sementara. penggunaan lahan hutan semestinya dapat digambarkan menjadi lebih detail lagi. Mungkin merupakan hutan lebat yang pepohonan besarnya telah diambil.000. 5. permukaan tanah pada hutan ini mutlak tergenang air selama 6 bulan dan lebih kumulatif dalam setahun. ataupun dalam tambak-tambak. seperti peternakan ikan baik dalam kolam ikan air tawar biasa. pada hutan sejenis dan belukar. hutan belukar. hutan rawa merupakan areal hutan lebat yang berawa-rawa. dan pada waktu penggenangan surut. jenis kayu utama pada kedua hutan ini dapat dinyatakan sedikitnya tiga jenis. dan tetumbuhan semaknya biasanya jarang. Adapun hutan sejenis merupakan areal hutan alam atau buatan yang ditumbuhi pepohonan dengan didominasi oleh satu jenis saja tanpa memandang tingkat pertumbuhannya. dan hutan rawa. dapat juga berupa kolam penggaraman yang letaknya tidak jauh dari laut. Dapat juga berupa pertumbuhan pepohonan yang pertumbuhannya sudah maksimum. Suatu areal kebun campur dinyatakan “sudah berproduksi” jika 50 persen tanamannya sudah berproduksi. hutan sejenis. yakni hingga jenis kayu utamanya. Hutan Hutan dapat terbagi menjadi hutan lebat. juga dapat dijelaskan kembali apakah hutannya bersifat alami atau hutan buatan yang dimaksudkan sebagai areal reboisasi hutan. 6. tanah senantiasa menjadi jenuh terhadap air. dan dinyatakan sesuai dengan dominansinya. Selain itu. Kriteria dominasi adalah 75% atau lebih.

Sementara rawa ialah areal dengan penggenangan permanen yang dasarnya dangkal tetapi belum cukup dangkal untuk dapat ditumbuhi tumbuhan besar dari dasarnya sehingga umumnya hanay ditumbuhi oleh rerumputan rawa. 9. 8. Perairan Darat Berbeda dengan kolam. sabana. jenis tanah tandus seperti tanah tandus berbatu-batu. dan juga waduk. 10. serta jenis tanah rusak dicantumkan secara lebih mendetail. bekas galian. dan tanah berpasir. Padang Padang merupakan areal terbuka karena hanya ditumbuhi tanaman rendah dari keluarga rumput dan semak rendah. perairan darat dapat berupa danau atau situ. dan juga padang bencah. tanah lahar. dan terjadi secara alami. seperti alang-alang gelagah. Danau atau situ merupakan areal dengan penggenangan permanen yang dasarnya dalam. Pada peta penggunaan lahan dengan sekala 1 : 10. padang dapat diklasifikasikan lagi menjadi padang rumput.000. bisa jenis yang besar (tinggi). bekas sawah rawa yang menjadi asin atau padat. Tanah Tandus Areal jenis ini merupakan areal yang tidak dapat digarap atau dimanfaatkan oleh penduduk karena sifat fisik tanah yang jelek atau menjadi jelek setelah digarap sehingga areal ini menjadi langka tanaman. Padang pada umumnya dibagi menjadi dua yakni padang rerumputan—jika terutama ditumbuhi jenis-jenis rumput. padang alang-alang.000. Pada peta dengan skala 1:10. Sedangkan waduk merupakan danau yang terjadi karena adanya pembendungan yang dibuat oleh manusia.7. semak. Penggunaan lain . sementara jika sebelumnya pernah digarap dan kemudian ditinggal seperti areal tererosi berat. Disebut sebagai tanah tandus jika dari semula tidak pernah digarap. dan dapat pula jenis yang kecil (rendah) dan padang semak—jika terutama ditumbuhi jenis semak-semak ataupun jika penampakan daripada semak-semak lebih menonjol dibandingkan rerumputannya. rawa.

000 No 1 Objek Perkampungan Keterangan 1a. saluran primer. Sementara. dan saluran tersier. hutan yang ditebangi atau mengalami pembalakan liar. berupa sawah rawa 2d1. dan juga mencantumkan letak ibukota adminsistrasinya. Selain memuat klasifikasi penggunaan lahan yang berupa objek areal seperti yang telah disebutkan di atas. kabupaten). Misalnya tanah yang baru dibuka. Sawah ditanami tebu . pada peta penggunaan lahan sebaiknya juga memuat batas administrasi (mencakup batas administrasi desa/kelurahan. Kuburan Nyata 1b2. jalan berbatu. Lebih lanjut mengenai klasifikasi penggunaan lahan dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 1. klasifikasi sungai dan hiraki saluran mencakup sungai. Klasifikasi Penggunaan Lahan dalam Peta Penggunaan Lahan Skala 1:10. Sawah 1 x padi setahun. Kuburan Tak Nyata 1c1. Emplasemen menetap 2 Persawahan 1c2. Sandy juga membuat klasifikasi objek linear. mencakup jalan beraspal. Sawah 2 x padi setahun dan palawija (jenis palawija dinyatakan) 2b2. berupa sawah tadahan 2c2.Mencakup areal yang tidak dapat digolongkan kepada golongan manapun yang telah disebutkan di atas. saluran sekunder. Sawah 3 x padi setahun 2a2. Kampung 1b1. Selain itu. Sawah 2 x padi setahun 2b1. jalan tanah (bisa dilewati mobil). dan lain-lain. Adapun klasifikasi jalan berdasarkan tingkat kualitasnya. seperti jalan dan juga saluran pengairan pada peta penggunaaan lahan. kecamatan. Sawah 1 x padi setahun. jalan setapak (tidak bisa dilewati mobil) serta jalan kereta api. Sawah 1 x padi setahun dan palawija (jenis palawija dinyatakan) 2c1. Emplasemen sementara 2a1.

2d2. Tambak 7. Buah-buahan. Hutan Belukar Alami 5b2. Rawa 8. Perairan Darat 6c. dengan jenis tanaman 2g. Buah-buahan. Hutan Rawa. Karet sudah berproduksi 3a2. dengan jenis kayu utama 5b1. Perkebunan 2h. sudah berproduksi 5. Sawah ditanami Rosela Pertanian Kering Semusim 2e. dengan jenis kayu 5c2. Ladang digarap 0 – 1 tahun. Hutan Sejenis Buatan. Sayuran dengan jenis tanaman 3. Campuran. sudah berproduksi 4a2. Tanah Tandus. Tegalan dengan jenis tanaman 2f1. Danau/Situ 7b. Kolam 5d. Hutan Sejenis Alami. belum berproduksi 5a. belum berproduksi 4b1. Hutan Lebat. Lahar 8a3. Ladang digarap 1 – 3 tahun. dengan jenis tanaman 2f2. Hutan Belukar Buatan 5c1. Karet belum berproduksi dst. Sawah ditanami tembakau 2d3. 3a1. Waduk 8a1. Hutan 4b2. Kebun Campur sudah belum berproduksi 4a1. Bunga-bungaan dengan jenis tanaman. Kolam Air Tawar 6b. Menurut jenis tanaman degngan perincian 4. pasir . Tanah Tandus. dengan jenis kayu 6. Campuran. dengan jenis kayu utama 6a. Tanah Tandus. Berbatu-batu 8a2. Kolam Penggaraman 7a. Tanah Tandus 7c.

bekas penambangan 9. Penggunaan Lainnya 9b3. bekas penggalian 9a1. Padang Sabana 10. terintrusi air-asin 8b3. Padang 8b4. Padang Rumput 9a2. Tanah Rusak. Padang Bencah Mencakup semua tipe penggunaan lahan yang tidak tercantum di atas. Tambahan o Desa/Kelurahan o Kecamatan o Propinsi o Negara Letak Administrasi Ibukota o Desa/Kelurahan o Kecamtan o Kabupaten Batas Administrasi Kualitas Jalan o Aspal o Batu o Tanah o Setapak o Kereta Api o Lori . Tanah Rusak. Tanah Rusak.8b1. tererosi berat 8b2. Tanah Rusak. Padang Semak 9b2. Padang Alang-Alang 9b1.

.Sungai Saluran dan Hirarki o Sungai o Saluran Primer o Saluran Sekunder o Saluran Tersier.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful